2. JARUM BEDAH
Jarum bedah (jarum hecting) digunakan
untuk menjahit luka, umumnya luka operasi.
Pada umumnya terbuat dari logam (stainless
steel).
Pemilihan jarum bedah : Bentuk, ukuran, dan
rancangan jarum dipilih yang sesuai dengan
prosedur operasi.
3. ujung jarum (point
of needle)
badan/batang
(body/shat needle)
mata jarum (eye
needle)
Bagian-bagian
dari jarum bedah
4. Needle point : ujung needle yang relatif lebih
tajam memiliki diameter terkecil dibandingkan
semua bagian
Swage : pangkal needle yang memiliki pegangan
berupa lubang atau celah untuk benang
Cord length: jarak antara swage dan needle point
dengan mengikuti lengkung lingkar luar needle
Radius : jarak antara pusat kelengkungan needle
dengan needle itu sendiri
Needle diameter : kekebalan needle pada setiap
bagian
5. KARAKTERSISTIK
1. Harus terbuat dari stainless steel (baja tahan karat)
2. Menahan/ menolak lentur sehingga akan cenderung
membengkok sebelum putus.
3. Cukup kuat untuk mempenetrasi jaringan tanpa
bengkok.
4. Cukup elastis untuk menembus jaringan tanpa
merusaknya.
5. Cukup tipis sehingga dapat meminimalisir trauma
pada jaringan saat penjahitan.
6. Cukup tajam untuk memudahkan penetrasi ke dalam
jaringan
6. Bentuk Jarum Bedah
1. Lurus (straight)
2. Curve
3. 遜 curve
4. 村 circle
5. 遜 circle
6. circle
7. circle
8. Huruf J
9. 1. Taper point needles Berfungsi untuk jaringan yg
lembut dan mudah untuk ditembus.
2. Conventional cutting needles Berfungsi untuk
dua pemotongan tepi yang berlawanan, dengan
yang ketiga pada kurva didalamnya. Perubahan
dalam lintas-bagian dari sebuah segitiga
memotong ujung ke pipih.
3. Tapercut needles : Bentuk lancip dengan ujung
memotong seperti dua jarum dalam satu.
Berfungsi untuk jaringan yang alot (keras),
4. Ethiguard*Blunt point needles : Bentuk lancip,
berfungsi untuk untuk pembedahan (diseksi)
tumpul dan menjahit jaringan rapuh (jaringan yg
mudah rusak bila dijahit).
10. 5. Reverse cutting needles Berfungsi untuk jaringan keras/alot
yang susah ditembus
6. Precision point needles Berfungsi untuk bedah plastik atau
bedah kosmetik. Memotong ujung electropolished untuk
ditambahkan ketajaman.
7. Precision cosmetic-conventional cutting prime needles
Berfungsi untuk bedah plastik atau bedah kosmetik. Ujung
konvensional memotong dan meningkatkan ketajaman
geometri utama.
8. Conventional spatula : visibilitas titik di bawah berfungsi
untuk memberikan kontrol pada kedalaman penetrasi
9. Visi-Black*Needle titik jarum lancip ramping dengan warna
hitam berfungsi untuk meningkatkan visibilitas dan penetrasi.
10. Micro-point*Reverse cutting needle : Pemotongan tepi,
berfungsi untuk operasi mata. Sangat halus dan sangat tajam
untuk operasi mata.
11. 11. Micro-point*Spatula needles : Profil tipis, datar,
dirancang khusus untuk operasi segmen anterior
mata
12. CS Ultima*Spatula needle Berfungsi untuk
mengurangi tepi sudut, memberikan penetrasi yang
lebih baik. Siap memfasilitasi rotasi simpul pada
operasi mata.
13. Sabreloc*Spatula needle : Memotong sisi tepi
berbentuk spatula. Berfungsi untuk lapisan jaringan
sklera atau kornea.Titik jarum spatula terpusat
untuk stabilitas maksimum jarum di sklera tipis.
Empat tepi berjarak sama dan pasti tepat
memberikan kontrol yang lebih besar