Dokumen tersebut membahas tentang pengembangan CSR yang efektif secara biaya (cost effective CSR). Cost effective CSR merupakan bentuk adaptasi praktik CSR untuk memastikan efektivitas tujuan CSR dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan. Dokumen tersebut menjelaskan pengertian dan penggunaan analisis rasio efektivitas biaya untuk memilih program CSR yang memberikan manfaat tertinggi dengan biaya terendah.
2. hal 2 dari 2
Mengembangkan Cost Effective CSR
Riza Primahendra
Pengantar
Pelambatan ekonomi dunia yang ditandai dengan lesunya pasar saham, anjloknya harga
minyak, menurunnya aktivitas perdagangan internasional telah berdampak luas. Pada
skala negara, berbagai langkah untuk efisiensi sekaligus mendorong pertumbuhan
ekonomi lokal terus diupayakan. Sampai dengan Maret 2016 Pemerintah Indonesia
telah meluncurkan 10 paket kebijakan ekonomi. Pada skala perusahaan juga mengalami
hal yang serupa. Berbagai upaya untuk memastikan operasi dilaksanakan secara efisien
tanpa mengurangi kapasitas perusahaan menjadi mantra yang terus dikumandangkan.
Wujud yang paling konkrit dari efisiensi adalah pengurangan biaya. Semua biaya yang
dianggap tidak berdampak langsung pada operasi dan pelayanan dianggap ‘layak’ untuk
dikurangi. Salah satu item biaya tersebut adalah CSR. Cara berpikir ini perlu ditinjau
ulang karena beberapa sebab yaitu: a) pada beberapa industri seperti ekstraktif CSR
memiliki dampak langsung ke operasi perusahaan, b) pengurangan biaya perlu
mempertimbangkan resiko yang ditimbulkan, dan c) terdapat pendekatan lain untuk
CSR selain pengurangan biaya (cost deduction) yaitu cost effectiveness.
Cost effective CSR merupakan bentuk adaptasi praktik CSR untuk secara bersamaan
memastikan efektivitas pencapaian tujuan CSR dengan biaya yang dapat
dipertanggungjawabkan. Disadari sepenuhnya bahwa era CSR sebagai pembagian ‘kue’
keuntungan, CSR sebagai ‘pet project’, maupun CSR sebagai eksperimentasi sosial, sudah
lewat. Perusahaan dan para pegiat CSR ditantang untuk mengembangkan cost effective
CSR.
Pengertian dan Penggunaan Cost Effective CSR
Cost effective CSR adalah bentuk CSR yang dilakukan berdasar analisa ekonomi yang
membandingkan antara biaya dan outcomes (efek) dari berbagai alternatif kegiatan.
Analisa cost effectiveness dari CSR dapat dirumuskan sebagai berikut.
Outcomes (efek)
Cost Effectiveness Ratio = -----------------------
Cost
Cost Effectivenss Ratio (CER) untuk kegiatan-kegiatan CSR dapat dipergunakan dalam
beberapa cara.
1. Membandingkan beberapa kegiatan yang berbeda dengan outcome yang sama.
Dalam hal ini maka faktor biaya akan menjadi penentu. Kegiatan dengan outcome
yang sama namun biaya lebih rendah akan memiliki CER yang lebih baik.
2. Membandingkan beberapa kegiatan dengan biaya yang sama namun dengan
outcome yang berbeda. Dalam kondisi ini maka perlu dilakukan kuantifikasi dari
outcome. Dalam program kesehatan kuantifikasi dapat berupa penurunan biaya
perawatan karena vaksinasi, dalam ekonomi kuantifikasi dapat berbentuk
persentase peningkatan pendapatan keluarga karena usaha baru, dsb. Program
3. hal 3 dari 3
dengan nilai kuantifikasi outcome terbesar atau memberikan efek paling tinggi
akan menjadi cost effective CSR.
3. Membandingkan berbagai kegiatan dengan outcome dan biaya yang berbeda.
Perbandingan dapat dilakukan dengan membandingkan nilai CER dari setiap
program. Kegiatan dengan CER terbaik menjadi kegiatan CSR yang layak
dipilih.
Analisa cost effectiveness juga dapat dilakukan dengan menggunakan Matrik Outcome-
Biaya (MOB). Matrik ini memungkinkan analisa secara relatif dari beberapa alternatif
kegiatan sosial. Langkah awal untuk menggunakan MOB mencakup beberapa hal
sebagai berikut.
ï‚· Menetapkan outcome yang diharapkan dari kegiatan CSR perusahaan. Tujuan
ini harus cukup spesifik seperti siapa penerima manfaat, berapa banyak, dimana
lokasi, dan perubahan seperti apa yang diharapkan terjadi pada penerima
manfaat.
ï‚· Menetapkan rentang biaya yang oleh perusahaan dinyatakan rendah, sedang,
dan tinggi. Tentu saja rentang biaya ini akan sangat dipengaruhi oleh jenis
industri, skala perusahaan, dan kondisi finansial perusahaan.
ï‚· Menetapkan kerangka waktu yang diperlukan untuk mencapai outcome yang
diharapkan
ï‚· Mengidentifikasi berbagai alternatif kegiatan yang akan dilakukan beserta
capaian outcome dan biaya yang diperlukan dalam kerangka waktu yang telah
ditetapkan. Untuk setiap kegiatan perlu ditelaah apakah outcome yang akan
dicapai terkait langsung dan sejalan (tinggi) dengan outcome yang ditetapkan
perusahaan atau tidak. Demikian juga pada aspek biaya, untuk setiap kegiatan
perlu dibandingkan biaya yang diperlukan dengan rentang biaya dari
perusahaan.
ï‚· Meletakkan berbagai telaah terhadap berbagai kegiatan dalam MOB.
Matrik Outcome-Biaya (MOB)
Kuadran 4 Kuadran 2 Biaya
Rendah
Kuadran 3 Kuadran 1 Biaya
Tinggi
Pencapaian
outcome
tinggi/langsung
Pencapaian
outcome
rendah/tidak
langsung
Dari matrik diatas berbagai alternatif kegiatan CSR secara skematis dikelompokkan
kedalam empat kuadran, yaitu:
4. hal 4 dari 4
Kuadran 1 adalah usulan kegiatan dengan biaya tinggi dan outcome yang tidak secara
langsung mengarah pada outcome yang diharapkan perusahaan. Kegiatan-kegiatan dalam
kuadran ini umumnya adalah ‘kegiatan titipan’ dengan tujuan kegiatan yang pada
dasarnya tidak termasuk dalam ranah CSR.
Kuadran 2 adalah jenis kegiatan dengan biaya rendah namun outcome yang juga tidak
secara langsung mengarah pada yang telah ditetapkan perusahaan. Kegiatan yang masuk
dalam kuadran ini dapat berbentuk kegiatan donasi dan sponsorship pada berbagai
kegiatan masyarakat.
Kuadran 3 adalah bentuk kegiatan yang sesuai dengan outcome perusahaan namun
membutuhkan biaya tinggi untuk melaksanakannya. Biaya yang tinggi dapat disebabkan
karena kegiatan mengambil alih peran dari pemangku kepentingan lain, kurang
mengoptimalkan sumber daya lokal, ataupun kegiatan pendukung yang terlalu banyak.
Kuadran 4 adalah cost effective CSR. Kegiatan dengan outcome yang selaras dengan yang
diharapkan dan biaya yang rendah. Semua kegiatan yang berada pada kuadran ini layak
dipilih dan menjadi prioritas perusahaan.
Catatan terhadap Cost Effective CSR
Tuntutan efisiensi sebagai dampak pelambatan dan dinamika ekonomi yang dialami
perusahaan perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk meninjau kembali berbagai
kegiatan CSR, beberapa hal yang menjadi catatan terhadap cost effective CSR adalah.
1. Banyak kegiatan CSR belum merumuskan outcome yang spesifik termasuk dengan
indikator-indikatornya. Hal ini menyebabkan kegiatan CSR tidak dapat
menunjukkan efektivitas dalam mempergunakan sumber daya perusahaan.
2. Banyak perusahaan menjadikan serapan anggaran sebagai cara untuk mengukur
kegiatan CSR. Dasar dari pemikiran ini adalah dengan tingginya serapan
anggaran berarti semakin banyak kontribusi yang diberikan perusahaan, semakin
banyak manfaat yang diterima masyarakat dari perusahaan. Sesat pikir ini
mengaburkan antara anggaran dan manfaat. Cost effective CSR dimaksudkan
untuk mengoreksi sesat pikir ini.
3. Analisa cost effectiveness yang menghasilkan cost effectiveness ratio adalah alat yang
tepat untuk menyeleksi berbagai kegiatan CSR dan memilih yang memberikan
outcome paling tinggi dengan biaya yang efisien. Namun perlu diperhatikan faktor
penentu dari pencapaian outcome dan target biaya adalah pelaksana. Pelaksana
yang tidak kompeten dapat membuat outcome tidak tercapai dan/atau biaya
pelaksanaan melampaui anggaran. Sebaliknya pelaksana yang kompeten dapat
membuat kegiatan CSR mencapai cost effectiveness yang lebih baik.
4. Meskipun yang perlu menjadi prioritas adalah kegiatan dalam kuadran 4 di
MOB, namun bila tidak terdapat kegiatan yang masuk dalam kuadran 4 maka
telaah yang komprehensif terhadap kegiatan di kuadran 3 perlu dilaksanakan.
Telaah tersebut mencakup: a) apakah dapat membangun kerja sama dengan
pemangku kepentingan lain yang memiliki kegiatan serupa, b) apakah dapat
mengganti biaya dengan sumber daya non finansial seperti waktu kerja karyawan
yang menjadi relawan, atau mempergunakan sumber daya lokal yang tersedia, c)
mencari pendekatan lain untuk melaksanakan kegiatan yang secara biaya lebih
rendah dengan tidak mengorbankan pencapaian outcome.
5. hal 5 dari 5
5. Catatan terakhir pada cost effective CSR adalah pada internal perusahaan. Sangat
penting para pengambil kebijakan di perusahaan menggunakan wawasan yang
lebih terbuka dan luas dalam melaksanakan efisiensi biaya. Cost effective CSR
adalah alat untuk mencapai efisiensi dengan tetap secara optimal mencapai
outcome.
Penutup
Cost effective CSR merupakan jalan keluar bagi kebuntuan yang dihadapi perusahaan.
Pada satu sisi efisiensi telah menjadi aturan main untuk tetap bertahan, pada sisi lain
tuntutan dari pemangku kepentingan agar perusahaan tetap menunjukkan CSR. Aplikasi
cost effective CSR menuntut semua pihak untuk bersedia keluar dari zona nyaman dan
bersama-sama terlibat dalam dialog yang mendalam. Apa yang sudah biasa
dilaksanakan, dengan siapa biasa bekerja, dan bekerja dengan cara seperti apa,
semuanya perlu untuk ditinjau kembali menggunakan cost effective CSR. Melalui proses
yang tidak mudah itu kita yakin akan dihasilkan bentuk CSR yang memberikan manfaat
bagi semua pihak.
-----
Riza Primahendra adalah salah satu pendiri
AMERTA. Sejak 1999 terlibat dalam berbagai
kegiatan tanggung jawab sosial, pemberdayaan
masyarakat, pembangunan sosial, advokasi,
pengembangan kapasitas dan kelembagaan. Sejak
2002 telah memberikan konsultasi, pelatihan,
dan melakukan kajian untuk berbagai lembaga
pemerintah, lembaga bilateral dan multilateral, LSM, lembaga pendidikan,
lembaga kesehatan, dan perusahaan pada berbagai sektor.
Selama beberapa tahun terakhir berkarya dalam industri minyak dan gas dengan
menangani beragam fungsi seperti manajemen strategi, community development
& relation, government relation, land acquisition, business license & permit, PR &
communication, human resource, security management, workplace management,
WP&B, accounting & cost control.
Alamat kontak: rizaprimahendra@gmail.com
6. hal 6 dari 6
adalah jejaring para praktisi CSR yang mengembangkan metode dan
praktik terbaik CSR untuk mendukung berbagai organisasi dan
perusahaan mengembangkan CSR dan mewujudkan kinerja sosial yang
efektif dan berkelanjutan.
AMERTA mengembangkan kompetensi dalam:
ï‚· SOCIAL STUDY. Berbagai kajian dan penilaian seperti PRA (Participatory Rural Appraisal), PLA
(Participatory Learning Action), Baseline Study, Studi Dampak, Social Risk Assessment, SEAGA
(Socio-Economic & Gender Analysis), SLA (Sustainable Livelihood Analysis), HRIA (Human
Rights Impact Assessment) adalah kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai langkah awal
melaksanakan CSR.
ï‚· CSR PLANNING & PROGRAMMING. Perumusan rencana strategis dan program CSR
berbasis konteks social dan model bisnis adalah langkah lanjut yang dilaksanakan untuk
memastikan CSR dilaksanakan sebagai sebuah system manajemen.
ï‚· CSR PROJECT MANAGEMENT. Berbagai bentuk program dan kegiatan yang dilakukan oleh
organisasi dan perusahaan perlu didesain untuk memiliki dampak sosial. Microfinance& small
business development, community organizing& facilitation, behavior change & social marketing dan
advocacy adalah bentuk-bentuk CSR di lapangan.
ï‚· INDUSTRIAL RELATION & HR. Hubungan industrial dan SDM merupakan bagian dari CSR
internal perusahaan dan perlu dikelola secara sistematis dan strategis sehingga mendukung tujuan
bisnis.
Kantor:
Jl. PuloAsem Utara A 20
Kelurahan Jati, Pulo Gadung, Jakarta 13220, Indonesia
Ph: 62-21-29833288
www.amerta.id