Dokumen tersebut membahas tentang sifat-sifat periodik unsur kimia seperti titik leleh, keelektronegatifan, afinitas elektron, dan daya pereduksi unsur-unsur. Juga dibahas tentang sifat kimia logam alkali dan logam alkali tanah.
1 of 17
Downloaded 234 times
More Related Content
Sifat Periodik Unsur, Keelektronegatifan dan Afinitas
1. KELOMPOK 2
ANGGOTA:
1. BRILLIANTIKA S. (05)
2. DIMAS SATRIO (09)
3. MUGHNY INDRA (15)
4. PUTRI AYU (19)
5. RAIH RONA ALTHOF (21)
SIFAT –SIFAT PERIODIK UNSUR
KEELEKTRONEGATIFAN DAN AFINITAS UNSUR
2. TITIK LELEH/TITIK LEBUR
 Titik lebur adalah suhu dimana suatu zat
akan berubah wujud dari keadaan padat
menjadi cair dalam analisa.
 Titik leleh adalah suhu suatu zat dimana fase
cair dan fase padat dalam keadaan
setimbang pada tekanan 1 atm.
3. TITIK LELEH/TITIK LEBUR
 Perbedaan titik leleh/lebur zat padat
dipengaruhi oleh gaya tarik antar partikel.
Semakin kuat gaya tarik antar partikel,
semakin besar energy yang diperlukan untuk
memutusnya, maka semakin tinggi pula titik
leburnya, begitupun sebaliknya.
4.  Perbedaan titik leleh/lebur unsur dalam
golongan yang sama dapat dijelaskan
dengan perbedaan keelektronegatifan
pembentuk unsur tsb.
 Selain itu juga dipengaruhi oleh struktur
kimia, rumus kimia, dan ukuran molekul
(besar/kecil).
TITIK LELEH/TITIK LEBUR
5. TITIK LELEH/TITIK LEBUR
 Contoh zat yang mempunyai titik leleh tinggi
adalah garam, karena merupakan ikatan ion
yang ikatan kimianya sangat kuat.
6. . Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kemampuan atau
kecenderungan suatu atom untuk menangkap
atau menarik elektron dari atom lain. Misalnya,
fluorin memiliki kecenderungan menarik
elektron lebih kuat daripada hidrogen.
Konsep keelektronegatifan ini pertama kali
diajukan oleh Linus Pauling (1901 – 1994)
pada tahun 1932.
7. Unsur-unsur yang
segolongan, keelektronegatifan
makin ke bawah makin kecil sebab
gaya tarik inti makin lemah.
Sedangkan unsur-unsur yang
seperiode, keelektronegatifan
makin ke kanan makin besar. Akan
tetapi perlu diingat bahwa golongan
VIIIA tidak mempunyai
keelektronegatifan. Hal ini karena
sudah memiliki 8 elektron di kulit
terluar. Jadi keelektronegatifan
9. Afinitas Elektron
Afinitas elektron adalah energi yang
menyertai proses penambahan 1
elektron pada satu atom netral dalam
wujud gas, sehingga terbentuk ion
bermuatan –1. Unsur yang memiliki
afinitas elektron bertanda negatif, berarti
mempunyai kecenderungan lebih besar
dalam menyerap elektron daripada
unsur yang afinitas elektronnya bertanda
positif.
10. Makin negatif nilai afinitas elektron,
maka makin besar kecenderungan
unsur tersebut dalam menyerap
elektron (kecenderungan membentuk
ion negatif).
11. Dari sifat ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Dalam satu golongan, afinitas
elektron cenderung berkurang dari atas
ke bawah.
2. Dalam satu periode, afinitas elektron
cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
3. Kecuali unsur alkali tanah dan gas
mulia, semua unsur golongan utama
mempunyai afinitas elektron bertanda
negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki
oleh golongan halogen.
13. DAYA PEREDUKSI
Berdasarkan SPU sifat unsur
dalam satu golongan (dari atas ke
bawah) dan satu perioda (dari
kanan ke kiri) yaitu:
Daya Pereduksi / kekuatan
Reduktor semakin besar /
bertambah (semakin mudah
mengalami oksidasi
14. GOLONGAN ALKALI DAN ALKALI
TANAH
Semua unsur golongan I A dan II A relatif
mudah melepaskan elektron terluarnya.
Dengan perkataan lain unsur-unsur itu
mempunyai energi ionisasi yang rendah
dari atas ke bawah. Jari-jari atomnya
makin kecil, makin rendah energi
ionisasinya. Demikian pula dengan alkali
tanah. Dengan demikian logam tersebut
merupakan pereduksi yang baik dan
hampir semua dapat bereaksi dengan air.
15. Unsur Alkali Tanah disebut
logam alkali tanah karena
oksidasinya bersifat basa
(alkalis) dan senyawa banyak
terdapat pada kerak bumi.
Seperti halnya dengan unsur
alkali, unsur alkali tanah
sangat reaktif walaupun tidak
sereaktif unsur alkali.
16. Unsur alkali tanah dengan dua
elektron valensinya yang sangat
mudah dilepaskan menandakan
bahwa unsur alkali tanah sangat
bersifat elektropositif, karena unsur
golongan ini mudah melepaskan
elektron valensinya. Maka unsur
alkali tanah merupakan pereduksi
yang baik, walaupun tidak sebaik
sifat pereduksi unsur alkali yang
seperiode.
17. Sesuai dengan sifat keperiodikan unsur-
unsur dalam golongannya maka unsur-
unsur alkali tanah makin ke bawah
letaknya dalam susuan berkala makin
elektropositif. Karena makin ke bawah
letaknya makin banyak pula jumlah
lintasannya sehingga jari-jarinya makin
besar pula. Jika jari-jari makin besar maka
sifat pereduksi makin berkurang. Semakin
besar nomor atom, makin besar pula
kecenderungan teroksidasi, untuk menjadi
ion yang stabil (M2+). Sifat pereduksi
logam alkali tanah lebih kecil dari logam
alkali dan jari-jari ion logam tanah lebih