際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
DISNAKERSOSDISNAKERSOS
KOTA BALIKPAPANKOTA BALIKPAPAN
22
SUATU SISTEMSUATU SISTEM HUBUNGAN YANGHUBUNGAN YANG
TERBENTUKTERBENTUK ANTARA PARA PELAKUANTARA PARA PELAKU
DALAM PROSES PRODUKSI BARANGDALAM PROSES PRODUKSI BARANG
DAN / ATAU JASA YANG TERDIRI DARIDAN / ATAU JASA YANG TERDIRI DARI
UNSUR PENGUSAHA, PEKERJA/BURUH,UNSUR PENGUSAHA, PEKERJA/BURUH,
DAN PEMERINTAH YANG DIDASARKANDAN PEMERINTAH YANG DIDASARKAN
PADA NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUDPADA NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUD
NEGARA R.I.1945NEGARA R.I.1945
((UU 13/2003, psl. 1 butir 16UU 13/2003, psl. 1 butir 16))
HUBUNGAN INDUSTRIALHUBUNGAN INDUSTRIAL
33
FUNGSIFUNGSI (pasal 102)(pasal 102)
PEMERINTAHPEMERINTAH
1.1. MENETAPKAN KEBIJAKANMENETAPKAN KEBIJAKAN
2.2. MEMBERIKAN PELAYANANMEMBERIKAN PELAYANAN
3.3. MELAKSANAKAN PENGAWASANMELAKSANAKAN PENGAWASAN
4.4. MELAKUKAN PENINDAKAN TERHADAPMELAKUKAN PENINDAKAN TERHADAP
PELANGGARAN PERATURAN PER-UU-PELANGGARAN PERATURAN PER-UU-
AN KETENAGAKERJAANAN KETENAGAKERJAAN
44
FUNGSIFUNGSI
PEKERJA/BURUH DAN SERIKATPEKERJA/BURUH DAN SERIKAT
PEKERJA/BURUHPEKERJA/BURUH
1.1. MENJALANKAN PEKERJAAN SESUAI DENGANMENJALANKAN PEKERJAAN SESUAI DENGAN
KEWAJIBANNYA.KEWAJIBANNYA.
2.2. MENJAGA KETERTIBAN DEMI KELANGSUNGANMENJAGA KETERTIBAN DEMI KELANGSUNGAN
PRODUKSI.PRODUKSI.
3.3. MENYALURKAN ASPIRASI SECARA DEMOKRATIS.MENYALURKAN ASPIRASI SECARA DEMOKRATIS.
4.4. MENGEMBANGKAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIANMENGEMBANGKAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN
5.5. IKUT MEMAJUKAN PERUSAHAAN.IKUT MEMAJUKAN PERUSAHAAN.
6.6. MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTAMEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA
BESERTA KELUARGANYA.BESERTA KELUARGANYA.
55
FUNGSIFUNGSI
PENGUSAHA DAN ORGANISASIPENGUSAHA DAN ORGANISASI
PENGUSAHAPENGUSAHA
1.1.MENCIPTAKAN KEMITRAAN.MENCIPTAKAN KEMITRAAN.
2.2.MENGEMBANGKAN USAHA.MENGEMBANGKAN USAHA.
3.3.MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA.MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA.
4.4.MEMBERIKAN KESEJAHTERAANMEMBERIKAN KESEJAHTERAAN
PEKERJA/BURUH SECARA TERBUKA,PEKERJA/BURUH SECARA TERBUKA,
DEMOKRATIS DAN BERKEADILAN.DEMOKRATIS DAN BERKEADILAN.
66
FILOSOFI HUBUNGAN INDUSTRIALFILOSOFI HUBUNGAN INDUSTRIAL
PANCASILA
UUD 1945
PASAL 27
HAK ATAS PEKERJAAN
HAK UNTUK HIDUP LAYAK
PASAL 28
HAK BERPENDAPAT
HAK BERSERIKAT
DIATUR DALAM
UU KETENAGAKERJAAN
77
MAKNAMAKNA
 TERDAPAT HUBUNGAN KERJA DIANTARA PARATERDAPAT HUBUNGAN KERJA DIANTARA PARA
PELAKU PROSES PRODUKSI;PELAKU PROSES PRODUKSI;
 DALAM PELAKSANAANNYA TERDAPAT HAK &DALAM PELAKSANAANNYA TERDAPAT HAK &
KEWAJIBAN MASING-MASING PIHAK;KEWAJIBAN MASING-MASING PIHAK;
 MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA YAITU INGINMEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA YAITU INGIN
MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP,MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP,
KEMAJUAN PERUSAHAAN DAN UNTUKKEMAJUAN PERUSAHAAN DAN UNTUK
MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN;MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN;
 PEMERINTAH BERKEWAJIBAN UNTUKPEMERINTAH BERKEWAJIBAN UNTUK
MELAKUKAN PEMBINAAN AGAR TERWUJUDMELAKUKAN PEMBINAAN AGAR TERWUJUD
HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG KONDUSIF.HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG KONDUSIF.
88
CIRI-CIRI HUBUNGANCIRI-CIRI HUBUNGAN
INDUSTRIAL DI INDONESIAINDUSTRIAL DI INDONESIA
1.1. KEMITRAANKEMITRAAN
ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DIANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI
PERUSAHAAN MEMPUNYAI KEDUDUKANPERUSAHAAN MEMPUNYAI KEDUDUKAN
YANG SAMA (SETARA)YANG SAMA (SETARA)
2.2. DEMOKRASIDEMOKRASI
SEGALA SESUATU HENDAKNYASEGALA SESUATU HENDAKNYA
DISELESAIKAN SECARA MUSYAWARAHDISELESAIKAN SECARA MUSYAWARAH
UNTUK MUFAKATUNTUK MUFAKAT
3.3. KEKELUARGAANKEKELUARGAAN
MEMBANGUN SUASANA KEKELUARGAANMEMBANGUN SUASANA KEKELUARGAAN
ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA YANGANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA YANG
HARMONIS, SERASI DAN SELARASHARMONIS, SERASI DAN SELARAS
99
LANDASAN HUKUMLANDASAN HUKUM
HUBUNGAN INDUSTRIALHUBUNGAN INDUSTRIAL
a. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 :
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
b. UU No. 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja;
c. UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan
Sosial Tenaga Kerja beserta peraturan
pelaksanaannya.
1010
Landasan Hukum Hubungan IndustrialLandasan Hukum Hubungan Industrial
(Lanjutan)(Lanjutan)
d. UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/
Serikat Buruh beserta peraturan
pelaksanaannya;
e.e. UU No. 13 Tahun 2003 tentangUU No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan beserta peraturanKetenagakerjaan beserta peraturan
pelaksanaannya;pelaksanaannya;
f.f. UU No. 2 Tahun 2004 tentang PenyelesaianUU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial besertaPerselisihan Hubungan Industrial beserta
peraturan pelaksanaannya;peraturan pelaksanaannya;
1111
SARANA HUBUNGAN INDUSTRIALSARANA HUBUNGAN INDUSTRIAL
(Psl. 103, UU 13/2003)(Psl. 103, UU 13/2003)
1.1. SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH,SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH,
2.2. ORGANISASI PENGUSAHA,ORGANISASI PENGUSAHA,
3.3. LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT,LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT,
4.4. LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT,LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT,
5.5. PERATURAN PERUSAHAAN,PERATURAN PERUSAHAAN,
6.6. PERJANJIAN KERJA BERSAMA,PERJANJIAN KERJA BERSAMA,
7.7. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGANPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KETENAGAKERJAAN,KETENAGAKERJAAN,
8.8. LEMBAGA PENYELESAIANLEMBAGA PENYELESAIAN
PERSELISIHAN HUBUNGANPERSELISIHAN HUBUNGAN
INDUSTRIAL.INDUSTRIAL.
1212
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
ORGANISASI YANG DIBENTUK DARI, OLEH,ORGANISASI YANG DIBENTUK DARI, OLEH,
DAN UNTUK PEKERJA/BURUH DIDAN UNTUK PEKERJA/BURUH DI
PERUSAHAAN MAUPUN DI LUARPERUSAHAAN MAUPUN DI LUAR
PERUSAHAAN, YANG BERSIFAT BEBAS,PERUSAHAAN, YANG BERSIFAT BEBAS,
TERBUKA, MANDIRI, DEMOKRATIS, DANTERBUKA, MANDIRI, DEMOKRATIS, DAN
BERTANGGUNG JAWAB GUNABERTANGGUNG JAWAB GUNA
MEMPERJUANGKAN, MEMBELA SERTAMEMPERJUANGKAN, MEMBELA SERTA
MELINDUNGI HAK DAN KEPENTINGANMELINDUNGI HAK DAN KEPENTINGAN
PEKERJA/BURUH SERTA MENINGKATKANPEKERJA/BURUH SERTA MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH DANKESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH DAN
KELUARGANYAKELUARGANYA
(UU 13/2003, Psl 1 butir 17)(UU 13/2003, Psl 1 butir 17)
SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHSERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
1313
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 Setiap pekerja/buruh berhakSetiap pekerja/buruh berhak
membentuk dan menjadi anggota SP/SBmembentuk dan menjadi anggota SP/SB
 SP/SB dibentuk oleh sekurang- kurangnyaSP/SB dibentuk oleh sekurang- kurangnya
1010
(sepuluh) orang pekerja/buruh(sepuluh) orang pekerja/buruh
 SP/SB berhak membentuk dan menjadiSP/SB berhak membentuk dan menjadi
anggota Federasi SP/SBanggota Federasi SP/SB
 Federasi SP/SB dibentuk oleh sekurang-Federasi SP/SB dibentuk oleh sekurang-
kurangnya 5 (lima) SP/SBkurangnya 5 (lima) SP/SB
SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHSERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
1414
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 Organisasi terdiri dari perkumpulanOrganisasi terdiri dari perkumpulan
pengusaha-pengusahapengusaha-pengusaha
 setiap pengusaha berhak membentuk dansetiap pengusaha berhak membentuk dan
menjadi anggota organisasi pengusahamenjadi anggota organisasi pengusaha
ORGANISASI PENGUSAHAORGANISASI PENGUSAHA
1515
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
FORUM KOMUNIKASI DAN KONSULTASIFORUM KOMUNIKASI DAN KONSULTASI
MENGENAI HAL-HAL YANG BERKAITANMENGENAI HAL-HAL YANG BERKAITAN
DENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI SATUDENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI SATU
PERUSAHAAN YANG ANGGOTANYAPERUSAHAAN YANG ANGGOTANYA
TERDIRI DARI PENGUSAHA DAN SERIKATTERDIRI DARI PENGUSAHA DAN SERIKAT
PEKERJA/SERIKAT BURUH YANG SUDAHPEKERJA/SERIKAT BURUH YANG SUDAH
TERCATAT PADA INSTANSI YANGTERCATAT PADA INSTANSI YANG
BERTANGGUNG JAWAB DI BIDANGBERTANGGUNG JAWAB DI BIDANG
KETENAGAKERJAAN ATAU UNSURKETENAGAKERJAAN ATAU UNSUR
PEKERJA/BURUHPEKERJA/BURUH
(UU 13/2003, Psl 1 butir 18)(UU 13/2003, Psl 1 butir 18)
LEMBAGA KERJASAMA BIPARTITLEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT
1616
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL

Setiap perusahaan yang mempekerjakan 50Setiap perusahaan yang mempekerjakan 50
(lima puluh) orang pekerja/buruh atau lebih(lima puluh) orang pekerja/buruh atau lebih
wajib membentuk LKS Bipartitwajib membentuk LKS Bipartit
 Lembaga Kerjasama Bipartit dapat dibentuk
sesudah atau sebelum terbentuknya serikat
pekerja/serikat buruh di perusahaan.
 Lembaga Kerjasama Bipartit terbentuk
merupakan hasil permufakatan antara
pekerja/buruh dan pengusaha.
LEMBAGA KERJASAMA BIPARTITLEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT
1717
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
FORUM KOMUNIKASI, KONSULTASI DANFORUM KOMUNIKASI, KONSULTASI DAN
MUSYAWARAH TENTANG MASALAHMUSYAWARAH TENTANG MASALAH
KETENAGAKERJAAN YANG ANGGOTANYAKETENAGAKERJAAN YANG ANGGOTANYA
TERDIRI DARI UNSUR ORGANISASITERDIRI DARI UNSUR ORGANISASI
PENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA/SERIKATPENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA/SERIKAT
BURUH, DAN PEMERINTAHBURUH, DAN PEMERINTAH
(UU 13/2003, Psl 1 butir 19(UU 13/2003, Psl 1 butir 19 ))
LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTITLEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT
1818
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 LKS Tripartit memberikan pertimbangan,LKS Tripartit memberikan pertimbangan,
dandan
saran dan pendapat kepada pemerintahsaran dan pendapat kepada pemerintah
dandan
pihak terkait dalam penyusunan kebijakanpihak terkait dalam penyusunan kebijakan
dan pemecahan masalah ketenagakerjaan.dan pemecahan masalah ketenagakerjaan.
 Tingkat Nasional, Provinsi, Kota,Tingkat Nasional, Provinsi, Kota,
Kabupaten.Kabupaten.
 Pengaturan Tata Kerja dan SusunanPengaturan Tata Kerja dan Susunan
Organisasi ada dalam PP No. 8 Tahun 1985Organisasi ada dalam PP No. 8 Tahun 1985
LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTITLEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT
1919
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
PERATURAN YANG DIBUAT SECARAPERATURAN YANG DIBUAT SECARA
TERTULIS OLEH PENGUSAHA YANGTERTULIS OLEH PENGUSAHA YANG
MEMUAT SYARAT-SYARAT KERJA DANMEMUAT SYARAT-SYARAT KERJA DAN
TATA TERTIB PERUSAHAANTATA TERTIB PERUSAHAAN
((UU 13/2003, Psl 1 butir 20UU 13/2003, Psl 1 butir 20 ))
PERATURAN PERUSAHAAN (PP)PERATURAN PERUSAHAAN (PP)
2020
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 Pengusaha yang mempekerjakanPengusaha yang mempekerjakan
pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10
(sepuluh) orang wajib membuat PP(sepuluh) orang wajib membuat PP
 Tidak berlaku bagi perusahaan yang telahTidak berlaku bagi perusahaan yang telah
memiliki PKBmemiliki PKB
PERATURAN PERUSAHAAN (PP)PERATURAN PERUSAHAAN (PP)
2121
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
PERJANJIAN YANG MERUPAKAN HASILPERJANJIAN YANG MERUPAKAN HASIL
PERUNDINGAN ANTARA SP/SB ATAUPERUNDINGAN ANTARA SP/SB ATAU
BEBERAPA SP/SB YANG TERCATAT PADABEBERAPA SP/SB YANG TERCATAT PADA
INSTANSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DIINSTANSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DI
BIDANG KETENAGAKERJAAN DENGANBIDANG KETENAGAKERJAAN DENGAN
PENGUSAHA, ATAU BEBERAPAPENGUSAHA, ATAU BEBERAPA
PENGUSAHA ATAU PERKUMPULANPENGUSAHA ATAU PERKUMPULAN
PENGUSAHA YANG MEMUAT SYARAT-PENGUSAHA YANG MEMUAT SYARAT-
SYARAT KERJA, HAK DAN KEWAJIBANSYARAT KERJA, HAK DAN KEWAJIBAN
KEDUA BELAH PIHAKKEDUA BELAH PIHAK
((UU 13/2003, Psl 1 butir 21UU 13/2003, Psl 1 butir 21 ))
PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)
2222
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 Penyusunan dilaksanakan secaraPenyusunan dilaksanakan secara
musyawarahmusyawarah
 dibuat secara tertulis, dengan huruf latindibuat secara tertulis, dengan huruf latin
dandan
berbahasa Indonesiaberbahasa Indonesia
 dalam hal tidak berbahasa Indonesia, makadalam hal tidak berbahasa Indonesia, maka
harus diterjemahkan dengan penerjemahharus diterjemahkan dengan penerjemah
tersumpahtersumpah
PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)
2323
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
UU, KEPUTUSAN PRESIDEN, PERATURANUU, KEPUTUSAN PRESIDEN, PERATURAN
PEMERINTAH, KEPUTUSAN MENTERI,dllPEMERINTAH, KEPUTUSAN MENTERI,dll
YANG BERKAITAN DENGAN BIDANGYANG BERKAITAN DENGAN BIDANG
KETENAGAKERJAANKETENAGAKERJAAN
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGANPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KETENAGAKERJAANKETENAGAKERJAAN
2424
SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN
INDUSTRIALINDUSTRIAL
 DI DALAM PENGADILANDI DALAM PENGADILAN
 DI LUAR PENGADILANDI LUAR PENGADILAN
LEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHANLEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHAN
HUBUNGAN INDUSTRIAL.HUBUNGAN INDUSTRIAL.
2525
SEPAKAT 2 PIHAK
PERSELISIHAN
KEPENTINGAN SP/SB HAK PHK
BIPARTIT
DISNAKER
ARBITER KONSILIASI MEDIASI
PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
MAHKAMAH AGUNG
(KASASI)
PUTUSAN
FINAL
PB PB
PB 30 HARI
Ps. 3 (2)
30 HARI
Ps 15,
Ps 25,
Ps 40 (1)
50 HARI
Ps. 103
30 HARI
Ps 115
PROSEDUR PENYELESAIANPROSEDUR PENYELESAIAN
PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIALPERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
140
HARI
P. PHKP. HAK
PK
2626
TERIMA KASIHTERIMA KASIH

More Related Content

Sarana hubungan industrial

  • 2. 22 SUATU SISTEMSUATU SISTEM HUBUNGAN YANGHUBUNGAN YANG TERBENTUKTERBENTUK ANTARA PARA PELAKUANTARA PARA PELAKU DALAM PROSES PRODUKSI BARANGDALAM PROSES PRODUKSI BARANG DAN / ATAU JASA YANG TERDIRI DARIDAN / ATAU JASA YANG TERDIRI DARI UNSUR PENGUSAHA, PEKERJA/BURUH,UNSUR PENGUSAHA, PEKERJA/BURUH, DAN PEMERINTAH YANG DIDASARKANDAN PEMERINTAH YANG DIDASARKAN PADA NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUDPADA NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUD NEGARA R.I.1945NEGARA R.I.1945 ((UU 13/2003, psl. 1 butir 16UU 13/2003, psl. 1 butir 16)) HUBUNGAN INDUSTRIALHUBUNGAN INDUSTRIAL
  • 3. 33 FUNGSIFUNGSI (pasal 102)(pasal 102) PEMERINTAHPEMERINTAH 1.1. MENETAPKAN KEBIJAKANMENETAPKAN KEBIJAKAN 2.2. MEMBERIKAN PELAYANANMEMBERIKAN PELAYANAN 3.3. MELAKSANAKAN PENGAWASANMELAKSANAKAN PENGAWASAN 4.4. MELAKUKAN PENINDAKAN TERHADAPMELAKUKAN PENINDAKAN TERHADAP PELANGGARAN PERATURAN PER-UU-PELANGGARAN PERATURAN PER-UU- AN KETENAGAKERJAANAN KETENAGAKERJAAN
  • 4. 44 FUNGSIFUNGSI PEKERJA/BURUH DAN SERIKATPEKERJA/BURUH DAN SERIKAT PEKERJA/BURUHPEKERJA/BURUH 1.1. MENJALANKAN PEKERJAAN SESUAI DENGANMENJALANKAN PEKERJAAN SESUAI DENGAN KEWAJIBANNYA.KEWAJIBANNYA. 2.2. MENJAGA KETERTIBAN DEMI KELANGSUNGANMENJAGA KETERTIBAN DEMI KELANGSUNGAN PRODUKSI.PRODUKSI. 3.3. MENYALURKAN ASPIRASI SECARA DEMOKRATIS.MENYALURKAN ASPIRASI SECARA DEMOKRATIS. 4.4. MENGEMBANGKAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIANMENGEMBANGKAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN 5.5. IKUT MEMAJUKAN PERUSAHAAN.IKUT MEMAJUKAN PERUSAHAAN. 6.6. MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTAMEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA BESERTA KELUARGANYA.BESERTA KELUARGANYA.
  • 5. 55 FUNGSIFUNGSI PENGUSAHA DAN ORGANISASIPENGUSAHA DAN ORGANISASI PENGUSAHAPENGUSAHA 1.1.MENCIPTAKAN KEMITRAAN.MENCIPTAKAN KEMITRAAN. 2.2.MENGEMBANGKAN USAHA.MENGEMBANGKAN USAHA. 3.3.MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA.MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA. 4.4.MEMBERIKAN KESEJAHTERAANMEMBERIKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH SECARA TERBUKA,PEKERJA/BURUH SECARA TERBUKA, DEMOKRATIS DAN BERKEADILAN.DEMOKRATIS DAN BERKEADILAN.
  • 6. 66 FILOSOFI HUBUNGAN INDUSTRIALFILOSOFI HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA UUD 1945 PASAL 27 HAK ATAS PEKERJAAN HAK UNTUK HIDUP LAYAK PASAL 28 HAK BERPENDAPAT HAK BERSERIKAT DIATUR DALAM UU KETENAGAKERJAAN
  • 7. 77 MAKNAMAKNA TERDAPAT HUBUNGAN KERJA DIANTARA PARATERDAPAT HUBUNGAN KERJA DIANTARA PARA PELAKU PROSES PRODUKSI;PELAKU PROSES PRODUKSI; DALAM PELAKSANAANNYA TERDAPAT HAK &DALAM PELAKSANAANNYA TERDAPAT HAK & KEWAJIBAN MASING-MASING PIHAK;KEWAJIBAN MASING-MASING PIHAK; MEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA YAITU INGINMEMPUNYAI TUJUAN YANG SAMA YAITU INGIN MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP,MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP, KEMAJUAN PERUSAHAAN DAN UNTUKKEMAJUAN PERUSAHAAN DAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN;MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN; PEMERINTAH BERKEWAJIBAN UNTUKPEMERINTAH BERKEWAJIBAN UNTUK MELAKUKAN PEMBINAAN AGAR TERWUJUDMELAKUKAN PEMBINAAN AGAR TERWUJUD HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG KONDUSIF.HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG KONDUSIF.
  • 8. 88 CIRI-CIRI HUBUNGANCIRI-CIRI HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIAINDUSTRIAL DI INDONESIA 1.1. KEMITRAANKEMITRAAN ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DIANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI PERUSAHAAN MEMPUNYAI KEDUDUKANPERUSAHAAN MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG SAMA (SETARA)YANG SAMA (SETARA) 2.2. DEMOKRASIDEMOKRASI SEGALA SESUATU HENDAKNYASEGALA SESUATU HENDAKNYA DISELESAIKAN SECARA MUSYAWARAHDISELESAIKAN SECARA MUSYAWARAH UNTUK MUFAKATUNTUK MUFAKAT 3.3. KEKELUARGAANKEKELUARGAAN MEMBANGUN SUASANA KEKELUARGAANMEMBANGUN SUASANA KEKELUARGAAN ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA YANGANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA YANG HARMONIS, SERASI DAN SELARASHARMONIS, SERASI DAN SELARAS
  • 9. 99 LANDASAN HUKUMLANDASAN HUKUM HUBUNGAN INDUSTRIALHUBUNGAN INDUSTRIAL a. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan b. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; c. UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja beserta peraturan pelaksanaannya.
  • 10. 1010 Landasan Hukum Hubungan IndustrialLandasan Hukum Hubungan Industrial (Lanjutan)(Lanjutan) d. UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh beserta peraturan pelaksanaannya; e.e. UU No. 13 Tahun 2003 tentangUU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan beserta peraturanKetenagakerjaan beserta peraturan pelaksanaannya;pelaksanaannya; f.f. UU No. 2 Tahun 2004 tentang PenyelesaianUU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial besertaPerselisihan Hubungan Industrial beserta peraturan pelaksanaannya;peraturan pelaksanaannya;
  • 11. 1111 SARANA HUBUNGAN INDUSTRIALSARANA HUBUNGAN INDUSTRIAL (Psl. 103, UU 13/2003)(Psl. 103, UU 13/2003) 1.1. SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH,SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH, 2.2. ORGANISASI PENGUSAHA,ORGANISASI PENGUSAHA, 3.3. LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT,LEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT, 4.4. LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT,LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT, 5.5. PERATURAN PERUSAHAAN,PERATURAN PERUSAHAAN, 6.6. PERJANJIAN KERJA BERSAMA,PERJANJIAN KERJA BERSAMA, 7.7. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGANPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAAN,KETENAGAKERJAAN, 8.8. LEMBAGA PENYELESAIANLEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGANPERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL.INDUSTRIAL.
  • 12. 1212 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL ORGANISASI YANG DIBENTUK DARI, OLEH,ORGANISASI YANG DIBENTUK DARI, OLEH, DAN UNTUK PEKERJA/BURUH DIDAN UNTUK PEKERJA/BURUH DI PERUSAHAAN MAUPUN DI LUARPERUSAHAAN MAUPUN DI LUAR PERUSAHAAN, YANG BERSIFAT BEBAS,PERUSAHAAN, YANG BERSIFAT BEBAS, TERBUKA, MANDIRI, DEMOKRATIS, DANTERBUKA, MANDIRI, DEMOKRATIS, DAN BERTANGGUNG JAWAB GUNABERTANGGUNG JAWAB GUNA MEMPERJUANGKAN, MEMBELA SERTAMEMPERJUANGKAN, MEMBELA SERTA MELINDUNGI HAK DAN KEPENTINGANMELINDUNGI HAK DAN KEPENTINGAN PEKERJA/BURUH SERTA MENINGKATKANPEKERJA/BURUH SERTA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH DANKESEJAHTERAAN PEKERJA/BURUH DAN KELUARGANYAKELUARGANYA (UU 13/2003, Psl 1 butir 17)(UU 13/2003, Psl 1 butir 17) SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHSERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
  • 13. 1313 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL Setiap pekerja/buruh berhakSetiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota SP/SBmembentuk dan menjadi anggota SP/SB SP/SB dibentuk oleh sekurang- kurangnyaSP/SB dibentuk oleh sekurang- kurangnya 1010 (sepuluh) orang pekerja/buruh(sepuluh) orang pekerja/buruh SP/SB berhak membentuk dan menjadiSP/SB berhak membentuk dan menjadi anggota Federasi SP/SBanggota Federasi SP/SB Federasi SP/SB dibentuk oleh sekurang-Federasi SP/SB dibentuk oleh sekurang- kurangnya 5 (lima) SP/SBkurangnya 5 (lima) SP/SB SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHSERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
  • 14. 1414 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL Organisasi terdiri dari perkumpulanOrganisasi terdiri dari perkumpulan pengusaha-pengusahapengusaha-pengusaha setiap pengusaha berhak membentuk dansetiap pengusaha berhak membentuk dan menjadi anggota organisasi pengusahamenjadi anggota organisasi pengusaha ORGANISASI PENGUSAHAORGANISASI PENGUSAHA
  • 15. 1515 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL FORUM KOMUNIKASI DAN KONSULTASIFORUM KOMUNIKASI DAN KONSULTASI MENGENAI HAL-HAL YANG BERKAITANMENGENAI HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI SATUDENGAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI SATU PERUSAHAAN YANG ANGGOTANYAPERUSAHAAN YANG ANGGOTANYA TERDIRI DARI PENGUSAHA DAN SERIKATTERDIRI DARI PENGUSAHA DAN SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH YANG SUDAHPEKERJA/SERIKAT BURUH YANG SUDAH TERCATAT PADA INSTANSI YANGTERCATAT PADA INSTANSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DI BIDANGBERTANGGUNG JAWAB DI BIDANG KETENAGAKERJAAN ATAU UNSURKETENAGAKERJAAN ATAU UNSUR PEKERJA/BURUHPEKERJA/BURUH (UU 13/2003, Psl 1 butir 18)(UU 13/2003, Psl 1 butir 18) LEMBAGA KERJASAMA BIPARTITLEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT
  • 16. 1616 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL Setiap perusahaan yang mempekerjakan 50Setiap perusahaan yang mempekerjakan 50 (lima puluh) orang pekerja/buruh atau lebih(lima puluh) orang pekerja/buruh atau lebih wajib membentuk LKS Bipartitwajib membentuk LKS Bipartit Lembaga Kerjasama Bipartit dapat dibentuk sesudah atau sebelum terbentuknya serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan. Lembaga Kerjasama Bipartit terbentuk merupakan hasil permufakatan antara pekerja/buruh dan pengusaha. LEMBAGA KERJASAMA BIPARTITLEMBAGA KERJASAMA BIPARTIT
  • 17. 1717 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL FORUM KOMUNIKASI, KONSULTASI DANFORUM KOMUNIKASI, KONSULTASI DAN MUSYAWARAH TENTANG MASALAHMUSYAWARAH TENTANG MASALAH KETENAGAKERJAAN YANG ANGGOTANYAKETENAGAKERJAAN YANG ANGGOTANYA TERDIRI DARI UNSUR ORGANISASITERDIRI DARI UNSUR ORGANISASI PENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA/SERIKATPENGUSAHA, SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH, DAN PEMERINTAHBURUH, DAN PEMERINTAH (UU 13/2003, Psl 1 butir 19(UU 13/2003, Psl 1 butir 19 )) LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTITLEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT
  • 18. 1818 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL LKS Tripartit memberikan pertimbangan,LKS Tripartit memberikan pertimbangan, dandan saran dan pendapat kepada pemerintahsaran dan pendapat kepada pemerintah dandan pihak terkait dalam penyusunan kebijakanpihak terkait dalam penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan.dan pemecahan masalah ketenagakerjaan. Tingkat Nasional, Provinsi, Kota,Tingkat Nasional, Provinsi, Kota, Kabupaten.Kabupaten. Pengaturan Tata Kerja dan SusunanPengaturan Tata Kerja dan Susunan Organisasi ada dalam PP No. 8 Tahun 1985Organisasi ada dalam PP No. 8 Tahun 1985 LEMBAGA KERJASAMA TRIPARTITLEMBAGA KERJASAMA TRIPARTIT
  • 19. 1919 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL PERATURAN YANG DIBUAT SECARAPERATURAN YANG DIBUAT SECARA TERTULIS OLEH PENGUSAHA YANGTERTULIS OLEH PENGUSAHA YANG MEMUAT SYARAT-SYARAT KERJA DANMEMUAT SYARAT-SYARAT KERJA DAN TATA TERTIB PERUSAHAANTATA TERTIB PERUSAHAAN ((UU 13/2003, Psl 1 butir 20UU 13/2003, Psl 1 butir 20 )) PERATURAN PERUSAHAAN (PP)PERATURAN PERUSAHAAN (PP)
  • 20. 2020 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL Pengusaha yang mempekerjakanPengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10pekerja/buruh sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang wajib membuat PP(sepuluh) orang wajib membuat PP Tidak berlaku bagi perusahaan yang telahTidak berlaku bagi perusahaan yang telah memiliki PKBmemiliki PKB PERATURAN PERUSAHAAN (PP)PERATURAN PERUSAHAAN (PP)
  • 21. 2121 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL PERJANJIAN YANG MERUPAKAN HASILPERJANJIAN YANG MERUPAKAN HASIL PERUNDINGAN ANTARA SP/SB ATAUPERUNDINGAN ANTARA SP/SB ATAU BEBERAPA SP/SB YANG TERCATAT PADABEBERAPA SP/SB YANG TERCATAT PADA INSTANSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DIINSTANSI YANG BERTANGGUNG JAWAB DI BIDANG KETENAGAKERJAAN DENGANBIDANG KETENAGAKERJAAN DENGAN PENGUSAHA, ATAU BEBERAPAPENGUSAHA, ATAU BEBERAPA PENGUSAHA ATAU PERKUMPULANPENGUSAHA ATAU PERKUMPULAN PENGUSAHA YANG MEMUAT SYARAT-PENGUSAHA YANG MEMUAT SYARAT- SYARAT KERJA, HAK DAN KEWAJIBANSYARAT KERJA, HAK DAN KEWAJIBAN KEDUA BELAH PIHAKKEDUA BELAH PIHAK ((UU 13/2003, Psl 1 butir 21UU 13/2003, Psl 1 butir 21 )) PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)
  • 22. 2222 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL Penyusunan dilaksanakan secaraPenyusunan dilaksanakan secara musyawarahmusyawarah dibuat secara tertulis, dengan huruf latindibuat secara tertulis, dengan huruf latin dandan berbahasa Indonesiaberbahasa Indonesia dalam hal tidak berbahasa Indonesia, makadalam hal tidak berbahasa Indonesia, maka harus diterjemahkan dengan penerjemahharus diterjemahkan dengan penerjemah tersumpahtersumpah PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)PERJANJIAN KERJA BERSAMA (PKB)
  • 23. 2323 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL UU, KEPUTUSAN PRESIDEN, PERATURANUU, KEPUTUSAN PRESIDEN, PERATURAN PEMERINTAH, KEPUTUSAN MENTERI,dllPEMERINTAH, KEPUTUSAN MENTERI,dll YANG BERKAITAN DENGAN BIDANGYANG BERKAITAN DENGAN BIDANG KETENAGAKERJAANKETENAGAKERJAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGANPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KETENAGAKERJAANKETENAGAKERJAAN
  • 24. 2424 SARANA HUBUNGANSARANA HUBUNGAN INDUSTRIALINDUSTRIAL DI DALAM PENGADILANDI DALAM PENGADILAN DI LUAR PENGADILANDI LUAR PENGADILAN LEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHANLEMBAGA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL.HUBUNGAN INDUSTRIAL.
  • 25. 2525 SEPAKAT 2 PIHAK PERSELISIHAN KEPENTINGAN SP/SB HAK PHK BIPARTIT DISNAKER ARBITER KONSILIASI MEDIASI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MAHKAMAH AGUNG (KASASI) PUTUSAN FINAL PB PB PB 30 HARI Ps. 3 (2) 30 HARI Ps 15, Ps 25, Ps 40 (1) 50 HARI Ps. 103 30 HARI Ps 115 PROSEDUR PENYELESAIANPROSEDUR PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIALPERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 140 HARI P. PHKP. HAK PK