1. NABI MUHAMMAD TERIMA WAHYU - KELIRU YANG TERBESAR:
namanya Al Masih Isa putera Maryam
Posted by mengungkapislam August 11, 2013
Ia (jibril) berkata (kepada Maryam): Sesungguhnya aku ini hanya-lah seorang utusan
Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci. (QS.19:19).
(Ingatlah), ketika para Malaikat berkata: Hai Maryam, seungguhnya Allah
menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera
Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang
didekatkan (kepada Allah). (QS.3:45).
ITULAH DUA KEPING WAHYU YANG PALING BERMASALAH. KENAPA?
Muslim kebanyakan akan take for granted, menganggap dua ayat ini baik-baik saja. Malah
istimewa, karena turut memperkaya khasanah islamology khususnya kristologi islamik.
Mereka tidak bertanya kritis kenapa Injil sejak 6 abad sebelumnya telah menyebut namanya
Yesus, dan kini tiba-tiba ISA? Bukankah nama tersebut berasal dari Sorga? Dari mulut Tuhan
yang sama dan diturunkan oleh malaikat yang sama? Apakah ada sesuatu yang keliru? Dari
mana asal nama-baru Isa itu dimunculkan? Bagus, memang ada yang keliru, bahkan salah
fatal! Ternyata asal usul ISA berasal dari dua tahapan wahyu tentang kelahirannya yang
terpisah.
Yang pertama dicatatkan dalam Surat Maryam pada awal wahyu di Mekah (19:19), dimana
Jibril (yang menampakkan dirinya sebagai satu lelaki yang sempurna) menyampaikan
kabar gembira yang pertama kalinya kepada Maryam. Dan sayang bahwa kabar-gembira
ini ternyata kelolosan menyebutkan siapa namaseorang anak laki-laki yang suci yang akan
dikandung Maryam! Dan setelah bertahun-tahun kemudian, hal ini baru disadari (oleh oknum
pewahyu?) setelah Muhammad hijrah ke Medinah. Maka Allah susulkan sekali lagi
wahyuNya pada Surat Ali Imran dipenggalan waktu akhir dari Surat-surat Madaniyyah
(3:45).
Disitulah baru tampil nama ISA Al Masih Isa Putera Maryam setelah bertahun-tahun
Muhammad dan para pengikutnya tidak mengenal siapa nama Putera Maryam tersebut!
Anehnya lagi, makna Isa dan maksud dari pemberian nama susulan tersebut tidak
disertakan sama sekali oleh Allah. Akibatnya Isa kosong makna, dan tidak ada satupun saksi
yang mengkonfirmasikannya:
Perhatikan bahwa wahyu pertama di Mekah disampaikan sbb.
1. Diturunkan oleh satu ruh tanpa nama (belakangan dianggap Jibril).
2. Ruh dimunculkan sebagai seorang lelaki sempurna (QS.19:17).
3. Ruh samasekali tidak memanggil/ menyapa nama Maryam
4. Ruh samasekali tidak menyebut siapa jatidiri anak laki-laki suci tapi yang harus
dilahirkan secara aib dan haram tanpa suami. Kosong nama, kosong penjelasan
dan penguatan yang sangat diperlukan Maryam pada saat ia nanti harus menghadapi
sendirian resiko aniaya dan rajam dari kaumnya!
2. Ini adalah buah karya Allah yang tampaknya sangat teledor. Maka perlu dikoreksi setelah
terlantar bertahun tahun dengan wahyu susulan di Medinah yang disampaikan sbb.
1. Diturunkan oleh bala para malaikat.
2. Malaikat tidak ada dalam ujud satu lelaki.
3. Wahyu kini dilengkapi dengan panggilan dan salam sopan Hai Maryam
4. Wahyu dilengkapi dengan nama sang orok : namanya Al Masih Isa putera
Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang
didekatkan (kepada Allah).
Betapa kusutnya wahyu yang disampaikan oleh Sang Pewahyu, dan betapa ia
no-having sense dan bertentangan dengan apa yang dislogankanNya sendiri:
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan
secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.
(QS.11:1).
Jelas, nama asing ISA yang disusulkan (baca: dikoreksikan) Allah ini bermasalah sejak ia
dimunculkan begitu terlambat di Medinah dengan narasi yang berbeda-beda dengan wahyu
Mekah. Nama Isa ini tidak ada makna dan arahnya, kecuali terkesan adanya suatu agenda
penolakan tersembunyi terhadap nama asali dan makna hakikinya. Secara rohani, ini
mengarah kepada pelecehan bahkan penghujatan tersembunyi dari sebuah roh kegelapan.
Ingat, sebelum Muhammad, nama YESUS telah diberikan dua kali oleh malaikat Gabriel
berturut-turut kepada Yusuf (calon suaminya), lalu kepada Maria, di abad ke-satu. Itu adalah
nama Ilahi. Tidak ada nama yang Tuhan berikan secara untung-untungan. Tidak mungkin
Tuhan memberi nama tanpa makna dan tujuan, apalagi sampai kosong melompong. Gabriel
berkata:
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan
hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Lukas 1:31).
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah
yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. (Matius 1:21).
Di seluruh Kitab Perjanjian Baru, nama Yesus muncul 975 kali! Orang Arab Nasrani sejak
awal-awal Masehi selalu menyebut nama ini sebagai Yasuu, (Yesus, dari Yehoshua,
Yesua) artinya Yahweh menyelamatkan. Bahkan Yesus telah menyebut dirinya dengan
nama Yesus dengan menyertakan otoritasNya. (Yohanes 17:3, Kisah 22:8, Wahyu 22:16).
Tetapi sangat mengagetkan bahwa Muhammad justru menolak untuk memakai nama Yasuu
yang pasti telah dia dengar dari sumber-sumber Nasrani, seperti Waraqah bin Naufal dll.
Rupa-rupanya ruh Muhammad tidak bisa menerima nama demikian, sehingga harus
digantikannya dengan melawan fakta. Ini turut menjelaskan kenapa ruh Muhammad tidak
berani menyebutkan nama Yasuu sampai bertahun-tahun, dan baru kemudian di Medinah
dia dapat wangsit (bukan wahyu) tentang ISA- yang hampa, kehampaan mana PASTI bukan
berasal dari wahyu Ilahi!
Muslim sibuk mencari-cari pembenaran terhadap nama ini dari segala sudut. Namun tak ada
satupun yang mampu menjawab: Apa makna nama tersebut? Pelbagai teori didunia turut
mengisi kebingungan yang dihasilkan oleh wangsit Muhammad yang salah kaprah, a.l. sbb.
3. Asal mula nama Isa sampai sekarang tidak jelas. Injilpun tidak mengenal nama tersebut.
Yesus dan muridnyapun tidak. Muhammad sendiripun tidak mengerti apa maknanya. Kata
inipun bukanlah sebuah terjemahan bahasa Arab dari nama Yesus, maka ada berbagai
pandangan/pendapat beragam diseputar nama ini, a.l.:
Nama ini tidak memiliki kekhususan, melainkan ciptaan Muhammad sendiri untuk
menyelaraskannya dengan ritme sajak (untuk Quran).
Sebuah nama cenderung untuk orang Arab ketimbang Ibrani.
Sebuah kata yang dibentuk dengan menyusupkan struktur Ibrani yang membentuk
nama Yesua (Yoshua = Yesus)
Nama ini kemungkinan merupakan bentuk Aramaik dari Yesua, yang melambangkan
warna putih yang bercampur dengan warna merah.
Kata ini kemungkinan terkait dengan kata Esau dalam bahasa Ibrani [dimana orang-orang
Yahudi biasa melontarkan ketidak-senangan mereka akan seseorang (semisal
Yesus) yang diibaratkannya dengan Esau (yang dilafalkan mirip dengan isa dalam
lafal Arab].
Kebingungan Islamik ini memperlihatkan bahwa nama Isa tidak punya kaitan dengan figur
Biblikal dan sejarah Yesus dari Nazaret, yang diakui oleh orang Kristen sebagai Juru
Selamat dan Elohim. Nama Isa bahkan telah menghilangkan makna orisinil YESUS yang
ilahiah, yang artinya adalah Yahweh Menyelamatkan.
AKHIR KATA, kita semua layak dan patut bertanya,
- Atas otoritas siapa maka nama Yesus yang disampaikan dua kali oleh Jibril/Gabriel, dan
yang dipakai oleh Yesus untuk dirinya sendiri itu bisa digantikan sewenang-wenang oleh
wangsit Muhammad dengan sebuah nama kosong..??
- Dan dapatkah Muslim menerima bilamana Paus atau Penginjil Billy Graham atau Mirza
Ghulam Ahmad misalnya mengubah nama Muhammad menjadi Mumet..??