3.  Kerajaan Singasari adalah kerajaan bercorak Hindu yang terletak di Singasari,
Malang, Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok pada 1222.
 Menurut Prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singasari adalah Tumapel.
Menurut Negarakertagama, ketika pertama kali didirikan ibukota Kerajaan
Tumapel bernama Kutaraja.
4. 1. Ken Arok (1222-1227 M)
Ken Arok adalah raja pertama dan pendiri Kerajaan Singasari. Menurut Kitab
Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang petani dari Desa Pangkur. Ken Arok
memerintah selama 5 tahun. Pada tahun 1227 M, Ken Arok dibunuh oleh seorang
pengalasan atau pesuruh dan batil,atas perintah Anusapati.
2.Anusapati (1227-1248 M)
Anusapati memerintah selama 21 tahun. Akan tetapi, ia belum berbuat banyak
untuk pembangunan kerajaan. Lambat laun, berita tentang pembunuhan Ken Arok
sampai kepada putra Ken Arok, dan pada akhirnya, putra Ken Arok itu membunuh
Anusapati.
5. 3. Tohjoyo (1248 M)
Setelah berhasil membunuh Anusapati, Tohjoyo naik tahta. Masa pemerintahannya
sangat singkat. Hal itu karena Ronggowuni, anak dari Anusapati, segera
mengetahui ayahnya dibunuh Tohjoyo. Ia pun menyerang Singasari untuk
membalas dendam, akhirnya Ronggowuni naik tahta.
4.Ronggowuni (1248-1268 M)
Ronggowuni naik tahta pada 1248 M. Dalam memerintah, ia didanmpingi oleh
Mahesa Cempaka, yang berkedudukan sebagai Ratu Anggabaya. Disamping itu,
pada tahun 1258 M, Ronggowuni juga mengangkat putranya yang bernama
Kertanegara sebagai raja muda atau Yuwaraja. Dalam pemerintahannya, rakyatnya
hidup tenteram. Mata pencaharian yang umum adalah bertani dan berdagang.
Ronggowuni memerintahkan untuk membangun benteng pertahanan di Canggu Lor.
Ronggowuni meninggal pada tahun 1268 M, kemudian digantikan oleh anaknya,
Kertanegara.
6. 5. Kertanegara (1268- 1292 M)
Kertanegara naik tahta menggantikan ayahnya. Ia bergelar Sri Maharajadiraja
Sri Kertanegara. Kertanegara merupakan raja yang paling terkenal di
Singasari. Ia bercita-cita Singasari menjadi kerajaanyang besar. Untuk
mewujudkan cita-citanya, maka Kertanegara melakukan berbagai usaha.
Kertanegara dibunuh oleh Jayakatwang, raja dari Kerajaan Kediri atas saran
Arya Wiraraja, Bupati Sumenep. Dengan terbunuhnya Kertanegara, maka
berakhirlah Kerajaan Singasari.
7.  Untuk menciptakan pemerintahan yang kuat dan teratur, Kertanegara telah
membentuk badan-badan pelaksana. Raja sebagai penguasa tertinggi, kemudian
raja mengangkat tim penasihat yang terdiri atas: Rakryan I Hino, Rakryan I
Sirikan, dan Rakryan I Halu. Untuk membantu raja, dalm pelaksanaan
pemerintahan, diangkat beberapa pejabat tinggi kerajaan, yang terdiri atas:
Rakryan Mapatih, Rakryan Demung, dan Rakryan Kanuruhan.
 Untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri, Kertanegara melakukan
penataan di lingkungan para pejabat. Orang-orang yang tidak setuju dengan cita-
cita Kertanegara diganti. Sebagai contoh, Patih Raganata (Kebo Arema) diganti
oleh Aragani, dan Banyak Wide dipindahkan ke Madura menjadi Bupati
Sumenep dengan nama Arya Wiraraja.
 Pada masa pemerintahan Kertanegara, agama Hindu maupun Buddha
berkembang dengan baik. Bahkan, terjadi sinkretisme antara agama Hindu dan
Buddha, menjadi bentuk Syiwa-Buddha.