Dokumen tersebut membahas latar belakang berdirinya organisasi Muhammadiyah. Beberapa faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah antara lain ketidakmurnian amalan Islam di Indonesia akibat pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha, dualisme sistem pendidikan Islam dan Barat, serta kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang dinilai menekan umat Islam. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk membersihkan ajaran Islam dari pengaruh
Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan untuk membersihkan ajaran Islam dari pengaruh-pengaruh non-Islam dan melakukan reformasi terhadap praktik-praktik Islam yang tidak sesuai dengan al-Quran dan Sunnah. Sejak saat itu, Muhammadiyah berperan penting dalam mereformasi pemahaman dan praktik Islam di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
1. KH Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta tahun 1868 dan mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912 di Yogyakarta untuk menyebarkan pendidikan berbasis agama Islam dan kemasyarakatan.
2. Muhammadiyah berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah dan politeknik.
3. Dalam menyikapi tradisi masyarakat yang bersifat religi purba,
Dokumen tersebut membahas latar belakang berdirinya organisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta dengan tujuan membersihkan ajaran Islam dari penyimpangan-penyimpangan dan memajukan pendidikan berdasarkan agama. Beberapa faktor yang mendorong berdirinya Muhammadiyah antara lain keadaan masyarakat Muslim Indonesia yang masih bercampur dengan kebudayaan Hindu-Buddha sehingga banyak un
Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 1912 untuk mendirikan lembaga pendidikan Islam yang bersifat permanen dan memajukan pendidikan serta kehidupan umat berdasarkan ajaran Islam.
Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan sebagai gerakan Islam yang berusaha membersihkan ajaran agama dari penyimpangan dan memajukan pendidikan serta kesejahteraan masyarakat. Selama satu abad berdiri, Muhammadiyah telah berkembang menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Organisasi Islam utama di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bermula dari gerakan pembaruan Islam untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat dan memajukan pendidikan agama. Nahdlatul Ulama didirikan oleh Hasyim Asy'ari pada 1926 untuk memperkuat persatuan antar ulama, sementara Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912 untuk menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan al-Qur'an dan Had
Organisasi dan Penyelenggara Pendidikan Terkemuka di IndonesiaPutri Fajri
油
Organisasi keagamaan Islam terkemuka di Indonesia yang didirikan pada abad ke-20 antara lain Muhammadiyah yang didirikan tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan untuk membersihkan ajaran Islam, Nahdlatul Ulama yang didirikan tahun 1926 oleh KH. Hasyim Asy'ari untuk menegakkan ajaran Ahlussunnah, dan Persatuan Islam (Persis) yang didirikan tahun 1923 di Bandung oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus untuk memberikan pemah
Pengertian dan urgensi muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan purifikasicoepoe12
油
Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 sebagai gerakan pembaharuan Islam yang berfokus pada pemurnian ajaran agama sesuai Alquran dan sunnah serta menolak tahayul, bid'ah dan khurafat. Gerakan ini didirikan KH. Ahmad Dahlan untuk membersihkan Islam dari pengaruh Hindu-Buddha dan memodernisasi masyarakat menuju masa depan. Muhammadiyah berupaya mengembalikan pelaksanaan agama sesuai teladan Nabi melalui organis
NU berperan penting dalam bidang keagamaan, ekonomi, dan pendidikan untuk mempertahankan NKRI. Dalam bidang keagamaan, NU mempromosikan toleransi dan persatuan. Dalam bidang ekonomi, NU mendukung pembangunan ekonomi rakyat dan koperasi. Dalam bidang pendidikan, NU mendirikan sekolah, madrasah, dan memajukan pesantren untuk mencerdaskan bangsa.
Makalah ini membahas tentang Gerakan Muhammadiyah. Secara singkat, Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai Alquran dan Sunnah, serta memajukan umat Islam. Lambang Muhammadiyah berbentuk matahari dengan dua belas sinar yang melambangkan tekad pantang menyerah dalam menyebarkan ajaran Islam. Muhammadiyah terus berkembang dengan mendirikan
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Politik (AIK 3)Audria
油
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
1. Muhammadiyah terlibat dalam politik sejak zaman penjajahan untuk memperjuangkan Islam di tengah masyarakat terjajah.
2. Meskipun tidak pernah menjadi partai politik, tokoh-tokoh Muhammadiyah terlibat dalam berbagai partai dan organisasi Islam untuk memajukan agama.
3. Politik Muhammadiyah saat ini lebih mengedepankan moral daripada kekuasaan melalui amar ma'ruf n
Perkembangan gerakan pembaruan islam di indonesiaRiska hardiati
油
Gerakan pembaruan Islam di Indonesia diawali dengan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan seperti Sekolah Thawalib pada 1906 yang kemudian berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan, Jami'at Khair pada 1905 yang mendirikan sekolah dasar, dan Al-Irsyad yang bergerak dalam bidang pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
Organisasi Islam utama di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bermula dari gerakan pembaruan Islam untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat dan memajukan pendidikan agama. Nahdlatul Ulama didirikan oleh Hasyim Asy'ari pada 1926 untuk memperkuat persatuan antar ulama, sementara Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912 untuk menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan al-Qur'an dan Had
Organisasi dan Penyelenggara Pendidikan Terkemuka di IndonesiaPutri Fajri
油
Organisasi keagamaan Islam terkemuka di Indonesia yang didirikan pada abad ke-20 antara lain Muhammadiyah yang didirikan tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan untuk membersihkan ajaran Islam, Nahdlatul Ulama yang didirikan tahun 1926 oleh KH. Hasyim Asy'ari untuk menegakkan ajaran Ahlussunnah, dan Persatuan Islam (Persis) yang didirikan tahun 1923 di Bandung oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus untuk memberikan pemah
Pengertian dan urgensi muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan purifikasicoepoe12
油
Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 sebagai gerakan pembaharuan Islam yang berfokus pada pemurnian ajaran agama sesuai Alquran dan sunnah serta menolak tahayul, bid'ah dan khurafat. Gerakan ini didirikan KH. Ahmad Dahlan untuk membersihkan Islam dari pengaruh Hindu-Buddha dan memodernisasi masyarakat menuju masa depan. Muhammadiyah berupaya mengembalikan pelaksanaan agama sesuai teladan Nabi melalui organis
NU berperan penting dalam bidang keagamaan, ekonomi, dan pendidikan untuk mempertahankan NKRI. Dalam bidang keagamaan, NU mempromosikan toleransi dan persatuan. Dalam bidang ekonomi, NU mendukung pembangunan ekonomi rakyat dan koperasi. Dalam bidang pendidikan, NU mendirikan sekolah, madrasah, dan memajukan pesantren untuk mencerdaskan bangsa.
Makalah ini membahas tentang Gerakan Muhammadiyah. Secara singkat, Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai Alquran dan Sunnah, serta memajukan umat Islam. Lambang Muhammadiyah berbentuk matahari dengan dua belas sinar yang melambangkan tekad pantang menyerah dalam menyebarkan ajaran Islam. Muhammadiyah terus berkembang dengan mendirikan
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Politik (AIK 3)Audria
油
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
1. Muhammadiyah terlibat dalam politik sejak zaman penjajahan untuk memperjuangkan Islam di tengah masyarakat terjajah.
2. Meskipun tidak pernah menjadi partai politik, tokoh-tokoh Muhammadiyah terlibat dalam berbagai partai dan organisasi Islam untuk memajukan agama.
3. Politik Muhammadiyah saat ini lebih mengedepankan moral daripada kekuasaan melalui amar ma'ruf n
Perkembangan gerakan pembaruan islam di indonesiaRiska hardiati
油
Gerakan pembaruan Islam di Indonesia diawali dengan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan seperti Sekolah Thawalib pada 1906 yang kemudian berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan, Jami'at Khair pada 1905 yang mendirikan sekolah dasar, dan Al-Irsyad yang bergerak dalam bidang pendidikan dan penyebaran ajaran Islam.
Dokumen tersebut merangkum tentang latar belakang, tujuan, organisasi, dan lambang gerakan Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Jogjakarta untuk menegakkan ajaran Islam yang sesuai dengan al-Quran dan Sunnah. Muhammadiyah bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Organisasi Muhammadiyah terdiri dari ranting, cabang, daerah, wilayah, dan pusat yang d
1) Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 M oleh KH Ahmad Dahlan sebagai organisasi Islam yang berusaha menyebarkan ajaran Islam yang murni berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah. 2) Latar belakang berdirinya antara lain ketidakmurnian amalan umat Islam, pengaruh kristenisasi, dan keterbatasan lembaga pendidikan Islam. 3) Tujuan Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mencapai masyar
Riwayat dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah dan konsep pembaruan pendidikan Islamnya meliputi 3 poin utama, yaitu tujuan pendidikan untuk membentuk manusia yang alim, berpandangan luas, dan siap berjuang; pengembangan sistem pendidikan Islam modern melalui pendirian sekolah-sekolah; serta pendekatan pengajaran yang kontekstual dan praktis."
Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta sebagai organisasi untuk menyebarkan ajaran Islam dan meningkatkan kehidupan umat berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Organisasi ini memiliki cita-cita membebaskan umat Islam dari keterbelakangan melalui pembaruan yang meliputi tauhid, ibadah, dan muamalah dengan mengembalikan pada sumber utama Islam.
Dokumen tersebut membahas tentang kepribadian Muhammadiyah yang meliputi pengertian, sejarah perumusan, fungsi, hakikat, dan isi kepribadian Muhammadiyah. Muhammadiyah dijelaskan sebagai gerakan Islam yang bergerak dalam dakwah amar ma'ruf nahi munkar untuk mencapai masyarakat Islam yang adil dan makmur. Kepribadian kader ditandai oleh sembilan kebiasaan emas seperti shalat lima waktu dan mengaji Al
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...Zuk辿t Printing
油
Makalah ini membahas profil, karya, dan strategi KH Ahmad Dahlan. Profilnya adalah pendiri Muhammadiyah yang lahir di Yogyakarta tahun 1868. Karyanya mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan sosial untuk menyebarkan ajaran Islam. Strateginya menggunakan toleransi dan contoh pembaruan di Mesir untuk memajukan umat.
Model dan Strategi Pembelajaran Publikasi, Strategi dan Pembelajaran Kh. Ahm...Zuk辿t Printing
油
Makalah ini membahas profil, karya, dan strategi KH Ahmad Dahlan. Profilnya adalah pendiri Muhammadiyah yang lahir di Yogyakarta tahun 1868. Karyanya mendirikan lembaga pendidikan dan sosial seperti PKU, yatim piatu, dan Aisyiyah. Strateginya menyebarkan ajaran Islam melalui organisasi dan publikasi buku.
1. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pembaharuan pemikiran dalam dunia Islam secara metodologis merupakan
usaha para pemikir dan ulama untuk memahami ajaran Islam dengan
mempergunakan segenap kemampuan kemanusiaannya sebagaimana
dianugerahkan Allah. Usaha pemikiran tersebut kemudian dikaitkan dengan
berbagai perkembangan sosial budaya yang sedang berkembang dalam usaha
untuk mencari penyelesaian dan mengatasi persoalan di dalam kehidupan
kemasyarakatan yang sedang dihadapi.
Hasil pemikiran yang dilakukan secara mendalam dan sungguh-sungguh
tersebut, kemudian melahirkan berbagai gerakan pembaharuan yang merupakan
operasionalisasi dan pelaksanaan dari hasil pemahaman dan pemikirannya
terhadap ajaran Islam di Indonesia lahir beberapa organisasi atau gerakan Islam,
diantaranya adalalah Muhammadiyah yang lebih dari 30 tahun sebelum merdeka,
dan organisasi lainnya yang bergerak di bidang politik, sosial dan pendidikan.
Muhammadiyah adalah organisasi yang berdiri bersamaan dengan
kebangkitan masyarakat Islam Indonesia pada dekade pertama yang sampai hari
ini bertahan dan membesar yang sulit dicari persepadanannya. Jika dilihat dari
amal usaha dan dan gerakan Muhammadiyah di bidang sosial kemasyarakatan,
khususnya di bidang pendidikan dan dan kesehatan, maka Muhammadiyah
merupakan organisasi sosial keagamaan yang terbesar di Indonesia, bahkan
banyak kalangan menyebutkan sebagai terbesar di seluruh dunia. Demikian pula
dalam berbagai hal yang menyangkut amal usaha dan konseptualisasi nilai-nilai
Islam secara kontekstual.
Dengan usaha Muhammadiyah yang terakhir itu, nilai-nilai ajaran Islam
dapat dirasakan oleh masyarakat menjadi lebih dekat dan akrab dengan
permasalahan kehidupan manusia sehari-hari.
2. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 2
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas yang menyebutkan bahwa Muhammadiyah
sebagai organisasi sosial keagamaan yang terbesar di Indonesia bahkan banyak
yang mengatakan yang terbesar di dunia, maka sangat menarik sekali jika kita
lebih mendalami untuk memahami tentang bagaimana sebenarnya latar belakng
berdirinya Muhammadiyah dan apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi
pendiriannya, sehingga sampai saat ini masih bisa tetap terjaga eksistensinya
sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang terbesar di Indonesia bahkan
dunia.
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan pembuatan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas perkuliahan
yang diberikan oleh dosen pembimbing kami, mata kuliah Al Islam dan
Kemuhammadiyahan. Disamping itu penulis juga ingin mengetahui lebih dalam
tentang bagaimana Muhammadiyah didirikan serta apa saja faktor-faktor yang
melatarbelakangi pendiriannya.
3. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Muhammadiyah
Perserikatan Muhammadiyah sudah dikenal luas sejak beberapa puluh
tahun yang lalu oleh masyarakat Internasioanal, khususnya oleh masyarakat alam
Ialamy. Nama Muhammadiyah sudah sangat akrab di telinga masayrakat pada
umumnya. Adapun arti nama Muhammadiyah dapat dilihat dari dua segi, yaitu
arti bahasa atau etimologis dan arti istilah atau terminologis.
1. Arti Bahasa atau estimologis :
Muhammadiyah berasal dari kata bahasa arab "Muhammad" yaitu
nama nabi atau Rasul yang terakhir. Kemudian mendapatkan "ya
nisbiyah" yang artinya menjeniskan. Jadi Muhammadiyah berarti
umatnya Muhammad atau pengikut Muhammad. Yaitu semua orang
yang meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan pesuruh Allah
yang terakhir. Dengan demikian siapapun yang beragama Islam maka
dia adalah orang Muhammadiyah, tanpa dilihat atau dibatasi oleh
perbedaan organisasi, golongan bangsa, geografis, etnis dan
sebagainya.
2. Arti Istilah atau terminologis :
Muhammadiyah adalah gerakan Islam, Dakwah Amar Makruf Nahi
Munkar, berasas Islam dan bersumber dari Al Qur'an dan Sunah
didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H,
bertepatan tanggal 18 November 1912 M di kota Yogyakarta .
4. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 4
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Muhammadiyah Sebelum Menjadi Organisasi
KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai upaya
penyempurnaan pemikiran beliau dalam melaksanakan Islam dengan sebenar-
benarnya dan sebaik-baiknya. Sebelum resmi menjadi organisasi, embrio
Muhammadiyah merupakan gerakan atau bentuk kegiatan dalam rangka
melaksanakan agama Islam secara bersama-sama. Perkumpulan ini diprakarsai
oleh KH. Ahmad Dahlan dan bermula di kampung Kauman.
Dengan didirikan di Kauman memberikan kesan bahwa KH. Ahmad Dahlan
sangat memperhatikan lingkungannya. Mungkin dijiwai oleh ayat Alquran yang
berbunyi : Quu anfusakum wa ahlikum naara, yang artinya Jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka. Gerakan yang digetarkan oleh motivasi seperti itulah
yang nantinya barhak mempunyai landasan dan akar yang kuat.
Dalam gerakannya itu beliau dibantu oleh sahabat-sahabatnya. Ini
membuktikan bahwa untuk melaksanakan Islam tidak bisa sendirian, tetapi harus
bersama-sama dengan yang lain. Karenanya belakangan KH. Ahmad Dahlan
memilih orang-orang yang sepaham, yang juga mempunyai pikiran jangka jauh.
Sebabnya karena gerakan ini tidak cukup hanya untuk satu-dua tahun saja,
melainkan untuk terus menerus. Untuk itulah diangkat beberapa orang murid
(santri).
Kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 (bertepatan tanggal 18
november 1912) Muhammadiyah diresmikan menjadi organisasi persyarikatan
dan berkedudukan di Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh KH. Ahmad
Dahlan. Jadi organisasi yang didirikannya merupakan penyempurnaan dari
pelaksanaan gerakan yang telah dilakukan sebelumnya.
5. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 5
3.2 Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Lahirnya Muhammadiyah
Terdapat cukup banyak penjelasan tentang faktor-faktor yang
melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah, kalau penjelasan-penjelasan ini
diasumsikan sebagai teori, maka Djindar Tamimi berpendapat bahwa faktor-
faktor subjektif dan objektif adalah mendorong berdirinya Muhammdiyah. Faktor
subjektif berkenaan dengan pribadi Ahmad KH. Ahmad Dahlan sendiri.
Sedangkan faktor objektif dibedakan atas dua macam, yaitu intern dan ekstern.
Teori lain yang hanya mempertimbangkan aspek realitas sosial yang mendorong
lahirnya Muhammadiyah yaitu hanya ada dua faktor, internal dan eksternal.
Faktor Internal berkenaan dengan kondisi keberagamaan umat Islam di Jawa,
sedangkan faktor eksternalnya adalah adanya pengaruh gerakan pembaruan Islam
di Timur Tengah dan politik Islam-Belanda tarhadap kaum muslimin di Indonesia.
Selain itu, terdapat teori lain yang mengatakan bahwa telaah mengenai
latar belakang berdirinya Muhammadiyah berhubungan dengan masalah yang
saling terkait, yaitu aspirasi Islam KH. Ahmad Dahlan, realitas sosio-agama di
Indonesia, realitas sosio-pendidikan di Indonesia dan relitas politik Islam Hindia-
Belanda.
Dan selanjutnya adalah teori yang mengatakan ada tiga faktor yang
mendorong berdirinya Muhammadiyah, yaitu gagasan pembaruan Islam di Timur
Tengah, Pertentangan internal dalam masyarakat jawa dan yang paling penting
adalah penetrasi misi Kristen di Indonesia. Faktor yang terakhir dianggap yang
paling menentukan dilihat dari berbagai kebijakan politik pemerintah kolonial
terhadap Islam dan proteksinya terhadap Nasrani, misalnya adalah ordonansi
guru, pelanggaran-pelanggarannya terhadap kebudayaan lokal dan pembentukan
freemasonry.
Ordonansi guru adalah Suatu kebijakan pemerintah kolonial yang oleh
umat Islam dirasakan sangat menekan. Ordonansi pertama yang dikeluarkan pada
tahun 1905 mewajibkan setiap guru agama Islam untuk meminta dan memperoleh
izin terlebih dahulu, sebelum melaksanakan tugasnya sebagai guru agama,
sedangkan ordonansi kedua yang dikeluarkan pada tahun 1925, hanya
mewajibkan guru agama untuk melaporkan diri. Kedua ordonansi ini
6. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 6
dimaksudkan sebagi media pengontrol bagi pemerintah kolonial untuk mengawasi
sepak terjang para pengajar dan penganjur agama Islam di negeri ini.
Pada tahun yang sama pula yakni tahun 1925 Pemerintah kolonial
mengeluarkan peraturan yang lebih ketat lagi terhadap pendidikan agama Islam
yaitu bahwa tidak semua orang (kiyai) boleh memberikan pelajaran mengaji.
Freemason adalah organisasi underground orang Yahudi. Mereka
melakukan gerakan secara tersembunyi untuk men-support semua maslahah para
pembesar Yahudi dan merintis berdirinya negara Yahudi yang disebut sebagai the
Great Israel. Organisasi ini melakukan beberapa manuver politik diantaranya :
1. Membangun sebuah masyarakat internasional yang tanpa menunjukkan
tendensi agama, namun di bawah kepemimpinan kaum Yahudi agar
mudah menguasai mereka ketika berdirinya negara the Great Israel.
2. Memerangi kaum Muslimin dan juga kaum Nasrani serta menyokong
negara-negara atheis. Adapun agama-agama yang lain, mereka tidak
berminat mengusiknya.
3. Tujuan utama mereka adalah mendirikan negara the Great
Israel serta menobatkan para raja Yahudi di Yerusalem sebagai keturunan
Nabi Daud, menurut klaim mereka. Lalu para raja itu di-set untuk
menguasai dunia internasional dan mereka sangat dielu-elukan.
Contohnya, orang Yahudi menyebut para raja itu dengan
sebutan syaabullah al mukhtar (hamba-hamba Allah yang terpilih).
Organisasi ini memiliki peranan penting terhadap banyak peristiwa-
peristiwa tragis di dunia secara keseluruhan dan juga dunia Islam secara khusus.
Mereka menggunakan berbagai macam cara untuk mewujudkan misi-misi
mereka. Diantaranya adalah dengan merusak kaum muda dan menebarkan moral
yang bobrok diantara mereka. Dan menjadikan ambisi-ambisi para pemuda berupa
syahwat dan kesenangan-kesenangan, sehingga kontrol terhadap kaum muda ada
di tangan orang Yahudi, dan akhirnya mereka bisa mengarahkan kaum muda
sesuai keinginan mereka.
Dan mereka senantiasa mengendalikan media agar dapat diarahkan untuk
melayani tujuan-tujuan mereka sebagaimana mereka juga berusaha
mengendalikan ekonomi internasional. Oleh karena itu anda dapati bahwa orang-
7. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 7
orang terkaya di dunia dan para pemilik perusahaan-perusahaan raksasa itu
berasal dari kaum Yahudi. Mereka telah menghancurkan perekonomian banyak
negara dan menyebabkan ditutupnya banyak perusahaan dengan cara mereka yang
licik dan culas, sebagaimana yang terjadi di Indonesia dan negara lainnya.
3.3 Faktor Obyektif
Faktor objektif yang pertama secara internal, yaitu terdapat ketidak
murnian amalan Islam akibat tidak dijadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai
rujukan.
Realitas sosio agama di Indonesia
Kondisi masyarakat yang masih sangat kental dengan kebudayaan Hindu
dan Budha, memunculkan kepercayaan dan praktik ibadah yang menyimpang dari
Islam. Kepercayaan dan praktik ibadah tersebut dikenal dengan sitilah Bidah dan
Khurafat. Khurafat adalah kepercayaan tanpa pedoman yang sah menurut Al-
Quran dan Al-Hadits, hanya ikut-ikutan orang tua atau nenek moyang mereka.
Sedangkan bidah adalah bentuk ibadah yang dilakukan tanpa dasar pedoman
yang jelas, melainkan hanya ikut-ikutan orangtua atau nenek moyang saja.
Melihat realitas sosio-agama ini mendorong KH. Ahmad Dahlan untuk
mendirikan Muhammadiyah. Namun, gerakan pemurniannya dalam arti
pemurnian ajaran Islam dari bidah dan khurafat baru dilakukan pada tahun 1916.
Dalam konteks sosio-agama ini, Muhammadiyah merupakan gerakan pemurnian
yang menginginkan pembersihan Islam dari semua sinkretisme dan praktik ibadah
yang terlebih tanpa dasar akaran Islam (Takhayul, Bidah, Khurafat).
Realitas sosio pendidikan di Indonesia
KH. Ahmad Dahlan mengetahui bahwa pendidikan di Indonesia terpecah
menjadi dua yaitu pendidikan pesantren yang hanya mengajarkan ajaran-ajaran
agama dan pendidikan barat yang sekuler. Kondisi ini menjadi jurang pemisah
antara golongan yang mendapat pendidikan agama dengan golongan yang
mendapatkan pendidikan sekuler. Kesenjangan ini termanifestasi dalam bentuk
berbusana, berbicara, hidup dan berpikir. Ahmad KH. Ahmad Dahlan mengkaji
secara mendalam dua sistem pendidikan yang sangat kontras ini.
Dualisme sistem pendidikan diatas membuat prihatin Ahmad KH. Ahmad
Dahlan, oleh karena itu cita-cita pendidikan Ahmad KH. Ahmad Dahlan ialah
8. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 8
melahirkan manusia yang berpandangan luas dan memiliki pengetahuan umum,
sekaligus yang bersedia untuk kemajuan masyarakatnya. Cita-cita ini dilakukan
dengan mendirikan lembaga pendidikan dengan kurikulum yang menggabungkan
antara Imtak (Iman dan Takwa) dan Iptek.
Faktor objektif yang kedua secara ekternal, yaitu disebabkan politik
kolonialisme dan imperialisme Belanda yang menimbulkan perpecahan di
kalangan bangsa Indonesia.
1. Periode Pertama (periode sebelum Snouck Hurgronje)
Belanda berprinsip agar penduduk Indonesia yang beragama Islam
tidak memberontak.
Menerapkan dua strategi yaitu membuat kebijakan-kebijakan yang
sifatnya membendung dan melakukan kristenisasi bagi penduduk
Indonesia.
Dalam pelarangan pengalaman ajaran Islam, Belanda membatasi
masalah ibadah haji dengan berbagai aturan tetapi pelarangan ini
justru kontraproduktif bagi Belanda karena menjadi sumber pemicu
perlawanan terhadap Belanda sebagai penjajah karena menghalangi
kesempurnaan Islam seseorang.
2. Periode Kedua (periode setelah Snouck Hurgronje menjadi penasihat
Belanda untuk urusan pribumi di Indonesia)
Dalam hal ini, tidak semua kegiatan pengamalan Islam dihalangi
bahkan dalam hal tertentu didukung. Kebijakan didasarkan atas
pengalaman Snouck berkunjung ke Makkah dengan menyamar
sebagai seorang muslim bernama Abdul Ghaffar.
Kebijakan Snouck didasarkan tiga prinsip utama, yaitu : Pertama
rakyat indonesia dibebaskan dalam menjalankan semua masalah ritual
keagamaan seperti ibadah; Kedua pemerintah berupaya
mempertahankan dan menghormati keberadaan lembaga-lembaga
sosial atau aspek muamalah dalam Islam; Ketiga pemerintah tidak
menoleransi kegiatan apapun yang dilakukan kaum muslimin yang
dapat menyebarkan seruan-seruan Pan-Islamisme atau menyebabkan
9. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 9
perlawanan politik atau bersenjata menentang pemerintah kolonial
Belanda.
3.4 Faktor Subyektif
Bersifat subyek, ialah pelakunya sendiri. Dan ini merupakan faktor sentral,
sedangkan faktor yang lain hanya menjadi penunjang saja. Yang dimaksudkan
disini ialah, kalau mau mendirikan Muhammadiyah maka harus dimulai dari
orangnya sendiri. Kalau tidak, maka Muhammadiyah bisa dibawa kemana saja.
Lahirnya Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dengan KH. Ahmad Dahlan,
tokoh kontroversial pada zamannya. Ia dilahirkan tahun 1868 dan wafat tahun
1923 m, dimakamkan di pemakaman Karangkajen, Yogyakarta hayat yang
dikecap selama 55 tahun, berarti meninggal dalam usia relative muda. Sudah sejak
kanak-kanak beliau diberikan pelajaran dan pendidikan agama oleh orang tuanya,
oleh para guru (ulama) yang ada dalam masyarakat lingkungannya. Ini
menunjukkan rasa keagaman KH. Ahmad Dahlan tidak hanya berdasarkan naluri,
melainkan juga melalui ilmu-ilmu yang diajarkan kepadanya.
Dikala mudanya, beliau terkenal memiliki pikiran yang cerdas dan bebas
serta memiliki akal budi yang bersih dan baik. Pendidikan agama yang
diterimanya dipilih secara selektif. Tidak hanya itu, tetapi sesudah dipikirkan,
dibawa dalam perenungan-perenungan dan ingin dilaksanakan dengan sebaik-
baiknya. Di sinilah yang menentukan KH. Ahmad Dahlan sebagai subjek yang
nantinya mendorong berdirinya Muhammadiyah.
Namun faham dan keyakinan agamanya barulah menemukan wujud dan
bentuknya yang mantap sesudah menunaikan ibadah hajinya yang kedua (1902
M) dan sempat bermukim beberapa tahun di tanah suci. Waktu itu beliau sudah
mampu dan berkesempatan membaca ataupun mengkaji kitab-kitab yang disusun
oleh alaim ulama yang mempunyai aliran hendak kembali kepada al-Quran dan
As-Sunnah dengan menggunakan akal yang cerdas dan bebas. Faham dan
keyakinan agama yang dilengkapi dengan penghayatan dan pengalaman
agamanya inilah yang mendorong kelahiran Muhammadiyah.
10. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 10
3.5 Profil KH. Ahmad Dahlan
KH. Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1
Agustus 1868 meninggal di Yogyakarta, 23 Februari1923 pada umur 54 tahun)
adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh
bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama
dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan
ibu dari KH. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat
penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia
merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan
saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan yang
kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara
Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya tersebut
ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin, Maulana
Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig
(Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo,
Kyai Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan
Muhammad Darwisy (KH. Ahmad Dahlan).
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun.
Pada periode ini, KH. Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-
pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani,
Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun
1888.
Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua
tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga
guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan
Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.
Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya
sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai KH.
Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari
perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang
11. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 11
anak yaitu Djohanah, Siradj KH. Ahmad Dahlan, Siti Busyro, Irfan KH. Ahmad
Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH. Ahmad KH. Ahmad Dahlan
pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi
Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai
putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu)
Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin
Pakualaman Yogyakarta. KH. Ahmad Dahlan dimakamkan di KarangKajen,
Yogyakarta.
Pengalaman Organisasi
Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah
Muhammadiyah, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup
berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi wiraswasta yang
cukup menggejala di masyarakat.
Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai
gagasan-gagasan cemerlang, KH. Ahmad Dahlan juga dengan mudah diterima
dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat
mendapatkan tempat di organisasi Jam'iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam
dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Pada tahun 1912, KH. Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi
Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi
Nusantara. KH. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara
berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat
Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunanal-Qur'an dan al-Hadits.
Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak
awal KH. Ahmad Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan
organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan ini juga
mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya.
Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh
hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang
menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen,
mengajar di sekolah Belanda, serta bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo yang
12. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 12
kebanyakan dari golongan priyayi, dan bermacam-macam tuduhan lain. Saat itu
KH. Ahmad Dahlan sempat mengajar agama Islam di sekolah OSVIA Magelang,
yang merupakan sekolah khusus Belanda untuk anak-anak priyayi. Bahkan ada
pula orang yang hendak membunuhnya. Namun ia berteguh hati untuk
melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaruan Islam di tanah air bisa mengatasi
semua rintangan tersebut.
Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad KH. Ahmad Dahlan mengajukan
permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan
hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat
Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku
untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah
Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan
perkembangan organisasi ini. Maka dari itu kegiatannya dibatasi. Walaupun
Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti Srandakan, Wonosari,
Imogiri dan lain-Iain telah berdiri cabang Muhammadiyah.
Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda.
Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan
menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama
lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Al-Munir di Ujung Pandang,
Ahmadiyah di Garut. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah
Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah.
Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama'ah dan
perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam.
KH. Ahmad Dahlan juga bersahabat dan berdialog dengan tokoh agama
lain seperti Pastur van Lith pada 1914-1918. Van Lith adalah pastur pertama yang
diajak dialog oleh KH. Ahmad Dahlan. Pastur van Lith di Muntilan yang
merupakan tokoh di kalangan keagamaan Katolik. Pada saat itu KH. Ahmad
Dahlan tidak ragu-ragu masuk gereja dengan pakaian hajinya.
Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh KH. Ahmad
Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, disamping juga melalui
relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan
sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama
13. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 13
dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan
terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang
hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 KH.
Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda
untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2
September 1921.
Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan
dakwah Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan juga memfasilitasi para anggota
Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam
Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah
Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali
dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan
umum).
3.6 Pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang Islam dan Umatnya
Aksi sosial Ahmad Dahlan bukan semata gerakan keagamaan dalam arti
ritual, melainkan bisa disebut sebagai revolusi kebudayaan. Berbagai gagasan
dan aksi sosial KH. Ahmad Dahlan tidak hanya mencerminkan nalar kritisnya,
melainkan juga menunjukkan kepedulian pada nasib rakyat kebanyakan yang
menderita, tidak berpendidikan dan miskin.
Aktualisasi Islam tidak hanya secara pribadi, manusia diwajibkan
menegakkan Islam ditengah-tengah masyarakat. KH. Ahmad Dahlan tidak
menginginkan masyarakat Islam yang seperti dahulu, ataupun masyarakat baru
yang membentuk budaya Islam baru. Jalan yang ditempuh KH. Ahmad Dahlan
adalah dengan menggembirakan umat Islam Indonesia untuk beramal dan berbakti
sesuai dengan ajaran Islam. Bidang pendidikan misalnya, KH. Ahmad Dahlan
mengadopsi sistem pendidikan Belanda karena diangap efektif. Bahkan membuka
peluang bagi wanita Islam untuk sekolah, padahal di Arab, India dan Pakistan ini
menjadi masalah.
Sedangkan dibidang sosial Ahmad Dahlan mendirikan panti asuhan untuk
memelihara anak yatim dan anak-anak terlantar lainnya. Yang kemudian banyak
berkembang Yayasan-yayasan Yatim Piatu Muhammadiyah, Rumah Sakit PKU
14. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 14
Muhammadiyah, dan tersbesar adalah lembaga pendidikan Muhammadiyah baik
TK, SD, SMP, SMU dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang jumlahnya
terbesar di Indonesia.
15. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 15
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Muhammad Darwis atau lebih dikenal dengan K.H. Ahmad Dahlan
menuntut ilmu di kota suci Makkah, dan hasil dari pendidikannya itu kemudian
beliau membentuk sebuah wadah perubahan untuk kembali kepada Al-Quran dan
As -unnah Rasullullah sesuai dengan arti Muhammadiyah yaitu pengikut Nabi
Muhammad SAW. Dari terbentuknya Muhammadiyah di kampung Kauman
Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H yang bertepatan pada 18 November
1912 M dan tersebar luas hampir seluruh Indonesia sehingga menjadi organisasi
besar sampai dengan sekarang tidak lepas dari buah pikiran K.H. Ahmad Dahlan.
4.2 Saran
Dari kesimpulan di atas, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
1. Sebagai warga umat Islam Muhammadiyah, kita harus
mempertahankan dan meneruskan perjuangan KH. Ahmad Dahlan dari
segala bentuk yang dapat menghancurkan agama Islam.
2. Sebagai umat Islam yang beriman dan bertaqwa pada-Nya, kita tidak
seharusnya melakukan hal-hal yang dilarang Islam seperti tahayul,
bidah, khurofat. Kita harus menjalankan dan mengamalkan seperti apa
yang diajarkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist.
3. Sebagai umat Islam yang berilmu, kita harus memperdalam ilmu dalam
segala bidang seperti IPTEK dan ilmu yang lainnya tanpa
membedakan, dengan syarat kita tahu apa yang kita pelajari sesuai
dengan ajaran Islam.
4. Untuk menjaga agama Islam dari pemusnahan orang-orang kafir, kita
sebagai umat Islam harus bersatu melindungi agama Islam.
16. AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN 16
DAFTAR PUSTAKA
http://violetaindriani.blogspot.com/2013_11_01_archive.html
18 November 2014 17:32
http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan
18 November 2014 17:32