際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
KELOMPOK 1
EVA
RIRIN PURWASIH
QORINA
MANAJEMEN STRATEGI SEBAGAI PROSES
MANAJEMEN KETERDESAKAN
Manajemen strategi dapat didefinisikan sebagai ilmu
tentang perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi
keputusan-keputusan lintas fungsi yang
memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.
Definisi dari keterdesakan (urgency) Munculnya
suatu keadaan yang menentukan kelangsungan hidup
perusahaan sehingga membangkitkan dorongan
dalam diri anggota organisasi untuk menggunakan
strategi guna mengatasinya.
Mendirikan Bangunan Proses
Manajemen Keterdesakan
1. Mengapa strategi lahir dari keterdesakan?
Berdasarkan teori Penguatan-ulang dapat dikatakan bahwa karena dengan melahirkan strategi
ketika mengalami keterdesakan perusahaan menerima stimulus positif, ke depan bisa
diharapkan bahwa ketika mengalami keterdesakan perusahaan akan kembali melahirkan
strategi.
2. Dapatkah strategi mengatasi keterdesakan yang melahirkannya?
strategi-strategi yang teruji yang akan mampu mengatasi keterdesakan
3. Siapa yang menjalankan proses manajemen keterdesakan?
Kumpulan pemimpin di dalam perusahaan yang berbagi keprihatinan tentang
keterdesakan yang dialami perusahaan, berasal dari jenjang manajemen tertinggi
hingga terendah dan unit-unit organisasi yang
berbeda, dan berkomitmen untuk bersamasama menjalankan proses manajemen
keterdesakan
4. Bagaimana para pemimpin stratejik menjalankan proses manajemen
keterdesakan yang berhasil?
5. Mengapa para pemimpin stratejik itu bisa berhasil?
Riset ini menggunakan dua kasus deskriptif
1. cuplikan kasus Suntzu ketika menjalani ujian seleksi
calon panglima balatentara negaranya, Kerajaan
Wu. Ketika itu negaranya sedang mengalami
keterdesakan akibat gangguan keamanan yang
ditimbulkan oleh negara tetangganya, Kerajaan
Chu. Sun-tzu adalah ahli strategi Tiongkok kuno
(abad ke-3 S.M.)
2. Cuplikan kasus A.G. Lafley ketika baru diangkat
menjadi CEO P&G (Proctor & Gamble) pada awal
Juni 2000. Kala itu P&G sedang mengalami
keterdesakan akibat CEO sebelumnya secara tiba-
tiba mengundurkan diri dan harga sahamnya
sedang mengalami kejatuhan hingga lebih dari 50%
sejak enam bulan terakhir.
Analisis kasus Sun-tzu dan Lafley
KASUS 1. ORGANISASI SAAT INI 2. ISU STRATEJIK 3. ESKALASI
KETERDESAKAN
Sun-tzu  Sedang dilanda
kebingungan karena
balatentara dan rencana
stratejik penyerbuan
terhadap Kerajaan Chu
telah disiapkan.
 Raja Ho-lu tak kunjung
mengeluarkan perintah
penyerbuan.
 Gangguan keamanan
menjadi-menjadi. Dua
jenderal membelot ke
pihak Kerajaan Chu
(musuh).
 Setelah tujuh kali
nama Sun-tzu diajukan
sebagai calon panglima,
baru Raja setuju untuk
mengujinya.
Lafley  Terancam tidak bisa
mencapai target kinerja
tahun 2000 karena tidak
siap menghadapi
perubahan struktur dan
targettarget yang
semakin tinggi.
 Menjawab siap
atas pertanyaan tiba-
tiba lewat telepon
dari Ketua Dewan
Komisaris P&G
tentang kesiapannya
menjadi CEO.
 Pengecekan cepat
atas pencapaian
kinerja terkini
memperlihatkan
kenyataan yang lebih
buruk dari dugaan.
 Akhir minggu sejak
Lafley diumumkan
sebagai CEO harga
saham semakin
anjlok.
KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF
Sun-tzu  Untuk menunjukkan
kemampuannya memimpin
pasukan Sun-tzu melatih secara
kilat 300 selir raja untuk
berparade seperti layaknya pasukan
yang berdisiplin dan terlatih baik.
Dalam latihan dijelaskan berbagai
peraturan militer, termasuk
wewenang panglima menjatuhkan
hukuman mati atas bawahan yang
tidak mentaati perintah.
 Sesuai peraturan kerajaan:
Seorang panglima yang sedang
memimpin bala tentara tidak di
bawah wewenang Raja.
 Sun-tzu melanjutkan
demonstrasinya. Hasilnya, kini
pasukan selir mentaati semua
perintahnya dan berparade seperti
layaknya pasukan yang berdisiplin
dan terlatih baik.
 Kedua selir
pemimpin pasukan
tidak berusaha
membuat anak
buahnya mentaati
perintah Sun-tzu.
 Raja meminta agar
pelanggaran kedua
selir pemimpin
pasukan dimaafkan.
 Ketika diminta
menginspeksi
pasukan selir yang
telah menunjukkan
hasil luar biasa
itu, Raja menolak.
 Sun-tzu
menjatuhkan
hukuman mati pada
kedua pemimpin
pasukan, sekali pun
keduanya yang paling
disayangi Raja.
 Sun-tzu tetap pada
keputusannya, kedua
pemimpin harus
dihukum mati.
 Sun-tzu
mengingatkan Raja
tentang tujuan
ujian itu. Wu Tzu-hsu
mendukung bahwa
Sun-tzu adalah calon
Panglima yang sesuai.
 Raja
memerintahkan
untuk membuka
Sidang Dewan Perang.
KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF
Lafley  P&G adalah salah satu
perusahaan terkemuka di
dunia, terkenal akan
inovasinya seperti sabun
cuci cair (Tide) dan sabun
cuci cair dengan pemutih
(Tide with Bleach).
 Lafley, manajer
cemerlang yang telah
berkarir 23 tahun di P&G,
dan kini memegang jabatan
CEO.
 Dibutuhkan waktu 3-6
bulan untuk mengetahui
bahwa P&G tidak turun
lebih lanjut.
 Selama jangka waktu itu
para manajer kunci
pertumbuhan P&G harus
dijaga agar tidak
meninggalkan
perusahaan.
 Berbicara dari hati-ke-
hati dengan setiap
manajer kunci tentang
panggilan bersama
menyelamatkan P&G.
 Membangun landasan
bersama yang sejelas-
jelasnya tentang
tantangan dan peluang
untuk menjadikan P&G
kembali bersinar.
 Mendorong untuk
berkompetisi
sekeraskerasnya di luar
tetapi berkolaborasi
seperti keluarga di dalam.
Analisis atas kasus sun-tzu dan lafley
 Lenyapnya keterdesakan teridentifikasi melalui terwujudnya ORGANISASI
BARU yang merupakan buah dari inisiatif prospektif . Dari sudut pandang
organisasi baru keterdesakan yang dihadapi tidak relevan lagi, demikian
pula inisiatif prospektif yang telah mewujudknya. Pada saatnya organisasi
baru akan menghadapi keterdesakannya sendiri dan proses manajemen
keterdesakan pun dimulai kembali .
 Organisasi baru : munculnya sebuah organisasi yang sebelumnya tidak
ada, dibangun serta diberi kepercayaan untuk menjalankan misi baru, dan
dilengkapi dengan aparatus dan aparat yang sesuai. Dalam pemenuhan
misinya organisasi baru akan menghadapi keterdesakan, dan untuk
mengatasinya akan menjalankan proses manajemen keterdesakan.
Kasus
Sun tzu
Organisasi baru
 sun tzu diangkat menjadi panglima bala tentara kerajaan wu , membawahi seluruh
organisasi perang kerajaan termasuk sumberdayanya.
 berhasil menaklukan kerajaan chu dan membinasakan kedua jenderal yang
membelot ke pihak kerajaan chu.
Lafley
organisasi baru
 Berhasil membangun tim pemimpin strategik baru bersadarkan kesepakatan untuk
bersama  sama berjuang bagi P & G
 Organisasi dibangun diatas nilai  nilai stietch, inovation dan speed.
 Saat akhir kasus (2007) P&G menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan paling
bernilai di amerika serikat dan satudari lima belas dunia, tetap konsisten sebagai
salah satu perusahaan yang paling dikagumi di dunia, dan terdepan dalam
pengembangan pemimpin  pemimpin bisnis.
Memodelkan konfigurasi dan
transformasi
Secara keseluruhan temuan hasil riset berdasarkan studi kasus diatas
memperlihatkan bahwa proses manajemen ketererdesakan adalah
konfigurasi dari dan transformasi yang melibatkan tujuh kekuatan
keterdesakan yaitu : 1. organisasi saat ini 2. isu strategik 3. eskalasi
keterdesakan 4. reputasi organisasi 5. situasi kritis 6. insiatif prospektif,
dan 7. organisasi baru. . Konfigurasi artinya wujud proses manajemen
keterdesakan yang terbentuk dari tujuh kekuatan keterdesakan.
Transformasi adalah : perubahan wujud dari kekuatan eskalasi
keterdesakan menjadi inisiatif prospektif, dan dari inisiatif prospektif
menjadi organisasi baru.
Kesimpulan
 barang siapa yang memiliki pengetahuan mendalam tentang dirinya
sendiri dan musuh, dia ditakdirkan untuk memenangi pertempuran.
Barang siapa memahami dirinya sendiri tetapi tidak memahami
musuhnya, dia hanya memiliki peluang sama besar untuk menang. Barang
siapa tidak memahami dirinya sendiri dan musuhnya, dia ditakdirkan
untuk kalah dalam pertempuran.
 Jadi : Kenalilah musuh Anda, kenalilah dirimu, dan kemenangan Anda
tidak akan terancam.Panglima yang akan memenangi peperangan adalah
panglima yang tekun menyusun dan menyiapkan siasat perang dengan
cermat.

More Related Content

Kelompok 1

  • 2. MANAJEMEN STRATEGI SEBAGAI PROSES MANAJEMEN KETERDESAKAN
  • 3. Manajemen strategi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Definisi dari keterdesakan (urgency) Munculnya suatu keadaan yang menentukan kelangsungan hidup perusahaan sehingga membangkitkan dorongan dalam diri anggota organisasi untuk menggunakan strategi guna mengatasinya.
  • 4. Mendirikan Bangunan Proses Manajemen Keterdesakan 1. Mengapa strategi lahir dari keterdesakan? Berdasarkan teori Penguatan-ulang dapat dikatakan bahwa karena dengan melahirkan strategi ketika mengalami keterdesakan perusahaan menerima stimulus positif, ke depan bisa diharapkan bahwa ketika mengalami keterdesakan perusahaan akan kembali melahirkan strategi. 2. Dapatkah strategi mengatasi keterdesakan yang melahirkannya? strategi-strategi yang teruji yang akan mampu mengatasi keterdesakan 3. Siapa yang menjalankan proses manajemen keterdesakan? Kumpulan pemimpin di dalam perusahaan yang berbagi keprihatinan tentang keterdesakan yang dialami perusahaan, berasal dari jenjang manajemen tertinggi hingga terendah dan unit-unit organisasi yang berbeda, dan berkomitmen untuk bersamasama menjalankan proses manajemen keterdesakan 4. Bagaimana para pemimpin stratejik menjalankan proses manajemen keterdesakan yang berhasil? 5. Mengapa para pemimpin stratejik itu bisa berhasil?
  • 5. Riset ini menggunakan dua kasus deskriptif 1. cuplikan kasus Suntzu ketika menjalani ujian seleksi calon panglima balatentara negaranya, Kerajaan Wu. Ketika itu negaranya sedang mengalami keterdesakan akibat gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh negara tetangganya, Kerajaan Chu. Sun-tzu adalah ahli strategi Tiongkok kuno (abad ke-3 S.M.) 2. Cuplikan kasus A.G. Lafley ketika baru diangkat menjadi CEO P&G (Proctor & Gamble) pada awal Juni 2000. Kala itu P&G sedang mengalami keterdesakan akibat CEO sebelumnya secara tiba- tiba mengundurkan diri dan harga sahamnya sedang mengalami kejatuhan hingga lebih dari 50% sejak enam bulan terakhir.
  • 6. Analisis kasus Sun-tzu dan Lafley KASUS 1. ORGANISASI SAAT INI 2. ISU STRATEJIK 3. ESKALASI KETERDESAKAN Sun-tzu Sedang dilanda kebingungan karena balatentara dan rencana stratejik penyerbuan terhadap Kerajaan Chu telah disiapkan. Raja Ho-lu tak kunjung mengeluarkan perintah penyerbuan. Gangguan keamanan menjadi-menjadi. Dua jenderal membelot ke pihak Kerajaan Chu (musuh). Setelah tujuh kali nama Sun-tzu diajukan sebagai calon panglima, baru Raja setuju untuk mengujinya. Lafley Terancam tidak bisa mencapai target kinerja tahun 2000 karena tidak siap menghadapi perubahan struktur dan targettarget yang semakin tinggi. Menjawab siap atas pertanyaan tiba- tiba lewat telepon dari Ketua Dewan Komisaris P&G tentang kesiapannya menjadi CEO. Pengecekan cepat atas pencapaian kinerja terkini memperlihatkan kenyataan yang lebih buruk dari dugaan. Akhir minggu sejak Lafley diumumkan sebagai CEO harga saham semakin anjlok.
  • 7. KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF Sun-tzu Untuk menunjukkan kemampuannya memimpin pasukan Sun-tzu melatih secara kilat 300 selir raja untuk berparade seperti layaknya pasukan yang berdisiplin dan terlatih baik. Dalam latihan dijelaskan berbagai peraturan militer, termasuk wewenang panglima menjatuhkan hukuman mati atas bawahan yang tidak mentaati perintah. Sesuai peraturan kerajaan: Seorang panglima yang sedang memimpin bala tentara tidak di bawah wewenang Raja. Sun-tzu melanjutkan demonstrasinya. Hasilnya, kini pasukan selir mentaati semua perintahnya dan berparade seperti layaknya pasukan yang berdisiplin dan terlatih baik. Kedua selir pemimpin pasukan tidak berusaha membuat anak buahnya mentaati perintah Sun-tzu. Raja meminta agar pelanggaran kedua selir pemimpin pasukan dimaafkan. Ketika diminta menginspeksi pasukan selir yang telah menunjukkan hasil luar biasa itu, Raja menolak. Sun-tzu menjatuhkan hukuman mati pada kedua pemimpin pasukan, sekali pun keduanya yang paling disayangi Raja. Sun-tzu tetap pada keputusannya, kedua pemimpin harus dihukum mati. Sun-tzu mengingatkan Raja tentang tujuan ujian itu. Wu Tzu-hsu mendukung bahwa Sun-tzu adalah calon Panglima yang sesuai. Raja memerintahkan untuk membuka Sidang Dewan Perang.
  • 8. KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF Lafley P&G adalah salah satu perusahaan terkemuka di dunia, terkenal akan inovasinya seperti sabun cuci cair (Tide) dan sabun cuci cair dengan pemutih (Tide with Bleach). Lafley, manajer cemerlang yang telah berkarir 23 tahun di P&G, dan kini memegang jabatan CEO. Dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengetahui bahwa P&G tidak turun lebih lanjut. Selama jangka waktu itu para manajer kunci pertumbuhan P&G harus dijaga agar tidak meninggalkan perusahaan. Berbicara dari hati-ke- hati dengan setiap manajer kunci tentang panggilan bersama menyelamatkan P&G. Membangun landasan bersama yang sejelas- jelasnya tentang tantangan dan peluang untuk menjadikan P&G kembali bersinar. Mendorong untuk berkompetisi sekeraskerasnya di luar tetapi berkolaborasi seperti keluarga di dalam.
  • 9. Analisis atas kasus sun-tzu dan lafley Lenyapnya keterdesakan teridentifikasi melalui terwujudnya ORGANISASI BARU yang merupakan buah dari inisiatif prospektif . Dari sudut pandang organisasi baru keterdesakan yang dihadapi tidak relevan lagi, demikian pula inisiatif prospektif yang telah mewujudknya. Pada saatnya organisasi baru akan menghadapi keterdesakannya sendiri dan proses manajemen keterdesakan pun dimulai kembali . Organisasi baru : munculnya sebuah organisasi yang sebelumnya tidak ada, dibangun serta diberi kepercayaan untuk menjalankan misi baru, dan dilengkapi dengan aparatus dan aparat yang sesuai. Dalam pemenuhan misinya organisasi baru akan menghadapi keterdesakan, dan untuk mengatasinya akan menjalankan proses manajemen keterdesakan.
  • 10. Kasus Sun tzu Organisasi baru sun tzu diangkat menjadi panglima bala tentara kerajaan wu , membawahi seluruh organisasi perang kerajaan termasuk sumberdayanya. berhasil menaklukan kerajaan chu dan membinasakan kedua jenderal yang membelot ke pihak kerajaan chu. Lafley organisasi baru Berhasil membangun tim pemimpin strategik baru bersadarkan kesepakatan untuk bersama sama berjuang bagi P & G Organisasi dibangun diatas nilai nilai stietch, inovation dan speed. Saat akhir kasus (2007) P&G menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan paling bernilai di amerika serikat dan satudari lima belas dunia, tetap konsisten sebagai salah satu perusahaan yang paling dikagumi di dunia, dan terdepan dalam pengembangan pemimpin pemimpin bisnis.
  • 11. Memodelkan konfigurasi dan transformasi Secara keseluruhan temuan hasil riset berdasarkan studi kasus diatas memperlihatkan bahwa proses manajemen ketererdesakan adalah konfigurasi dari dan transformasi yang melibatkan tujuh kekuatan keterdesakan yaitu : 1. organisasi saat ini 2. isu strategik 3. eskalasi keterdesakan 4. reputasi organisasi 5. situasi kritis 6. insiatif prospektif, dan 7. organisasi baru. . Konfigurasi artinya wujud proses manajemen keterdesakan yang terbentuk dari tujuh kekuatan keterdesakan. Transformasi adalah : perubahan wujud dari kekuatan eskalasi keterdesakan menjadi inisiatif prospektif, dan dari inisiatif prospektif menjadi organisasi baru.
  • 12. Kesimpulan barang siapa yang memiliki pengetahuan mendalam tentang dirinya sendiri dan musuh, dia ditakdirkan untuk memenangi pertempuran. Barang siapa memahami dirinya sendiri tetapi tidak memahami musuhnya, dia hanya memiliki peluang sama besar untuk menang. Barang siapa tidak memahami dirinya sendiri dan musuhnya, dia ditakdirkan untuk kalah dalam pertempuran. Jadi : Kenalilah musuh Anda, kenalilah dirimu, dan kemenangan Anda tidak akan terancam.Panglima yang akan memenangi peperangan adalah panglima yang tekun menyusun dan menyiapkan siasat perang dengan cermat.