Implemenatasi pendekatan saintifik pada mata pelajaran PAI menjadikan pembelajaran PAI lebih bermakna dan curiousity siswa semakin tinggi ... coba deh !!!
1 of 53
Downloaded 647 times
More Related Content
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
10. BELAJAR?
Gagne (1984), Belajar adalah suatu proses di
mana suatu organisme berubah perilakunya
sebagai akibat pengalaman.
James LM (2000), Belajar adalah upaya yang
dilakukan dengan mengalami sendiri,
menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh
sendiri
11. BELAJAR?
Nana Syaodih (1970), Belajar adalah segala
perubahan tingkah laku baik yang berbentuk
kognitif, afektif maupun psikomotor dan
terjadi melalui proses pengalaman
12. BELAJAR?
Garry dan Kingsley berpendapat bahwa
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku
yang orisinil melalui pengalaman dan latihan
Robert dan Davies (1995) bahwa Belajar
adalah perubahan perilaku yang relatif
permanen sebagai suatu fungsi praktis atau
pengalaman
13. BELAJAR?
Morgan, et.al (1986) belajar dapat didefinisikan
sebagai perubahan tingkah laku yang relatif tetap
dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman
Cronbach (Suryobroto, 1983) yakni Learning is
shown by a change in behavior as results of
experience
Mazur dan Rocklin (Slavin, 1997) bahwa :
Learning is usually defined as a change in an
individual caused by experience
18. Mengamati (Observing)
Arti: melihat dan memperhatikan dengan teliti
mengutamakan kebermaknaan proses
pembelajaran (meaningfull learning)
bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu
(curiousity) peserta didik
19. Langkah-langkah Mengamati
1. Tentukan objek apa yang akan diobservasi
2. Buat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek
yang akan diobservasi
3. Tentukan data apa yang perlu diobservasi, baik primer
maupun sekunder
4. Tentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
5. Tentukan bagaimana observasi akan dilakukan untuk
mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar
6. Menentukan apa alat yang diperlukan untuk melakukan
pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan
buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam,
dan alat-alat tulis lainnya.
21. Menanya (Questioning)
Guru yang efektif mampu menginspirasi
peserta didik untuk meningkatkan dan
mengembangkan ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuannya
22. Fungsi Bertanya
Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta
didik
Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif secara
psikis
Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik
Memberikan kesempatan peserta didik menunjukkan sikap,
keterampilan, dan pemahamannya
Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara,
mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis,
sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi,
berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan
menarik simpulan.
Membangun sikap keterbukaan, toleransi sosial, dan empati
Membiasakan peserta didik berpikir spontan, cepat, serta sigap
23. Kriteria Pertanyaan yang Baik
1. Singkat dan jelas
2. Menginspirasi jawaban
3. Memiliki fokus
4. Bersifat probing atau divergen
5. Bersifat validatif atau penguatan
6. Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir
ulang
7. Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan
kognitif
8. Merangsang proses interaksi
24. Mencoba (Experimenting) ?
percobaan yg bersistem dan berencana (untuk
membuktikan kebenaran suatu teori dsb
penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh
pengetahuan lebih banyak (tt keadaan)
Mengeksplorasi ?
25. Mencoba (Experimenting)
peserta didik harus mencoba atau melakukan
percobaan, terutama untuk materi atau
substansi yang sesuai
Peserta didik pun harus memiliki keterampilan
proses untuk mengembangkan pengetahuan
tentang alam sekitar, serta mampu
menggunakan metode ilmiah dan bersikap
ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinya sehari-hari
29. Mengasosiasi (Asosiating)
Penalaran adalah proses berfikir yang logis
dan sistematis atas fakta-kata empiris yang
dapat diobservasi untuk memperoleh
simpulan berupa pengetahuan.
30. Lanjutan
Menurut teori asosiasi, proses pembelajaran
akan berhasil secara efektif, jika terjadi
interaksi langsung antara pendidik dengan
peserta didik dengan pola interaksi melalui
stimulus dan respons (S-R)
34. Jejaring Pembelajaran atau
Pembelajaran Kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu
filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar
teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah.
Kolaborasi esensinya merupakan filsafat
interaksi dan gaya hidup manusia yang
menempatkan dan memaknai kerjasama
sebagai struktur interaksi yang dirancang
secara baik dan disengaja rupa untuk
memudahkan usaha kolektif dalam rangka
mencapai tujuan bersama
35. Apa fungsi kolaboratif ?
Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik
berinteraksi dengan empati, saling
menghormati, dan menerima kekurangan atau
kelebihan masing-masing. Dengan cara
semacam ini akan tumbuh rasa aman,
sehingga memungkinkan peserta didik
menghadapi aneka perubahan dan tuntutan
belajar secara bersama-sama
36. Lanjutan
Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa
ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya
sediri, mereka akan bekerja sebaik-baiknya
ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan
temannya. Vigotsky merupakan salah satu
pengagas teori konstruktivisme sosial. Pakar
ini sangat terkenal dengan teori Zone of
Proximal Development
40. Mengamati (Observing)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN
Mengamati
(Observing)
Melihat,
Membaca,
Mendengar,
Meraba,
Mencium,
Mencicip.
Penayangan gambar/video tentang
sikap sopan santun dalam bertutur
kata terhadap orang tua, sikap jujur
dalam melakukan jual beli, dan
sikap pengguna jalan di
perempatan jalan yang ada rambu
lampu lalu lintas.
Peserta didik diminta untuk
mengamati tayangan
gambar/video.
41. Menanya Questioning)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Menanya
(Questioning)
Menanya
Memberi
umpan balik
Mengungka
pkan
Dialog mendalam secara klasikal untuk
mengungkap bagaimana peserta didik
menunjukkan sikap: rasa hormat dan kata
hatinya berdasarkan hasil pengamatan
terhadap penayangan gambar/video.
Melakukan tanya jawab tentang pelaksanaan
gambar/video yang berkaitan dengan:
1) mengapa perilaku dibuat seperti itu?
2) apa inti dari setiap perilaku?
3) bagaimana perilaku itu dilakukan ?
42. Mencoba (Experimenting)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Mencoba
(Experimenti
ng)
Simulasi
Eksperim
en
demonstr
asi
Setiap kelompok melaksanakan
simulasi secara bergiliran:
1) Kelompok 1 mensimulasikan
bagaimana membudayakan
bertutur kata yang sopan
2) Kelompok 2 mensimulasikan
bagaimana menunjukkan cara
melapor kepada Ketua RT karena ada
tamu yang menginap di rumahnya
43. Menalar (Associating)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN
Menalar
(Associating)
Berpikir kritis
Menarik
kesimpulan
Mendialogka
n
Mengkomuni
kasikan
Peserta didik berdiskusi tentang lembar
informasi materi ajar 1 s.d. 3 sesuai dengan
jumlah kelompok.
- Kelompok 1 tentang pentingnya tata tertib di
sekolah.
- Kelompok 2 tentang pentingnya bertegur
sapa di lingkungan tetangga
- Kelompok 3 tentang pentingnya kerjasama
dan keterbukaan di lingkungan keluarga.
Peserta didik pada masing-masing kelompok
menjawab soal-soal dalam lembar
pertanyaan yang telah dibagikan pada kertas
yang telah disediakan
47. 47
- Mengumpulkan Data/Informasi yang
teramati sesuai kempetensi yang
diharapkan
- Melihat fenomena dari kehidupan
nyata
- Mengumpulkan informasi dari aneka
sumber ilmiah, berupa Buku, Jurnal,
Majalah, Koran, Internet.
1 Observing
(mengamati)
Misalnya, Peserta didik memperhatikan tayangan, gambar
fenomena nyata atau atau penjelasan tentang sejarah
perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah
Melihat, Membaca, Mendengar,
Memperhatikan tayangan
48. 48
2 Questioning
(menanya)
- Mengajukan pertanyaan atau
masalah berbasis fakta
Menanya, Memberi umpan balik,
Mengungkapkan
Misalnya dialog mendalam secara klasikal atau
kelompok untuk mengungkap sejarah perjuangan
Nabi Muhammad Saw. periode Mekah berdasarkan
pengamatan terhadap tayangan video.
Melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan:
1) Keadaan Mekah sebelum kedatangan Nabi SAW.
2) Fenomena sujud
3) Strategi Nabi Muhammad SAW dalam
menyiarkan Islam.
49. 3
Experimen-
ting
(mencoba)
- Membuat rancangan praktik
- Mempraktekkan,
mendemonstasikan, atau
mensimulasikan
Berpikir kritis, Mendialogkan, Mengeksperimen
Misalnya, Peserta didik melakukan diskusi kelompok
mengenai :
1. Mendemonstrasikan bagaimana shalat jumat
2. Mendemonstrasikan bagaimana membaca Al Quran
sesuai dengan kaidah yang benar
50. - Melihat hubungan-hubungan antar
variabel
- Mencermati pola / unsur
- Menganalisis, membandingkan,
mensintesis atas hubungan-hubungan
4
Associating
(menalar)
Menghubungkan dengan materi atau
variabel lain, membuat rumusan
Misalnya peserta didik melakukan kegiatan seperti :
1. Analisis kronologi sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw.
dalam bentuk membuat diagram alur (mind map).
2. Analisis perbandingan antara makanan yang halal dan
haram
3. Analisis dakwah Nabi Muhammad Saw. di Mekah dalam
bentuk membuat diagram alur (mind map).
51. - Mengkomunikasikan hasil diskusi
- Interpretasi hasil pemecahan
masalah
- Membangun jejaring baru
5
Networking
(membentuk
Jejaring)
Mempresentasikan, Mendialogkan,
Menyimpulkan
Misalnya peserta didik melaksanakan kegiatan :
1. Menyajikan paparan kronologi sejarah kelahiran Nabi
Muhammad Saw. dalam bentuk membuat diagram alur (mind
map).
2. Menyajikan paparan manfaat sujud bagi jiwa dan fisik (mind
map).
3. Menyajikan paparan analisis dakwah yang dilakukan rasul di
Mekah dalam bentuk membuat diagram alur (mind map).
4. Menanggapi pertanyaan dan menyusun kesimpulan.
52. Apa saja pengalaman belajar yang bisa dilakukan ?
KD :
Indikator :
Mengamati
(Observing)
Menanya
(Questioning)
Mencoba
(Experiment
ing)
Menghubung
kan
(Associating)
Mengkomuni
kasikan
(Communi
cating)