Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk. Fluida terdiri atas cairan dan gas, dimana cairan tak kompresibel sedangkan gas dapat dimampatkan. Massa jenis merupakan ukuran kerapatan suatu benda yang didefinisikan sebagai massa per satuan volume.
Bagian dasar tanggul bendungan air dibuat lebih lebar atau tebal karena tekanan air pada bagian dasar lebih besar dibandingkan bagian atasnya berdasarkan hukum Pascal tentang tekanan zat cair.
Praktikum fisika dasar tentang resonansi gelombang suara menggunakan tabung resonansi. Percobaan mengukur kecepatan suara dan frekuensi dua garpu tala berbeda. Hasilnya adalah kecepatan suara rata-rata 342,833 m/s dan frekuensi rata-rata 695,921 Hz.
Dokumen tersebut membahas tentang fluida statis, sifat-sifatnya seperti tidak dapat melawan geser dan mempunyai kompresibilitas serta viskositas. Juga membahas tentang tekanan, tekanan hidrostatis, dan contoh soalnya. Selanjutnya membahas pula tentang hukum Pascal, bejana berhubungan, hukum Archimedes beserta contoh soalnya.
PPT kesetimbangan benda tegar dan titik beratGressi Dwiretno
油
Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang konsep kesetimbangan benda tegar, jenis-jenis kesetimbangan benda tegar, konsep titik berat, dan soal-soal latihan yang berkaitan dengan materi tersebut.
Osilasi adalah variasi periodik suatu pengukuran terhadap waktu. Osilasi harmonik sederhana adalah gerak bolak balik secara teratur melalui titik keseimbangan dengan jumlah getaran yang sama dalam satu detik. Periode osilasi balok yang dilepaskan di atas pegas ditentukan oleh massa balok dan konstanta pegas.
Laporan praktikum fisika mengenai hukum Hooke yang dilakukan oleh kelompok III SMA Negeri 1 Kota Bima pada tahun pelajaran 2014/2015. Praktikum ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas. Hasilnya menunjukkan bahwa gaya yang diberikan pada pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjangnya, sehingga mendukung hukum Hooke.
POWERPOINT MENGENAI HUKUM NEWTON I, II, DAN IIIikasaputri
油
Dokumen tersebut membahas tentang hukum-hukum Newton beserta contoh penerapannya, serta berbagai jenis gaya seperti gaya normal, berat, dan gesekan. Secara khusus dijelaskan rumus dan konsep dasar ketiga hukum Newton tentang gerak, serta hubungan antara gaya, massa dan percepatan.
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
(1) Dokumen tersebut menjelaskan tentang percobaan untuk menentukan massa jenis zat cair dengan menggunakan pipa U; (2) Massa jenis air didapatkan dari persamaan =m/v dan massa jenis minyak goreng didapatkan dari hubungan antara tinggi zat cair dalam pipa U; (3) Hasilnya menunjukkan massa jenis air sebesar 1000 kg/m3 dan
Laporan eksperimen ini mendeskripsikan percobaan gerak lurus beraturan yang dilakukan untuk mengetahui kecepatan kereta dinamika. Percobaan menggunakan alat seperti kereta dinamika, rel, dan pita ketik. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan kereta dinamika tetap karena jarak dan waktu tempuhnya sama untuk setiap potongan pita.
Dokumen tersebut membahas tentang gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan, termasuk definisi, rumus, contoh, dan grafiknya. Gerak lurus beraturan memiliki kecepatan tetap, sedangkan gerak lurus berubah beraturan memiliki kecepatan yang berubah akibat adanya percepatan tetap.
1 b 11170163000059_laporan_gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.umammuhammad27
油
Laporan ini membahas hasil praktikum tentang gaya gesekan statis dan kinetis. Tujuan praktikum adalah untuk mengetahui koefisien gaya gesekan statis dan kinetis, memahami konsepnya, mengetahui percepatan benda bergerak, dan memahami hukum Newton serta dinamika. Alat yang digunakan antara lain penggaris, balok, stopwatch, neraca digital, dan papan inklinasi berkatrol. Langkah praktikum meliputi penimbangan massa balok,
1. Dokumen ini memberikan instruksi tentang eksperimen penerapan hukum Pascal untuk mengangkat mobil dengan menggunakan prinsip tekanan cairan.
2. Peserta didik diminta merancang eksperimen dengan menggunakan alat penghisap berbeda ukuran dan mencatat hasilnya untuk menganalisis hubungan antara luas penampang, gaya, dan tekanan.
3. Berdasarkan hasilnya, peserta didik harus menyimpulkan bah
Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan mempunyai dua fasa, yaitu cair dan gas. Fluida statik selalu mengikuti bentuk wadahnya karena tidak dapat menahan gaya geser, sementara fluida dinamik dapat mengalir dan dipengaruhi oleh gaya dan tekanan.
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dihasilkan oleh fluida tak bergerak pada suatu titik di dalam fluida yang disebabkan oleh gaya berat fluida di atas titik tersebut. Besarnya tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh massa jenis fluida, kedalaman fluida, dan percepatan gravitasi. Hukum utama hidrostatika menyatakan bahwa tekanan hidrostatis pada setiap titik yang berada pada kedalaman yang sama dalam keadaan set
Dokumen tersebut membahas tentang konsep usaha, energi potensial, energi kinetik, dan hukum kekekalan energi mekanik. Dokumen tersebut menjelaskan rumus-rumus untuk menghitung usaha, energi potensial, dan energi kinetik serta memberikan contoh penerapannya.
1 b 11170163000059_laporan akhir ha (hukum archimedes)umammuhammad27
油
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari hukum Archimedes melalui pengukuran massa jenis balok dan silinder secara langsung dan tidak langsung. Langkah-langkah kerja meliputi persiapan alat dan bahan, pengukuran dimensi benda, pengukuran massa dalam udara dan cairan, perhitungan massa jenis, dan pencatatan hasil. Data menunjukkan nilai massa jenis rata-rata balok dan silinder serta gaya ap
Bab 2 dokumen tersebut membahas tentang gerak satu dimensi sepanjang garis lurus, termasuk konsep perpindahan, kecepatan, dan percepatan. Gerak satu dimensi dibedakan menjadi gerak dengan percepatan konstan dan gerak jatuh bebas di bawah pengaruh gravitasi. Beberapa contoh soal juga diberikan untuk memperjelas konsep-konsep tersebut.
Dokumen tersebut membahas tentang fluida statis yang meliputi pengertian fluida, massa jenis, tekanan hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes. Fluida statis adalah fluida yang tidak mengalami perpindahan bagian-bagiannya.
Laporan praktikum fisika mengenai hukum Hooke yang dilakukan oleh kelompok III SMA Negeri 1 Kota Bima pada tahun pelajaran 2014/2015. Praktikum ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas. Hasilnya menunjukkan bahwa gaya yang diberikan pada pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjangnya, sehingga mendukung hukum Hooke.
POWERPOINT MENGENAI HUKUM NEWTON I, II, DAN IIIikasaputri
油
Dokumen tersebut membahas tentang hukum-hukum Newton beserta contoh penerapannya, serta berbagai jenis gaya seperti gaya normal, berat, dan gesekan. Secara khusus dijelaskan rumus dan konsep dasar ketiga hukum Newton tentang gerak, serta hubungan antara gaya, massa dan percepatan.
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
(1) Dokumen tersebut menjelaskan tentang percobaan untuk menentukan massa jenis zat cair dengan menggunakan pipa U; (2) Massa jenis air didapatkan dari persamaan =m/v dan massa jenis minyak goreng didapatkan dari hubungan antara tinggi zat cair dalam pipa U; (3) Hasilnya menunjukkan massa jenis air sebesar 1000 kg/m3 dan
Laporan eksperimen ini mendeskripsikan percobaan gerak lurus beraturan yang dilakukan untuk mengetahui kecepatan kereta dinamika. Percobaan menggunakan alat seperti kereta dinamika, rel, dan pita ketik. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan kereta dinamika tetap karena jarak dan waktu tempuhnya sama untuk setiap potongan pita.
Dokumen tersebut membahas tentang gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan, termasuk definisi, rumus, contoh, dan grafiknya. Gerak lurus beraturan memiliki kecepatan tetap, sedangkan gerak lurus berubah beraturan memiliki kecepatan yang berubah akibat adanya percepatan tetap.
1 b 11170163000059_laporan_gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.umammuhammad27
油
Laporan ini membahas hasil praktikum tentang gaya gesekan statis dan kinetis. Tujuan praktikum adalah untuk mengetahui koefisien gaya gesekan statis dan kinetis, memahami konsepnya, mengetahui percepatan benda bergerak, dan memahami hukum Newton serta dinamika. Alat yang digunakan antara lain penggaris, balok, stopwatch, neraca digital, dan papan inklinasi berkatrol. Langkah praktikum meliputi penimbangan massa balok,
1. Dokumen ini memberikan instruksi tentang eksperimen penerapan hukum Pascal untuk mengangkat mobil dengan menggunakan prinsip tekanan cairan.
2. Peserta didik diminta merancang eksperimen dengan menggunakan alat penghisap berbeda ukuran dan mencatat hasilnya untuk menganalisis hubungan antara luas penampang, gaya, dan tekanan.
3. Berdasarkan hasilnya, peserta didik harus menyimpulkan bah
Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan mempunyai dua fasa, yaitu cair dan gas. Fluida statik selalu mengikuti bentuk wadahnya karena tidak dapat menahan gaya geser, sementara fluida dinamik dapat mengalir dan dipengaruhi oleh gaya dan tekanan.
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dihasilkan oleh fluida tak bergerak pada suatu titik di dalam fluida yang disebabkan oleh gaya berat fluida di atas titik tersebut. Besarnya tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh massa jenis fluida, kedalaman fluida, dan percepatan gravitasi. Hukum utama hidrostatika menyatakan bahwa tekanan hidrostatis pada setiap titik yang berada pada kedalaman yang sama dalam keadaan set
Dokumen tersebut membahas tentang konsep usaha, energi potensial, energi kinetik, dan hukum kekekalan energi mekanik. Dokumen tersebut menjelaskan rumus-rumus untuk menghitung usaha, energi potensial, dan energi kinetik serta memberikan contoh penerapannya.
1 b 11170163000059_laporan akhir ha (hukum archimedes)umammuhammad27
油
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari hukum Archimedes melalui pengukuran massa jenis balok dan silinder secara langsung dan tidak langsung. Langkah-langkah kerja meliputi persiapan alat dan bahan, pengukuran dimensi benda, pengukuran massa dalam udara dan cairan, perhitungan massa jenis, dan pencatatan hasil. Data menunjukkan nilai massa jenis rata-rata balok dan silinder serta gaya ap
Bab 2 dokumen tersebut membahas tentang gerak satu dimensi sepanjang garis lurus, termasuk konsep perpindahan, kecepatan, dan percepatan. Gerak satu dimensi dibedakan menjadi gerak dengan percepatan konstan dan gerak jatuh bebas di bawah pengaruh gravitasi. Beberapa contoh soal juga diberikan untuk memperjelas konsep-konsep tersebut.
Dokumen tersebut membahas tentang fluida statis yang meliputi pengertian fluida, massa jenis, tekanan hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes. Fluida statis adalah fluida yang tidak mengalami perpindahan bagian-bagiannya.
Dokumen tersebut membahas tentang materi fluida statis pada pelajaran fisika untuk kelas X semester 2. Materi tersebut mencakup hukum-hukum dasar fluida statis seperti tekanan, hukum pokok hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rumus Fisika Fluida Statis dan Fluida Dinamis
Pada bagian Rumus Fisika Fluida Statis dan Fluida Dinamis ini, Anda diajak untuk dapat menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah dengan cara menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statis dan dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan rumus fluida terbagai ke dalam dua bagian, yaitu Fluida Statis dan Fluida Dinamis.
A. Rumus Fluida Statis
Sifat fisis fluida dapat ditentukan dan dipahami lebih jelas saat fluida berada dalam keadaan diam (statis). Sifat-sifat fisis fluida statis yang akan dibahas pada subbab ini di antaranya, massa jenis, tekanan, tegangan permukaan, kapilaritas, dan viskositas. Bahasan mengenai massa jenis dan tekanan telah Anda pelajari di SMP sehingga uraian materi yang disajikan
dalam subbab ini hanya bertujuan mengingatkan Anda tentang materi tersebut.
B. Rumus Fluida Dinamis
Anda akan mempelajari hukum-hukum Fisika yang berlaku pada fluida bergerak (dinamis). Pada pembahasan mengenai fluida
statis, Anda telah memahami bahwa hukum-hukum Fisika tentang fluida dalam keadaan statis bergantung pada massa jenis dan kedalaman titik pengamatan dari permukaan fluida. Tahukah Anda besaran-besaran yang berperan pada fluida dinamis? Untuk mengetahuinya, pelajarilah bahasan dalam bagian ini.
http://www.geniustoefl.com
http://www.geniusedukasi.com
Tekanan hidrostatis dihasilkan oleh gaya berat fluida di atas suatu titik dan bergantung pada kedalaman titik tersebut, massa jenis fluida, dan gravitasi. Hukum utama hidrostatika menyatakan bahwa tekanan pada setiap titik yang berada pada kedalaman yang sama dalam keadaan setimbang akan sama, terlepas dari bentuk wadahnya.
Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari hukum Archimedes dan hukum utama hidrostatika serta menggunakannya untuk mengukur kerapatan zat padat dan cair. Metode yang digunakan meliputi penimbangan benda di udara dan dalam air untuk menentukan kerapatannya, serta pengukuran tinggi zat cair dalam pipa U untuk menentukan kerapatan zat cair uji. Hasilnya berupa data pengamatan kerapatan zat cair uji
Laporan Fisdas Hukum Archimedes dan Hukum Utama HidrostatisWidya arsy
油
Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari hukum Archimedes dan hukum utama hidrostatika serta menggunakannya untuk mengukur kerapatan zat padat dan cair. Eksperimen dilakukan dengan menimbang benda di udara dan dalam air untuk menentukan kerapatannya, serta mengukur tinggi air dan minyak dalam pipa U untuk menghitung kerapatan minyak. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan data literatur.
Teks tersebut menjelaskan tentang fluida dan sifat-sifatnya. Fluida adalah zat yang dapat mengalir seperti cairan dan gas. Fluida dapat dibedakan menjadi fluida statis dan dinamis, di mana fluida statis tidak bergerak atau bergerak dengan kecepatan seragam. Teks tersebut juga menjelaskan sifat fluida seperti massa jenis, tekanan, dan hukum Pascal.
Dokumen tersebut membahas tentang mekanika fluida, termasuk konsep tekanan, hukum hidrostatika, hukum Archimedes, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari seperti hidrometer dan kapal. Dibahas pula tentang tegangan permukaan zat cair dan viskositas fluida.
1.4 Media Power Point Pertemuan 1 Tekanan Hidrostatis.pptxrambosiahaan
油
Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) dokumen tersebut membahas tentang tekanan hidrostatis dan hukum hidrostatika, (2) tekanan hidrostatis bergantung pada kedalaman, massa jenis zat cair, dan gravitasi, tidak dipengaruhi bentuk wadah, (3) hukum hidrostatika menyatakan tekanan pada kedalaman yang sama dalam zat cair adalah sama.
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information SystemAinul Yaqin
油
Penelitian mengenai "Analisis Model Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem Pendukung Keputusan dalam Lingkungan Bisnis Dinamis" menyoroti bagaimana teknologi Decision Support Systems (DSS) berperan dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif di lingkungan bisnis yang berubah cepat. Dengan memanfaatkan teknik pemodelan dan analisis, DSS dapat membantu organisasi mengidentifikasi peluang serta mengelola risiko secara lebih optimal. Sementara itu, "Analisis Peran Sistem Pendukung Keputusan dalam Pengelolaan Risiko dan Perencanaan Strategis Perusahaan" meneliti bagaimana DSS berkontribusi dalam mengelola ketidakpastian bisnis melalui pendekatan berbasis data.
Dalam ranah Business Intelligence, penelitian "Pemanfaatan Business Intelligence untuk Menganalisis Perilaku Konsumen dalam Industri E-Commerce" membahas bagaimana BI digunakan untuk memahami pola belanja konsumen, memungkinkan personalisasi layanan, serta meningkatkan retensi pelanggan. Selain itu, "Integrasi Business Intelligence dan Machine Learning dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Perusahaan" mengeksplorasi sinergi antara BI dan Machine Learning dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan berbasis prediksi dan otomatisasi.
Di sektor industri manufaktur, penelitian "Peran Algoritma Genetik dalam Optimasi Pengambilan Keputusan pada Industri Manufaktur" menyoroti bagaimana Genetic Algorithm digunakan untuk mengoptimalkan produksi, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok. Sejalan dengan itu, penelitian "Analisis Efektivitas Artificial Neural Networks dalam Prediksi Risiko Kredit Perbankan" mengevaluasi penggunaan Artificial Neural Networks (ANN) dalam memitigasi risiko kredit melalui model prediksi yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional.
Dalam ranah kolaborasi organisasi dan manajemen pengetahuan, penelitian "Analisis Efektivitas Group Support Systems dalam Meningkatkan Kolaborasi dan Pengambilan Keputusan Organisasi" membahas bagaimana teknologi Group Support Systems (GSS) dapat meningkatkan efektivitas kerja tim dan proses pengambilan keputusan bersama. Selain itu, "Analisis Faktor Keberhasilan Knowledge Management System dalam Organisasi Berbasis Teknologi" berfokus pada faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Knowledge Management Systems (KMS) dalam organisasi berbasis teknologi, termasuk peran budaya organisasi, adopsi teknologi, dan keterlibatan pengguna.
Pada bidang kecerdasan buatan dan sistem pendukung keputusan berbasis AI, penelitian "Evaluasi Kinerja Sistem Pakar dalam Mendukung Pengambilan Keputusan di Sektor Keuangan" mengeksplorasi efektivitas sistem pakar dalam meningkatkan keakuratan keputusan finansial, sementara "Implementasi Intelligent Agents dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional pada E-Commerce" membahas bagaimana agen cerdas dapat mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis.
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS VIII " ALAT MUSIK TRADISIONAL"MUMUL CHAN
油
Semoga Modul Ajar Seni Musik Kelas VIII ini bisa menjadi referensi untuk kalian dan bermanfaat untuk bersama. Aamiin...
Salam Manis
Widya Mukti Mulyani
MATERI FLUIDA STATIS (TEKANAN HIDROSTATIS, HUKUM PASCAL, DAN HUKUM ARCHIMEDES)
1. Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap
perubahan bentuk ketika ditekan. Fluida memiliki beberapa sifat, di antaranya adalah tidak
menolak pada perubahan bentuk, memiliki kemampuan untuk mengalir, dan memiliki
kemampuan untuk menempati suatu wadah atau ruang. Dari jenis-jenis zat yang telah
diketahui, yang memiliki sifat fluida tersebut hanyalah zat cair dan gas.
Fluida dibagi menjadi dua, yaitu fluida statis dan fluida dinamis. Pada sesi ini, kita akan
belajar tentang fluida statis, yaitu fluida yang diam/tidak mengalir. Ada beberapa hukum dasar
dalam fluida statis. Namun, sebelum mempelajarinya, kita harus mengetahui beberapa sifat
penting dan besaran-besaran yang terlibat dalam pembahasan fluida berikut ini.
Cairan dan gas dapat dibedakan dari segi kompresibilitasnya. Kompresibilitas adalah
kemampuan suatu zat untuk dimampatkan. Cairan merupakan zat yang tak kompresibel atau
tidak dapat dimampatkan karena tidak ada perubahan volume ketika ditekan. Sementara itu,
gas merupakan zat yang kompresibel atau dapat dimampatkan karena ada perubahan volume
ketika ditekan.
Massa jenis merupakan ukuran kerapatan suatu benda. Oleh karena itu, jika suatu benda
mempunyai massa jenis yang besar, maka benda tersebut dapat dikatakan mempunyai
kerapatan yang besar pula, begitu juga sebaliknya. Massa jenis suatu benda dapat didefinisikan
sebagai massa per satuan volume benda. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan :
= massa jenis benda (
3 )
= Volume benda (3
)
= Massa benda (kg)
FLUIDA STATIS
A. Fluida
1.Kompresibel dan Tak Kompresibel
2. Massa Jenis
=
2. Berikut ini merupakan massa jenis beberapa zat pada suhu 0属C dan tekanan 1 atm.
Massa Jenis Beberapa Zat pada Suhu 0属C dan Tekanan 1 atm
No. Nama Zat
Massa Jenis
No. Nama Zat
Massa Jenis
kg/m3 g/cm3 kg/m3 g/cm3
1. Air (4属C) 1.000 1 10. Seng 7.140 7 , 14
2. Alkohol 790 0,79 11. Es 920 0 , 92
3. Air raksa 13.600 13,60 12. Gula 1.600 1 , 60
4. Alumunium 2.700 2,70 13. Garam 2.200 2 , 20
5. Besi 7.900 7,90 14. Kaca 2.600 2 , 60
6. Emas 19.300 19,30 15. Tembaga 8.900 8 , 90
7. Kuningan 8.400 8,40 16. Minyak
Tanah
800 0 , 80
8. Platina 10.500 10,50 17. Oksigen 1,3 0,0013
9. Timah 11.300 11,30 18. Helium 0,179 0,000179
3. Tekanan Hidrostatis
Mengapa Penyelam perlu menggunakan Oksigen dan set alat penyelam ketika
menyelam?
Mengapa Bagian bawah bendungan selalu dibuat lebih tebal dari pada bagian atas ?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang dapat Anda jawab setelah mempelajari Tekanan
Hidrostatis
Tekanan selalu tekait dengan gaya.
Tekanan
yang besar selalu dihasilkan oleh gaya yang
besar dan sebaliknya. Namun pengertian
tekanan tidak hanya sampai disini. Terdapat
perbedaan hasil tekanan yang diberikan oleh
benda yang memiliki ujung runcing/tajam
dengan benda yang memiliki ujung tumpul.
A. Tekanan
Gambar 1 . Kedua balon ditekan dengan
gaya yang sama oleh jarum dan jari
tangan. Tetapi mengapa balon pecah ketika
ditekan oleh jarum ?
Pernahkah kalian memikirkan ?????
4. Perhatikan tekanan yang diberikan pada sebuah balon oleh jarum dan jari tangan seperti
pada gambar 1.
Jarum dan jari tangan menekan balon dengan gaya yang sama, tetapi jarum dapat
memecahkan balon sedangkan jari tangan tidak. Dari sini terlihat pada luas permukaan yang
dikenai gaya juga berpengaruh terhadap tekanan. Luas permukaan yang tajam menghasilkan
tekanan yang lebih besar daripada luas permukaan tumpul. Berdasarkan hal tersebut, dapat
disimpulkan bahwa tekanan sebanding dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas
permukaan.
Rumus Tekanan :
Keterangan :
= gaya tekanan (N)
= luas bidang tekan (2
)
= tekanan ( 2
$ )
FISIKA DI SEKITAR KITA
Tahukah anda ??
Dari rumus diatas dapat dihitung tekanan dengan mudah misalnya orang yang beratnya
800 N berdiri dengan kedua kakiny. Jika luas permukaan kedua kakinya adalah 400 2
, maka
tekanan orang tersebut terhadap tana adalah :
=
=
=
800
0,04
= 20.000 2
Jika orang tersebut berdiri dengan salah satu kakinya, beratnya tidak berubah tetapi
luas penampangnya menjadi setengahnya. Dengan demikian tekanannya menjadi dua kali
lipatnya atau 40.000 2 .
=
Gambar 2. Sepatu hak tinggi
mempunyai luas bidang sentuh
yang leih kecil dari pada sepatu
dengan hak lebar. Hal ini
mengakibatkan kedua tungkai
memperoleh beban yang cukup
besar untuk menopang berat
tubuh
5. Zat cair dalam wadah selalu tertarik ke bawah karena adanya gaya gravitasi. Adanya
gaya tarik ke bawah ini menyebabkan adanya tekanan zat cair pada dasar wadahnya. Tekanan
zat cair yang hanya disebabkan oleh gaya beratnya sendiri disebut Tekanan Hidrostatis.
Besarnya tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh massa jeni zat cair, kedalaman zat
cair dan percepatan gravitasi.
Perhatikan gambar 3.
Sebuah titik dalam zat cair yang tterletak pada kedalaman
Dari permukaan zat cair mengalami gaya berat zat cair
diatasnya. Gaya berat tersebut terbagi secara merata pada luas
penampang sehingga menghasilkan tekanan hdrostatis, yaitu :
=
=
=
...
= . .
Jadi rumus tekanan hidrostatis adalah :
B.Tekanan Hidrostatis
Tekanan Hidrostatis
Tekanan pada zat cair yang disebabkan oleh fluida tak
bergerak yang dialami oleh suatu titik di dalam fluida
diakibatkan oleh gaya berat fluida yang berada diatas titik
tersebut.
Gambar 3. Titik dalam zat
cair pada kedalaman dan
luas penampang
=
6. Pada lapisan atas zat cair bekerja tekanan atmosfer.
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Di
permukaan laut tekanan atmosfer bernilai 1 105
.
Tekanan atmosfer = 1 atm = 76 cm Hg = 105
N/m2
.
Perhatikan Gambar 4. Tekanan pada permukaan zat cair adalah
. Maka tekanan mutlak atau tekanan total yang dialami titik
pada kedalaman adalah :
Keterangan :
= tekanan total/ tekanan mutlak ( $ 2
)
= tekanan hidrostatis ( $ 2
)
= tekanan atmosfer (1 $ = 1 105
)
= massa jenis zat cair ( 3
)
= kedalaman ()
= percepatan gravitasi bumi ( 2
)
Tabel 1. Massa jenis beberapa zat cair
C.Tekanan Mutlak
Gambar 4. Pada
permukaan zat cair bekerja
tekanan atmosfer
= +
7. Hukum Utama Hidrostatis ini
berbunyi Tekanan Hidrostatis pada
sembarang titik yang terletak pada
satu bidang mendatar di dalam zat cair
(fluida) yang diam besarnya sama.
Berdasarkan Hukum Pokok Hidrostatika, maka tekanan di titik A, B, dan C besarnya sama.
Tekanan Hidrostatis tidak bergantung pada bentuk bejana melainkan bergantung pada
kedalaman (h), percepatan gravitasi (g), dan massa jenis zat cair ().
Bagaimana jika bejana berhubungan diisi dengan dua zat cair yang berbeda? Bila bejana
berhubungan diisi dengan dua jenis zat cair, Hukum utama hidrostatis tetap berlaku, yaitu
tekanan hidrostatis di 1 sama dengan tekanan hidrostatis di 2.
Hukum Utama Hidrostatis ini biasanya berlaku pada pipa U (bejana berhubungan) yang diisi
lebih dari satu macam zat cair yang tidak bercampur. Jadi konsep hukum utama hidrostatis ini
dapat dipakai untuk mengetahui massa jenis () zat lain.
Hukum Pokok Hidrostatika dapat digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair dengan
menggunakan pipa U sebagai berikut :
Hukum Utama Hidrostatis menyatakan bahwa tekanan
hidrostatis pada setiap titik yang berada di kedalaman yang sama
dalam keadaan setimbang adalah sama. Berdasarkan hukum
utama hidrostatis tersebut, besar tekanan pada titik P1 dan P2
dalam gambar 5 adalah sama.
D. Hukum Utama Hidrostatis
PA = PB = PC = .g.h
Gambar 5. Pipa untuk
menentukan massa jenis zat
cair
1 = 2
1 = 2
8. Perhatikan Gambar Berikut !!
Gambar 6. Tiga buah bejana diatas meskipun memiliki perberbedaan bentuk dan diisi air
yang sama dengan ketinggian yang sama memiliki tekanan hidrstatis yang sama besar
ditiap bejana, sedangkan berat zat cair tiap bejana berbeda, jadi dapat disimpulkan bahwa
tekanan hidrostats tidak dipengaruhi oleh betuk wadah.
Dalam bejana berhubungan yang diisi dengan suatu jenis zat cair, dalam
keadaan setimbang, permukaan zat cair terletak dalam satu bidang datar.
Ingat, ya !!
1 = 2
1. . 1 = 2. . 2
1. 1 = 2. 2
1 =
2.2
1
Hukum Utama Hidrostatis
Hukum utama hidrostatis menyatakan Bahwa Tekanan
hidrostatis suatu zat cair hanya bergantung pada kedalaman
zat cair (h), massa jenis zat cair dan percepatan gravitasi.
Tidak brgantung pada bentuk dan ukuran bejana.
9. Pemasangan Infus
Seseorang yang sedang menyelam dan berenang
Pemasangan Bendungan
E. Penerapan Tekanan Hidrostatis dalam Kehidupan Sehari-hari
10. Blaisse Pascal, seorang ilmuwan Prancis tahun 1623-1662. Blaisse Pascal menyelidiki
setiap kenaikan tekanan di permukaan zat cair akan diteruskan ke setiap titik di dalam zat cair
tersebut. Pascal merumuskan prinsip yang dikenal sebagai hukum pascal, yakni Tekanan yang
diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dan ke semua
bagian ruang tersebut dengan sama besar.
Secara sederhana, suatu perlatan hidrolik, misalnya dongkrak hidrolik seperti pada
gambar di bawah, terdiri atas bejana tertutup U yang dilengkapi dengan dua buah pengisap
pada kedua kakinya. Misalnya luas penampang pengisap 1 adalah A1 dan luas penampang 2
adalah A2, dengan A1 < A2. Jika pengisap 1 diberi gaya sebesar F1 ke bawah maka zat cair yang
berada dalam bejana tersebut akan mengalami tekanan P1.
Prinsip Kerja Dongkrak Hidrolik
11. Berdasarkan Hukum Pascal, tekanan P1 akan diteruskan ke segala arah dengan sama
besar ke pengisap 2. Jadi, pengisap 2 dengan luas penampang A2 menerima tekanan P1. Jika
gaya yang dihasilkan oleh tekanan P1 pada penampang A2 adalah F2 maka akan diperoleh
persamaan sebagai berikut :
1 = 2
sehingga
1
1
=
2
2
Keterangan : F1 = Gaya yang bekerja pada piston 1 (N)
F2 = Gaya yang bekerja pada piston 2 (N)
A1 = Luas permukaan piston 1 (2
)
A2 = Luas permukaan piston 2 (2
)
a. Dongkrak Hidrolik
b. Kempa Hidrolik
Contoh Alat Penerapan Hukum Pascal dalam Kehidupan Sehari-hari
13. Hukum Archimedes
Mengapa kapal-kapal pesiar yang terbuat dari logam berat dapat terapung di
perairan?
Mengapa balon udara bisa terbang tinggi dengan membawa beban yang berat?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang dapat Anda jawab setelah mempelajari hukum
Archimedes.
Pernahkah kalian memikirkan ????
14. Seorang ilmuwan Yunani yang bernama Archimedes (187 212 SM) menemukan
bahwa benda-benda yang tercelup dalam air seolah-olah kehilangan beratnya. Hal ini karena
air memberikan gaya ke atas yang menopang benda secara keseluruhan. Akan tetapi kejadian
tersebut tidak hanya terjadi pada zat cair saja, melainkan pada seluruh fluida.
Archimedes 187-212 SM
Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda
kehilangan sebagian beratnya (beratnya menjadi berat semu). Gaya ke atas ini disebut sebagai
gaya apung (buoyancy) , yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda.
Munculnya gaya apung adalah konsekuensi dari tekanan zat cair yang meningkat dengan
kedalaman. Dengan demikian berlaku :
Archimedes adalah seorang ilmuwan yang
hidup sebelum masehi (187-212 SM). Mari ikuti
mula-mula Archiemedes menemukan hukumnya.
Pertama, sebaiknya kita memahami arti dari
volume air yang dipindahkan. Jika kita celupkan
batu ke dalam sebuah bejana berisi air, permukaan
air akan naik (gambar 1). Ini karena batu
menggantikan volume air. Jika batu Anda celupkan
pada bejana yang penuh berisi air, sebagian air akan
tumpah dari bejana (gambar 2). Volume air tumpah
A. Pengantar Hukum Archimedes
Gaya apung = berat benda di udara berat benda dalam zat cair
Gambar 1. batu dicelupkan ke
dalam air
Gambar 2. percobaan memahami
gaya apung
15. yang ditampung tetap sama dengan volume batu
yang menggantikan air.
Jadi,
Kedua, Archiemedes mengaitkan antara gaya apung yang dirasakannya dengan volum cat zair
yang dipindahkan benda. Dari sinilah Archiemedes menemukan hukumnya, yaitu hukum
Archiemeds yang berbunyi :
Apakah penyebab munculnya gaya apung yang dikerjakan oleh suatu fluida kepada
benda yang tercelup dalam fluida?
Ternyata gaya apung ini muncul karena selisih antara gaya hidrostatis yang dikerjakan
fluida terhadap permukaan bawah dengan permukaan atas benda.
Gaya apung terjadi karena makin dalam zat cair, makin besar tekanan hidrostasisnya. Ini
menyebabkan tekanan pada bagian bawah benda lebih besar daripada tekanan bagian
atasnya.
Sebuah silinder dengan tinggi h dan luas A yang tercelup
seluruhnya di dalam zat cair dengan massa jenis .
Fluida melakukan tekanan hidrostatis P1 = . . 1 pada
bagian atas silinder.
Gaya yang berhubungan dengan tekanan ini adalah
F1 = P1A = . . 1A berarah ke bawah
Fluida melakukan tekanan hidrostatis
F1 = P2A = . . 2A dengan arah ke atas.
Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan
sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama
dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Hukum Archiemedes
Suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volum zat
cair yang sama dengan volum benda itu sendriri.
B. Penurunan Rumus Hukum Archimedes
16. Resultan kedua gaya ini adalah gaya apung Fa.
Jadi, Fa = F2 F1
= . . 2A - . . 1A
= . . (h2-h1)
= . . .
= . .
Jadi, gaya apung Fa yang dikerjakan fluida pada benda sama dengan berat fluida yang
dipindahkan oleh silinder.
Bila benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu
tenggelam, melayang dan terapung.
A. Benda Tenggelam
Benda disebut tenggelam dalam zat cair apabila posisi benda selalu terletak pada dasar
tempat zat cair berada.
Pada benda tenggelam terdapat 3 gaya, yaitu :
W = gaya
berat benda
Fa = gaya
Archimedes
N = gaya
normal Perhatikan :
f . Vf = mf adalah massa fluida yang
dipindahkan oleh benda
f . Vf . g = mf . g adalah berat fluida
yang dipindahkan oleh benda
Fa = f . Vf . g Hukum Archimedes berlaku untuk semua fluida (zat
cair dan gas)
Vf adalah volume benda yang tercelup dalam fluida.
Jika benda tercelup seluruhnya Vf = volume benda
Jika benda tercelup sebagian Vf = volume benda
yang tercelup dalam fluida saja
C. Mengapung, Melayang dan Tenggelam
17. Dalam keadaan seimbang maka W = N + Fa, sehingga :
W > Fa
m . g > cair . Vb . g
b . Vb . g > cair . Vb . g
b > cair
b = massa jenis benda
cair = massa jenis zat cair
B. Benda Melayang
Benda melayang dalam zat cair apabila posisi benda di bawah permukaan zat cair dan di
atas dasar tempat zat cair berada.
Pada benda melayang terdapat 2 gaya, yaitu :
1. Fa
2. W
Dalam keadaan seimbang, maka :
W = Fa
b . Vb . g = cair . Vb . g
b = cair
C. Benda Terapung
Benda terapung dalam zat cair apabila posisi benda sebagian muncul di permukaan zat
cair dan sebagian terbenam dalam zat cair.
Pada benda terapung terdapat 2 gaya, yaitu :
1. Fa
2. W
Dalam keadaan seimbang, maka :
W = Fa
b . Vb . g = cair . V2 . g
b. Vb = cair . V2
karena Vb > V2 maka b < cair
< sehingga <
=
>
18. 1. Penerapan hukum archimedes untuk menentukan massa jenis benda
=
=
(ingat hukum archimedes tentang = )
2. Penerapan hukum archimedes dalam bidang teknik
Penerapan hukum Archimedes dapat dijumpai dalam berbagai peralatan dari yang
sederhana sampai yang canggih, misalnya hidrometer, kapal laut, kapal selam, galangan kapal,
balon udara, dan jembatan ponton.
a. Hidrometer
Hidrometer merupakan alat untuk mengukur berat jenis atau massa jenis zat cair. Jika
hidrometer dicelupkan ke dalam zat cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin besar
massa jenis zat cair, Makin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam. Hidrometer banyak
digunakan untuk mengetahui besar kandungan air pada bir atau susu.
(a) Hidrometer (b) Bagian-bagian hidrometer. Sumber Nurachmandani, Setya.2009.FISIKA 2:Untuk
SMA/MA Kelas XI. Jakarta:Pusat Perbukuan
Hidrometer terbuat dari tabung kaca. Supaya tabung kaca terapung tegak dalam zat cair,
bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca
dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang dipindahkan hidrometer lebih besar. Dengan
demikian, dihasilkan gaya ke atas yang lebih besar dan hidrometer dapat mengapung di dalam
zat cair. Tangkai tabung kaca hidrometer didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda
yang dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair)
menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangki yang tercelup di dalam zat cair. Artinya
perbedaan bacaan pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.
b. Jembatan Ponton
Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yang berjajar sehingga
menyerupai jembatan. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan prinsip
D. Penerapan Hukum Archimedes
19. benda terapung. Drumdrum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air yang masuk ke
dalamnya. Jembatan ponton digunakan untukn keperluan darurat. Apabila air pasang, jembatan
naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti
pasang surutnya air
Jembatan ponton. Sumber Nurachmandani, Setya.2009.FISIKA 2:Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:Pusat
Perbukuan
c. Kapal Laut
Pada saat kalian meletakkan sepotong besi pada bejana berisi air, besi akan tenggelam.
Namun, mengapa kapal laut yang massanya sangat besar tidak tenggelam? Bagaimana konsep
fisika dapat menjelaskannya? Agar kapal laut tidak tenggelam badan kapal harus dibuat
berongga. hal ini bertujuan agar volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi
lebih besar. Berdasarkan persamaan besarnya gaya apung sebanding dengan volume zat cair
yang dipindahkan, sehingg gaya apungnya menjadi sangat besar. Gaya apung inilah yang
mampu melawan berat kapal, sehingga kapal tetap dapat mengapung di permukaan laut.
d. Kapal Selam dan Galangan Kapal
Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam dan galangan kapal sama. Jika kapal akan
menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruang cadangan sehingga berat kapal
bertambah. Pengaturan banyak sedikitnya air laut yang dimasukkan, menyebabkan kapal selam
20. dapat menyelam pada kedalaman yang dikehendaki. Jika akan mengapung, maka air laut
dikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan konsep tekanan hidrostastis, kapal selam
mempunyai batasan tertentu dalam menyelam. Jika kapal menyelam terlalu dalam, maka kapal
bisa hancur karena tekanan hidrostatisnya terlalu besar. Untuk memperbaiki kerusakan kapal
bagian bawah, digunakan galangan kapal. Jika kapal akan diperbaiki, galangan kapal
ditenggelamkan dan kapal dimasukkan. Setelah itu galangan diapungkan. Galangan
ditenggelamkan dan diapungkan dengan cara memasukkan dan mengeluarkan air laut pada
ruang cadangan.
(a) Galangan kapal (b) Prinsip mengapung dan tenggelam pada sebuah kapal selam. Sumber
Nurachmandani, Setya.2009.FISIKA 2:Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:Pusat Perbukuan