Teks tersebut membahas tentang sejarah kretek di Indonesia, mulai dari asal usul penemuan kretek oleh Haji Djamhari hingga peran penting kretek bagi perekonomian dan budaya Indonesia. Namun kini industri kretek di Indonesia terancam oleh kampanye anti rokok dari luar negeri."
1 of 28
Download to read offline
More Related Content
Katalog tribute to kretek
3. Selain unsur tembakau, yang khas dari komposisi rokok kretek tentu saja
campurannya: cengkeh dan kapulaga. Unsur-unsur itulah yang membuat aroma
kretek begituistimewa--kreasiyangtradisinyatelahturun-temurundiIndonesia.
Komoditas yang seluruh kontennya tersedia di dalam negeri ini, telah hidup dan
berkembang ratusan tahun. Tak berhenti di situ, kretek bahkan menyumbang
uang yang tidak sedikit untuk negara modern bernama Indonesia. Penerimaan
pendapatan negara dari industri ini, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
pendapatan dari sektor migas.
Ironisnya, di tengah musim pemilu yang konon merupakan pesta demokrasi,
ribuan buruh kretek kehilangan pekerjaan. Kampanye regulasi anti rokok
yang dimulai di negara-negara maju, perlahan-lahan mulai menggoyahkan
industri kretek. Perusahaan-perusahaan multinasional bergerak cepat untuk
menguasai perusahaan-perusahaan rokok nasional, mendatangkan mesin-
mesin pencetak rokok mengganti sentuhan tangan para buruh kretek. Dan di
sisi lain, perusahaan-perusahaan farmasi internasional yang berdiri di belakang
kampanye anti tembakau, mulai menyiapkan produk-produk terapi anti nikotin,
yang siap dipasarkan demi meraup potensi keuntungan melimpah. Aktivitas
merokok dikriminalkan secara sistematis.
31 Mei yang kerap disebut sebagai hari puasa para perokok sedunia, yang
dicetuskan oleh WHO, merupakan bagian penting dari agenda penghancuran
industri kretek. Pada hari itu, sudah bisa dipastikan, kelompok anti rokok sibuk
berkampanye dengan topeng kesehatan. Kampanye hidup sehat digunakan
sebagai pembenaran. Siasat pengalihan konsumsi diolah-kemas, dimonopoli
secara ilmiah dan shopisticated.
Bukanlah tanpa pijakan jika kemudian Komunitas Kretek bersama komunitas
lainnya bersinergi dalam mewujudkan Tribute to Kretek. Ketika problem utama
wacana kebudayaan kita masih disuntuki oleh pertanyaan tentang keberpihakan,
maka lewat acara inilah tanda tebal keberpihakan terhadap kretek didedikasikan.
Sejumlah pesan kreatif pada kaos dan poster dipamerkan. Dua puluh lebih
komunitas, dari beragam latar belakang turut ambil bagian. Tribute to Kretek
adalah sebuah upaya estetik dalam kerangka menggugah, sekaligus menggugat
khalayak, akan pentingnya keberpihakan terhadap kretek Indonesia, yang
terancam dipunahkan oleh kepentingan modal asing.
Ketika seni angkat bicara. Pesta Komunitas: Tribute to Kretek: Pesta Komunitas
Nusantara bukan pesta biasa.
Indra G. Windiaz
Membaca Indonesia dari Sebatang kretek
4. Sekembalinya ke mesjid, Modin dan Bodin
menggelar tikar dan meletakkan di atasnya
pelita, kulit jagung dan tembakau, menyan
madu sebesar biji kemiri, pisau untuk
mengirisnya serta sebuah kendi. Ayo, mari
kita merokok dan minum seadanya! Para
tamu mencabik kulit jagung, merapikannya
dengan pisau, menaruh tembakau dan
kemenyan, lalu melintingnya.
Nukilan Serat Centhini yang ditulis
sekitar tahun 1814 tersebut memberikan
informasi penting bagi kita. Sejak masa
awal masuknya tembakau di Nusantara,
nenek moyang kita tidak menerima
mentah-mentah tetapi melakukan adaptasi.
Secara kreatif mereka memadupadankan
tembakau dengan bahan-bahan lokal.
Langkah sejenis ini pula yang membawa
kita mengenal kretek. Diawali dari
coba-coba untuk menyembuhkan sakit
bengeknya, seorang dari Kudus bernama
HajiDjamharimenciptakanramuandengan
memadukan tembakau dan cengkeh. Bukan
saja bengek yang tersembuhkan, aktivitas
kreatif ini juga mampu mengembalikan
cengkeh sebagai barang berharga dengan
penemuan kegunaan baru cengkeh sebagai
bahan baku kretek.
Di sana kita melihat, bahwa buah
dari kreativitas mampu menghadirkan
produk budaya yang khas. Aktivitas kreatif
semacam ini memiliki peran penting dalam
timbangan kebudayaan, karenanya patut
diberikan apresiasi yang tinggi.
Keberhasilan Haji Djamhari ini pernah
disiarkan secara gemilang oleh Agus
Salim, salah seorang pendiri bangsa, ketika
mewakili Indonesia dalam penobatan
Elizabeth II sebagai Ratu Inggris di Istana
Buckingham. Ia mengebal-ngebulkan
kreteknya sehingga memicu semerbak
aroma aneh tercium di ruang perjamuan.
Ketika salah seorang hadirin bertanya,
Tuan menghisap apa itu? The Grand
Oldman, begitu julukan Agus Salim,
langsung menjawab, inilah yang membuat
nenekmoyangAndasekianabadlaludatang
dan kemudian menjajah negeri kami.
Agus Salim berkata jitu, karena kretek
memangtaklainadalahcengkeh(Syizygium
aromaticum), tanaman rempah legendaris
yang menjadi sumber kolonialisme Eropa
atas Asia, termasuk Indonesia, negeri
kepulauan asal tanaman ini.
Temuan Haji Djamhari memang lebih
beruntung, karena mampu menjelma
menjadi aktivitas ekonomi yang memberi
Merayakan Kreativitas
Pengantar Kuratorial Pesta Komunitas
Tribute To Kretek
Oleh: Ong Hari Wahyu
5. pengaruh luas terhadap perekonomian bangsa.
Sampai sekarang kretek memberikan kontribusi
besar bagi pendapatan negara, menyediakan
lapangan pekerjaan, pengguna bahan baku lokal
dan menyangga pasar dalam negeri.
Namun,bukanberartilantastemuansemacam
ini kemudian mendapatkan penghargaan
yang layak. Kecenderungan yang berlaku luas,
keberadaan kretek hanya dipandang dari aspek
kesehatan dengan meniadakan peran-peran
vitalnya dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya.
Sikap semacam ini bukan saja tidak tepat namun
justru menyesatkan. Apalagi para penentang
kretek, demi mendukung argumentasinya,
mengimpor hasil-hasil penelitian dari pihak
luar tanpa lagi mempertanyakan secara kritis
kebenaran penelitian impor tersebut.
Sayangnya lagi, impor hasil penelitian serta
sokongan dana kampanye dari pihak asing
untuk mematikan industri kretek dilakukan saat
bangsa ini sedang membutuhkan cambuk pelecut
untuk menumbuhkan gairah mencipta, bukan
mengonsumsi tetapi memproduksi.
Menyikapi keadaan itulah, berbagai
komunitas terlibat dalam Pesta Komunitas
Tribute to Kretek serta unjuk kebolehan dalam
karya dan kreativitas. Semangat mencipta seperti
yang dilakukan oleh Haji Djamhari merupakan
roh yang diusung dalam kegiatan ini. Agar gairah
mencipta bisa tumbuh subur di negeri ini.
Dan setiap kreativitas dari berbagai
kalangan ini patut dihargai sebagai langkah yang
memperkaya khasanah kebudayaan bangsa.
Penghargaan akan setiap kerja kreatif anak bangsa
menjadi hal yang penting di hari-hari ini. Terlebih
sebagai bangsa kita sedang dihinggapi sikap
inferioritas, yang seakan-akan telah kehilangan
kepercayaan diri tentang apa-apa yang dihasilkan
oleh negeri sendiri, seolah apa yang tercipta
saudara sebangsa telah ditakdirkan lebih buruk
daripada yang dihasilkan bangsa lain.
Memang yang kita lakukan sangatlah
sederhanauntuksebuahbangsayangbesardengan
persoalan yang besar pula ini. Namun apa yang
dinarasikan oleh Abdul Rivai ketika berkunjung
ke negeri Belanda, di mana terdapat pelajar-
pelajar dari Indonesia yang sedang menempuh
pendidikan tampak menghadirkan kecintaan
terhadap bangsa dalam pengalaman nyata.
Kopinya bukan kopi saringan, tetapi kopi
tubruk sebab kopi ini katanya nationaal, gulanya
gula jawa. Susu tidak dipakai sebab tidak
nationaal. Rokoknya klobot. Selamatan nationaal
ini terus (berlangsung) sampai pagi hari.
Narasi yang disajikan dalam Bintang Timoer
yang terbit 3 Oktober 1927 mengungkapkan
bahwa pengalaman berkebangsaan harus
mewujud dalam tindakan nyata meskipun dengan
cara paling sederhana. Di titik itulah sejatinya
kita telah mendorong saudara kita terus menggali
kreativitas, mencipta dan berkarya.
15. Brutal Manja adalah komunitas musiman yang sengaja didirikan oleh
beberapa orang brutal di luar, tetapi manja di dalam. Komunitas ini lahir
di Yogyakarta. Kegiatan yang kami lakukan ialah mencukil, terkadang
menggambar, tak jarang juga menyablon dan membuat desain grafis.
Adapun kegiatan Brutal Manja yang cukup unik ialah mengadakan sharing
bersama atau lebih tepatnya sesi curhat, minum teh di sore hari sembari
ngobrol jenaka. Sering juga kami menonton band Sangkakala dan memakai
atribut macanista. Kami juga pekerja film. Dan ketika pekerjaan menjadi
mainstream, Brutal Manja memberikan ruang untuk ide-ide yang ekstrim.
Email : vincent.vickid@gmail.com
Danu Saputra, lahir 24 September di Pulau Lombok. Mulai
merokok kretek sejak sekolah menengah pertama. Belajar fotografi
dan desain grafis secara otodidak. Saat ini tinggal di Yogyakarta.
Pria yang baik ini dapat ditemui di situsweb www.danusaputra.com
dan akun twitter @inidanoe
Yohanes Runtuwene, akrab disapa Anes. Usia
33 tahun dan tinggal di Bogor. Menjadi seorang
frelance graphic designer secara otodidak.
MrumpunArt.Komunitasyangberdiripada26November2005.Mrumpun
Art berisikan sekumpulan anak muda yang berada di pinggir Kali Code
tepatnyakampung Juminahan, Yogyakarta. Dengan media seni grafis
cukil, Mrumpun Art mencoba mengangkat wacana mengenai persoalan-
persoalan yang ada di sekitar lingkungan mereka tinggal. Dan menjadikan
Mrumpun Art sebagai ruang ekspresi bagi anak-anak muda kampung yang
juga merupakan bagian dari kampung urban.
Seni grafis atau lebih akrab disebut cukil, menjadi media ekspresi bagi anak-
anak muda kampung Juminahan dalam menyikapi isu-isu lingkungan,
kritik sosial dan politik. Bagi Mrumpun Art, segala sesuatu yang dilihat,
ditemukan, didengar, mampu dipahami dan dibahasakan melalui karya-
karya cukil. Email: mrumpunart@yahoo.com
facebook: Mrumpun Art
SENIMAN
16. Bakkar Wibowo lahir di Yogyakarta 27
Januari 1976. Co-Founder sweetcabe
www.sweetcabe.com, pernah belajar
desain grafis & packaging di RMIT (Royal
Melbourne Institute of Technology)
Melbourne, Australia. Sehari-hari tinggal
dan menetap di kampung Kayen Jl.
Kaliurang Km. 7,5 Yogyakarta, Indonesia.
Agustinus Murtopo a.k.a Patub PORX. Lahir di Yogyakarta, 28 Agustus 1981. Saat ini
tinggaldiJogonalanLorno.203,Tirtonirmolo,Kasihan,Bantul,Yogyakarta,55181,Indonesia.
Bisa dihubungi via email: patubporx@gmail.com dan blog: http://workporx.wordpress.com
Bayu Widodo, lahir di Lubuk Linggau 07 Jan-
uari 1979. Peraih gelar master di bidang Fine
Art dari Institut Seni Indonesia. Saat ini tinggal
di Jl. Bugisan Selatan No 11, Bantul, Yogyakarta.
Email: goodgoodwae@yahoo.com.au
Dodi Irwandi. Lahir di Bukittinggi, 04
September 1974. Lulusan Fakultas Seni Rupa
Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Email:
irwandidodi@yahoo.com
Praditya Wibby. Lahir di Kudus, 19
Desember 1978. Alumnus Institut Seni
Indonesia, Yogyakarta. Saat ini tinggal
di Himawan House, Jl. Ngadinegaran Mj
III/164, Yk, Indonesia.
Email : pradityawibby@yahoo.com
Yunanto Setio B. Lahir di Yogyakarta,
11 Juni 1986. Belajar di Fakultas Hukum,
Universitas Ahmad Dahlan (2004-2007) dan
Taring Padi (2004-sekarang) Saat ini tinggal
di Tegal Kemuning DN 2 No. 880 Yogyakarta
55212. Email: sebarkanide@gmail.com
Purwo Sasmito, akrab dipanggil Ipoenk.
Lahir di Jakarta, 24 Nopember 1982. Selain
sehari-hari bekerja di Republik Sablon,
Ipoenk juga adalah Creative Manager di
Kuda Lumping Creative Industries. Email:
anomalisasmito@gmail.com
A. Zulvan Kurniawan, lahir di Temanggung 12
Oktober 1980. Belajar grafis secara otodidak
dengan fasilitas MM Kine Klub Yogyakarta.
Sekarang beraktivitas di Indonesia Berdikari
dan tinggal di Jakarta.
Email: zulvankurniawan@gmail.com
Andy Seno Aji. Desainer grafis, tinggal
di Yogyakarta. Saat ini aktif di Matasari,
sebuah studio yang mengerjakan media
visual. Dapat disapa di twitter @asenaji.
17. Komunitas Kretek lahir pada bulan
Oktober 2010, di salah satu kota yang
terkenal sebagai sentra tembakau
bermutu internasional, Jember. Setelah
sebelumnya melakukan beberapa kali diskusi
dan widespreading wacana ke seantero
nusantara, para inisiator mengadakan bedah
buku karya Wanda Hamilton berjudul
Nicotine War: Perang Nikotin dan Para
Pedagang Obat di belasan kota.
Dengan berbekal kesadaran bahwa telah
banyak aset-aset lokal republik inisebut
saja gula, minyak kelapa, garam, dll.telah
lebih dulu dihajar secara sistematis oleh
perusahaan-perusahaan trans/multi-nasional
yang dibantu secara langsung maupun
tidak oleh para lembaga riset dan agen-
agen pemerintah, mereka yang berkumpul
mendeklarasikan pembelaan secara terbuka
pada tembakau. Satu dari sedikit komoditas
pertanian generasi terakhir yang masih
menjadimilikrakyatIndonesia.Lebihspesifik
lagi, pada produk turunannya, rokok kretek.
Pembelaan Komunitas Kretek terhadap
tembakaudanrokokkretekberlangsungdidua
lini besar. Pertama, bahwa sumber-sumber
ekonomi yang menjadi sumber penghidupan
orang banyak harus tetap berada di tangan
rakyat. Kedua, dalam operasi dagangnya,
industri-industri asing (dalam hal ini industri
rokok putih dan farmasi internasional) yang
menggencarkan penguasaan wacana harus
dibongkar oleh wacana tandingan. Selain
alasan pertama di atas, wacana tandingan ini
penting sebagai perlindungan dari jumud dan
bekunya kesadaran cum kritisisme khalayak
dalam memandang persoalan tembakau dan
rokok kretek.
Komunitas Kretek telah melakukan
pelbagai kegiatan yang seiring dengan
semangat awal. Salah satu yang paling
signifikan adalah menerbitkan buku.
Dengan konsistensi dan kerja keras, sampai
saat ini Komunitas Kretek secara lembaga
maupun perorangan, dan bekerja sama
dengan beberapa lembaga dan individu,
telah menerbitkan serangkaian buku
sebagai basis rasionalisasi atas pembelaan
terhadap tembakau dan kretek. Bukan hanya
menerbitkan buku dan laporan penelitian,
Komunitas Kretek juga beberapa kali terlibat
langsung dalam aksi-aksi massa berjumlah
raksasa yang terkait dengan konstelasi
persoalan tembakau dan rokok kretek.
Selain itu, Komunitas Kretek juga sering
mengadakan seminar, bedah buku, pelatihan,
dan workshop sebagai konkretisasi komitmen
untuk mendinamisasi isu tembakau dan
rokok kretek.
Sejauh ini, struktur Komunitas Kretek
memiliki satu Sekretariat Nasional dan 7
Sekretariat Wilayah. Adapun ketujuh wilayah
tersebut adalah Medan, Jakarta, Semarang,
Yogyakarta, Surabaya, Jember, dan Makassar.
Belakangan, bersama dengan berbagai
lingkaran dan organisasi masyarakat lainnya,
Komunitas Kretek ikut mendeklarasikan
Koalisi Nasional Penyelamatan Tembakau
(KNPK) sebagai akselerator dan konfederasi
gerakan di medan wacana ini.
Selamatkan Kretek, Selamatkan Indonesia.
KomunitasKretek
18. INSISTPress adalah lembaga penerbitan yang berkedudukan di Yogyakarta,
Indonesia dan merupakan anggota dari Konfederasi INSIST (Indonesian
Society for Social Transformation). INSISTPress didirikan dengan tujuan untuk
mengembangkan gagasan-gagasan baru, pemikiran alternatif dan wacana kritis
di masyarakat lewat penyebaran buku, risalah kebijakan, jurnal, dan materi-
materi lainnya.
Sejak 1998 menerbitkan buku-buku sosial transformatif dan Jurnal WACANA.
Surah Sastra didirikan oleh kaum muda. Bibitnya tumbuh ketika di tahun
2004 kami mengadakan workshop kepenulisan, panggung kesenian, diskusi
sastra, dan dialog-dialog kebudayaan dari pesantren ke pesantren, sekolah
ke sekolah, komunitas ke komunitas. Intensitas pertemuan itu berujung pada
penerbitan majalah sastra yang bertahan hingga kini. Di samping itu, Surah
terlibat kerja-kerja kreatif mendorong kaum muda berpartisipasi dan menjiwai
keindonesiaan melalui sastra lewat program-program pendidikan, pelatihan dan
penerbitan buku.
Website : http://surahsastra.com
Twitter : @surahsastra
Medan Sastra Indonesia
19. Indie Book Corner, adalah sebuah proyek yang digawangi
oleh Irwan Bajang bersama Anindra Saraswati. Di tengah
ketidaksibukan menulis dan menyunting naskah, mereka
menyempatkan untuk membantu penulis-penulis pemula yang ingin menerbitkan
bukunya. Banyak buku yang ditolak penerbit major label, padahal belum tentu buku
itu jelek dan tidak layak baca. Kebanyakan masalahanya terletak pada tinjaun pasar
dan perhitungan untung rugi. "Indie Book Corner" lahir untuk menjawab tantangan
itu dan memberi solusi.
Sudahsaatnyabukugampangdiproduksi,meskipundalamjumlahyangbarangkali
tak sebanyak produksi penerbit konvensional. Biarkan penulis mempublikasi bukunya
dan pembaca menikmati apapun jenis buku tanpa harus kompromi dengan pasar.
Website : http. www.bukuindie.com
Twitter : @indiebookcorner
Dirintis pada akhir tahun 2003 di Bandung, Ultimus pada mulanya adalah komunitas
baca, kumpulan teman-teman sekawan yang suka baca buku, ngumpul-ngumpul,
ngopi, ngobrol-ngobrol, dan bercengkerama. Semenjak 15 Januari 2004 mulai
membuka toko buku dan melakukan aktivitas-aktivitas belajar komunitas literasiseperti
diskusi dan peluncuran buku, temu penulis dan sastrawan, apresiasi sastra, pemutaran
film, pertunjukan teater dan baca puisi, workshop penulisan, dan lain-lainsekaligus tetap
terbuka membangun jaringan dengan komunitas-komunitas lainnya. Mulai 2006 mencoba
merintis penerbitan buku dengan mulai menerbitkan terjemahan-terjemahan filsafat klasik,
kemudian buku-buku lain seperti kumpulan puisi, kumpulan cerpen, memoar, novel,
kumpulanesai,sejarah,sosial,ekonomi-politik,danlain-lain,yangsebagianbesarmerupakan
naskah-naskah penulis yang terpinggirkan,
yang memiliki kemungkinan kecil untuk
diterbitkan oleh penerbit mainstream
entah karena alasan ekonomi (tidak laku)
maupun karena sentimen politik (buku
kiri, penulis eks-tapol, Lekra/PKI, dan lain-
lain)namun memiliki nilai sejarah dan
kemanusiaan yang penting, sampai hari ini.
20. Komunitas Wayang Benges adalah komunitas anak
muda yang memiliki kecintaan terhadap hasil
budaya Nusantara. Komunitas ini berdiri sebagai bentuk
kepedulian terhadap eksplorasi budaya Nusantara dalam
upaya menggali karakter bangsa melalui berbagai bentuk
Wayang, khususnya Wayang Suket. Tetapi, kami juga
mencoba berksplorasi dengan menggunakan Wayang
Kayu, Wayang Kain, Wayang Kertas, dan berbagai bahan
lain sebagai pembentuk Wayang.
Wayang Suket merupakan Wayang yang terbuat dari
suket dalam bahasa Jawa, yang berarti rumput.
Bentuk dan karakternya pun dapat disesuaikan dengan
kreativitas pembuatnya. Wayang Suket merupakan
salah satu wujud budaya yang masih dilestarikan hingga
sekarang khususnya oleh Komunitas Wayang Benges.
Meski tidak tahu kapan sejarah pasti Wayang Suket
ditemukan, tetapi komunitas yang dulunya bernama
Komunitas Belok Kiri yang didirikan pada tahun 2011
ini mulai berganti nama menjadi Komunitas Wayang
Benges pada tahun 2013 terus berupaya bereksplorasi
dan melakukan eksperimentasi artistik atas Wayang.
Narahubung:
Facebook: Wayang Benges
Twitter: @WayangBenges
Website: www.wayangbenges.
com
Wayang Benges
Bogor Art Group adalah komunitas pengrajin alat musik
bambu. Melestarikan, meneliti, menegembangkan dan
berkreasi di bidang alat music bambu. Beralamat di Bogor,
Jl. Cendana 1 BG2 Komplek Graha Indah---Kedung Halang
Bogor. Alat musik yang sudah diciptakan: Ronteng, Haliwung,
Haliwung Renteng.
21. Wayang Jong merupakan sebuah eksplorasi wayang
kontemporer melalui riset dan eksperimentasi artistik
untuk memberikan tawaran baru pada bentuk, isi
dan artistik pada wayang. Hasil dari eksplorasi dan
eksperimentasi artistik tersebut diwujudkan dalam
bentuk pementasan wayang kontemporer dengan selalu
mengangkat lakon cerita tentang Nusantara.
Wayang Jong tetap berpegang pada kaidah seni rupa dan
seni pertunjukan dalam mewujudkan karakter-karakter
tokohdanpropertipanggungwayangyangdikemasdengan
gaya kontemporer, serta menggunakan tata cahaya yang
lebih variatif untuk mendukung pementasan. Sehingga
Wayang Jong dapat dikatakan sebagai pementasan
wayang kontemporer yang memadukan seni rupa, tari,
pantomime, teater, music dan sastra tanpa meninggalkan
basis wayang tradisi.
Wayang Jong
Biasa nongkrong di:
Facebook : Wayang Jong
Twitter : @WayangJong
Komunitas Lengkung K3. Bermula hanya kumpul, diskusi, hingga timbul gagasan untuk
membentuk wadah yang baku untuk merealisasikan gagasan gagasan tersebut menuju satu
nama Komunitas Lengkung K3.Perjalanan berbentuk setengah
lingkaranyangmengarahdalamsatutujuanyangbagaikanbusuranak
panah melesatkan kelompok kerja kreatif pada titik kesadaran dan
pencerahan. Komunitas Lengkung K3 adalah wadah pembelajaran,
pergerakan dan pemahaman atas ruang-ruang kreatif.
Personil : Mas Padhik (seniman lukis dan patung) Sihar Rames
Simatupang (jurnalis, penyair dan novelis) Iskandar (pelukis,
penyair, kreator wayang uwuh) Agus Firmansyah (aktor teater dan
pematung) Arif Atmaji (Penggiat seni dan budaya)
KOMUNITAS LENGKUNG K 3
SEKRETARIAT :
JL. GUDANG PELURU BARAT BLOK V NO 526
KEBON BARU TEBET JAKARTA SELATAN.
22. Rumah mungil di pelosok kampung tersebut terletak agak ke dalam, jalanannya hanya bisa
dilalui motor. Di situlah tinggal Ibu Rosiah, seorang ibu berumur 60-an yang menjabat sebagai
ketua Ketua Betawi Perempuan sekaligus seorang pembuat bir pletok, minuman khas Betawi.
Mengapa minuman yang berkhasiat untuk menyegarkan badan itu dinamakan Bir Pletok?
Sambil tersenyum, Ibu Rosiah menjelaskan Jaman penjajahan dulu, orang-orang Belanda dan
Jepang sering terlihat minum-minum bir di pos, sehingga orang-orang Betawi ingin memiliki
minumannya sendiri. Akhirnya mereka membuat minuman di bumbung (selongsong bambu)
yang diisi es dan bumbung yang terkocok-kocok tersebut mengeluarkan bunyi pletak pletok.
Dari situlah asal usul nama bir pletok berasal.
Masyarakat umum masih banyak yang beranggapan bahwa Bir Pletok memiliki kandungan
alkohol ataupun bahan yang membuat mabuk. Anggapan itu tidak benar sama sekali, karena
bahan-bahan yang terdapat di dalam bir pletok adalah bahan-bahan herbal yang jamak
digunakan orang untuk membuat jamu. Sebut saja jahe merah, kapulaga, daun pandan, sereh,
kayumanis,dansemacamnya.IbuRosiahyangsudahmemulai
industri rumahan sejak tahun 1996 ini tidak segan untuk
berbagi resepnya. Ketika ditanya, ia serta merta mengatakan
bahwa cabe jawa merupakan bahan yang membuat bir
pletoknya terasa beda dari bir pletok lainnya. Pembuatan bir
ditangani langsung oleh Ibu Rosiah, sedangkan anak-anaknya
hanya membantu pengiriman ke tempat-tempat yang sudah
memesan bir buatannya.
Keterampilan Ibu Rosiah untuk membuat bir pletok ia
dapatkan dari Gapokan, semacam gabungan kelompok
tani, yang memang mengajarkan orang-orang setempat untuk lebih kreatif dalam membuat
industri kecil-kecilan. Untuk urusan penjualan, Ibu Rosiah hanya memasarkannya dari mulut
ke mulut. Meskipun tidak dipasarkan secara luas, kepiawaian Ibu Rosiah membuat Bir Pletok,
membuat beberapa perusahaan besar, seperti perusahaan telekomunikasi ataupun hotel-hotel
besar, secara teratur membeli minuman berwarna kecoklatan itu dari dirinya.
Bir Pletok enak diminum hangat ataupun diberi es. Cara penyimpanannya tidak sulit, cukup
diletakkan di lemari es, maka bir pletok akan tahan selama 5-6 bulan. Jika tidak ditaruh di
kulkas, daya tahannya bisa sampai dua minggu. Khasiatnya baik untuk kesehatan, antara lain
mencegah masuk angin, menghangatkan badan, dan menghilangkan pegal-pegal. Jadi, tertarik
untuk mencoba bir pletok?
Alamat : Jl. Sepat 1 Rt 007/02 No. 23
Ps.Minggu Jakarta Selatan
Bir Pletok Kebagusan Jaya
23. Berawal dari belasan penggemar
pipa tembakau yang berinteraksi
dimediasosial,PipeandTobacco
Club Indonesia (PTCI) terbentuk pada
Mei 2011. Bila dulu PTCI hanya berisi
belasan anggota, kini sudah ada 3.258
anggota yang rajin berinteraksi di
dunia maya. PTCI yang ada di dunia
maya dengan sendirinya menembus
sekat sosio-geografis para anggotanya
hingga menjadikannya salah satu
grup atau komunitas Indonesia
yang memiliki anggota dari negeri
seberang. Dari mahasiswa, birokrat,
seniman, karyawan, wartawan, hingga
pengangguran ada di PTCI.
Dalam perjalanannya, PTCI kemudian
menjadi inspirasi para penggemar
pipa tembakau di Indonesia untuk
membentuk kelompok-kelompok
anyar. Ada Jakarta Pipe Smoker, Solo
Pipe Smoker, Indonesia Pipe Tobacco
Lounge,Indonesiapipetobacco.org,dan
lainnya. Interaksi di mayantara tidak
jarang berlanjut dengan saling sapa dan
berkumpul di mayapada. Lalu, saling
bertukar koleksi tembakau menjadi
sebuah kebiasaan yang lumrah.
Pada masa awal terbentuknya PTCI,
untuk mendapatkan pipa tembakau
alias cangklong berikut tembakaunya
adalah pekerjaan yang tak mudah.
Kesulitan itu tak mematikan semangat
para pemipa di PTCI. Lalu, munculah
para empu pipa nusantara dan peramu
tembakau pipa dalam negeri. Pipa dan
tembakau besutan para anggota PTCI
tidak hanya mendapat apresiasi dari
dalam negeri. Para pipe smoker dari
negeri seberang tidak sedikit yang
turut menyambut hangat karya tangan-
tangan Indonesia itu. Jangan kaget bila
hari ini seorang pipe smoker di Nevada,
Jerman,Belanda,Denmark,danInggris
kini sudah mahfum dengan tembakau-
tembakau pipa racikan Indonesia.
PTCI menjadi bukti bahwa pipa
tembakau yang di zaman yang katanya
enak itu menjadi dominasi kelas mapan
kini telah melintasi kelas. Atas nama
pipa tembakau, jejaring perkawanan
antar-pemipa terajut dengan kuat. Bagi
para pemipa yang mengidentifikasi
dirinya sebagai petualang rasa,
perbedaan orientasi rasa dari setiap
tembakau dan keunikan masing-
masing pipa adalah bentuk nyata dari
kebhinekaan Indonesia yang satu.
Dari tembakau dan pipa kami belajar
tentang keberagaman tanpa harus
masuk kelas penataran P4 khas zaman
yang konon enak itu.
Pipe and Tobacco Club Indonesia (PTCI)
24. Berawal dari kegilaan dan perhatian yang
sama akan kekayaan batu Indonesia. Batu
Akik di antaranya. Para pegiatnya berasal
dari berbagai kalangan masyarakat. Ber-
diri sejak Desember 2012. Bermarkas di
Rukan jejaringsosial.com.
Komunitas WC UMUM berdiri pada
tahun 2000, bergerak di bidang seni, sosial,
budaya. Bersibuk memproduksi topeng dan
cinderamata dari kulit.
Komunitas Gila Batu
WC UMUM
Jl. Ir. H. Juanda Rt 02/01 No.72 ciputat
Tangerang Selatan 15411
Sirkus Perkusi
Awalnya adalah bunyi, mengeksploitasi benda-benda yang berserak di sekeliling
mata. Mengeksplorasi bunyi menjadi esetetis soundis. Semua menjadi satu
keseimbangan daya hidup, daya pukul, daya bunyi, daya judul tematik; Sirkus
Perkusi. Berawal di 2008 Januari, saat banjir mengepung tanah kami, tepian
Cisadane tanah Gocap kota Tangerang. Sampah-sampah, sisa limbah pabrik
hanyut di kali, merapat ke tepian, timbullah gagasan menjadikan sampah banjir
(tong besi, tong plasti, pipia listrik, tabung gas, kaleng rombeng, dan gerombolan
sampah lain yang terserak) untuk dijadikan daya bunyi dengan adab manusia
yang memuliakan.
25. Gudang Jimat
Lapak barang loakan yang didapat dari hobi jalan-jalan. Kamera
tua, perabotan antic dan serba-serbi koleksi jadul. Berangkat dari
kegemaran sejumlah adi Jembatan Item---Jatinegara Gudang Jimat
hadir bukan semata-mata sendirian. Gudang Jimat ada karena Anda
juga suka.
Facebook: Gudang Jimat
Didirikan oleh Boy Rasjhied. Permanent
tattoo, temporary tattoo, eye brow tattoo,
potrait pencil drawing art. Studio di Bogor.
Rasjhied Ink Tattoo Studio
Dididirikanpada20Juli2008diManggarai,Jakarta
Selatan. KASI adalah klub vespa non komersil
dan bersifat persaudaraan serta kekeluargaan
yang semata-mata hanya penyaluran hobi dan
pertemanan. Dengan populasi pengguna vespa
yang begitu besar, para anggota KASI optimis
bahwa komunitas vespa mania yang berdiri atas
persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan ini
menjadi klub yang baik, besar dan prospektif.
Kampungan Scooter Independent ( KASI )
26. Kopi Nusantara - Cho Coffeee.
Didirikan sepasang kekasih, Imam
Setiabudi dan Zahrotu Julianti di
tahun 2012. Sepasang kekasih ini suka
sekali segala tentang kopi, menikmati
kopi sebagai media petualangan,
berkreasi menyeduh kopi, dan
menelusuri asal daerah kopi. Hingga
saat ini, hanya warung kopi mereka
yang menyediakan kopi yang paling
bermutu di bilangan Jakarta Selatan,
Ciputat.
Berawal dari rasa keprihatinan tiga orang pemuda
kreatif, Bimo, Iwan dan Hari, karena tidak adanya
kampung batik di wilayah Jakarta, maka dengan
modal niat yang nekat, Hari sebagai eksekutor
langsung mengimplementasikan gagasan yang brilian itu dengan mendirikan Forum
Komunikasi Pengembangan Kampung Batik Palbatu di wilayah Jalan Palbatu, Saharjo, Tebet,
Jakarta Selatan, walau sebenarnya saat itu belum ada satu orang pun yang bisa membatik.
Pada tahun 2011 atas nama Forum Komunikasi Pengembangan Kampung Batik Palbatu,
mereka mulai berani mengadakan acara Kampoeng Batik Palbatu pada tanggal 21 22 Mei
yang mengundang delapan belas (18) pengrajin batik dari daerah wilayah Jawa untuk datang
ke Jakarta memberikan pelajaran membatik
kepada para warga di wilayah Jalan Palbatu dan
sekitarnya dengan tujuan untuk melestarikan
budaya batik dengan tindakan nyata.
Kampoeng Batik Palbatu
Facebook : Kampoeng Batik Palbatu
Twitter : @BelajarMembatik
Rumah Batik Palbatu