Dokumen tersebut membahas tentang Domain Name System (DNS) yang merupakan sistem basis data terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer berdasarkan alamat IP. DNS memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengingat dan menggunakan nama domain daripada harus menghafal alamat IP. Dokumen juga menjelaskan sejarah, struktur, cara kerja, keunggulan, dan jenis-jenis data yang disimpan dalam DNS.
DNS merupakan sistem pengelolaan nama domain secara terdistribusi yang mengkonversi nama domain menjadi alamat IP dan sebaliknya. DNS menyimpan data dalam basis data terdistribusi untuk mencari alamat berdasarkan nama domain secara global dan terorganisir secara hirarkis mulai dari root, TLD, dan subdomain.
Dokumen tersebut membahas tentang Domain Name System (DNS) yang menjelaskan:
1. DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP dan menyimpan informasi tentang host dan domain dalam basis data tersebar
2. DNS bekerja dengan hierarki server, dimulai dari root server, server tingkat atas, hingga server otoritatif
3. DNS memiliki beberapa jenis record seperti A, MX, NS, dan lainnya untuk menyimpan berbagai informasi
Makalah ini membahas tentang Domain Name System (DNS) yang merupakan sistem basis data terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan TCP/IP. DNS digunakan untuk memetakan nama host ke alamat IP. Makalah ini menjelaskan pengertian, sejarah, dan struktur DNS beserta cara kerjanya.
Dokumen tersebut membahas tentang DHCP server, DNS server, dan web server. Secara singkat, DHCP server secara otomatis memberikan alamat IP kepada klien, DNS server menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, dan web server menyimpan dan menyajikan konten website.
Dokumen tersebut membahas tentang Domain Name System (DNS) dan pengaturan server DNS. DNS digunakan untuk menerjemahkan antara alamat IP dan nama host agar mudah diingat oleh pengguna. Server DNS dikonfigurasi dengan membuat zona maju dan mundur untuk masing-masing domain dan subnet. Pemeliharaan server DNS meliputi pembaruan nomor serial pada setiap perubahan data dan penggunaan beberapa server sekunder untuk ketersediaan layanan.
Dokumen tersebut membahas cara menginstall DNS server dan DHCP server dalam jaringan komputer. DNS server digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP secara otomatis, sedangkan DHCP server secara otomatis mengalokasikan IP address kepada client dalam suatu jaringan. Dokumen tersebut menjelaskan langkah-langkah instalasi dan konfigurasi DNS server dan DHCP server pada sistem operasi Linux.
Dokumen tersebut membahas tentang arsitektur jaringan komputer, termasuk peer to peer, client server, DHCP server, name server, DNS, FTP server, dan web server. Juga membahas tentang cara kerja web server dan komponen-komponennya seperti browser, HTTP request dan response."
Dokumen tersebut membahas tentang DHCP server, DNS server, dan web server. Secara singkat, DHCP server digunakan untuk secara otomatis memberikan alamat IP kepada komputer klien, DNS server digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, sedangkan web server digunakan untuk menyimpan dan menyajikan halaman web.
Dokumen tersebut membahas tentang Domain Name System (DNS) dan pengaturan server DNS. DNS digunakan untuk menerjemahkan antara alamat IP dan nama host agar mudah diingat oleh pengguna. Server DNS dikonfigurasi dengan membuat zona maju dan mundur untuk masing-masing domain dan subnet. Pemeliharaan server DNS meliputi pembaruan nomor serial pada setiap perubahan data dan penggunaan beberapa server sekunder untuk ketersediaan layanan.
Dokumen tersebut membahas cara menginstall DNS server dan DHCP server dalam jaringan komputer. DNS server digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP secara otomatis, sedangkan DHCP server secara otomatis mengalokasikan IP address kepada client dalam suatu jaringan. Dokumen tersebut menjelaskan langkah-langkah instalasi dan konfigurasi DNS server dan DHCP server pada sistem operasi Linux.
Dokumen tersebut membahas tentang arsitektur jaringan komputer, termasuk peer to peer, client server, DHCP server, name server, DNS, FTP server, dan web server. Juga membahas tentang cara kerja web server dan komponen-komponennya seperti browser, HTTP request dan response."
Dokumen tersebut membahas tentang DHCP server, DNS server, dan web server. Secara singkat, DHCP server digunakan untuk secara otomatis memberikan alamat IP kepada komputer klien, DNS server digunakan untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, sedangkan web server digunakan untuk menyimpan dan menyajikan halaman web.
3. PENDAHULUAN
Komputer bekerja berdasarkan dengan angka
1010 0101
Nomor IP: 200.201.150.47
Semua diterjemahkan menjadi angka (biner),
baru kemudian diproses
Manusia memiliki kelemahan dalam mengingat angka
200.201.150.47 vs www.poltekssn.ac.id
Mana yang lebih mudah diingat?
Kemudian menjadi identitas:
Yahoo, Amazon, Google
5. KELEBIHAN DNS
Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak lagi
disusahkan untuk mengingat IP address sebuah
komputer, cukup host name.
Konsisten, IP address sebuah komputer boleh
berubah, tapi host name tidak boleh berubah.
Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan
(bagi admin).
6. SOLUSI?
Diperlukan sebuah konversi dari nama ke angka dan
sebaliknya
Cara paling mudah adalah dengan menggunakan tabel
Di sistem UNIX ada berkas /etc/hosts
Contoh isinya
167.205.21.81 router
167.205.21.82 www.stsn-nci.ac.id
167.205.21.83 mail-server
167.205.21.84 cloud-server
7. TAPI ADA MASALAH YANG TIMBUL
DARI TABEL
Sistem tabel hanya dapat digunakan untuk jumlah mesin
(komputer) yang tidak terlalu banyak.
ketika komputer semakin banyak? Apakah Sistem tabel di
komputer kita akan mampu melayani?
atau
Apakah anda mau meng-entry semua nama domain dan
mendata semua IP di tiap komputer yang ada di jaringan ?
8. DI JARINGAN GLOBAL (INTERNET)
Penyebab Masalah
Teknologi internet terus berkembang.
Jumlah hosts bertambah.
Data di tabel semakin bertambah besar dan
Akan repot jika di-input secara manual.
Perebutan nama yang favorit
Nama fungsi: server, router,
Nama tokoh: kartun, pengarang science fiction,
Nama lokasi: kota, negara,
9. APA ITU DNS?
Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database
System yang digunakan untuk pencarian nama komputer
(name resolution) di jaringan yang mengunakan protokol
TCP/IP
DNS merupakan sebuah aplikasi services yang biasa
digunakan di Internet seperti web browser atau e-mail yang
menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.
10. HISTORY
Sebelum adanya DNS, tahun 1970-an
ARPAnet menggunakan pemetaan
dengan bentuk tabel host pada berkas
HOSTS.TXT
HOSTS.TXT berisi nama host dan
alamat IP serta pemetaannya dari
seluruh mesin/komputer yang
terhubung dalam jaringan.
Ketika ada komputer lain yang
terhubung ke jaringan ARPAnet maka
masing-masing komputer dalam
jaringan tersebut harus memperbaharui
berkas HOSTS.TXT-nya.
Cara meng-update berkas HOSTS.TXT
dengan menggunakan ftp setiap satu
atau dua minggu sekali.
Masalah ketika jaringan menjadi
semakin besar. Kesulitan meng-update
isi berkas HOSTS.TXT karena jumlah
nama mesin/komputer yang dituliskan
sudah terlalu besar dan tidak efisien.
12. STRUKTUR HIERARKI DNS
Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan
kemampuan yang ada di struktur hierarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain.
Top-Level Domains (TLD)
Second-Level Domains, contoh : training.yadipoer.com
Host Names
13. TOP LEVEL DOMAIN (TLD)
Domain Generik
com , net , gov , mil , org , edu , int
Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN
(www.icann.org) yaitu: aero, biz , coop , info , museum , name , pro
Domain Negara
Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain.
Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di
bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk
Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id,
web.id.
Domain Arpa
Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung
ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan
alamat IP-nya.
15. PENGELOLA NAMA DOMAIN INDONESIA
Sejarah
Dimulai dari individual sampai ke Rahmat Samik Ibrahim
dan kemudian ke Budi Rahardjo
Menggunakan nama IDNIC (Indonesia Network
Information Center), ID DOMREG, ccTLD ID
Web: http://www.pandi.or.id
Sebelumnya Domain Admin yang terdaftar di
IANA/ICANN untuk mengelola IDNIC an. Budi Rahardjo
dan Maman Sutarman
16. DOMAIN ID
Top Level Domain : id
Beberapa Sub-Domain
ac.id : Lemb. Pendidikan
go.id : Lemb. Pemerintahan
co.id : Lemb. Komersial
or.id : Lemb. Non Profit
net.id : Network Provider
sch.id : Sekolah
17. KALAU KITA TIDAK BISA MENG-UPDATE DATA TABEL TERUS
MENERUS DI KOMPUTER CLIENT, BAGAIMANA CARANYA
AGAR KOMPUTER TETAP BISA TAU NOMOR IP ADDRESS
KOMPUTER TUJUAN DI JARINGAN INTERNET?
Harus ada solusi yang bisa membantu komputer client, agar
tau berapa no IP Address komputer tujuan
Meng-konversi tabel IP Address menjadi Domain Name agar
mudah di ingat.
Membuat Domain Name System di komputer Server, agar
semua komputer client bisa merujuk ke komputer tersebut untuk
mencari referensi IP Address komputer tujuan.
18. KENAPA PERLU DOMAIN NAME SYSTEM?
Ketika komputer client
mencari komputer lain (X)
dijaringan berbeda &
tidak tahu berapa nomor
IP Address-nya, maka
komputer Client
membutuhkan
pertolongan komputer
DNS Server untuk
memberi tahu berapa
nomor IP Address
komputer X berdasarkan
nama domain yang kita
kirimkan ke komputer
DNS Server.
X
19. DNS COMPONENT
Resolver: suatu rutin pustaka yang akan membuat suatu permintaan/query dan
mengirimkannya lewat jaringan ke sebuah name-server. Program tersebut
berjalan pada host yang menginginkan informasi mengenai suatu host di
Internet. Resolver juga menginterpretasikan respon dari name-server apakah
informasi yang diminta merupakan record ataupun kesalahan.
Resolution: proses pencarian name-server yang mempunyai tanggung jawab
terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah name-server yang jawab
terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah nameserver yang dicari
ditemukan maka server akan memberikan informasi name-server yang
bersangkutan kepada pemintanya.
Caching: Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki
database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang
diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-
data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query
selanjutnya yang diberikan kepadanya.
20. RESOLVER AND NAME SERVER
1. Sebuah program aplikasi
pada host yang mengakses
domain system disebut sebagai
resolver
2. Resolver mengontak DNS
server, yang biasa disebut
name server
3. DNS server mengembalikan IP
address ke resolver yang
meneruskan ke aplikasi yang
membutuhkan IP address
21. CARA KERJA DNS
1. Saat user merequest suatu alamat (misalnya www.facebook.com) dari host
pribadi (oman.com 202.53.232.114), maka host tersebut akan
menanyakan pada name server lokal untuk mencari dimanakah
www.facebook.com berada
2. Name server (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di database
lokal. Jika tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS
servernya, siapa yang memegang domain untuk facebook.com
3. Root server akan memberitahu IP address server DNS dari alamat
www.facebook.com. DNS server lokal akan mengontak server DNS yang
mengelola www.facebook.com. Kemudian DNS server tersebut akan
memberitahu IP address dari www.facebook.com. baru host Oman dapat
me-request www.facebook.com dengan IP address yang diberikan.
23. CARA KERJA DNS
DNS memetakan nama
komputer menjadi IP address
Client DNS disebut dengan
resolvers dan DNS server
disebut dengan name servers.
24. PRINSIP KERJA DNS
1. Resolvers (client) mengirimkan queries ke name server
2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi
name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke
resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan
IP address yang diberikan name server
25. RESOLVERS (KOMP. CLIENT) MENJAWAB
PERMINTAAN USER YANG INGIN MENCARI
INFORMASI PADA KOMPUTER LAIN DI JARINGAN,
DENGAN MENGHUBUNGKAN DIRI KE KOMPUTER
TUJUAN, NAMUN SEBELUM KE KOMPUTER TUJUAN
TERLEBIH DAHULU :
1. Melihat isi cache-nya sendiri (apabila pertanyaan tersebut pernah
ditanyakan dan jawabannya disimpan dalam cache miliknya).
2. Bertanya / query kepada dns server lokal serta meng-interpretasi-
kan hasilnya.
27. DNS MEMILIKI BEBERAPA KEUNGGULAN, SEPERTI:
Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan
untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name
(nama Komputer).
Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi
host name tidak harus berubah.
Simple, user hanya menggunakan satu nama untuk mencari
nama domain baik di Internet maupun di Intranet, meskipun ada
banyak mirror server yang digunakan.
28. PENGATURAN NOMOR IP DAN NAMA
Sejarahnya pengaturan nomor IP dan nama host
diatur secara tersentral oleh IANA (Internet
Assigned Numbers Authority)
Dimotori oleh Jon Postel
Daftar tabel di-download secara
berkala
Situs web
IANA http://www.iana.org
Jon Postel http://www.postel.org
30. Nama domain dan Label
Level 0 (root)
edu
label
uny
ft
elka
pti
label
label
label
label
uny.edu.
edu.
ft.uny.edu.
elka.ft.uny.edu.
pti.elka.ft.uny.edu.
31. ORGANISASI TERKAIT DENGAN DNS
Global:
Pada mulanya: IANA
Sekarang: ICANN (Internet Corporation For Assigned Names and Numbers)
menunjuk DNSO (Domain Name Supporting Organization ) mengatur
penggunaan domain name
Regional
APTLD, CENTR, APNIC,
Negara
Berbeda-beda. di Indonesia: IDNIC / ID DOMREG / Pengelola Nama
Domain Indonesia saat ini PANDI (Pengelola Nama Domain Internet
Indonesia)
www.pandi.or.id
32. DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
Tabel yang dikelola secara terdistribusi
Seorang administrator mengelola sebuah domain tertentu.
Domain dapat memiliki sub domain
DNS inventor: Paul Mockapetris
http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Mockapetris
Data-data di DNS tidak hanya sekedar nomor IP tapi juga:
jenis komputer, OS, lokasi, dll.
33. MEKANISME QUERY DNS
Query DNS sama seperti menelusuri alamat pos biasa
Untuk menelusuri alamat di bawah ini, alamat dibaca dari belakang
(mulai dari Indonesia)
Sandi Rikardo
Sekolah Tinggi Sandi Negara
Jurusan Keamanan Siber
Jln. Putat Nutug, Ciseeng
Bogor 60111
Indonesia
34. QUERY DNS
Query ke www.siber.stsn-nci.ac.id dilakukan dengan
urutan
.id
.ac.id
.stsn-nci.ac.id
.siber.stsn-nci.ac.id
www. siber.stsn-nci.ac.id = 173.145.56.80
Ada proses cache untuk mempercepat
35. STRUKTUR DOMAIN .ID
Domain harus di bawah second level domain
.ac: academic
.co: company
.or: others
.net: net
.go: government
.mil: military
.sch: school
.web: web
Khusus:
.war.net.id: warnet
37. APLIKASI DNS
host : Mendapatkan alamat IP dari suatu nama host atau
mendapatkan nama host dari suatu alamat IP
Nslookup : Mencari informasi tentang node jaringan, dan
gjg, memeriksa isi database dari nameserver
Dig (Domain Internet Groper) : Mencari informasi yang
lebih lengkap dari suatu nama domain.
Bind Aplikasi nameserver
38. BIND (BERKELEY INTERNET NAME DOMAIN)
/etc/resolv.conf : Berkas konfigurasi berisi domain atau alamat IP name-server yang pertama dicari oleh
resolver ketika sebuah domain/nama mesin diminta untuk dipetakan ke alamat IP.
/etc/nsswitch.conf : Berkas konfigurasi sistem untuk melakukan mekanisme switch sistem database dan
name-service. Switch dapat melalui berkas, name-server, atau NIS server.
/etc/named.conf : Berkas konfigurasi dari BIND yang utama, berisi informasi mengenai bagaimana klien
DNS mengakses port 53 letak dan jenis berkas database yang diperlukan Umumnya berisi letak berkas
konfigurasi port 53, letak dan jenis berkas database yang diperlukan. Umumnya berisi letak berkas
konfigurasi name-server root, domain, localhost/loopback, dan reverse-mapping.
/var/named/named.ca : Berkas database name-server root yang bertanggung jawab terhadap Top
Level Domain di Internet. Digunakan untuk mencari domain di luar domain lokal. Nama berkas ini bisa
anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama
dari BIND.
/var/named/namedlocal : Berkas database name-server untuk alamat loopback/host lokal/alamat diri
sendiri. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai
berkas konfigurasi utama dari BIND.
/var/named/db.domain-kita.com : Berkas database name-server untuk domain domain-kita.com yang
berisi resource record, informasi nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domainkitacom
Berkas ini bisa lebih dari nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domain-kita.com.
Berkas ini bisa lebih dari satu tergantung jumlah domain yang kita kelola. Nama berkas ini bisa anda
definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari
BIND.
/etc/rndc.conf : Berkas konfigurasi program rndc yaitu suatu program untuk administrasi dan kontrol
operasi nameserver BIND.
39. INSTALL DNS SERVER LINUX
Untuk memulai installasi dan konfigurasi DNS server, pastikan anda
telah mengatur IP address anda terlebih dahulu.
Untuk DNS server, nama paket yang akan diinstall adalah bind9, dan
untuk menginstall gunakan perintah
# apt-get install bind9
Bind (Berkeley Internet Name Domain) sudah terdapat di repository
Ubuntu atau di DVD repository sehingga kita tidak perlu mencarinya
lagi secara terpisah. Apabila ingin menginstall lewat GUI maka kita
bisa melalui Synaptic Package Manager.
40. Selain dari itu anda juga dapat menggunakan aplikasi
lain untuk konfigurasi DNS Server, antara lain :
1. djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS) .
2. MaraDNS.
3. QIP (Lucent Technologies).
4. NSD (Name Server Daemon).
5. Unbound.
6. PowerDNS.
7. Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows
2000 dan Windows 2003).
8. dnsmasq
41. KONFIGURASI
Lakukan instalasi package bind9 pada mesin yang akan menjadi
DNS Server. Untuk menginstal package, gunakan perintah apt-get
install bind9.
Setelah terinstall, data untuk file konfigurasi DNS Server berada
di /etc/bind/named.conf.local.
Buka file tersebut dengan menggunakan utility nano atau
gunakan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
42. Sebagai contoh setelah terbuka, inputkan script berikut :
Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa di samping parameter zone ada teks
"yadipoer.com", dimana yadipoer.com adalah domain name yang akan digunakan
pada sistem tersebut. Kemudian pada parameter type kita menentukan jenis domain
name yang akan digunakan apakah master atau slave. Di samping parameter file
menunjukan file konfigurasi yang selanjutnya.
43. Setelah itu lakukan konfigurasi pada file db.forward dengan membukanya
menggunakan utility nano. Setelah terbuka, lakukan pengeditan script sehingga
menjadi seperti berikut :
Maksud dari isi tanda oval biru pada gambar di atas adalah format waktu kapan
dilakukan pengeditan domain name yang di representasikan secara standar. Formatnya
adalah tahun-bulan-tanggal-pengeditan ke....
Dari gambar di atas diketahui bahwa pengeditan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2012
dan itu adalah pengeditan pertama (01).
44. Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada file tersebut. Setelah itu
buka file db.reverse menggunakan nano lalu lakukan pengeditan script seperti
berikut :
Pada bagian depan di line paling bawah dapat dilihat ada angka 1. Hal itu maksudnya
adalah untuk penanda dari segmen terakhir pada IP Address yang digunakan untuk
mesin DNS Server (172.16.0.1).
45. Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada
file tersebut. Langkah terakhir dari konfigurasi ini adalah
restarting pada service bind9. Gunakan perintah service
bind9 restart.
Jika muncul parameter [ OK ] pada saat proses stopping dan
starting dari domain name service, maka konfigurasi kita sudah
benar.
46. PENGUJIAN DNS SERVER
1. Pada PC Client, buka file /etc/resolv.conf dengan
menggunakan utility nano. Setelah terbuka, masukkan
script berikut :
47. 2. Setelah itu gunakan perintah nslookup sehingga akan
muncul console > (tanda lebih dari). Setelah muncul console
tersebut, ketikkan www.yadipoer.com untuk membuktikan
kepemilikan domain name tersebut. Berikut hasilnya :
Pada gambar di atas dapat dibuktikan bahwa pemilik domain name
yadipoer.com adalah IP address 172.16.0.1 (sesuai dengan topologi).
Kemudian dari line Address : 172.16.0.1#53 dapat kita ketahui
bahwa DNS Server bekerja pada port 53.
48. 3. Pengujian juga dapat dilakukan dengan cara melakukan uji
koneksi ke domain name yadipoer.com. Gunakan
perintah ping www.yadipoer.com. Berikut hasilnya :
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa uji koneksi ICMP ke domain
yadipoer.com dijawab oleh pemilik IP address 172.16.0.1.
49. FILE-FILE KONFIGURASI
Standard
named.conf di dalam /etc
named.ca di dalam /var/named
named.local di dalam /var/named
Jika ingin membuat master server maka harus ada:
file zone -> mapping dari nama ke IP
file reverse zone -> mapping dari IP ke nama
51. // generated by named-bootconf.pl
options {
directory "/var/named";
/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below. Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
// query-source address * port 53;
};
//
// a caching only nameserver config
//
controls {
inet 127.0.0.1 allow { localhost; };
};
1. Directory untuk
menempatkan file zone
2. Blok untuk mengatur akses
52. zone "." IN {
type hint;
file "named.ca";
};
zone "localhost" IN {
type master;
file "localhost.zone";
allow-update { none; };
};
zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "named.local";
allow-update { none; };
};
3. Zone untuk root
4. Zone untuk localhost
5. Zone untuk reverse address
54. NAMED.CA
; This file holds the information on root name servers needed to
; initialize cache of Internet domain name servers
; (e.g. reference this file in the "cache . <file>"
; configuration file of BIND domain name servers).
;
; This file is made available by InterNIC
; under anonymous FTP as
; file /domain/named.cache
; on server FTP.INTERNIC.NET
;
; last update: Nov 5, 2002
; related version of root zone: 2002110501
;
;
; formerly NS.INTERNIC.NET
;
. 3600000 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET.
A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 198.41.0.4
;
; formerly NS1.ISI.EDU
;
. 3600000 NS B.ROOT-SERVERS.NET.
B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.9.0.107
;
; formerly C.PSI.NET
;
. 3600000 NS C.ROOT-SERVERS.NET.
C.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 192.33.4.12
;
; formerly TERP.UMD.EDU
;
. 3600000 NS D.ROOT-SERVERS.NET.
D.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.8.10.90
;
; formerly NS.NASA.GOV
58. NAMED.REV
63.154.202.in-addr.arpa. IN SOA ns1.pens-its.edu. admin.pens-its.edu. (
2000081012 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS ns1.pens-its.edu.
IN NS ns2.pens-its.edu.
4 IN PTR www.pens-its.edu.
5 IN PTR ies.pens-its.edu.
6 IN PTR elerning.pens-its.edu.
59. FILE ZONE
File zone berisikan resource record (RR) tentang IP
address
File ZONE akan diawali oleh SOA yang merupakan
penanda bahwa name server tersebut adalah
merupakan sumber yang sah untuk domain tersebut
SATU zone file HANYA akan punya SATU SOA
60. SOA
@ IN SOA main.tactechnology.com. mail.tactechnology.com. (
2000052101 ; Serial
8h ;Refresh
2h ;Retry
1w ;Expire
1d) ;Minimum TTL
SOA seperti ini adalah Start Of Authority untuk domain yang di
spesifikasikan di named.conf
Nama server yang sah adalah main.technology.com
Mail-address dari administratornya adalah mail.tatechnology.com
61. SOA
Serial : Serial number dari file zone tersebut
Refresh : waktu yang dibutuhkan untuk me-refresh
data
Retry : waktu yang dibutuhkan untuk menunggu
sebelum berusaha mengontak server utama jika ada
kegagalan
Expire : jika secondary master gagal mengontak
server utama dalam waktu ini maka database
tentang domain tersebut akan dibuang
TTL: Time to live untuk menentukan berapa lama
data disimpan dalam cache
62. RESOURCE RECORD
NS NAME SERVERS
Menunjukkan nama name server.
A THE IP ADDRESS FOR THE NAME
Menunjukkan nomor IP name server.
PTR POINTER FOR ADDRESS NAME MAPPING
Digunakan untuk menunjuk name server
CNAME CANONICAL NAME
Menunjukkan nama real host.
MX MAIL EXCHANGE RECORD
Menunjukkan sebagai mail server pada domain tersebut.
63. DYNAMIC DNS
Suatu cara melakukan update DNS server tanpa harus
melakukan restart terhadap konfigrasi DNS kita.
Pada waktu konfigurasi DNS harus ada cara untuk
mengupdate, Pada waktu suatu host hidup kita bisa
menyediakan address via DHCP, kemudian DHCP meminta
DNS untuk merubah record A dan PTR sesuai kebutuhan.
Kolaborasi antara DNS dan DHCP
Membutuhkan bind9 dan DHCP3
Konfigurasi file utama : dhcpd.conf dan named.conf
64. KESIMPULAN
DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian
host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS
client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server
(DNS). Name Server akan menerima permintaan dan
memetakan nama komputer ke IP address Domain Name
Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi
atas root-level domains, top-level domains, second-level
domains, dan host names.
65. KISI-KISI UTS
Bagaimana protocol TCP/IP (Aplication Layer, Transport Layer,
Network Layer dan Link Layer) berinteraksi dengan aplikasi
end user?
IP dan Netmask
Topologi Jaringan dan kebutuhan perangkat jaringan dan
layanan Server, serta Konfigurasi NAT dan DNS
Backup, logfile dan Syslog
Domain Name System (DNS)