ºÝºÝߣ

ºÝºÝߣShare a Scribd company logo
NAMA KELOMPOK
1.KHAIRUNNISA N.Y.
2.TRIAS UTAMI.P.W
3.DANNY ARDIANSYAH
4.M RAFI SOMANTRI
5.M. FAUZAN
6.RIZA HARIS
PENGERTIAN PERILAKU MENYIMPANG


Penyimpangan adalah perilaku
  masyarakat baik individu/kelompok
  secara langsung, maupung secara
  tidak langsung yang menyimpang
  dengan nomra dan nilai yang berlaku
  di suatu masyarakat
1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation)

   Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh
   seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu
   kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan
   jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas.
   Seperti:

   a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang
   baik, penyimpangannya disebut pembandel.

   b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di
   lingkungannya, penyimpangannya disebut pembangkang.

   c. Melanggar norma-norma umum yang berlaku, penyimpangannya disebut
   pelanggar.

   d. Mengabaikan norma-norma umum, menimbulkan rasa tidak aman/tertib,
   kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya, penyimpangannya
   disebut perusuh atau penjahat.
Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain:

   a. Penyalahgunaan narkoba
   Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai, norma sosial dan agama.



   b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna.
   Contohnya: seseorang menjadi pencuri karena terbentuk oleh
   lingkungannya yang banyak melakukan tidak ketidakjujuran, pelanggaran,
   pencurian dan sebagainya.


   c. Pelacuran
   Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola
   kepribadiannya yang tidak seimbang.
   Contoh: seseorang menjadi pelacur karena mengalami masalah (ekonomi,
   keluarga dsb.)
d.Penyimpangan seksual

        Adalah perilaku seksual yang
    tidak lazim dilakukan seseorang.
    Beberapa jenis penyimpangan
    seksual:
•   - Lesbianisme dan Homosexual
•   - Transvestitisme
•   - Sadisme
•   - Pedophilia
•   - Perzinahan
e.Tindak kejahatan/kriminal
Tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, sosial dan agama.
Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian,
penipuan, penganiayaan, pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan.


f.Gaya hidup
Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum
atau biasanya. Penyimpangan ini antara lain:
- Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti
kepandaian,            nkekuasaan, kekayaan dsb.
- Sikap eksentrik Perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga
dianggap aneh, misalnya nlaki-laki beranting di telinga, rambut gondrong
dsb.
2. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation)


•Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan
secara bersamasama atau secara berkelompok. Penyimpangan ini
dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-
sama (kolektif). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat
dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang
berlaku. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya
sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Kesatuan dan
persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam
kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan dari
kelompoknya.
•Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara
lain:
a. Kenakalan remaja
Karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal-
hal yang dianggap bergengsi, sekelompok orang melakukan
tindakan-tindakan menyerempet bahaya, misalnya kebut-kebutan,
membentuk geng-geng yang membuat onar dsb.
b. Tawuran/perkelahian pelajar
Perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang
pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat
kompleknya kehidupan di kota besar. Demikian juga tawuran yang
terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering
muncul. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang
positif, melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamer
kekuatan/unjuk kemampuan.
c. Penyimpangan kebudayaan
Karena ketidakmampuan menyerap norma-norma
  kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing
  individu dalam kelompok maka dapat teSjadi
  pelanggaran terhadap norma-norma budayanya.
  Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang
  tinggi dalam masyarakat tradisional banyak
  ditentang karena tidak lagi sesuai dengan
  tuntutan zaman
Usaha yang dilakukan dalam menangatasi perilaku menyimpang dapat
dilakukan dengan cara:
1. Usaha di lingkungan keluarga
a.) Menciptakan keluarga yang harmonis, terbuka dan jauh dari
kekacauan. Dengan keadaan inbkeluarga yang seperti ini, mengakibatkan
anak-anak lebih sering tinggal dirumah daripada iiiiiikeluyuran di luar
rumah. Tindakan ini lebih mendekatkan hubungan orang tua dengan
iiiiiianaknya.


b.) Memberikan kemerdekaan kepada anak untuk mengemukakan
pendapatnya dalam batas- iiiiiibatas kewajaran tertentu. Dengan tindakan
seperti ini, anak-anak dapat berani untuk iiiiiimenentukan langkahnya,
tanpa ada keraguan dan paksaan dari berbagai pihak. Sehingga
iiiiiimereka dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap apa yang
mereka kerjakan.
c.) Orang tua selalu berbagi (sharing)
pengalaman, cerita dan informasi kepada
anak-anak. iiiiiSehingga mereka dapat
memilih figure dan sikap yang cocok unutk
dijadikan pegangan iiiiidalam bertingkah
laku.

d.) Orang tua sebaiknya memperlihatkan
sikap-sikap yang pantas dan dapat
diteladani oleh iiiiianak-anak mereka.
2. Usaha di lingkungan sekolah
a.Menegakkan disiplin sekolah yang wajar dan dapat diterima
siswa dan penhuni sekolah. Disiplin yang baik dan wajar dapat
diterapkan dengan pembentukan aturan-aturan yang sesuai dan
tidak merugikan berbagai pihak.


b.Pelaksanaan peraturan dengan adil dan tidak pandang bulu.
Tinadakan dilakukan dengan cara memberikan sangsi yang sesuai
terhadap semua siswa yang melanggar peraturan tanpa melihat
keadaan orang tua siswa tersebut. Seperti siswa yang berasal
dari kaluarga terpandang atau pejabat .
c.) Meningkatkan kerja sama dengan masyarakat
   yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah.
   Dengan cara ini, masyarakat dapat melaporkan
   langsung penyimpangan-penyimpangan yang
   dilakukan siswa di luar pekarangan sekolah.
   Seperti bolos, tawuran, merokok dan minum
   minuman keras.
3. Usaha di lingkungan masyarakat
a. Menegur anak-anak yang sedang melakukan
   tindakan-tindakan yang telah melanggar norma.


b. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak yang
   tinggal di lingkungan tempat tinggal.
FAKTOR PEMBENTUK DAN PENYEBAB PERILAKU
MENYIMPANG


A. Faktor pembentuk perilaku
  menyimpang
1.Keluarga
2.Lingkungan tempat tinggal
3.Kelompok bermain
4.Media massa.
B. Faktor Penyebab perilaku menyimpang
1.Kegagalan dalam proses sosial
2.Ketidaksanggupan menyerap norma-norma
  sosial
3.Proses belajar menyimpang
4.Ketegangan antara kebudayaan dan struktur
  sosial
5.Ikatan sosial yang berlainan
6.Proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan
  menyimpang
7.Sikap mental yang tidak sehat
8.Dorongan kebutuhan ekonmi
9.Pelampiasan rasa kecewa
Penyebab-penyebab
penyimpangan sosial

More Related Content

Contoh penyimpangan sosial

  • 1. NAMA KELOMPOK 1.KHAIRUNNISA N.Y. 2.TRIAS UTAMI.P.W 3.DANNY ARDIANSYAH 4.M RAFI SOMANTRI 5.M. FAUZAN 6.RIZA HARIS
  • 2. PENGERTIAN PERILAKU MENYIMPANG Penyimpangan adalah perilaku masyarakat baik individu/kelompok secara langsung, maupung secara tidak langsung yang menyimpang dengan nomra dan nilai yang berlaku di suatu masyarakat
  • 3. 1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Seperti: a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel. b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di lingkungannya, penyimpangannya disebut pembangkang. c. Melanggar norma-norma umum yang berlaku, penyimpangannya disebut pelanggar. d. Mengabaikan norma-norma umum, menimbulkan rasa tidak aman/tertib, kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya, penyimpangannya disebut perusuh atau penjahat.
  • 4. Yang termasuk dalam tindak penyimpangan individual antara lain: a. Penyalahgunaan narkoba Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai, norma sosial dan agama. b. Proses sosialisasi yang tidak sempurna. Contohnya: seseorang menjadi pencuri karena terbentuk oleh lingkungannya yang banyak melakukan tidak ketidakjujuran, pelanggaran, pencurian dan sebagainya. c. Pelacuran Pelacuran lebih disebabkan oleh tidak masaknya jiwa seseorang atau pola kepribadiannya yang tidak seimbang. Contoh: seseorang menjadi pelacur karena mengalami masalah (ekonomi, keluarga dsb.)
  • 5. d.Penyimpangan seksual Adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan seseorang. Beberapa jenis penyimpangan seksual: • - Lesbianisme dan Homosexual • - Transvestitisme • - Sadisme • - Pedophilia • - Perzinahan
  • 6. e.Tindak kejahatan/kriminal Tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, sosial dan agama. Yang termasuk ke dalam tindak kriminal antara lain: pencurian, penipuan, penganiayaan, pembunuhan, perampokan dan pemerkosaan. f.Gaya hidup Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari perilaku umum atau biasanya. Penyimpangan ini antara lain: - Sikap arogansi Kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti kepandaian, nkekuasaan, kekayaan dsb. - Sikap eksentrik Perbuatan yang menyimpang dari biasanya, sehingga dianggap aneh, misalnya nlaki-laki beranting di telinga, rambut gondrong dsb.
  • 7. 2. Penyimpangan Kolektif (Group Deviation) •Penyimpangan kolektif yaitu: penyimpangan yang dilakukan secara bersamasama atau secara berkelompok. Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama- sama (kolektif). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan/teman. Kesatuan dan persatuan dalam kelompok dapat memaksa seseorang ikut dalam kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. •Penyimpangan yang dilakukan secara kelompok/kolektif antara lain:
  • 8. a. Kenakalan remaja Karena keinginan membuktikan keberanian dalam melakukan hal- hal yang dianggap bergengsi, sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan menyerempet bahaya, misalnya kebut-kebutan, membentuk geng-geng yang membuat onar dsb. b. Tawuran/perkelahian pelajar Perkelahian antar pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang pada umumnya terjadi di kota-kota besar sebagai akibat kompleknya kehidupan di kota besar. Demikian juga tawuran yang terjadi antar kelompok/etnis/warga yang akhir-akhir ini sering muncul. Tujuan perkelahian bukan untuk mencapai nilai yang positif, melainkan sekedar untuk balas dendam atau pamer kekuatan/unjuk kemampuan.
  • 9. c. Penyimpangan kebudayaan Karena ketidakmampuan menyerap norma-norma kebudayaan kedalam kepribadian masing-masing individu dalam kelompok maka dapat teSjadi pelanggaran terhadap norma-norma budayanya. Contoh: tradisi yang mewajibkan mas kawin yang tinggi dalam masyarakat tradisional banyak ditentang karena tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman
  • 10. Usaha yang dilakukan dalam menangatasi perilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara: 1. Usaha di lingkungan keluarga a.) Menciptakan keluarga yang harmonis, terbuka dan jauh dari kekacauan. Dengan keadaan inbkeluarga yang seperti ini, mengakibatkan anak-anak lebih sering tinggal dirumah daripada iiiiiikeluyuran di luar rumah. Tindakan ini lebih mendekatkan hubungan orang tua dengan iiiiiianaknya. b.) Memberikan kemerdekaan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya dalam batas- iiiiiibatas kewajaran tertentu. Dengan tindakan seperti ini, anak-anak dapat berani untuk iiiiiimenentukan langkahnya, tanpa ada keraguan dan paksaan dari berbagai pihak. Sehingga iiiiiimereka dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan.
  • 11. c.) Orang tua selalu berbagi (sharing) pengalaman, cerita dan informasi kepada anak-anak. iiiiiSehingga mereka dapat memilih figure dan sikap yang cocok unutk dijadikan pegangan iiiiidalam bertingkah laku. d.) Orang tua sebaiknya memperlihatkan sikap-sikap yang pantas dan dapat diteladani oleh iiiiianak-anak mereka.
  • 12. 2. Usaha di lingkungan sekolah a.Menegakkan disiplin sekolah yang wajar dan dapat diterima siswa dan penhuni sekolah. Disiplin yang baik dan wajar dapat diterapkan dengan pembentukan aturan-aturan yang sesuai dan tidak merugikan berbagai pihak. b.Pelaksanaan peraturan dengan adil dan tidak pandang bulu. Tinadakan dilakukan dengan cara memberikan sangsi yang sesuai terhadap semua siswa yang melanggar peraturan tanpa melihat keadaan orang tua siswa tersebut. Seperti siswa yang berasal dari kaluarga terpandang atau pejabat .
  • 13. c.) Meningkatkan kerja sama dengan masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah. Dengan cara ini, masyarakat dapat melaporkan langsung penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan siswa di luar pekarangan sekolah. Seperti bolos, tawuran, merokok dan minum minuman keras.
  • 14. 3. Usaha di lingkungan masyarakat a. Menegur anak-anak yang sedang melakukan tindakan-tindakan yang telah melanggar norma. b. Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan tempat tinggal.
  • 15. FAKTOR PEMBENTUK DAN PENYEBAB PERILAKU MENYIMPANG A. Faktor pembentuk perilaku menyimpang 1.Keluarga 2.Lingkungan tempat tinggal 3.Kelompok bermain 4.Media massa.
  • 16. B. Faktor Penyebab perilaku menyimpang 1.Kegagalan dalam proses sosial 2.Ketidaksanggupan menyerap norma-norma sosial 3.Proses belajar menyimpang 4.Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial 5.Ikatan sosial yang berlainan 6.Proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang 7.Sikap mental yang tidak sehat 8.Dorongan kebutuhan ekonmi 9.Pelampiasan rasa kecewa