ݺߣ

ݺߣShare a Scribd company logo
ANALISIS TALKSHOW
“SARAH SECHAN” DI NET TV
Alfi Septiani (240271307)
DESKRIPSI TALK
SHOW
Talkshow itu?
Program dialog interaktif dengan manghadirkan
narasumber/bintang tamu yang kredibel sesuai
dengan topik yang dibahas.
Konsep talkshow?
Memberikan informasi ringan dan menghibur
kepada penonton
Menggali informasi dari sisi lain (kemanusiaan)
terkadang berkarakter news feature dan masuk
pada ruang lingkup artistik jurnalistik.
Format Talkshow
Sutradara Kreatif Santika Permata
Natasya Helviana
Sangyang
Eralawyera S.
Alifia Kurniasih
Wiwit Novia
Susanti
Pembawa Acara Sarah Sechan
Bahasa Indonesia
Produksi
Produser Eksekutif Nur Asfin Mardini
Produser Hotmariarti
Elizabeth Purba
Lokasi The East Building, Kuningan
Timur, Jakarta Selatan
Durasi 60 Menit
Rumah Produksi NET. (News and
Entertainment Televisi)
Entertainment
Siaran
Saluran Asli NET.
Format Gambar 1080i (HDTV)
Siaran Sejak 19 Mei 2013
DESKRIPSI ACARA “SARAH
SECHAN”Kenapa “sarahsechan”?
Memaksimalkan host utama (sarah sechan) sebagai media efektif untuk
menggali informasi, fokus dan jelas meski diselingi denngan humor
(candaan)
Lebih variatif dan tidak menoton karena menampilkan banyak narsum dalam
setiap segmennya dan mayoritas mereka mampu menginspirasi masyarakat
dengan kisahnya yang menyentuh
Karakter pembawaan sarah sechan sebagai presenter ceria dan humoris,
tidak mengandung unsur SARA, menindas-membully sehingga aman
ditonton untuk SU.
Nama program=nama presenter sendiri- ear catching dan arti sunda
ngariung/ngumpul
Dikemas dalam suasana santai, menarik dan humoris namun tetap
memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat. Jam tayang Sarah
Sechan yaitu Senin sampai Jumat pukul 13.00 dan Sabtu hingga Minggu
pukul 18.00.
Korelasi dengan sarah sechan; memang bicara itu murah, maka program
bincang-bincang akan selalu menjadi alternatif program murah yang
memungkinkan populer. Namun, televisi akan menjadi murahan, sekiranya,
kebebasan bicara tidak disertai keterampilan, pengetahuan serta etika dan
personalitas pembawa acara. Yang muncul hanya tontonan bincang yang
ramai dan sensasional karena memang masalahnya sensasional. Namun,
sesungguhnya ia tidak membuka kehidupan apa pun
maka saya memilih bincang-bincang yang
bertajuk dan dipandu Sarah Sechan. Ia tidak
cenderung pameran kecerdasan dan perdebatan
untuk membodohkan tamunya, tetapi kecerdasan
menjadi bagian karakternya untuk menghidupkan
tamu dan dialognya dengan penonton secara
segar dan bersahaja.
GAYA TALKSHOW SARAH
SECHAN
Referensi = the late night entertainment talkshow
Dua tipe utama; light entertainment dan serious discusion
Light entertainment menitikberatkan pada unsur sensasi dan
drama, mereka menampilkan orang orang terkenal sebagai
bintang tamu dengan permasalahan mereka yang
kontroversial, biasa awalnya dibuka oleh selebriti/politikus
untuk menarik perhatian penonton.
TEORI HIRARKI PENGARUH DAN
HUBUNGANNYA DENGAN KONTEN
“SARAH SECHAN”
Teori hirarki pengaruh digagas oleh Pamela J
Shoemaker dan Stephen D Reese. – teori yang
memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi
media. Dimana isi media dipengaruhi oleh 5 level
faktor;
Level individu
Level rutinitas media
Level organisasi
Level ekstra media
Level ideologi
LEVEL
INDIVIDU
Pengaruh dari pekerja media secara individu
Karakter individu; gender, etnis, dll
Latar belakang serta pengalaman pribadinya;
pendidikan, agama dan status eksos keluarga
Keduanya, mempengaruhi pengalaman profesionalnya.
Dimana pengalaman profesional akan membentuk
peranan dan etika profesional, dan peran etika
profesional mempengaruhi isi media massa dengan kata
lain seorang ju8rnalis memiliki orientasi nilai tertentu
dalam berhadapan dengan realitas yang terjadi.
Latar belakang tim keratif- mempengaruhi tema
talkshow.
Agama- pada momen tertentu/PHB
Pendidikan berbeda beda- contoh EP (Nur Asfin)
lulusan teknik kimia, mayoritas tim komunikasi.
LEVEL RUTINITAS MEDIA
Berasal dari kendala yang menyangkut tiga tahap,
melalui ;
Apa yang akan diterima oleh konsumen atau
penonton
Mampuhkan media mengelola suatu produksi
Produk apa yang tersedia dari sumber
PENGARUH ORGANISASI
TERHADAP ISI
Pemberitaan media bukanlah sebuah hasil kerja yang
bersifat perseorangan, melainkan hasil kelompok
(kolektivitas). Tujuan lainnya seperti memproduksi
konten yang berkualitas, melayani publik dan
mendapatkan pengakuan professional dibangun
mengikuti tujuan mencari keuntungan—pengaruh
pemilik media terhadap konten sebagai kekuasaan
tertinggi
PENGARUH EKSTRA MEDIA
Sumber berita- selebrita/inspirator dan “titipan” pemilik
media
Pengiklan- produk belt (nngeblok satu segmen acara)
Kompetisi pasar
Pemerintah- regulasi penyiaran
Teknologi HD
PENGARUH IDEOLOGI
Ideologi=hegemoni
Melalui cara membangun kesadaran pada khalayak
bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted
dengan pembangunan kesadaran palsu, bagaimana
kelompok dominan mempengaruhi kelompok yang
tidak dominan melalui kampanye disinformasi melalui
kontrol media dan sebagainya.
TERIMA KASIH

More Related Content

Analisis talkshow sarah sechan

  • 1. ANALISIS TALKSHOW “SARAH SECHAN” DI NET TV Alfi Septiani (240271307)
  • 2. DESKRIPSI TALK SHOW Talkshow itu? Program dialog interaktif dengan manghadirkan narasumber/bintang tamu yang kredibel sesuai dengan topik yang dibahas. Konsep talkshow? Memberikan informasi ringan dan menghibur kepada penonton Menggali informasi dari sisi lain (kemanusiaan) terkadang berkarakter news feature dan masuk pada ruang lingkup artistik jurnalistik.
  • 3. Format Talkshow Sutradara Kreatif Santika Permata Natasya Helviana Sangyang Eralawyera S. Alifia Kurniasih Wiwit Novia Susanti Pembawa Acara Sarah Sechan Bahasa Indonesia Produksi Produser Eksekutif Nur Asfin Mardini Produser Hotmariarti Elizabeth Purba Lokasi The East Building, Kuningan Timur, Jakarta Selatan Durasi 60 Menit Rumah Produksi NET. (News and Entertainment Televisi) Entertainment Siaran Saluran Asli NET. Format Gambar 1080i (HDTV) Siaran Sejak 19 Mei 2013
  • 4. DESKRIPSI ACARA “SARAH SECHAN”Kenapa “sarahsechan”? Memaksimalkan host utama (sarah sechan) sebagai media efektif untuk menggali informasi, fokus dan jelas meski diselingi denngan humor (candaan) Lebih variatif dan tidak menoton karena menampilkan banyak narsum dalam setiap segmennya dan mayoritas mereka mampu menginspirasi masyarakat dengan kisahnya yang menyentuh Karakter pembawaan sarah sechan sebagai presenter ceria dan humoris, tidak mengandung unsur SARA, menindas-membully sehingga aman ditonton untuk SU. Nama program=nama presenter sendiri- ear catching dan arti sunda ngariung/ngumpul Dikemas dalam suasana santai, menarik dan humoris namun tetap memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat. Jam tayang Sarah Sechan yaitu Senin sampai Jumat pukul 13.00 dan Sabtu hingga Minggu pukul 18.00. Korelasi dengan sarah sechan; memang bicara itu murah, maka program bincang-bincang akan selalu menjadi alternatif program murah yang memungkinkan populer. Namun, televisi akan menjadi murahan, sekiranya, kebebasan bicara tidak disertai keterampilan, pengetahuan serta etika dan personalitas pembawa acara. Yang muncul hanya tontonan bincang yang ramai dan sensasional karena memang masalahnya sensasional. Namun, sesungguhnya ia tidak membuka kehidupan apa pun
  • 5. maka saya memilih bincang-bincang yang bertajuk dan dipandu Sarah Sechan. Ia tidak cenderung pameran kecerdasan dan perdebatan untuk membodohkan tamunya, tetapi kecerdasan menjadi bagian karakternya untuk menghidupkan tamu dan dialognya dengan penonton secara segar dan bersahaja.
  • 6. GAYA TALKSHOW SARAH SECHAN Referensi = the late night entertainment talkshow Dua tipe utama; light entertainment dan serious discusion Light entertainment menitikberatkan pada unsur sensasi dan drama, mereka menampilkan orang orang terkenal sebagai bintang tamu dengan permasalahan mereka yang kontroversial, biasa awalnya dibuka oleh selebriti/politikus untuk menarik perhatian penonton.
  • 7. TEORI HIRARKI PENGARUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONTEN “SARAH SECHAN” Teori hirarki pengaruh digagas oleh Pamela J Shoemaker dan Stephen D Reese. – teori yang memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi media. Dimana isi media dipengaruhi oleh 5 level faktor; Level individu Level rutinitas media Level organisasi Level ekstra media Level ideologi
  • 8. LEVEL INDIVIDU Pengaruh dari pekerja media secara individu Karakter individu; gender, etnis, dll Latar belakang serta pengalaman pribadinya; pendidikan, agama dan status eksos keluarga Keduanya, mempengaruhi pengalaman profesionalnya. Dimana pengalaman profesional akan membentuk peranan dan etika profesional, dan peran etika profesional mempengaruhi isi media massa dengan kata lain seorang ju8rnalis memiliki orientasi nilai tertentu dalam berhadapan dengan realitas yang terjadi.
  • 9. Latar belakang tim keratif- mempengaruhi tema talkshow. Agama- pada momen tertentu/PHB Pendidikan berbeda beda- contoh EP (Nur Asfin) lulusan teknik kimia, mayoritas tim komunikasi.
  • 10. LEVEL RUTINITAS MEDIA Berasal dari kendala yang menyangkut tiga tahap, melalui ; Apa yang akan diterima oleh konsumen atau penonton Mampuhkan media mengelola suatu produksi Produk apa yang tersedia dari sumber
  • 11. PENGARUH ORGANISASI TERHADAP ISI Pemberitaan media bukanlah sebuah hasil kerja yang bersifat perseorangan, melainkan hasil kelompok (kolektivitas). Tujuan lainnya seperti memproduksi konten yang berkualitas, melayani publik dan mendapatkan pengakuan professional dibangun mengikuti tujuan mencari keuntungan—pengaruh pemilik media terhadap konten sebagai kekuasaan tertinggi
  • 12. PENGARUH EKSTRA MEDIA Sumber berita- selebrita/inspirator dan “titipan” pemilik media Pengiklan- produk belt (nngeblok satu segmen acara) Kompetisi pasar Pemerintah- regulasi penyiaran Teknologi HD
  • 13. PENGARUH IDEOLOGI Ideologi=hegemoni Melalui cara membangun kesadaran pada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted dengan pembangunan kesadaran palsu, bagaimana kelompok dominan mempengaruhi kelompok yang tidak dominan melalui kampanye disinformasi melalui kontrol media dan sebagainya.