ºÝºÝߣ

ºÝºÝߣShare a Scribd company logo
Audit Terhadap Siklus Pendapatan :
Pengujian Pengendalian
Disusun Oleh :
Rizal Fuzzari
1215020034
AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2015/2016
Deskripsi Siklus Pendapatan & Sistem Informasi Akuntansi yang membentuk Siklus
Pendapatan
1. Transaksi Penjualan atau Jasa (Kredit/Tunai).
Penjualan adalah suatu kegiatan yang terpadu untuk mengembangkan rencana-
rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan
pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba.
2. Retur Penjualan.
Retur penjualan adalah pengembalian barang dari customer karena hal tertentu,
mungkin karena rusak dalam perjalanan atau pengiriman barang yang tidak memenuhi
spesifikasi yang diinginkan customer dll.
3. Pencadangan Kerugian Piutang.
Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan ditandingkan
dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dengan periode terjadinya
penjualan.
4. Penghapusan Piutang.
Penghapusan piutang adalah suatu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang
tak tertagih oleh perusahaan. Piutang kurang terjamin pelunasannya, karena tidak
dibuat dalam suatu perjanjian khusus seperti yang diatur oleh peraturan hukum.
Sistem Informasi Akuntansi yang membentuk Siklus Pendapatan:
1. Sistem Penjualan Kredit.
2. Sistem Penjualan Tunai.
3. Sistem Retur Penjualan.
4. Sistem Pencadangan Kerugian Piutang.
5. Sistem Penghapusan Piutang.
Tujuan Audit Terhadap Siklus Pendapatan
Kelompok Asersi Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi Tujuan Audit terhadap
Saldo Akun Keberadaan atau ketersediaan. Transaksi Penjualan Kredit dan tunai
mencerminkan produk yg diserahkan kepada Customer selama periode yg diaudit.
Transaksi adjustment penjualan mencerminkan pengurangan penjualan karena Retur
Penjualan, Pencadangan Kerugian Piutang, dan Penghapusan Piutang yang diotorisasi selama
periode yang diaudit Piutang Usaha mencerminkan jumlah yang terutang oleh customer yang
ada pada tanggal neraca.
Kelengkapan Semua transaksi penjualan dan Adjustment terhadap penjualan yang
terjadi selama periode yang diaudit telah dicatat. Piutang Usaha mencakup semua klaim
kepada Customers pada tanggal neraca.
Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak atas Piutang Usaha dan kas sebagai hasil
dari transaksi dalam siklus pendapatan. Piutang Usaha pada tanggal neraca mencerminkan
klaim Penilaian atau alokasi Semua transaksi penjualan dan Adjustment penjualan telah
dicatat dalam jurnal, diringkas, dan diposting dalam akun dengan benar. Piutang Usaha
diidentifikasikan dan diklasifikasi dengan semestina dalam neraca.
Cadangan Kerugian piutang mencerminkan estimasi yang masuk akal beda antara
jumlah piutang bruto dengan nilai piutang usaha bersih yang dapat direalisasikan.
Penyajian dan pengungkapan Rincian transaksi penjualan dan adjustment penjualan
mendukung penyajian angka penjualan dan piutang usaha dalam laporan keuangan,baik
klasifikasinya maupunpengungkapannya. Piutang saha diidentifikasi dan diklasifikasi dengan
semestinya dalam neraca. Pengungkapan memadai telah dibuat berkaitan dengan piutang
usaha yang digadaikan atau dianjakkan.
Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian:
1. Fungsi terkait.
2. Dokumen
3. Catatan Akuntansi.
4. Bagan alir Sistem Informasi Akuntansi.
5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk
pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor.
6. Penjelasan aktivitas pengendalian yang diperlukan.
7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang
bersangkutan.
8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang
bersangkutan.
Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Penjualan
Kredit Fungsi yang terkait :
ï‚· Fungsi Penjualan.
Menerima surat order dari customer, Mengedit order dari customer, Menentukan
tanggal Pengiriman & Mengisi surat order penjualan.
ï‚· Fungsi Otorisasi Kredit.
Meneliti status kredit customer dan Memberikan otorisasi kredit kepada customer.
ï‚· Fungsi Penyimpanan Barang.
Menyimpan, menyiapkan dan menyerahkan barang yang dipesan oleh customer
kepada fungsi pengiriman.
ï‚· Fungsi Pengiriman Barang.
Menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi
penjualan.
ï‚· Fungsi Penagihan.
Membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada customer.
ï‚· Fungsi Pencatat Piutang.
Mencatat semua akun (perkiraan) yang berkaitan dengan piutang.
ï‚· Fungsi Akuntansi Biaya.
Mencatat kos produk jadi yang dijual dalam buku pembantu sediaan dan mencatat kos
produk jadi yang dikembalikan oleh customer dalam transaksi retur pembelian.
ï‚· Fungsi Akuntansi Umum.
Mencatat transaksi penjualan tunai & kredit, retur penjualan, pencadanga kerugian
piutang dan penghapusan piutang.
ï‚· Fungsi Penerimaan Barang.
Menerima barang dari transaksi pembelian dan retur penjualan.
Dokumen:
ï‚· Surat Order Pengiriman.
ï‚· Tembusan Kredit (credit copy).
ï‚· Surat Pengakuan (acknowledgement copy).
ï‚· Surat Muat (bill of landing).
ï‚· Slip Pembungkus (packing slip).
ï‚· Tembusan Gudang (warehouse copy).
ï‚· Arsip Pengawasan Pengiriman (sales order follow-up copy).
ï‚· Arsip Indeks Silang (cross-index file copy).
Catatan Akuntansi:
ï‚· Jurnal Penjualan (sales journal). mencatatat:
Piutang Usaha xxx
Pendapatan Penjualan xxx
ï‚· Jurnal Umum (general journal). mencatatat:
Kos Produk yang Dijual xxx
Sediaan Produk Jadi xxx
ï‚· Buku Pembantu Piutang.
Mencatat bertambahnya piutang kepada debitur.
ï‚· Buku Pembantu Sediaan.
Mencatat kos produk jadi tertentu yang dijual
ï‚· Buku Besar.
Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit
1. Penggunaan memo kredit yang diotorisasi untuk setiap retur penjualan.
2. Barang diterima kembali hanya atas otorisasi retur penjualan.
3. Pengecekan barang yang diterima dengan memo kredit.
4. Setiap pencatatan harus dilandasi dokumen pendukung yang lengkap.
5. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.
6. Pertanggung jawaban semua memo kredit secara periodik.
7. Panduan akun dan review pemberian kode.
Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Penjualan Kredit
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan penjualan, pengiriman barang,
penagihan dan pengiriman pernyataan pitang.
2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan pemeriksaan
terhadap dokumen pendukung.
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung
jawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke
dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap poisting ke buku pembantu dan
jurnal.
Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Pencadangan
Kerugian Piutang
Fungsi yang Terkait:
ï‚· Fungsi Pencatat Piutang.
Membuat daftar umur piutang dan bukti memorial.
ï‚· Fungsi Akuntansi Biaya.
Mencatat biaya kerugian piutang yang dibebankan pada periode akuntansi tertentu.
ï‚· Fungsi Akuntansi Umum.
Mencatat transaksi kerugian piutang dalam jurnal umum.
Dokumen:
ï‚· Bukti memorial.
ï‚· Daftar Umur Piutang.
Catatan Akuntansi:
ï‚· Jurnal Umum.
Biaya Kerugian Piutang xxx
Cadangan Kerugian Piutang Usaha xxx
ï‚· Buku Besar.
Biaya Kerugian Piutang dan Cadangan Kerugian Piutang.
Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Pencadangan Kerugian
Piutang.
1. Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap pencadangan kerugian
piutang.
2. Setiap pencatatan harus dilandasi dengan dokumen sumber dan dokumen pendukung
yang lengkap.
3. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.
4. Pertanggung jawaban semua bukti memorial secara periodik.
5. Panduan akun dan review pemberian kode.
Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Retur Penjualan.
1. Lakukan Pengamatan terhadap prosedur perstujuan pembebanan kerugian piutang.
2. Periksa dari jurnal umum dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
Auditor.
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung
jawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Periksa bukti memorial yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen cataatan
akuntansi yang bersangkutan.
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting je buku pembantu dan
jurnal.
Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Penghapusan
Piutang
Fungsi yang Terkait:
ï‚· Fungsi Pemberi Otorisasi Kredit.
Membuat bukti memorial atas dasar keputusan manajer yang berwenang untuk
penghapusan Piutang.
ï‚· Fungsi Pencatat Piutang.
Mencatat berkurangnya Piutang karena transaksi Penghapusan Piutang yang tidak
tertagih.
ï‚· Fungsi Akuntansi Umum.
Mencatat transaksi Penghapusan Piutang dalam jurnal umum.
Dokumen:
ï‚· Bukti Memorial.
ï‚· Surat Keputusan manajer yang berwenang tentang penghapusan piutang.
Catatan Akuntansi:
ï‚· Jurnal Umum.
Cadangan Kerugian Piutang xxx
Piutang Usaha xxx
ï‚· Buku Pembantu Piutang.
Mencatat berkurangnya Piutang kepada debitur tertentu berdasarkan bukti memorial.
ï‚· Buku Besar.
Piutang Usaha dan Cadangan Kerugian Piutang.
Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Penghapusan Piutang.
1. Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap penghapusan piutang.
2. Setiap pencatatan harus dilandasi dengan dokumen sumber dan dokumen pendukung
yang lengkap.
3. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.
4. Pertanggung jawaban semua bukti memorial secara periodik.
5. Panduan akun review pemberian kode.
Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Penghapusan Piutang.
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan pembebanan kerugian piutang.
2. Periksa dari jurnal umum dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung
jawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Periksa bukti memorial yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen dan
catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan
jurnal.
Evaluasi Hasil Pengujian Pengendalian.
1. Jika resiko pengendalian ditaksir teralu rendah,resiko deteksi dapat terlalu tinggi
ditetapkan dan auditor dapat melaksanakan pengujian substantif yang tidak memadai,
sehingga auditnya tidak efektif.
2. Jika resiko pengendalian ditaksir terlalau tinggi, auditor dapat melakukan pengujian
substantif melebihi dari jumlah yang diperlukan, sehingga auditor melakukan audit
yang tidak efisien.

More Related Content

Audit terhadap siklus pendapatan ringkasan

  • 1. Audit Terhadap Siklus Pendapatan : Pengujian Pengendalian Disusun Oleh : Rizal Fuzzari 1215020034 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH BANDA ACEH 2015/2016
  • 2. Deskripsi Siklus Pendapatan & Sistem Informasi Akuntansi yang membentuk Siklus Pendapatan 1. Transaksi Penjualan atau Jasa (Kredit/Tunai). Penjualan adalah suatu kegiatan yang terpadu untuk mengembangkan rencana- rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba. 2. Retur Penjualan. Retur penjualan adalah pengembalian barang dari customer karena hal tertentu, mungkin karena rusak dalam perjalanan atau pengiriman barang yang tidak memenuhi spesifikasi yang diinginkan customer dll. 3. Pencadangan Kerugian Piutang. Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan ditandingkan dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dengan periode terjadinya penjualan. 4. Penghapusan Piutang. Penghapusan piutang adalah suatu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tak tertagih oleh perusahaan. Piutang kurang terjamin pelunasannya, karena tidak dibuat dalam suatu perjanjian khusus seperti yang diatur oleh peraturan hukum. Sistem Informasi Akuntansi yang membentuk Siklus Pendapatan: 1. Sistem Penjualan Kredit. 2. Sistem Penjualan Tunai. 3. Sistem Retur Penjualan. 4. Sistem Pencadangan Kerugian Piutang. 5. Sistem Penghapusan Piutang.
  • 3. Tujuan Audit Terhadap Siklus Pendapatan Kelompok Asersi Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi Tujuan Audit terhadap Saldo Akun Keberadaan atau ketersediaan. Transaksi Penjualan Kredit dan tunai mencerminkan produk yg diserahkan kepada Customer selama periode yg diaudit. Transaksi adjustment penjualan mencerminkan pengurangan penjualan karena Retur Penjualan, Pencadangan Kerugian Piutang, dan Penghapusan Piutang yang diotorisasi selama periode yang diaudit Piutang Usaha mencerminkan jumlah yang terutang oleh customer yang ada pada tanggal neraca. Kelengkapan Semua transaksi penjualan dan Adjustment terhadap penjualan yang terjadi selama periode yang diaudit telah dicatat. Piutang Usaha mencakup semua klaim kepada Customers pada tanggal neraca. Hak dan Kewajiban Entitas memiliki hak atas Piutang Usaha dan kas sebagai hasil dari transaksi dalam siklus pendapatan. Piutang Usaha pada tanggal neraca mencerminkan klaim Penilaian atau alokasi Semua transaksi penjualan dan Adjustment penjualan telah dicatat dalam jurnal, diringkas, dan diposting dalam akun dengan benar. Piutang Usaha diidentifikasikan dan diklasifikasi dengan semestina dalam neraca. Cadangan Kerugian piutang mencerminkan estimasi yang masuk akal beda antara jumlah piutang bruto dengan nilai piutang usaha bersih yang dapat direalisasikan. Penyajian dan pengungkapan Rincian transaksi penjualan dan adjustment penjualan mendukung penyajian angka penjualan dan piutang usaha dalam laporan keuangan,baik klasifikasinya maupunpengungkapannya. Piutang saha diidentifikasi dan diklasifikasi dengan semestinya dalam neraca. Pengungkapan memadai telah dibuat berkaitan dengan piutang usaha yang digadaikan atau dianjakkan.
  • 4. Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian: 1. Fungsi terkait. 2. Dokumen 3. Catatan Akuntansi. 4. Bagan alir Sistem Informasi Akuntansi. 5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh auditor. 6. Penjelasan aktivitas pengendalian yang diperlukan. 7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang bersangkutan. 8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang bersangkutan. Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Penjualan Kredit Fungsi yang terkait : ï‚· Fungsi Penjualan. Menerima surat order dari customer, Mengedit order dari customer, Menentukan tanggal Pengiriman & Mengisi surat order penjualan. ï‚· Fungsi Otorisasi Kredit. Meneliti status kredit customer dan Memberikan otorisasi kredit kepada customer. ï‚· Fungsi Penyimpanan Barang. Menyimpan, menyiapkan dan menyerahkan barang yang dipesan oleh customer kepada fungsi pengiriman. ï‚· Fungsi Pengiriman Barang. Menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan. ï‚· Fungsi Penagihan. Membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada customer. ï‚· Fungsi Pencatat Piutang. Mencatat semua akun (perkiraan) yang berkaitan dengan piutang. ï‚· Fungsi Akuntansi Biaya.
  • 5. Mencatat kos produk jadi yang dijual dalam buku pembantu sediaan dan mencatat kos produk jadi yang dikembalikan oleh customer dalam transaksi retur pembelian. ï‚· Fungsi Akuntansi Umum. Mencatat transaksi penjualan tunai & kredit, retur penjualan, pencadanga kerugian piutang dan penghapusan piutang. ï‚· Fungsi Penerimaan Barang. Menerima barang dari transaksi pembelian dan retur penjualan. Dokumen: ï‚· Surat Order Pengiriman. ï‚· Tembusan Kredit (credit copy). ï‚· Surat Pengakuan (acknowledgement copy). ï‚· Surat Muat (bill of landing). ï‚· Slip Pembungkus (packing slip). ï‚· Tembusan Gudang (warehouse copy). ï‚· Arsip Pengawasan Pengiriman (sales order follow-up copy). ï‚· Arsip Indeks Silang (cross-index file copy). Catatan Akuntansi: ï‚· Jurnal Penjualan (sales journal). mencatatat: Piutang Usaha xxx Pendapatan Penjualan xxx ï‚· Jurnal Umum (general journal). mencatatat: Kos Produk yang Dijual xxx Sediaan Produk Jadi xxx ï‚· Buku Pembantu Piutang. Mencatat bertambahnya piutang kepada debitur. ï‚· Buku Pembantu Sediaan. Mencatat kos produk jadi tertentu yang dijual ï‚· Buku Besar.
  • 6. Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit 1. Penggunaan memo kredit yang diotorisasi untuk setiap retur penjualan. 2. Barang diterima kembali hanya atas otorisasi retur penjualan. 3. Pengecekan barang yang diterima dengan memo kredit. 4. Setiap pencatatan harus dilandasi dokumen pendukung yang lengkap. 5. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi. 6. Pertanggung jawaban semua memo kredit secara periodik. 7. Panduan akun dan review pemberian kode. Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Penjualan Kredit 1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan penjualan, pengiriman barang, penagihan dan pengiriman pernyataan pitang. 2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung. 3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung jawaban pemakaian formulir tersebut. 4. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan. 5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap poisting ke buku pembantu dan jurnal. Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Pencadangan Kerugian Piutang Fungsi yang Terkait: ï‚· Fungsi Pencatat Piutang. Membuat daftar umur piutang dan bukti memorial. ï‚· Fungsi Akuntansi Biaya. Mencatat biaya kerugian piutang yang dibebankan pada periode akuntansi tertentu. ï‚· Fungsi Akuntansi Umum. Mencatat transaksi kerugian piutang dalam jurnal umum.
  • 7. Dokumen: ï‚· Bukti memorial. ï‚· Daftar Umur Piutang. Catatan Akuntansi: ï‚· Jurnal Umum. Biaya Kerugian Piutang xxx Cadangan Kerugian Piutang Usaha xxx ï‚· Buku Besar. Biaya Kerugian Piutang dan Cadangan Kerugian Piutang. Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Pencadangan Kerugian Piutang. 1. Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap pencadangan kerugian piutang. 2. Setiap pencatatan harus dilandasi dengan dokumen sumber dan dokumen pendukung yang lengkap. 3. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi. 4. Pertanggung jawaban semua bukti memorial secara periodik. 5. Panduan akun dan review pemberian kode. Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Retur Penjualan. 1. Lakukan Pengamatan terhadap prosedur perstujuan pembebanan kerugian piutang. 2. Periksa dari jurnal umum dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung Auditor. 3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung jawaban pemakaian formulir tersebut. 4. Periksa bukti memorial yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen cataatan akuntansi yang bersangkutan. 5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting je buku pembantu dan jurnal.
  • 8. Perancangan Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian Transaksi Penghapusan Piutang Fungsi yang Terkait: ï‚· Fungsi Pemberi Otorisasi Kredit. Membuat bukti memorial atas dasar keputusan manajer yang berwenang untuk penghapusan Piutang. ï‚· Fungsi Pencatat Piutang. Mencatat berkurangnya Piutang karena transaksi Penghapusan Piutang yang tidak tertagih. ï‚· Fungsi Akuntansi Umum. Mencatat transaksi Penghapusan Piutang dalam jurnal umum. Dokumen: ï‚· Bukti Memorial. ï‚· Surat Keputusan manajer yang berwenang tentang penghapusan piutang. Catatan Akuntansi: ï‚· Jurnal Umum. Cadangan Kerugian Piutang xxx Piutang Usaha xxx ï‚· Buku Pembantu Piutang. Mencatat berkurangnya Piutang kepada debitur tertentu berdasarkan bukti memorial. ï‚· Buku Besar. Piutang Usaha dan Cadangan Kerugian Piutang. Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Penghapusan Piutang. 1. Penggunaan bukti memorial yang diotorisasi untuk setiap penghapusan piutang. 2. Setiap pencatatan harus dilandasi dengan dokumen sumber dan dokumen pendukung yang lengkap. 3. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi. 4. Pertanggung jawaban semua bukti memorial secara periodik. 5. Panduan akun review pemberian kode.
  • 9. Program Audit Untuk Pengujian Pengendalian terhadap Penghapusan Piutang. 1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan pembebanan kerugian piutang. 2. Periksa dari jurnal umum dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung. 3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggung jawaban pemakaian formulir tersebut. 4. Periksa bukti memorial yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan. 5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal. Evaluasi Hasil Pengujian Pengendalian. 1. Jika resiko pengendalian ditaksir teralu rendah,resiko deteksi dapat terlalu tinggi ditetapkan dan auditor dapat melaksanakan pengujian substantif yang tidak memadai, sehingga auditnya tidak efektif. 2. Jika resiko pengendalian ditaksir terlalau tinggi, auditor dapat melakukan pengujian substantif melebihi dari jumlah yang diperlukan, sehingga auditor melakukan audit yang tidak efisien.