際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
Dinamika Hidrosfer

 Fitria Ayu Ningtyas
 Hasna Chairunnisa
 Hilmi Farisi Rakhan
 Ilham Salman
 Khairunnisa Nazhifah Y
 M. Fauzan
Peta Konsep
                      Landas kontinen,             Perairan
   Air di Bumi
                      Landas Teritorial,            Darat
                      Zona ekonomi khusus




Pembagian wilayah,
Relief, Sifat2,            Dinamika         Jumlah air di bumi,
Gerakan, Kehidupan,        Hidrosfer        Siklus air
& Manfaat laut




  Wilayah Laut        Air tanah, Sungai,
   Indonesia          Danau, Rawa                Laut & Pesisir
A. Siklus Air
   Air adalah senyawa gabungan antara 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen
    (H2O).

   Air dapat berwujud padat (didinginkan sampai 0属 C), gas (mendidih sampai
    100属 C), dan cair.

   Hidrosfer adalah lapisan air yg menyelimuti permukaan bumi dan ada 71%
    permukaan bumi ialah perairan.

   Hidrosfer meliputi; samudra, laut, sungai, danau, gletser, danau, salju, air
    tanah, dan uap air di atmosfer.

   Jumlah air di permukaan bumi tetap, krn melalui mekanisme daur air. Yakni
    proses berputarnya air dari atmosfer ke permukaan bumi lalu kembali lagi
    ke atmosfer.
Pembagian Siklus Air
 Siklus air terbagi 3:
   1.   Siklus pendek: uap air mengalami kondensasi di atas laut
        kemudian jatuh kembali ke laut.

   2.   Siklus sedang: uap air mengalami kondensasi membentuk
        awan kemudian terbawa angin menuju daratan dan jatuh sbg
        hujan dan meresap ke dlm tanah, sungai, serta danau dan
        kembali ke laut.

   3.   Siklus panjang: uap air dibawa angin menuju daratan hingga
        pegunungan tinggi menjadi kristal2 es atau salju, kemudian
        jatuh sbg hujan es atau salju membentuk gketser, masuk ke
        sungai dan kembali ke laut.
Aktivitas Terkait Siklus Air
   Evaporasi: berubahnya zat air menjadi uap air. Faktor yang mempengaruhi antara lain:

    faktor meteorologis (suhu air, suhu udara/atmosfer, kelembapan, kecepatan angin,

    tekanan udara, sinar matahari/radiasi).

   Transpirasi: penguapan air dari tumbuhan melalui pori2 daun (stomata) yg dipengaruhi

    oleh; meteorologis (pengaruh sinar matahari), jenis tumbuhan, jenis tanah.

   Evapotranspirasi: kombinasi antara evaporasi dan transpirasi terbagi atas evaporasi

    potensial (cukupnya air dari presipitasi/irigasi), dan evaporasi aktual (tergantung

    jumlah air).

   Kondensasi: proses perubahan wujud dan bentuk uap air menjadi titik2 air.

   Sublimasi: perubahan wujud dari gas menjadi padat (uap air menjadi salju).

   Infiltrasi: peresapan air ke dlm tanah melalui pori2 tanah.

   Presipitasi: segala materi yg dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dlm bentuk

    cair (hujan) atau padat (salju).
Dinamika hidrosfer
B. Perairan Darat
   Air Tanah, adalah air yg terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan
    bumi, berasal dari air hujan yg meresap ke dalam tanah.

   Air tanah dibedakan atas 2 macam:

    1.   Air Tanah Dangkal: air tanah yg terdapat di atas lapisan batu kedap

         air. Air tanah dangkal contohnya ialah air sumur yg memiliki lapisan

         ketebalan dan ketipisan berbeda-beda.

    2.   Air Tanah Dalam: air tanah yg terletak diantara dua lapisan batuan

         kedap air. Air tanah dalam adalah sumber air yg tak pernah kering.

         Apabila memancar disebut sebagai air artesis. Contoh ialah geyser.
Dinamika hidrosfer
Manfaat & Pengelolaan
   Pemerintah mengatur pengelolaan sumber daya air melalui Pasal 33 ayat

    (2) dan (3) UUD 1945.

   UU Sumber Daya Air juga mengatur tentang Konservasi Sumber Daya Air,

    yakni upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keberadaan, sifat, dan

    fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kualitas dan

    kuantitas yg memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik untuk sekarang

    maupun generasi yg akan datang.

   Adanya pasal tsb membuka celah untuk melakukan privatisasi dan

    komersialisasi pengelolaan sumber daya air, baik air tanah, air permukaan,

    maupun sebagian badan sungai. Privatisasi memberikan kesempatan pihak

    swasta untuk melakukan pengelolaan air.
Melestarikan Sumber Daya Air
   Melestarikan dan melindungi dengan cara:

    1.   Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah

         tangkapan air.

    2.   Pengendalian pemanfaatan sumber air.

    3.   Pengaturan sarana dan prasarana sanitasi air.

    4.   Rehabilitasi hutan dan lahan.

    5.   Pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam, dan kawasan

         pelestarian alam.
Dinamika hidrosfer
C. Sungai
 Adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut. Danau,
  atau sungai lain yg lebih besar.

 Air sungai berasal dari gletser, danau yg meluap, atau mata air
  pegunungan.

 Air sungai mempunyai tiga aktivitas: erosi, transportasi, dan
  sedimentasi.

 Bentuk lembah sungai di bagian hilir yg makin lebar dan berkelok
  disebut sebagai meander.

 Rawa adalah tanah rendah yg selalu tergenang air krn tdk ada
  pelepasan air (drainase). Dibagi atas: rawa air asin, rawa air payau,
  rawa air tawar.
Jenis dan Pola Aliran Sungai
 Berdasarkan sumber air dibagi menjadi 3: sungai mata air, sungai
  hujan, dan sungai gletser.

 Berdasarkan arah aliran sungai dibagi 4:
   1.   konsekuen (sungai yg alirannya searah dgn kemiringan lereng),

   2.   subsekuen (sungai yg alirannya airnya tegak lurus terhadap sungai
        konsekuen),

   3.   obsekuen (anak sungai dari aliran subsekuen yg arah alirannya
        berlawanan dgn sungai konsekuen),

   4.   resekuen (anak sungai dari sungai subsekuen yg arah aliran airnya
        sejajar dgn sungai konsekuen.
 Berdasarkan struktur geologi dibedakan atas 2:
   1.   sungai anteseden (tetap mempertahankan pola alirannya meskipun
        terjadi pengangkatan secara perlahan-lahan.),

   2.   sungai superposed (mengalir pd suatu daratan aluvial atau daratan
        peneplain hingga struktur batuan di dataran itu tersingkap tanpa
        banyak mengubah pola aliran sungai.)

 Pola sungai terbagi atas:
   1.   pola dendritik, pola aliran tdk teratur.

   2.   pola radial, pola berbentuk jari-jari lingkaran.

   3.   pola trellis, aliran sungai induk sejajar dgn anak sungai dan bermuara
        pd induk.

   4.   pola rektanguler, pola membentuk sudut siku-siku.
Dinamika hidrosfer
Manfaat Sungai
 Sebagai sarana transportasi
 Sumber air untuk irigasi
 Sebagai pembangkit tenaga listrik
 Prasarana olahraga
 Budi daya perikanan
 Menjaga kelangsungan alam
 Sumber makanan dan minuman bagi manusia, tumbuhan, dan
  hewan.
D. DAS & Danau
   DAS adalah seluruh wilayah di sekitar sungai yg apabila terjadi hujan airnya
    mengalir ke sungai utama.

   Danau adalah massa air dlm jumlah besar yg berada dlm suatu cekungan
    atau basin di wilayah daratan. Terbagi atas alam dan buatan.

   Danau buatan misal waduk, situ./setu

   Danau alam terbedakan atas:

    1.   Tektonik

    2.   Vulkanik

    3.   Tektonovulkanik

    4.   Karst

    5.   Glasial

    6.   Bendungan alam
E. Banjir
   Peristiwa tergenangnya daratan yg biasanya kering oleh air yg berasal dari

    sumber2 air di sekitar daratan.

   Hujan yg sangat deras di daerah hulu sungai dpt menyebabkan banjir

    bandang.

   Penyebab banjir: penebangan hutang di sekitar DAS, perubahan penggunaan

    lahan, tertutupnya aliran sungai, saluran air yg tdk efektif.

   3 jenis banjir:

    1.   Banjir sungai: terjadi berkala krn meluapnya sungai.

    2.   Banjir danau: krn badai atau angin atau bendungan jebol.

    3.   Banjir pasang: krn angin topan, letusan gunung berapi, dan gempa bumi.
F.      Laut dan Pesisir
 Laut adalah massa air asin yg menggenangi sebaian besar
  permukaan bumi. Keberadaan laut sangat mempengaruhi iklim dan
  cuaca di muka bumi.

 Di Indonesia penelitian tentang laut dilakukan oleh: laboratorium
  biologi laut, dan sekarang bernama pusat penelitian oseanografi.

 Perjalanan massa air di lautan bagai ban yg berputar, dalam 1
  putaran memerlukan waktu 50 tahun utk kembali ke titik semula.
  Hal tsb dinamakan conveyor belt thermohaline circulation.

 Wilayah laut dibagi 3 kelompok: laut tepi (pemisah benua dgn
  samudera), laut tengah (terletak diantara dua benua), laut
  pedalaman (keseluruhannya dikelilingi daratan).
 Berdasarkan proses terjadinya dibedakan atas: transgresi (wilayah
  laut terjadi krn anaiknya permukaan laut), ingresi (terjadi krn
  turunyya daratan akibat proses patahan sehingga tergenang air
  laut),   regresi   (terjadi   krn   turunnya   permukaan   laut   baik
  disebabkan naiknya daratan atau turunnya permukaan laut).
 Berdasarkan kedalaman dibedakan atas: zona litoral (wilayah laut
  terletak diantara pasang naik dan surut), zona neritik (wilayah laut
  yg terletak dari wilayah pasang surut      sampai kedalaman sampai
  200 M), zona batial (kedalaman antara 200 M  2000 M).
 Relief dasar laut terdiri atas: paparan benua (continental shelf),
  lereng benua (continental slope), palung laut (trench), lubuk laut
  (basin), punggung laut (ridge).
 Sifat-sifat air laut terdiri atas: warna, salinitas, dan suhu.

 Gerakan air laut terdiri atas gelombang dan arus.

 Kehidupan di laut terdiri atas plankton (bentuk dasar kehidupan laut;
   fitoplankton & zooplankton), nekton (kelompok binatang laut yg dpt
   berenang), dan bentos (kelompok hewan hidup di dasar mulai dari
   tepi hingga terdalam).

 Manfaat laut:
   1.   Sebagai prasarana transportasi.

   2.   Sumber makanan.

   3.   Pasang surutnya adalah pembangkit listrik.

   4.   Tempat rekreasi dan olahraga.

   5.   Pengatur iklim.
G. Wilayah Laut Indonesia
 Lautan lebih luas dari daratan, tekanan air lautnya bervariasi antara
  1-1000 atm.

 Kadar unsur hara antara miskin hara (oligotrofik)-kaya hara
  (eutrofik).

 Sinar matahari bervariasi dari zona cukup cahaya (fotik)-tak ada
  cahaya (afotik).

 Kekhasan lingkungan laut dicirikan adanya relung (niche) ekologi yg
  spesifik, hutan bakau di pesisir, hidrotermal laut dgn suhu yg tinggi
  mencapai 350属 C.

 Batas laut diatur dlm Deklarasi Djuanda (13/12/1957) disesuaikan
  dgn Konvensi Hukum Laut Internasional. @Jamaika,1982.

 Menurunnya kualitas laut krn pencemaran/eksploitasi sumber daya
  secara berlebihan.
Laut RI Terbagi
 Landas kontinen,      wilayah laut yg merupakan
  paparan dgn kedalaman sampai 200 M dpl. Segala
  kekayaan alam milik Indonesia.
 Laut teritorial, wilayah laut diukur sejauh 12 mil
  dari    garis    dasar,      Indonesia    punya   hak
  sebagaimana landas kontinen.
 ZEE, wilayah laut diukur sejauh 200 mil dari garis
  dasar   pulau2    terluar.    Indonesia   punya   hak
  sebagaimana landas kontinen dan laut teritorial.

More Related Content

Dinamika hidrosfer

  • 1. Dinamika Hidrosfer Fitria Ayu Ningtyas Hasna Chairunnisa Hilmi Farisi Rakhan Ilham Salman Khairunnisa Nazhifah Y M. Fauzan
  • 2. Peta Konsep Landas kontinen, Perairan Air di Bumi Landas Teritorial, Darat Zona ekonomi khusus Pembagian wilayah, Relief, Sifat2, Dinamika Jumlah air di bumi, Gerakan, Kehidupan, Hidrosfer Siklus air & Manfaat laut Wilayah Laut Air tanah, Sungai, Indonesia Danau, Rawa Laut & Pesisir
  • 3. A. Siklus Air Air adalah senyawa gabungan antara 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen (H2O). Air dapat berwujud padat (didinginkan sampai 0属 C), gas (mendidih sampai 100属 C), dan cair. Hidrosfer adalah lapisan air yg menyelimuti permukaan bumi dan ada 71% permukaan bumi ialah perairan. Hidrosfer meliputi; samudra, laut, sungai, danau, gletser, danau, salju, air tanah, dan uap air di atmosfer. Jumlah air di permukaan bumi tetap, krn melalui mekanisme daur air. Yakni proses berputarnya air dari atmosfer ke permukaan bumi lalu kembali lagi ke atmosfer.
  • 4. Pembagian Siklus Air Siklus air terbagi 3: 1. Siklus pendek: uap air mengalami kondensasi di atas laut kemudian jatuh kembali ke laut. 2. Siklus sedang: uap air mengalami kondensasi membentuk awan kemudian terbawa angin menuju daratan dan jatuh sbg hujan dan meresap ke dlm tanah, sungai, serta danau dan kembali ke laut. 3. Siklus panjang: uap air dibawa angin menuju daratan hingga pegunungan tinggi menjadi kristal2 es atau salju, kemudian jatuh sbg hujan es atau salju membentuk gketser, masuk ke sungai dan kembali ke laut.
  • 5. Aktivitas Terkait Siklus Air Evaporasi: berubahnya zat air menjadi uap air. Faktor yang mempengaruhi antara lain: faktor meteorologis (suhu air, suhu udara/atmosfer, kelembapan, kecepatan angin, tekanan udara, sinar matahari/radiasi). Transpirasi: penguapan air dari tumbuhan melalui pori2 daun (stomata) yg dipengaruhi oleh; meteorologis (pengaruh sinar matahari), jenis tumbuhan, jenis tanah. Evapotranspirasi: kombinasi antara evaporasi dan transpirasi terbagi atas evaporasi potensial (cukupnya air dari presipitasi/irigasi), dan evaporasi aktual (tergantung jumlah air). Kondensasi: proses perubahan wujud dan bentuk uap air menjadi titik2 air. Sublimasi: perubahan wujud dari gas menjadi padat (uap air menjadi salju). Infiltrasi: peresapan air ke dlm tanah melalui pori2 tanah. Presipitasi: segala materi yg dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dlm bentuk cair (hujan) atau padat (salju).
  • 7. B. Perairan Darat Air Tanah, adalah air yg terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan bumi, berasal dari air hujan yg meresap ke dalam tanah. Air tanah dibedakan atas 2 macam: 1. Air Tanah Dangkal: air tanah yg terdapat di atas lapisan batu kedap air. Air tanah dangkal contohnya ialah air sumur yg memiliki lapisan ketebalan dan ketipisan berbeda-beda. 2. Air Tanah Dalam: air tanah yg terletak diantara dua lapisan batuan kedap air. Air tanah dalam adalah sumber air yg tak pernah kering. Apabila memancar disebut sebagai air artesis. Contoh ialah geyser.
  • 9. Manfaat & Pengelolaan Pemerintah mengatur pengelolaan sumber daya air melalui Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945. UU Sumber Daya Air juga mengatur tentang Konservasi Sumber Daya Air, yakni upaya memelihara keberadaan, keberlanjutan keberadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kualitas dan kuantitas yg memadai untuk kebutuhan makhluk hidup, baik untuk sekarang maupun generasi yg akan datang. Adanya pasal tsb membuka celah untuk melakukan privatisasi dan komersialisasi pengelolaan sumber daya air, baik air tanah, air permukaan, maupun sebagian badan sungai. Privatisasi memberikan kesempatan pihak swasta untuk melakukan pengelolaan air.
  • 10. Melestarikan Sumber Daya Air Melestarikan dan melindungi dengan cara: 1. Pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air. 2. Pengendalian pemanfaatan sumber air. 3. Pengaturan sarana dan prasarana sanitasi air. 4. Rehabilitasi hutan dan lahan. 5. Pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam, dan kawasan pelestarian alam.
  • 12. C. Sungai Adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut. Danau, atau sungai lain yg lebih besar. Air sungai berasal dari gletser, danau yg meluap, atau mata air pegunungan. Air sungai mempunyai tiga aktivitas: erosi, transportasi, dan sedimentasi. Bentuk lembah sungai di bagian hilir yg makin lebar dan berkelok disebut sebagai meander. Rawa adalah tanah rendah yg selalu tergenang air krn tdk ada pelepasan air (drainase). Dibagi atas: rawa air asin, rawa air payau, rawa air tawar.
  • 13. Jenis dan Pola Aliran Sungai Berdasarkan sumber air dibagi menjadi 3: sungai mata air, sungai hujan, dan sungai gletser. Berdasarkan arah aliran sungai dibagi 4: 1. konsekuen (sungai yg alirannya searah dgn kemiringan lereng), 2. subsekuen (sungai yg alirannya airnya tegak lurus terhadap sungai konsekuen), 3. obsekuen (anak sungai dari aliran subsekuen yg arah alirannya berlawanan dgn sungai konsekuen), 4. resekuen (anak sungai dari sungai subsekuen yg arah aliran airnya sejajar dgn sungai konsekuen.
  • 14. Berdasarkan struktur geologi dibedakan atas 2: 1. sungai anteseden (tetap mempertahankan pola alirannya meskipun terjadi pengangkatan secara perlahan-lahan.), 2. sungai superposed (mengalir pd suatu daratan aluvial atau daratan peneplain hingga struktur batuan di dataran itu tersingkap tanpa banyak mengubah pola aliran sungai.) Pola sungai terbagi atas: 1. pola dendritik, pola aliran tdk teratur. 2. pola radial, pola berbentuk jari-jari lingkaran. 3. pola trellis, aliran sungai induk sejajar dgn anak sungai dan bermuara pd induk. 4. pola rektanguler, pola membentuk sudut siku-siku.
  • 16. Manfaat Sungai Sebagai sarana transportasi Sumber air untuk irigasi Sebagai pembangkit tenaga listrik Prasarana olahraga Budi daya perikanan Menjaga kelangsungan alam Sumber makanan dan minuman bagi manusia, tumbuhan, dan hewan.
  • 17. D. DAS & Danau DAS adalah seluruh wilayah di sekitar sungai yg apabila terjadi hujan airnya mengalir ke sungai utama. Danau adalah massa air dlm jumlah besar yg berada dlm suatu cekungan atau basin di wilayah daratan. Terbagi atas alam dan buatan. Danau buatan misal waduk, situ./setu Danau alam terbedakan atas: 1. Tektonik 2. Vulkanik 3. Tektonovulkanik 4. Karst 5. Glasial 6. Bendungan alam
  • 18. E. Banjir Peristiwa tergenangnya daratan yg biasanya kering oleh air yg berasal dari sumber2 air di sekitar daratan. Hujan yg sangat deras di daerah hulu sungai dpt menyebabkan banjir bandang. Penyebab banjir: penebangan hutang di sekitar DAS, perubahan penggunaan lahan, tertutupnya aliran sungai, saluran air yg tdk efektif. 3 jenis banjir: 1. Banjir sungai: terjadi berkala krn meluapnya sungai. 2. Banjir danau: krn badai atau angin atau bendungan jebol. 3. Banjir pasang: krn angin topan, letusan gunung berapi, dan gempa bumi.
  • 19. F. Laut dan Pesisir Laut adalah massa air asin yg menggenangi sebaian besar permukaan bumi. Keberadaan laut sangat mempengaruhi iklim dan cuaca di muka bumi. Di Indonesia penelitian tentang laut dilakukan oleh: laboratorium biologi laut, dan sekarang bernama pusat penelitian oseanografi. Perjalanan massa air di lautan bagai ban yg berputar, dalam 1 putaran memerlukan waktu 50 tahun utk kembali ke titik semula. Hal tsb dinamakan conveyor belt thermohaline circulation. Wilayah laut dibagi 3 kelompok: laut tepi (pemisah benua dgn samudera), laut tengah (terletak diantara dua benua), laut pedalaman (keseluruhannya dikelilingi daratan).
  • 20. Berdasarkan proses terjadinya dibedakan atas: transgresi (wilayah laut terjadi krn anaiknya permukaan laut), ingresi (terjadi krn turunyya daratan akibat proses patahan sehingga tergenang air laut), regresi (terjadi krn turunnya permukaan laut baik disebabkan naiknya daratan atau turunnya permukaan laut). Berdasarkan kedalaman dibedakan atas: zona litoral (wilayah laut terletak diantara pasang naik dan surut), zona neritik (wilayah laut yg terletak dari wilayah pasang surut sampai kedalaman sampai 200 M), zona batial (kedalaman antara 200 M 2000 M). Relief dasar laut terdiri atas: paparan benua (continental shelf), lereng benua (continental slope), palung laut (trench), lubuk laut (basin), punggung laut (ridge).
  • 21. Sifat-sifat air laut terdiri atas: warna, salinitas, dan suhu. Gerakan air laut terdiri atas gelombang dan arus. Kehidupan di laut terdiri atas plankton (bentuk dasar kehidupan laut; fitoplankton & zooplankton), nekton (kelompok binatang laut yg dpt berenang), dan bentos (kelompok hewan hidup di dasar mulai dari tepi hingga terdalam). Manfaat laut: 1. Sebagai prasarana transportasi. 2. Sumber makanan. 3. Pasang surutnya adalah pembangkit listrik. 4. Tempat rekreasi dan olahraga. 5. Pengatur iklim.
  • 22. G. Wilayah Laut Indonesia Lautan lebih luas dari daratan, tekanan air lautnya bervariasi antara 1-1000 atm. Kadar unsur hara antara miskin hara (oligotrofik)-kaya hara (eutrofik). Sinar matahari bervariasi dari zona cukup cahaya (fotik)-tak ada cahaya (afotik). Kekhasan lingkungan laut dicirikan adanya relung (niche) ekologi yg spesifik, hutan bakau di pesisir, hidrotermal laut dgn suhu yg tinggi mencapai 350属 C. Batas laut diatur dlm Deklarasi Djuanda (13/12/1957) disesuaikan dgn Konvensi Hukum Laut Internasional. @Jamaika,1982. Menurunnya kualitas laut krn pencemaran/eksploitasi sumber daya secara berlebihan.
  • 23. Laut RI Terbagi Landas kontinen, wilayah laut yg merupakan paparan dgn kedalaman sampai 200 M dpl. Segala kekayaan alam milik Indonesia. Laut teritorial, wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar, Indonesia punya hak sebagaimana landas kontinen. ZEE, wilayah laut diukur sejauh 200 mil dari garis dasar pulau2 terluar. Indonesia punya hak sebagaimana landas kontinen dan laut teritorial.