1. 41
Rina Nurlaelasari, 2014
Pengaruh pengembangan karier dan disiplin kerja terhadap motif berprestasi serta
implikasinya terhadap kinerja pegawai pada PT PLN distribusi Jawa Barat dan Banten area
Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek Penelitian ini adalah tingkat pengembangan karir, tingkat
disiplin kerja, tingkat motif berprestasi dan kinerja pegawai. Penelitian akan
dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten (Area
Bandung), yang beralamatkan di jalan Soekarno-Hatta Bandung dengan
subjek penelitian pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten (Area Bandung) yang berjumlah 240 orang pegawai.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat
deskriptif dan eksplanasi. Penelitian deskriptif bertujuan untuk
mengkonfirmasi secara empiris kesesuaian model konstruk atau theoretical
or hypothetical construct dilihat menurut indikator-indikator yang
dikonsepsikan sebagai manifes dari konstruk tersebut (Kusnendi,
2008:271). Sedangkan penelitian eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan
hubungan kausal antar variabel laten (Kusnendi, 2008:272).
Berdasarkan jenis penelitian deskriptif maka metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah survey explanatory, dimana menurut Kerlinger
seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002:7) bahwa:
Metode survey yaitu metode penelitian yang dilakukan pada
populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data-data dari
sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-
kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis
maupun psikologis.
Kesalahan memilih metode penelitian akan mengakibatkan tujuan
yang sesungguhnya dari penelitian tidak akan tercapai. Metode penelitian
mutlak diperlukan untuk memberi arah terhadap penelitian yang dilakukan.
2. 42
3.2.1 Polulasi dan Teknik Pengambilan Sampel
3.2.1.1 Populasi
Suharsimi Arikunto (2013:108) mengemukakan bahwa
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang
ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian,
maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan
nenurut Sugiyono (2004:55) mengemukakan bahwa: Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
Berdasarkan pengertian di atas maka populasi di dalam
penelitian ini adalah seluruh pegawai di PT. PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung yang berjumlah
240 orang.
3.2.1.2 Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Arikunto (2004:117) mengatakan bahwa, "Sampel adalah
bagian dari populasi". Sampel penelitian adalah sebagian dan
populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili
seluruh populasi. Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel
bahwa "... mutu penelitian tidak selalu ditentukan oleh besamya
sampel, tetapi oleh kokohnya dasar-dasar teorinya, oleh desain
penelitiannya (asumsi-asumsi statistik), serta mutu pelaksanaan
dan pengolahannya".
Untuk pengambilan sampel dan populasi agar diperoleh
sampel yang representatif atau mewakili, maka diupayakan setiap
subjek dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk
menjadi sampel.
3. 43
Dengan jumlah populasi sebanyak 240 orang karyawan,
maka penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel
secara acak (Random sampling) untuk memberikan peluang yang
sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota
sampel. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan
rumus yang dikemukakan oleh Slovin. Adapun rumus yang
digunakan adalah sebagai berikut:
N
n =
1 + Ne2
Dimana :
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = taraf kesalahan
Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel sebagai
berikut:
240
n = = 150 orang
1 + (240) (0.05)2
Unit sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang
pegawai.
4. 44
Tabel 3.1
Jumlah Sampel Pegawai PT. PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten
Area Bandung
No. Bagian
Jumlah
Pegawai
Jumlah Sampel
1. Manajer 12 orang 12/240X150 = 7 orang
2. Bagian Perencanaan & Evaluasi 11 orang 11/240X150 = 7 orang
3. Bagian Jaringan 27 orang 27/240X150 = 17 orang
4. Bagian Kontruksi 15 orang 15/240X150 = 9 orang
5. Bagian Transaksi Energi Listrik 14 orang 14/240X150 = 9 orang
6. Bagian Pelayanan & Administrasi 15 orang 15/240X150 = 9 orang
7. Rayon Bandung Utara 15 orang 15/240X150 = 9 orang
8. Rayon Bandung Timur 15 orang 11/240X150 = 9 orang
9. Rayon Bandung Selatan 22 orang 22/240X150 = 14 orang
10. Rayon Cijawura 20 orang 20/240X150 = 13 orang
11. Rayon Ujung Berung 19 orang 19/240X150 = 12 orang
12. Rayon Bandung Barat 17 orang 17/240X150 = 11 orang
13. Rayon Kopo 18 orang 18/240X150 = 11 orang
14. Rayon Prima Priangan 20 orang 20/240X150 = 13 orang
Total 240 orang 150 orang
Sumber: Data Hasil Olahan dari HRD PT. PLN Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung, 2014
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Pada penelitian ini, penulis akan membahas mengenai variabel
Pengembangan Karier (X1), Disiplin Kerja (X2), dan Motif Berprestasi
(X3) sebagai variabel independent atau variabel bebas serta Kinerja (Y)
sebagai variabel dependent atau variabel terikat. Suharsimi Arikunto
(2013:94) mengemukakan bahwa Variabel adalah objek penelitian yang
5. 45
bervariasi. Tujuan pembuatan definisi variabel yaitu untuk menghindari
terjadinya kesalahan atau kekeliruan dalam mengartikan variabel yang
diteliti dan juga sebagai kerangka acuan untuk mendeskripsikan
permasalahan yang akan diteliti. Sering kali terjadi kesalahpahaman
dalam mengartikan istilah-istilah, hal ini disebabkan oleh perkembangan
ilmu pengetahuan di bidang bahasa yang sudah semakin maju sehingga
banyak istilah-istilah yang dipergunakan untuk maksud tertentu
berlebihan meskipun pada dasarnya bertujuan untuk menerangkan
maksud yang sama.
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
Variabel Dimensi
Konsep Empiris
Indikator Ukuran
Item
Pertanyaan
PENGEMBANGAN
KARIER (X1)
Pendidikan yang
sesuai dengan
jabatan
Memiliki pendidikan
yang formal
Memiliki
penguasaan
teknologi terdepan
dalam karier
Memiliki
kesempatan
mengikuti
pendidikan
Tingkat
pendidikan
formal
Tingkat
penguasaan
teknologi
terdepan
Tingkat
kesempatan
mengikuti
pendidikan
(1)
(2)
(3)
Pengalaman
Kerja yang
sesuai dengan
jabatan
Memiliki
pengalaman kerja
yang berkompeten
Memiliki
pengalaman kerja
yang cukup lama
Tingkat
pengalaman
kerja yang
kompeten
Tingkat
pengalaman
kerja yang
cukup lama
(4)
(5)
6. 46
Penaikan
Jabatan
Memiliki keahlian
promosi jabatan
yang meningkatkan
kinerja
Memiliki peluang
promosi
Memiliki kualitas
kerja yang baik
setelah promosi
Memiliki keyakinan
bahwa hanya
karyawan yang
tekun yang pantas
mendapat promosi
Tingkat keahlian
promosi jabatan
yang
meningkatkan
kinerja
Tingkat peluang
promosi
Tingkat kualitas
kerja yang baik
setelah promosi
Tingkat
keyakinan bahwa
hanya karyawan
yang tekun yang
pantas mendapat
promosi
(6)
(7)
(8)
(9)
Peningkatan
Karier
Memiliki
kemampuan bekerja
lebih giat setelah ada
peningkatan karier
Memiliki
kemampuan
menghilangkan
kejenuhan dalam
bekerja setelah ada
peningkatan
karier
Memiliki semangat
kerja baru setelah
ada peningkatan
karier
Tingkat
kemampuan
bekerja lebih giat
setelah ada
peningkatan
karier
Tingkat
kemampuan
menghilangkan
kejenuhan dalam
bekerja setelah
ada peningkatan
Karier
Tingkat
semangat kerja
baru setelah ada
peningkatan
karier
(10)
(11)
(12)
7. 47
Memiliki
peningkatan
kemampuan dalam
menyelesaikan
masalah
Tingkat
peningkatan
kemampuan
dalam
menyelesaikan
masalah
(13)
Pelatihan
Karyawan
Memiliki keahlian
dalam pelatihan
karyawan
Memiliki
kesempatan
mengikuti pelatihan
Memiliki kesediaan
waktu mengikuti
pelatihan
Tingkat keahlian
dalam pelatihan
karyawan
Tingkat
kesempatan
mengikuti
pelatihan
Tingkat
kesediaan waktu
mengikuti
pelatihan
(14)
(15)
(16)
DISIPLINKERJA
(X2)
Hadir tepat
waktu
Memiliki
kemampuan untuk
hadir tepat waktu
Memiliki
keyakinan bahwa
budaya tepat
waktu harus di
galakkan di setiap
jajaran
Tingkat
kemampuan
untuk hadir
tepat waktu
Tingkat
keyakinan
bahwa budaya
tepat waktu
harus di
galakkan di
setiap jajaran
(1)
(2)
Mengutamakan
presentasi
kehadiran
Memiliki
kemampuan untuk
mengutamakan
presentasi
kehadiran
Tingkat
kemampuan
untuk
mengutamakan
presentasi
kehadiran
(3)
8. 48
Memiliki
kesadaran untuk
datang bekerja
Tingkat
kesadaran untuk
datang bekerja
(4)
Taat terhadap
aturan jam kerja
Memiliki
kemampuan untuk
taat terhadap aturan
jam kerja
Memiliki keyakinan
bahwa karyawan
yang baik adalah
yang tidak
melanggar aturan
jam kerja
Tingkat
kemampuan
untuk taat
terhadap aturan
jam kerja
Tingkat
keyakinan bahwa
karyawan yang
baik adalah yang
tidak melanggar
aturan jam kerja
(5)
(6)
Penggunaan jam
kerja dengan
efektif dan
efisien
Memiliki
kemampuan untuk
menggunakan jam
kerja dengan efektif
Memiliki
kemampuan untuk
menggunakan jam
kerja dengan efisien
Memiliki kesadaran
untuk mengunakan
jam kerja sesuai
haknya
Tingkat
kemampuan
untuk
menggunakan
jam kerja dengan
efektif
Tingkat
kemampuan
untuk
menggunakan
jam kerja dengan
efisien
Tingkat
kesadaran untuk
mengunakan jam
kerja sesuai
haknya
(7)
(8)
(9)
9. 49
Keterampilan
kerja dibidang
tugasnya
Memiliki
keterampilan kerja
yang kompeten
Memiliki
keterampilan kerja
yang kompetitif
Tingkat
keterampilan
kerjayang
kompeten
Tingkat
keterampilan
kerja yang
kompetitif
(10)
(11)
Semangat kerja
yang tinggi
Memiliki semangat
kerja yang tinggi
Memiliki kesediaan
menyemangati
karyawan lain
Tingkat
semangat kerja
yang tinggi
Tingkat
kesediaan
menyemangati
karyawan lain
(12)
(13)
Kepribadian
yang baik
Memilki kepribadian
yang baik
Memiliki panutan
dari atasan
Tingkat
kepribadian yang
baik
Tingkat
mencontoh
kepribadian yang
baik dari atasan
(14)
(15)
10. 50
MOTIF
BERPRESTASI
(X3)
Tanggung jawab Memiliki
kemampuan untuk
menyelesaikan
pekerjaan dengan
tanggungjawab
Memiliki
kemampuan untuk
menyelesaikan
pekerjaan dengan
penuh perencanaan
Memiliki
kemampuan untuk
memenuhi
kewajiban
Memiliki
kemampuan jiwa
pelopor dalam
memenuhi
kewajiban
Tingkat
kemampuan untuk
menyelesaikan
pekerjaan dengan
tanggungjawab
Tingkat
kemampuan untuk
menyelesaikan
pekerjaan dengan
penuh
perencanaan
Tingkat
kemampuan untuk
memenuhi
kewajiban
Tingkat
kemampuan
menjadi jiwa
pelopor dalam
memenuhi
kewajiban
(1)
(2)
(3)
(4)
Mempertim-
bangkan resiko
Memiliki
kemampuan dalam
mempertimbangkan
resiko
Memiliki
kemampuan analitis
Tingkat
kemampuan
dalam
mempertimbangk
an resiko
Tingkat
kemampuan
analitis
(5)
(6)
11. 51
Umpan balik Memiliki
kemampuan dalam
penerimaan
pendapat
Memiliki
kemampuan
mempersatukan
perbedaan pendapat
Memiliki
kemampuan
mengetahui
kemajuan dan
kelemahan dalam
menyelesaikan tugas
Memiliki
kemampuan dalam
perubahan perbaikan
tugas
Tingkat
kemampuan
dalam
penerimaan
pendapat
Tingkat
kemampuan
mempersatukan
perbedaan
pendapat
Tingkat
kemampuan
mengetahui
kemajuan dan
kelemahan
dalam
menyelesaikan
tugas
Tingkat
kemampuan
dalam
perubahan
perbaikan tugas
(7)
(8)
(9)
(10)
Kreatif-Inovatif Memiliki keaktifan
tinggi dalam bekerja
Memiliki kesediaan
memberikan
bimbingan
Memiliki kesediaan
mengorganisir orang
lain menjadi
motivasi
Tingkat keaktifan
tinggi dalam
bekerja
Tingkat kesediaan
memberikan
bimbingan
Tingkat kesediaan
mengorganisir
orang lain
menjadi motivasi
(11)
(12)
(13)
12. 52
Memiliki agresivitas
dalam bekerja
Memiliki gagasan
positif dan berusaha
mempertahankan
gagasan tersebut
Memiliki
pengetahuan yang
luas
Tingkat
agretivitas dalam
bekerja
Tingkat
pemahaman
gagasan positif
dan berusaha
mempertahankan
gagasan tersebut
Tingkat
pengetahuan yang
luas
(14)
(15)
(16)
Waktu
penyelesaian
tugas
Memiliki
kemampuan
menyelesaikan tugas
tepat waktu
Memiliki
kemampuan
memaksimalkan
waktu
Tingkat
kemampuan
menyelesaikan
tugas tepat waktu
Tingkat
kemampuan
memaksimalkan
waktu
(17)
(18)
Keinginan
menjadi yang
terbaik
Memiliki
kemampuan dalam
meningkatkan
kemampuan
Memiliki semangat
mengalahkan
pesaing
Tingkat
kemampuan
dalam
meningkatkan
kemampuan
Tingkat
kemampuan
bersaing
(19)
(20)
KINERJA(Y) Kualitas
(Quality)
Kualitas kerja Tingkat
kesesuaian
penyelesaian
tugas
berdasarkan
kepuasan hasil
kerja karyawan
(1)
13. 53
Ketelitian tugas
Kerapihan tugas
Tingkat
ketelitian dalam
menyelesaikan
tugas
Tingkat
kerapihan dalam
menyelesaikan
tugas
(2)
(3)
Kuntitas
(Quantity)
Kuantitas kerja Tingkat
kesesuian kerja
karyawan dengan
output (hasil)
kerja yang
dituntut
perusahaan
(4)
Jangka waktu
(Time Liness)
Penyelesaian tugas
yang tepat waktu
Penggunaan jam
kerja untuk
kepentingan pribadi
Penghematan waktu
penyelesaian tugas
sehingga dapat
mengerjakan tugas
lain.
Tingkat
kesesuaian
penyelesaian
tugas
berdasarkan
ketepatan waktu
Tingkat
penggunaan jam
kerja untuk
kepentingan
pribadi
Tingkat
penghematan
waktu kerja
sehingga dapat
melakukan tugas
kerja yang lain.
(5)
(6)
(7)
Efektivitas
Biaya (Cost
Effectiveness)
Penggunaan
sumberdaya dalam
hal efektivitas kerja
Penggunaan
sumberdaya dalam
Tingkat
penggunaan
sumberdaya
dalam hal
efektivitas kerja
Tingkat
penggunaan
(8)
(9)
14. 54
hal efisiensi kerja sumberdaya
dalam hal
efisiensi kerja
Tingkat
Supervisi (Need
for Supervision)
Keterlibatan atasan
dalam bimbingan
kerja
Keterlibatan atasan
dalam hal
pengawasan kerja
Motivasi atasan
Tingkat
keterlibatan
atasan dalam
bimbingan kerja
Tingkat
keterlibatan
atasan dalam hal
pengawasan
kerja
Tingkat
pemberian
motivasi dari
atasan
(10)
(11)
(12)
Hubungan
Personal
(Interpersonal
Impact)
Pemeliharaan
kerjasama antar
rekan kerja
Pemeliharaan
kerjasama antara
atasan dan bawahan
Tingkat
pemeliharaan
kerjasama antar
rekan kerja
Tingkat
pemeliharaan
kerjasama antara
atasan dan
bawahan
(13)
(14)
15. 55
3.2.3 Jenis dan Sumber Data
Sumber data primer merupakan sumber data yang diperoleh
secara langsung dari subjek yang berhubungan langsung dengan
penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer
adalah seluruh data yang diperoleh dari wawancara setelah
mengadakan observasi pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten Area Bandung.
Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang
diperoleh secara tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian
tetapi membantu dan dapat memberikan informasi untuk bahan
penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder
adalah studi kepustakaan, artikel, serta situs di internet yang
berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2013:207) Pengumpulan data adalah
mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode wawancara, tes,
observasi kuisioner dan sebagainya. Adapun teknik pengumpulan
data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data dengan cara mempelajari
buku, makalah, sumber dari internet dan lain-lain, untuk memperoleh
informasi yang berhubungan dengan teori-teori dan konsep-konsep
yang berkaitan dengan masalah penelitian yang di angkat. Di lengkapi
dengan:
a. Metode wawancara, yaitu mengadakan survey, observasi dan
melakukan dialog dengan bagian HRD PT. PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung.
b. Kuisioner yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden yang terdiri dari
pertanyaan mengenai karakteristik responden, pengalaman
16. 56
responden dalam hal pengembangan karier, disiplin kerja,
motif berprestasidan kinerja.
3.2.5 Validitas dan Reliabilitas Instrumen
3.2.5.1 Uji Validitas
Di dalam penelitian, data mempunyai kedudukan yang paling
penting, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti
dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Oleh karena itu
benar tidaknya data sangat menentukan bermutu tidaknya hasil
penelitian. Sedangkan benar tidaknya data tergantung dari baik
tidaknya instrumen pengumpul data. Menurut Suharsimi Arikunto
(2013:144), Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan
penting yaitu valid dan reliabel.
Untuk menguji kelayakan suatu kuisioner yang akan
disebarkan pada responden, maka dilakukan pengujian yaitu uji
validitas dan uji reliabilitas. Karena syarat suatu instrumen yang baik
adalah valid dan reliabel.
Menurut Suharsimi Arikunto (2013:144), Validitas adalah
suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan sesuatu instrumen. Instrumen dalam sebuah penelitian
mempunyai peranan yang sangat penting, karena data yang diolah
merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai
alat pembuktian kebenaran hipotesis. Sebuah instrumen dikatakan
valid apabila mampu mengukur atau mengungkap data dari variabel
yang diteliti secara tepat.
Tipe validitas yang digunakan adalah validitas konstruk
(validity construct) yang menentukan validitas dengan cara
mengkorelasikan antar skor yang diperoleh masing-masing item yang
dapat berupa pertanyaan dengan skor totalnya. Skor total ini
merupakan nilai yang diperoleh dari penjumlahan semua skor item.
17. 57
Korelasi antara skor item dengan skor totalnya harus
signifikan berdasarkan ukuran statistik. Bila ternyata skor semua item
yang disusun berdasarkan dimensi konsep berkorelasi dengan skor
totalnya, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut mempunyai
validitas.
Untuk menentukan tingkat validitas suatu item kuisioner,
maka digunakan metode korelasi Product Moment untuk mencari
hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data
kedua variabel berbentuk interval atau rasio dan sumber data dari dua
variabel atau lebih adalah sama yaitu dengan mengkorelasikan skor
total yang dihasilkan oleh masing-masing responden (Y) dengan skor
masing-masing item (X) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
緒誌 2
1
2
1
2
1
2
1
1111
yynxxn
yxyxn
rxy
(Sugiyono, 2004:212-213)
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara x dan y
X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item
Y = Skor total
X = Jumlah skor dalam distribusi X
Y = Jumlah skor dalam distribusi Y
X2
= Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X
Y2
= Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y
n = Banyaknya responden
Kriteria pengujian:
r hitung > r tabel : valid
r hitung r tabel : tidak valid
18. 58
Tabel 3.3
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Pengembangan Karier
No. Item Pernyataan
Hasil Uji
Validitas
Batas
Min.
Kesimpulan
Uji Validitas
1. Tingkat pendidikan formal 0,689 0,360 Valid
2. Tingkat penguasaan teknologi terdepan dalam karier 0,606 0,360 Valid
3. Tingkat kesempatan mengikuti pendidikan 0,625 0,360 Valid
4. Tingkat pengalaman kerja yang kompeten 0,686 0,360 Valid
5. Tingkat pengalaman kerja yang cukup lama 0,658 0,360 Valid
6. Tingkat keahlian promosi jabatan yang
meningkatkan kinerja
0,675 0,360 Valid
7. Tingkat mendapatkan peluang promosi 0,664 0,360 Valid
8. Tingkat kualitas kerja yang baik setelah promosi 0,522 0,360 Valid
9. Tingkat keyakinan bahwa hanya karyawan yang
tekun yang pantas mendapat promosi
0,365 0,360 Valid
10. Tingkat kemampuan bekerja lebih giat setelah ada
peningkatan karier
0,428 0,360 Valid
11. Tingkat kemampuan menghilangkan kejenuhan
dalam bekerja setelah ada peningkatan karier
0,503 0,360 Valid
12. Tingkat semangat kerja baru setelah ada peningkatan
karier
0,497 0,360 Valid
13. Tingkat peningkatan kemampuan dalam
menyelesaikan masalah
0,575 0,360 Valid
14. Tingkat keahlian dalam pelatihan karyawan 0,626 0,360 Valid
15. Tingkat kesempatan mengikuti pelatihan 0,489 0,360 Valid
16. Tingkat kesediaan waktu mengikuti pelatihan 0,471 0,360 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 20.
19. 59
Tabel 3.4
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Disiplin Kerja
No. Item Pernyataan
Hasil Uji
Validitas
Batas
Min.
Kesimpulan
Uji Validitas
1. Tingkat kesediaan untuk hadir tepat waktu 0,484 0,360 Valid
2. Tingkat keyakinan bahwa budaya tepat waktu harus
digalakkan di setiap jajaran
0,391 0,360 Valid
3. Tingkat kemampuan untuk mengutamakan
presentasi kehadiran
0,584 0,360 Valid
4. Tingkat kesadaran untuk datang bekerja 0,597 0,360 Valid
5. Tingkat kemampuan untuk taat terhadap aturan jam
kerja
0,542 0,360 Valid
6. Tingkat keyakinan bahwa karyawan yang baik
adalah yang tidak melanggar aturan jam kerja
0,554 0,360 Valid
7. Tingkat kemampuan untuk menggunakan jam kerja
dengan efektif
0,494 0,360 Valid
8. Tingkat kemampuan untuk menggunakan jam kerja
dengan efisien
0,500 0,360 Valid
9. Tingkat kesadaran untuk mengunakan jam kerja
sesuai haknya
0,516 0,360 Valid
10. Tingkat keterampilan kerja yang kompeten 0,508 0,360 Valid
11. Tingkat keterampilan kerja yang kompetitif 0,427 0,360 Valid
12. Tingkat semangat kerja yang tinggi 0,576 0,360 Valid
13. Tingkat kesediaan menyemangati karyawan lain 0,688 0,360 Valid
14. Tingkat kepribadian yang baik 0,631 0,360 Valid
15. Tingkat mencontoh kepribadian yang baik dari
atasan
0,561 0,360 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 20
20. 60
Tabel 3.5
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Motif Berprestasi
No. Item Pernyataan
Hasil Uji
Validitas
Batas
Min.
Kesimpulan
Uji Validitas
1. Tingkat kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan
tanggung jawab
0,434 0,360 Valid
2. Tingkat kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan
penuh perencanaan
0,560 0,360 Valid
3. Tingkat kemampuan untuk memenuhi kewajiban 0,643 0,360 Valid
4. Tingkat kemampuan menjadi jiwa pelopor dalam memenuhi
kewajiban
0,653 0,360 Valid
5. Tingkat kemampuan dalam mempertimbangkan resiko 0,490 0,360 Valid
6. Tingkat kemampuan analitis 0,644 0,360 Valid
7. Tingkat kemampuan dalam penerimaan pendapat 0,574 0,360 Valid
8. Tingkat kemampuan mempersatukan perbedaan pendapat 0,596 0,360 Valid
9. Tingkat kemampuan mengetahui kemajuan dan kelemahan
dalam menyelesaikan tugas
0,740 0,360 Valid
10. Tingkat kemampuan dalam perubahan perbaikan tugas 0,713 0,360 Valid
11. Tingkat keaktifan yang tinggi dalam bekerja 0,597 0,360 Valid
12. Tingkat kesediaan memberikan bimbingan 0,723 0,360 Valid
13. Tingkat kesediaan mengorganisir orang lain menjadi
motivasi
0,739 0,360 Valid
14. Tingkat agretivitas dalam bekerja 0,717 0,360 Valid
15. Tingkat pemahaman gagasan positif dan berusaha
mempertahankan gagasan tersebut
0,713 0,360 Valid
16. Tingkat pengetahuan yang luas 0,756 0,360 Valid
17. Tingkat kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu 0,652 0,360 Valid
18. Tingkat kemampuan memaksimalkan waktu 0,658 0,360 Valid
19. Tingkat kemampuan dalam meningkatkan potensi diri 0,622 0,360 Valid
20. Tingkat kemampuan bersaing 0,577 0,360 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 20
21. 61
Tabel 3.6
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Variabel Kinerja
No. Item Pernyataan
Hasil Uji
Validitas
Batas
Min.
Kesimpulan
Uji Validitas
1. Tingkat kesesuaian penyelesaian tugas berdasarkan
kepuasan hasil kerja karyawan
0,738 0,360 Valid
2. Tingkat ketelitian dalam menyelesaikan tugas 0,688 0,360 Valid
3. Tingkat kerapihan dalam menyelesaikan tugas 0,744 0,360 Valid
4. Tingkat kesesuian kerja karyawan dengan output
(hasil) kerja yang dituntut perusahaan
0,782 0,360 Valid
5. Tingkat kesesuaian penyelesaian tugas berdasarkan
ketepatan waktu
0,801 0,360 Valid
6. Tingkat penggunaan jam kerja untuk kepentingan
pribadi
0,588 0,360 Valid
7. Tingkat penghematan waktu kerja sehingga dapat
melakukan tugas kerja yang lain
0,683 0,360 Valid
8. Tingkat penggunaan sumber daya dalam hal
efektivitas kerja
0,696 0,360 Valid
9. Tingkat penggunaan sumber daya dalam hal efisiensi
kerja
0,632 0,360 Valid
10. Tingkat keterlibatan atasan dalam bimbingan kerja 0,387 0,360 Valid
11. Tingkat keterlibatan atasan dalam hal pengawasan
kerja
0,443 0,360 Valid
12. Tingkat pemberian motivasi dari atasan 0,428 0,360 Valid
13. Tingkat pemeliharaan kerjasama antar rekan kerja 0,635 0,360 Valid
14. Tingkat pemeliharaan kerjasama antara atasan dan
bawahan
0,633 0,360 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 20.
22. 62
3.2.5.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas dari
setiap pertanyaan akan ditunjukkan dengan hasil r hitung yang lebih
besar atau sama dengan r tabel dan r hitungnya positif.
Untuk menguji tingkat reliabilitas dapat digunakan rumus Alpha
Croanbach yang merupakan statistik paling umum yang digunakan
untuk menguji reliabilitas suatu instrumen penelitian. Suatu instrumen
penelitian diindikasikan memiliki tingkat reliabilitas memadai jika
koefisien Alpha Croanbach lebih besar atau sama dengan 0,80.
Adapun koefisien Alpha Croanbach dirumuskan sebagai berikut:
削
2
2
1
1 st
si
k
k
ri (Sugiyono, 2004:282-284)
Keterangan:
ri = reliabilitas angket
k = jumlah item
裡St
2
= jumlah varians setiap item pertanyaan
裡Si
2
= varians skor total
Xt
2
= jumlah kuadrat skor jawaban responden tiap item
(Xt)2
= kuadrat skor seluruh responden dari setiap item
JKi = jumlah kuadrat skor total
JKs = jumlah kuadrat dari jumlah skor total
n = jumlah responden
n
X
n
X
S
tt
t
22
2 ワ
n
JKs
n
JKi
Si
2
23. 63
Tabel 3.7
Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian
No. Variabel
Hasil Uji
Reliabilitas
Batas
Minimun
Keterangan
1. Pengembangan Karier 0,849 0,80 Reliabel
2. Disiplin Kerja 0,821 0,80 Reliabel
3. Motif Berprestasi 0,922 0,80 Reliabel
4. Kinerja 0,887 0,80 Reliabel
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 20
3.2.6 Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data Menggunakan
Analisis Path
Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh deskripsi
mengenai pengembangan karir, disiplin kerja, motif berprestasi, dan
kinerja di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area
Bandung. Data kuantitatif yang merupakan sumber data primer dalam
penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden.
Kuisioner dibuat dalam bentuk daftar isian pertanyaan yang
dituangkan didasarkan atas indikator melekat pada masing-masing
variabel yang akan diteliti, yaitu variabel eksogen adalah
pengembangan karier (X1), disiplin kerja (X2), dan motif berprestasi
(X3) serta kinerja (Y) sebagai variabel endogen dengan menggunakan
skor nilai sesuai dengan skala likert. Penilaian skoring atas jawaban
responden dengan nilai kriteria jawaban yang tersedia merupakan cara
untuk merubah nilai kualitatif menjadi nilai kuantitatif, sehingga hasil
kuisioner dari responden ini dapat dianalisis dengan metode statistic
range dan rentang. Selanjutnya langkah-langkah dalam melakukan
analisis jalur adalah sebagai berikut:
24. 64
1. Uji Normalitas
Suliyanto (2011:71) mengemukakan bahwa uji distribusi normal
adalah uji untuk mengukur apakah data kita memiliki distribusi
normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametik. Adapun
tujuan dilakukannya uji normalitas data adalah untuk mengetahui
apakah suatu variabel normal atau tidak dalam uji normalitas data.
Jadi uji normalitas sebenarnya uji kolmogorov sminov dimana
signifikansi di bawah 5% atau 0,05. Jika signifikan di bawah 0,05
berarti data yang akan di uji mempunyai perbedaan yang signifikan
dengan data normal baku, yang berarti bahwa data tersebut tidak
berdistribusi normal
2. Uji Homogenitas
Suliyanto (2011:95) mengemukakan bahwa uji homogenitas
dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih
kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi
yang sama. Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa
perbedaan yang terjadi pada uji statistik benar-benar terjadi akibat
adanya perbedaan antar kelompok bukan sebagai akibat perbedaan
dalam kelompok.
3. Uji Multikolinieritas
Suliyanto (2011:81) mengemukakan bahwa uji multikolinieritas
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi yang
terbentuk dari korelasi yang tinggi atau sempurna diantara variabel
bebas atau tidak. Salah satu cara untuk menguji gejala
multikolinieritas dalam model regresi adalah dengan melihat nilai
Variance Infloating Factor (VIF) dari masing-masing variabel
bebas lebih dari 10 maka terjadi derajat multikolinieritas tinggi.
Sebaliknya, jika nilai VIF lebih kecil dari 10 maka model
dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinieritas.
25. 65
4. Uji Autokorelasi
Suliyanto (2011:125) mengemukakan bahwa uji autokorelasi
terjadi bila ada gejala korelasi serial diantara data pengamatan. Hal
ini bisa muncul karena adanya pengaruh dari data sebelumnya
(untuk data time series) atau data pengamatan menurut tempat
(untuk data cross section). Salah satu cara mendeteksi ada tidaknya
masalah autokorelasi dengan menggunakan metode Durbin-watson
Test. Jika nilai Durbin-watson Test (d) berada di sekitar 2 atau
berada di sekitar 1 sampai 3 maka tidak terjadi gejala autokorelasi.
5. Pengujian hipotesis melalui Analisis Jalur Path
Untuk keperluan menganalisis data yang telah dikumpulkan,
digunakan teknik analisis data secara deskriptif dan inferensial.
Penggunaan teknik analisis data secara deskriptif untuk memperoleh
gambaran karakteristik penyebaran nilai setiap variabel yang diteliti.
Analisis deskriptif digunakan dalam hal penyajian data, ukuran sentral,
dan ukuran penyebaran. Penyajian data menggunakan dafar distribusi
dan histogram. Ukuran sentral meliputi mean, median dan modus.
Ukuran penyebaran meliputi varians dan simpangan baku (standard
deviation).
Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis
dengan menggunakan analisis jalur (path analysis) model trimming.
Semua pengujian hipotesis dengan menggunakan 留 = 0.05. Sebelum
dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas
galat taksiran regresi dengan menggunakan teknik Liliefors, dan uji
homogenitas varians dengan menggunakan teknik Uji Barlett.
Untuk menghitung pengaruh langsung dan tidak langsung dari
variabel bebas terhadap suatu variabel terikat, tercermin dari koefisien
jalur. Sedangkan untuk menentukan koefisien jalur diperlukan
persyaratan sebagai berikut: (1) hubungan antara tiap dua variabel harus
merupakan hubungan yang linier, aditif, dan kausal; (2) sistem
26. 66
menganut prinsip rekursif (reka arah); (3) semua variabel residu tidak
saling berkorelasi dan juga tidak berkorelasi dengan variabel penyebab;
dan (4) data masing-masing variabel adalah kontinum.
Pada model analisis jalur dikenal dua tipe variabel yaitu: variabel
eksogen dan variabel endogen. Variabel eksogen memberikan pengaruh
baik langsung mapupun tidak langsung terhadap variabel endogen
Sedangkan variabel endogen merupakan variabel yang dapat
mempengaruhi variabel endogen lainnya.
Sesuai dengan kerangka berpikir yang dibuat, maka variabel
endogen dalam penelitian ini adalah Kinerja (Y). Sedangkan variabel
eksogen terdiri dari Pengembangan karier (X1), Disiplin kerja (X2) dan
Motif berprestasi (X3). Perhitungan dilakukan dengan alat bantu
komputer, program yang digunakan merupakan program pengolah data,
yaitu: Microsoft Excel, dan Statistical Package for Social Science
(SPSS).
Pengujian Sub Struktur-1:
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier (X1)
dan disiplin kerja (X2) terhadap motif berprestasi. Pengujian hipotesis
dilakukan sebagai berikut:
1. Menggambar struktur hipotesis
Gambar 3.1
Sub Struktur 1
Pengembangan
Karier
(X1)
Disiplin Kerja
(X2)
Motif
Berprestasi
(X3)
1
Px1x3
Px2x3
rx1x2
27. 67
2. Keputusan penerimaan atau penolakan Ho
Rumusan Hipotesis Operasional
Hipotesis secara simultan:
Ho : Px3x1 = Px3x2 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier
dan disiplin kerja terhadap motif berprestasi di PT. PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung.
H1 : Px3x1= Px3x2 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier dan
disiplin kerja terhadap motif berprestasi di PT. PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung.
Hipotesis secara parsial:
Ho : Px3x1 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier
terhadap motif berprestasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten Area Bandung.
H1 : px3x1 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier terhadap
motif berprestasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.
Ho : Px3x2 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara disiplin kerja terhadap
motif berprestasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.
H1 : px3x2 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara disiplin kerja terhadap motif
berprestasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Area Bandung.
28. 68
Pengujian Sub Struktur-2
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier (X1) dan
disiplin kerja (X2) terhadap motif berprestasi (X3) dan implikasinya
terhadap kinerja (Y). Pengujian hipotesis dilakukan sebagai berikut:
1. Menggambar struktur hipotesis
畤YX2
Gambar 3.2
Sub Struktur 2
2. Keputusan penerimaan atau penolakan Ho
Rumusan Hipotesis Operasional
Hipotesis secara simultan:
Ho : Pyx1 = Pyx2 = Pyx3 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier
dan disiplin kerja terhadap motif berprestasi serta implikasinya
terhadap kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten Area Bandung.
H1 : Pyx1 = Pyx2 = Pyx3 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier dan
disiplin kerja terhadap motif berprestasi serta implikasinya terhadap
畤YX1
畤YX2
畤X3X1
畤X3X2
Pengembangan
Karier
(X1)
Disiplin Kerja
(X2)
Motif
Berprestasi
(X3)
Kinerja
(Y)
畤YX3
r12 = 畤12
2
29. 69
kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.
Hipotesis secara parsial:
Ho : Pyx1 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier
terhadap kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten Area Bandung.
H1 : pyx1 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara pengembangan karier terhadap
kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.
Ho : Pyx2 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara disiplin kerja terhadap
kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.
H1 : pyx2 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara disiplin kerja terhadap kinerja
pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Area Bandung.
Ho : Pyx3 = 0
Tidak terdapat pengaruh yang positif antara motif berprestasi
terhadap kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten Area Bandung.
H1 : pyx3 > 0
Terdapat pengaruh yang positif antara motif berprestasi terhadap
kinerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten Area Bandung.