ºÝºÝߣ

ºÝºÝߣShare a Scribd company logo
Disampaikan oleh :
Drg. Eny Rusdaningsih.,SpKG
Nomenklatur untuk instrument

Rekomendasi ISO (International Organization for
  Standaridization):
• Hand-operated termasuk K-tipe rimer dan file,
  broaches dan file hedstrom.
• Engine-driven adalah instrument yang digerakkan
  dengan handpiece low speed. Contoh: Gates Glidden
  dan Peeso, rimer dan files rotary.
• Ultrasonic dan sonic beberapa barbed broaches,
  beberapa file, dan diamond-coated wires.
• Nickel-titanium  diadaptasi untuk hand instrument
  dan rotary instrument.
INSTRUMEN PEMERIKSAAN DAN
 DIAGNOSIS
1. Kaca mulut
2. Endodontic plier (pinset endo) : ada
   pengunci, dengan ujung bentuk groove,
   digunakan utk memegang paper point dan
   guta perca
3. Endodontic explorer (sonde endo) : dengan satu
   atau dua ujung yang lurus, sangat tajam dan
   berbeda arah




4. Endodontic spoon excavator (ekskavator endo):
   lebih panjang dari ekskavator biasadigunakan
   utk memotong/mengambil jar pulpa
5. Electric Pulp Tester (EPT)
   utk menstimulasi respon elemen2 syaraf pulpa
  dg eksitasi listrik.
   EPT hanya utk membedakan apakah gigi vital
  atau nonvital, terutama digunakan bila tes
  vitalitas dengan tes termal hasilnya meragukan.
6. Sinar fiberoptik : Transiluminasi

Berfungsi :
• mendeteksi hiperemi pulpa
• mendeteksi adanya fraktur vertical pada mahkota
  atau akar
Teknik:
• Semua restorasi dibuka
• Gigi diisolasi dg rubber dam, dan semua
  permukaan gigi dikeringkan dg cotton pellet
• Sinar diarahkan dari dinding bukal atau lingual
• Kalau ada fraktur vertikal terlihat sbg garis gelap
INSTRUMEN PREPARASI
A. Bur-bur utk preparasi akses

1. Round bur metal: untuk menghilangkan jaringan
   karies bisa juga dengan Tungsten carbide
   excavabur
2. Endo Acces bur
   bentuk ujungnya bulat dan bentuk badannya
   konus
   untuk preparasi akses pada semua gigi
   berakar tunggal dan membuka pulp chamber
   gigi posterior.
3. Bur diamond fisur atau tapered
    menghilangkan seluruh atap pulpa pd gigi
   posterior
INSTRUMEN CLEANING DAN SHAPING


1. Pinset
2. Rotary instrument ( Gates Glidden Drills)
3. Jarum endodontic: broaches dan file
4. Endodontic gauge
6. Apex locator




7. Plastic instrument : untuk meletakkan tumpatan
   sementara
Hand file instrument:

A. Barbed broach dan rasp

 untuk mengambil atau mengekstirpasi jar
  pulpa dan mengambil debris-debris nekrotik
 Terbuat dari kawat besi bulat dan runcing,
  permukaannya dibuat potongan-potongan
  bersudut untuk menghasilkan kait.
Barbed broach:
• tinggi kait ½ dari diameter badan
• diameter ujung 0,007-0,010 mm/mm
• lebih fragile, mudah patah
Rasp :
• tinggi kait 1/3 dari diameter badan
• diameter ujung 0,015- 0,020 mm/mm
Teknik penggunaan:
a. Barbed broach dimasukkan pelan-pelan ke
   dalam sal akar diantara pulpa dan dinding sal
   akar, kmd diputar 360o baik searah maupun
   berlawanan arah jarum jam dan ditarik keluar.
b. Pemilihan barbed broach harus pas, tidak terlalu
   besar maupun terlalu kecil.
c. Barbed broach dibersihkan dengan sikat bur
   atau direndam dalam larutan sodium hipoklorit
   selama ½ jam, setelah itu dikeringkan dengan
   udara dan disterilkan
B. Rimer (Reamer)
• Terbuat dari kawat yg dimodifikasi /digerinda
  menjadi instrumen yang memanjang dengan
  penampang melintang segitiga, dan selanjutnya
  dipelintir dengan arah berlawanan jarum jam,
  sehingga terbentuk ujung potong yang berbentuk
  spiral.
• Rimer memiliki jumlah pelintiran yg lebih sedikit
  dibandingkan dg file, karena itu hasil preparasinya
  lebih kasar.
• Rimer hanya dpt digerakkan secara riming saja.
• Rimer sangat jarang dipakai.
C. File
• Terbuat dari kawat yang dimodifikasi /digerinda menjadi
  instrumen yg memanjang dengan penampang melintang
  segiempat, dan selanjutnya dipelintir dengan arah
  berlawanan jarum jam, sehingga terbentuk ujung potong
  yang berbentuk spiral.
• K-File mempunyai lebih banyak pelintiran, sehingga jarak
  flutenya berdekatan.
• K-File Lebih efisien untuk memotong dan dapat digunakan
  secara reaming dan filing.
• K-File banyak digunakan untuk preparasi saluran akar.
Modifikasi dr file:
• K-flex file, dengan penampang belah ketupat
• Unifile (File-S), dg penampang spt huruf S

Bahan file :
• baja karbon (carbon steel)
• baja tahan karat (stainless steel)
• nikel titanium
Endodontic 8
Standarisasi instrument File
• Tiap instrumen diberi nomer berdasarkan
  diameter atau penampang melintang ujung
  alat dalam seperseratus millimeter, misal :
  instrumen no 15, maka diameter ujung alat
  0,15 mm.
• Tiap 1 mm panjang, dari ujung alat ke pangkal
  alat penampang bertambah 0,02 mm. Karena
  panjang flutenya 16 mm, maka diameter
  bagian pangkal instrumen 0,32 mm lebih besar
  dari bag ujungnya.
•D1= diameter pada ujung dalam perseratus millimeter
•D2= Diameter perseratus millimeter pada akhir bilah
pemotong, yaitu 16 mm dari D1 ke D2 bertambah
lebarnya 0,02 mm pada tiap millimeter panjang.
•Sudut ujung instrument adalah 75 ± 15°
Kode Warna   Nomor             Diameter

                     D1 (mm)              D2 (mm)
Merah Muda     6      0.06                 0.38
 Abu-abu       8      0.08                 0.40
  Ungu        10      0.10                 0.42
  Putih       15      0.15                 0.47
  Kuning      20      0.20                 0.52
  Merah       25      0.25                 0.57
   Biru       30      0.30                 0.62
  Hijau       35      0.35                 0.67
  Hitam       40      0.40                 0.72
  Putih       45      0.45                 0.77
  Kuning      50      0.50                 0.82
  Merah       55      0.55                 0.87
   Biru       60      0.60                 0.92
  Hijau       70      0.70                 1.02
  Hitam       80      0.80                 1.12
  Putih       90      0.90                 1.22
  Kuning      100     1.00                 1.32
  Merah       110      1.1.                1.42
   Biru       120     1.20                 1.52
  Hijau       130     1.30                 1.62
  Hitam       140     1.40                 1.72
  Putih       150     1.50                 1.82
Spesifikasi file dan rimer

• Panjang file ada 3 ukuran : 21mm, 25mm, 31 mm 
  ukuran pendek untuk gigi posterior,ukuran panjang untuk
  gigi anterior
• File harus dipasangi stoper sesuai dengan panjang kerja.
  Stoper terbuat dari karet, plastik, metal atau silikon.
• Penggunaannya serial, berurutan dr nomer kecil ke besar,
  dan hrs digunakan pada sal akar yg basah oleh bahan
  irigasi.
Macam gerakan yang dipakai untuk file:

1. Filing
• Gerakan filling: file ditekan ke dinding saluran
  akar, kemudian file didorong dan ditarik 2
  sampai 4 mm di dalam saluran akar.
• filling efektif untuk mengambil dentin,
  sehingga efisien untuk coronal flaring
  dan menghaluskan dinding saluran
  akar.
• Filling dapat menyebabkan perforasi
  atau ledge bila menggunakan hedstrom
  atau k-file ukurn besar pada saluran
  akar bengkok.
2. Reaming
• Gerakan reaming : putar file searah jarum jam
  hingga terasa sempit pada saluran akar,
  kemudian file ditarik ke koronal
• Teknik ini efektif untuk meluruskan jalan masuk
  saluran akar besar
• Perpaduan antara gerakan filling dan reaming
  berguna untuk membuang dentin lebih banyak
3. Watch winding
• Gerakan watch winding : file diputar 60° – 90°
  setiap putarannya dengan arah searah jarum jam
  dan diputar kembali berlawanan arah jarum jam.
• Fungsi dari gerakan ini bukan untuk membuang
  aringan keras tetapi lebih untuk melumasi file
  sampai ke kedalaman yang didinginkan

• Biasanya digunakan untuk penetrasi awal ke
  dalam saluran akar file ukuran kecil
4. Balanced force
• Gerakan balance force : file ditekan kearah apikal
  dan diputar seperempat searah jarum jam,
  kemudian file ditarik dengan putaran berlawanan
  arah jarum jam (120°) dan menempel pada
  dinding saluran akar
5. Circumferential filling
• Gerakan circumferential filling : file diputar searah
  jarum jam dan sepanjang panjang kerja, kemudian
  ditarik kearah koronal. Gerakan ini diulang beberapa
  kali pada setiap sisi dinding saluran akar
• File yang biasa digunakan yaitu hedstrom file 
  mengambil jar. dentin lbh banyak
• Fungsi gerakan ini untuk menghaluskan dinding
  saluran akar
D. Hedstrom
• Hedstroem file pembuatannya langsung digerinda
  dg mesin bubut, dengan bentuk flute spt pohon
  cemara,dan berpenampang bulat.
• Hedstroem file efisien digunakan untuk finishing
  preparasi sal akar
• Hedstrom juga digunakan untuk perawatan
  retreatment  untuk membuang gutta perca
A.   barbed broach
B.   K-file
C.   Rimer
D.   Hedstrom
INSTRUMEN EMERGENCY
• Peralatan yang dibutuhkan saat perawatan pada
  kasus emergensi endodontic
1. Peralatan pemeriksaan
2. Armamentarium anastesi
3. Peralatan cleaning dan shaping
4. Peralatan insisi untuk drainase:
  a)   Scalpel (pisau bedah)
  b)   Periosteal elevator
  c)   Rubber dam drain
  d)   Needle holder
  e)   Jarum irigasi
INSTRUMEN NIKEL TITANIUM (NiTi)


• Terbuat dari 55-60% nikel dan 40-45%
  titanium.
• Hampir semua instrumen NiTi didesain utk
  preparasi crown down dari koronal ke apical.
• Sebagian besar merupakan rotary instrument
  (handle pd rotary instrument, memungkinkan
  juga utk digunakan secara hand instrument)
Keuntungan :

• 2-3x lebih flexibel dr instrumen stainless steel,
  mampu beradaptasi pd sal akar bengkok

• Sangat lentur (super elastis), mudah kembali ke
  bentuk semula setelah digunakan

• Keausan lebih kecil dibandingkan stainless steel
• Mempercepat instrumentasi, alat tdk perlu
  dibengkokan

• Tidak korosif dan biokompatibel (shg juga
  digunakan sbg surgical implant)

Contoh : Hand (K-file colorinox, Hedsroem file, Flex-R),
Rotary (Hero, RaCe, Protaper, K3, MTwo, dll), Speader,
Plugger.
Pedoman-pedoman menghindari kegagalan
penggunaan hand NiTi file:

• Seleksi kasus dengan baik, hindari pembengkokan
  sal akar tajam
• Siapkan akses saluran akar (glide path)
• Gunakan file yang tepat
• Periksa instrumen sebelum dipakai
• Gunakan file dengan gerakan yang benar, harus
  digunakan secara reaming tidak boleh digunakan
  secara filing
• Bersihkan file dari debris yang menempel dan
  irigasi teratur
• Jangan pernah menggunakan dengan tekanan
  yang berlebihan. Instrumen ini cukup digunakan
  secara pasif (passive technique).
• Jangan digunakan berlebihan. Pemakaian pada
  saluran akar yang terkalsifikasi atau bengkok,
  akan membuat alat stress, sehingga harus lebih
  sering diganti. Gunakan file baru pada kasus-kasus
  yang berat dan file lama pada kasus-kasus yang
  mudah
• Jangan pernah menggunakan file tanpa bahan
  pelumas (EDTA) atau bahan irigasi. Saluran akar
  harus lembab.

• Apabila terjadi ledge, ganti ke alat stainless steel.
  Instrumen NiTi cenderung akan mengikuti ledge
  yg telah dibuat
• Hindari mengubah arah instrumen secara
  mendadak

• Kalau terdapat sedikit saja pembengkokan (ini
  menunjukkan alat sudah lelah), alat harus diganti
   karena mudah lelah,alat ini lebih mudah fraktur
•
• Panjang kerja selalu hrs diukur kembali
Berdasarkan variasi taper, instrumen
 endodontik dibagi atas:
• Constant Taper : setiap pertambahan jarak 1 mm dari
  ujung instrumen, pertambahan diameternya tetap.
   Misal pada :
   instrumen konvensional (standar ISO), tapernya tetap
    0.02 atau 2%
   instrumen Taper lebih besar : Profile (0.04, 0.6), GT
    (0.06, 0.08, 0.10)
• Multiple Taper & Progressive taper : pertambahan
  diameternya tidak tetap, cenderung semakin besar.
  Mis: ProTaper, K3, MTwo
INSTRUMEN IRIGASI



• Menggunakan disposable syringe dan jarum
  suntik yang dibengkokan.
  Jarum tidak boleh menyumbat saluran akar.
  Kekurangannya: ujung lancip dan diameter
   jarum tidak sesuai dengan saluran akar,
   sehingga kurang efektif.
• Jarum khusus untuk irigasi (irrigating probe: Max-
  i-Probe).
  Keunggulan :ujung jarum tumpul,diameter jarum
   bisa dipilih sesuai ukuran, menghasilkan aliran
   turbulen, shg efektif membersihkan debris.
INSTRUMEN OBTURASI


1. Lentulo spiral= Rotary paste filler
• Fungsi untuk mengaplikasikan sealer atau
  semen sal akar pd dinding sal akar.
Cara penggunaan:
• Pasang rubberstop pd lentulo sesuai panjang
  kerja
• Digunakan dengan jari, diputar searah jarum
  jam sehingga pasta akan menempel pada
  dinding saluran akar
• Dapat digunakan dengan handpiece low speed
  dan harus hati-hati karena lentulo dapat terkunci
  dan patah dalam saluran akar, serta semen
  terdorong ke jar periapikal
2. Spreader
• Fungsi untuk obturasi saluran akar secara kondensasi
  lateral
• Terdapat 2 macam spreader : Hand spreader &
  finger spreader
• Tersedia dg ukuran sesuai standar ISO dg kode
  warna
Cara penggunaan:
• Pilih nomer spreader yang sesuai dengan
  mastercone atau satu nomer lebih besar
• Spreader dicobakan dulu, harus dapat
  masuk saluran akar 1 atau 2 mm kurang dari
  panjang kerja dan tidak boleh sampai
  penetrasi ke foramen apikal
• Setelah mastercone dimasukkan, spreader
  dimasukkan antara mastercone dan dinding
  sal akar, tekan ke apikal maka mastercone
  akan terkondensasi ke lateral
3. Plugger
• Fungsi untuk memadatkan guta perca agar mengisi
  seluruh saluran akar.
• Digunakan pada kondensasi lateral maupun vertikal/
  termoplastis
• Bentuknya hampir sama dg spreader, dengan ujung
  tumpul
4. Alat obturasi saluran akar secara
  termoplastis / warm gutta percha
• Alat pemanas elektrik dengan heat carrier untuk
  memanaskan guta perca sekaligus sebagai plugger
  untuk memadatkan guta perca.
• Misal : System B. , Touch N Heat
Endodontic 8

More Related Content

Endodontic 8

  • 1. Disampaikan oleh : Drg. Eny Rusdaningsih.,SpKG
  • 2. Nomenklatur untuk instrument Rekomendasi ISO (International Organization for Standaridization): • Hand-operated termasuk K-tipe rimer dan file, broaches dan file hedstrom. • Engine-driven adalah instrument yang digerakkan dengan handpiece low speed. Contoh: Gates Glidden dan Peeso, rimer dan files rotary. • Ultrasonic dan sonic beberapa barbed broaches, beberapa file, dan diamond-coated wires. • Nickel-titanium  diadaptasi untuk hand instrument dan rotary instrument.
  • 3. INSTRUMEN PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS 1. Kaca mulut 2. Endodontic plier (pinset endo) : ada pengunci, dengan ujung bentuk groove, digunakan utk memegang paper point dan guta perca
  • 4. 3. Endodontic explorer (sonde endo) : dengan satu atau dua ujung yang lurus, sangat tajam dan berbeda arah 4. Endodontic spoon excavator (ekskavator endo): lebih panjang dari ekskavator biasadigunakan utk memotong/mengambil jar pulpa
  • 5. 5. Electric Pulp Tester (EPT)  utk menstimulasi respon elemen2 syaraf pulpa dg eksitasi listrik.  EPT hanya utk membedakan apakah gigi vital atau nonvital, terutama digunakan bila tes vitalitas dengan tes termal hasilnya meragukan.
  • 6. 6. Sinar fiberoptik : Transiluminasi Berfungsi : • mendeteksi hiperemi pulpa • mendeteksi adanya fraktur vertical pada mahkota atau akar
  • 7. Teknik: • Semua restorasi dibuka • Gigi diisolasi dg rubber dam, dan semua permukaan gigi dikeringkan dg cotton pellet • Sinar diarahkan dari dinding bukal atau lingual • Kalau ada fraktur vertikal terlihat sbg garis gelap
  • 8. INSTRUMEN PREPARASI A. Bur-bur utk preparasi akses 1. Round bur metal: untuk menghilangkan jaringan karies bisa juga dengan Tungsten carbide excavabur
  • 9. 2. Endo Acces bur bentuk ujungnya bulat dan bentuk badannya konus untuk preparasi akses pada semua gigi berakar tunggal dan membuka pulp chamber gigi posterior.
  • 10. 3. Bur diamond fisur atau tapered  menghilangkan seluruh atap pulpa pd gigi posterior
  • 11. INSTRUMEN CLEANING DAN SHAPING 1. Pinset 2. Rotary instrument ( Gates Glidden Drills)
  • 12. 3. Jarum endodontic: broaches dan file 4. Endodontic gauge
  • 13. 6. Apex locator 7. Plastic instrument : untuk meletakkan tumpatan sementara
  • 14. Hand file instrument: A. Barbed broach dan rasp  untuk mengambil atau mengekstirpasi jar pulpa dan mengambil debris-debris nekrotik  Terbuat dari kawat besi bulat dan runcing, permukaannya dibuat potongan-potongan bersudut untuk menghasilkan kait.
  • 15. Barbed broach: • tinggi kait ½ dari diameter badan • diameter ujung 0,007-0,010 mm/mm • lebih fragile, mudah patah Rasp : • tinggi kait 1/3 dari diameter badan • diameter ujung 0,015- 0,020 mm/mm
  • 16. Teknik penggunaan: a. Barbed broach dimasukkan pelan-pelan ke dalam sal akar diantara pulpa dan dinding sal akar, kmd diputar 360o baik searah maupun berlawanan arah jarum jam dan ditarik keluar. b. Pemilihan barbed broach harus pas, tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. c. Barbed broach dibersihkan dengan sikat bur atau direndam dalam larutan sodium hipoklorit selama ½ jam, setelah itu dikeringkan dengan udara dan disterilkan
  • 17. B. Rimer (Reamer) • Terbuat dari kawat yg dimodifikasi /digerinda menjadi instrumen yang memanjang dengan penampang melintang segitiga, dan selanjutnya dipelintir dengan arah berlawanan jarum jam, sehingga terbentuk ujung potong yang berbentuk spiral. • Rimer memiliki jumlah pelintiran yg lebih sedikit dibandingkan dg file, karena itu hasil preparasinya lebih kasar. • Rimer hanya dpt digerakkan secara riming saja. • Rimer sangat jarang dipakai.
  • 18. C. File • Terbuat dari kawat yang dimodifikasi /digerinda menjadi instrumen yg memanjang dengan penampang melintang segiempat, dan selanjutnya dipelintir dengan arah berlawanan jarum jam, sehingga terbentuk ujung potong yang berbentuk spiral. • K-File mempunyai lebih banyak pelintiran, sehingga jarak flutenya berdekatan. • K-File Lebih efisien untuk memotong dan dapat digunakan secara reaming dan filing. • K-File banyak digunakan untuk preparasi saluran akar.
  • 19. Modifikasi dr file: • K-flex file, dengan penampang belah ketupat • Unifile (File-S), dg penampang spt huruf S Bahan file : • baja karbon (carbon steel) • baja tahan karat (stainless steel) • nikel titanium
  • 21. Standarisasi instrument File • Tiap instrumen diberi nomer berdasarkan diameter atau penampang melintang ujung alat dalam seperseratus millimeter, misal : instrumen no 15, maka diameter ujung alat 0,15 mm. • Tiap 1 mm panjang, dari ujung alat ke pangkal alat penampang bertambah 0,02 mm. Karena panjang flutenya 16 mm, maka diameter bagian pangkal instrumen 0,32 mm lebih besar dari bag ujungnya.
  • 22. •D1= diameter pada ujung dalam perseratus millimeter •D2= Diameter perseratus millimeter pada akhir bilah pemotong, yaitu 16 mm dari D1 ke D2 bertambah lebarnya 0,02 mm pada tiap millimeter panjang. •Sudut ujung instrument adalah 75 ± 15°
  • 23. Kode Warna Nomor Diameter D1 (mm) D2 (mm) Merah Muda 6 0.06 0.38 Abu-abu 8 0.08 0.40 Ungu 10 0.10 0.42 Putih 15 0.15 0.47 Kuning 20 0.20 0.52 Merah 25 0.25 0.57 Biru 30 0.30 0.62 Hijau 35 0.35 0.67 Hitam 40 0.40 0.72 Putih 45 0.45 0.77 Kuning 50 0.50 0.82 Merah 55 0.55 0.87 Biru 60 0.60 0.92 Hijau 70 0.70 1.02 Hitam 80 0.80 1.12 Putih 90 0.90 1.22 Kuning 100 1.00 1.32 Merah 110 1.1. 1.42 Biru 120 1.20 1.52 Hijau 130 1.30 1.62 Hitam 140 1.40 1.72 Putih 150 1.50 1.82
  • 24. Spesifikasi file dan rimer • Panjang file ada 3 ukuran : 21mm, 25mm, 31 mm  ukuran pendek untuk gigi posterior,ukuran panjang untuk gigi anterior • File harus dipasangi stoper sesuai dengan panjang kerja. Stoper terbuat dari karet, plastik, metal atau silikon. • Penggunaannya serial, berurutan dr nomer kecil ke besar, dan hrs digunakan pada sal akar yg basah oleh bahan irigasi.
  • 25. Macam gerakan yang dipakai untuk file: 1. Filing • Gerakan filling: file ditekan ke dinding saluran akar, kemudian file didorong dan ditarik 2 sampai 4 mm di dalam saluran akar.
  • 26. • filling efektif untuk mengambil dentin, sehingga efisien untuk coronal flaring dan menghaluskan dinding saluran akar. • Filling dapat menyebabkan perforasi atau ledge bila menggunakan hedstrom atau k-file ukurn besar pada saluran akar bengkok.
  • 27. 2. Reaming • Gerakan reaming : putar file searah jarum jam hingga terasa sempit pada saluran akar, kemudian file ditarik ke koronal
  • 28. • Teknik ini efektif untuk meluruskan jalan masuk saluran akar besar • Perpaduan antara gerakan filling dan reaming berguna untuk membuang dentin lebih banyak
  • 29. 3. Watch winding • Gerakan watch winding : file diputar 60° – 90° setiap putarannya dengan arah searah jarum jam dan diputar kembali berlawanan arah jarum jam.
  • 30. • Fungsi dari gerakan ini bukan untuk membuang aringan keras tetapi lebih untuk melumasi file sampai ke kedalaman yang didinginkan • Biasanya digunakan untuk penetrasi awal ke dalam saluran akar file ukuran kecil
  • 31. 4. Balanced force • Gerakan balance force : file ditekan kearah apikal dan diputar seperempat searah jarum jam, kemudian file ditarik dengan putaran berlawanan arah jarum jam (120°) dan menempel pada dinding saluran akar
  • 32. 5. Circumferential filling • Gerakan circumferential filling : file diputar searah jarum jam dan sepanjang panjang kerja, kemudian ditarik kearah koronal. Gerakan ini diulang beberapa kali pada setiap sisi dinding saluran akar
  • 33. • File yang biasa digunakan yaitu hedstrom file  mengambil jar. dentin lbh banyak • Fungsi gerakan ini untuk menghaluskan dinding saluran akar
  • 34. D. Hedstrom • Hedstroem file pembuatannya langsung digerinda dg mesin bubut, dengan bentuk flute spt pohon cemara,dan berpenampang bulat. • Hedstroem file efisien digunakan untuk finishing preparasi sal akar • Hedstrom juga digunakan untuk perawatan retreatment  untuk membuang gutta perca
  • 35. A. barbed broach B. K-file C. Rimer D. Hedstrom
  • 36. INSTRUMEN EMERGENCY • Peralatan yang dibutuhkan saat perawatan pada kasus emergensi endodontic 1. Peralatan pemeriksaan 2. Armamentarium anastesi 3. Peralatan cleaning dan shaping 4. Peralatan insisi untuk drainase: a) Scalpel (pisau bedah) b) Periosteal elevator c) Rubber dam drain d) Needle holder e) Jarum irigasi
  • 37. INSTRUMEN NIKEL TITANIUM (NiTi) • Terbuat dari 55-60% nikel dan 40-45% titanium. • Hampir semua instrumen NiTi didesain utk preparasi crown down dari koronal ke apical. • Sebagian besar merupakan rotary instrument (handle pd rotary instrument, memungkinkan juga utk digunakan secara hand instrument)
  • 38. Keuntungan : • 2-3x lebih flexibel dr instrumen stainless steel, mampu beradaptasi pd sal akar bengkok • Sangat lentur (super elastis), mudah kembali ke bentuk semula setelah digunakan • Keausan lebih kecil dibandingkan stainless steel
  • 39. • Mempercepat instrumentasi, alat tdk perlu dibengkokan • Tidak korosif dan biokompatibel (shg juga digunakan sbg surgical implant) Contoh : Hand (K-file colorinox, Hedsroem file, Flex-R), Rotary (Hero, RaCe, Protaper, K3, MTwo, dll), Speader, Plugger.
  • 40. Pedoman-pedoman menghindari kegagalan penggunaan hand NiTi file: • Seleksi kasus dengan baik, hindari pembengkokan sal akar tajam • Siapkan akses saluran akar (glide path) • Gunakan file yang tepat • Periksa instrumen sebelum dipakai • Gunakan file dengan gerakan yang benar, harus digunakan secara reaming tidak boleh digunakan secara filing
  • 41. • Bersihkan file dari debris yang menempel dan irigasi teratur • Jangan pernah menggunakan dengan tekanan yang berlebihan. Instrumen ini cukup digunakan secara pasif (passive technique). • Jangan digunakan berlebihan. Pemakaian pada saluran akar yang terkalsifikasi atau bengkok, akan membuat alat stress, sehingga harus lebih sering diganti. Gunakan file baru pada kasus-kasus yang berat dan file lama pada kasus-kasus yang mudah
  • 42. • Jangan pernah menggunakan file tanpa bahan pelumas (EDTA) atau bahan irigasi. Saluran akar harus lembab. • Apabila terjadi ledge, ganti ke alat stainless steel. Instrumen NiTi cenderung akan mengikuti ledge yg telah dibuat
  • 43. • Hindari mengubah arah instrumen secara mendadak • Kalau terdapat sedikit saja pembengkokan (ini menunjukkan alat sudah lelah), alat harus diganti  karena mudah lelah,alat ini lebih mudah fraktur • • Panjang kerja selalu hrs diukur kembali
  • 44. Berdasarkan variasi taper, instrumen endodontik dibagi atas: • Constant Taper : setiap pertambahan jarak 1 mm dari ujung instrumen, pertambahan diameternya tetap.  Misal pada :  instrumen konvensional (standar ISO), tapernya tetap 0.02 atau 2%  instrumen Taper lebih besar : Profile (0.04, 0.6), GT (0.06, 0.08, 0.10) • Multiple Taper & Progressive taper : pertambahan diameternya tidak tetap, cenderung semakin besar. Mis: ProTaper, K3, MTwo
  • 45. INSTRUMEN IRIGASI • Menggunakan disposable syringe dan jarum suntik yang dibengkokan. Jarum tidak boleh menyumbat saluran akar. Kekurangannya: ujung lancip dan diameter jarum tidak sesuai dengan saluran akar, sehingga kurang efektif.
  • 46. • Jarum khusus untuk irigasi (irrigating probe: Max- i-Probe). Keunggulan :ujung jarum tumpul,diameter jarum bisa dipilih sesuai ukuran, menghasilkan aliran turbulen, shg efektif membersihkan debris.
  • 47. INSTRUMEN OBTURASI 1. Lentulo spiral= Rotary paste filler • Fungsi untuk mengaplikasikan sealer atau semen sal akar pd dinding sal akar.
  • 48. Cara penggunaan: • Pasang rubberstop pd lentulo sesuai panjang kerja • Digunakan dengan jari, diputar searah jarum jam sehingga pasta akan menempel pada dinding saluran akar • Dapat digunakan dengan handpiece low speed dan harus hati-hati karena lentulo dapat terkunci dan patah dalam saluran akar, serta semen terdorong ke jar periapikal
  • 49. 2. Spreader • Fungsi untuk obturasi saluran akar secara kondensasi lateral • Terdapat 2 macam spreader : Hand spreader & finger spreader • Tersedia dg ukuran sesuai standar ISO dg kode warna
  • 50. Cara penggunaan: • Pilih nomer spreader yang sesuai dengan mastercone atau satu nomer lebih besar • Spreader dicobakan dulu, harus dapat masuk saluran akar 1 atau 2 mm kurang dari panjang kerja dan tidak boleh sampai penetrasi ke foramen apikal • Setelah mastercone dimasukkan, spreader dimasukkan antara mastercone dan dinding sal akar, tekan ke apikal maka mastercone akan terkondensasi ke lateral
  • 51. 3. Plugger • Fungsi untuk memadatkan guta perca agar mengisi seluruh saluran akar. • Digunakan pada kondensasi lateral maupun vertikal/ termoplastis • Bentuknya hampir sama dg spreader, dengan ujung tumpul
  • 52. 4. Alat obturasi saluran akar secara termoplastis / warm gutta percha • Alat pemanas elektrik dengan heat carrier untuk memanaskan guta perca sekaligus sebagai plugger untuk memadatkan guta perca. • Misal : System B. , Touch N Heat