際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
PERTEMUAN 7
AGENDA
 Pendahuluan
 Cara Kerja DNS
 Topik Seputar DNS
 Konfigurasi DNS pada Linux
PENDAHULUAN
 Komputer bekerja berdasarkan dengan angka
1010 0101
Nomor IP: 200.201.150.47
Semua diterjemahkan menjadi angka (biner),
baru kemudian diproses
 Manusia memiliki kelemahan dalam mengingat angka
200.201.150.47 vs www.poltekssn.ac.id
Mana yang lebih mudah diingat?
 Kemudian menjadi identitas:
Yahoo, Amazon, Google
Domain Name System in Linux (how to use bind)
KELEBIHAN DNS
 Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak lagi
disusahkan untuk mengingat IP address sebuah
komputer, cukup host name.
 Konsisten, IP address sebuah komputer boleh
berubah, tapi host name tidak boleh berubah.
 Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan
(bagi admin).
SOLUSI?
 Diperlukan sebuah konversi dari nama ke angka dan
sebaliknya
 Cara paling mudah adalah dengan menggunakan tabel
 Di sistem UNIX ada berkas /etc/hosts
 Contoh isinya
167.205.21.81 router
167.205.21.82 www.stsn-nci.ac.id
167.205.21.83 mail-server
167.205.21.84 cloud-server
TAPI ADA MASALAH YANG TIMBUL
DARI TABEL
 Sistem tabel hanya dapat digunakan untuk jumlah mesin
(komputer) yang tidak terlalu banyak.
 ketika komputer semakin banyak? Apakah Sistem tabel di
komputer kita akan mampu melayani?
atau
Apakah anda mau meng-entry semua nama domain dan
mendata semua IP di tiap komputer yang ada di jaringan ?
DI JARINGAN GLOBAL (INTERNET)
 Penyebab Masalah
 Teknologi internet terus berkembang.
 Jumlah hosts bertambah.
 Data di tabel semakin bertambah besar dan
 Akan repot jika di-input secara manual.
 Perebutan nama yang favorit
 Nama fungsi: server, router, 
 Nama tokoh: kartun, pengarang science fiction, 
 Nama lokasi: kota, negara,
APA ITU DNS?
 Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database
System yang digunakan untuk pencarian nama komputer
(name resolution) di jaringan yang mengunakan protokol
TCP/IP
 DNS merupakan sebuah aplikasi services yang biasa
digunakan di Internet seperti web browser atau e-mail yang
menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.
HISTORY
 Sebelum adanya DNS, tahun 1970-an
ARPAnet menggunakan pemetaan
dengan bentuk tabel host pada berkas
HOSTS.TXT
 HOSTS.TXT berisi nama host dan
alamat IP serta pemetaannya dari
seluruh mesin/komputer yang
terhubung dalam jaringan.
 Ketika ada komputer lain yang
terhubung ke jaringan ARPAnet maka
masing-masing komputer dalam
jaringan tersebut harus memperbaharui
berkas HOSTS.TXT-nya.
 Cara meng-update berkas HOSTS.TXT
dengan menggunakan ftp setiap satu
atau dua minggu sekali.
 Masalah ketika jaringan menjadi
semakin besar. Kesulitan meng-update
isi berkas HOSTS.TXT karena jumlah
nama mesin/komputer yang dituliskan
sudah terlalu besar dan tidak efisien.
STRUKTUR DNS
Gbr. File System UNIX
Gbr. Struktur database DNS
STRUKTUR HIERARKI DNS
 Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan
kemampuan yang ada di struktur hierarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain.
 Top-Level Domains (TLD)
 Second-Level Domains, contoh : training.yadipoer.com
 Host Names
TOP LEVEL DOMAIN (TLD)
 Domain Generik
 com , net , gov , mil , org , edu , int
 Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN
(www.icann.org) yaitu: aero, biz , coop , info , museum , name , pro
 Domain Negara
 Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain.
 Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di
bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk
Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id,
web.id.
 Domain Arpa
 Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung
ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan
alamat IP-nya.
Domain Name System in Linux (how to use bind)
PENGELOLA NAMA DOMAIN INDONESIA
 Sejarah
 Dimulai dari individual sampai ke Rahmat Samik Ibrahim
dan kemudian ke Budi Rahardjo
 Menggunakan nama IDNIC (Indonesia Network
Information Center), ID DOMREG, ccTLD ID
 Web: http://www.pandi.or.id
 Sebelumnya Domain Admin yang terdaftar di
IANA/ICANN untuk mengelola IDNIC an. Budi Rahardjo
dan Maman Sutarman
DOMAIN ID
 Top Level Domain : id
 Beberapa Sub-Domain
ac.id : Lemb. Pendidikan
go.id : Lemb. Pemerintahan
co.id : Lemb. Komersial
or.id : Lemb. Non Profit
net.id : Network Provider
sch.id : Sekolah
KALAU KITA TIDAK BISA MENG-UPDATE DATA TABEL TERUS
MENERUS DI KOMPUTER CLIENT, BAGAIMANA CARANYA
AGAR KOMPUTER TETAP BISA TAU NOMOR IP ADDRESS
KOMPUTER TUJUAN DI JARINGAN INTERNET?
 Harus ada solusi yang bisa membantu komputer client, agar
tau berapa no IP Address komputer tujuan
 Meng-konversi tabel IP Address menjadi Domain Name agar
mudah di ingat.
 Membuat Domain Name System di komputer Server, agar
semua komputer client bisa merujuk ke komputer tersebut untuk
mencari referensi IP Address komputer tujuan.
KENAPA PERLU DOMAIN NAME SYSTEM?
Ketika komputer client
mencari komputer lain (X)
dijaringan berbeda &
tidak tahu berapa nomor
IP Address-nya, maka
komputer Client
membutuhkan
pertolongan komputer
DNS Server untuk
memberi tahu berapa
nomor IP Address
komputer X berdasarkan
nama domain yang kita
kirimkan ke komputer
DNS Server.
X
DNS COMPONENT
 Resolver: suatu rutin pustaka yang akan membuat suatu permintaan/query dan
mengirimkannya lewat jaringan ke sebuah name-server. Program tersebut
berjalan pada host yang menginginkan informasi mengenai suatu host di
Internet. Resolver juga menginterpretasikan respon dari name-server apakah
informasi yang diminta merupakan record ataupun kesalahan.
 Resolution: proses pencarian name-server yang mempunyai tanggung jawab
terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah name-server yang jawab
terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah nameserver yang dicari
ditemukan maka server akan memberikan informasi name-server yang
bersangkutan kepada pemintanya.
 Caching: Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki
database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang
diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-
data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query
selanjutnya yang diberikan kepadanya.
RESOLVER AND NAME SERVER
1. Sebuah program aplikasi
pada host yang mengakses
domain system disebut sebagai
resolver
2. Resolver mengontak DNS
server, yang biasa disebut
name server
3. DNS server mengembalikan IP
address ke resolver yang
meneruskan ke aplikasi yang
membutuhkan IP address
CARA KERJA DNS
1. Saat user merequest suatu alamat (misalnya www.facebook.com) dari host
pribadi (oman.com  202.53.232.114), maka host tersebut akan
menanyakan pada name server lokal untuk mencari dimanakah
www.facebook.com berada
2. Name server (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di database
lokal. Jika tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS
servernya, siapa yang memegang domain untuk facebook.com
3. Root server akan memberitahu IP address server DNS dari alamat
www.facebook.com. DNS server lokal akan mengontak server DNS yang
mengelola www.facebook.com. Kemudian DNS server tersebut akan
memberitahu IP address dari www.facebook.com. baru host Oman dapat
me-request www.facebook.com dengan IP address yang diberikan.
GBR. SKEMA KERJA DNS
CARA KERJA DNS
 DNS memetakan nama
komputer menjadi IP address
 Client DNS disebut dengan
resolvers dan DNS server
disebut dengan name servers.
PRINSIP KERJA DNS
1. Resolvers (client) mengirimkan queries ke name server
2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi
name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke
resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan
IP address yang diberikan name server
RESOLVERS (KOMP. CLIENT) MENJAWAB
PERMINTAAN USER YANG INGIN MENCARI
INFORMASI PADA KOMPUTER LAIN DI JARINGAN,
DENGAN MENGHUBUNGKAN DIRI KE KOMPUTER
TUJUAN, NAMUN SEBELUM KE KOMPUTER TUJUAN
TERLEBIH DAHULU :
1. Melihat isi cache-nya sendiri (apabila pertanyaan tersebut pernah
ditanyakan dan jawabannya disimpan dalam cache miliknya).
2. Bertanya / query kepada dns server lokal serta meng-interpretasi-
kan hasilnya.
Komputer User
Root DNS
Program pengguna
Mis: IE, Netscape
Cache
Intern
et
DNS Server
Lokal
Resolver
DNS MEMILIKI BEBERAPA KEUNGGULAN, SEPERTI:
 Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan
untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name
(nama Komputer).
 Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi
host name tidak harus berubah.
 Simple, user hanya menggunakan satu nama untuk mencari
nama domain baik di Internet maupun di Intranet, meskipun ada
banyak mirror server yang digunakan.
PENGATURAN NOMOR IP DAN NAMA
 Sejarahnya pengaturan nomor IP dan nama host
diatur secara tersentral oleh IANA (Internet
Assigned Numbers Authority)
 Dimotori oleh Jon Postel
 Daftar tabel di-download secara
berkala
Situs web
IANA  http://www.iana.org
Jon Postel  http://www.postel.org
Domain Name Space
Nama domain dan Label
Level 0 (root)
edu
label
uny
ft
elka
pti
label
label
label
label
uny.edu.
edu.
ft.uny.edu.
elka.ft.uny.edu.
pti.elka.ft.uny.edu.
ORGANISASI TERKAIT DENGAN DNS
 Global:
 Pada mulanya: IANA
 Sekarang: ICANN (Internet Corporation For Assigned Names and Numbers)
menunjuk DNSO (Domain Name Supporting Organization ) mengatur
penggunaan domain name
 Regional
 APTLD, CENTR, APNIC, 
 Negara
 Berbeda-beda. di Indonesia: IDNIC / ID DOMREG / Pengelola Nama
Domain Indonesia saat ini PANDI (Pengelola Nama Domain Internet
Indonesia)
www.pandi.or.id
DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
 Tabel yang dikelola secara terdistribusi
 Seorang administrator mengelola sebuah domain tertentu.
 Domain dapat memiliki sub domain
 DNS inventor: Paul Mockapetris
 http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Mockapetris
 Data-data di DNS tidak hanya sekedar nomor IP tapi juga:
jenis komputer, OS, lokasi, dll.
MEKANISME QUERY DNS
Query DNS sama seperti menelusuri alamat pos biasa
Untuk menelusuri alamat di bawah ini, alamat dibaca dari belakang
(mulai dari Indonesia)
Sandi Rikardo
Sekolah Tinggi Sandi Negara
Jurusan Keamanan Siber
Jln. Putat Nutug, Ciseeng
Bogor 60111
Indonesia
QUERY DNS
 Query ke www.siber.stsn-nci.ac.id dilakukan dengan
urutan
 .id
 .ac.id
 .stsn-nci.ac.id
 .siber.stsn-nci.ac.id
 www. siber.stsn-nci.ac.id = 173.145.56.80
 Ada proses cache untuk mempercepat
STRUKTUR DOMAIN .ID
 Domain harus di bawah second level domain
 .ac: academic
 .co: company
 .or: others
 .net: net
 .go: government
 .mil: military
 .sch: school
 .web: web
 Khusus:
 .war.net.id: warnet
TOPIK SEPUTAR DNS
 Teknis
 Tools, server, setup, query, dll.
 Support: internasionalisasi (IDN), IPv6
 Non-teknis
 Aturan penamaan dan persyaratan pendaftaran
 Legal (hukum)
 HaKI, trademark, cybersquatting
 Dispute Resolution Policy
APLIKASI DNS
 host : Mendapatkan alamat IP dari suatu nama host atau
mendapatkan nama host dari suatu alamat IP
 Nslookup : Mencari informasi tentang node jaringan, dan
gjg, memeriksa isi database dari nameserver
 Dig (Domain Internet Groper) : Mencari informasi yang
lebih lengkap dari suatu nama domain.
 Bind Aplikasi nameserver
BIND (BERKELEY INTERNET NAME DOMAIN)
 /etc/resolv.conf : Berkas konfigurasi berisi domain atau alamat IP name-server yang pertama dicari oleh
resolver ketika sebuah domain/nama mesin diminta untuk dipetakan ke alamat IP.
 /etc/nsswitch.conf : Berkas konfigurasi sistem untuk melakukan mekanisme switch sistem database dan
name-service. Switch dapat melalui berkas, name-server, atau NIS server.
 /etc/named.conf : Berkas konfigurasi dari BIND yang utama, berisi informasi mengenai bagaimana klien
DNS mengakses port 53 letak dan jenis berkas database yang diperlukan Umumnya berisi letak berkas
konfigurasi port 53, letak dan jenis berkas database yang diperlukan. Umumnya berisi letak berkas
konfigurasi name-server root, domain, localhost/loopback, dan reverse-mapping.
 /var/named/named.ca : Berkas database name-server root yang bertanggung jawab terhadap Top
Level Domain di Internet. Digunakan untuk mencari domain di luar domain lokal. Nama berkas ini bisa
anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama
dari BIND.
 /var/named/namedlocal : Berkas database name-server untuk alamat loopback/host lokal/alamat diri
sendiri. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai
berkas konfigurasi utama dari BIND.
 /var/named/db.domain-kita.com : Berkas database name-server untuk domain domain-kita.com yang
berisi resource record, informasi nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domainkitacom
Berkas ini bisa lebih dari nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domain-kita.com.
Berkas ini bisa lebih dari satu tergantung jumlah domain yang kita kelola. Nama berkas ini bisa anda
definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari
BIND.
 /etc/rndc.conf : Berkas konfigurasi program rndc yaitu suatu program untuk administrasi dan kontrol
operasi nameserver BIND.
INSTALL DNS SERVER LINUX
 Untuk memulai installasi dan konfigurasi DNS server, pastikan anda
telah mengatur IP address anda terlebih dahulu.
 Untuk DNS server, nama paket yang akan diinstall adalah bind9, dan
untuk menginstall gunakan perintah
# apt-get install bind9
 Bind (Berkeley Internet Name Domain) sudah terdapat di repository
Ubuntu atau di DVD repository sehingga kita tidak perlu mencarinya
lagi secara terpisah. Apabila ingin menginstall lewat GUI maka kita
bisa melalui Synaptic Package Manager.
Selain dari itu anda juga dapat menggunakan aplikasi
lain untuk konfigurasi DNS Server, antara lain :
1. djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS) .
2. MaraDNS.
3. QIP (Lucent Technologies).
4. NSD (Name Server Daemon).
5. Unbound.
6. PowerDNS.
7. Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows
2000 dan Windows 2003).
8. dnsmasq
KONFIGURASI
 Lakukan instalasi package bind9 pada mesin yang akan menjadi
DNS Server. Untuk menginstal package, gunakan perintah apt-get
install bind9.
 Setelah terinstall, data untuk file konfigurasi DNS Server berada
di /etc/bind/named.conf.local.
 Buka file tersebut dengan menggunakan utility nano atau
gunakan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
Sebagai contoh setelah terbuka, inputkan script berikut :
Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa di samping parameter zone ada teks
"yadipoer.com", dimana yadipoer.com adalah domain name yang akan digunakan
pada sistem tersebut. Kemudian pada parameter type kita menentukan jenis domain
name yang akan digunakan apakah master atau slave. Di samping parameter file
menunjukan file konfigurasi yang selanjutnya.
Setelah itu lakukan konfigurasi pada file db.forward dengan membukanya
menggunakan utility nano. Setelah terbuka, lakukan pengeditan script sehingga
menjadi seperti berikut :
Maksud dari isi tanda oval biru pada gambar di atas adalah format waktu kapan
dilakukan pengeditan domain name yang di representasikan secara standar. Formatnya
adalah tahun-bulan-tanggal-pengeditan ke....
Dari gambar di atas diketahui bahwa pengeditan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2012
dan itu adalah pengeditan pertama (01).
Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada file tersebut. Setelah itu
buka file db.reverse menggunakan nano lalu lakukan pengeditan script seperti
berikut :
Pada bagian depan di line paling bawah dapat dilihat ada angka 1. Hal itu maksudnya
adalah untuk penanda dari segmen terakhir pada IP Address yang digunakan untuk
mesin DNS Server (172.16.0.1).
Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada
file tersebut. Langkah terakhir dari konfigurasi ini adalah
restarting pada service bind9. Gunakan perintah service
bind9 restart.
Jika muncul parameter [ OK ] pada saat proses stopping dan
starting dari domain name service, maka konfigurasi kita sudah
benar.
PENGUJIAN DNS SERVER
1. Pada PC Client, buka file /etc/resolv.conf dengan
menggunakan utility nano. Setelah terbuka, masukkan
script berikut :
2. Setelah itu gunakan perintah nslookup sehingga akan
muncul console > (tanda lebih dari). Setelah muncul console
tersebut, ketikkan www.yadipoer.com untuk membuktikan
kepemilikan domain name tersebut. Berikut hasilnya :
Pada gambar di atas dapat dibuktikan bahwa pemilik domain name
yadipoer.com adalah IP address 172.16.0.1 (sesuai dengan topologi).
Kemudian dari line Address : 172.16.0.1#53 dapat kita ketahui
bahwa DNS Server bekerja pada port 53.
3. Pengujian juga dapat dilakukan dengan cara melakukan uji
koneksi ke domain name yadipoer.com. Gunakan
perintah ping www.yadipoer.com. Berikut hasilnya :
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa uji koneksi ICMP ke domain
yadipoer.com dijawab oleh pemilik IP address 172.16.0.1.
FILE-FILE KONFIGURASI
Standard
 named.conf di dalam /etc
 named.ca di dalam /var/named
 named.local di dalam /var/named
Jika ingin membuat master server maka harus ada:
 file zone -> mapping dari nama ke IP
 file reverse zone -> mapping dari IP ke nama
named.conf
 // generated by named-bootconf.pl
 options {
 directory "/var/named";
 /*
 * If there is a firewall between you and nameservers you want
 * to talk to, you might need to uncomment the query-source
 * directive below. Previous versions of BIND always asked
 * questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
 * port by default.
 */
 // query-source address * port 53;
 };
 //
 // a caching only nameserver config
 //
 controls {
 inet 127.0.0.1 allow { localhost; };
 };
1. Directory untuk
menempatkan file zone
2. Blok untuk mengatur akses
 zone "." IN {
 type hint;
 file "named.ca";
 };
 zone "localhost" IN {
 type master;
 file "localhost.zone";
 allow-update { none; };
 };
 zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {
 type master;
 file "named.local";
 allow-update { none; };
 };
3. Zone untuk root
4. Zone untuk localhost
5. Zone untuk reverse address
NAMED.CA
 Dikenal sebagai cache file untuk DNS
 Berisikan daftar world root servers
NAMED.CA
 ; This file holds the information on root name servers needed to
 ; initialize cache of Internet domain name servers
 ; (e.g. reference this file in the "cache . <file>"
 ; configuration file of BIND domain name servers).
 ;
 ; This file is made available by InterNIC
 ; under anonymous FTP as
 ; file /domain/named.cache
 ; on server FTP.INTERNIC.NET
 ;
 ; last update: Nov 5, 2002
 ; related version of root zone: 2002110501
 ;
 ;
 ; formerly NS.INTERNIC.NET
 ;
 . 3600000 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET.
 A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 198.41.0.4
 ;
 ; formerly NS1.ISI.EDU
 ;
 . 3600000 NS B.ROOT-SERVERS.NET.
 B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.9.0.107
 ;
 ; formerly C.PSI.NET
 ;
 . 3600000 NS C.ROOT-SERVERS.NET.
 C.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 192.33.4.12
 ;
 ; formerly TERP.UMD.EDU
 ;
 . 3600000 NS D.ROOT-SERVERS.NET.
 D.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.8.10.90
 ;
 ; formerly NS.NASA.GOV
NAMED.LOCAL
 Berisikan informasi tentang localhost
 Berisikan info untuk me-resolv loopback address untuk localhost
NAMED.LOCAL
 @ IN SOA localhost. root.localhost. (
 1997022700 ; Serial
 28800 ; Refresh
 14400 ; Retry
 3600000 ; Expire
 86400 ) ; Minimum
 IN NS localhost.
 1 IN PTR localhost.
NAMED.REV
 Menyediakan informasi untuk reserve lookups.
 Digunakan untuk mengetahui nama dari suatu host
berdasarkan IP
NAMED.REV
 63.154.202.in-addr.arpa. IN SOA ns1.pens-its.edu. admin.pens-its.edu. (
 2000081012 ; Serial
 28800 ; Refresh
 14400 ; Retry
 3600000 ; Expire
 86400 ) ; Minimum
 IN NS ns1.pens-its.edu.
 IN NS ns2.pens-its.edu.
 4 IN PTR www.pens-its.edu.
 5 IN PTR ies.pens-its.edu.
 6 IN PTR elerning.pens-its.edu.
FILE ZONE
 File zone berisikan resource record (RR) tentang IP
address
 File ZONE akan diawali oleh SOA yang merupakan
penanda bahwa name server tersebut adalah
merupakan sumber yang sah untuk domain tersebut
 SATU zone file HANYA akan punya SATU SOA
SOA
 @ IN SOA main.tactechnology.com. mail.tactechnology.com. (
 2000052101 ; Serial
 8h ;Refresh
 2h ;Retry
 1w ;Expire
 1d) ;Minimum TTL
 SOA seperti ini adalah Start Of Authority untuk domain yang di
spesifikasikan di named.conf
 Nama server yang sah adalah main.technology.com
 Mail-address dari administratornya adalah mail.tatechnology.com
SOA
 Serial : Serial number dari file zone tersebut
 Refresh : waktu yang dibutuhkan untuk me-refresh
data
 Retry : waktu yang dibutuhkan untuk menunggu
sebelum berusaha mengontak server utama jika ada
kegagalan
 Expire : jika secondary master gagal mengontak
server utama dalam waktu ini maka database
tentang domain tersebut akan dibuang
 TTL: Time to live untuk menentukan berapa lama
data disimpan dalam cache
RESOURCE RECORD
 NS  NAME SERVERS
 Menunjukkan nama name server.
 A  THE IP ADDRESS FOR THE NAME
 Menunjukkan nomor IP name server.
 PTR  POINTER FOR ADDRESS NAME MAPPING
 Digunakan untuk menunjuk name server
 CNAME  CANONICAL NAME
 Menunjukkan nama real host.
 MX  MAIL EXCHANGE RECORD
 Menunjukkan sebagai mail server pada domain tersebut.
DYNAMIC DNS
 Suatu cara melakukan update DNS server tanpa harus
melakukan restart terhadap konfigrasi DNS kita.
 Pada waktu konfigurasi DNS harus ada cara untuk
mengupdate, Pada waktu suatu host hidup kita bisa
menyediakan address via DHCP, kemudian DHCP meminta
DNS untuk merubah record A dan PTR sesuai kebutuhan.
 Kolaborasi antara DNS dan DHCP
 Membutuhkan bind9 dan DHCP3
 Konfigurasi file utama : dhcpd.conf dan named.conf
KESIMPULAN
DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian
host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS
client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server
(DNS). Name Server akan menerima permintaan dan
memetakan nama komputer ke IP address Domain Name
Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi
atas root-level domains, top-level domains, second-level
domains, dan host names.
KISI-KISI UTS
 Bagaimana protocol TCP/IP (Aplication Layer, Transport Layer,
Network Layer dan Link Layer) berinteraksi dengan aplikasi
end user?
 IP dan Netmask
 Topologi Jaringan dan kebutuhan perangkat jaringan dan
layanan Server, serta Konfigurasi NAT dan DNS
 Backup, logfile dan Syslog
 Domain Name System (DNS)

More Related Content

Similar to Domain Name System in Linux (how to use bind) (20)

Dhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns serverDhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns server
muhlih
Pengertian dns
Pengertian dnsPengertian dns
Pengertian dns
ilham133
Installasi DNS win 2003 server
Installasi DNS win 2003 serverInstallasi DNS win 2003 server
Installasi DNS win 2003 server
Alda Abad
22modul 35 dns-server-administrator
22modul 35 dns-server-administrator22modul 35 dns-server-administrator
22modul 35 dns-server-administrator
setioariwibowo
Domain name system
Domain name systemDomain name system
Domain name system
fahmihariyadi
Network commands
Network commandsNetwork commands
Network commands
Izal Kernel
Administrasi server dalam jaringan
Administrasi server dalam jaringanAdministrasi server dalam jaringan
Administrasi server dalam jaringan
agustiansuciran
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdfMATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
DheaParamitha1
Pengenalan DNS
Pengenalan DNSPengenalan DNS
Pengenalan DNS
irvan132
Mengadministrasi Server Dalam Jaringan
Mengadministrasi Server Dalam JaringanMengadministrasi Server Dalam Jaringan
Mengadministrasi Server Dalam Jaringan
Anca Septiawan
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.pptppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
abdulrahman2611
10. m 12 pertemuan 23
10. m 12 pertemuan 2310. m 12 pertemuan 23
10. m 12 pertemuan 23
BintaranAnggono
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Kurnia Ayuningtyas
Protokol penamaan dan direktori
Protokol penamaan dan direktoriProtokol penamaan dan direktori
Protokol penamaan dan direktori
peces123
Domain Name System / Sistem Nama Domain
Domain Name System / Sistem Nama DomainDomain Name System / Sistem Nama Domain
Domain Name System / Sistem Nama Domain
rendrafauzi
Dhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns serverDhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns server
muhlih
Makalah dhcp, dns, dan web server
Makalah dhcp, dns, dan web serverMakalah dhcp, dns, dan web server
Makalah dhcp, dns, dan web server
Gumilar Rahmat
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptxModul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
mawaddahwarahma12
Membuat dns serverdidebian5
Membuat dns serverdidebian5Membuat dns serverdidebian5
Membuat dns serverdidebian5
izzatuna
Dhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns serverDhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns server
muhlih
Pengertian dns
Pengertian dnsPengertian dns
Pengertian dns
ilham133
Installasi DNS win 2003 server
Installasi DNS win 2003 serverInstallasi DNS win 2003 server
Installasi DNS win 2003 server
Alda Abad
22modul 35 dns-server-administrator
22modul 35 dns-server-administrator22modul 35 dns-server-administrator
22modul 35 dns-server-administrator
setioariwibowo
Domain name system
Domain name systemDomain name system
Domain name system
fahmihariyadi
Network commands
Network commandsNetwork commands
Network commands
Izal Kernel
Administrasi server dalam jaringan
Administrasi server dalam jaringanAdministrasi server dalam jaringan
Administrasi server dalam jaringan
agustiansuciran
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdfMATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
MATERI PEMBELAJARAN TKJ 2024 KELOMPOK 3 .pdf
DheaParamitha1
Pengenalan DNS
Pengenalan DNSPengenalan DNS
Pengenalan DNS
irvan132
Mengadministrasi Server Dalam Jaringan
Mengadministrasi Server Dalam JaringanMengadministrasi Server Dalam Jaringan
Mengadministrasi Server Dalam Jaringan
Anca Septiawan
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.pptppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
ppt-domain-name-systKKKKKKKem-04-2001.ppt
abdulrahman2611
10. m 12 pertemuan 23
10. m 12 pertemuan 2310. m 12 pertemuan 23
10. m 12 pertemuan 23
BintaranAnggono
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Tugas kdjk [prinsip kerja dns]
Kurnia Ayuningtyas
Protokol penamaan dan direktori
Protokol penamaan dan direktoriProtokol penamaan dan direktori
Protokol penamaan dan direktori
peces123
Domain Name System / Sistem Nama Domain
Domain Name System / Sistem Nama DomainDomain Name System / Sistem Nama Domain
Domain Name System / Sistem Nama Domain
rendrafauzi
Dhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns serverDhcp server dan dns server
Dhcp server dan dns server
muhlih
Makalah dhcp, dns, dan web server
Makalah dhcp, dns, dan web serverMakalah dhcp, dns, dan web server
Makalah dhcp, dns, dan web server
Gumilar Rahmat
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptxModul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
Modul 9 Aplikasi DNS Theory-dikonversi.pptx
mawaddahwarahma12
Membuat dns serverdidebian5
Membuat dns serverdidebian5Membuat dns serverdidebian5
Membuat dns serverdidebian5
izzatuna

Domain Name System in Linux (how to use bind)

  • 1. DOMAIN NAME SYSTEM (DNS) PERTEMUAN 7
  • 2. AGENDA Pendahuluan Cara Kerja DNS Topik Seputar DNS Konfigurasi DNS pada Linux
  • 3. PENDAHULUAN Komputer bekerja berdasarkan dengan angka 1010 0101 Nomor IP: 200.201.150.47 Semua diterjemahkan menjadi angka (biner), baru kemudian diproses Manusia memiliki kelemahan dalam mengingat angka 200.201.150.47 vs www.poltekssn.ac.id Mana yang lebih mudah diingat? Kemudian menjadi identitas: Yahoo, Amazon, Google
  • 5. KELEBIHAN DNS Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak lagi disusahkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name. Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah, tapi host name tidak boleh berubah. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
  • 6. SOLUSI? Diperlukan sebuah konversi dari nama ke angka dan sebaliknya Cara paling mudah adalah dengan menggunakan tabel Di sistem UNIX ada berkas /etc/hosts Contoh isinya 167.205.21.81 router 167.205.21.82 www.stsn-nci.ac.id 167.205.21.83 mail-server 167.205.21.84 cloud-server
  • 7. TAPI ADA MASALAH YANG TIMBUL DARI TABEL Sistem tabel hanya dapat digunakan untuk jumlah mesin (komputer) yang tidak terlalu banyak. ketika komputer semakin banyak? Apakah Sistem tabel di komputer kita akan mampu melayani? atau Apakah anda mau meng-entry semua nama domain dan mendata semua IP di tiap komputer yang ada di jaringan ?
  • 8. DI JARINGAN GLOBAL (INTERNET) Penyebab Masalah Teknologi internet terus berkembang. Jumlah hosts bertambah. Data di tabel semakin bertambah besar dan Akan repot jika di-input secara manual. Perebutan nama yang favorit Nama fungsi: server, router, Nama tokoh: kartun, pengarang science fiction, Nama lokasi: kota, negara,
  • 9. APA ITU DNS? Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan protokol TCP/IP DNS merupakan sebuah aplikasi services yang biasa digunakan di Internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address.
  • 10. HISTORY Sebelum adanya DNS, tahun 1970-an ARPAnet menggunakan pemetaan dengan bentuk tabel host pada berkas HOSTS.TXT HOSTS.TXT berisi nama host dan alamat IP serta pemetaannya dari seluruh mesin/komputer yang terhubung dalam jaringan. Ketika ada komputer lain yang terhubung ke jaringan ARPAnet maka masing-masing komputer dalam jaringan tersebut harus memperbaharui berkas HOSTS.TXT-nya. Cara meng-update berkas HOSTS.TXT dengan menggunakan ftp setiap satu atau dua minggu sekali. Masalah ketika jaringan menjadi semakin besar. Kesulitan meng-update isi berkas HOSTS.TXT karena jumlah nama mesin/komputer yang dituliskan sudah terlalu besar dan tidak efisien.
  • 11. STRUKTUR DNS Gbr. File System UNIX Gbr. Struktur database DNS
  • 12. STRUKTUR HIERARKI DNS Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hierarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Top-Level Domains (TLD) Second-Level Domains, contoh : training.yadipoer.com Host Names
  • 13. TOP LEVEL DOMAIN (TLD) Domain Generik com , net , gov , mil , org , edu , int Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www.icann.org) yaitu: aero, biz , coop , info , museum , name , pro Domain Negara Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id. Domain Arpa Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.
  • 15. PENGELOLA NAMA DOMAIN INDONESIA Sejarah Dimulai dari individual sampai ke Rahmat Samik Ibrahim dan kemudian ke Budi Rahardjo Menggunakan nama IDNIC (Indonesia Network Information Center), ID DOMREG, ccTLD ID Web: http://www.pandi.or.id Sebelumnya Domain Admin yang terdaftar di IANA/ICANN untuk mengelola IDNIC an. Budi Rahardjo dan Maman Sutarman
  • 16. DOMAIN ID Top Level Domain : id Beberapa Sub-Domain ac.id : Lemb. Pendidikan go.id : Lemb. Pemerintahan co.id : Lemb. Komersial or.id : Lemb. Non Profit net.id : Network Provider sch.id : Sekolah
  • 17. KALAU KITA TIDAK BISA MENG-UPDATE DATA TABEL TERUS MENERUS DI KOMPUTER CLIENT, BAGAIMANA CARANYA AGAR KOMPUTER TETAP BISA TAU NOMOR IP ADDRESS KOMPUTER TUJUAN DI JARINGAN INTERNET? Harus ada solusi yang bisa membantu komputer client, agar tau berapa no IP Address komputer tujuan Meng-konversi tabel IP Address menjadi Domain Name agar mudah di ingat. Membuat Domain Name System di komputer Server, agar semua komputer client bisa merujuk ke komputer tersebut untuk mencari referensi IP Address komputer tujuan.
  • 18. KENAPA PERLU DOMAIN NAME SYSTEM? Ketika komputer client mencari komputer lain (X) dijaringan berbeda & tidak tahu berapa nomor IP Address-nya, maka komputer Client membutuhkan pertolongan komputer DNS Server untuk memberi tahu berapa nomor IP Address komputer X berdasarkan nama domain yang kita kirimkan ke komputer DNS Server. X
  • 19. DNS COMPONENT Resolver: suatu rutin pustaka yang akan membuat suatu permintaan/query dan mengirimkannya lewat jaringan ke sebuah name-server. Program tersebut berjalan pada host yang menginginkan informasi mengenai suatu host di Internet. Resolver juga menginterpretasikan respon dari name-server apakah informasi yang diminta merupakan record ataupun kesalahan. Resolution: proses pencarian name-server yang mempunyai tanggung jawab terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah name-server yang jawab terhadap suatu domain yang akan diminta. Setelah nameserver yang dicari ditemukan maka server akan memberikan informasi name-server yang bersangkutan kepada pemintanya. Caching: Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data- data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.
  • 20. RESOLVER AND NAME SERVER 1. Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver 2. Resolver mengontak DNS server, yang biasa disebut name server 3. DNS server mengembalikan IP address ke resolver yang meneruskan ke aplikasi yang membutuhkan IP address
  • 21. CARA KERJA DNS 1. Saat user merequest suatu alamat (misalnya www.facebook.com) dari host pribadi (oman.com 202.53.232.114), maka host tersebut akan menanyakan pada name server lokal untuk mencari dimanakah www.facebook.com berada 2. Name server (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di database lokal. Jika tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk facebook.com 3. Root server akan memberitahu IP address server DNS dari alamat www.facebook.com. DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.facebook.com. Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari www.facebook.com. baru host Oman dapat me-request www.facebook.com dengan IP address yang diberikan.
  • 23. CARA KERJA DNS DNS memetakan nama komputer menjadi IP address Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers.
  • 24. PRINSIP KERJA DNS 1. Resolvers (client) mengirimkan queries ke name server 2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message 3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
  • 25. RESOLVERS (KOMP. CLIENT) MENJAWAB PERMINTAAN USER YANG INGIN MENCARI INFORMASI PADA KOMPUTER LAIN DI JARINGAN, DENGAN MENGHUBUNGKAN DIRI KE KOMPUTER TUJUAN, NAMUN SEBELUM KE KOMPUTER TUJUAN TERLEBIH DAHULU : 1. Melihat isi cache-nya sendiri (apabila pertanyaan tersebut pernah ditanyakan dan jawabannya disimpan dalam cache miliknya). 2. Bertanya / query kepada dns server lokal serta meng-interpretasi- kan hasilnya.
  • 26. Komputer User Root DNS Program pengguna Mis: IE, Netscape Cache Intern et DNS Server Lokal Resolver
  • 27. DNS MEMILIKI BEBERAPA KEUNGGULAN, SEPERTI: Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name (nama Komputer). Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah. Simple, user hanya menggunakan satu nama untuk mencari nama domain baik di Internet maupun di Intranet, meskipun ada banyak mirror server yang digunakan.
  • 28. PENGATURAN NOMOR IP DAN NAMA Sejarahnya pengaturan nomor IP dan nama host diatur secara tersentral oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) Dimotori oleh Jon Postel Daftar tabel di-download secara berkala Situs web IANA http://www.iana.org Jon Postel http://www.postel.org
  • 30. Nama domain dan Label Level 0 (root) edu label uny ft elka pti label label label label uny.edu. edu. ft.uny.edu. elka.ft.uny.edu. pti.elka.ft.uny.edu.
  • 31. ORGANISASI TERKAIT DENGAN DNS Global: Pada mulanya: IANA Sekarang: ICANN (Internet Corporation For Assigned Names and Numbers) menunjuk DNSO (Domain Name Supporting Organization ) mengatur penggunaan domain name Regional APTLD, CENTR, APNIC, Negara Berbeda-beda. di Indonesia: IDNIC / ID DOMREG / Pengelola Nama Domain Indonesia saat ini PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) www.pandi.or.id
  • 32. DOMAIN NAME SYSTEM (DNS) Tabel yang dikelola secara terdistribusi Seorang administrator mengelola sebuah domain tertentu. Domain dapat memiliki sub domain DNS inventor: Paul Mockapetris http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Mockapetris Data-data di DNS tidak hanya sekedar nomor IP tapi juga: jenis komputer, OS, lokasi, dll.
  • 33. MEKANISME QUERY DNS Query DNS sama seperti menelusuri alamat pos biasa Untuk menelusuri alamat di bawah ini, alamat dibaca dari belakang (mulai dari Indonesia) Sandi Rikardo Sekolah Tinggi Sandi Negara Jurusan Keamanan Siber Jln. Putat Nutug, Ciseeng Bogor 60111 Indonesia
  • 34. QUERY DNS Query ke www.siber.stsn-nci.ac.id dilakukan dengan urutan .id .ac.id .stsn-nci.ac.id .siber.stsn-nci.ac.id www. siber.stsn-nci.ac.id = 173.145.56.80 Ada proses cache untuk mempercepat
  • 35. STRUKTUR DOMAIN .ID Domain harus di bawah second level domain .ac: academic .co: company .or: others .net: net .go: government .mil: military .sch: school .web: web Khusus: .war.net.id: warnet
  • 36. TOPIK SEPUTAR DNS Teknis Tools, server, setup, query, dll. Support: internasionalisasi (IDN), IPv6 Non-teknis Aturan penamaan dan persyaratan pendaftaran Legal (hukum) HaKI, trademark, cybersquatting Dispute Resolution Policy
  • 37. APLIKASI DNS host : Mendapatkan alamat IP dari suatu nama host atau mendapatkan nama host dari suatu alamat IP Nslookup : Mencari informasi tentang node jaringan, dan gjg, memeriksa isi database dari nameserver Dig (Domain Internet Groper) : Mencari informasi yang lebih lengkap dari suatu nama domain. Bind Aplikasi nameserver
  • 38. BIND (BERKELEY INTERNET NAME DOMAIN) /etc/resolv.conf : Berkas konfigurasi berisi domain atau alamat IP name-server yang pertama dicari oleh resolver ketika sebuah domain/nama mesin diminta untuk dipetakan ke alamat IP. /etc/nsswitch.conf : Berkas konfigurasi sistem untuk melakukan mekanisme switch sistem database dan name-service. Switch dapat melalui berkas, name-server, atau NIS server. /etc/named.conf : Berkas konfigurasi dari BIND yang utama, berisi informasi mengenai bagaimana klien DNS mengakses port 53 letak dan jenis berkas database yang diperlukan Umumnya berisi letak berkas konfigurasi port 53, letak dan jenis berkas database yang diperlukan. Umumnya berisi letak berkas konfigurasi name-server root, domain, localhost/loopback, dan reverse-mapping. /var/named/named.ca : Berkas database name-server root yang bertanggung jawab terhadap Top Level Domain di Internet. Digunakan untuk mencari domain di luar domain lokal. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /var/named/namedlocal : Berkas database name-server untuk alamat loopback/host lokal/alamat diri sendiri. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /var/named/db.domain-kita.com : Berkas database name-server untuk domain domain-kita.com yang berisi resource record, informasi nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domainkitacom Berkas ini bisa lebih dari nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domain-kita.com. Berkas ini bisa lebih dari satu tergantung jumlah domain yang kita kelola. Nama berkas ini bisa anda definisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND. /etc/rndc.conf : Berkas konfigurasi program rndc yaitu suatu program untuk administrasi dan kontrol operasi nameserver BIND.
  • 39. INSTALL DNS SERVER LINUX Untuk memulai installasi dan konfigurasi DNS server, pastikan anda telah mengatur IP address anda terlebih dahulu. Untuk DNS server, nama paket yang akan diinstall adalah bind9, dan untuk menginstall gunakan perintah # apt-get install bind9 Bind (Berkeley Internet Name Domain) sudah terdapat di repository Ubuntu atau di DVD repository sehingga kita tidak perlu mencarinya lagi secara terpisah. Apabila ingin menginstall lewat GUI maka kita bisa melalui Synaptic Package Manager.
  • 40. Selain dari itu anda juga dapat menggunakan aplikasi lain untuk konfigurasi DNS Server, antara lain : 1. djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS) . 2. MaraDNS. 3. QIP (Lucent Technologies). 4. NSD (Name Server Daemon). 5. Unbound. 6. PowerDNS. 7. Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003). 8. dnsmasq
  • 41. KONFIGURASI Lakukan instalasi package bind9 pada mesin yang akan menjadi DNS Server. Untuk menginstal package, gunakan perintah apt-get install bind9. Setelah terinstall, data untuk file konfigurasi DNS Server berada di /etc/bind/named.conf.local. Buka file tersebut dengan menggunakan utility nano atau gunakan perintah nano /etc/bind/named.conf.local.
  • 42. Sebagai contoh setelah terbuka, inputkan script berikut : Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa di samping parameter zone ada teks "yadipoer.com", dimana yadipoer.com adalah domain name yang akan digunakan pada sistem tersebut. Kemudian pada parameter type kita menentukan jenis domain name yang akan digunakan apakah master atau slave. Di samping parameter file menunjukan file konfigurasi yang selanjutnya.
  • 43. Setelah itu lakukan konfigurasi pada file db.forward dengan membukanya menggunakan utility nano. Setelah terbuka, lakukan pengeditan script sehingga menjadi seperti berikut : Maksud dari isi tanda oval biru pada gambar di atas adalah format waktu kapan dilakukan pengeditan domain name yang di representasikan secara standar. Formatnya adalah tahun-bulan-tanggal-pengeditan ke.... Dari gambar di atas diketahui bahwa pengeditan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2012 dan itu adalah pengeditan pertama (01).
  • 44. Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada file tersebut. Setelah itu buka file db.reverse menggunakan nano lalu lakukan pengeditan script seperti berikut : Pada bagian depan di line paling bawah dapat dilihat ada angka 1. Hal itu maksudnya adalah untuk penanda dari segmen terakhir pada IP Address yang digunakan untuk mesin DNS Server (172.16.0.1).
  • 45. Setelah itu keluar dari utility nano dan simpan perubahan pada file tersebut. Langkah terakhir dari konfigurasi ini adalah restarting pada service bind9. Gunakan perintah service bind9 restart. Jika muncul parameter [ OK ] pada saat proses stopping dan starting dari domain name service, maka konfigurasi kita sudah benar.
  • 46. PENGUJIAN DNS SERVER 1. Pada PC Client, buka file /etc/resolv.conf dengan menggunakan utility nano. Setelah terbuka, masukkan script berikut :
  • 47. 2. Setelah itu gunakan perintah nslookup sehingga akan muncul console > (tanda lebih dari). Setelah muncul console tersebut, ketikkan www.yadipoer.com untuk membuktikan kepemilikan domain name tersebut. Berikut hasilnya : Pada gambar di atas dapat dibuktikan bahwa pemilik domain name yadipoer.com adalah IP address 172.16.0.1 (sesuai dengan topologi). Kemudian dari line Address : 172.16.0.1#53 dapat kita ketahui bahwa DNS Server bekerja pada port 53.
  • 48. 3. Pengujian juga dapat dilakukan dengan cara melakukan uji koneksi ke domain name yadipoer.com. Gunakan perintah ping www.yadipoer.com. Berikut hasilnya : Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa uji koneksi ICMP ke domain yadipoer.com dijawab oleh pemilik IP address 172.16.0.1.
  • 49. FILE-FILE KONFIGURASI Standard named.conf di dalam /etc named.ca di dalam /var/named named.local di dalam /var/named Jika ingin membuat master server maka harus ada: file zone -> mapping dari nama ke IP file reverse zone -> mapping dari IP ke nama
  • 51. // generated by named-bootconf.pl options { directory "/var/named"; /* * If there is a firewall between you and nameservers you want * to talk to, you might need to uncomment the query-source * directive below. Previous versions of BIND always asked * questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged * port by default. */ // query-source address * port 53; }; // // a caching only nameserver config // controls { inet 127.0.0.1 allow { localhost; }; }; 1. Directory untuk menempatkan file zone 2. Blok untuk mengatur akses
  • 52. zone "." IN { type hint; file "named.ca"; }; zone "localhost" IN { type master; file "localhost.zone"; allow-update { none; }; }; zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN { type master; file "named.local"; allow-update { none; }; }; 3. Zone untuk root 4. Zone untuk localhost 5. Zone untuk reverse address
  • 53. NAMED.CA Dikenal sebagai cache file untuk DNS Berisikan daftar world root servers
  • 54. NAMED.CA ; This file holds the information on root name servers needed to ; initialize cache of Internet domain name servers ; (e.g. reference this file in the "cache . <file>" ; configuration file of BIND domain name servers). ; ; This file is made available by InterNIC ; under anonymous FTP as ; file /domain/named.cache ; on server FTP.INTERNIC.NET ; ; last update: Nov 5, 2002 ; related version of root zone: 2002110501 ; ; ; formerly NS.INTERNIC.NET ; . 3600000 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET. A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 198.41.0.4 ; ; formerly NS1.ISI.EDU ; . 3600000 NS B.ROOT-SERVERS.NET. B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.9.0.107 ; ; formerly C.PSI.NET ; . 3600000 NS C.ROOT-SERVERS.NET. C.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 192.33.4.12 ; ; formerly TERP.UMD.EDU ; . 3600000 NS D.ROOT-SERVERS.NET. D.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.8.10.90 ; ; formerly NS.NASA.GOV
  • 55. NAMED.LOCAL Berisikan informasi tentang localhost Berisikan info untuk me-resolv loopback address untuk localhost
  • 56. NAMED.LOCAL @ IN SOA localhost. root.localhost. ( 1997022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS localhost. 1 IN PTR localhost.
  • 57. NAMED.REV Menyediakan informasi untuk reserve lookups. Digunakan untuk mengetahui nama dari suatu host berdasarkan IP
  • 58. NAMED.REV 63.154.202.in-addr.arpa. IN SOA ns1.pens-its.edu. admin.pens-its.edu. ( 2000081012 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS ns1.pens-its.edu. IN NS ns2.pens-its.edu. 4 IN PTR www.pens-its.edu. 5 IN PTR ies.pens-its.edu. 6 IN PTR elerning.pens-its.edu.
  • 59. FILE ZONE File zone berisikan resource record (RR) tentang IP address File ZONE akan diawali oleh SOA yang merupakan penanda bahwa name server tersebut adalah merupakan sumber yang sah untuk domain tersebut SATU zone file HANYA akan punya SATU SOA
  • 60. SOA @ IN SOA main.tactechnology.com. mail.tactechnology.com. ( 2000052101 ; Serial 8h ;Refresh 2h ;Retry 1w ;Expire 1d) ;Minimum TTL SOA seperti ini adalah Start Of Authority untuk domain yang di spesifikasikan di named.conf Nama server yang sah adalah main.technology.com Mail-address dari administratornya adalah mail.tatechnology.com
  • 61. SOA Serial : Serial number dari file zone tersebut Refresh : waktu yang dibutuhkan untuk me-refresh data Retry : waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sebelum berusaha mengontak server utama jika ada kegagalan Expire : jika secondary master gagal mengontak server utama dalam waktu ini maka database tentang domain tersebut akan dibuang TTL: Time to live untuk menentukan berapa lama data disimpan dalam cache
  • 62. RESOURCE RECORD NS NAME SERVERS Menunjukkan nama name server. A THE IP ADDRESS FOR THE NAME Menunjukkan nomor IP name server. PTR POINTER FOR ADDRESS NAME MAPPING Digunakan untuk menunjuk name server CNAME CANONICAL NAME Menunjukkan nama real host. MX MAIL EXCHANGE RECORD Menunjukkan sebagai mail server pada domain tersebut.
  • 63. DYNAMIC DNS Suatu cara melakukan update DNS server tanpa harus melakukan restart terhadap konfigrasi DNS kita. Pada waktu konfigurasi DNS harus ada cara untuk mengupdate, Pada waktu suatu host hidup kita bisa menyediakan address via DHCP, kemudian DHCP meminta DNS untuk merubah record A dan PTR sesuai kebutuhan. Kolaborasi antara DNS dan DHCP Membutuhkan bind9 dan DHCP3 Konfigurasi file utama : dhcpd.conf dan named.conf
  • 64. KESIMPULAN DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.
  • 65. KISI-KISI UTS Bagaimana protocol TCP/IP (Aplication Layer, Transport Layer, Network Layer dan Link Layer) berinteraksi dengan aplikasi end user? IP dan Netmask Topologi Jaringan dan kebutuhan perangkat jaringan dan layanan Server, serta Konfigurasi NAT dan DNS Backup, logfile dan Syslog Domain Name System (DNS)