Sistem rem dirancang untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan dengan mengubah energi kinetik menjadi panas melalui gesekan. Ada dua jenis rem utama, rem kaki yang dikendalikan oleh pedal dan rem parkir yang digunakan untuk memarkir. Rem bekerja dengan menggunakan tekanan hidrolik atau udara yang diteruskan dari master silinder ke roda untuk menciptakan gesekan.
1 of 3
Downloaded 74 times
More Related Content
Sistem rem[1]
1. Sistem Rem
REM dirancang untuk mengurangi kecepatan [memperlambat] dan menghentikan
kendaraan atau memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat
penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan menjamin
pengendaraan yang aman.
Dewasa ini menurut para ahli permobilan, rem adalah merupakan kebutuhan sangat
penting untuk keamanan kendaraan dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan
dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.
Prinsip rem
Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan [tidak
dihubungkan] dengan pemindahan daya. Kendaraan cenderung tetap bergerak.
Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak
hingga berhenti. Mesin merubah energi panas menjadi energi kinetis [energi gerak] untuk
menggerakkan kendaraan.
Sebaliknya rem merubah energi kinetis kembali menjadi energi panas untuk
menghentikan kendaraan. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem
gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman [braking efect]
diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua obyek.
Tipe rem
Rem yang digunakan kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe
tergantung pada penggunaannya.
Macam-macam penggunaan rem:
1. Rem kaki [foot brake] digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan
kendaraan.
2. Rem parkir [parking brake] digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
3. Rem tambahan [auxiliary brake] digunakan pada kombinasi rem biasa [kaki] yang
digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat.
Selanjutnya adakalanya engine brake digunakan untuk menurunkan kecapatan kendaraan
breaking effect [reaksi pengereman] ditimbulkan oleh tekanan putaran dari mesin itu
sendiri tidak ada peralatan khusus yang diperlukan.
Rem kaki
2. Rem kaki [foot brake] dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu hidraulis dan rem
pneumatik. Rem hidraulis dan rem pneumatik rem hidraulis lebih respon dan lebih cepat
dibandingkan dengan tipe lainnya, dan juga konstruksinya lebih sederhana. Rem hidraulis
juga mempunyai konstruksi yang khusus. Dengan adanya keuntungan tersebut, rem ini
hidraulis banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truk ringan.
Sistem rem pneumatik termasuk kompresor atau sejenisnya yang menghasilkan udara
bertekanan yang digunakan untuk menambah daya pengereman.
Tipe sistem rem ini banyak digunakan pada kendaraan berat seperti truk besar dan
bus.
Mekanisme kerja
Master silinder: master silinder mengubah gerak pada rem ke dalam tekanan hidraulis.
Master silinder terdiri dari reservoik taut, yang berisi minyak rem, demikian juga piston,
dan silinder, yang membangkitkan tekanan hidraulis.
Ada dua tipe silinder: tipe tunggal dan tipe ganda [tandan] master silinder tipe ganda
(tandan type master cylinder) banyak digunakan dibanding tipe tunggal [single type].
Pada master silinder tandan, sistem hidraulisnya dipisahkan menjadi dua, masing-masing
untuk roda depan dan belakang. Dengan demikian bila sudah satu sistem tidak bekerja
maka sistem lainnya akan telah berfungsi dengan baik sehingga pengereman masih bisa
berlangsung.
Boster Rem (bralew Broster)
Tenaga penahan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak cukup kuat untuk segera
dapat menghentikan kendaraan. Boster [Brake Booster] melipat gandakan daya
penekanan pedal rem, sehingga daya pengereman yang lebih besar dapat diperoleh.
Boster rem dapat dipasang menjadi satu dengan master silinder (tipe integrat) atau dapat
juga dipasang secara terpisah dari master silider itu sendiri. Tipe integral itu banyak
digunakan pada kendaraan penumpang dan truk kecil.
Boster rem mempunyai diaphram yang bekerja dengan adanya perbedaan, tekanan antara
tekanan atmosfir dan kevacuman yang dihasilkan dari intake manifold mesin. Master
silinder dihubungkan dengan pedal rem dan diaphram untuk memperoleh daya
pengereman yang besar dari langkah pedal yang minimum.
Bila boster rem tidak berfungsi dikarenakan satu dan lain hal, boster dirancang
sedemikian rupa sehingga hanya tenaga bosternya saja yang hilang. Dengan sendirinya
rem akan memerlukan gaya penekanan pedal yang lebih besar, tetapi kendaraan dapat
direm dengan normal tanpa bantuan boster.
3. Untuk kendaraan yang digerakkan oleh mesin diesel, boster remnya diganti dengan
pompa vacum karena kevacuman yang terjadi pada untuk manifold pada mesin diesel
tidak cukup kuat. Boster rem terutama terdiri dari rumah boster, piston, diaphram,
reaction mechanism dan mekanisme katup pengontrol. Boster body dibagi menjadi
bagian depan dan bagian belakang dan masing-masing ruang di batasi dengan membran
dan piston boster.
Mekanisme katup pengontrol mengatur tekanan di dalam ruang tekan variasi. Termasuk
katup udara, katup vakum, katup pengontrol dan sebagainya yang berhubungan dengan
pedal rem melalui batang penggerak katup. bersambung
http://www.indomedia.com/bpost/9811/8/otomotif/oto5.htm