3. CIRI-CIRI HORMON:
ï‚— DIPRODUKSI DAN DISEKRESIKAN KE DALAM
DARAH OLEH SEL KELENJAR ENDOKRIN DALAM
JUMLAH YANG SANGAT SEDIKIT.
ï‚— DIANGKUT OLEH DARAH MENUJU SEL /
JARINGAN TARGET.
ï‚— MENGADAKAN INTERAKSI DENGAN RESEPTOR
KHUSUS YANG TERDAPAT DI SEL TARGET
ï‚— MEMPUNYAI PENGARUH MENGAKTIFKAN ENZIM
KHUSUS
ï‚— MEMPUNYAI PENGARUH TIDAK HANYA
TERDAPAT SATU SEL TARGET TETAPI TERDAPAT
JUGA MEMPENGARUHI BEBERAPA SEL.
5. KELENJAR PENGHASIL HORMON
A. KELENJAR HIPOFISIS
1. HIPOFISI ANTERIOR (STH = UNTUK PERTUMBUHAN; LH = UNTUK OVULASI; ACTH
= UNTUK ADRENALIN; LJTH /PROLAKTIN = UNTUK SEKRESI ASI; FSH )
2. HIPOFISIS INTERMEDIET ( MSH = UNTUK MEMBERI PIGMEN PADA KULIT)
3. HIPOFISIS POSTERIOR (OKSITOSIN = UNTUK KONTRAKSI UTERUS; ADH = UNTUK
MENGATUR KADAR AIR DALAM TUBUH)
B. KELENJAR TIROID
HORMON TIROKSIN, HORMON TRIODOTRIONIN = UNTUK PERTUMBUHAN
METABOLISME
C. KELENJAR PARATIROID
HORMON PARATORMON = UNTUK METABOLISME CA DAN P
D. KELENJAR TIMUS
HORMON STH UNTUK PERTUMBUHAN
E. KELENJAR PANKREAS
HORMON INSULIN DAN GLUKAGON
F. KELENJAR ADRENALIN
KORTEKS DAN MEDULA
G. KELENJAR GONAD
TESTIS DAN OVARIUM
H. KELENJAR PENCERNAAN
GASTRIN, SEKRETIN, KOLESSISTOKININ
6. ALAT INDERA MANUSIA
A. INDERA PEMBAU
RANGSANG  LUBANG HIDUNG  EPITEL  MUKOSA 
SARAF OLFAKTORI  THALAMUS . HIPOTALAMUS 
OTAK
B. INDERA PERABA
RANGSANAGAN ; PANAS, DINGIN, SENTUHAN, DINGIN,
NYERI, TEKANAN
C. INDERA PENGLIHATAN
BAGIAN MATA ( RETINA, KORNEA, LENSA, BINTIK
KUNING, IRIS, PUPIL)
CAHAYA  KORNEA  AQUAEUS HUMOR  PUPIL
LENSA VITROUS HUMOR RETINA  SARAF OPTIK 
OTAK
D. INDERA PENDENGARAN
BAGIAN TELINGA ( DAUN TELINGA; SALURAN TELINGA;
GENDANG TELINGA / MEMBRAN TIFANY; TINGKAP OVAL ;
SALURAN ESTACHIUS; TULANG PENDENGARAN; SALURAN
SEMISIRKULARIS; SALURAN SIPUT; SALURAN AUDITORI.
SUARA  DAUN TELINGA  SALURAN TELINGA 
MEMBRAN TIMPANY  TINGKAP OVAL  TULANG
PENDENGARAN KOKLEAORGAN KORTI  SARAF
AUDITORI  OTAK
7. E. INDERA PENGECAP
BAGIAN LIDAH : DEPAN  RASA MANIS
PANGKAL  RASA PAHIT
TEPI DEPAN RASA ASIN
TEPI PANGKAL  RASA ASAM
8. KELAINAN PADA ALAT INDERA MANUSIA
 ANOSMIA  TIDAK PEKA PADA BAU
 JERAWAT  TERLALU BANYAK HORMON
 MIOPI  RABUN JAUH
 HIPERMETROPI  RABUN DEKAT
 PRESBIOPI  CACAT MATA PADA ORANG TUA
ï‚— ASTIGMATISMA
ï‚— KATARAK
ï‚— RABUN SENJA
ï‚— BUTA WARNA
ï‚— TULI KONDUKSI
ï‚— TULI SARAF,
9. ï‚— STUDY KASUS
ï‚— Ani seorang siswi kelas 8 Mts Darul Khair,
anak itu cerita ketika akan mengalami
menstruasi biasanya pada wajahnya
timbul jerawat. Dia bingung mengapa
wajahnya timbul jerawat. Sehingga dia
bertanya Apa yang menyebabkan
wajahnya timbul jerawat padahal dia
selalu membersihkan wajahnya?
10. Pemecahan masalah
Anak seusia Ani adalah masa remaja yang sudah
memasuki masa pubertas,pada masa pubertas
terjadi berbagai macam perubahan dalam
tubuhnya.salah satu tanda wanita memasuki
masa pubertas diantaranya mengalami haid.
Jerawat adalah sebuah penyakit akibat adanya
penumpukan kotoran pada pori-pori kulit, Haid
pada wanita terjadi karena adanya perubahan
hormon estrogen. Hubungan jerawat dengan
menstruasi pada wanita adalah ketika wanita
sedang memasuki masa haid itu adanya
perubahan hormon estrogen pada
ovarium.sehingga ketika sedang haid ,terjadi
ketidak seimbangan hormon dalam tubuh . Nah
hal ini dapat mengganggu sistem eksresi pada
kulit sehingga seharusnya dapat bereksresi
dengan sempurna jadi tidak terjadi, sehingga
hal ini dapat menimbulkan tumbuhnya jerawat.
11. ï‚— Timbulnya jerawat dipengaruhi hormon
sehingga sekresi minyak berlebih dan
mengakibatkan tertutupnya kulit wajah
hingga timbul jerawat.