3. Manajemen strategi dapat didefinisikan sebagai ilmu
tentang perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi
keputusan-keputusan lintas fungsi yang
memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.
Definisi dari keterdesakan (urgency) Munculnya
suatu keadaan yang menentukan kelangsungan hidup
perusahaan sehingga membangkitkan dorongan
dalam diri anggota organisasi untuk menggunakan
strategi guna mengatasinya.
4. Mendirikan Bangunan Proses
Manajemen Keterdesakan
1. Mengapa strategi lahir dari keterdesakan?
Berdasarkan teori Penguatan-ulang dapat dikatakan bahwa karena dengan melahirkan strategi
ketika mengalami keterdesakan perusahaan menerima stimulus positif, ke depan bisa
diharapkan bahwa ketika mengalami keterdesakan perusahaan akan kembali melahirkan
strategi.
2. Dapatkah strategi mengatasi keterdesakan yang melahirkannya?
strategi-strategi yang teruji yang akan mampu mengatasi keterdesakan
3. Siapa yang menjalankan proses manajemen keterdesakan?
Kumpulan pemimpin di dalam perusahaan yang berbagi keprihatinan tentang
keterdesakan yang dialami perusahaan, berasal dari jenjang manajemen tertinggi
hingga terendah dan unit-unit organisasi yang
berbeda, dan berkomitmen untuk bersamasama menjalankan proses manajemen
keterdesakan
4. Bagaimana para pemimpin stratejik menjalankan proses manajemen
keterdesakan yang berhasil?
5. Mengapa para pemimpin stratejik itu bisa berhasil?
5. Riset ini menggunakan dua kasus deskriptif
1. cuplikan kasus Suntzu ketika menjalani ujian seleksi
calon panglima balatentara negaranya, Kerajaan
Wu. Ketika itu negaranya sedang mengalami
keterdesakan akibat gangguan keamanan yang
ditimbulkan oleh negara tetangganya, Kerajaan
Chu. Sun-tzu adalah ahli strategi Tiongkok kuno
(abad ke-3 S.M.)
2. Cuplikan kasus A.G. Lafley ketika baru diangkat
menjadi CEO P&G (Proctor & Gamble) pada awal
Juni 2000. Kala itu P&G sedang mengalami
keterdesakan akibat CEO sebelumnya secara tiba-
tiba mengundurkan diri dan harga sahamnya
sedang mengalami kejatuhan hingga lebih dari 50%
sejak enam bulan terakhir.
6. Analisis kasus Sun-tzu dan Lafley
KASUS 1. ORGANISASI SAAT INI 2. ISU STRATEJIK 3. ESKALASI
KETERDESAKAN
Sun-tzu Sedang dilanda
kebingungan karena
balatentara dan rencana
stratejik penyerbuan
terhadap Kerajaan Chu
telah disiapkan.
Raja Ho-lu tak kunjung
mengeluarkan perintah
penyerbuan.
Gangguan keamanan
menjadi-menjadi. Dua
jenderal membelot ke
pihak Kerajaan Chu
(musuh).
Setelah tujuh kali
nama Sun-tzu diajukan
sebagai calon panglima,
baru Raja setuju untuk
mengujinya.
Lafley Terancam tidak bisa
mencapai target kinerja
tahun 2000 karena tidak
siap menghadapi
perubahan struktur dan
targettarget yang
semakin tinggi.
Menjawab siap
atas pertanyaan tiba-
tiba lewat telepon
dari Ketua Dewan
Komisaris P&G
tentang kesiapannya
menjadi CEO.
Pengecekan cepat
atas pencapaian
kinerja terkini
memperlihatkan
kenyataan yang lebih
buruk dari dugaan.
Akhir minggu sejak
Lafley diumumkan
sebagai CEO harga
saham semakin
anjlok.
7. KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF
Sun-tzu Untuk menunjukkan
kemampuannya memimpin
pasukan Sun-tzu melatih secara
kilat 300 selir raja untuk
berparade seperti layaknya pasukan
yang berdisiplin dan terlatih baik.
Dalam latihan dijelaskan berbagai
peraturan militer, termasuk
wewenang panglima menjatuhkan
hukuman mati atas bawahan yang
tidak mentaati perintah.
Sesuai peraturan kerajaan:
Seorang panglima yang sedang
memimpin bala tentara tidak di
bawah wewenang Raja.
Sun-tzu melanjutkan
demonstrasinya. Hasilnya, kini
pasukan selir mentaati semua
perintahnya dan berparade seperti
layaknya pasukan yang berdisiplin
dan terlatih baik.
Kedua selir
pemimpin pasukan
tidak berusaha
membuat anak
buahnya mentaati
perintah Sun-tzu.
Raja meminta agar
pelanggaran kedua
selir pemimpin
pasukan dimaafkan.
Ketika diminta
menginspeksi
pasukan selir yang
telah menunjukkan
hasil luar biasa
itu, Raja menolak.
Sun-tzu
menjatuhkan
hukuman mati pada
kedua pemimpin
pasukan, sekali pun
keduanya yang paling
disayangi Raja.
Sun-tzu tetap pada
keputusannya, kedua
pemimpin harus
dihukum mati.
Sun-tzu
mengingatkan Raja
tentang tujuan
ujian itu. Wu Tzu-hsu
mendukung bahwa
Sun-tzu adalah calon
Panglima yang sesuai.
Raja
memerintahkan
untuk membuka
Sidang Dewan Perang.
8. KASUS 4. REPUTASI ORGANISASI 5. SITUASI KRITIS 6. INISIATIF PROSPEKTIF
Lafley P&G adalah salah satu
perusahaan terkemuka di
dunia, terkenal akan
inovasinya seperti sabun
cuci cair (Tide) dan sabun
cuci cair dengan pemutih
(Tide with Bleach).
Lafley, manajer
cemerlang yang telah
berkarir 23 tahun di P&G,
dan kini memegang jabatan
CEO.
Dibutuhkan waktu 3-6
bulan untuk mengetahui
bahwa P&G tidak turun
lebih lanjut.
Selama jangka waktu itu
para manajer kunci
pertumbuhan P&G harus
dijaga agar tidak
meninggalkan
perusahaan.
Berbicara dari hati-ke-
hati dengan setiap
manajer kunci tentang
panggilan bersama
menyelamatkan P&G.
Membangun landasan
bersama yang sejelas-
jelasnya tentang
tantangan dan peluang
untuk menjadikan P&G
kembali bersinar.
Mendorong untuk
berkompetisi
sekeraskerasnya di luar
tetapi berkolaborasi
seperti keluarga di dalam.
9. Analisis atas kasus sun-tzu dan lafley
Lenyapnya keterdesakan teridentifikasi melalui terwujudnya ORGANISASI
BARU yang merupakan buah dari inisiatif prospektif . Dari sudut pandang
organisasi baru keterdesakan yang dihadapi tidak relevan lagi, demikian
pula inisiatif prospektif yang telah mewujudknya. Pada saatnya organisasi
baru akan menghadapi keterdesakannya sendiri dan proses manajemen
keterdesakan pun dimulai kembali .
Organisasi baru : munculnya sebuah organisasi yang sebelumnya tidak
ada, dibangun serta diberi kepercayaan untuk menjalankan misi baru, dan
dilengkapi dengan aparatus dan aparat yang sesuai. Dalam pemenuhan
misinya organisasi baru akan menghadapi keterdesakan, dan untuk
mengatasinya akan menjalankan proses manajemen keterdesakan.
10. Kasus
Sun tzu
Organisasi baru
sun tzu diangkat menjadi panglima bala tentara kerajaan wu , membawahi seluruh
organisasi perang kerajaan termasuk sumberdayanya.
berhasil menaklukan kerajaan chu dan membinasakan kedua jenderal yang
membelot ke pihak kerajaan chu.
Lafley
organisasi baru
Berhasil membangun tim pemimpin strategik baru bersadarkan kesepakatan untuk
bersama sama berjuang bagi P & G
Organisasi dibangun diatas nilai nilai stietch, inovation dan speed.
Saat akhir kasus (2007) P&G menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan paling
bernilai di amerika serikat dan satudari lima belas dunia, tetap konsisten sebagai
salah satu perusahaan yang paling dikagumi di dunia, dan terdepan dalam
pengembangan pemimpin pemimpin bisnis.
11. Memodelkan konfigurasi dan
transformasi
Secara keseluruhan temuan hasil riset berdasarkan studi kasus diatas
memperlihatkan bahwa proses manajemen ketererdesakan adalah
konfigurasi dari dan transformasi yang melibatkan tujuh kekuatan
keterdesakan yaitu : 1. organisasi saat ini 2. isu strategik 3. eskalasi
keterdesakan 4. reputasi organisasi 5. situasi kritis 6. insiatif prospektif,
dan 7. organisasi baru. . Konfigurasi artinya wujud proses manajemen
keterdesakan yang terbentuk dari tujuh kekuatan keterdesakan.
Transformasi adalah : perubahan wujud dari kekuatan eskalasi
keterdesakan menjadi inisiatif prospektif, dan dari inisiatif prospektif
menjadi organisasi baru.
12. Kesimpulan
barang siapa yang memiliki pengetahuan mendalam tentang dirinya
sendiri dan musuh, dia ditakdirkan untuk memenangi pertempuran.
Barang siapa memahami dirinya sendiri tetapi tidak memahami
musuhnya, dia hanya memiliki peluang sama besar untuk menang. Barang
siapa tidak memahami dirinya sendiri dan musuhnya, dia ditakdirkan
untuk kalah dalam pertempuran.
Jadi : Kenalilah musuh Anda, kenalilah dirimu, dan kemenangan Anda
tidak akan terancam.Panglima yang akan memenangi peperangan adalah
panglima yang tekun menyusun dan menyiapkan siasat perang dengan
cermat.