際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
INTEGRASI FUZZY MAMDANI DAN 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING UNTUK 
PEMODELAN TANAMAN ZINNIA ELEGANS PADA 
INTERFERENSI PEMBERIAN PUPUK 
Nama Mahasiswa : Suhartono 
Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. 
Mochamad Hariadi, S.T., M.Eng., Ph.D. 
Jurusan Teknik Elektro 
Fakultas Teknologi Industri 
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
BATASAN MASALAH 
 Menggunakan morfologi pertumbuhan tanaman 
zinnia elegans. 
 Pengaruh pertumbuhan tanaman berdasarkan 
variasi pemberian komposisi pupuk , sedangkan 
faktor lingkungan lain yaitu suhu, kelembaban 
dan intensitas cahaya adalah sebagai data 
pendukung. 
 Penelitian ini dititik beratkan integrasi metoda 
fuzzy mamdani dan metoda Genetic L-System 
Programming pada model tanaman zinnia dalam 
bentuk visualisasi pertumbuhan tanaman
LATAR BELAKANG 
 Perubahan pada genotypical yaitu perubahan 
pada sintak dari L-System baik berupa nilai 
maupun alfabet akan merubah fenotypical yaitu 
akan merubah bentuk dari morfologi tanaman 
(Jacob.C, 2001; Prusinkiewics.P, and 
Lindenmayer, 1990) 
 1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
2 .0 
1 .5 
1 .0 
0 .5 
0 .0 
Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 
裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 
留 = sprout(4) 
p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi 
leaf dan bloom 
p1 = sprout(4)  f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) 
rr(90) [pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) 
[pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) 
genotypical phenotypical
LATAR BELAKANG 
 Pemupukan N,P dan K dapat meningkatkan 
jumlah unsur hara di dalam tanah yang dapat 
meningkatkan pertumbuhan tanaman 
(Sudjatoro, 1997) 
 Ketersediaan unsur hara yang diberikan dalam 
bentuk pupuk kandang dapat meningkatkan 
pertumbuhan tanaman (Engelstad, 1977).
LATAR BELAKANG 
 Metoda Fuzzy Mamdani dapat digunakan 
untuk identifikasi sistem dalam pendekatan 
sistem dinamis untuk memetakan suatu ruang 
input ke ruang ouput (Ljung, dkk, 1994). 
 Metoda Fuzzy Mamdani dapat menjelaskan 
relasi input/output untuk nonlinear sistem 
(Takagi, 1985). 
 Pendekatan artificial intelligence pada bidang 
teknologi pertanian untuk proses industri 
(Purnomo, H, 2000),
LATAR BELAKANG 
 Pendekatan artificial intelligence pada 
pertumbuhan tanaman kedelai (Atris, S.H, 
dkk, 2010), identifikasi pertumbuhan tanaman 
kedelai terhadap pemberian komposisi pupuk, 
identifikasi pertumbuhan pada diameter batang 
dan indek luas daun tanaman kedelai dengan 
metoda neural network dan genetic algorithm, 
nilai identifikasi pertumbuhan diameter batang 
dan indek luas daun tanaman kedelai belum 
dimasukkan ke model tanaman kedelai, 
kemudian secara terpisah memvisualisasi model 
tanaman kedelai dengan aplikasi perangkat lunak 
PlantVR (Somporn.C.A , dkk, 2004 ).
PETA JALAN PENELITIAN 
Pemodelan Tanaman dengan 
interaksi lingkungan (Mech. R 
dkk, 1996) 
Pemodelan Tanaman dengan 
interaksi temperature 
(Pachepsky.L.B dkk, 2004) 
Pemodelan pertumbuhan 
dengan pendekatan 
Neural Network dan L-System 
(Hirafuji.M, 1991) 
Artificial life pada 
pemodelan pertumbuhan 
tanaman (Suyantohadi.A, 
2010) 
Tanama Zinnia Elegans 
Dan 
Lingkungan 
L-System adalah 
Metode rewriting system 
(Prusinkiewicz, dkk, 1990) 
Arsitektur Tanaman 
(Godin,2000) 
Functional Strutural Plant 
Model (Sievanen, dkk, 
2000) 
Pemodelan pertumbuhan berbagai 
jenis tanaman dengan L-System : 
Mentimun (Higashide, dkk, 2000), 
Kacang-kacangan (Gould, dkk,1992; 
Diaz Ambrona, dkk, 1998), Pohon 
palem (Chazda, 1985), Barley (Buck 
Sorlin, 1999), Bunga matahari 
(Prusinkiewicz, dkk, 1990), Kapas 
(Room, dkk,1996), Semanggi 
(Gautier, dkk,2000) dan Sorghum 
(Kaitaniemi, dkk, 2000). 
Genetic 
Programing 
(Koza, 1994) 
Genetic L-System 
Programming 
(Jacob,C, 1995) 
Pemodelan pertumbuhan dengan metode Genetic 
Programming dan L-system (Suhartono, dkk, 2009) 
Visualisasi pertumbuhan tanaman dengan metode Hybrid 
Genetic L-System (Suhartono, dkk, 2010) 
Integrasi fuzzy system dengan Genetic L-System 
Programming 
(Suhartono, dkk, 2011) 
Integrasi Artificial Neural Network dengan Genetic L-System 
Programming (Suhartono, dkk, 2011) 
Integrasi fuzzy system dengan Functional Structural Plant 
Model (Suhartono, dkk, 2012)
METODE PENELITIAN 
Membuat model tanaman 
Zinnia Elegans 
Membuat Model tanaman 
Zinnia Elegans dengan 
metoda Genetic L-System 
Programming 
 1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
2 .0 
1 .5 
1 .0 
0 .5 
0 .0 
Pendekatan metoda Fuzzy 
Mamdani pada Struktur 
tanaman Zinnia Elegans 
terhadap pengaruh variasi 
pemberian pupuk 
Input 
Tanaman Zinnia dan 
Lingkungan 
Integrasi Fuzzy Mamdani Dan Genetic L-System 
Programming Untuk Pemodelan Tanaman Zinnia 
Terhadap Pengaruh Pemberian Pupuk
MEMBUAT MODEL TANAMAN ZINNIA ELEGANS 
DENGAN METODA L-SYSTEM
KOLEKSI DATA TANAMAN ZINNIA 
Morfologi Batang Lebar dan Panjang Daun
DATA KUALITATIF 
Rata-rata dari 3 tanaman zinnia untuk 
batang (B1,B2, B3, B4 dan B5) 
Hari Rata-rata 
B1 
Rata-rata 
B2 
Rata-rata 
B3 
Rata-rata 
B4 
Rata-rata 
B5 
1 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 
2 1,62 0,67 0,00 0,00 0,00 
3 2,14 1,53 0,00 0,00 0,00 
4 2,65 2,54 0,90 0,00 0,00 
5 3,10 3,43 1,62 0,00 0,00 
6 4,95 4,12 2,11 0,00 0,00 
7 6,20 4,65 2,65 0,70 0,00 
8 7,60 5,12 3,15 1,62 0,00 
9 7,95 5,65 4,90 2,11 0,00 
10 8,20 6,43 6,20 2,67 0,90 
11 8,87 6,90 7,67 3,15 1,62 
12 9,13 7,21 7,90 4,90 2,21 
13 9,74 7,87 8,21 6,20 2,55 
14 9,89 7,90 8,77 7,67 3,05 
15 10,00 8,42 9,13 7,90 4,80 
16 10,00 8,60 9,45 7,90 6,10 
17 10,00 8,77 9,55 7,90 7,77 
18 10,00 8,77 9,67 7,90 7,95 
19 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
20 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
21 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
22 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
23 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
24 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
25 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 
Rata-rata dari 3 tanaman zinnia untuk 
panjang daun pada B1 
Hari Rata-rata 
B1 
DLL 
Rata-rata 
B1 
DLW 
Rata-rata 
B1 
DRL 
Rata-rata 
B1 
DRW 
1 0.00 0.00 0.00 0.00 
7 0.00 0.00 0.00 0.00 
8 1.43 1.20 1.32 1.10 
9 2.37 2.27 2.27 2.27 
10 2.10 2.53 2.20 2.53 
11 2.83 2.77 2.80 2.77 
12 2.93 2.87 2.93 2.87 
13 3.93 2.87 3.94 2.87 
14 4.77 2.87 4.97 2.87 
15 5.87 2.97 5.97 2.97 
16 6.00 3.00 6.00 3.00 
17 6.03 2.97 6.03 2.97 
18 6.03 3.27 6.03 3.27 
19 6.03 3.93 6.03 3.93 
20 6.03 3.93 6.03 3.93 
21 6.03 3.93 6.03 3.93 
22 6.03 3.93 6.03 3.93 
23 6.03 3.93 6.03 3.93 
24 6.03 3.93 6.03 3.93 
25 6.03 3.93 6.03 3.93
STRUKTUR MODEL KUALITATIF TANAMAN ZINNIA 
DENGAN METODA L-SYSTEM 
Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 
裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 
留 = sprout(4) 
p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom 
p1 = sprout(4)  f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) 
[pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f 
stalk(1) bloom(0)
DATA KUANTITATIF 
G t F u n g s i P e r t u m b u h a n 
F u n g s i P e r t u m b u h a n D ia m a t e r B u n g a T e r h a d a p W a k t u t 
 
 
 
 
 
                  
 
 
 
  
 
  
 5 1 0 1 5 2 0 2 5 
t w a k t u 
7 
6 
5 
4 
3 
2 
1 
 P e n d e k a t a n 
 R e a l 
G t F u n g s i P e r t u m b u h a n 
  
 
 
 
 
               
  
  
 
 
 
 
  
 
 5 1 0 1 5 2 0 2 5 
t w a k t u 
1 0 
8 
6 
4 
2 
F u n g s i P e r t u m b u h a n B a t a n g T e r h a d a p W a k t u t 
 P e n d e k a t a n 
 R e a l 
Simbol Nilai L Nilai U Nilai m Nilai T 
stalk 0 10.3 0.9 4.4 
leaf 0 6.6 0.9 4.1 
bloom 0 7.2 0.8 4
STRUKTUR MODEL KUANTITATIF TANAMAN 
ZINNIA DENGAN METODA L-SYSTEM 
Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 
裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 
留 = sprout(4) 
p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom 
p1 = sprout(4)  f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), 
leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) 
Perubahan tumbuh tunas : 
p2= sprout(t < 4)  sprout(t+1) 
Perubahan perpanjangan batang : 
p3= stalk(t > 0)  f stalk(t-1) 
Perubahan ukuran daun : 
p4= leaf(t<4)  leaf(t + 1.5) 
Pertumbuhan bunga : 
p5= bloom(t<4)  bloom(t + 1)
VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA
NILAI FITNESS 
Untuk Proses Genetic L-System Programming 
Fitness = Bunga 
Untuk Proses Karakteristik Tanaman Zinnia 
Fitness = Max_X + Max_Y + Max_Z
MEMBUAT MODEL TANAMAN ZINNIA DENGAN 
METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING
STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA DENGAN 
METODA L-SYSTEM 
Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 
裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 
留 = sprout(4) 
p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom 
p1 = sprout(4)  f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), 
leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) 
Perubahan tumbuh tunas : 
p2= sprout(t < 4)  sprout(t+1) 
Perubahan perpanjangan batang : 
p3= stalk(t > 0)  f stalk(t-1) 
Perubahan ukuran daun : 
p4= leaf(t<4)  leaf(t + 1.5) 
Pertumbuhan bunga : 
p5= bloom(t<4)  bloom(t + 1)
EXPRESSION GENERATION 
Himpunan pola ekspresi ditunjukkan angka 1,2,3,4,5,6 , struktur 
dengan metoda L-System ditunjukkan dalam lingkaran
EXPRESSION GENERATION 
Pembentukan ekspresi pertama adalah mengambil L-System dilanjutkan 
dengan melihat pada himpunan pola ekspresion jika ada maka ekspresi 
berubah menjadi 
LSystem[_Axiom,_LRules] 
Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada himpunan pola ekspresion jika 
ada urutan ekspresi dengan kepala Axiom dan urutan ekspresi dengan 
kepala LRules jika ada ekspresi berubah menjadi 
LSystem[Axiom[sprout[3]],LRules[_LRule, _LRule]] 
Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada himpunan pola ekspresi jika 
ada urutan ekspresi dengan kepala LRule jika ada maka LRule diganti 
dengan [LEFT[],_PRED,RIGHT[],_SUCC] ekspresi berubah menjadi 
LSystem[Axiom[sprout[3]],LRules[[LEFT[],_PRED,RIGHT[],_SUCC], 
_LRULE]] 
Demikian seterusnya
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
EXPRESSION GENERATION
HASIL EXPRESSION GENERATION 
MODEL TANAMAN ZINNIA 
Generasi 1 Generasi 2 Generasi 3 Generasi 4 Generasi 5 
Generasi 6 Generasi 7 Generasi 8 Generasi 9 Generasi 10
PROSES VARIASI DAN NILAI 
 Mutasi 
 Recombinasi 
 Deletion 
 Duplication 
 Permutation 
Operator Seleksi Template 
Mutasi _LRule 
_SEQ 
_STACK 
Recombinasi _LRule 
_SEQ 
_STACK 
Deletion {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} 
{SEQ, x_/:Length[{x}]>1} 
{STACK, x_/:Length[{x}]>1} 
Duplication {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} 
{SEQ, x_/:Length[{x}]>1} 
{STACK, x_/:Length[{x}]>1} 
Permutation {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} 
{SEQ, x_/:Length[{x}]>1} 
{STACK, x_/:Length[{x}]>1}
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS 
Seleksi dilakukan dengan probabilistik 
pada subekspresi
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS 
Menggabungkan pada program
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
PROSES MUTASI 
PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
MODIFIKASI MODEL TANAMAN ZINNIA DARI 
GENERASI n KE GENERASI n+1 DENGAN METODA 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMING
HASIL PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 0 
10 
3 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
Sorted Fitnesses Histogram, Gen. 0 
Histogram Fitness pada generasi 0 
Nilai fitness dari generation 0 pada 10 individu adalah {1,3,1,1,3,2,1,2,1,2}
PROSES VARIASI NILAI DARI EKSPRESI SIMBOLIK
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 0 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
0 
0 
1 
2 
3 
0 
2 
4 
 4 
 2 
0 
 2 
 4 
0 
2 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
0 
1 
2 
3 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
1 
 2 
 1 
0 
0 
2 
4 
6 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
 2  1 
0 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
8 
 1 0 1 2 3 
 4 
 2 
0 
2 
0 
5 
1 0 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
 1 
0 
1 
2 
0 
2 
4 
 6 
 4 
 2 
0  2 
0 
2 
0 
 2 
2 
0 
5 
1 0 
0 
5 
1 0 
 5 
 1 0 
0 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10
SELEKSI MODEL TANAMAN ZINNIA SESUAI 
KARAKTERISTIK TANAMAN ZINNIA 
 Kriteria adalah suatu jenis tanaman zinnia yang 
berbunga dan bercabang dimana setiap cabang 
menunjukkan tunas bunga yang akan mekar. 
 Maka dilakukan pengamatan pada visualisasi model 
tanaman yang telah di buat.
0 
1 
2 
3 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 0 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 0 individu 3 nilai fitness 1 dan generasi 0 
individu 4 fitness 1 
generasi 0 individu 3 generasi 0 individu 4
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 1 
Sorted Fitnesses History, Gen. 1 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
Gen. 
3 
2 
1 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 1 
Nilai fitness dari generation 1 pada 10 individu adalah {1,3,1,1,3,2,1,2,1,2}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 1 
 2 
 1 
0 
 4 
0 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
0 
 1 
 5 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 2 
0 
0 
1 
2 
 4 
 2 
0 
 2 
0 
2 
 6 
 2 
2 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
 3 
 2 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
0 
1 
2 
3 
 2 
0 
2 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
 1 
0 
0 
2 
4 
6 
 2  1 0 1 
 4 
 2 
0 
0 
5 
1 0 
 1 0 1 
2 3 
 2 
0 
2 
4 
0 
2 
4 
6 
8 
 4 
 2 
0 
 1 
0 
1 
2 
0 
2 
4 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
2 
 2 
1 
2 
0 
5 
1 0 
0 
5 
 1 0 
0
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK TANAMAN 
ZINNIA UNTUK GENERASI 1 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 1 individu 4 nilai fitness 1 
0 
1 
2 
 2 
0 
2 
0 
2 
4 
6 
generasi 1 individu 4
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 2 
Sorted Fitnesses History, Gen. 2 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
3 
Gen. 
3 
2 
1 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 2 
Nilai fitness dari generation 2 pada 10 individu adalah {3,2,2,3,1,1,1,3,2,2}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 2 
1 
2 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 2 
0 
2 
 8 
 6 
 4 
 2 
0 
 2 
 4 
0 
2 
 1 
0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
0 
2 
4 
6 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 2 
0 
 3 
 2 
 1 
0 
0 
2 
4 
 2 
0 0 
0 
5 
1 0 
 2 
0 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 2 
 1 
0 
1 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
 2 
0 
 4 
 2 
0 
0 
5 
1 0
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 2 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 2 individu 5 nilai fitness 1 
 3  2  1 
  0 .5 
1 . 0 0 
1 0 . 0 
0 . 5 
0 
5 
1 0 
Generasi 2 individu 5
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 3 
Sorted Fitnesses History, Gen. 3 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
4 
Gen. 
3 
3 
2 
1 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 3 
Nilai fitness dari generation 3 pada 10 individu adalah {3,3,3,3,1,2,2,1,3,1}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 3 
0 
2 
4 
 4 
0 
 4 
0 
1 
2 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
1 
2 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 4 
 2 
0 
 4 
 6 
0 
 2 
2 
 4 
 2 
0 
2 
0 
2 
4 
6 
8 
0 
5 
0 
2 
4 
 8 
 6 
 4 
 2 
0 
 6 
 2 
2 
 2 
0 
2 
 6 
 4 
 2 
0 
 6 
 2 
2 
 3  2  1 
0 
0 1 
0 
5 
1 0 
 2 
 1 
0 
1 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
 2 
 1 
0 
1 
0 
2 
4 
6 
 2 
0 
2 
 0 .5 0 . 0 
0 .5 
1 .0 
0 
5 
1 0 
 2 
 1 
0 
1 
 3 
 2 
 1 
0 
0 
2 
4 
6 
 4 
 2 
0 0 
0 
5 
1 0
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 3 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 3 individu 5 nilai fitness 1, generasi 3 
individu 8 nilai fitness 1 dan generasi 3 individu 10 
nilai fitness 1 
 4 
 2 
0 
2 
 1 
0 
1 
0 
5 
1 0 
 3  2 
 1 
 1 0 
1 
0 
0 
5 
1 0 
 2 
0 
 1 0 
0 
5 
1 0 
Generasi 3 individu 5 Generasi 3 individu 8 Generasi 3 individu 10
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 4 
Sorted Fitnesses History, Gen. 4 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
3 
5 
Gen. 
4 
3 
2 
1 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 4 
Nilai fitness dari generation 4 pada 10 individu adalah {3,3,3,3,1,3,3,1,3,3}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 4 
 4 
 2 
0 
 3 2 
 4 
0 
 2 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
0 
2 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 2 
 1 
0 
 6 
 2 
2 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
 8 
 6 
 4 
 2 
0 
 4 
0 
2 
 8 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
2 
4 
6 
8 
0 
5 
1 0 
 4 
 2 
0 
2 
 1 
0 
0 
5 
1 0 
 2 
0 
2 
 4 
 2 
0 
 5 
0 
 2 
0 
2 
4 
6 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
8 
 2 
0 
2 
 0 .5 0 .0 
0 . 5 1 .0 
0 
5 
1 0 
 1 0 
 5 
0 
 1 
0 
1 
2 
0 
5 
1 0 
 4 
 3 
 2 
 1 
0 
0 
5 
1 0 
 2 
4
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 4 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 4 individu 5 nilai fitness 1 dan generasi 4 
individu 8 nilai fitness 1 
 2 
0 
2 
 1 .0 0 .5 
0 .0 0 .5 
0 
5 
1 0 
 4 
 2 
0 
2 
 1 
0 
0 
5 
1 0 
Generasi 4 individu 5 Generasi 4 individu 8
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 5 
Sorted Fitnesses History, Gen. 5 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
3 
6 
Gen. 
4 
5 
4 
2 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 5 
Nilai fitness dari generation 5 pada 10 individu adalah {3,1,5,1,4,3,3,3,3,3}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 5 
 6 
 4 
 2 
 3 0 
 4 
0 
0 .5 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
 2 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 2 
 1 
0 
 6 
 2 
2 
 3  2  1 
 1 .0 0  0 .5 0 .0 
0 
5 
1 0 
 1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
0 
1 
2 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
5 
1 0 
0 
5 
1 0 
 4 
 2 
0 
2 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
 3 
 2 
 1 
0 
 4 
 2 
0 
 4 
0 
2 
0 
2 
4 
6 
 6 
 4 
 2 
0 
 5 
0 
 4 
 2 
0 
2 
4 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
 5 
0 
0 
2 
4 
6 
0 
5 
1 0
 1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
0 
1 
2 
 3  2  1 
0 
 1 .0  0 .5 
0 .0 
0 .5 
0 
5 
1 0 
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 5 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 5 individu 2 nilai fitness 1 dan generasi 5 
individu 4 nilai fitness 1 
Generasi 5 individu 2 Generasi 5 individu 4
HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 6 
Sorted Fitnesses History, Gen. 6 
0 
2.5 
5 
7.5 
Indiv. 10 
1 
2 
3 
567 
Gen. 
4 
4 
2 
0 
Fit. 
Histogram Fitness pada generasi 6 
Nilai fitness dari generation 6 pada 10 individu adalah {5,3,5,3,4,3,3,5,3,1}
HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK 
GENERASI 6 
 4 
5 
 2 
0 
2 
0 
1 0 
0 
 2 
2 
 2 
0 
2 
4 
6 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
8 
 4 
 2 
0 
2 
0 
5 
1 0 
0 
2 
4 
6 
Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 
 8 
 6 
 4 
 2 
0 
0 . 5 
1 .5 
Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 
 6 
 4 
 2 
0 
0 
5 
1 0 
 1 .0 
 0 . 5 
0 .0 
0 . 5 
1 . 0 
 0 . 5 
0 . 0 
0 . 5 
0 .0 
1 .0 
2 .0
HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 6 
 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu 
generasi 6 individu 10 nilai fitness 1 
 0 .5 
0 .0 
0 . 5 
1 . 0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
0 
1 
2 
Generasi 6 individu 10
KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING 
L-SYSTEM GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING
KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING 
K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p F i t n e s T i a p I t e r a s i 
 
 
 
 
 
 
 
  
  
2 4 6 8 1 0 
I t e r a s i 
F i t n e s 
2 5 
2 0 
1 5 
1 0 
5 
 5 
 T a n a m a n A s l i 
 T a n a m a n E v o l u s i 
Karakteristik Tanaman Zinnia 
Fitness = Max_X + Max_Y + Max_Z
KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING 
K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p T i n g g i T a n a m a n T i a p I t e r a s i 
 
 
 
 
 
T i n g g i M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 
 
 
    
2 4 6 
I t e r a s i 
1 5 
1 0 
5 
 T a n a m a n A s l i 
 T a n a m a n E v o l u s i
KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL 
TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING 
K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p J u m l a h B u n g a T i a p I t e r a s i 
J u m l a h B u n g a M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 
  
 
 
 
 
2 4 6 
I t e r a s i 
1 5 
1 0 
5 
 T a n a m a n A s l i 
 T a n a m a n E v o l u s i
IDENTIFIKASI STRUKTUR TANAMAN ZINNIA 
DENGAN METODA FUZZY MAMDANI 
TERHADAP PEMBERIAN PUPUK
DATA PERCOBAAN 
 Data pertumbuhan tanaman dipakai tanaman 
kembang kertas (Zinnia Elegane Jacq) 
 Penanaman dilakukan dengan polibag sejumlah 20 
kelompok tanaman. 
 Setiap kelompok terdapat 3 tanaman zinnia 
 15 kelompok data untuk membuat model dengan 
metoda fuzzy mamdani (identifikasi struktur 
tanaman dan pertumbuhan tanaman zinnia) 
 5 kelompok tanaman sebagai data pengujian validasi 
data
PENGAMATAN 
 Variabel pengamatan struktur tanaman sampel yang 
meliputi panjang batang, diameter batang, panjang 
daun, lebar daun, diameter bunga. 
 Variabel pengamatan analisis lingkungan yang 
meliputi temperatur, cuaca, kelembaban udara, 
intensitas cahaya 
 Pengukuran dilakukan pengamatan hingga hari yang 
ke 25 dengan interval pengamatan selama 1 hari 
 Pada usia ke 25 sudah terdapat bunga dan kuncup 
bunga pada setiap cabang yang menunjukkan 
karakteristik tanamn zinnia sudah tercapai
PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN 
INORGANIK TERHADAP STRUKTUR TANAMAN ZINNIA 
PADA 15 TANAMAN PERCOBAAN 
Perlakuan Struktur Model Tanaman 
Organik Inorganik Rata-rata 
Panjang 
Batang 
(cm) 
Rata-rata 
Diameter 
Daun 
(cm) 
Rata-rata 
Panjang 
Daun 
(cm) 
Rata-rata 
Diameter 
Bunga 
(cm) 
0 0 10 3,1 5,8 5,4 
0 50 10,9 3,3 6 5,8 
0 100 11,4 3,5 6,2 6,4 
25 0 11 4 6,1 6,7 
25 50 12,5 4,3 6,6 7,2 
25 100 10 3,1 5,8 5,4 
50 0 10,9 3,3 6 5,8 
50 50 11,4 3,5 6,2 6,4 
50 100 11 4 6,1 6,7 
75 0 12,5 4,3 6,6 6,6 
75 50 10 3,1 5,8 5,4 
75 100 10,9 3,3 6 5,8 
100 0 11,4 3,5 6,2 6,4 
100 50 11 4 6,1 6,7 
100 100 12,5 4,3 6,6 7,2
PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN 
INORGANIK TERHADAP STRUKTUR TANAMAN ZINNIA 
PADA 5 TANAMAN PERCOBAAN UNTUK KOMPARASI 
Perlakuan Struktur Model Tanaman 
Organik Inorganik Rata-rata 
Panjang 
Batang 
(cm) 
Rata-rata 
Diamater 
Daun 
(cm) 
Rata-rata 
Panjang 
Daun 
(cm) 
Rata-rata 
Diameter 
Bunga 
(cm) 
0 75 10 3,1 5,8 5,4 
25 75 10,9 3,3 6 5,8 
50 75 11,4 3,5 6,2 6,4 
75 25 11,3 4 6,1 6,7 
100 75 12,5 4,3 6,6 7,2
PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN 
INORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BATANG, 
DAUN DAN BUNGA PADA 15 TANAMAN 
Perlakuan Fungsi Pertumbuhan Tanaman 
Organik Inorganik Rata-rata 
Batang 
Rata-rata 
Daun 
Rata-rata 
Bunga 
0 0 4,1 4 4.3 
0 50 4,2 4,1 4.8 
0 100 4,5 4,3 4.9 
25 0 4,3 4 5.0 
25 50 4,2 4,6 5.1 
25 100 4,7 4,7 5.1 
50 0 4,2 4,2 5,2 
50 50 4,8 4,8 5.4 
50 100 4,9 4,8 6,0 
75 0 5,3 5,1 6,6 
75 50 5,4 5,7 6,9 
75 100 5,9 6 7 
100 0 6 6,2 6,9 
100 50 6,2 6,4 7,1 
100 100 6,2 6,4 7,3
PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN 
INORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BATANG, 
DAUN DAN BUNGA PADA 5 TANAMAN UNTUK 
KOMPARASI 
Perlakuan Fungsi Pertumbuhan Tanaman 
Organik Inorganik Rata-rata 
Batang 
Rata-rata 
Daun 
Rata-rata 
Bunga 
0 75 
4,3 4,8 5,7 
25 75 
4,3 5,1 6,4 
50 75 
4,9 5,8 6,8 
75 25 
6 6 6,9 
100 75 
6,3 6,3 7,2
FUZZIFIER 
No Himpunan input fuzzy pupuk 
inorganik 
Domain 
Nama Notasi 
1 Rendah r [0, 50] 
2 Sedang s [0, 50, 100] 
3 Tinggih t [50,100] 
誰樽 誰鱈 狸 
o o o mr 
= - - 贈 贈 
( ) (50 ) /(50 0) ; 0 50 
続 
o 
0 ; 50 
狸 
誰樽 
誰鱈 
o atau o 
贈 続 
0 ; 0 100 
o o 
= 
( - 0) /(50 - 0) ; 0 贈 贈 
50 
(100 - ) /(100 - 50) ; 50 贈 贈 
100 
( ) 
o o 
ms o 
狸 
誰樽 
誰鱈 
0 ; 50 
o o 
- - 贈 贈 
( 50) /(100 50) ; 50 100 
続 
贈 
= 
1 ; 100 
( ) 
o 
o 
ut o
ATURAN FUZZY MAMDANY UNTUK STRUKTUR MODEL 
TANAMAN ZINNIA 
Kelompok 
Tanam 
Variasi Dosis 
Pupuk 
Panjang 
Batang 
Panjang 
Daun 
Lebar 
Daun 
Diamater 
Bunga 
Organik Inorganik 
1 Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 
2 Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 
3 Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah 
4 Sedang Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi 
5 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 
6 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah 
7 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 
8 Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah 
9 Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi 
10 Sedang Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 
11 Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 
12 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah 
13 Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah 
14 Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Rendah Tinggi 
15 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi
ATURAN FUZZY MAMDANY UNTUK PERTUMBUHAN 
MODEL TANAMAN ZINNIA 
Kelompok 
Tanam 
Variasi Dosis 
Pupuk 
Batang Daun Bunga 
Organik Inorganik 
1 Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 
2 Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah 
3 Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah 
4 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 
5 Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah 
6 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah 
7 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 
8 Sedang Sedang Rendah Rendah Tinggi 
9 Sedang Tinggi Rendah Rendah Tinggi 
10 Sedang Rendah Tinggi Rendah Tinggi 
11 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 
12 Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 
13 Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 
14 Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 
15 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi
FUNGSI IMPLIKASI UNTUK BATANG 
[R1] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah 
[R2] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Rendah 
[R3] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Tinggi 
[R4] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah 
[R5] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi 
[R6] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah 
[R7] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah 
[R8] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi 
[R9] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah 
[R10] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Tinggi 
[R11] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Rendah 
[R12]IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah 
[R13] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Tinggi 
[R14] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi 
[R15] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Tinggi
KOMPOSISI ATURAN 
Metoda Max yaitu metoda yang mengambil nilai maksimum aturan
DEFUZZIFIER 
Metoda centroid yaitu solusi crisp diperoleh dengan cara mengambil titik pusat 
daerah fuzzy z.
KOMPARASI MODEL MENGGUNAKAN METODE 
FUZZY MAMDANY DAN AKTUAL UNTUK 
STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA 
Perlakuan Data Struktur Model Tanaman Zinnnia 
Organik Inorganik Rata-rata 
Panjang Batang 
Rata-rata 
Panjang Daun 
Rata-rata 
Lebar Daun 
Rata-rata 
Diameter Bunga 
- cm - 
Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy 
0 75 
10 11.6 5,8 5,9 3,1 3,4 5,4 6.06 
25 75 
10,9 11.4 6 6.15 3,3 3,5 5,8 6.37 
50 75 
11,4 10.8 6,2 6,25 3,5 3,5 6,4 6.5 
75 75 
11,3 11.4 6,1 6,35 4 3,85 6,7 6,63 
100 75 
12,5 11.8 6,6 6,6 4,3 4 7,2 6,94
KOMPARASI MODEL MENGGUNAKAN METODE 
FUZZY MAMDANY DAN AKTUAL UNTUK 
PERTUMBUHAN MODEL TANAMAN ZINNIA 
Perlakuan Data Pertumbuhan Model Tanaman Zinnnia 
Organik Inorganik Batang Daun Bunga 
Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy 
0 75 
4,3 4,68 4,8 4,68 5,7 4,96 
25 75 
4,3 5,09 5,1 5,09 6,4 5,53 
50 75 
4,9 5,25 5,8 5,25 6,8 5,75 
75 75 
6 5,41 6 5,41 6,9 5,97 
100 75 
6,3 5,82 6,3 5,82 7,2 6,54
error rate STRUKTUR MODEL TANAMAN 
ZINNIA 
Kode Data Struktur Model Tanaman Zinnnia 
Rata-rata 
Panjang Batang 
Rata-rata 
Panjang Daun 
Rata-rata 
Lebar Daun 
Rata-rata 
Diameter Bunga 
- cm - 
Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error 
1 10 11.6 16% 5,8 5,9 1% 3,1 3,4 9% 5,4 6.06 12% 
2 10,9 11.4 4% 6 6.15 2% 3,3 3,5 6% 5,8 6.37 9% 
3 11,4 10.8 5% 6,2 6,25 0% 3,5 3,5 0% 6,4 6.5 1% 
4 11,3 11.4 0% 6,1 6,35 4% 4 3,85 3% 6,7 6,63 1% 
5 12,5 11.8 5% 6,6 6,6 0% 4,3 4 6% 7,2 6,94 3% 
Rata-rata persentase error 6% 1,4% 4,8% 5,2
error rate PERTUMBUHAN STRUKTUR 
MODEL TANAMAN ZINNIA 
Kode Data Pertumbuhan Model Tanaman Zinnnia 
Batang Daun Bunga 
Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error 
1 4,3 4,68 8% 4,8 4,68 2% 5,7 4,96 12% 
2 4,3 5,09 18% 5,1 5,09 0% 6,4 5,53 13% 
3 4,9 5,25 5% 5,8 5,25 9% 6,8 5,75 15% 
4 6 5,41 9% 6 5,41 9% 6,9 5,97 13% 
5 6,3 5,82 7% 6,3 5,82 7% 7,2 6,54 9% 
Rata-rata persentase error 9,4% 5,4% 12,4%
EVALUASI MODEL 
Tingkat rerata kesalahan prosentase yang didapat di bawah 
13%. Dari hasil model dengan metoda fuzzy mamdani dalam 
mengidentifikasi nilai struktur model dan pertumbuhan 
tanaman dari faktor variasi pemberian pupuk yang diberikan 
telah didapat. Tingkat error rate (MAPE) yang kurang dari 
40% dikatakan baik dan dapat diandalkan (Brooks, dkk, 
2006);
INTEGRASI FUZZY MAMDANI DAN GENETIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING UNTUK PEMODELAN TANAMAN 
ZINNIA TERHADAP PENGARUH PEMBERIAN PUPUK
KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN 
ZINNIA 
No Generasi Individu Max X Max Y Max Z Jumlah 
Bunga 
1 0 3 0 1.62085 6.23397 6 
2 0 4 3.59024 1.40871 6.94974 6 
3 1 4 2.5507 2.44901 5.86933 6 
4 2 5 1.69131 0.685819 9.8205 6 
5 3 5 1.7507 0.521258 10.5691 6 
6 3 8 1.7507 0.521258 10.5691 6 
7 3 10 2.1134 0.824427 10.5296 6 
8 4 5 2.23697 0.433155 10.028 6 
9 4 8 1.83404 0.661331 10.2741 6 
10 5 2 1.83404 0.661331 10.2741 6 
11 5 4 1.03013 0.844217 2.4874 6 
12 6 10 0.940425 0.548839 2.46851 6
MODEL TANAMAN ZINNIA YANG DIPILIH 
Sesuai dengan penelitian (Lydia Kristi, dkk, 
1998 ) tanaman zinnia dikatakan baik jika 
terdapat karakteristik tanaman zinnia yang 
menunjukkan bahwa setiap cabang terdapat 
perbungaan dan morfologi tanaman 
menunjukkan nilai rendah, maka model 
tanaman zinnia yang dipilih pada penelitian ini 
adalah pada generasi 6 individu 10 dengan 
karakteristik tinggi tanaman 2.46851, lebar 
terhadap sumbu x 0.940425 , lebar terhadap 
sumbu y 0.548839 dan jumlah bunga 6.
EKSPRESI SIMBOLIK HASIL METODA GETEIC L-SYSTEM 
PROGRAMMING TANAMAN ZINNIA 
GENERASI KE 6 INDIVIDU KE 10 
LSistem[AXIOM[a[4]], 
LRULES[ 
LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f],SEQ[ii[3]],SEQ[ST 
ACK[pu[60],l[1]]],SEQ[ii[1]],SEQ[f],SEQ[ii[2]],SEQ[rr[90]],SE 
Q[STACK[pu[60],l[0]]],SEQ[STACK[pu[30],a[2]]],SEQ[rr[180]],SE 
Q[STACK[pu[30],a[3]]],SEQ[f],SEQ[ii[1]],SEQ[m[0]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[a[t+1]]], 
LRule[LEFT[],PRED[ii[t_/;t>0]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f,f,ii[t- 
1]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[l[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[l[t+1.5]]], 
LRule[LEFT[],PRED[m[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[m[t+1]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[STACK[STACK[YL[32]],RR[9 
3],m[1],STACK[YR[50]]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[1]],RIGHT[],SUCC[STACK[RR[106],a[0]]]]]]
VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA 
GENERASI KE 6 INDIVIDU KE 10 
 1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
1 .0 
 0 .5 
0 .0 
0 .5 
2 .0 
1 .5 
1 .0 
0 .5 
0 .0
DIAGRAM INTEGRASI FUZZY MAMDANY DAN 
GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING PADA MODEL 
TANAMAN ZINNIA
PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK 
ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% 
 Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi 
perubahan struktur tanaman zinnia yang 
mengakibatkan perubahan pada model kualitatif 
pada model tanaman zinnia yang kita pilih yaitu : 
 Perubahan struktur ukuran panjang batang terdapat 
peningkatan 16% 
 Perubahan struktur ukuran panjang daun terdapat 
peningkatan 1% 
 Perubahan struktur ukuran lebar daun terdapat 
peningkatan 9% 
 Perubahan struktur ukuran diamater bunga terdapat 
peningkatan 12%
PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK 
ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% 
 Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi 
perubahan struktur tanaman zinnia yang 
mengakibatkan perubahan pada model kualitatif 
pada model tanaman zinnia yang kita pilih untuk 
struktur lebar daun 
leafGraphics[scale_]:=Module[{p,xD,zD,rD},xD=4+(4*9%);zD=Random[Real, 
{1,2}]; 
rD=Random[Real,{0,180}]; 
p=Polygon[{{0,0,0},{-0.1` xD,1 scale,0.1` zD},{-0.15` xD,2.5` scale,0.2` zD}, 
{-0.05` xD,6 scale,0.3` zD},{0 xD,7 scale,0.4` zD},{0.05` xD,6 scale,0.3` 
zD}, 
{0.15` xD,2.5` scale,0.2` zD},{0.1` xD,1 scale,0.1` zD},{0,0,0}}]; 
GRAPHICS[Show[{RotateShape[Graphics3D[{Green,p}],0+rD,0, 
0],RotateShape[Graphics3D[{Green,p}],/ 
+rD,0,0]},DisplayFunctionIdentity],scale]]
PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK 
ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% 
 Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi 
perubahan struktur tanaman zinnia yang 
mengakibatkan perubahan pada model 
kuantitatif pada model tanaman zinnia yang kita 
pilih yaitu : 
 Perubahan nilai fungsi pertumbuhan batang terdapat 
peningkatan 8% 
 Perubahan nilai fungsi pertumbuhan daun terdapat 
peningkatan 2% 
 Perubahan nilai fungsi pertumbuhan bunga terdapat 
peningkatan 12%
PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK 
ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% 
 Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi 
perubahan struktur tanaman zinnia yang mengakibatkan 
perubahan pada model kuantitatif pada model tanaman 
zinnia yang kita pilih untuk pertumbuhan daun dan 
pertumbuhan bunga 
LSistem[AXIOM[a[4]], 
LRULES[ 
LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f],SEQ[ii[3]],SEQ[STACK[pu[60],l 
[1]]],SEQ[ii[1]],SEQ[f],SEQ[ii[2]],SEQ[rr[90]],SEQ[STACK[pu[60],l[0]]],SE 
Q[STACK[pu[30],a[2]]],SEQ[rr[180]],SEQ[STACK[pu[30],a[3]]],SEQ[f],SEQ[ii[ 
1]],SEQ[m[0]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[a[t+1]]], 
LRule[LEFT[],PRED[ii[t_/;t>0]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f,f,ii[t-1]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[l[t_/;t<(4+(4*2%))]],RIGHT[],SUCC[l[t+1.5]]], 
LRule[LEFT[],PRED[m[t_/;t<(4+(4*12%))]],RIGHT[],SUCC[m[t+1]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[STACK[STACK[YL[32]],RR[93],m[1],STAC 
K[YR[50]]]]], 
LRule[LEFT[],PRED[a[1]],RIGHT[],SUCC[STACK[RR[106],a[0]]]]]]
TINGGI MODEL TANAMAN ZINNIA GENERASI 6 
INDIVIDU 10 PADA SETIAP ITERASI UNTUK 5 
T i n g g i M o d e l T a n a m a n p a d a s e t i a p i t e r a s i u n t u k l i m a p e r l a k u a n 
T i n g g i M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 
  
  
  
  
  
 
  
 
  
  
  
  
  
2 4 6 
I t e r a s i 
6 
4 
2 
 P e r l a k u a n 1 
 P e r l a k u a n 2 
 P e r l a k u a n 3 
 P e r l a k u a n 4 
 P e r l a k u a n 5 
PERLAKUAN INTERFERENSI PUPUK
NILAI FITNESS MODEL TANAMAN ZINNIA GENERASI 
6 INDIVIDU 10 PADA SETIAP ITERASI UNTUK 5 
PERLAKUAN INTERFERENSI PUPUK 
N i l a i F i t n e s s M o d e l T a n a m a n p a d a s e t i a p i t e r a s i u n t u k l i m a p e r l a k u a n 
  
  
  
  
  
  
 
  
 
  
  
 
 
  
  
  
2 4 6 
I t e r a s i 
F i t n e s 
6 
4 
2 
 P e r l a k u a n 1 
 P e r l a k u a n 2 
 P e r l a k u a n 3 
 P e r l a k u a n 4 
 P e r l a k u a n 5
KESIMPULAN 
 Integrasi metode Fuzzy Mamdani dan metode 
Genetic L-System Programming pada model 
tanaman zinnia berdasarkan pengaruh variasi 
pemberian pupuk organik dan inorganik telah 
mampu memberikan capaian hasil terhadap 
identifikasi pertumbuhan tanaman zinnia yang 
diteliti. 
 Integrasi Fuzzy Mamdani dan Genetic L-System 
Programming pada model tanaman zinnia telah 
mampu dihasilkan, dianalisa dan divisualisasikan.
SARAN 
 Analisa dan karakteristik parameter struktur 
model tanaman zinnia pada variasi pemberian 
pupuk organik dan inorganik bersifat 
kompleks 
 Penelitian dapat dikembangkan dengan faktor 
lingkungan yang lain terhadap parameter yang 
lain seperti fisiologi tanaman dapat diterapkan 
dan dikembangkan dari hasil disertasi ini.
TERIMA KASIH

More Related Content

Integrasi fuzzy mamdani dan genetic l system programming untuk pemodelan tanaman zinnia elegans pada interferensi pemberian pupuk

  • 1. INTEGRASI FUZZY MAMDANI DAN GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING UNTUK PEMODELAN TANAMAN ZINNIA ELEGANS PADA INTERFERENSI PEMBERIAN PUPUK Nama Mahasiswa : Suhartono Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. Mochamad Hariadi, S.T., M.Eng., Ph.D. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • 2. BATASAN MASALAH Menggunakan morfologi pertumbuhan tanaman zinnia elegans. Pengaruh pertumbuhan tanaman berdasarkan variasi pemberian komposisi pupuk , sedangkan faktor lingkungan lain yaitu suhu, kelembaban dan intensitas cahaya adalah sebagai data pendukung. Penelitian ini dititik beratkan integrasi metoda fuzzy mamdani dan metoda Genetic L-System Programming pada model tanaman zinnia dalam bentuk visualisasi pertumbuhan tanaman
  • 3. LATAR BELAKANG Perubahan pada genotypical yaitu perubahan pada sintak dari L-System baik berupa nilai maupun alfabet akan merubah fenotypical yaitu akan merubah bentuk dari morfologi tanaman (Jacob.C, 2001; Prusinkiewics.P, and Lindenmayer, 1990) 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 2 .0 1 .5 1 .0 0 .5 0 .0 Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 留 = sprout(4) p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom p1 = sprout(4) f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) genotypical phenotypical
  • 4. LATAR BELAKANG Pemupukan N,P dan K dapat meningkatkan jumlah unsur hara di dalam tanah yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman (Sudjatoro, 1997) Ketersediaan unsur hara yang diberikan dalam bentuk pupuk kandang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman (Engelstad, 1977).
  • 5. LATAR BELAKANG Metoda Fuzzy Mamdani dapat digunakan untuk identifikasi sistem dalam pendekatan sistem dinamis untuk memetakan suatu ruang input ke ruang ouput (Ljung, dkk, 1994). Metoda Fuzzy Mamdani dapat menjelaskan relasi input/output untuk nonlinear sistem (Takagi, 1985). Pendekatan artificial intelligence pada bidang teknologi pertanian untuk proses industri (Purnomo, H, 2000),
  • 6. LATAR BELAKANG Pendekatan artificial intelligence pada pertumbuhan tanaman kedelai (Atris, S.H, dkk, 2010), identifikasi pertumbuhan tanaman kedelai terhadap pemberian komposisi pupuk, identifikasi pertumbuhan pada diameter batang dan indek luas daun tanaman kedelai dengan metoda neural network dan genetic algorithm, nilai identifikasi pertumbuhan diameter batang dan indek luas daun tanaman kedelai belum dimasukkan ke model tanaman kedelai, kemudian secara terpisah memvisualisasi model tanaman kedelai dengan aplikasi perangkat lunak PlantVR (Somporn.C.A , dkk, 2004 ).
  • 7. PETA JALAN PENELITIAN Pemodelan Tanaman dengan interaksi lingkungan (Mech. R dkk, 1996) Pemodelan Tanaman dengan interaksi temperature (Pachepsky.L.B dkk, 2004) Pemodelan pertumbuhan dengan pendekatan Neural Network dan L-System (Hirafuji.M, 1991) Artificial life pada pemodelan pertumbuhan tanaman (Suyantohadi.A, 2010) Tanama Zinnia Elegans Dan Lingkungan L-System adalah Metode rewriting system (Prusinkiewicz, dkk, 1990) Arsitektur Tanaman (Godin,2000) Functional Strutural Plant Model (Sievanen, dkk, 2000) Pemodelan pertumbuhan berbagai jenis tanaman dengan L-System : Mentimun (Higashide, dkk, 2000), Kacang-kacangan (Gould, dkk,1992; Diaz Ambrona, dkk, 1998), Pohon palem (Chazda, 1985), Barley (Buck Sorlin, 1999), Bunga matahari (Prusinkiewicz, dkk, 1990), Kapas (Room, dkk,1996), Semanggi (Gautier, dkk,2000) dan Sorghum (Kaitaniemi, dkk, 2000). Genetic Programing (Koza, 1994) Genetic L-System Programming (Jacob,C, 1995) Pemodelan pertumbuhan dengan metode Genetic Programming dan L-system (Suhartono, dkk, 2009) Visualisasi pertumbuhan tanaman dengan metode Hybrid Genetic L-System (Suhartono, dkk, 2010) Integrasi fuzzy system dengan Genetic L-System Programming (Suhartono, dkk, 2011) Integrasi Artificial Neural Network dengan Genetic L-System Programming (Suhartono, dkk, 2011) Integrasi fuzzy system dengan Functional Structural Plant Model (Suhartono, dkk, 2012)
  • 8. METODE PENELITIAN Membuat model tanaman Zinnia Elegans Membuat Model tanaman Zinnia Elegans dengan metoda Genetic L-System Programming 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 2 .0 1 .5 1 .0 0 .5 0 .0 Pendekatan metoda Fuzzy Mamdani pada Struktur tanaman Zinnia Elegans terhadap pengaruh variasi pemberian pupuk Input Tanaman Zinnia dan Lingkungan Integrasi Fuzzy Mamdani Dan Genetic L-System Programming Untuk Pemodelan Tanaman Zinnia Terhadap Pengaruh Pemberian Pupuk
  • 9. MEMBUAT MODEL TANAMAN ZINNIA ELEGANS DENGAN METODA L-SYSTEM
  • 10. KOLEKSI DATA TANAMAN ZINNIA Morfologi Batang Lebar dan Panjang Daun
  • 11. DATA KUALITATIF Rata-rata dari 3 tanaman zinnia untuk batang (B1,B2, B3, B4 dan B5) Hari Rata-rata B1 Rata-rata B2 Rata-rata B3 Rata-rata B4 Rata-rata B5 1 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 2 1,62 0,67 0,00 0,00 0,00 3 2,14 1,53 0,00 0,00 0,00 4 2,65 2,54 0,90 0,00 0,00 5 3,10 3,43 1,62 0,00 0,00 6 4,95 4,12 2,11 0,00 0,00 7 6,20 4,65 2,65 0,70 0,00 8 7,60 5,12 3,15 1,62 0,00 9 7,95 5,65 4,90 2,11 0,00 10 8,20 6,43 6,20 2,67 0,90 11 8,87 6,90 7,67 3,15 1,62 12 9,13 7,21 7,90 4,90 2,21 13 9,74 7,87 8,21 6,20 2,55 14 9,89 7,90 8,77 7,67 3,05 15 10,00 8,42 9,13 7,90 4,80 16 10,00 8,60 9,45 7,90 6,10 17 10,00 8,77 9,55 7,90 7,77 18 10,00 8,77 9,67 7,90 7,95 19 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 20 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 21 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 22 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 23 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 24 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 25 10,00 8,77 9,67 7,90 8,21 Rata-rata dari 3 tanaman zinnia untuk panjang daun pada B1 Hari Rata-rata B1 DLL Rata-rata B1 DLW Rata-rata B1 DRL Rata-rata B1 DRW 1 0.00 0.00 0.00 0.00 7 0.00 0.00 0.00 0.00 8 1.43 1.20 1.32 1.10 9 2.37 2.27 2.27 2.27 10 2.10 2.53 2.20 2.53 11 2.83 2.77 2.80 2.77 12 2.93 2.87 2.93 2.87 13 3.93 2.87 3.94 2.87 14 4.77 2.87 4.97 2.87 15 5.87 2.97 5.97 2.97 16 6.00 3.00 6.00 3.00 17 6.03 2.97 6.03 2.97 18 6.03 3.27 6.03 3.27 19 6.03 3.93 6.03 3.93 20 6.03 3.93 6.03 3.93 21 6.03 3.93 6.03 3.93 22 6.03 3.93 6.03 3.93 23 6.03 3.93 6.03 3.93 24 6.03 3.93 6.03 3.93 25 6.03 3.93 6.03 3.93
  • 12. STRUKTUR MODEL KUALITATIF TANAMAN ZINNIA DENGAN METODA L-SYSTEM Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 留 = sprout(4) p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom p1 = sprout(4) f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0)
  • 13. DATA KUANTITATIF G t F u n g s i P e r t u m b u h a n F u n g s i P e r t u m b u h a n D ia m a t e r B u n g a T e r h a d a p W a k t u t 5 1 0 1 5 2 0 2 5 t w a k t u 7 6 5 4 3 2 1 P e n d e k a t a n R e a l G t F u n g s i P e r t u m b u h a n 5 1 0 1 5 2 0 2 5 t w a k t u 1 0 8 6 4 2 F u n g s i P e r t u m b u h a n B a t a n g T e r h a d a p W a k t u t P e n d e k a t a n R e a l Simbol Nilai L Nilai U Nilai m Nilai T stalk 0 10.3 0.9 4.4 leaf 0 6.6 0.9 4.1 bloom 0 7.2 0.8 4
  • 14. STRUKTUR MODEL KUANTITATIF TANAMAN ZINNIA DENGAN METODA L-SYSTEM Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 留 = sprout(4) p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom p1 = sprout(4) f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) Perubahan tumbuh tunas : p2= sprout(t < 4) sprout(t+1) Perubahan perpanjangan batang : p3= stalk(t > 0) f stalk(t-1) Perubahan ukuran daun : p4= leaf(t<4) leaf(t + 1.5) Pertumbuhan bunga : p5= bloom(t<4) bloom(t + 1)
  • 16. NILAI FITNESS Untuk Proses Genetic L-System Programming Fitness = Bunga Untuk Proses Karakteristik Tanaman Zinnia Fitness = Max_X + Max_Y + Max_Z
  • 17. MEMBUAT MODEL TANAMAN ZINNIA DENGAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING
  • 18. STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA DENGAN METODA L-SYSTEM Gzinnia=(裡,P={p1,,p9},留) 裡={f,pd,pu,rr,sprout,stalk,leaf,bloom} 留 = sprout(4) p = Produksi dimana sprout berkembang menjadi leaf dan bloom p1 = sprout(4) f stalk(3) [pu(60) leaf(1)] f stalk(2) rr(90) [pu(60), leaf(1)] [pu(30) sprout(2)] rr(180) [pu(30) sprout(2)] f stalk(1) bloom(0) Perubahan tumbuh tunas : p2= sprout(t < 4) sprout(t+1) Perubahan perpanjangan batang : p3= stalk(t > 0) f stalk(t-1) Perubahan ukuran daun : p4= leaf(t<4) leaf(t + 1.5) Pertumbuhan bunga : p5= bloom(t<4) bloom(t + 1)
  • 19. EXPRESSION GENERATION Himpunan pola ekspresi ditunjukkan angka 1,2,3,4,5,6 , struktur dengan metoda L-System ditunjukkan dalam lingkaran
  • 20. EXPRESSION GENERATION Pembentukan ekspresi pertama adalah mengambil L-System dilanjutkan dengan melihat pada himpunan pola ekspresion jika ada maka ekspresi berubah menjadi LSystem[_Axiom,_LRules] Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada himpunan pola ekspresion jika ada urutan ekspresi dengan kepala Axiom dan urutan ekspresi dengan kepala LRules jika ada ekspresi berubah menjadi LSystem[Axiom[sprout[3]],LRules[_LRule, _LRule]] Kemudian dilanjutkan dengan melihat pada himpunan pola ekspresi jika ada urutan ekspresi dengan kepala LRule jika ada maka LRule diganti dengan [LEFT[],_PRED,RIGHT[],_SUCC] ekspresi berubah menjadi LSystem[Axiom[sprout[3]],LRules[[LEFT[],_PRED,RIGHT[],_SUCC], _LRULE]] Demikian seterusnya
  • 38. HASIL EXPRESSION GENERATION MODEL TANAMAN ZINNIA Generasi 1 Generasi 2 Generasi 3 Generasi 4 Generasi 5 Generasi 6 Generasi 7 Generasi 8 Generasi 9 Generasi 10
  • 39. PROSES VARIASI DAN NILAI Mutasi Recombinasi Deletion Duplication Permutation Operator Seleksi Template Mutasi _LRule _SEQ _STACK Recombinasi _LRule _SEQ _STACK Deletion {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} {SEQ, x_/:Length[{x}]>1} {STACK, x_/:Length[{x}]>1} Duplication {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} {SEQ, x_/:Length[{x}]>1} {STACK, x_/:Length[{x}]>1} Permutation {LRULES, x_/:Length[{x}]>1} {SEQ, x_/:Length[{x}]>1} {STACK, x_/:Length[{x}]>1}
  • 40. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 41. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 42. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 43. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 44. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 45. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 46. PROSES CROSSOVER PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 47. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 48. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 49. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 50. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS Seleksi dilakukan dengan probabilistik pada subekspresi
  • 51. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 52. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 53. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS Menggabungkan pada program
  • 54. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 55. PROSES MUTASI PADA SYMBOLIC EXPRESSIONS
  • 56. MODIFIKASI MODEL TANAMAN ZINNIA DARI GENERASI n KE GENERASI n+1 DENGAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMING
  • 57. HASIL PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 0 10 3 2.5 2 1.5 1 0.5 Sorted Fitnesses Histogram, Gen. 0 Histogram Fitness pada generasi 0 Nilai fitness dari generation 0 pada 10 individu adalah {1,3,1,1,3,2,1,2,1,2}
  • 58. PROSES VARIASI NILAI DARI EKSPRESI SIMBOLIK
  • 59. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 0 3 2 1 0 2 0 0 1 2 3 0 2 4 4 2 0 2 4 0 2 4 3 2 1 0 2 1 0 1 0 2 4 6 0 1 2 3 1 0 1 0 2 4 6 3 2 1 0 1 2 1 0 0 2 4 6 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 2 1 0 6 4 2 0 0 2 4 6 8 1 0 1 2 3 4 2 0 2 0 5 1 0 4 3 2 1 0 1 0 1 2 0 2 4 6 4 2 0 2 0 2 0 2 2 0 5 1 0 0 5 1 0 5 1 0 0 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10
  • 60. SELEKSI MODEL TANAMAN ZINNIA SESUAI KARAKTERISTIK TANAMAN ZINNIA Kriteria adalah suatu jenis tanaman zinnia yang berbunga dan bercabang dimana setiap cabang menunjukkan tunas bunga yang akan mekar. Maka dilakukan pengamatan pada visualisasi model tanaman yang telah di buat.
  • 61. 0 1 2 3 1 0 1 0 2 4 6 4 3 2 1 0 2 1 0 1 0 2 4 6 HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 0 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 0 individu 3 nilai fitness 1 dan generasi 0 individu 4 fitness 1 generasi 0 individu 3 generasi 0 individu 4
  • 62. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 1 Sorted Fitnesses History, Gen. 1 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 Gen. 3 2 1 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 1 Nilai fitness dari generation 1 pada 10 individu adalah {1,3,1,1,3,2,1,2,1,2}
  • 63. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 1 2 1 0 4 0 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 0 1 5 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 2 0 0 1 2 4 2 0 2 0 2 6 2 2 4 3 2 1 0 3 2 1 0 1 0 2 4 6 0 1 2 3 2 0 2 0 2 4 6 3 2 1 0 2 1 0 0 2 4 6 2 1 0 1 4 2 0 0 5 1 0 1 0 1 2 3 2 0 2 4 0 2 4 6 8 4 2 0 1 0 1 2 0 2 4 6 4 2 0 0 2 2 1 2 0 5 1 0 0 5 1 0 0
  • 64. HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 1 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 1 individu 4 nilai fitness 1 0 1 2 2 0 2 0 2 4 6 generasi 1 individu 4
  • 65. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 2 Sorted Fitnesses History, Gen. 2 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 3 Gen. 3 2 1 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 2 Nilai fitness dari generation 2 pada 10 individu adalah {3,2,2,3,1,1,1,3,2,2}
  • 66. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 2 1 2 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 2 0 2 8 6 4 2 0 2 4 0 2 1 0 0 .5 0 .0 0 .5 0 2 4 6 4 3 2 1 0 2 1 0 1 0 2 4 6 2 0 3 2 1 0 0 2 4 2 0 0 0 5 1 0 2 0 4 2 0 0 2 4 6 3 2 1 0 1 0 1 0 2 4 6 3 2 1 0 1 0 1 0 2 4 6 2 1 0 1 4 2 0 0 2 4 6 2 0 4 2 0 0 5 1 0
  • 67. HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 2 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 2 individu 5 nilai fitness 1 3 2 1 0 .5 1 . 0 0 1 0 . 0 0 . 5 0 5 1 0 Generasi 2 individu 5
  • 68. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 3 Sorted Fitnesses History, Gen. 3 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 4 Gen. 3 3 2 1 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 3 Nilai fitness dari generation 3 pada 10 individu adalah {3,3,3,3,1,2,2,1,3,1}
  • 69. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 3 0 2 4 4 0 4 0 1 2 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 1 2 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 4 2 0 4 6 0 2 2 4 2 0 2 0 2 4 6 8 0 5 0 2 4 8 6 4 2 0 6 2 2 2 0 2 6 4 2 0 6 2 2 3 2 1 0 0 1 0 5 1 0 2 1 0 1 6 4 2 0 0 2 4 6 3 2 1 0 2 1 0 1 0 2 4 6 2 0 2 0 .5 0 . 0 0 .5 1 .0 0 5 1 0 2 1 0 1 3 2 1 0 0 2 4 6 4 2 0 0 0 5 1 0
  • 70. HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 3 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 3 individu 5 nilai fitness 1, generasi 3 individu 8 nilai fitness 1 dan generasi 3 individu 10 nilai fitness 1 4 2 0 2 1 0 1 0 5 1 0 3 2 1 1 0 1 0 0 5 1 0 2 0 1 0 0 5 1 0 Generasi 3 individu 5 Generasi 3 individu 8 Generasi 3 individu 10
  • 71. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 4 Sorted Fitnesses History, Gen. 4 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 3 5 Gen. 4 3 2 1 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 4 Nilai fitness dari generation 4 pada 10 individu adalah {3,3,3,3,1,3,3,1,3,3}
  • 72. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 4 4 2 0 3 2 4 0 2 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 0 2 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 2 1 0 6 2 2 4 2 0 0 2 4 6 0 5 1 0 0 2 4 6 8 6 4 2 0 4 0 2 8 6 4 2 0 0 2 4 6 8 0 5 1 0 4 2 0 2 1 0 0 5 1 0 2 0 2 4 2 0 5 0 2 0 2 4 6 0 5 1 0 0 2 4 6 8 2 0 2 0 .5 0 .0 0 . 5 1 .0 0 5 1 0 1 0 5 0 1 0 1 2 0 5 1 0 4 3 2 1 0 0 5 1 0 2 4
  • 73. HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 4 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 4 individu 5 nilai fitness 1 dan generasi 4 individu 8 nilai fitness 1 2 0 2 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 0 5 1 0 4 2 0 2 1 0 0 5 1 0 Generasi 4 individu 5 Generasi 4 individu 8
  • 74. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 5 Sorted Fitnesses History, Gen. 5 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 3 6 Gen. 4 5 4 2 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 5 Nilai fitness dari generation 5 pada 10 individu adalah {3,1,5,1,4,3,3,3,3,3}
  • 75. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 5 6 4 2 3 0 4 0 0 .5 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 2 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 2 1 0 6 2 2 3 2 1 1 .0 0 0 .5 0 .0 0 5 1 0 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 0 1 2 6 4 2 0 0 5 1 0 0 5 1 0 4 2 0 2 0 5 1 0 0 2 4 6 3 2 1 0 4 2 0 4 0 2 0 2 4 6 6 4 2 0 5 0 4 2 0 2 4 0 5 1 0 0 2 4 6 5 0 0 2 4 6 0 5 1 0
  • 76. 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 0 1 2 3 2 1 0 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 0 5 1 0 HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 5 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 5 individu 2 nilai fitness 1 dan generasi 5 individu 4 nilai fitness 1 Generasi 5 individu 2 Generasi 5 individu 4
  • 77. HISTOGRAM FITNESS PROSES METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 6 Sorted Fitnesses History, Gen. 6 0 2.5 5 7.5 Indiv. 10 1 2 3 567 Gen. 4 4 2 0 Fit. Histogram Fitness pada generasi 6 Nilai fitness dari generation 6 pada 10 individu adalah {5,3,5,3,4,3,3,5,3,1}
  • 78. HASIL VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA UNTUK GENERASI 6 4 5 2 0 2 0 1 0 0 2 2 2 0 2 4 6 0 5 1 0 0 2 4 6 8 4 2 0 2 0 5 1 0 0 2 4 6 Individu 1 Individu 2 Individu 3 Individu 4 Individu 5 8 6 4 2 0 0 . 5 1 .5 Individu 6 Individu 7 Individu 8 Individu 9 Individu 10 6 4 2 0 0 5 1 0 1 .0 0 . 5 0 .0 0 . 5 1 . 0 0 . 5 0 . 0 0 . 5 0 .0 1 .0 2 .0
  • 79. HASIL SELEKSI SESUAI KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA PROSES UNTUK GENERASI 6 Terdapat dua model tanaman yang sesuai yaitu generasi 6 individu 10 nilai fitness 1 0 .5 0 .0 0 . 5 1 . 0 0 .5 0 .0 0 .5 0 1 2 Generasi 6 individu 10
  • 80. KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING L-SYSTEM GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING
  • 81. KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p F i t n e s T i a p I t e r a s i 2 4 6 8 1 0 I t e r a s i F i t n e s 2 5 2 0 1 5 1 0 5 5 T a n a m a n A s l i T a n a m a n E v o l u s i Karakteristik Tanaman Zinnia Fitness = Max_X + Max_Y + Max_Z
  • 82. KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p T i n g g i T a n a m a n T i a p I t e r a s i T i n g g i M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 2 4 6 I t e r a s i 1 5 1 0 5 T a n a m a n A s l i T a n a m a n E v o l u s i
  • 83. KOMPARASI MODEL KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA METODA L-SYSTEM DAN METODA GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING K o m p a r a s i T a n a m a n A s l i d a n E v o l u s i T e r h a d a p J u m l a h B u n g a T i a p I t e r a s i J u m l a h B u n g a M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 2 4 6 I t e r a s i 1 5 1 0 5 T a n a m a n A s l i T a n a m a n E v o l u s i
  • 84. IDENTIFIKASI STRUKTUR TANAMAN ZINNIA DENGAN METODA FUZZY MAMDANI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK
  • 85. DATA PERCOBAAN Data pertumbuhan tanaman dipakai tanaman kembang kertas (Zinnia Elegane Jacq) Penanaman dilakukan dengan polibag sejumlah 20 kelompok tanaman. Setiap kelompok terdapat 3 tanaman zinnia 15 kelompok data untuk membuat model dengan metoda fuzzy mamdani (identifikasi struktur tanaman dan pertumbuhan tanaman zinnia) 5 kelompok tanaman sebagai data pengujian validasi data
  • 86. PENGAMATAN Variabel pengamatan struktur tanaman sampel yang meliputi panjang batang, diameter batang, panjang daun, lebar daun, diameter bunga. Variabel pengamatan analisis lingkungan yang meliputi temperatur, cuaca, kelembaban udara, intensitas cahaya Pengukuran dilakukan pengamatan hingga hari yang ke 25 dengan interval pengamatan selama 1 hari Pada usia ke 25 sudah terdapat bunga dan kuncup bunga pada setiap cabang yang menunjukkan karakteristik tanamn zinnia sudah tercapai
  • 87. PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN INORGANIK TERHADAP STRUKTUR TANAMAN ZINNIA PADA 15 TANAMAN PERCOBAAN Perlakuan Struktur Model Tanaman Organik Inorganik Rata-rata Panjang Batang (cm) Rata-rata Diameter Daun (cm) Rata-rata Panjang Daun (cm) Rata-rata Diameter Bunga (cm) 0 0 10 3,1 5,8 5,4 0 50 10,9 3,3 6 5,8 0 100 11,4 3,5 6,2 6,4 25 0 11 4 6,1 6,7 25 50 12,5 4,3 6,6 7,2 25 100 10 3,1 5,8 5,4 50 0 10,9 3,3 6 5,8 50 50 11,4 3,5 6,2 6,4 50 100 11 4 6,1 6,7 75 0 12,5 4,3 6,6 6,6 75 50 10 3,1 5,8 5,4 75 100 10,9 3,3 6 5,8 100 0 11,4 3,5 6,2 6,4 100 50 11 4 6,1 6,7 100 100 12,5 4,3 6,6 7,2
  • 88. PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN INORGANIK TERHADAP STRUKTUR TANAMAN ZINNIA PADA 5 TANAMAN PERCOBAAN UNTUK KOMPARASI Perlakuan Struktur Model Tanaman Organik Inorganik Rata-rata Panjang Batang (cm) Rata-rata Diamater Daun (cm) Rata-rata Panjang Daun (cm) Rata-rata Diameter Bunga (cm) 0 75 10 3,1 5,8 5,4 25 75 10,9 3,3 6 5,8 50 75 11,4 3,5 6,2 6,4 75 25 11,3 4 6,1 6,7 100 75 12,5 4,3 6,6 7,2
  • 89. PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN INORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BATANG, DAUN DAN BUNGA PADA 15 TANAMAN Perlakuan Fungsi Pertumbuhan Tanaman Organik Inorganik Rata-rata Batang Rata-rata Daun Rata-rata Bunga 0 0 4,1 4 4.3 0 50 4,2 4,1 4.8 0 100 4,5 4,3 4.9 25 0 4,3 4 5.0 25 50 4,2 4,6 5.1 25 100 4,7 4,7 5.1 50 0 4,2 4,2 5,2 50 50 4,8 4,8 5.4 50 100 4,9 4,8 6,0 75 0 5,3 5,1 6,6 75 50 5,4 5,7 6,9 75 100 5,9 6 7 100 0 6 6,2 6,9 100 50 6,2 6,4 7,1 100 100 6,2 6,4 7,3
  • 90. PENGARUH VARIASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN INORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BATANG, DAUN DAN BUNGA PADA 5 TANAMAN UNTUK KOMPARASI Perlakuan Fungsi Pertumbuhan Tanaman Organik Inorganik Rata-rata Batang Rata-rata Daun Rata-rata Bunga 0 75 4,3 4,8 5,7 25 75 4,3 5,1 6,4 50 75 4,9 5,8 6,8 75 25 6 6 6,9 100 75 6,3 6,3 7,2
  • 91. FUZZIFIER No Himpunan input fuzzy pupuk inorganik Domain Nama Notasi 1 Rendah r [0, 50] 2 Sedang s [0, 50, 100] 3 Tinggih t [50,100] 誰樽 誰鱈 狸 o o o mr = - - 贈 贈 ( ) (50 ) /(50 0) ; 0 50 続 o 0 ; 50 狸 誰樽 誰鱈 o atau o 贈 続 0 ; 0 100 o o = ( - 0) /(50 - 0) ; 0 贈 贈 50 (100 - ) /(100 - 50) ; 50 贈 贈 100 ( ) o o ms o 狸 誰樽 誰鱈 0 ; 50 o o - - 贈 贈 ( 50) /(100 50) ; 50 100 続 贈 = 1 ; 100 ( ) o o ut o
  • 92. ATURAN FUZZY MAMDANY UNTUK STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA Kelompok Tanam Variasi Dosis Pupuk Panjang Batang Panjang Daun Lebar Daun Diamater Bunga Organik Inorganik 1 Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 2 Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 3 Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah 4 Sedang Rendah Rendah Tinggi Rendah Tinggi 5 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 6 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah 7 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 8 Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah 9 Sedang Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi 10 Sedang Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 11 Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 12 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah 13 Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah 14 Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Rendah Tinggi 15 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi
  • 93. ATURAN FUZZY MAMDANY UNTUK PERTUMBUHAN MODEL TANAMAN ZINNIA Kelompok Tanam Variasi Dosis Pupuk Batang Daun Bunga Organik Inorganik 1 Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah 2 Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah 3 Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah 4 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 5 Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah 6 Sedang Tinggi Rendah Rendah Rendah 7 Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 8 Sedang Sedang Rendah Rendah Tinggi 9 Sedang Tinggi Rendah Rendah Tinggi 10 Sedang Rendah Tinggi Rendah Tinggi 11 Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 12 Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 13 Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 14 Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 15 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi
  • 94. FUNGSI IMPLIKASI UNTUK BATANG [R1] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah [R2] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Rendah [R3] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Tinggi [R4] IF Pupuk Organik Rendah AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah [R5] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi [R6] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah [R7] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Rendah [R8] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi [R9] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah [R10] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Tinggi [R11] IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Rendah [R12]IF Pupuk Organik Sedang AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Rendah [R13] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Rendah THEN Batang Tinggi [R14] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Sedang THEN Batang Tinggi [R15] IF Pupuk Organik Tinggi AND Pupuk Inorganik Tinggi THEN Batang Tinggi
  • 95. KOMPOSISI ATURAN Metoda Max yaitu metoda yang mengambil nilai maksimum aturan
  • 96. DEFUZZIFIER Metoda centroid yaitu solusi crisp diperoleh dengan cara mengambil titik pusat daerah fuzzy z.
  • 97. KOMPARASI MODEL MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANY DAN AKTUAL UNTUK STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA Perlakuan Data Struktur Model Tanaman Zinnnia Organik Inorganik Rata-rata Panjang Batang Rata-rata Panjang Daun Rata-rata Lebar Daun Rata-rata Diameter Bunga - cm - Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy 0 75 10 11.6 5,8 5,9 3,1 3,4 5,4 6.06 25 75 10,9 11.4 6 6.15 3,3 3,5 5,8 6.37 50 75 11,4 10.8 6,2 6,25 3,5 3,5 6,4 6.5 75 75 11,3 11.4 6,1 6,35 4 3,85 6,7 6,63 100 75 12,5 11.8 6,6 6,6 4,3 4 7,2 6,94
  • 98. KOMPARASI MODEL MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANY DAN AKTUAL UNTUK PERTUMBUHAN MODEL TANAMAN ZINNIA Perlakuan Data Pertumbuhan Model Tanaman Zinnnia Organik Inorganik Batang Daun Bunga Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy Aktual Fuzzy 0 75 4,3 4,68 4,8 4,68 5,7 4,96 25 75 4,3 5,09 5,1 5,09 6,4 5,53 50 75 4,9 5,25 5,8 5,25 6,8 5,75 75 75 6 5,41 6 5,41 6,9 5,97 100 75 6,3 5,82 6,3 5,82 7,2 6,54
  • 99. error rate STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA Kode Data Struktur Model Tanaman Zinnnia Rata-rata Panjang Batang Rata-rata Panjang Daun Rata-rata Lebar Daun Rata-rata Diameter Bunga - cm - Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error 1 10 11.6 16% 5,8 5,9 1% 3,1 3,4 9% 5,4 6.06 12% 2 10,9 11.4 4% 6 6.15 2% 3,3 3,5 6% 5,8 6.37 9% 3 11,4 10.8 5% 6,2 6,25 0% 3,5 3,5 0% 6,4 6.5 1% 4 11,3 11.4 0% 6,1 6,35 4% 4 3,85 3% 6,7 6,63 1% 5 12,5 11.8 5% 6,6 6,6 0% 4,3 4 6% 7,2 6,94 3% Rata-rata persentase error 6% 1,4% 4,8% 5,2
  • 100. error rate PERTUMBUHAN STRUKTUR MODEL TANAMAN ZINNIA Kode Data Pertumbuhan Model Tanaman Zinnnia Batang Daun Bunga Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error Aktual Fuzzy error 1 4,3 4,68 8% 4,8 4,68 2% 5,7 4,96 12% 2 4,3 5,09 18% 5,1 5,09 0% 6,4 5,53 13% 3 4,9 5,25 5% 5,8 5,25 9% 6,8 5,75 15% 4 6 5,41 9% 6 5,41 9% 6,9 5,97 13% 5 6,3 5,82 7% 6,3 5,82 7% 7,2 6,54 9% Rata-rata persentase error 9,4% 5,4% 12,4%
  • 101. EVALUASI MODEL Tingkat rerata kesalahan prosentase yang didapat di bawah 13%. Dari hasil model dengan metoda fuzzy mamdani dalam mengidentifikasi nilai struktur model dan pertumbuhan tanaman dari faktor variasi pemberian pupuk yang diberikan telah didapat. Tingkat error rate (MAPE) yang kurang dari 40% dikatakan baik dan dapat diandalkan (Brooks, dkk, 2006);
  • 102. INTEGRASI FUZZY MAMDANI DAN GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING UNTUK PEMODELAN TANAMAN ZINNIA TERHADAP PENGARUH PEMBERIAN PUPUK
  • 103. KARAKTERISTIK MODEL TANAMAN ZINNIA No Generasi Individu Max X Max Y Max Z Jumlah Bunga 1 0 3 0 1.62085 6.23397 6 2 0 4 3.59024 1.40871 6.94974 6 3 1 4 2.5507 2.44901 5.86933 6 4 2 5 1.69131 0.685819 9.8205 6 5 3 5 1.7507 0.521258 10.5691 6 6 3 8 1.7507 0.521258 10.5691 6 7 3 10 2.1134 0.824427 10.5296 6 8 4 5 2.23697 0.433155 10.028 6 9 4 8 1.83404 0.661331 10.2741 6 10 5 2 1.83404 0.661331 10.2741 6 11 5 4 1.03013 0.844217 2.4874 6 12 6 10 0.940425 0.548839 2.46851 6
  • 104. MODEL TANAMAN ZINNIA YANG DIPILIH Sesuai dengan penelitian (Lydia Kristi, dkk, 1998 ) tanaman zinnia dikatakan baik jika terdapat karakteristik tanaman zinnia yang menunjukkan bahwa setiap cabang terdapat perbungaan dan morfologi tanaman menunjukkan nilai rendah, maka model tanaman zinnia yang dipilih pada penelitian ini adalah pada generasi 6 individu 10 dengan karakteristik tinggi tanaman 2.46851, lebar terhadap sumbu x 0.940425 , lebar terhadap sumbu y 0.548839 dan jumlah bunga 6.
  • 105. EKSPRESI SIMBOLIK HASIL METODA GETEIC L-SYSTEM PROGRAMMING TANAMAN ZINNIA GENERASI KE 6 INDIVIDU KE 10 LSistem[AXIOM[a[4]], LRULES[ LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f],SEQ[ii[3]],SEQ[ST ACK[pu[60],l[1]]],SEQ[ii[1]],SEQ[f],SEQ[ii[2]],SEQ[rr[90]],SE Q[STACK[pu[60],l[0]]],SEQ[STACK[pu[30],a[2]]],SEQ[rr[180]],SE Q[STACK[pu[30],a[3]]],SEQ[f],SEQ[ii[1]],SEQ[m[0]]]], LRule[LEFT[],PRED[a[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[a[t+1]]], LRule[LEFT[],PRED[ii[t_/;t>0]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f,f,ii[t- 1]]]], LRule[LEFT[],PRED[l[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[l[t+1.5]]], LRule[LEFT[],PRED[m[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[m[t+1]]], LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[STACK[STACK[YL[32]],RR[9 3],m[1],STACK[YR[50]]]]], LRule[LEFT[],PRED[a[1]],RIGHT[],SUCC[STACK[RR[106],a[0]]]]]]
  • 106. VISUALISASI MODEL TANAMAN ZINNIA GENERASI KE 6 INDIVIDU KE 10 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 1 .0 0 .5 0 .0 0 .5 2 .0 1 .5 1 .0 0 .5 0 .0
  • 107. DIAGRAM INTEGRASI FUZZY MAMDANY DAN GENETIC L-SYSTEM PROGRAMMING PADA MODEL TANAMAN ZINNIA
  • 108. PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi perubahan struktur tanaman zinnia yang mengakibatkan perubahan pada model kualitatif pada model tanaman zinnia yang kita pilih yaitu : Perubahan struktur ukuran panjang batang terdapat peningkatan 16% Perubahan struktur ukuran panjang daun terdapat peningkatan 1% Perubahan struktur ukuran lebar daun terdapat peningkatan 9% Perubahan struktur ukuran diamater bunga terdapat peningkatan 12%
  • 109. PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi perubahan struktur tanaman zinnia yang mengakibatkan perubahan pada model kualitatif pada model tanaman zinnia yang kita pilih untuk struktur lebar daun leafGraphics[scale_]:=Module[{p,xD,zD,rD},xD=4+(4*9%);zD=Random[Real, {1,2}]; rD=Random[Real,{0,180}]; p=Polygon[{{0,0,0},{-0.1` xD,1 scale,0.1` zD},{-0.15` xD,2.5` scale,0.2` zD}, {-0.05` xD,6 scale,0.3` zD},{0 xD,7 scale,0.4` zD},{0.05` xD,6 scale,0.3` zD}, {0.15` xD,2.5` scale,0.2` zD},{0.1` xD,1 scale,0.1` zD},{0,0,0}}]; GRAPHICS[Show[{RotateShape[Graphics3D[{Green,p}],0+rD,0, 0],RotateShape[Graphics3D[{Green,p}],/ +rD,0,0]},DisplayFunctionIdentity],scale]]
  • 110. PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi perubahan struktur tanaman zinnia yang mengakibatkan perubahan pada model kuantitatif pada model tanaman zinnia yang kita pilih yaitu : Perubahan nilai fungsi pertumbuhan batang terdapat peningkatan 8% Perubahan nilai fungsi pertumbuhan daun terdapat peningkatan 2% Perubahan nilai fungsi pertumbuhan bunga terdapat peningkatan 12%
  • 111. PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK 0% DAN INORGANIK 75% Hasil identifikasi metoda Fuzzy Mamdani terjadi perubahan struktur tanaman zinnia yang mengakibatkan perubahan pada model kuantitatif pada model tanaman zinnia yang kita pilih untuk pertumbuhan daun dan pertumbuhan bunga LSistem[AXIOM[a[4]], LRULES[ LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f],SEQ[ii[3]],SEQ[STACK[pu[60],l [1]]],SEQ[ii[1]],SEQ[f],SEQ[ii[2]],SEQ[rr[90]],SEQ[STACK[pu[60],l[0]]],SE Q[STACK[pu[30],a[2]]],SEQ[rr[180]],SEQ[STACK[pu[30],a[3]]],SEQ[f],SEQ[ii[ 1]],SEQ[m[0]]]], LRule[LEFT[],PRED[a[t_/;t<4]],RIGHT[],SUCC[a[t+1]]], LRule[LEFT[],PRED[ii[t_/;t>0]],RIGHT[],SUCC[SEQ[f,f,ii[t-1]]]], LRule[LEFT[],PRED[l[t_/;t<(4+(4*2%))]],RIGHT[],SUCC[l[t+1.5]]], LRule[LEFT[],PRED[m[t_/;t<(4+(4*12%))]],RIGHT[],SUCC[m[t+1]]], LRule[LEFT[],PRED[a[4]],RIGHT[],SUCC[STACK[STACK[YL[32]],RR[93],m[1],STAC K[YR[50]]]]], LRule[LEFT[],PRED[a[1]],RIGHT[],SUCC[STACK[RR[106],a[0]]]]]]
  • 112. TINGGI MODEL TANAMAN ZINNIA GENERASI 6 INDIVIDU 10 PADA SETIAP ITERASI UNTUK 5 T i n g g i M o d e l T a n a m a n p a d a s e t i a p i t e r a s i u n t u k l i m a p e r l a k u a n T i n g g i M o d e l T a n a m a n Z i n n i a 2 4 6 I t e r a s i 6 4 2 P e r l a k u a n 1 P e r l a k u a n 2 P e r l a k u a n 3 P e r l a k u a n 4 P e r l a k u a n 5 PERLAKUAN INTERFERENSI PUPUK
  • 113. NILAI FITNESS MODEL TANAMAN ZINNIA GENERASI 6 INDIVIDU 10 PADA SETIAP ITERASI UNTUK 5 PERLAKUAN INTERFERENSI PUPUK N i l a i F i t n e s s M o d e l T a n a m a n p a d a s e t i a p i t e r a s i u n t u k l i m a p e r l a k u a n 2 4 6 I t e r a s i F i t n e s 6 4 2 P e r l a k u a n 1 P e r l a k u a n 2 P e r l a k u a n 3 P e r l a k u a n 4 P e r l a k u a n 5
  • 114. KESIMPULAN Integrasi metode Fuzzy Mamdani dan metode Genetic L-System Programming pada model tanaman zinnia berdasarkan pengaruh variasi pemberian pupuk organik dan inorganik telah mampu memberikan capaian hasil terhadap identifikasi pertumbuhan tanaman zinnia yang diteliti. Integrasi Fuzzy Mamdani dan Genetic L-System Programming pada model tanaman zinnia telah mampu dihasilkan, dianalisa dan divisualisasikan.
  • 115. SARAN Analisa dan karakteristik parameter struktur model tanaman zinnia pada variasi pemberian pupuk organik dan inorganik bersifat kompleks Penelitian dapat dikembangkan dengan faktor lingkungan yang lain terhadap parameter yang lain seperti fisiologi tanaman dapat diterapkan dan dikembangkan dari hasil disertasi ini.