Ringkasan dokumen tersebut adalah:
(1) Dokumen tersebut membahas tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), termasuk konsep PMBA, pemberian ASI, pemberian makanan pendamping ASI, dan pertumbuhan bayi;
(2) Pemberian ASI sangat penting untuk bayi usia 0-6 bulan, sedangkan untuk usia 6-24 bulan diperlukan makanan pendamping ASI;
(3) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
Pendidikan Pemberian Makan Balita di posyandu,,, Dalam ppt tersebut di lampirkan jenis dan informasi mengenai pemberian makanan pada balita. Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan upaya untuk mengingkatkan kelangsungan hidup anak dan mendorong proses tumbuh kembang yang optimal. Dua tahun pertama kehidupan anak merupakan kesempatan penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang demi kualitas sumber daya manusia yang baik kedepannya. Praktik PMBA yang tepat dapat mencegah hampir 19% dari semua kematian balita. Organisasi Kesehatan Dunia telah merekomendasikan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dalam waktu satu jam setelah kelahiran, ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan pengenalan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang cukup dan aman bersama-sama dengan melanjutkan menyusui hingga dua tahun atau lebih.
Secara global, hanya 44% bayi berusia kurang dari enam bulan yang diberi ASI eksklusif dan 45% kematian anak di dunia terkait dengan kekurangan gizi. Lebih dari dua pertiga kematian anak terkait malnutrisi berhubungan dengan praktik pemberian makan yang tidak tepat selama dua tahun pertama kehidupan. Perbaikan dalam praktik pemberian makan bayi dan anak akan mengurangi beban morbiditas dan mortalitas. Indikator PMBA meliputi pengenalan makanan lunak, padat atau semi padat, keragaman makanan, frekuensi makan dan minum, serta asupan makanan sesuai dengan usia sampai 2 tahun. Pengenalan dini MPASI merupakan praktik umum di negara-negara Asia sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap tingginya beban kekurangan gizi di wilayah tersebut. Faktor sosiodemografi yang terkait dengan usia ibu, pendidikan, pendapatan , fasilitas kesehatan maternal, pendidikan ibu dan urutan kelahiran anak berpengaruh signifikan terkait dengan praktik PMBA.
Meskipun banyak inisiatif globat tentang praktik menyusui, data tren menunjukkan tingkat pemberian ASI Eksklusif telah mengalami stagnasi selama dua dekade terakhir. Di negara dengan penghasilan menengah, hanya 37% anak-anak usia kurang 6 bulan diberikan ASI secara eksklusif. Praktik menyusui yang optimal telah lama dikenal untuk mengurangi kematian anak dan bayi. Angka kesakitan seperti infeksi saluran pernapasan, diare dan otitis media juga menurun dan bukti protektif dari praktik menyusui juga dapat mencegah obesitas dan diabetes. Oleh karena itu, praktik PMBA harus dilakukan secara optimal dan dukungan dari lingkungan sekitar ibu sangat berperan terhadap keberhasilan praktik tersebut.
Memberikan asupan gizi yang tepat sesuai dengan kebutuhan gizi ibu dan anak melalui pola asuh yang benar sesuai prinsip gizi seimbang menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Selama hamil dan menyusui, kebutuhan gizi ibu mengalami peningkatan, untuk itu perlu dilakukan penambahan porsi protein hewani.
[Ringkasan]
Dokumen tersebut membahas tentang pemberian makan balita. Isi utamanya adalah pedoman pemberian makanan pendamping ASI dan makanan untuk anak usia 24-59 bulan, termasuk komposisi gizi yang dianjurkan, tekstur makanan, frekuensi dan jumlah pemberian makan sesuai kelompok usia. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Dokumen tersebut membahas tentang gizi pada bayi, mulai dari definisi bayi genap bulan dan prematur, pertumbuhan dan perkembangan bayi, prinsip pemberian makanan sesuai umur, kebutuhan gizi harian, hakikat menyusui, dan manfaat asi eksklusif.
1. Dokumen tersebut membahas tentang pemenuhan nutrisi pada berbagai kelompok usia mulai dari neonatus, bayi, balita, hingga anak pra sekolah. Nutrisi yang dianjurkan berupa ASI eksklusif untuk neonatus dan bayi, sedangkan untuk balita dan anak pra sekolah disarankan makanan pendamping bergizi.
1. Dokumen tersebut membahas tentang pemenuhan nutrisi pada berbagai kelompok usia mulai dari neonatus, bayi, balita, hingga anak pra sekolah. Nutrisi yang dianjurkan berupa ASI eksklusif untuk neonatus dan bayi, sedangkan untuk balita dan anak pra sekolah disarankan makanan pendamping bergizi.
Dokumen tersebut membahas tentang asuhan kebidanan neonatus, bayi dan balita. Secara garis besar membahas tentang kebutuhan gizi, jadwal makan, peran bidan, serta angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan bayi dan balita.
1. Dokumen tersebut membahas tentang pemenuhan nutrisi pada berbagai kelompok usia mulai dari neonatus, bayi, balita, hingga anak pra sekolah. Nutrisi yang dianjurkan berupa ASI eksklusif untuk neonatus dan bayi, sedangkan untuk balita dan anak pra sekolah disarankan makanan pendamping bergizi.
Dokumen tersebut membahas tentang asuhan kebidanan neonatus, bayi dan balita. Secara garis besar membahas tentang kebutuhan gizi, jadwal makan, peran bidan, serta angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan bayi dan balita.
PERAN RUMAH SAKIT DALAM PENINGKATAN ASI EKSKLUSIF.pptxtjandradinkes
Ìý
SOSIALISASI PMBA.pptx
1. P M B A
( PEMBERIAN MAKAN
BAYI DAN ANAK )
Aula Dinas Kesehatan, Sabtu, 2 Maret 2019
2. POKOK BAHASAN
A. KONSEP PMBA
B. PEMBERIAN ASI
C. PEMBERIAN MAKAN BUMIL, BUSUI DAN MP-
ASI
D. PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
E. GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
F. RUJUKAN BALITA SAKIT KE FASKES
G. KONSELING PMBA
3. 1. KONSEP PMBA
Makanan Pendamping
ASI
(MP – ASI)
• Makanan yang dimasak dari
bahan lokal yang tersedia
(dari dapur, kebun atau
pasar) yang tepat digunakan
sebagai MP-ASI
PEMBERIAN MP=ASI
• Proses ketika ASI saja tidak
lagi mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan gizi
bayi, oleh karena itu cairan
dan makanan lain diperlukan
bersamaan dengan
pemberian ASI
• MP-ASI diberikan mulai
anak usia 6 bulan sampai 24
bulan
4. 2. PEMBERIAN ASI
ANATOMI PAYUDARA
• Bagian Luar : Areola,
Kelenjar Montgomery
• Bagian Dalam : Alveoli, Sel-
sel pembuat ASI
PRODUKSI ASI
• Bayi menyusu Otak
Hormon Prolaktin Aliran
darah Sel-sel pembuat
ASI Hormon Oksitosin
Sel-sel otot Saluran
ASI Payudara ASI
keluar
5. CARA MENYUSUI YANG BAIK
Posisi dan Perlekatan Yang
Baik
• Kepala dan badan bayi
membentuk garis lurus
• Wajah bayi menghadap
payudara, hidung
berhadapan dengan puting
• Badan bayi dekatke tubuh
ibu
• Ibu menggendong/
mendekap badan bayi secara
utuh
Tanda Perlekatan Yang Baik
• Mulut bayi terbuka lebar
• Dagu bayi menyentuh
payudara
• Bagian areola yang diatas
lebih banyak terlihat
dibanding yang dibawah
mulut bayi
• Bibir bawah bayi memutar
keluar (dower)
6. 3. PEMBERIAN MAKAN BUMIL, BUSUI,
DAN MP-ASI
• Pentingnya Melanjutkan Pemberian ASI Setelah Usia
Bayi 6 Bulan :
a. usia 0 – 6 bulan : Energi dari ASI 100%
b. usia 6 – 9 bulan : Energi dari ASI 75%,
dari MP-ASI 25%
c. usia 9 –12 bulan : Energi dari ASI 50%,
dari MP-ASI 50%
d. usia 12 –24 bulan : Energi dari ASI 25%,
dari MP-ASI 75%
7. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam Pemberian MP-ASI
• U = Usia
• Fre = Frekuensi
• Ju = Jumlah
• Tek = Tekstur (kekentalan/konsistensi)
• Va = Variasi
• Res = Pemberian makan aktif/ responsif
• Bersih = Kebersihan
8. CATATAN
• ASI awal mengandung lebih banyak air dan memuaskan
dahaga sang bayi, ASI akhir mengandung lebih banyak lemak
dan menghilangkan rasa lapar sang bayi
• MP-ASI bayi mulai usia 6 bulan yaitu bubur kental dan sudah
bisa diperkenalkan dengan 4 bintang
• Ibu hamil perlu menambahkan 1 porsi makan dibandingkan
makan biasanya
• Ibu menyusui kurang gizi tetap bisa menghasilkan ASI yang
berkualitas, karena produksi ASI tergantung pada seringnya
hisapan bayi
• Hormon Prolaktin dan Oksitosin tergantung pada suasana hati
ibu