際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
IMPLEMENTASI PENDEKATAN
SAINTIFIK PADA EMBELAJARAN PAI
DAN BP
Siti Khadijah Ibrahim
(Lecturer of Tarbiya Faculty Islmic State
University Jakarta)
Tahukan anda
apa itu belajar ???
Inikah belajar ???
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
Atau ini belajar ???
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
BELAJAR?
 Gagne (1984), Belajar adalah suatu proses di
mana suatu organisme berubah perilakunya
sebagai akibat pengalaman.
 James LM (2000), Belajar adalah upaya yang
dilakukan dengan mengalami sendiri,
menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh
sendiri
BELAJAR?
 Nana Syaodih (1970), Belajar adalah segala
perubahan tingkah laku baik yang berbentuk
kognitif, afektif maupun psikomotor dan
terjadi melalui proses pengalaman
BELAJAR?
 Garry dan Kingsley berpendapat bahwa
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku
yang orisinil melalui pengalaman dan latihan
 Robert dan Davies (1995) bahwa Belajar
adalah perubahan perilaku yang relatif
permanen sebagai suatu fungsi praktis atau
pengalaman
BELAJAR?
 Morgan, et.al (1986) belajar dapat didefinisikan
sebagai perubahan tingkah laku yang relatif tetap
dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman
 Cronbach (Suryobroto, 1983) yakni Learning is
shown by a change in behavior as results of
experience
 Mazur dan Rocklin (Slavin, 1997) bahwa :
Learning is usually defined as a change in an
individual caused by experience
3 ATRIBUT BELAJAR?
BELAJAR
Pengalaman
Perubahan
prilaku
Proses
Dengan Kesadaran !!!
the four
pillars of
education
(UNESCO)
learning
to know
learning
to do
learning
to be
learning
to life
together
16
LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN SAINTIFIK
Observing
(mengamati)
Questioning
(menanya)
Associating
(menalar)
Experimen-
ting
(mencoba)
Networking
(membentuk
Jejaring)
Kenapa penting Mengamati
dalam pembelajaran PAI dan BP?
Mengamati (Observing)
 Arti: melihat dan memperhatikan dengan teliti
 mengutamakan kebermaknaan proses
pembelajaran (meaningfull learning)
 bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu
(curiousity) peserta didik
Langkah-langkah Mengamati
1. Tentukan objek apa yang akan diobservasi
2. Buat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek
yang akan diobservasi
3. Tentukan data apa yang perlu diobservasi, baik primer
maupun sekunder
4. Tentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi
5. Tentukan bagaimana observasi akan dilakukan untuk
mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar
6. Menentukan apa alat yang diperlukan untuk melakukan
pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan
buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam,
dan alat-alat tulis lainnya.
Kenapa penting Menanya
dalam pembelajaran PAI dan BP?
Menanya (Questioning)
 Guru yang efektif mampu menginspirasi
peserta didik untuk meningkatkan dan
mengembangkan ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuannya
Fungsi Bertanya
 Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta
didik
 Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif secara
psikis
 Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik
 Memberikan kesempatan peserta didik menunjukkan sikap,
keterampilan, dan pemahamannya
 Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara,
mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis,
sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
 Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi,
berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan
menarik simpulan.
 Membangun sikap keterbukaan, toleransi sosial, dan empati
 Membiasakan peserta didik berpikir spontan, cepat, serta sigap
Kriteria Pertanyaan yang Baik
1. Singkat dan jelas
2. Menginspirasi jawaban
3. Memiliki fokus
4. Bersifat probing atau divergen
5. Bersifat validatif atau penguatan
6. Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir
ulang
7. Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan
kognitif
8. Merangsang proses interaksi
Mencoba (Experimenting) ?
 percobaan yg bersistem dan berencana (untuk
membuktikan kebenaran suatu teori dsb
penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh
pengetahuan lebih banyak (tt keadaan)
Mengeksplorasi ?
Mencoba (Experimenting)
 peserta didik harus mencoba atau melakukan
percobaan, terutama untuk materi atau
substansi yang sesuai
 Peserta didik pun harus memiliki keterampilan
proses untuk mengembangkan pengetahuan
tentang alam sekitar, serta mampu
menggunakan metode ilmiah dan bersikap
ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinya sehari-hari
Kenapa penting Eksperimen
dalam pembelajaran PAI dan BP?
Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)
Kenapa penting asosiasi
dalam pembelajaran PAI dan BP ?
Mengasosiasi (Asosiating)
 Penalaran adalah proses berfikir yang logis
dan sistematis atas fakta-kata empiris yang
dapat diobservasi untuk memperoleh
simpulan berupa pengetahuan.
Lanjutan 
 Menurut teori asosiasi, proses pembelajaran
akan berhasil secara efektif, jika terjadi
interaksi langsung antara pendidik dengan
peserta didik dengan pola interaksi melalui
stimulus dan respons (S-R)
TEORI ASOSIASI
THORNDIKE
Hukum efek
(The Law of
Effect)
Hukum latihan
(The Law of
Exercise)
Hukum
kesiapan (The
Law of
Readiness).
Kenapa penting
Mengkomunikasikan dalam
pembelajaran PAI dan BP ?
Mengkomunikasikan (Communicating)
 pengiriman dan
penerimaan pesan
atau berita antara
dua orang atau
lebih sehingga
pesan yg dimaksud
dapat dipahami;
hubungan; kontak
Jejaring Pembelajaran atau
Pembelajaran Kolaboratif
 Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu
filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar
teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah.
Kolaborasi esensinya merupakan filsafat
interaksi dan gaya hidup manusia yang
menempatkan dan memaknai kerjasama
sebagai struktur interaksi yang dirancang
secara baik dan disengaja rupa untuk
memudahkan usaha kolektif dalam rangka
mencapai tujuan bersama
Apa fungsi kolaboratif ?
 Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik
berinteraksi dengan empati, saling
menghormati, dan menerima kekurangan atau
kelebihan masing-masing. Dengan cara
semacam ini akan tumbuh rasa aman,
sehingga memungkinkan peserta didik
menghadapi aneka perubahan dan tuntutan
belajar secara bersama-sama
Lanjutan 
 Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa
ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya
sediri, mereka akan bekerja sebaik-baiknya
ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan
temannya. Vigotsky merupakan salah satu
pengagas teori konstruktivisme sosial. Pakar
ini sangat terkenal dengan teori Zone of
Proximal Development
Zone of Proximal Development
(Vygotsky)
ALTERNATIF
KOLABORATIF
Jigsaw
Proscedure Student
Team
Achievement
Divisions
Complex
Instruction
Team
Accelerated
Instruction
Cooperativ
e Learning
Stuctures
Cooperative
Integrated
Reading and
Composition
Academic-
Constructive
Controversy
Teams-
Games-
Tournament
Learning
Together
Bagaimana Prosedur
Pendekatan saintifik ?
Mengamati (Observing)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN
Mengamati
(Observing)
Melihat,
Membaca,
Mendengar,
Meraba,
Mencium,
Mencicip.
Penayangan gambar/video tentang
sikap sopan santun dalam bertutur
kata terhadap orang tua, sikap jujur
dalam melakukan jual beli, dan
sikap pengguna jalan di
perempatan jalan yang ada rambu
lampu lalu lintas.
Peserta didik diminta untuk
mengamati tayangan
gambar/video.
Menanya Questioning)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Menanya
(Questioning)
Menanya
Memberi
umpan balik
Mengungka
pkan
Dialog mendalam secara klasikal untuk
mengungkap bagaimana peserta didik
menunjukkan sikap: rasa hormat dan kata
hatinya berdasarkan hasil pengamatan
terhadap penayangan gambar/video.
Melakukan tanya jawab tentang pelaksanaan
gambar/video yang berkaitan dengan:
1) mengapa perilaku dibuat seperti itu?
2) apa inti dari setiap perilaku?
3) bagaimana perilaku itu dilakukan ?
Mencoba (Experimenting)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Mencoba
(Experimenti
ng)
Simulasi
Eksperim
en
demonstr
asi
Setiap kelompok melaksanakan
simulasi secara bergiliran:
1) Kelompok 1 mensimulasikan
bagaimana membudayakan
bertutur kata yang sopan
2) Kelompok 2 mensimulasikan
bagaimana menunjukkan cara
melapor kepada Ketua RT karena ada
tamu yang menginap di rumahnya
Menalar (Associating)
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN
Menalar
(Associating)
Berpikir kritis
Menarik
kesimpulan
Mendialogka
n
Mengkomuni
kasikan
Peserta didik berdiskusi tentang lembar
informasi materi ajar 1 s.d. 3 sesuai dengan
jumlah kelompok.
- Kelompok 1 tentang pentingnya tata tertib di
sekolah.
- Kelompok 2 tentang pentingnya bertegur
sapa di lingkungan tetangga
- Kelompok 3 tentang pentingnya kerjasama
dan keterbukaan di lingkungan keluarga.
Peserta didik pada masing-masing kelompok
menjawab soal-soal dalam lembar
pertanyaan yang telah dibagikan pada kertas
yang telah disediakan
Menyajikan
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Menyajikan
atau
mengkomu
nikasikan
Mempe
raga-
kan
Pengha
yatan
Setiap kelompok menyajikan
hasil simulasi di depan kelas
dengan suasana seolah-olah
sebenarnya terjadi.
Memperesentasikan hasil
diskusi
Menyajikan
PROSEDUR
PENDEKATAN
SCIENTIFIC
URAIAN
CONTOH KEGIATAN DALAM
PEMBELAJARAN
Menyimpul
kan
Memak
nai
Perilaku
Melakukan klarifikasi bersama
siswa/peserta didik dan guru
tentang materi, suasana, dan
kelanjutan pembelajaran
Bagaimana implementasi
pendekatan saintifik
dalam pembelajaran PAI ?
47
- Mengumpulkan Data/Informasi yang
teramati sesuai kempetensi yang
diharapkan
- Melihat fenomena dari kehidupan
nyata
- Mengumpulkan informasi dari aneka
sumber ilmiah, berupa Buku, Jurnal,
Majalah, Koran, Internet.
1 Observing
(mengamati)
Misalnya, Peserta didik memperhatikan tayangan, gambar
fenomena nyata atau atau penjelasan tentang sejarah
perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah
Melihat, Membaca, Mendengar,
Memperhatikan tayangan
48
2 Questioning
(menanya)
- Mengajukan pertanyaan atau
masalah berbasis fakta
Menanya, Memberi umpan balik,
Mengungkapkan
Misalnya dialog mendalam secara klasikal atau
kelompok untuk mengungkap sejarah perjuangan
Nabi Muhammad Saw. periode Mekah berdasarkan
pengamatan terhadap tayangan video.
Melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan:
1) Keadaan Mekah sebelum kedatangan Nabi SAW.
2) Fenomena sujud
3) Strategi Nabi Muhammad SAW dalam
menyiarkan Islam.
3
Experimen-
ting
(mencoba)
- Membuat rancangan praktik
- Mempraktekkan,
mendemonstasikan, atau
mensimulasikan
Berpikir kritis, Mendialogkan, Mengeksperimen
Misalnya, Peserta didik melakukan diskusi kelompok
mengenai :
1. Mendemonstrasikan bagaimana shalat jumat
2. Mendemonstrasikan bagaimana membaca Al Quran
sesuai dengan kaidah yang benar
- Melihat hubungan-hubungan antar
variabel
- Mencermati pola / unsur
- Menganalisis, membandingkan,
mensintesis atas hubungan-hubungan
4
Associating
(menalar)
Menghubungkan dengan materi atau
variabel lain, membuat rumusan
Misalnya peserta didik melakukan kegiatan seperti :
1. Analisis kronologi sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw.
dalam bentuk membuat diagram alur (mind map).
2. Analisis perbandingan antara makanan yang halal dan
haram
3. Analisis dakwah Nabi Muhammad Saw. di Mekah dalam
bentuk membuat diagram alur (mind map).
- Mengkomunikasikan hasil diskusi
- Interpretasi hasil pemecahan
masalah
- Membangun jejaring baru
5
Networking
(membentuk
Jejaring)
Mempresentasikan, Mendialogkan,
Menyimpulkan
Misalnya peserta didik melaksanakan kegiatan :
1. Menyajikan paparan kronologi sejarah kelahiran Nabi
Muhammad Saw. dalam bentuk membuat diagram alur (mind
map).
2. Menyajikan paparan manfaat sujud bagi jiwa dan fisik (mind
map).
3. Menyajikan paparan analisis dakwah yang dilakukan rasul di
Mekah dalam bentuk membuat diagram alur (mind map).
4. Menanggapi pertanyaan dan menyusun kesimpulan.
Apa saja pengalaman belajar yang bisa dilakukan ?
KD :
Indikator :
Mengamati
(Observing)
Menanya
(Questioning)
Mencoba
(Experiment
ing)
Menghubung
kan
(Associating)
Mengkomuni
kasikan
(Communi
cating)
By Tatik Pudjiani

More Related Content

Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran PAI (siti khadijah Ibrahim)

  • 1. IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA EMBELAJARAN PAI DAN BP Siti Khadijah Ibrahim (Lecturer of Tarbiya Faculty Islmic State University Jakarta)
  • 2. Tahukan anda apa itu belajar ???
  • 10. BELAJAR? Gagne (1984), Belajar adalah suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. James LM (2000), Belajar adalah upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri, menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh sendiri
  • 11. BELAJAR? Nana Syaodih (1970), Belajar adalah segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif maupun psikomotor dan terjadi melalui proses pengalaman
  • 12. BELAJAR? Garry dan Kingsley berpendapat bahwa Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang orisinil melalui pengalaman dan latihan Robert dan Davies (1995) bahwa Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai suatu fungsi praktis atau pengalaman
  • 13. BELAJAR? Morgan, et.al (1986) belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman Cronbach (Suryobroto, 1983) yakni Learning is shown by a change in behavior as results of experience Mazur dan Rocklin (Slavin, 1997) bahwa : Learning is usually defined as a change in an individual caused by experience
  • 15. the four pillars of education (UNESCO) learning to know learning to do learning to be learning to life together
  • 17. Kenapa penting Mengamati dalam pembelajaran PAI dan BP?
  • 18. Mengamati (Observing) Arti: melihat dan memperhatikan dengan teliti mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning) bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu (curiousity) peserta didik
  • 19. Langkah-langkah Mengamati 1. Tentukan objek apa yang akan diobservasi 2. Buat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi 3. Tentukan data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder 4. Tentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi 5. Tentukan bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar 6. Menentukan apa alat yang diperlukan untuk melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.
  • 20. Kenapa penting Menanya dalam pembelajaran PAI dan BP?
  • 21. Menanya (Questioning) Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya
  • 22. Fungsi Bertanya Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif secara psikis Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik Memberikan kesempatan peserta didik menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menarik simpulan. Membangun sikap keterbukaan, toleransi sosial, dan empati Membiasakan peserta didik berpikir spontan, cepat, serta sigap
  • 23. Kriteria Pertanyaan yang Baik 1. Singkat dan jelas 2. Menginspirasi jawaban 3. Memiliki fokus 4. Bersifat probing atau divergen 5. Bersifat validatif atau penguatan 6. Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang 7. Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif 8. Merangsang proses interaksi
  • 24. Mencoba (Experimenting) ? percobaan yg bersistem dan berencana (untuk membuktikan kebenaran suatu teori dsb penjelajahan lapangan dng tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan) Mengeksplorasi ?
  • 25. Mencoba (Experimenting) peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari
  • 26. Kenapa penting Eksperimen dalam pembelajaran PAI dan BP?
  • 28. Kenapa penting asosiasi dalam pembelajaran PAI dan BP ?
  • 29. Mengasosiasi (Asosiating) Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.
  • 30. Lanjutan Menurut teori asosiasi, proses pembelajaran akan berhasil secara efektif, jika terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik dengan pola interaksi melalui stimulus dan respons (S-R)
  • 31. TEORI ASOSIASI THORNDIKE Hukum efek (The Law of Effect) Hukum latihan (The Law of Exercise) Hukum kesiapan (The Law of Readiness).
  • 33. Mengkomunikasikan (Communicating) pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak
  • 34. Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran Kolaboratif Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal, lebih dari sekadar sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama
  • 35. Apa fungsi kolaboratif ? Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama
  • 36. Lanjutan Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya sediri, mereka akan bekerja sebaik-baiknya ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan temannya. Vigotsky merupakan salah satu pengagas teori konstruktivisme sosial. Pakar ini sangat terkenal dengan teori Zone of Proximal Development
  • 37. Zone of Proximal Development (Vygotsky)
  • 40. Mengamati (Observing) PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Mengamati (Observing) Melihat, Membaca, Mendengar, Meraba, Mencium, Mencicip. Penayangan gambar/video tentang sikap sopan santun dalam bertutur kata terhadap orang tua, sikap jujur dalam melakukan jual beli, dan sikap pengguna jalan di perempatan jalan yang ada rambu lampu lalu lintas. Peserta didik diminta untuk mengamati tayangan gambar/video.
  • 41. Menanya Questioning) PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Menanya (Questioning) Menanya Memberi umpan balik Mengungka pkan Dialog mendalam secara klasikal untuk mengungkap bagaimana peserta didik menunjukkan sikap: rasa hormat dan kata hatinya berdasarkan hasil pengamatan terhadap penayangan gambar/video. Melakukan tanya jawab tentang pelaksanaan gambar/video yang berkaitan dengan: 1) mengapa perilaku dibuat seperti itu? 2) apa inti dari setiap perilaku? 3) bagaimana perilaku itu dilakukan ?
  • 42. Mencoba (Experimenting) PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Mencoba (Experimenti ng) Simulasi Eksperim en demonstr asi Setiap kelompok melaksanakan simulasi secara bergiliran: 1) Kelompok 1 mensimulasikan bagaimana membudayakan bertutur kata yang sopan 2) Kelompok 2 mensimulasikan bagaimana menunjukkan cara melapor kepada Ketua RT karena ada tamu yang menginap di rumahnya
  • 43. Menalar (Associating) PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Menalar (Associating) Berpikir kritis Menarik kesimpulan Mendialogka n Mengkomuni kasikan Peserta didik berdiskusi tentang lembar informasi materi ajar 1 s.d. 3 sesuai dengan jumlah kelompok. - Kelompok 1 tentang pentingnya tata tertib di sekolah. - Kelompok 2 tentang pentingnya bertegur sapa di lingkungan tetangga - Kelompok 3 tentang pentingnya kerjasama dan keterbukaan di lingkungan keluarga. Peserta didik pada masing-masing kelompok menjawab soal-soal dalam lembar pertanyaan yang telah dibagikan pada kertas yang telah disediakan
  • 44. Menyajikan PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Menyajikan atau mengkomu nikasikan Mempe raga- kan Pengha yatan Setiap kelompok menyajikan hasil simulasi di depan kelas dengan suasana seolah-olah sebenarnya terjadi. Memperesentasikan hasil diskusi
  • 45. Menyajikan PROSEDUR PENDEKATAN SCIENTIFIC URAIAN CONTOH KEGIATAN DALAM PEMBELAJARAN Menyimpul kan Memak nai Perilaku Melakukan klarifikasi bersama siswa/peserta didik dan guru tentang materi, suasana, dan kelanjutan pembelajaran
  • 47. 47 - Mengumpulkan Data/Informasi yang teramati sesuai kempetensi yang diharapkan - Melihat fenomena dari kehidupan nyata - Mengumpulkan informasi dari aneka sumber ilmiah, berupa Buku, Jurnal, Majalah, Koran, Internet. 1 Observing (mengamati) Misalnya, Peserta didik memperhatikan tayangan, gambar fenomena nyata atau atau penjelasan tentang sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Mekah Melihat, Membaca, Mendengar, Memperhatikan tayangan
  • 48. 48 2 Questioning (menanya) - Mengajukan pertanyaan atau masalah berbasis fakta Menanya, Memberi umpan balik, Mengungkapkan Misalnya dialog mendalam secara klasikal atau kelompok untuk mengungkap sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw. periode Mekah berdasarkan pengamatan terhadap tayangan video. Melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan: 1) Keadaan Mekah sebelum kedatangan Nabi SAW. 2) Fenomena sujud 3) Strategi Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan Islam.
  • 49. 3 Experimen- ting (mencoba) - Membuat rancangan praktik - Mempraktekkan, mendemonstasikan, atau mensimulasikan Berpikir kritis, Mendialogkan, Mengeksperimen Misalnya, Peserta didik melakukan diskusi kelompok mengenai : 1. Mendemonstrasikan bagaimana shalat jumat 2. Mendemonstrasikan bagaimana membaca Al Quran sesuai dengan kaidah yang benar
  • 50. - Melihat hubungan-hubungan antar variabel - Mencermati pola / unsur - Menganalisis, membandingkan, mensintesis atas hubungan-hubungan 4 Associating (menalar) Menghubungkan dengan materi atau variabel lain, membuat rumusan Misalnya peserta didik melakukan kegiatan seperti : 1. Analisis kronologi sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw. dalam bentuk membuat diagram alur (mind map). 2. Analisis perbandingan antara makanan yang halal dan haram 3. Analisis dakwah Nabi Muhammad Saw. di Mekah dalam bentuk membuat diagram alur (mind map).
  • 51. - Mengkomunikasikan hasil diskusi - Interpretasi hasil pemecahan masalah - Membangun jejaring baru 5 Networking (membentuk Jejaring) Mempresentasikan, Mendialogkan, Menyimpulkan Misalnya peserta didik melaksanakan kegiatan : 1. Menyajikan paparan kronologi sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw. dalam bentuk membuat diagram alur (mind map). 2. Menyajikan paparan manfaat sujud bagi jiwa dan fisik (mind map). 3. Menyajikan paparan analisis dakwah yang dilakukan rasul di Mekah dalam bentuk membuat diagram alur (mind map). 4. Menanggapi pertanyaan dan menyusun kesimpulan.
  • 52. Apa saja pengalaman belajar yang bisa dilakukan ? KD : Indikator : Mengamati (Observing) Menanya (Questioning) Mencoba (Experiment ing) Menghubung kan (Associating) Mengkomuni kasikan (Communi cating)