際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
Aspek Ekonomi 
Dari segi aspek ekonomi analisis kelayakan yang akan dilaksanakan adalah 
memperhitungkan nilai BOK (biaya operasional kendaraan sebelum dan setelah 
pembangunan Fly Over, setelah itu menghitung nilai BCR (Benefit Cost Ratio) dan nilai 
NPV (Net Present Value). 
A. Analisa BOK (Biaya Operasi Kendaraan) 
Bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian suatu 
kendaraan. Analisa BOK ini dihitung berdasarkan kecepatan tempuh. Kecepatan tempuh di 
sini didefinisikan sebagai kecepatan tempuh rata-rata. Dalam hal ini kita akan menghitung 
nilai BOK sebelum dan setelah pembangunan fly over untuk mengetahui besarnya 
penghematan BOK yang dapat dicapai. BOK terdiri atas beberapa komponen, yaitu : 
1. Biaya Tidak Tetap (Running Cost) 
 Biaya Bahan bakar 
 Biaya Oli / Pelumas 
 Biaya Pemakaian Ban 
 Biaya Pemeliharaan ( Servis kecil / besar, General Overhaul) 
 Biaya Over Head ( Biaya tak terduga) 
2. Biaya Tetap 
 Asuransi 
 Bunga Modal 
 Depresiasi ( Penyusutan Kendaraaan ) 
 Nilai Waktu 
Perhitungan BOK 
adapun rumus yang digunakan untuk menghitung BOK di jalan non tol adalah sebagai 
berikut : 
1. Konsumsi Bahan Bakar 
 Konsumsi bahan bakar = basic fuel (1 + (kk + kl + kr)) 
Dimana: basic fuel dalam liter/1000km 
kk = koreksi akibat kelandaian 
kl = koreksi akibat kondisi lalu lintas 
kr = koreksi akibat kekasaran jalan (roughness) 
 Konsumsi bahan bakar gol. I = 0.05693 V2  6.42593V + 269.18576
 Konsumsi bahan bakar gol. IIA = 0.21692 V2  24.11549V + 954.7862 
 Konsumsi bahan bakar gol. II B = 0.21557 V2  24.17699V + 947.80862 
Faktor koreksi konsumsi bahan bakar dinyatakan dalam berikut: 
tabel : faktor koreksi akibat kelandaian 
tabel : Faktor koreksi akibat kekasaran dan (v/c) 
2. Konsumsi minyak pelumas 
Konsumsi dasar minyak pelumas untuk jalan non tol dirumuskan sebagai berikut: 
 Konsumsi minyak pelumas gol. I = 0.00037 V2  0.04070V + 2.20403 
 Konsumsi minyak pelumas gol. IIA = 0.00209 V2  0.24413V + 13.29445 
 Konsumsi minyak pelumas gol.IIB = 0.00186 V2  0.22035V + 12.06486 
3. Konsumsi Ban 
Dengan memperhatikan kriteria kesederhanaan dan kemudahan dalam 
mengimplementasikan, maka digunakan model PCI sebagai berikut: 
 Golongan I : Y = 0.0008848 V  0.0045333 
 Golongan IIA : Y = 0.0012356 V  0.0064667 
 Golongan IIB : Y = 0.0015553 V  0.0059333 
Dimana : Y = pemakaian ban per 1000km 
V = kecepatan berjalan (running speed)
4. Pemeliharaan 
Biaya pemeliharaan terdiri dari biaya suku cadang dan upah montir/tenaga kerja yang 
berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun jalan non tol, sedangkan menurut 
PCI persamaannya adalah sebagai berikut 
Suku Cadang 
 Golongan I : Y = 0.0000064 V + 0.0005567 
 Golongan IIA : Y = 0.0000332 V + 0.0020891 
 Golongan IIB : Y = 0.0000191 V + 0.0015400 
Dimana: Y = pemeliharaan suku cadang per 1000km 
Montir 
 Golongan I : Y = 0.00362 V + 0.36267 
 Golongan IIA : Y = 0.02311 V + 1.97733 
 Golongan IIB : Y = 0.01511 V + 1.21200 
Dimana: Y = jam montir per 1000km 
5. Depresiasi 
Biaya depresiasi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun jalan non tol. 
Persamaannya adalah sebagai berikut: 
 Golongan I : Y = 1/(2.5 V + 125) 
 Golongan IIA : Y = 1/(9.0 V + 450) 
 Golongan IIB : Y = 1/(6.0 V + 300) 
Dimana: Y = depresiasi per 1000km, sama dengan nilai 遜 nilai depresiasi dari kendaraan 
6. Bunga Modal 
Biaya bunga modal per kendaraan-km yang dilambangkan dengan INT dan 
diekspresikan sebagai fraksi dari harga kendaraan baru diberikan dalam persamaan 
berikut: 
INT = AINT/AKM 
Dimana: 
AINT = rata-rata bunga modal tahunan dari kendaraan yang diekspresikan sebagai 
fraksi dari kendaraan baru 
= 0.01 (AINV/2) 
AINV = bunga modal tahunan dari kendaraan baru 
AKM = rata-rata jarak tempuh tahunan (kilometer) kendaraan
Dalam hal ini bunga modal diasumsikan tidak dipengaruhi oleh pilihan pengguna jalan tol 
maupun jalan non tol. 
7. Asuransi 
Biaya asuransi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun pada jalan non tol: 
 Golongan I : Y = 38/(500 V) 
 Golongan IIA : Y = 6/(2571.42857 V) 
 Golongan IIB : Y = 61/(1714.28571 V) 
Dimana: Y = asuransi per 1000km 
Selain nilai biaya operasional kendaraan (BOK), kita juga harus menghitung nilai 
penghematan waktu dari kendaraan akibat pembangunan Fly Over. Nilai waktu atau nilai 
penghematan waktu didefinisikan sebagai jumlah uang yang rela dikeluarkan oleh 
seseorang suatu satuan waktu perjalanan (Hensher 2003:304) 
Perhitungan BOK Untuk Sepeda Motor 
Besarnya Biaya Operasi Kendaraan roda dua (sepeda motor) menggunakan metode 
Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) tahun 1999, dengan rumus sebagai berikut : 
VOC = a + b / V + cV族 
dimana : 
VOC = Biaya operasi kendaraan 
V = Kecepatan rata-rata (km/jam) 
a = konstanta, nilainya 24 
b,c = koefisien dengan nilai b = 596 dan c = 0,00370 
Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan 
Tahun 2011 maka hasil BOK dikalikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi, yaitu 
dengan rumus : 
P = P0 ( 1 + i )n 
dimana : 
i = laju pertumbuhan ninflasi 
n = selisih tahun sekaranga dikurangi tahun 1999 
B. Nilai Waktu Kendaraan 
Nilai waktu kendaraan dihitung berdasrakan nilai PDRB kota makassar.
C. Analisis Benefit Cost Ratio 
Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis)adalah analisa yang sangat umum digunakan 
untuk mengevaluasi proyek pemerintah. Dengan kata lain diperlukan analisa dan 
evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkosongkos maupun 
manfaat yang disumbangkannya, karena biasanya proyekproyek pemerintah secara 
langsung atau tidak, akan mempengaruhi orang banyak. Pengaruh ini bisa positif 
(benefit)atau negatif (disbenefit) (Pudjawan, 2004). analisa manfaat biaya dapat 
dirimuskan sebagai berikut 
 
 
= 
牛  訣 
躯 
atau : 
 
 
= 
牛  訣  (″ + ″) 
狩″ 躯 
dengan : 
牛 = 牛 
牛 = 牛壌″  牛壌  
Nilai B/C yang mungkin : 
 B/C > 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek lebih besar dari biaya yang 
diperlukan. Secara ekonomi, proyek layak dilaksanakan 
 B/C = 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek sama dengan biaya yang 
diperlukan. Secara ekonomi, proyek layak untuk dilaksanakan 
 B/C < 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek lebih kecil dari biaya yang 
diperlukan. Secara ekonomi, proyek tidak layak untuk dilaksanakan 
dimana : 
Benefit = keuntungan/manfaat yang diterima opleh masyarakat yang dapt diwujudkan 
dalam bentuk uang, keuntungan ini meliputi : 
 Manfaat langsung (road user benefit) yaitu penghematan biaya 
operasional kendaraan (BOK) dengan perhitungan metode Jasa Marga, 
penghemtan waktu perjalanan (time value) dengan nilai waktu (Rp/jam) 
dan peningkatan dalam aspek ekonomi. 
Disbenefit = Kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat adanya suatu proyek 
yang dapat diwujudkan dalam bentuk uang. Kerugian ini meliputi : 
 Hilangnya produksi pertanian milik warga 
 hilangnya pemukiman Didaerah sekitar jalan
Cost = pengeluaran yang harus diadakan untuk pelaksanaan proyek meliputi biaya 
konstruksi, perencanaan, pengawasan pembangunan dan biaya operasional 
pemeliharaan jalan 
D. Present Value (NPV) 
Nett Present Value adalah merupakan parameter kelayakan yang diperoleh dengan dari 
selisih semua manfaat dengan semua pengeluaran (biaya yang relevan) selama umur 
layan setelah dikonversi dengan nilai uang yang sama. Secara matematis rumusnya 
adalah sebagai berikut: 
NPV = PV B  PV C 
 = 裡 
牛  躯 
(1 + ) 
 
keterangan : 
PV B = Present Value Benefit 
PV C = Present Value Cost 
Bt = besaran total dari komponen manfaat proyek pada tahun t 
Ct = besaran total dari komponen biaya pada tahun t 
i = tingkat suku bunga (%/tahun) 
t = jumlah tahun 
Besarnya nilai NPV biasanya adalah; NPV(-), NPV(0), dan NPV(+). Nilai NPV=(-) 
menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada manfaat yang 
diperoleh. NPV=0 menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh seimbang dengan biaya 
yang dikeluarkan, sedangkan NPV>0 menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh 
melebihi biaya yang dikeluarkan 
E. Hasil analisis studi kelayakan Pembangunan Fly Oner simpang Lima Bandara 
Hasanuddin 
1. analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) 
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai BOK untu masing-masing 
kendaraaan, contoh perhitun gn untuk golongan 1A dapat dilihat sebagai berikut
Aspek ekonomi Jalan Layang Makassar
Aspek ekonomi Jalan Layang Makassar
selanjunya hasil perhitungan nilai BOK untuk gol IIA, dan IIB dapat dilihat pada tabel 
berikut : 
Jenis Kendaraan 
Nilai BOK 
Rp/1000 Km 
Gol. I Rp 3.529.586 
Gol. IIA Rp 7.906.568 
Gol. IIB Rp 7.090.848 
` 
Untuk perhitungan BOK sepeda motor dapat dilihat sebagai berikut : 
VOC = a + b / V + cV族 
Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan 
Tahun 2014 maka hasil BOK dikalikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi sbesar 10 
%, sehinnga menjadi : 
2. Analisis Pengehematan Nilai waktu 
Untuk perhitungan pengemetan nilai waktu menggukana pendekatan nilai PDRB. adapun 
nilai PDRB kota makassar dari tahun 2008  2012 adalah sebagai berikut : 
Tahun Nilai PDRB pertumbuhan 
2008 Rp 13.551.827 
2009 Rp 14.798.187 9,20% 
2010 Rp 16.252.451 9,83% 
2011 Rp 17.820.697 9,65% 
2012 Rp 19.582.060 9,88% 
rata-rata 9,64% 
sumber : Makassar dalam angka 2013
Sesuai dengan studi terdahulu tentang nilai waktu, menunjukkan bahwa 
penilaian individu mengenai penghematan waktu pada saat perjalanan kerja 
prosentasenya adalah 33%-56% terhadap pendapatannya (Internasional Studies, 1965- 
1995). Sedangkan menurut studi PTS-BUIP (1999), penghematan waktu untuk 
perjalanan kerja adalah 50% dari upah. Dalam studi ini nilai waktu penumpang rata-rata 
dihitung 50% dari pendapatannya. Jadi berdasarkan PDRB per kapita Rp. 12.260 per 
jam, maka nilai waktu perjalanan menjadi: 
50% x Rp. 12.260 = Rp. 6.130 per jam 
Dengan demikian nilai waktu perjalanan berdasarkan jenis kendaraan pada 
Tahun 2014 adalah sebagai berikut: 
Perhitungan untuk ruas pertama sebelum pembangunan fly over: 
Nilai waktu di atas merupakan nilai waktu per jam, nilai waktu perjalanan menggunakan 
waktu hasil survey kecepatan rata-rata perjalanan dapat dihitung sebagai berikut:: 
Nilai NW dengan t = 0,0828 jam 
`
Analisis Biaya Perjalanan 
Untuk menganalisis biaya perjalanan dipakai rumus sebagai berikut: 
D = 裡Q x t x (BOK + NW) 
Hasil perhitungan biaya perjalanan dapat dilihat pada tabel berikut : 
volume Biaya Nilai 
jenis kendaraan waktu Operasi Waktu 
kendaraan pada jam perjalanan Kendaraan Perjalanan Biaya Perjalanan 
puncak (jam) (RP/Jam) (Rp/Jam) Rp/Jam 
(kend/jam) 
(裡Q) t BOK NW D=裡Qxtx(BOK+NW) 
1 2 4 6 1x2x(4+6) 
sepeda motor 562 0,083 
236 
670 42.162,70 
kend ringan 615 0,083 
3.530 
1.036 232.582,13 
kend berat 
(IIA) 64 0,083 
7.907 
8.835 88.997,55 
kend berat 
(IIB) 96 0,083 
7.091 
8.835 126.991,89 
Sehingga biaya tundaan perhari adalah Rp. 1.269.918,88 
sehingga untuk satu tahun sebesar Rp = 463.520.392,76 
3. Analisis Perhitunngan BCR dan NPV 
perhingan nilai BCR dan NPV dapat dilihat pada tabel berikut :
Total Biaya Manfaat Penghematan Total Manfaat i=5% Preesnt worth Present Worth 
Rupiah/Tahun Rupiah/tahun Nilai Waktu Rupiah/Tahun (P/F,i%,n) cost Benefit 
Penghematan BOK 0,05 Rupiah/tahun Rupiah/Tahun 
a b c d e = c+d f=1/(1+i)^a g=b*f h=e*f 
- 1 - - 
150.000.000.000,00 - 1,000 150.000.000.000,00 - 
2014 1 150.000.000,00 2.586.564.452,51 2.974.265.851,61 5.560.830.304,13 0,952 142.857.142,86 5.296.028.861,07 
2015 2 165.000.000,00 2.633.679.238,68 3.122.979.144,19 5.756.658.382,88 0,907 149.659.863,95 5.221.458.850,68 
2016 3 181.500.000,00 2.682.389.418,15 3.279.128.101,40 5.961.517.519,55 0,864 156.786.524,13 5.149.782.977,69 
2017 4 199.650.000,00 2.732.789.793,08 3.443.084.506,47 6.175.874.299,55 0,823 164.252.549,09 5.080.907.070,24 
2018 5 219.615.000,00 2.784.983.756,38 3.615.238.731,80 6.400.222.488,18 0,784 172.074.099,05 5.014.741.790,71 
2019 6 241.576.500,00 2.839.084.194,38 3.796.000.668,39 6.635.084.862,77 0,746 180.268.103,77 4.951.202.482,59 
2020 7 265.734.150,00 2.895.214.487,72 3.985.800.701,81 6.881.015.189,53 0,711 188.852.299,18 4.890.209.027,54 
2021 8 292.307.565,00 2.953.509.621,46 4.185.090.736,90 7.138.600.358,36 0,677 197.845.265,81 4.831.685.712,33 
2022 9 321.538.321,50 3.014.117.416,12 4.394.345.273,74 7.408.462.689,86 0,645 207.266.468,94 4.775.561.105,35 
2023 10 353.692.153,65 3.077.199.893,21 4.614.062.537,43 7.691.262.430,64 0,614 217.136.300,80 4.721.767.942,63 
2024 11 389.061.369,02 3.142.934.789,79 4.844.765.664,30 7.987.700.454,09 0,585 227.476.124,65 4.670.243.022,93 
2025 12 427.967.505,92 3.211.517.238,58 5.087.003.947,52 8.298.521.186,09 0,557 238.308.321,06 4.620.927.111,96 
2026 13 470.764.256,51 3.283.161.631,72 5.341.354.144,89 8.624.515.776,62 0,530 249.656.336,35 4.573.764.855,32 
2027 14 517.840.682,16 3.358.103.688,41 5.608.421.852,14 8.966.525.540,55 0,505 261.544.733,32 4.528.704.700,25 
2028 15 569.624.750,37 3.436.602.748,73 5.888.842.944,74 9.325.445.693,47 0,481 273.999.244,43 4.485.698.825,88 
2029 16 626.587.225,41 3.518.944.318,67 6.183.285.091,98 9.702.229.410,65 0,458 287.046.827,49 4.444.703.082,02 
2030 17 689.245.947,95 3.605.442.893,79 6.492.449.346,58 10.097.892.240,37 0,436 300.715.724,04 4.405.676.936,33 
2031 18 758.170.542,75 3.696.445.092,23 6.817.071.813,91 10.513.516.906,14 0,416 315.035.520,42 4.368.583.429,80 
2032 19 833.987.597,02 3.792.333.131,04 7.157.925.404,60 10.950.258.535,64 0,396 330.037.211,87 4.333.389.140,67 
2033 20 917.386.356,73 3.893.528.683,60 7.515.821.674,83 11.409.350.358,44 0,377 345.753.269,58 4.300.064.156,51 
2034 21 1.009.124.992,40 4.000.497.159,96 7.891.612.758,58 11.892.109.918,53 0,359 362.217.710,99 4.268.582.054,73 
Total 154.968.789.641,78 98.933.683.137,22 
BCR = h/g 0,64 
NPV = h-g (56.035.106.504,56) 
Tahun 
a
Berdasarkan hasil analisis diatas diperoleh nilai BCR sebesar 0,64 atau > 0 dan nilai 
NPV sebesar -56.035.106.504,56, sehingga dikatakan bahwa proyek tersebut secara 
ekonomi tidak layak untuk dilaksanakan.

More Related Content

Aspek ekonomi Jalan Layang Makassar

  • 1. Aspek Ekonomi Dari segi aspek ekonomi analisis kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memperhitungkan nilai BOK (biaya operasional kendaraan sebelum dan setelah pembangunan Fly Over, setelah itu menghitung nilai BCR (Benefit Cost Ratio) dan nilai NPV (Net Present Value). A. Analisa BOK (Biaya Operasi Kendaraan) Bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian suatu kendaraan. Analisa BOK ini dihitung berdasarkan kecepatan tempuh. Kecepatan tempuh di sini didefinisikan sebagai kecepatan tempuh rata-rata. Dalam hal ini kita akan menghitung nilai BOK sebelum dan setelah pembangunan fly over untuk mengetahui besarnya penghematan BOK yang dapat dicapai. BOK terdiri atas beberapa komponen, yaitu : 1. Biaya Tidak Tetap (Running Cost) Biaya Bahan bakar Biaya Oli / Pelumas Biaya Pemakaian Ban Biaya Pemeliharaan ( Servis kecil / besar, General Overhaul) Biaya Over Head ( Biaya tak terduga) 2. Biaya Tetap Asuransi Bunga Modal Depresiasi ( Penyusutan Kendaraaan ) Nilai Waktu Perhitungan BOK adapun rumus yang digunakan untuk menghitung BOK di jalan non tol adalah sebagai berikut : 1. Konsumsi Bahan Bakar Konsumsi bahan bakar = basic fuel (1 + (kk + kl + kr)) Dimana: basic fuel dalam liter/1000km kk = koreksi akibat kelandaian kl = koreksi akibat kondisi lalu lintas kr = koreksi akibat kekasaran jalan (roughness) Konsumsi bahan bakar gol. I = 0.05693 V2 6.42593V + 269.18576
  • 2. Konsumsi bahan bakar gol. IIA = 0.21692 V2 24.11549V + 954.7862 Konsumsi bahan bakar gol. II B = 0.21557 V2 24.17699V + 947.80862 Faktor koreksi konsumsi bahan bakar dinyatakan dalam berikut: tabel : faktor koreksi akibat kelandaian tabel : Faktor koreksi akibat kekasaran dan (v/c) 2. Konsumsi minyak pelumas Konsumsi dasar minyak pelumas untuk jalan non tol dirumuskan sebagai berikut: Konsumsi minyak pelumas gol. I = 0.00037 V2 0.04070V + 2.20403 Konsumsi minyak pelumas gol. IIA = 0.00209 V2 0.24413V + 13.29445 Konsumsi minyak pelumas gol.IIB = 0.00186 V2 0.22035V + 12.06486 3. Konsumsi Ban Dengan memperhatikan kriteria kesederhanaan dan kemudahan dalam mengimplementasikan, maka digunakan model PCI sebagai berikut: Golongan I : Y = 0.0008848 V 0.0045333 Golongan IIA : Y = 0.0012356 V 0.0064667 Golongan IIB : Y = 0.0015553 V 0.0059333 Dimana : Y = pemakaian ban per 1000km V = kecepatan berjalan (running speed)
  • 3. 4. Pemeliharaan Biaya pemeliharaan terdiri dari biaya suku cadang dan upah montir/tenaga kerja yang berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun jalan non tol, sedangkan menurut PCI persamaannya adalah sebagai berikut Suku Cadang Golongan I : Y = 0.0000064 V + 0.0005567 Golongan IIA : Y = 0.0000332 V + 0.0020891 Golongan IIB : Y = 0.0000191 V + 0.0015400 Dimana: Y = pemeliharaan suku cadang per 1000km Montir Golongan I : Y = 0.00362 V + 0.36267 Golongan IIA : Y = 0.02311 V + 1.97733 Golongan IIB : Y = 0.01511 V + 1.21200 Dimana: Y = jam montir per 1000km 5. Depresiasi Biaya depresiasi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun jalan non tol. Persamaannya adalah sebagai berikut: Golongan I : Y = 1/(2.5 V + 125) Golongan IIA : Y = 1/(9.0 V + 450) Golongan IIB : Y = 1/(6.0 V + 300) Dimana: Y = depresiasi per 1000km, sama dengan nilai 遜 nilai depresiasi dari kendaraan 6. Bunga Modal Biaya bunga modal per kendaraan-km yang dilambangkan dengan INT dan diekspresikan sebagai fraksi dari harga kendaraan baru diberikan dalam persamaan berikut: INT = AINT/AKM Dimana: AINT = rata-rata bunga modal tahunan dari kendaraan yang diekspresikan sebagai fraksi dari kendaraan baru = 0.01 (AINV/2) AINV = bunga modal tahunan dari kendaraan baru AKM = rata-rata jarak tempuh tahunan (kilometer) kendaraan
  • 4. Dalam hal ini bunga modal diasumsikan tidak dipengaruhi oleh pilihan pengguna jalan tol maupun jalan non tol. 7. Asuransi Biaya asuransi berlaku untuk perhitungan BOK pada jalan tol maupun pada jalan non tol: Golongan I : Y = 38/(500 V) Golongan IIA : Y = 6/(2571.42857 V) Golongan IIB : Y = 61/(1714.28571 V) Dimana: Y = asuransi per 1000km Selain nilai biaya operasional kendaraan (BOK), kita juga harus menghitung nilai penghematan waktu dari kendaraan akibat pembangunan Fly Over. Nilai waktu atau nilai penghematan waktu didefinisikan sebagai jumlah uang yang rela dikeluarkan oleh seseorang suatu satuan waktu perjalanan (Hensher 2003:304) Perhitungan BOK Untuk Sepeda Motor Besarnya Biaya Operasi Kendaraan roda dua (sepeda motor) menggunakan metode Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) tahun 1999, dengan rumus sebagai berikut : VOC = a + b / V + cV族 dimana : VOC = Biaya operasi kendaraan V = Kecepatan rata-rata (km/jam) a = konstanta, nilainya 24 b,c = koefisien dengan nilai b = 596 dan c = 0,00370 Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan Tahun 2011 maka hasil BOK dikalikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi, yaitu dengan rumus : P = P0 ( 1 + i )n dimana : i = laju pertumbuhan ninflasi n = selisih tahun sekaranga dikurangi tahun 1999 B. Nilai Waktu Kendaraan Nilai waktu kendaraan dihitung berdasrakan nilai PDRB kota makassar.
  • 5. C. Analisis Benefit Cost Ratio Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis)adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek pemerintah. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkosongkos maupun manfaat yang disumbangkannya, karena biasanya proyekproyek pemerintah secara langsung atau tidak, akan mempengaruhi orang banyak. Pengaruh ini bisa positif (benefit)atau negatif (disbenefit) (Pudjawan, 2004). analisa manfaat biaya dapat dirimuskan sebagai berikut = 牛 訣 躯 atau : = 牛 訣 (″ + ″) 狩″ 躯 dengan : 牛 = 牛 牛 = 牛壌″ 牛壌 Nilai B/C yang mungkin : B/C > 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek lebih besar dari biaya yang diperlukan. Secara ekonomi, proyek layak dilaksanakan B/C = 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek sama dengan biaya yang diperlukan. Secara ekonomi, proyek layak untuk dilaksanakan B/C < 1 berarti manfaat yang ditimbulkan proyek lebih kecil dari biaya yang diperlukan. Secara ekonomi, proyek tidak layak untuk dilaksanakan dimana : Benefit = keuntungan/manfaat yang diterima opleh masyarakat yang dapt diwujudkan dalam bentuk uang, keuntungan ini meliputi : Manfaat langsung (road user benefit) yaitu penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) dengan perhitungan metode Jasa Marga, penghemtan waktu perjalanan (time value) dengan nilai waktu (Rp/jam) dan peningkatan dalam aspek ekonomi. Disbenefit = Kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat adanya suatu proyek yang dapat diwujudkan dalam bentuk uang. Kerugian ini meliputi : Hilangnya produksi pertanian milik warga hilangnya pemukiman Didaerah sekitar jalan
  • 6. Cost = pengeluaran yang harus diadakan untuk pelaksanaan proyek meliputi biaya konstruksi, perencanaan, pengawasan pembangunan dan biaya operasional pemeliharaan jalan D. Present Value (NPV) Nett Present Value adalah merupakan parameter kelayakan yang diperoleh dengan dari selisih semua manfaat dengan semua pengeluaran (biaya yang relevan) selama umur layan setelah dikonversi dengan nilai uang yang sama. Secara matematis rumusnya adalah sebagai berikut: NPV = PV B PV C = 裡 牛 躯 (1 + ) keterangan : PV B = Present Value Benefit PV C = Present Value Cost Bt = besaran total dari komponen manfaat proyek pada tahun t Ct = besaran total dari komponen biaya pada tahun t i = tingkat suku bunga (%/tahun) t = jumlah tahun Besarnya nilai NPV biasanya adalah; NPV(-), NPV(0), dan NPV(+). Nilai NPV=(-) menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. NPV=0 menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh seimbang dengan biaya yang dikeluarkan, sedangkan NPV>0 menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan E. Hasil analisis studi kelayakan Pembangunan Fly Oner simpang Lima Bandara Hasanuddin 1. analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai BOK untu masing-masing kendaraaan, contoh perhitun gn untuk golongan 1A dapat dilihat sebagai berikut
  • 9. selanjunya hasil perhitungan nilai BOK untuk gol IIA, dan IIB dapat dilihat pada tabel berikut : Jenis Kendaraan Nilai BOK Rp/1000 Km Gol. I Rp 3.529.586 Gol. IIA Rp 7.906.568 Gol. IIB Rp 7.090.848 ` Untuk perhitungan BOK sepeda motor dapat dilihat sebagai berikut : VOC = a + b / V + cV族 Nilai BOK di atas adalah nilai BOK menurut Tahun 1999, untuk penyesuaian dengan Tahun 2014 maka hasil BOK dikalikan dengan nilai laju pertumbuhan Inflasi sbesar 10 %, sehinnga menjadi : 2. Analisis Pengehematan Nilai waktu Untuk perhitungan pengemetan nilai waktu menggukana pendekatan nilai PDRB. adapun nilai PDRB kota makassar dari tahun 2008 2012 adalah sebagai berikut : Tahun Nilai PDRB pertumbuhan 2008 Rp 13.551.827 2009 Rp 14.798.187 9,20% 2010 Rp 16.252.451 9,83% 2011 Rp 17.820.697 9,65% 2012 Rp 19.582.060 9,88% rata-rata 9,64% sumber : Makassar dalam angka 2013
  • 10. Sesuai dengan studi terdahulu tentang nilai waktu, menunjukkan bahwa penilaian individu mengenai penghematan waktu pada saat perjalanan kerja prosentasenya adalah 33%-56% terhadap pendapatannya (Internasional Studies, 1965- 1995). Sedangkan menurut studi PTS-BUIP (1999), penghematan waktu untuk perjalanan kerja adalah 50% dari upah. Dalam studi ini nilai waktu penumpang rata-rata dihitung 50% dari pendapatannya. Jadi berdasarkan PDRB per kapita Rp. 12.260 per jam, maka nilai waktu perjalanan menjadi: 50% x Rp. 12.260 = Rp. 6.130 per jam Dengan demikian nilai waktu perjalanan berdasarkan jenis kendaraan pada Tahun 2014 adalah sebagai berikut: Perhitungan untuk ruas pertama sebelum pembangunan fly over: Nilai waktu di atas merupakan nilai waktu per jam, nilai waktu perjalanan menggunakan waktu hasil survey kecepatan rata-rata perjalanan dapat dihitung sebagai berikut:: Nilai NW dengan t = 0,0828 jam `
  • 11. Analisis Biaya Perjalanan Untuk menganalisis biaya perjalanan dipakai rumus sebagai berikut: D = 裡Q x t x (BOK + NW) Hasil perhitungan biaya perjalanan dapat dilihat pada tabel berikut : volume Biaya Nilai jenis kendaraan waktu Operasi Waktu kendaraan pada jam perjalanan Kendaraan Perjalanan Biaya Perjalanan puncak (jam) (RP/Jam) (Rp/Jam) Rp/Jam (kend/jam) (裡Q) t BOK NW D=裡Qxtx(BOK+NW) 1 2 4 6 1x2x(4+6) sepeda motor 562 0,083 236 670 42.162,70 kend ringan 615 0,083 3.530 1.036 232.582,13 kend berat (IIA) 64 0,083 7.907 8.835 88.997,55 kend berat (IIB) 96 0,083 7.091 8.835 126.991,89 Sehingga biaya tundaan perhari adalah Rp. 1.269.918,88 sehingga untuk satu tahun sebesar Rp = 463.520.392,76 3. Analisis Perhitunngan BCR dan NPV perhingan nilai BCR dan NPV dapat dilihat pada tabel berikut :
  • 12. Total Biaya Manfaat Penghematan Total Manfaat i=5% Preesnt worth Present Worth Rupiah/Tahun Rupiah/tahun Nilai Waktu Rupiah/Tahun (P/F,i%,n) cost Benefit Penghematan BOK 0,05 Rupiah/tahun Rupiah/Tahun a b c d e = c+d f=1/(1+i)^a g=b*f h=e*f - 1 - - 150.000.000.000,00 - 1,000 150.000.000.000,00 - 2014 1 150.000.000,00 2.586.564.452,51 2.974.265.851,61 5.560.830.304,13 0,952 142.857.142,86 5.296.028.861,07 2015 2 165.000.000,00 2.633.679.238,68 3.122.979.144,19 5.756.658.382,88 0,907 149.659.863,95 5.221.458.850,68 2016 3 181.500.000,00 2.682.389.418,15 3.279.128.101,40 5.961.517.519,55 0,864 156.786.524,13 5.149.782.977,69 2017 4 199.650.000,00 2.732.789.793,08 3.443.084.506,47 6.175.874.299,55 0,823 164.252.549,09 5.080.907.070,24 2018 5 219.615.000,00 2.784.983.756,38 3.615.238.731,80 6.400.222.488,18 0,784 172.074.099,05 5.014.741.790,71 2019 6 241.576.500,00 2.839.084.194,38 3.796.000.668,39 6.635.084.862,77 0,746 180.268.103,77 4.951.202.482,59 2020 7 265.734.150,00 2.895.214.487,72 3.985.800.701,81 6.881.015.189,53 0,711 188.852.299,18 4.890.209.027,54 2021 8 292.307.565,00 2.953.509.621,46 4.185.090.736,90 7.138.600.358,36 0,677 197.845.265,81 4.831.685.712,33 2022 9 321.538.321,50 3.014.117.416,12 4.394.345.273,74 7.408.462.689,86 0,645 207.266.468,94 4.775.561.105,35 2023 10 353.692.153,65 3.077.199.893,21 4.614.062.537,43 7.691.262.430,64 0,614 217.136.300,80 4.721.767.942,63 2024 11 389.061.369,02 3.142.934.789,79 4.844.765.664,30 7.987.700.454,09 0,585 227.476.124,65 4.670.243.022,93 2025 12 427.967.505,92 3.211.517.238,58 5.087.003.947,52 8.298.521.186,09 0,557 238.308.321,06 4.620.927.111,96 2026 13 470.764.256,51 3.283.161.631,72 5.341.354.144,89 8.624.515.776,62 0,530 249.656.336,35 4.573.764.855,32 2027 14 517.840.682,16 3.358.103.688,41 5.608.421.852,14 8.966.525.540,55 0,505 261.544.733,32 4.528.704.700,25 2028 15 569.624.750,37 3.436.602.748,73 5.888.842.944,74 9.325.445.693,47 0,481 273.999.244,43 4.485.698.825,88 2029 16 626.587.225,41 3.518.944.318,67 6.183.285.091,98 9.702.229.410,65 0,458 287.046.827,49 4.444.703.082,02 2030 17 689.245.947,95 3.605.442.893,79 6.492.449.346,58 10.097.892.240,37 0,436 300.715.724,04 4.405.676.936,33 2031 18 758.170.542,75 3.696.445.092,23 6.817.071.813,91 10.513.516.906,14 0,416 315.035.520,42 4.368.583.429,80 2032 19 833.987.597,02 3.792.333.131,04 7.157.925.404,60 10.950.258.535,64 0,396 330.037.211,87 4.333.389.140,67 2033 20 917.386.356,73 3.893.528.683,60 7.515.821.674,83 11.409.350.358,44 0,377 345.753.269,58 4.300.064.156,51 2034 21 1.009.124.992,40 4.000.497.159,96 7.891.612.758,58 11.892.109.918,53 0,359 362.217.710,99 4.268.582.054,73 Total 154.968.789.641,78 98.933.683.137,22 BCR = h/g 0,64 NPV = h-g (56.035.106.504,56) Tahun a
  • 13. Berdasarkan hasil analisis diatas diperoleh nilai BCR sebesar 0,64 atau > 0 dan nilai NPV sebesar -56.035.106.504,56, sehingga dikatakan bahwa proyek tersebut secara ekonomi tidak layak untuk dilaksanakan.