1. 3. Teori Sruktural
Dalam teori struktural, perkembangan ekonomi suatu wilayah merupakan proses
penyesuaian struktural dari dalam dan luar daerah yang dipengaruhi oleh evolusi melalui
beberapa tingkat menuju kedewasaan ekonomi.
a. Stage Theory atau Teori Sektor
Hoo - V Dan Fisher ( 1949) menyajikan suatu teori awal dari perubahan sektoral melalui
berbagai langkah-langkah pertumbuhan wilayah. Tahap awal pertumbuhan regional ditandai
dominasi bidang agrikultur dan ekonomi sebagian besar mampu terpenuhi. Peningkatan terhadap
transportasi, produsen mulai mengkhususkan dan terlibat dengan perdanganan di luar dengan
wialayah lain. Sebagai akibat diminishing retrun atau penyusutan kembali, muncul industri
ekstraktif utama dari wilayah dan idustri agricultur, sehingga wilayah masuk sebagai bagian dari
industrialisasi. Tingkat lanjutan dari spesialisai wilayah adalah ekspor produksi. Dalam teori ini,
pergerakan dari self-sufficiency untuk mengekspor produk, sebagian besar dilihat dalam kaitan
dengan perubahan internal dalam pembagian tenaga kerja yang menghasilkan spesialisasi dalam
ekonomi.
b. Product Cycle Teori atau Teori Siklus Produksi
Perkembangan wilayah dengan struktur industri regional memerlukan wilayah untuk
menjual barang-barang ekspornya. Dalam permintaan terhadap produk baru, terdapat
pertimbangan biaya yang akan datang. Sehingga, lokasi terdekat kepada distributor merupakan
hal penting untuk memudahkan industri agar berkembang. Kota besar cenderung digunakan
untuk memproduksi produk-produk baru dari suatu industri, sedangkan daerah yang belum
berkembang cenderung digunakan untuk memproduksi produk-produk lama yang telah
dibakukan sehingga dapat mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki kemampuan rendah dan
upah yang murah. Industri yang bersifat oligopolistik, cenderung berkonsentrasi untuk
mengambil keuntungan dari tenaga pasar untuk memperkecil biaya tenaga kerja sebagai hasil
terdekatnya ke pasar konsumen dan secara politis berorientasi pada penempatan indust