際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
ADMINISTRASI KURIKULUM
Dosen pengampu : Yayan Andrian, S.Ag. M.Ed, MGMT.
Naily Fadhilah
153111078
Pengertian Administrasi Kurikulum
 Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu Curir
berarti pelari, dan curate berarti tempat berpacu. Jadi menurut
dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, kurikulum
berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start
sampai garis finish.
 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyebutkan bahwa : kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
 Jadi, kurikulum adalah sebagai sebuah dokumen perencanaan yang
berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi, dan
pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa, strategi dan cara
yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk
mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta
implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata.
Komponen Kurikulum
 Komponen Tujuan
UUD 1945 pada pendahuluan alenia keempat yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa.
UU No. 20 Th 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Bab II
Pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
 Komponen Isi (Materi Pembelajaran)
sesuai dengan seluruh materi yang ada pada kompetisi dasar (KD)
untuk mencapai kompetensi inti dan tujuan. Kriteria komponen isi :
a) sesuai, tepat, dan bermakna bagi perkembangan siswa.
b) mencerminkan kenyataan sosial.
c) mengundang pengetahuan ilmiah yang tahan uji.
d) menjunjung tercapainya tujuan pendidikan.
Lanjutannya.
 Komponen strategi
Metode/cara yang ditempuh dalam pembelajaran,
mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan
penyuluhan kegiatan sekolah.
 Komponen Evaluasi
Memeriksa tingkat ketercapaian tujuan suatu kurikulum
dalam proses pembelajaran, hasil belajar peserta didik yang
memiliki peran penting dalam memberikan keputusan dari
hasil evaluasi kemudian digunakan dalam pengembangan
model kurikulum sehingga mampu mengetahui tingkat
keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuannya.
Fungsi dari Administrasi Kurikulum
 Meningkatkan efesiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum,
pemberdayaan sumber maupun komponen kurikulum dapat
ditingkatkan melalui pengelolaan yang terencana dan efektif.
 Meningkatkan keadilan dan kesempatan pada siswa untuk
mencapai hasil yang maksimal melalui kegiatan intrakulikuler,
kokurikuler dan ekstrakulikuler.
 Meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar
peserta didik.
 Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa
dalam mencapai tujuan pembelajaran .
 Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar,
dengan pengelolaan kurikulum yang profesional, efektif dan
terpadu.
 Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu
mengebangkan kurikulum.
Kegiatan-kegiatan Administrasi Kurikulum
(Gunawan, 1996:83)
1. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas
Guru/ Pendidik
2. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas
Peserta Didik
3. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh
Sivitas Akademika/warga sekolah/Lembaga
Pendidikan
4. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/ Pendidik
Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Peserta Didik
 Pembagian jam mengajar
Berdasarkan UU nomor 14/2005 pasal 35 menyatakan bahwa
beban kerja guru dan dosen sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka
dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka dalam satu minggu.
 Tugas dalam mengikuti jadwal pelajaran
Ada tiga jenis jadwal pelajaran untuk guru yaitu : intrakurikuler,
kokurikuler dan ekstrakurikuler.
 Pembagian tugas guru dalam kegiatan PBM
Serangkaian kegiatan pengajaran untuk mencapai hasil
pengajaran yang optimal : membuat persiapan/ perencanaan
pembelajaran, melaksanakan pengajaran, dan mengevaluasi hasil
pengajaran.
Jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah beserta
jadwal tes/ ulangan/ ujian dan jadwal kegiatan belajar yang diatur
sendiri oleh siswa dalam strategi menyukseskan hasil studinya.
Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh Sivitas Akademika/
warga sekolah/Lembaga Pendidikan
Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
kegiatan sinkronisasi segala kegiatan sekolah yang kurikuler,
ekstrakurikuler, akademik/ non akademik, hari-hari kerja, hari libur
dan sebagainya.
1. Penyusunan rencana kerja tahunan, semesteran, bulanan, dan
mingguan.
2. Penyusunan jadwal pelajaran.
3. Penyusunan jadwal ulangan dan ujian.
4. Penyusunan daftar buku alat pelajaran yang akan digunakan
dalam berbagai kegiatan belajar.
5. Penyusunan norma penilaian.
6. Pencatatan dan pelaporan hasil-hasil kegiatan dan prestasi belajar
siswa.
7. Penyusunan rencana dan kegiatan pembelajaran di dalam sekolah
dan di luar sekolah.
Jenis-jenis Kegiatan Kurikuler
 Kegiatan Intrakurikuler : kegiatan yang
dilakukan oleh sekolah yang sudah teratur, jelas
dan terjadwal dengan sistematis yang
merupakan program utama dalam proses
mendidik siswa.
Contohnya : di setiap sekolah umum pasti ada
kegiatan mendidik siswa dengan berbagai macam
pelajaran seperti Matematika, Pkn, IPA, IPS,
Agama dll. Yang dilaksanakan 07.00-13.00 dengan
jeda waktu /istirahat 2 kali.
 Kegiatan Kokurikuler : kegiatan yang sangat
erat dan sangat membantu kegiatan
intrakurikuler yang biasanya dilaksanakan diluar
jadwal intrakurikuler dengan maksud agar siswa
lebih memahami dan memperdalam materi yang
ada di intrakurikuler.
Contohnya :
1. Bimbingan baca tulis Al-Quran untuk mata pelajaran Al-
Quran-Hadits.
2. Bimbingan kaligrafi Arab untuk mata pelajaran Bahasa
Arab.
3. Bimbingan seni tari, drama atau seni pertunjukan untuk
mata pelajaran Seni dan Budaya.
4. Bimbingan belajar diluar jam pelajaran (Les).
5. Pemberian PR.
 Kegiatan Ekstrakurikuler : kegiatan yang
dilaksanakan diluar jam pelajaran biasa (diluar
intrakurikuker) dengan maksud untuk
menyalurkan kemampuan siswa sesuai dengan
bakat dan minatnya, yang bisa dilaksanakan di
sekolah / diluar sekolah.
Contohnya :
1. Pramuka
2. OSIS
3. PMR
4. Olahraga
5. Pecinta Alam
6. Paskibra
7. Kesenian
Organisasi Kurikulum
 Separated Curriculum(Mata Pelajaran Terpisah
Bahan dikelompokkan pada mata pelajaran yang sempit,
antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya menjadi
terpisah-pisah.
Misal : IPS, peleburan dari mata pelajaran ilmu bumi, sejarah, civic,
hukum, ekonomi, dan sejenisnya.
 Correlated Curriculum (Mata pelajaran Gabungan)
Suatu bentuk kurikulum yang menunjukkan adanya suatu
hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya,
tetapi tetap memperhatikan ciri /karakteristik tiap bidang studi
tersebut.
Misal : studi IPA juga disinggung tentang Geografi dan Antropologi.
 Integrated Curriculum (kurikulum Terpadu)
Pelajaran dipusatkan pada suatu masalah atau topik tertentu.
Misal : suatu masalah di mana semua mata pelajaran dirancang
dengan mengacu pada topik tertentu.
Issues for Discussion
Dari berbagai komponen yang terdapat
pada Administrasi kurikulum di atas,
menurut saudara/i apakah Administrasi
Kurikulum pada Lembaga Pendidikan di
Indonesia sudah dijalankan sesuai
dengan komponennya ? Dan apakah
sudah mencapai tujuan yang diinginkan
?

More Related Content

Ppt naily

  • 1. ADMINISTRASI KURIKULUM Dosen pengampu : Yayan Andrian, S.Ag. M.Ed, MGMT. Naily Fadhilah 153111078
  • 2. Pengertian Administrasi Kurikulum Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu Curir berarti pelari, dan curate berarti tempat berpacu. Jadi menurut dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa : kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi, kurikulum adalah sebagai sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi, dan pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa, strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata.
  • 3. Komponen Kurikulum Komponen Tujuan UUD 1945 pada pendahuluan alenia keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. UU No. 20 Th 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 dinyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Komponen Isi (Materi Pembelajaran) sesuai dengan seluruh materi yang ada pada kompetisi dasar (KD) untuk mencapai kompetensi inti dan tujuan. Kriteria komponen isi : a) sesuai, tepat, dan bermakna bagi perkembangan siswa. b) mencerminkan kenyataan sosial. c) mengundang pengetahuan ilmiah yang tahan uji. d) menjunjung tercapainya tujuan pendidikan.
  • 4. Lanjutannya. Komponen strategi Metode/cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan kegiatan sekolah. Komponen Evaluasi Memeriksa tingkat ketercapaian tujuan suatu kurikulum dalam proses pembelajaran, hasil belajar peserta didik yang memiliki peran penting dalam memberikan keputusan dari hasil evaluasi kemudian digunakan dalam pengembangan model kurikulum sehingga mampu mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuannya.
  • 5. Fungsi dari Administrasi Kurikulum Meningkatkan efesiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum, pemberdayaan sumber maupun komponen kurikulum dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang terencana dan efektif. Meningkatkan keadilan dan kesempatan pada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal melalui kegiatan intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler. Meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar peserta didik. Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran . Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar, dengan pengelolaan kurikulum yang profesional, efektif dan terpadu. Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengebangkan kurikulum.
  • 6. Kegiatan-kegiatan Administrasi Kurikulum (Gunawan, 1996:83) 1. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/ Pendidik 2. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Peserta Didik 3. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh Sivitas Akademika/warga sekolah/Lembaga Pendidikan 4. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
  • 7. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/ Pendidik Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Peserta Didik Pembagian jam mengajar Berdasarkan UU nomor 14/2005 pasal 35 menyatakan bahwa beban kerja guru dan dosen sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka dalam satu minggu. Tugas dalam mengikuti jadwal pelajaran Ada tiga jenis jadwal pelajaran untuk guru yaitu : intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Pembagian tugas guru dalam kegiatan PBM Serangkaian kegiatan pengajaran untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal : membuat persiapan/ perencanaan pembelajaran, melaksanakan pengajaran, dan mengevaluasi hasil pengajaran. Jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah beserta jadwal tes/ ulangan/ ujian dan jadwal kegiatan belajar yang diatur sendiri oleh siswa dalam strategi menyukseskan hasil studinya.
  • 8. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh Sivitas Akademika/ warga sekolah/Lembaga Pendidikan Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM kegiatan sinkronisasi segala kegiatan sekolah yang kurikuler, ekstrakurikuler, akademik/ non akademik, hari-hari kerja, hari libur dan sebagainya. 1. Penyusunan rencana kerja tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan. 2. Penyusunan jadwal pelajaran. 3. Penyusunan jadwal ulangan dan ujian. 4. Penyusunan daftar buku alat pelajaran yang akan digunakan dalam berbagai kegiatan belajar. 5. Penyusunan norma penilaian. 6. Pencatatan dan pelaporan hasil-hasil kegiatan dan prestasi belajar siswa. 7. Penyusunan rencana dan kegiatan pembelajaran di dalam sekolah dan di luar sekolah.
  • 9. Jenis-jenis Kegiatan Kurikuler Kegiatan Intrakurikuler : kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang sudah teratur, jelas dan terjadwal dengan sistematis yang merupakan program utama dalam proses mendidik siswa. Contohnya : di setiap sekolah umum pasti ada kegiatan mendidik siswa dengan berbagai macam pelajaran seperti Matematika, Pkn, IPA, IPS, Agama dll. Yang dilaksanakan 07.00-13.00 dengan jeda waktu /istirahat 2 kali.
  • 10. Kegiatan Kokurikuler : kegiatan yang sangat erat dan sangat membantu kegiatan intrakurikuler yang biasanya dilaksanakan diluar jadwal intrakurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam materi yang ada di intrakurikuler. Contohnya : 1. Bimbingan baca tulis Al-Quran untuk mata pelajaran Al- Quran-Hadits. 2. Bimbingan kaligrafi Arab untuk mata pelajaran Bahasa Arab. 3. Bimbingan seni tari, drama atau seni pertunjukan untuk mata pelajaran Seni dan Budaya. 4. Bimbingan belajar diluar jam pelajaran (Les). 5. Pemberian PR.
  • 11. Kegiatan Ekstrakurikuler : kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran biasa (diluar intrakurikuker) dengan maksud untuk menyalurkan kemampuan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, yang bisa dilaksanakan di sekolah / diluar sekolah. Contohnya : 1. Pramuka 2. OSIS 3. PMR 4. Olahraga 5. Pecinta Alam 6. Paskibra 7. Kesenian
  • 12. Organisasi Kurikulum Separated Curriculum(Mata Pelajaran Terpisah Bahan dikelompokkan pada mata pelajaran yang sempit, antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya menjadi terpisah-pisah. Misal : IPS, peleburan dari mata pelajaran ilmu bumi, sejarah, civic, hukum, ekonomi, dan sejenisnya. Correlated Curriculum (Mata pelajaran Gabungan) Suatu bentuk kurikulum yang menunjukkan adanya suatu hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, tetapi tetap memperhatikan ciri /karakteristik tiap bidang studi tersebut. Misal : studi IPA juga disinggung tentang Geografi dan Antropologi. Integrated Curriculum (kurikulum Terpadu) Pelajaran dipusatkan pada suatu masalah atau topik tertentu. Misal : suatu masalah di mana semua mata pelajaran dirancang dengan mengacu pada topik tertentu.
  • 13. Issues for Discussion Dari berbagai komponen yang terdapat pada Administrasi kurikulum di atas, menurut saudara/i apakah Administrasi Kurikulum pada Lembaga Pendidikan di Indonesia sudah dijalankan sesuai dengan komponennya ? Dan apakah sudah mencapai tujuan yang diinginkan ?