2. Nomenklatur untuk instrument
Rekomendasi ISO (International Organization for
Standaridization):
• Hand-operated termasuk K-tipe rimer dan file,
broaches dan file hedstrom.
• Engine-driven adalah instrument yang digerakkan
dengan handpiece low speed. Contoh: Gates Glidden
dan Peeso, rimer dan files rotary.
• Ultrasonic dan sonicïƒ beberapa barbed broaches,
beberapa file, dan diamond-coated wires.
• Nickel-titanium ïƒ diadaptasi untuk hand instrument
dan rotary instrument.
3. INSTRUMEN PEMERIKSAAN DAN
DIAGNOSIS
1. Kaca mulut
2. Endodontic plier (pinset endo) : ada
pengunci, dengan ujung bentuk groove,
digunakan utk memegang paper point dan
guta perca
4. 3. Endodontic explorer (sonde endo) : dengan satu
atau dua ujung yang lurus, sangat tajam dan
berbeda arah
4. Endodontic spoon excavator (ekskavator endo):
lebih panjang dari ekskavator biasaïƒ digunakan
utk memotong/mengambil jar pulpa
5. 5. Electric Pulp Tester (EPT)
ïƒ utk menstimulasi respon elemen2 syaraf pulpa
dg eksitasi listrik.
ïƒ EPT hanya utk membedakan apakah gigi vital
atau nonvital, terutama digunakan bila tes
vitalitas dengan tes termal hasilnya meragukan.
6. 6. Sinar fiberoptik : Transiluminasi
Berfungsi :
• mendeteksi hiperemi pulpa
• mendeteksi adanya fraktur vertical pada mahkota
atau akar
7. Teknik:
• Semua restorasi dibuka
• Gigi diisolasi dg rubber dam, dan semua
permukaan gigi dikeringkan dg cotton pellet
• Sinar diarahkan dari dinding bukal atau lingual
• Kalau ada fraktur vertikal terlihat sbg garis gelap
8. INSTRUMEN PREPARASI
A. Bur-bur utk preparasi akses
1. Round bur metal: untuk menghilangkan jaringan
karies bisa juga dengan Tungsten carbide
excavabur
9. 2. Endo Acces bur
bentuk ujungnya bulat dan bentuk badannya
konus
ïƒ untuk preparasi akses pada semua gigi
berakar tunggal dan membuka pulp chamber
gigi posterior.
10. 3. Bur diamond fisur atau tapered
ïƒ menghilangkan seluruh atap pulpa pd gigi
posterior
13. 6. Apex locator
7. Plastic instrument : untuk meletakkan tumpatan
sementara
14. Hand file instrument:
A. Barbed broach dan rasp
ïƒ untuk mengambil atau mengekstirpasi jar
pulpa dan mengambil debris-debris nekrotik
ïƒ Terbuat dari kawat besi bulat dan runcing,
permukaannya dibuat potongan-potongan
bersudut untuk menghasilkan kait.
15. Barbed broach:
• tinggi kait ½ dari diameter badan
• diameter ujung 0,007-0,010 mm/mm
• lebih fragile, mudah patah
Rasp :
• tinggi kait 1/3 dari diameter badan
• diameter ujung 0,015- 0,020 mm/mm
16. Teknik penggunaan:
a. Barbed broach dimasukkan pelan-pelan ke
dalam sal akar diantara pulpa dan dinding sal
akar, kmd diputar 360o baik searah maupun
berlawanan arah jarum jam dan ditarik keluar.
b. Pemilihan barbed broach harus pas, tidak terlalu
besar maupun terlalu kecil.
c. Barbed broach dibersihkan dengan sikat bur
atau direndam dalam larutan sodium hipoklorit
selama ½ jam, setelah itu dikeringkan dengan
udara dan disterilkan
17. B. Rimer (Reamer)
• Terbuat dari kawat yg dimodifikasi /digerinda
menjadi instrumen yang memanjang dengan
penampang melintang segitiga, dan selanjutnya
dipelintir dengan arah berlawanan jarum jam,
sehingga terbentuk ujung potong yang berbentuk
spiral.
• Rimer memiliki jumlah pelintiran yg lebih sedikit
dibandingkan dg file, karena itu hasil preparasinya
lebih kasar.
• Rimer hanya dpt digerakkan secara riming saja.
• Rimer sangat jarang dipakai.
18. C. File
• Terbuat dari kawat yang dimodifikasi /digerinda menjadi
instrumen yg memanjang dengan penampang melintang
segiempat, dan selanjutnya dipelintir dengan arah
berlawanan jarum jam, sehingga terbentuk ujung potong
yang berbentuk spiral.
• K-File mempunyai lebih banyak pelintiran, sehingga jarak
flutenya berdekatan.
• K-File Lebih efisien untuk memotong dan dapat digunakan
secara reaming dan filing.
• K-File banyak digunakan untuk preparasi saluran akar.
19. Modifikasi dr file:
• K-flex file, dengan penampang belah ketupat
• Unifile (File-S), dg penampang spt huruf S
Bahan file :
• baja karbon (carbon steel)
• baja tahan karat (stainless steel)
• nikel titanium
21. Standarisasi instrument File
• Tiap instrumen diberi nomer berdasarkan
diameter atau penampang melintang ujung
alat dalam seperseratus millimeter, misal :
instrumen no 15, maka diameter ujung alat
0,15 mm.
• Tiap 1 mm panjang, dari ujung alat ke pangkal
alat penampang bertambah 0,02 mm. Karena
panjang flutenya 16 mm, maka diameter
bagian pangkal instrumen 0,32 mm lebih besar
dari bag ujungnya.
22. •D1= diameter pada ujung dalam perseratus millimeter
•D2= Diameter perseratus millimeter pada akhir bilah
pemotong, yaitu 16 mm dari D1 ke D2 bertambah
lebarnya 0,02 mm pada tiap millimeter panjang.
•Sudut ujung instrument adalah 75 ± 15°
23. Kode Warna Nomor Diameter
D1 (mm) D2 (mm)
Merah Muda 6 0.06 0.38
Abu-abu 8 0.08 0.40
Ungu 10 0.10 0.42
Putih 15 0.15 0.47
Kuning 20 0.20 0.52
Merah 25 0.25 0.57
Biru 30 0.30 0.62
Hijau 35 0.35 0.67
Hitam 40 0.40 0.72
Putih 45 0.45 0.77
Kuning 50 0.50 0.82
Merah 55 0.55 0.87
Biru 60 0.60 0.92
Hijau 70 0.70 1.02
Hitam 80 0.80 1.12
Putih 90 0.90 1.22
Kuning 100 1.00 1.32
Merah 110 1.1. 1.42
Biru 120 1.20 1.52
Hijau 130 1.30 1.62
Hitam 140 1.40 1.72
Putih 150 1.50 1.82
24. Spesifikasi file dan rimer
• Panjang file ada 3 ukuran : 21mm, 25mm, 31 mm ïƒ
ukuran pendek untuk gigi posterior,ukuran panjang untuk
gigi anterior
• File harus dipasangi stoper sesuai dengan panjang kerja.
Stoper terbuat dari karet, plastik, metal atau silikon.
• Penggunaannya serial, berurutan dr nomer kecil ke besar,
dan hrs digunakan pada sal akar yg basah oleh bahan
irigasi.
25. Macam gerakan yang dipakai untuk file:
1. Filing
• Gerakan filling: file ditekan ke dinding saluran
akar, kemudian file didorong dan ditarik 2
sampai 4 mm di dalam saluran akar.
26. • filling efektif untuk mengambil dentin,
sehingga efisien untuk coronal flaring
dan menghaluskan dinding saluran
akar.
• Filling dapat menyebabkan perforasi
atau ledge bila menggunakan hedstrom
atau k-file ukurn besar pada saluran
akar bengkok.
27. 2. Reaming
• Gerakan reaming : putar file searah jarum jam
hingga terasa sempit pada saluran akar,
kemudian file ditarik ke koronal
28. • Teknik ini efektif untuk meluruskan jalan masuk
saluran akar besar
• Perpaduan antara gerakan filling dan reaming
berguna untuk membuang dentin lebih banyak
29. 3. Watch winding
• Gerakan watch winding : file diputar 60° – 90°
setiap putarannya dengan arah searah jarum jam
dan diputar kembali berlawanan arah jarum jam.
30. • Fungsi dari gerakan ini bukan untuk membuang
aringan keras tetapi lebih untuk melumasi file
sampai ke kedalaman yang didinginkan
• Biasanya digunakan untuk penetrasi awal ke
dalam saluran akar ïƒ file ukuran kecil
31. 4. Balanced force
• Gerakan balance force : file ditekan kearah apikal
dan diputar seperempat searah jarum jam,
kemudian file ditarik dengan putaran berlawanan
arah jarum jam (120°) dan menempel pada
dinding saluran akar
32. 5. Circumferential filling
• Gerakan circumferential filling : file diputar searah
jarum jam dan sepanjang panjang kerja, kemudian
ditarik kearah koronal. Gerakan ini diulang beberapa
kali pada setiap sisi dinding saluran akar
33. • File yang biasa digunakan yaitu hedstrom file ïƒ
mengambil jar. dentin lbh banyak
• Fungsi gerakan ini untuk menghaluskan dinding
saluran akar
34. D. Hedstrom
• Hedstroem file pembuatannya langsung digerinda
dg mesin bubut, dengan bentuk flute spt pohon
cemara,dan berpenampang bulat.
• Hedstroem file efisien digunakan untuk finishing
preparasi sal akar
• Hedstrom juga digunakan untuk perawatan
retreatment ïƒ untuk membuang gutta perca
35. A. barbed broach
B. K-file
C. Rimer
D. Hedstrom
36. INSTRUMEN EMERGENCY
• Peralatan yang dibutuhkan saat perawatan pada
kasus emergensi endodontic
1. Peralatan pemeriksaan
2. Armamentarium anastesi
3. Peralatan cleaning dan shaping
4. Peralatan insisi untuk drainase:
a) Scalpel (pisau bedah)
b) Periosteal elevator
c) Rubber dam drain
d) Needle holder
e) Jarum irigasi
37. INSTRUMEN NIKEL TITANIUM (NiTi)
• Terbuat dari 55-60% nikel dan 40-45%
titanium.
• Hampir semua instrumen NiTi didesain utk
preparasi crown down dari koronal ke apical.
• Sebagian besar merupakan rotary instrument
(handle pd rotary instrument, memungkinkan
juga utk digunakan secara hand instrument)
38. Keuntungan :
• 2-3x lebih flexibel dr instrumen stainless steel,
mampu beradaptasi pd sal akar bengkok
• Sangat lentur (super elastis), mudah kembali ke
bentuk semula setelah digunakan
• Keausan lebih kecil dibandingkan stainless steel
39. • Mempercepat instrumentasi, alat tdk perlu
dibengkokan
• Tidak korosif dan biokompatibel (shg juga
digunakan sbg surgical implant)
Contoh : Hand (K-file colorinox, Hedsroem file, Flex-R),
Rotary (Hero, RaCe, Protaper, K3, MTwo, dll), Speader,
Plugger.
40. Pedoman-pedoman ïƒ menghindari kegagalan
penggunaan hand NiTi file:
• Seleksi kasus dengan baik, hindari pembengkokan
sal akar tajam
• Siapkan akses saluran akar (glide path)
• Gunakan file yang tepat
• Periksa instrumen sebelum dipakai
• Gunakan file dengan gerakan yang benar, harus
digunakan secara reaming tidak boleh digunakan
secara filing
41. • Bersihkan file dari debris yang menempel dan
irigasi teratur
• Jangan pernah menggunakan dengan tekanan
yang berlebihan. Instrumen ini cukup digunakan
secara pasif (passive technique).
• Jangan digunakan berlebihan. Pemakaian pada
saluran akar yang terkalsifikasi atau bengkok,
akan membuat alat stress, sehingga harus lebih
sering diganti. Gunakan file baru pada kasus-kasus
yang berat dan file lama pada kasus-kasus yang
mudah
42. • Jangan pernah menggunakan file tanpa bahan
pelumas (EDTA) atau bahan irigasi. Saluran akar
harus lembab.
• Apabila terjadi ledge, ganti ke alat stainless steel.
Instrumen NiTi cenderung akan mengikuti ledge
yg telah dibuat
43. • Hindari mengubah arah instrumen secara
mendadak
• Kalau terdapat sedikit saja pembengkokan (ini
menunjukkan alat sudah lelah), alat harus diganti
ïƒ karena mudah lelah,alat ini lebih mudah fraktur
•
• Panjang kerja selalu hrs diukur kembali
44. Berdasarkan variasi taper, instrumen
endodontik dibagi atas:
• Constant Taper : setiap pertambahan jarak 1 mm dari
ujung instrumen, pertambahan diameternya tetap.
 Misal pada :
 instrumen konvensional (standar ISO), tapernya tetap
0.02 atau 2%
 instrumen Taper lebih besar : Profile (0.04, 0.6), GT
(0.06, 0.08, 0.10)
• Multiple Taper & Progressive taper : pertambahan
diameternya tidak tetap, cenderung semakin besar.
Mis: ProTaper, K3, MTwo
45. INSTRUMEN IRIGASI
• Menggunakan disposable syringe dan jarum
suntik yang dibengkokan.
Jarum tidak boleh menyumbat saluran akar.
Kekurangannya: ujung lancip dan diameter
jarum tidak sesuai dengan saluran akar,
sehingga kurang efektif.
46. • Jarum khusus untuk irigasi (irrigating probe: Max-
i-Probe).
Keunggulan :ujung jarum tumpul,diameter jarum
bisa dipilih sesuai ukuran, menghasilkan aliran
turbulen, shg efektif membersihkan debris.
47. INSTRUMEN OBTURASI
1. Lentulo spiral= Rotary paste filler
• Fungsi untuk mengaplikasikan sealer atau
semen sal akar pd dinding sal akar.
48. Cara penggunaan:
• Pasang rubberstop pd lentulo sesuai panjang
kerja
• Digunakan dengan jari, diputar searah jarum
jam sehingga pasta akan menempel pada
dinding saluran akar
• Dapat digunakan dengan handpiece low speed
dan harus hati-hati karena lentulo dapat terkunci
dan patah dalam saluran akar, serta semen
terdorong ke jar periapikal
49. 2. Spreader
• Fungsi untuk obturasi saluran akar secara kondensasi
lateral
• Terdapat 2 macam spreader : Hand spreader &
finger spreader
• Tersedia dg ukuran sesuai standar ISO dg kode
warna
50. Cara penggunaan:
• Pilih nomer spreader yang sesuai dengan
mastercone atau satu nomer lebih besar
• Spreader dicobakan dulu, harus dapat
masuk saluran akar 1 atau 2 mm kurang dari
panjang kerja dan tidak boleh sampai
penetrasi ke foramen apikal
• Setelah mastercone dimasukkan, spreader
dimasukkan antara mastercone dan dinding
sal akar, tekan ke apikal maka mastercone
akan terkondensasi ke lateral
51. 3. Plugger
• Fungsi untuk memadatkan guta perca agar mengisi
seluruh saluran akar.
• Digunakan pada kondensasi lateral maupun vertikal/
termoplastis
• Bentuknya hampir sama dg spreader, dengan ujung
tumpul
52. 4. Alat obturasi saluran akar secara
termoplastis / warm gutta percha
• Alat pemanas elektrik dengan heat carrier untuk
memanaskan guta perca sekaligus sebagai plugger
untuk memadatkan guta perca.
• Misal : System B. , Touch N Heat