3. BUKU AJAR: MANAJEMEN PENGETAHUAN
Dibuat oleh: Bambang Syairudin
Identitas Mata Kuliah
Nama Mata Kuliah : Manajemen Pengetahuan
Knowledge Management
Kode Mata Kuliah :
Jumlah SKS : 2 SKS
Sifat : Pilihan
Abstraks Silabus : Membahas tentang konsep dan pemikiran, pendekatan
teoritik dan metodologi implementasi manajemen pengetahuan di dalam
organisasi pembelajaran/learning organization.
4. B. Materi Kuliah Per Tatap Muka
Tatap Muka Pokok Bahasan Modul Ajar
1 Pendahuluan Bab I
2 Data, Informasi, dan Pengetahuan Bab II
Pengetahuan Eksplisit dan Pengetahauan
3 Bab III
Tasit
4 Siklus Aktivitas Manajemen Pengetahuan Bab IV
Perkembangan Framework Manajemen
5 Bab V
Pengetahuan
6 Model Penciptaan Pengetahuan Bab VI
7 Berbagi Pengetahuan Bab VII
UTS atau
8/9 -
Tugas Pengganti UTS dan Presentasi
Dimensi Manajemen Pengetahuan &
10 Bab VIII
Dimensi Pengetahuan Proses
11 Domain Pengetahuan Bab IX
12 Audit Pengetahuan Bab X
13 Strategi Manajemen Pengetahuan Bab XI
14 Faktor Kritis Manajemen Pengetahuan Bab XII
15 Model Rantai Pengetahuan Bab XIII
16 Contoh Aplikasi Manajemen Pengetahuan Bab XIV
UAS atau
17/18 -
Tugas Pengganti UAS dan Presentasi
5. Referensi
Cormican, Kathryn, (2000), Enterprise Knowledge Management CIMRU, NUI
Galway, Ireland, Working Paper.
Davenport, T.H. and Prusak, L., (1998), Working Knowledge: How Organisations
Manage What They Know, Harvard Business Press, Boston.
Davenport, T.H., Jarvenpaa, S.K. and Beers, M.C., (1996), Improving Knowledge
Work Processes. Sloan Management Review, Summer, pp 53-65.
Laudon, K.C. and Laudon, J.P., (1999), Management information systems:
Organisation and Technology in the Networked Enterprise, Prentice Hall,
New York.
Nonaka, I. and Takeuchi, H., (1995), The Knowledge Creating Company, Harvard
Business Press, Boston.
Polanyi, M., (1966), The Tacit Dimension, Routledge & Kegan Paul, London.
Ruggles, R., (1998), The state of the notion: Knowledge management in practice,
California Management Review, 40, pp 80-89.
Ruggles, R.L. (Ed.), (1997), Knowledge Management Tools, Butterworth
Heinenmann, Boston.
Stewart, T. A., (1997), Intellectual Capital: The New Wealth of Organisations.
Doubleday.
Dan sejumlah literatur dari jurnal Knowledge and Process Management.
6. I. PENDAHULUAN
Knowledge Management is not a
software product. Knowledge
Management doesnt even start with
technology, it starts with business
objectives and processes and a
recognition of the need to share
information (Bill Gates)
7. Konsepsi Pengetahuan
Davenport mendefinisikan pengetahuan
sebagai campuran dari pengalaman,
nilai-nilai, informasi kontekstual, dan
kepakaran yang menghasilkan framework
untuk evaluasi dan pengayaan informasi
baru dan pengalaman baru.
8. Konsepsi Pengetahuan
Ryle menjelaskan tentang pengetahuan kedalam beberapa kategori
pengetahuan, yaitu:
Pengetahuan tentang mengapa, bertujuan untuk meperoleh kejelasan suatu
alasan tentang terjadinya sesuatu.
Pengetahuan tentang cara, bertujuan untuk mengetahui urutan tindakan dalam
menyelesaikan persoalan.
Pengetahuan tentang apa, bertujuan untuk mengetahui fakta yang terkait
dengan pengalaman sebelumnya.
Pengetahuan tentang siapa, bertujuan untuk mengetahui siapa yang
mengetahui dan membutuhkan pengetahuan dalam suatu jaringan pengetahuan.
Pengetahuan tentang arti, bertujuan untuk mengetahui arti atau makna di
balik suatu kejadian.
9. Definisi Manajemen Pengetahuan
Malholtra (1997) menyatakan bahwa
manajemen pengetahuan merupakan
proses-proses organisasional yang
mencari kombinasi sinergis kapasitas
pemrosesan data dan informasi dari
teknologi informasi, dan kapasitas
inovatif dari manusia.
10. Definisi Manajemen Pengetahuan
Laudon dan Laudon (1998)
memandang manajemen
pengetahuan sebagai proses untuk
mengelola dan meningkatkan
penyimpanan pengetahuan secara
sistematis dalam organisasi.
11. Definisi Manajemen Pengetahuan
Davenport dan Prusak (1999) mendefinisikan
manajemen pengetahuan sebagai upaya
untuk melakukan sesuatu yang berguna
terhadap pengetahuan guna mencapai tujuan
organisasi melalui manusia, teknologi dan
pengetahuan. Manajemen pengetahuan
menurut Davenport dan Prusak
tersebut, terdiri dari proses untuk
menjaring, mendistribusikan dan
menggunakan pengetahuan secara efektif.
12. Definisi Manajemen Pengetahuan
Business Architects (1999)
mendefinisikan manajemen
pengetahuan sebagai proses untuk
mengidentifikasi, menangkap,
mengorganisasi, mengungkit dan
mendiseminasi informasi guna
peningkatan profitabilitas dan
keunggulan bersaing.
13. Definisi Manajemen Pengetahuan
OBrien (1999) mendefinisikan
manajemen pengetahuan sebagai sebuah
alat kolaborasi perusahaan yang
melayani organisasi dan manajemen
untuk saling berbagi bentuk-bentuk
informasi bisnis yang beragam yang
diciptakan oleh individu-individu dan tim
dalam organisasi.
14. Definisi Manajemen Pengetahuan
APQC (1999), mendefinisikan
manajemen pengetahuan sebagai
proses pengalokasian, pentransferan,
dan penggunaan informasi dan
kepakaran di dalam sebuah
organisasi.
15. Definisi Manajemen Pengetahuan
Gartner Group (2000) menyatakan
bahwa manajemen pengetahuan
merupakan suatu pendekatan
terintegrasi untuk mengidentifikasi,
menangkap, mengambil ulang,
membagi dan mengevaluasi aset
informasi perusahaan.
16. Definisi Manajemen Pengetahuan
Sveiby (2000; 2001) menerangkan
bahwa manajemen pengetahuan
sebagai suatupendekatan dinamis
untuk mengelola pengetahuan bisnis
secara optimal.
17. Definisi Manajemen Pengetahuan
Beijerse (2000) mendefinisikan
manajemen pengetahuan sebagai
pengelolaan informasi di dalam sebuah
organisasi dengan mengarahkan strategi,
struktur, budaya dan sistem, dan
kapasitas dan sikap mental manusia
dengan memperhatikan pengetahuan
mereka.
18. Manajemen Pengetahuan & Tujuan
Organisasi
Tujuan organisasi yang hendak dicapai melalui manajemen pengetahuan
tersebut, diantaranya adalah:
Mampu beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan yang sangat
dinamis.
Mengelola dan meningkatkan kompetensi individu dan perusahaan untuk
meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan
Mengelola dan meningkatkan dokumentasi pengetahuan
Meningkatkan produktivitas kerja
Meningkatkan kontribusi pada profitabilitas perusahaan
Meningkatkan respon terhadap peluang secara cepat dan cerdas
19. Sejarah Manajemen Pengetahuan
Mulai awal tahun 90-an, terdapat dua
cabang manajemen pengetahuan yang
masing-masing disebut sebagai :
Manajemen Pengetahuan Generasi
Pertama (First generation Knowledge
Management ) dan Manajemen
Pengetahuan Generasi Kedua (Second
generation Knowledge Management ).
20. Manajemen Pengetahuan Generasi
Pertama
Manajemen Pengetahuan Generasi Pertama, dicirikan
oleh:
Penjaringan informasi dan pengalaman yang mudah
diakses di dalam lingkungan perusahaan, sehingga
perusahaan memiliki aset informasi yang sangat baik.
Penggunaan teknologi informasi sangat diperlukan.
Alat analisis sistem dan teori manajemen sistem sangat
diperlukan.
Kurang mementingkan tentang bagaimana suatu
informasi dimanfaatkan.
Hasil solusi manajemen pengetahuan generasi pertama
umumnya masih kontra-produktif terhadap tujuan,
karena tidak mampu menciptakan pengetahuan baru.
21. Manajemen Pengetahuan Generasi
Kedua
Manajemen Pengetahuan Generasi Kedua, dicirikan oleh:
Mampu memberikan prioritas cara kepada anggota organisasi untuk
membangun dan menggunakan pengetahuan.
Organisasi tempat implementasi manajemen pengetahuan tersebut,
mampu tumbuh sebagai organisasi yang belajar.
Penggunaan teori dan manajemen pembelajaran sangat diperlukan.
Pengetahuan lebih banyak diciptakan dan dibagikan daripada hanya
sekedar diambil ulang saja.
Hasil solusi manajemen pengetahuan generasi kedua sangat
berkontribusi pada kemampuan organisasi untuk secara adaptif
melakukan perubahan struktur dalam rangka merespon perubahan
lingkungannya.
22. Evolusi Manajemen Pengetahuan
Arah perkembangan sejarah manajemen pengetahuan tersebut
dapat dilihat dengan cara mengikuti perkembangan tahapan
kegiatan ekonomi yang terjadi secara kronologis, yaitu sebagai
berikut:
Tahapan Ekonomi Agraris, dicirikan oleh penciptaan produk untuk
konsumsi
Tahapan Ekonomi Sumber Daya Alam, dicirikan oleh adanya
eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam.
Tahapan Revolusi Produk, dicirikan oleh adanya fokus pada
kemampuan operasional yang sangat tinggi dan kepemimpinan
produk.
Tahapan Revolusi Pengetahuan, dicirikan oleh fokus baru pada
kedekatan pelanggan (customer intimacy).