際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
PENYAKIT INFEKSI
PENGANTAR
Penyakit infeksi dapat karena
 mikroba bakteri
 Virus
 jamur
 protozoa
 infestasi oleh jenis parasit.
Pemilihan terapi yang tepat, dosis yang
adekuat adalah merupakan dasar rasional
terapi.
 SSP (a.l. meningitis, ensefalitis, abses otak dan
meningeal)
 Jantung (endokarditis),
 Saluran nafas atas (otitis media, faringitis, tonsilitis),
 Saluran nafas bawah (bronkhitis, pneumonia), sepsis
(pada sistemik),
 Transmisi seksual (gonorhoea),
 Pada kulit dan jaringan lunak (gangren, dekubitis),
 Saluran genitourinaria, dan yang kasus jenis
penyebab virus HIV / AIDS
 Infeksi jamur (kandida, aspergilus dsb.).
Manifestasi infeksi dapat terjadi pada
3
PROFILAKSIS :
Sebelum terkena
infeksi
Berpeluang terkena
infeksi
Spektrum luas
IV, 30-60 mnt pra
OP / 1x24 jam
EMPIRIS :
Sesuai PDT /
Pola peta kuman
dan sensitifitas AM
setempat
Spektrum luas
IV, 5x24 jam
First
liner,
second liner
DEFINITIF /
TERAPETIK :
Spektrum sempit
IV, 7x24 jam
Tujuan : Mencegah Infeksi, morbiditas dan mortalitas pasca OP
Penggunaan Terapi AM
Ampisilin
sulbaktam,
ceFAZolin,
CeFTRIAXone,
ceftazidime, fosfomisin,
levofloksasin, cefoperazone
Sesuai hasil
kultur dan uji
sensitifitas AM
Reksoprawiro et al, 2009
ANTIBIOTIKA (AB) PROFILAKSIS
Adalah AB yang diberikan pada pasien yang belum
terkena infeksi, tetapi punya peluang besar terkena
infeksi
infeksi yang dapat
PROFILAKSIS BEDAH
a. Profilaksis bertujuan mencegah
timbul pada tempat operasi
b. Pencegahan infeksi pada tempat resiko tinggi terjadi
infeksi misal penggunaan implan atau akibat intervensi
(cabut gigi, operasi rongga mulut, dll.)
TUJUAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS
1. Mencegah terjadinya infeksi luka operasi
2. Mencegah terjadinya morbiditas dan
mortalitas paska bedah
3. Mengurangi lama perawatan dan
menurunkan biaya perawatan
4. Tidak menimbulkan efek ikutan
5. Tidak menyebabkan konsekuensi ikutan
pada flora normal pasien dan kuman
penghuni rumah sakit
AB profilaks harus bersifat :
1.Aktif terhadap patogen yang banyak meng
kontaminasi luka
2.Dosis harus adekuat sehingga saat insisi
kadar cukup tinggi di jaringan
3.Aman
4.Penggunaan singkat u mengurangi efek ikutan,
mencegah resistensi dan menekan biaya.
KEUNTUNGAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS
 Menurunkan infeksi luka operasi dan morbiditas
 Menurunkan biaya perawatan kesehatan (bila
dikaitkan dng kejadian infeksi paska bedah)
 Mengurangi lama tinggal di rumah sakit.
KETERBATASAN AB PROFILAKSIS
 Meningkatkan risiko kolitis karena C difficile
bila dipakai cephalosporin generasi ketiga,
walaupun dosis tunggal
 Meningkatkan frekuensi bakteremia pada
pemakaian AB profilaksis lebih dari 4 hari
dibanding yang dapat 1 hari
9
Operasi Bersih :
Kemungkinan infeksi
2 - 4%
Dengan atau tanpa AM
Profilaksis
Operasi Bersih
Terkontaminasi :
Kemungkinan
infeksi 5-15%.
Menggunakan AM
Profilaksis Empiris
Operasi Kotor
Dengan Infeksi :
Kemungkinan
infeksi 40-70%.
Menggunaka
n AM
definitif
Operasi Terkontaminasi :
Kemungkinan infeksi 16-25 %.
Menggunakan AM profilaksis
Empiris
Reksoprawiro et al, 2009
Kelas Operasi
(Mayhall
Classification)
KELAS ATAU KATEGORI OPERASI :
Operasi Bersih
Operasi didaerah kulit pada kondisi prabedah
tanpa peradangan dan tidak membuka traktus
respiratorius, GI, osofaring, urinarius/bilier
ataupun operasi
penutupan kulit
yang terencana dengan
primer dengan atau tanpa
penggunaan drain tertutup
Antibiotika profilaksis di sini dianjurkan pada :
a. Pemasangan implan / prostesis yang permanen
b. Pembawa (carrier) bakteri patogen
c. Adanya infeksi ditempat lain diluar daerah operasi
d. Riwayat penyakit katup rematik atau telah memakai
katup buatan
e. Penderita dengan tuberkulosis tenang (penggunaan
OAT mencegah penyebaran)
f. Penderita dgn diseksi jar yang luas, vaskularisasi jar
terganggu, penggunaan imunosupresan
Kemungkinan timbulnya infeksi di sini adalah 2  4%
Operasi Bersih Terkontaminasi
bilier, urinarius, respiratorius ad
Operasi dgn membuka traktus digestivus,
osofaring,
reproduksi kecuali ovarium ataupun operasi
yang tanpa pencemaran nyata (gross spilage)
Antibiotika profilaksis ini digunakan pada :
a. Diseksi leher yang masuk ke osofaring
b. Diseksi lambung (ca), membuka kolon, ileum
c. Operasi kolon/usus kecil dengan gangguan vaskularisasi
dari usus
d. Operasi yang menembus saluran empedu (ekstra hepatal)
e. Operasi saluran kemih
f. Operasi yang melalui vagina
Kemungkinan timbul infeksi di sini adalah 5  15%
Operasi Terkontaminasi
Operasi dgn membuka traktus digestivus, bilier,
urinarius, respiratorius sampai dengan osofaring
atau reproduksi kecuali ovarium dng pencemaran
yang nyata ataupun operasi pada luka karena
kecelakaan dalam waktu kurang dari 6 jam
(golden period)
Antibiotika profilaksis di sini dianjurkan pada:
a.Operasi menembus sal empedu yang terinfeksi
b.Operasi menembus sal kemih yang terinfeksi
radang akut tanpa pembentukan
pada patah tulang terbuka (open
c.Operasi
nanah
d.Operasi
fractur)
Kemungkinan terjadinya infeksi adalah 16  25%
Operasi kotor dengan infeksi
Operasi pada perforasi traktus digestivus, urogenitalis
atau respiratorius yang terinfeksi ataupun operasi yang
melewati daerah purulen (inflamasi bakterial).
Dapat pula operasi pada luka terbuka > 6 jam setelah
kejadian atau terdapat jaringan nonvital yang luas atau
nyata2 kotor,
AB yang dianjurkan adalah terapetik. AB profilaksis
hanya u mencegah penyebaran ke area yang tidak
terkontaminasi.
Kemungkinan infeksi adalah 40  70%
antibiotika-profilaksisppt.pptx
Kemungkinan kejadian ILO
Dibawah ini adalah faktor risiko untuk ancaman terjadinya
ILO. Lama operasi, ko-morbiditas merupakan faktor risiko
terjadinya ILO. Adanya 2 ko-morbiditas (dapat dilihat dari
skor ASA > 2) dan lamanya operasi dapat diperhitungkan
sebagai indeks risiko
Ideks
resiko
Definisi
0 Tidak ditemukan faktor risiko
1 Ditemukan 1 faktor risiko
2 Ditemukan 2 faktor risiko
Kemungkinan ILO berdasarkan kelas operasi dan
indeks risiko
Kelas operasi
Indeks risiko
0 1 2
Bersih 1,0% 2,3% 5,4%
Bersih-
terkontaminasi
2,1% 4,0% 9,5%
Terkontaminasi 3,4% 6,8% 13,2%
Prinsip penggunaan AB profilaksis
Pilih AB yang efektif melawan mikroba penyebab infeksi
Pilih AB dengan toksisitas rendah
AB tunggal, dengan dosis terapeutik, intravena 30-60 menit
sebelum operasi, sehingga saat operasi tercapai kadar
efektif untuk menghambat pertumbuhan kuman
Penggunaan AB diulangi bila operasi lebih dari 3 jam, atau
dua kali half life AB
Diberikan 2 atau 3 kali paska bedah, tidak diperlukan
penggunaan yang lebih dari 24 jam
Gunakan AB yang sesuai bila infeksi cukup sering atau bila
infeksi memperburuk keadaan pasien.
ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF
Jenis
Pembedahan
Kuman penyebab Rekomendasi antibiotika
Lama
pemberian
Keterangan
Bersih
DENGAN RISIKO
POTENSIAL
INFEKSI
Gram negatif coccus
(S. aureus,
S. epidemidis,
Coliform aerob)
Sefasolin 1 g/i.v.
10 menit sebelum operasi, dosis
tunggal
atau
klindamisin 400 mg i.v.
1 hari
- Hernia dengan mesh
- Hernia insisional
- Hernia dengan obesitas
- Daya tahan rendah, Diabetes
Mellitus
Bersih
terkontaminasi
Esofagus
Gastro duodenal
Usus halus
- Gram negatif
- Bakteri Anaerob
- Enterococcus
Sefasolin 1 g. i.v.
Bila curiga anaerob, ditambah
Metronidazol 500 mg. I.v.
atau
Klindamisin 600 mg i.v. dan
Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v.
1 hari
Bedah gastro-duodenal dengan
risiko tinggi
- Ulkus dengan perdarahan
- Ulkus duodeni dengan obstruksi
- Ulkus lambung
- Keasaman lambung yang rendah
- Motilitas lambung yang menurun
- Keganasan
- Obesitas
- Penderita dengan terapi H2
antagonis
BEDAH BILIER
RISIKO RENDAH
- Enterobacteriaceae
- Enterococcus
- Clostridium Spp
- Anaerob
Sefasolin 1 g i.v.
Bila curiga anaerob, ditambah
Metronidazol 500 mg i.v.
atau
Klindamisin 600 mg i.v. dan
Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v.
1 hari
- Kolesistitis akut
- Kolangitis akut
- Batu duktus koledokus
- Obstructive jaundice
- Usia > 60 tahun
BEDAH BILIER
RISIKO RENDAH
Sefasolin 1 g i.v.
Atau
Klindamisin 600 mg i.v. dan
Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v.
1 hari
- Batu kandung empedu
APENDEKTOMI
ELEKTIF
Enteric aerob,
Anaerob
Sefuroksim 1 g i.v.
Atau
Klindamisin 600 mg i.v. dan
Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v.
1 hari
- Bila perforasi, gangren, inflamasi
berat atau komplikasi, dilanjutkan
dengan regimen terapi
KOLOREKTAL Enteric Aerob
Anaerob
Sefasolin 1 g. i.v. dan
Metronidazol 500 mg. I.v.
Atau
Klindamisin 600 mg i.v. dan
Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v.
1 hari
Persiapan sterilisasi usus besar
Hari I
Diet rendah residu
Bisakodil 1 tab jam 18.00
Hari II
Diet rendah residu
Magnesium sulfat 15 mg diberikan
jam 10.00, jam 14.00 dan jam 18.00
Enema dengan larutan Saline sampai
bersih
Hari III
Diet cair
Magnesium sulfat 15 mg jam 10.00
dan jam 14.00
Tenpa Enema
Neomisin 1 gram dan Eritromisin basa
1 gram per oral diberikan jam 13.00,
jam 14.00 dan jam 23.00
Hari IV
Operasi dijadwalkan jam 08.00

More Related Content

Similar to antibiotika-profilaksisppt.pptx (20)

5. parametritis & pelviksitis
5. parametritis & pelviksitis5. parametritis & pelviksitis
5. parametritis & pelviksitis
Pradasary
zoominar ppi april 2022.pptx
zoominar ppi april 2022.pptxzoominar ppi april 2022.pptx
zoominar ppi april 2022.pptx
nurulfadhilah505394
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksisProf. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
You Wahyu Permadi
INFEKSI ALAT KANDUNGAN
 INFEKSI ALAT KANDUNGAN INFEKSI ALAT KANDUNGAN
INFEKSI ALAT KANDUNGAN
mataharitimoer MT
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptxPpt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
AWicaksono2
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
Workshop PPI Untuk Calon SurveyorWorkshop PPI Untuk Calon Surveyor
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
PatenPisan1
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptxmateri PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
wiwik731242
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
hendityas
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptxkonsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
RizalGinurul
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptxKEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
ALHIDAYAHRMALLORONG2
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSIBUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
IwanSyaputra6
Infeksi nosokomial. bag.8
Infeksi nosokomial. bag.8Infeksi nosokomial. bag.8
Infeksi nosokomial. bag.8
tristyanto
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
rt0rw0sendangguwo
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
AnggiGilang2
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakitkontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
TyasNyonita
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptxDeteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Taufiqurrokhman Rofii
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdfmata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
MarlinLin4
Pelvic inflammatory disease
Pelvic inflammatory diseasePelvic inflammatory disease
Pelvic inflammatory disease
Febrian Asmoro
Ppk difteri
Ppk difteriPpk difteri
Ppk difteri
marselya ulfa
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomialPenatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Aci Lasvi
5. parametritis & pelviksitis
5. parametritis & pelviksitis5. parametritis & pelviksitis
5. parametritis & pelviksitis
Pradasary
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksisProf. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
Prof. sunarto penggunaan antibiotik-profilaksis
You Wahyu Permadi
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptxPpt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
Ppt-Hiv-Presentasi Oral and maxilofacial.pptx
AWicaksono2
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
Workshop PPI Untuk Calon SurveyorWorkshop PPI Untuk Calon Surveyor
Workshop PPI Untuk Calon Surveyor
PatenPisan1
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptxmateri PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
materi PPI PELATIHAN ICU SEPTEMBER 24.pptx
wiwik731242
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
03_MI3_Tatalaksana IO dr.Evy_revisi akhir.pptx
hendityas
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptxkonsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
konsep infeksi di fasilitas kesehatan .pptx
RizalGinurul
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptxKEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
KEGAWAT DARURATAN_INFEKSI MASA NIFAS_ppt.pptx
ALHIDAYAHRMALLORONG2
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSIBUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
BUNDLES HAIS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
IwanSyaputra6
Infeksi nosokomial. bag.8
Infeksi nosokomial. bag.8Infeksi nosokomial. bag.8
Infeksi nosokomial. bag.8
tristyanto
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
PPI( pencegahan pengendalian infekai) tahun 2019
rt0rw0sendangguwo
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
4. Materi Pengendalian & Pencegahan Infeksi (Tri Wahyuni I).pdf
AnggiGilang2
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakitkontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
kontrol infeksi di klinik dan rumah sakit
TyasNyonita
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptxDeteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Deteksi Dini dan Tatalaksana Pneumonia Dewasa - PDPI Kemenkes.pptx
Taufiqurrokhman Rofii
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdfmata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
mata kuliah manajemen farmsiPPI-kelompok4.pdf
MarlinLin4
Pelvic inflammatory disease
Pelvic inflammatory diseasePelvic inflammatory disease
Pelvic inflammatory disease
Febrian Asmoro
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomialPenatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Penatalaksanaan cara pencegahan ineksi nasokomial
Aci Lasvi

Recently uploaded (20)

SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docxSENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
Mirza836129
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptxPPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
SausanHidayahNova
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
Syarifatul Marwiyah
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri SemarangBuku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
iztawanasya1
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.pptPELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
ALEENMPP
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information SystemsLembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Ainul Yaqin
Danantara: Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Danantara:  Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...Danantara:  Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Danantara: Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Dadang Solihin
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
Dita835610
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
SofyanSkmspd
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdf
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdfRandom Number Generator Teknik Simulasi.pdf
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdf
PratamaYulyNugraha
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Murad Maulana
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptxFarmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
michellepikachuuu
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdfKUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
PT. DUTA MEDIA PRESS
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptxBAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
LunduSitohang
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptxDari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Syarifatul Marwiyah
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptxPPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
rahmiati190700
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Tata Naipospos
Rancangan Pembelajaran Semester Kartografi
Rancangan Pembelajaran Semester KartografiRancangan Pembelajaran Semester Kartografi
Rancangan Pembelajaran Semester Kartografi
khairizal2005
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Kelas
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdfRencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
edenmanoppo
SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docxSENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
SENARAI & JADWAL PEMBICARA Ramadan Masjid Kampus UGM 1446 Hijriah.docx
Mirza836129
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptxPPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
PPT PAI-Kelompok 3-X MIPA 1-Sumber-sumber Hukum Islam (Ijtihad).pptx
SausanHidayahNova
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
1. Zakat dan Zakat Fitrah Part 1_Safari Ramadhan UAS 2025.pdf
Syarifatul Marwiyah
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri SemarangBuku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
Buku 1 tentang orang Hukum perdata Universitas Negeri Semarang
iztawanasya1
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.pptPELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
PELAKSANAAN RPI MURID PENDIDIKAN KHASS.ppt
ALEENMPP
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information SystemsLembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Lembar Kerja Mahasiswa Applied Artificial Intelligence in Information Systems
Ainul Yaqin
Danantara: Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Danantara:  Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...Danantara:  Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Danantara: Pesimis atau Optimis? Podcast Ikatan Alumni Lemhannas RI IKAL Lem...
Dadang Solihin
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
PPT SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS 8
Dita835610
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
1. -MICROTEACHING- Modul Penanganan Kekerasan.pptx
SofyanSkmspd
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdf
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdfRandom Number Generator Teknik Simulasi.pdf
Random Number Generator Teknik Simulasi.pdf
PratamaYulyNugraha
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Manajemen Perpustakaan BAPETEN Berdasarkan油SNI 7496:2009
Murad Maulana
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptxFarmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
Farmakologi (antibiotik, antivirus, antijamur).pptx
michellepikachuuu
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdfKUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
KUMPULAN CERPEN SMAN 2 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR.pdf
PT. DUTA MEDIA PRESS
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptxBAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
BAHAN UNTUK PELATIHAN PS, DRIGEN, MAZMUR.pptx
LunduSitohang
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptxDari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Dari pesantren ke dunia maya (diskusi berkala UAS Kencong Jember0.pptx
Syarifatul Marwiyah
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptxPPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
PPT Perkawinan (Poligami, Monogami).pptx
rahmiati190700
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Apakah daging tanpa tulang dan tanpa limfoglandula aman diperdagangkan? Ditje...
Tata Naipospos
Rancangan Pembelajaran Semester Kartografi
Rancangan Pembelajaran Semester KartografiRancangan Pembelajaran Semester Kartografi
Rancangan Pembelajaran Semester Kartografi
khairizal2005
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Kelas
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdfRencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
Rencana PS Bahasa Indonesia Format Baru.pdf
edenmanoppo

antibiotika-profilaksisppt.pptx

  • 1. PENYAKIT INFEKSI PENGANTAR Penyakit infeksi dapat karena mikroba bakteri Virus jamur protozoa infestasi oleh jenis parasit. Pemilihan terapi yang tepat, dosis yang adekuat adalah merupakan dasar rasional terapi.
  • 2. SSP (a.l. meningitis, ensefalitis, abses otak dan meningeal) Jantung (endokarditis), Saluran nafas atas (otitis media, faringitis, tonsilitis), Saluran nafas bawah (bronkhitis, pneumonia), sepsis (pada sistemik), Transmisi seksual (gonorhoea), Pada kulit dan jaringan lunak (gangren, dekubitis), Saluran genitourinaria, dan yang kasus jenis penyebab virus HIV / AIDS Infeksi jamur (kandida, aspergilus dsb.). Manifestasi infeksi dapat terjadi pada
  • 3. 3 PROFILAKSIS : Sebelum terkena infeksi Berpeluang terkena infeksi Spektrum luas IV, 30-60 mnt pra OP / 1x24 jam EMPIRIS : Sesuai PDT / Pola peta kuman dan sensitifitas AM setempat Spektrum luas IV, 5x24 jam First liner, second liner DEFINITIF / TERAPETIK : Spektrum sempit IV, 7x24 jam Tujuan : Mencegah Infeksi, morbiditas dan mortalitas pasca OP Penggunaan Terapi AM Ampisilin sulbaktam, ceFAZolin, CeFTRIAXone, ceftazidime, fosfomisin, levofloksasin, cefoperazone Sesuai hasil kultur dan uji sensitifitas AM Reksoprawiro et al, 2009
  • 4. ANTIBIOTIKA (AB) PROFILAKSIS Adalah AB yang diberikan pada pasien yang belum terkena infeksi, tetapi punya peluang besar terkena infeksi infeksi yang dapat PROFILAKSIS BEDAH a. Profilaksis bertujuan mencegah timbul pada tempat operasi b. Pencegahan infeksi pada tempat resiko tinggi terjadi infeksi misal penggunaan implan atau akibat intervensi (cabut gigi, operasi rongga mulut, dll.)
  • 5. TUJUAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS 1. Mencegah terjadinya infeksi luka operasi 2. Mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas paska bedah 3. Mengurangi lama perawatan dan menurunkan biaya perawatan 4. Tidak menimbulkan efek ikutan 5. Tidak menyebabkan konsekuensi ikutan pada flora normal pasien dan kuman penghuni rumah sakit
  • 6. AB profilaks harus bersifat : 1.Aktif terhadap patogen yang banyak meng kontaminasi luka 2.Dosis harus adekuat sehingga saat insisi kadar cukup tinggi di jaringan 3.Aman 4.Penggunaan singkat u mengurangi efek ikutan, mencegah resistensi dan menekan biaya.
  • 7. KEUNTUNGAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS Menurunkan infeksi luka operasi dan morbiditas Menurunkan biaya perawatan kesehatan (bila dikaitkan dng kejadian infeksi paska bedah) Mengurangi lama tinggal di rumah sakit.
  • 8. KETERBATASAN AB PROFILAKSIS Meningkatkan risiko kolitis karena C difficile bila dipakai cephalosporin generasi ketiga, walaupun dosis tunggal Meningkatkan frekuensi bakteremia pada pemakaian AB profilaksis lebih dari 4 hari dibanding yang dapat 1 hari
  • 9. 9 Operasi Bersih : Kemungkinan infeksi 2 - 4% Dengan atau tanpa AM Profilaksis Operasi Bersih Terkontaminasi : Kemungkinan infeksi 5-15%. Menggunakan AM Profilaksis Empiris Operasi Kotor Dengan Infeksi : Kemungkinan infeksi 40-70%. Menggunaka n AM definitif Operasi Terkontaminasi : Kemungkinan infeksi 16-25 %. Menggunakan AM profilaksis Empiris Reksoprawiro et al, 2009 Kelas Operasi (Mayhall Classification)
  • 10. KELAS ATAU KATEGORI OPERASI : Operasi Bersih Operasi didaerah kulit pada kondisi prabedah tanpa peradangan dan tidak membuka traktus respiratorius, GI, osofaring, urinarius/bilier ataupun operasi penutupan kulit yang terencana dengan primer dengan atau tanpa penggunaan drain tertutup
  • 11. Antibiotika profilaksis di sini dianjurkan pada : a. Pemasangan implan / prostesis yang permanen b. Pembawa (carrier) bakteri patogen c. Adanya infeksi ditempat lain diluar daerah operasi d. Riwayat penyakit katup rematik atau telah memakai katup buatan e. Penderita dengan tuberkulosis tenang (penggunaan OAT mencegah penyebaran) f. Penderita dgn diseksi jar yang luas, vaskularisasi jar terganggu, penggunaan imunosupresan Kemungkinan timbulnya infeksi di sini adalah 2 4%
  • 12. Operasi Bersih Terkontaminasi bilier, urinarius, respiratorius ad Operasi dgn membuka traktus digestivus, osofaring, reproduksi kecuali ovarium ataupun operasi yang tanpa pencemaran nyata (gross spilage)
  • 13. Antibiotika profilaksis ini digunakan pada : a. Diseksi leher yang masuk ke osofaring b. Diseksi lambung (ca), membuka kolon, ileum c. Operasi kolon/usus kecil dengan gangguan vaskularisasi dari usus d. Operasi yang menembus saluran empedu (ekstra hepatal) e. Operasi saluran kemih f. Operasi yang melalui vagina Kemungkinan timbul infeksi di sini adalah 5 15%
  • 14. Operasi Terkontaminasi Operasi dgn membuka traktus digestivus, bilier, urinarius, respiratorius sampai dengan osofaring atau reproduksi kecuali ovarium dng pencemaran yang nyata ataupun operasi pada luka karena kecelakaan dalam waktu kurang dari 6 jam (golden period)
  • 15. Antibiotika profilaksis di sini dianjurkan pada: a.Operasi menembus sal empedu yang terinfeksi b.Operasi menembus sal kemih yang terinfeksi radang akut tanpa pembentukan pada patah tulang terbuka (open c.Operasi nanah d.Operasi fractur) Kemungkinan terjadinya infeksi adalah 16 25%
  • 16. Operasi kotor dengan infeksi Operasi pada perforasi traktus digestivus, urogenitalis atau respiratorius yang terinfeksi ataupun operasi yang melewati daerah purulen (inflamasi bakterial). Dapat pula operasi pada luka terbuka > 6 jam setelah kejadian atau terdapat jaringan nonvital yang luas atau nyata2 kotor, AB yang dianjurkan adalah terapetik. AB profilaksis hanya u mencegah penyebaran ke area yang tidak terkontaminasi. Kemungkinan infeksi adalah 40 70%
  • 18. Kemungkinan kejadian ILO Dibawah ini adalah faktor risiko untuk ancaman terjadinya ILO. Lama operasi, ko-morbiditas merupakan faktor risiko terjadinya ILO. Adanya 2 ko-morbiditas (dapat dilihat dari skor ASA > 2) dan lamanya operasi dapat diperhitungkan sebagai indeks risiko Ideks resiko Definisi 0 Tidak ditemukan faktor risiko 1 Ditemukan 1 faktor risiko 2 Ditemukan 2 faktor risiko
  • 19. Kemungkinan ILO berdasarkan kelas operasi dan indeks risiko Kelas operasi Indeks risiko 0 1 2 Bersih 1,0% 2,3% 5,4% Bersih- terkontaminasi 2,1% 4,0% 9,5% Terkontaminasi 3,4% 6,8% 13,2%
  • 20. Prinsip penggunaan AB profilaksis Pilih AB yang efektif melawan mikroba penyebab infeksi Pilih AB dengan toksisitas rendah AB tunggal, dengan dosis terapeutik, intravena 30-60 menit sebelum operasi, sehingga saat operasi tercapai kadar efektif untuk menghambat pertumbuhan kuman Penggunaan AB diulangi bila operasi lebih dari 3 jam, atau dua kali half life AB Diberikan 2 atau 3 kali paska bedah, tidak diperlukan penggunaan yang lebih dari 24 jam Gunakan AB yang sesuai bila infeksi cukup sering atau bila infeksi memperburuk keadaan pasien.
  • 21. ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF Jenis Pembedahan Kuman penyebab Rekomendasi antibiotika Lama pemberian Keterangan Bersih DENGAN RISIKO POTENSIAL INFEKSI Gram negatif coccus (S. aureus, S. epidemidis, Coliform aerob) Sefasolin 1 g/i.v. 10 menit sebelum operasi, dosis tunggal atau klindamisin 400 mg i.v. 1 hari - Hernia dengan mesh - Hernia insisional - Hernia dengan obesitas - Daya tahan rendah, Diabetes Mellitus Bersih terkontaminasi Esofagus Gastro duodenal Usus halus - Gram negatif - Bakteri Anaerob - Enterococcus Sefasolin 1 g. i.v. Bila curiga anaerob, ditambah Metronidazol 500 mg. I.v. atau Klindamisin 600 mg i.v. dan Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v. 1 hari Bedah gastro-duodenal dengan risiko tinggi - Ulkus dengan perdarahan - Ulkus duodeni dengan obstruksi - Ulkus lambung - Keasaman lambung yang rendah - Motilitas lambung yang menurun - Keganasan - Obesitas - Penderita dengan terapi H2 antagonis BEDAH BILIER RISIKO RENDAH - Enterobacteriaceae - Enterococcus - Clostridium Spp - Anaerob Sefasolin 1 g i.v. Bila curiga anaerob, ditambah Metronidazol 500 mg i.v. atau Klindamisin 600 mg i.v. dan Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v. 1 hari - Kolesistitis akut - Kolangitis akut - Batu duktus koledokus - Obstructive jaundice - Usia > 60 tahun BEDAH BILIER RISIKO RENDAH Sefasolin 1 g i.v. Atau Klindamisin 600 mg i.v. dan Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v. 1 hari - Batu kandung empedu
  • 22. APENDEKTOMI ELEKTIF Enteric aerob, Anaerob Sefuroksim 1 g i.v. Atau Klindamisin 600 mg i.v. dan Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v. 1 hari - Bila perforasi, gangren, inflamasi berat atau komplikasi, dilanjutkan dengan regimen terapi KOLOREKTAL Enteric Aerob Anaerob Sefasolin 1 g. i.v. dan Metronidazol 500 mg. I.v. Atau Klindamisin 600 mg i.v. dan Gentamisin 1.5 mg/kg BB i.v. 1 hari Persiapan sterilisasi usus besar Hari I Diet rendah residu Bisakodil 1 tab jam 18.00 Hari II Diet rendah residu Magnesium sulfat 15 mg diberikan jam 10.00, jam 14.00 dan jam 18.00 Enema dengan larutan Saline sampai bersih Hari III Diet cair Magnesium sulfat 15 mg jam 10.00 dan jam 14.00 Tenpa Enema Neomisin 1 gram dan Eritromisin basa 1 gram per oral diberikan jam 13.00, jam 14.00 dan jam 23.00 Hari IV Operasi dijadwalkan jam 08.00