Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Indonesia yang berpusat di Mojokerto, Jawa Timur. Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan dibantu Mahapatih Gajah Mada, meski mengalami berbagai pemberontakan selama berdirinya.
3. Kerajaan majapahit terletak
disekitar Sungai Brantas
dengan pusatnya di Mojokerto.
Majapahit merupakan puncak
kejayaan di jawa Timur dan
merupakan kerajaan Terbesar di
Indonesia. Oleh karena itu, Mr.
Moh. Yamin menyebutkan
sebagai Negara Kesatuan
Republik indonesia ke-II.
8. Kertajasa Jawardhana (1293 1309) Raja Jayanegara (1309-1328)
Kala Gemet naik tahta menggantikan
ayahnya dengan gelar Sri Jayanegara.
Pada Masa pemerintahannnya ditandai
Merupakan pendiri kerajaan dengan pemberontakan-
Majapahit, pada masa pemberontakan. Misalnya
pemberontakan Ranggalawe 1231
pemerintahannya, Raden Wijaya dibantu
saka, pemberontakan Lembu Sora 1233
oleh mereka yang turut berjasa dalam saka, pemberontakan Juru Demung
merintis berdirinya Kerajaan 1235 saka, pemberontakan Gajah Biru
Majapahit, Aryawiraraja yang sangat 1236 saka, Pemberontakan
besar jasanya diberi kekuasaan atas Nambi, Lasem, Semi, Kuti dengan
sebelah Timur meliputi daerah peristiwa Bandaderga. Pemberontakan
Lumajang, Blambangan. Raden Wijaya Kuti adalah pemberontakan yang
berbahaya, hampir meruntuhkan
memerintah dengan sangat baik dan
Kerajaan Majapahit. Namun semua itu
bijaksana. Susunan pemerintahannya dapat diatasi. Raja Jayanegara dibunuh
tidak berbeda dengan susunan oleh tabibnya sendiri yang bernama
pemerintahan Kerajaan Singasari. Tanca. Tanca akhirnya dibunuh pula
oleh Gajah Mada.
9. Tribuwana Tunggadewi (1328 1350)
Raja Jayanegara meninggal tanpa
meninggalkan seorang putrapun, oleh
karena itu yang seharusnya menjadi raja
adalah Gayatri, tetapi karena ia telah
menjadi seorang Bhiksu maka digantikan
oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan Gajah Mada kemudian berusaha
menunjukkan kesetiaannya, ia
gelar Tribuwana Tunggadewi, yang
dibantu oleh suaminya yang bernama bercita-cita menyatukan wilayah
Kartawardhana. Pada tahun 1331 timbul Nusantara yang dibantu oleh Mpu
pemberontakan yang dilakukan oleh Nala dan Adityawarman. Pada tahun
daerah Sadeng dan Keta (Besuki). 1339, Gajah Mada bersumpah tidak
Pemberontakan ini berhasil ditumpas makan Palapa sebelum wilayah
Nusantara bersatu. Sumpahnya itu
oleh Gajah Mada yang pada saat itu
menjabat Patih Daha. Atas jasanya ini dikenal dengan Sumpah
Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Palapa, adapun isi dari amukti
Kerajaan Majapahit menggantikan Pu palapa adalah sebagai berikut
Naga. :Lamun luwas kalah nusantara isum
amakti palapa, lamun kalah ring
Gurun, ring Seram, ring Sunda, ring
Palembang, ring Tumasik, samana
sun amukti palapa. Kemudian Gajah
Mada melakukan penaklukan-
penaklukan.
10. Hayam Wuruk
Hayam Wuruk naik tahta pada usia
yang sangat muda yaitu 16 tahun
dan bergelar Rajasanegara. Di masa
pemerintahan Hayam Wuruk yang Hayam Wuruk bermaksud mengambil
didampingi oleh Mahapatih Gajah putri Sunda untuk dijadikan
Mada, Majapahit mencapai permaisurinya. Setelah putri Sunda
keemasannya. Dari Kitab (Diah Pitaloka) serta ayahnya Sri
Negerakertagama dapat diketahui Baduga Maharaja bersama para
bahwa daerah kekuasaan pada pembesar Sunda berada di
masa pemerintahan Hayam Bubat, Gajah Mada melakukan tipu
Wuruk, hampir sama luasnya muslihat, Gajah Mada tidak mau
dengan wilayah Indonesia yang perkawinan Hayam Wuruk dengan
sekarang, bahkan pengaruh putri Sunda dilangsungkan begitu saja.
kerajaan Majapahit sampai ke Ia menghendaki agar putri Sunda
negara-negara tetangga. Satu- dipersembahkan kepada Majapahit
satunya daerah yang tidak tunduk (sebagai upeti). Maka terjadilah
kepada kekuasaan Majapahit adalah perselisihan paham dan akhirnya
kerajaan Sunda yang saat itu terjadinya perang Bubat. Banyak
dibawah kekuasaan Sri baduga korban dikedua belah pihak, Sri
Maharaja. Baduga gugur, putri Sunda bunuh diri.
11. Tahun 1364 Gajah Mada
meninggal, Kerajaan Majapahit
kehilangan seorang mahapatih yang
tak ada duanya. Untuk memilih
penggantinya bukan suatu pekerjaan
yang mudah. Dewan Saptaprabu yang
sudah beberapa kali mengadakan
sidang untuk memilih pengganti Gajah
Mada akhirnya memutuskan bahwa
Patih Hamungkubhumi Gajah Mada
tidak akan diganti untuk mengisi
kekosongan dalam pelaksanaan
pemerintahan diangkat Mpu Tandi
sebagai Wridhamantri, Mpu Nala
sebagai menteri Amancanegara dan
patih dami sebagai Yuamentri. Raja
Hayam Wuruk meninggal pada tahun
1389.`
12. Wikramawardhana
Perebutan kekuasaan antara
Wikramawardhana dengan Bhre
Wirabhumi disebut perang Paregreg.
Wikramawardhana meninggal tahun
1429, pemerintahan raja-raja
Putri mahkota Kusumawardhani berikutnya berturut-turut adalah
yang naik tahta menggantikan Suhita, Kertawijaya, Rajasa
ayahnya bersuamikan Wardhana, Purwawisesa dan
Wikramawardhana. Dalam Brawijaya V, yang tidak luput
prakteknya Wikramawardhanalah ditandai perebutan kekuasaan.
yang menjalankan roda
pemerintahan. Sedangkan Bhre
Wirabhumi anak Hayam Wuruk
dari selir, karena Bhre Wirabhumi
(Putri Hayam Wuruk) dari selir
maka ia tidak berhak menduduki
tahta kerajaan walaupun demikian
ia masih diberi kekuasaan untuk
memerintah di Bagian Timur
Majapahit , yaitu daerah
Blambangan.
14. Prasasti Butak (1244 tahun) Kitab Pararaton
Prasasti ini dikeluarkan oleh Menceritakan tentang kisah
Raden Wijaya setelah ia berhasil Pemerintahan Raja-raja majapahit.
naik tahta kerajaan. Prasasti ini
memuat peristiwa keruntuhan
kerajaan Singasari dan perjuangan
Raden Wijaya untuk mendirikan
kerajaan
Kidung Harsawijaya dan Kidung
Panji Wijayakrama, kedua kidung
ini menceritakan Raden Wijaya
ketika menghadapi musuh dari
kediri dan tahun-tahun awal
perkembangan Majapahit
17. Raja kerajaan Majapahit
sebagai negarawan ulung juga
sebagai politikus-politikus
yang handal. Hal ini
dibuktikan oleh Raden
Wiajaya, Hayam Wuruk, dan
Majapahit selalu menjalankan Maha Patih Gajahmada dalam
politik bertetangga yang baik usahanya mewujudkan
dengan kerajaan asing, seperti kerajaan besar, tangguh dan
Kerajaan Cina, Ayodya berwibawa.
(Siam), Champa dan Kamboja.
Hal itu terbukti sekitar tahun
1370 1381, Majapahit telah
beberapa kali mengirim utusan
persahabatan ke Cina. Hal itu
diketahui dari berita kronik Cina
dari Dinasti Ming.
18. Struktur pemerintahan di
pusat pemerintahan
Majapahit
Raja
Mahamantri i-hino
Rakryan Mahamantri
Yuaraja
Katrini Mahamantri i hulu
(Raja Muda)
Rakryan Rangga Mahamantri i-sirikan
Rakryan Mahamantri ri
Rakryan Tumenggung
Pakirakiran
Rakryan Demung
Dharmadyaka Rakryan Mahapatih
Rakryan Kemuruhan
19. Keterangan : Pada masa hayam Wuruk ada 7
Upapati.
Rakryan Mahapatih Selain pejabat-pejabat yang telah
(Panglima/Hamangkubhumi) disebutkan dibawah raja ada sejumlah
Rakryan Tumenggung raja daerah (paduka bharata) yang
(panglima Kerajaan) masing-masing memerintah suatu
daerah. Disamping raja-raja daerah
Rakryan Demung (Pengatur
adapula pejabat-pejabat sipil maupun
Rumah Tangga Kerajaan) militer. Dari susunan pemerintahannya
Rakryan Kemuruhan kita dapat melihat bahwa sistem
(Penghubung dan tugas-tugas pemerintahan dan kehidupan politik
protokoler) dan kerjaan Majapahit sudah sangat
Rakryan Rangga (Pembantu teratur.
Panglima)
Dharmadyaka diduduki oleh 2
orang, masing-masing
dharmadyaka dibantu oleh
sejumlah pejabat keagamaan yang
disebut Upapat.
21. Dalam dunia perdagangan, kerajaan
Majapahit memegang dua peranan yang
sangat penting.
Sebagai kerajaan Produsen Majapahit
mempunyai wilayah yang sangat luas
dengan kondisi tanah yang sangat
Hubungan persahabatan yang dijalin subur. Dengan daerah subur itu maka
dengan negara tentangga itu sangat kerajaan Majapahit merupakan
mendukung dalam bidang perekonomian produsen barang dagangan.
(pelayaran dan perdagangan). Wilayah
Sebagai Kerajaan Perantara, Kerajaan
kerajaan Majapahit terdiri atas pulau
Majapahit membawa hasil bumi dari
dan daerah kepulauan yang
daerah yang satu ke daerah yang lainnya.
menghasilkan berbagai sumber barang
Keadaan masyarakat yang teratur
dagangan.
mendukung terciptanya karya-karya
Barang dagangan yang dipasarkan
budaya yang bermutu.
antara lain beras, lada, gading, timah,
besi, intan, ikan, cengkeh, pala, kapas
dan kayu cendana.
22. Bukti-bukti perkembangan
kebudayaan di kerajaan
Majapahit dapat diketahui
melalui peninggalan-
peninggalan berikut ini :
Candi Tegowangi
A. Candi :
* Candi Tegoangi
* Candi Penataran (Blitar)
* Candi Tikus (Trowulan)
Candi Tikus
Candi Penataran
23. B. Sastra
Sastra Majapahit Awal :
-Kitab Negarakertagama, karangan Mpu Prapanca
-Kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular
-Kitab Arjunawiwaha, karangan Mpu Tantular
-Kitab Kunjarakarna
-Kitab Parhayajna
24. Sastra Zaman Majapahit Akhir
Hasil sastra zaman Majapahit akhir ditulis dalam bahasa Jawa
Tengah, diantaranya ada yang ditulis dalam bentuk tembang (kidung) dan
yang ditulis dalam bentuk gancaran (prosa). Hasil sastra terpenting antara
lain :
Kitab Prapanca, isinya menceritakan raja-raja Singasari dan Majapahit
Kitab Sundayana, isinya tentang peristiwa Bubat
Kitab Sarandaka, isinya tentang pemberontakan sora
Kitab Ranggalawe, isinya tentang pemberontakan Ranggalawe
Panjiwijayakrama, isinya menguraikan riwayat Raden Wijaya sampai
menjadi raja
Kitab Usana Jawa, isinya tentang penaklukan Pulau Bali oleh Gajah Mada
dan Aryadamar, pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan
raja raksasa bernama Maya Denawa.
Kitab Usana Bali, isinya tentanng kekacauan di Pulau Bali.