Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi matematika yang mencakup pengertian, tujuan, aspek-aspek, dan kegiatan yang terkait dengan kompetensi matematika seperti pemahaman matematika, pemecahan masalah, koneksi matematika, komunikasi matematika, penalaran matematika, dan berfikir kritis serta kreatif matematika.
Matematika Hindu berkembang sejak abad ke-26 SM hingga abad ke-14 M. Peradaban Lembah Sungai Indus pada 2800-1800 SM mengatur kota-kota secara geometris. Bangsa India mengembangkan sistem angka tempat dengan bilangan nol pada abad ke-6 M. Tokoh-tokoh seperti Aryabhata dan Brahmagupta mengembangkan aritmatika dengan bilangan nol dan negatif.
Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang:
1. Pengantar analisis real yang membahas supremum dan infimum serta barisan bilangan real
2. Menguraikan definisi dan teorema terkait supremum, infimum, himpunan terbatas, dan sifat-sifatnya
3. Mengjelaskan pengertian barisan bilangan real, konvergensi, dan limitnya
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah jika power point ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Karena saya masih belajar mohon tidak memakan mentah-mentah konten dari tayangan ini. Kritik dan saran sangat diharapkan. Terima Kasih.
Muhamad Husni Mubaraq
@ID_baraq
Mohon tinggalkan komentar atau pesan
Dokumen tersebut membahas tentang konsep pemetaan dalam matematika. Pemetaan adalah cara menghubungkan unsur-unsur dari satu himpunan ke himpunan lainnya. Ada beberapa jenis pemetaan seperti pemetaan injektif, surjektif, dan bijektif yang dijelaskan beserta contoh-contohnya.
Modul ini membahas konsep dasar kongruensi, termasuk definisi, sifat-sifat, dan teorema-teoremanya. Kongruensi merupakan kelanjutan dari keterbagian dan didefinisikan berdasarkan konsep keterbagian. Modul ini juga membahas sistem residu lengkap dan tereduksi serta peranannya dalam teorema Euler, Fermat, dan Wilson.
Bab 1 membahas tentang grup. Definisi grup dijelaskan sebagai himpunan yang memenuhi sifat tertutup, asosiatif, adanya unsur identitas, dan adanya unsur invers. Contoh grup diantaranya grup bilangan bulat di bawah penjumlahan, grup matriks, dan grup permutasi.
Analisis Real (Barisan dan Bilangan Real) Latihan bagian 2.5Arvina Frida Karela
油
Dokumen tersebut berisi penjelasan dan bukti sejumlah teorema terkait konvergensi dan divergensi barisan bilangan. Pertama, dibahas tentang sifat barisan yang divergen sejati jika tidak terbatas dan konvergen jika terbatas. Kemudian, diberikan contoh barisan yang divergen sejati dan konvergen. Selanjutnya, dibuktikan beberapa teorema terkait hubungan antara konvergensi dua barisan bilangan. Terakhir, diber
1. Dokumen ini membahas tentang geseran (translasi) sebagai transformasi geometri. Geseran adalah hasil kali dua pencerminan pada dua garis yang sejajar.
2. Beberapa teorema yang dijelaskan antara lain teorema yang menyatakan bahwa geseran adalah isometri, komposisi geseran dan setengah putaran adalah setengah putaran, dan balikan dari geseran GAB adalah GBA.
3. Contoh soal juga d
Jawaban latihan soal bagian 2.1 pada buku Analisis Real karangan Drs. Sutrima, M.SI
cetakan : pertama, Juni 2010
penerbit : Javatechno Publisher (Jln. Ahmad Yani 365A, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia - 57162
1) This document is an e-LKPD or electronic student worksheet on the topic of arithmetic sequences and series created by Diyah Istriani for 11th grade students.
2) It contains 5 problems for students to solve individually or in groups to actively learn the concepts of arithmetic sequences based on the 2013 curriculum.
3) The author recognizes limitations in the worksheet and welcomes constructive feedback to improve it, hoping it will benefit all parties.
1. Masalah penjualan dua jenis rumput laut dapat dimodelkan menjadi sistem persamaan linear dua variabel, dimana variabel x mewakili harga rumput laut hijau dan y mewakili harga rumput laut cokelat.
2. Penyelesaian sistem persamaan menghasilkan satu pasangan nilai x dan y yang memenuhi kedua persamaan. Nilai pasangan ini digunakan untuk menghitung harga dan jumlah rumput laut yang terjual.
Dokumen tersebut merupakan catatan kuliah tentang Teori Bilangan (MX 127) yang mencakup beberapa bab seperti aksioma dasar bilangan bulat, bukti dengan induksi, keterbagian, kongruensi, faktorisasi, algoritma Euclid, dan fungsi-fungsi bilangan teoritik."
1. Buku ajar ini membahas tentang geometri ruang, mulai dari menggambar benda-benda ruang seperti kubus, hingga benda putaran.
2. Bab pertama membahas tentang menggambar kubus dan bagian-bagiannya seperti sisi, rusuk, titik sudut, serta hubungan antara garis dan bidang pada permukaan kubus.
3. Terdapat penjelasan mengenai gambar perspektif dan gambar ruang untuk menggambarkan benda-
Modul ini membahas konsep kongruensi kuadratis, residu kuadratis, dan cara menyelesaikan kongruensi kuadratis dengan mengubahnya menjadi bentuk kuadrat sempurna."
Modul ini membahas konsep dasar kongruensi, termasuk definisi, sifat-sifat, dan teorema-teoremanya. Kongruensi merupakan kelanjutan dari keterbagian dan didefinisikan berdasarkan konsep keterbagian. Modul ini juga membahas sistem residu lengkap dan tereduksi serta peranannya dalam teorema Euler, Fermat, dan Wilson.
Bab 1 membahas tentang grup. Definisi grup dijelaskan sebagai himpunan yang memenuhi sifat tertutup, asosiatif, adanya unsur identitas, dan adanya unsur invers. Contoh grup diantaranya grup bilangan bulat di bawah penjumlahan, grup matriks, dan grup permutasi.
Analisis Real (Barisan dan Bilangan Real) Latihan bagian 2.5Arvina Frida Karela
油
Dokumen tersebut berisi penjelasan dan bukti sejumlah teorema terkait konvergensi dan divergensi barisan bilangan. Pertama, dibahas tentang sifat barisan yang divergen sejati jika tidak terbatas dan konvergen jika terbatas. Kemudian, diberikan contoh barisan yang divergen sejati dan konvergen. Selanjutnya, dibuktikan beberapa teorema terkait hubungan antara konvergensi dua barisan bilangan. Terakhir, diber
1. Dokumen ini membahas tentang geseran (translasi) sebagai transformasi geometri. Geseran adalah hasil kali dua pencerminan pada dua garis yang sejajar.
2. Beberapa teorema yang dijelaskan antara lain teorema yang menyatakan bahwa geseran adalah isometri, komposisi geseran dan setengah putaran adalah setengah putaran, dan balikan dari geseran GAB adalah GBA.
3. Contoh soal juga d
Jawaban latihan soal bagian 2.1 pada buku Analisis Real karangan Drs. Sutrima, M.SI
cetakan : pertama, Juni 2010
penerbit : Javatechno Publisher (Jln. Ahmad Yani 365A, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia - 57162
1) This document is an e-LKPD or electronic student worksheet on the topic of arithmetic sequences and series created by Diyah Istriani for 11th grade students.
2) It contains 5 problems for students to solve individually or in groups to actively learn the concepts of arithmetic sequences based on the 2013 curriculum.
3) The author recognizes limitations in the worksheet and welcomes constructive feedback to improve it, hoping it will benefit all parties.
1. Masalah penjualan dua jenis rumput laut dapat dimodelkan menjadi sistem persamaan linear dua variabel, dimana variabel x mewakili harga rumput laut hijau dan y mewakili harga rumput laut cokelat.
2. Penyelesaian sistem persamaan menghasilkan satu pasangan nilai x dan y yang memenuhi kedua persamaan. Nilai pasangan ini digunakan untuk menghitung harga dan jumlah rumput laut yang terjual.
Dokumen tersebut merupakan catatan kuliah tentang Teori Bilangan (MX 127) yang mencakup beberapa bab seperti aksioma dasar bilangan bulat, bukti dengan induksi, keterbagian, kongruensi, faktorisasi, algoritma Euclid, dan fungsi-fungsi bilangan teoritik."
1. Buku ajar ini membahas tentang geometri ruang, mulai dari menggambar benda-benda ruang seperti kubus, hingga benda putaran.
2. Bab pertama membahas tentang menggambar kubus dan bagian-bagiannya seperti sisi, rusuk, titik sudut, serta hubungan antara garis dan bidang pada permukaan kubus.
3. Terdapat penjelasan mengenai gambar perspektif dan gambar ruang untuk menggambarkan benda-
Modul ini membahas konsep kongruensi kuadratis, residu kuadratis, dan cara menyelesaikan kongruensi kuadratis dengan mengubahnya menjadi bentuk kuadrat sempurna."
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
1. Dokumen tersebut membahas tentang hakikat matematika dan pembelajaran matematika di SD, meliputi pengertian matematika menurut para ahli, sifat-sifat matematika sebagai ilmu deduktif dan terstruktur, serta ciri-ciri pembelajaran matematika di SD.
2. Pembelajaran matematika di SD ditandai dengan pendekatan spiral, bertahap, induktif, serta bermakna.
3. Tujuan
Matematika berasal dari bahasa Yunani yang berarti mempelajari dan pengetahuan, dan merupakan ilmu yang didapat melalui berpikir logis dan sistematis. Matematika terdiri dari konsep-konsep yang tersusun secara hierarkis dan berhubungan satu sama lain, serta dapat digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah dan komunikasi.
Dokumen tersebut membahas beberapa kerangka kerja dalam pembelajaran matematika sekolah menurut beberapa lembaga internasional, yaitu NCTM, TIMSS, PISA, dan Adding It Up. Kerangka kerja tersebut meliputi prinsip matematika sekolah, proses matematika, domain kognitif, literasi matematika, dan sikap bermatematika.
Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi dasar mata pelajaran matematika untuk kelas X, XI, dan XII SMA/MA. Terdapat berbagai kompetensi dasar yang meliputi konsep-konsep matematika seperti fungsi eksponensial dan logaritma, sistem persamaan dan pertidaksamaan, geometri bidang dan trigonometri.
Dokumen tersebut membahas tentang wawasan matematika dan pendidikan matematika. Terdapat dua pendapat tentang matematika, yaitu sebagai beban berat atau sebagai kesenangan mental. Hal ini dipengaruhi cara pengajaran matematika. Dokumen juga membahas tujuan pembelajaran matematika SMP, objek pembelajaran matematika, dan langkah-langkah menyelesaikan masalah pembuktian dalam matematika.
Sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) dan penyelesaiannya. Rencana pembelajaran mencakup konsep SPLDV, metode penyelesaian, dan contoh soal. Tujuannya agar siswa dapat menyelesaikan masalah matematika yang terkait SPLDV.
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ini membahas tentang pelajaran Matematika tentang persamaan dan fungsi kuadrat untuk siswa kelas X semester 2. RPP ini menjelaskan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pelajaran, model pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Pembelajaran akan diselenggarakan selama 3 pertemuan dengan menggunakan model pembelajaran koperatif berbasis masalah.
Laporan ini merangkum kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang di Desa Parungmulya, Kabupaten Karawang. KKN bertujuan memberikan wahana belajar aplikatif bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dalam memecahkan permasalahan sosial dan pembangunan. Program kerja meliputi bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan.
Penilaian Tengah Semester Ganjil SEni Budaya dan Kesenian (SBK)_Kelas XMeilani Rahmawati
油
Pembelajaran tidak terasa sudah mulai pada Tengah Semester, ayo persiapkan belajar dengan sungguh sungguh menghadapi Penilaian Tengah Semester Ganjil. Semanagat!
Pembelajaran tidak terasa sudah mulai pada Tengah Semester, ayo persiapkan belajar dengan sungguh sungguh menghadapi Penilaian Tengah Semester Ganjil. Semanagat!
Pdf Penilaian Tengah Semester Ganjil Matematika Kelas XMeilani Rahmawati
油
Dokumen tersebut berisi soal ujian tengah semester mata pelajaran matematika untuk siswa kelas X di SMK PGRI 1 Cilamaya Wetan yang mencakup soal pilihan ganda dan essay tentang konsep-konsep dasar matematika seperti operasi hitung, akar, pangkat, logaritma, dan rasio.
Matriks adalah susunan sekelompok bilangan dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegi panjang yang diatur berdasarkan baris dan kolom dan diletakkan di antara dua tanda kurung (kurung biasa atau kurung siku).
Istilah dalam Matriks:
1. Ordo Matriks
2. Transpose Matriks
3. Kesamaan Dua Matriks
Dokumen tersebut membahas tentang pengawasan dan kontrol dalam manajemen pendidikan. Ia menjelaskan pengertian, tujuan, ruang lingkup, prinsip, dan jenis-jenis pengawasan dan kontrol serta tugas pengawas pendidikan dan langkah-langkah kontrol.
Klasifikasi laporan atau informasi yang diterapkan dalam organisasi nasional pendididkan dapat dilihat pada jenis dan lingkup laporan kependidikan. Dalam hal ini jenis yang dikenal terbagi dalam laporan berkala dan laporan incidental. Laporan berkala meliputi :
a.油油油 Laporan tengah tahunan dan laporan tahunan;
b.油油 Laporan data statistik;
c.油油油 Laporan supervisi pendidikan; dan
d.油油 Laporan berkala lainnya.
Laporan isidental adalah laporan yang perlu disampaikan berhubungan dengan adanya kasus atau permasalahan tertentu.
Fungsi utama tata usaha sekolah adalah memberikan layanan administratif bagi beroperasinya sistem persekolahan. Layanan administratif yang dimaksud identik dengan istilah administrative managemen yang mulai dipakai di Amerika Serikat pada tahun tiga puluhan yaitu istilah dengan menggunakan untuk mencakup semua proses penyelenggaraan yang melancarkan pelaksanaan tugas puncak pimpinan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. (Priata dkk, 1977).
Dokumen tersebut merangkum tentang supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan bertujuan untuk memberikan bimbingan profesional kepada guru dan mencakup proses inspeksi, penelitian hasil inspeksi, pembinaan, dan latihan. Prinsip-prinsip supervisi pendidikan antara lain demokratis, kooperatif, dan kreatif. Teknik supervisi pendidikan meliputi kunjungan kelas, pertemuan antara supervisi dan guru, rapat antara guru,
Menurut Depdiknas (2000) bahwa pengelolaan keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan sekolah dapat diartikan sebagai aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban keuangan sekolah.
Dokumen tersebut merangkum pengelolaan satuan pendidikan, yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan sekolah. Aspek-aspek pengelolaan sekolah mencakup kepemimpinan, organisasi, kegiatan belajar mengajar, sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan, dan keterlibatan masyarakat. Evaluasi dilakukan secara terus menerus untuk mening
Pengelolaan Kelas merupakan Kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan rapport, penghentian perilaku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh siswa secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (siswa) dan fasilitas.
Hak asasi manusia pada tataran global meliputi perbuatan seseorang atau kelompok termasuk aparat negara yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi atau mencabut hak yang dijamin undang-undang tanpa mendapat penyesalan hukum yang adil. Pemerintah harus menyelidiki siapa yang menembaki mahasiswa dan mengapa serta mendukung Komnas HAM dalam investigasi dengan menyediakan sarana dan prasarana.
Definisi 1 : Suatu ruas garis berarah adalah ruas garis yang salah satu ujungnya dinamakan pangkal dan ujug lainnya dinamakan akhir. Apabila A dan B dua titik , AB ditetapkan sebagai ruas garis berarah dengan pangkal titik A dan akhir titik B .
Definisi2 : AB @ CD (dibaca 束ruas garis AB ekuivalen dengan ruas garis CD ) apabila Sp (A) = D dengan P titik tengah BC atau AB.
Definisi 1 : Suatu ruas garis berarah adalah ruas garis yang salah satu ujungnya dinamakan pangkal dan ujug lainnya dinamakan akhir. Apabila A dan B dua titik , AB ditetapkan sebagai ruas garis berarah dengan pangkal titik A dan akhir titik B .
Definisi2 : AB @ CD (dibaca 束ruas garis AB ekuivalen dengan ruas garis CD ) apabila Sp (A) = D dengan P titik tengah BC atau AB.
Teks tersebut merangkum 5 generasi perkembangan komputer, dimulai dari generasi pertama yang menggunakan tube vakum dan berukuran besar hingga generasi kelima yang masih dalam tahap konsep. Komponen utama yang memengaruhi perubahan ukuran komputer adalah penggunaan transistor, integrated circuit, dan mikroprosesor.
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
1. Dokumen tersebut membahas tentang pengertian dan hakikat matematika menurut beberapa sumber.
2. Matematika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, logis, dan sistematis.
3. Hakikat pembelajaran matematika adalah untuk melatih cara berfikir, memecahkan masalah, dan mengembangkan kreativitas siswa.
Nilai dari kehidupan bukan apa yang kita dapatkan tapi apa yang kita lakukan. Seperti dari kata hebat yang berarsal dari 5 huruf H E B A T, setiap hurufnya mempunyai arti kata tersendiri.
Yang menjadikan kita sukses dan orang yang sukses itu selalu mencari kesempatan untuk menolong orang lain.
Jangan lupa banyaklah berdoa, serta belajar yang giat tanpa kenal lelah.
Terimakasih orang tua, para guru yang telah mendidik saya.
dan Soul Brain Communication Karawang (SBC) yang telah memberi banyak motivasi :)
Belajarlah tanpa kenal lelah ;)
05. Distribusi Normal (Ilmu Komputer Universitas Pakauan).pdfAsepSaepulrohman4
油
Distribusi normal adalah distribusi probabilitas kontinu yang berbentuk simetris dan menyerupai kurva lonceng (bell curve). Distribusi ini banyak digunakan dalam statistik karena banyak fenomena alami yang mengikuti pola ini, seperti tinggi badan, berat badan, dan nilai ujian.
Kamus bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD berisi istilah - istilah yang ada atau sering digunakan di lingkungan PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dan arti dari istilah - istilah tersebut.
1. KOMPETENSI MATEMATIKA
KELOMPOK 4 :
1. MEILANI RAHMAWATI (1441172105061)
2. SITI HOTIMAH (1441172105067)
3. RIZAL MAULANA F (1441172105068)
4. NITA NURMALA S (1441172105096)
5. MITA RISKA S (1441172105109)
5C PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNSIKA
2016
2. Pengertian Kompetensi Matematika
Kompetensi berasal dari bahasa Inggris yakni competence yang berarti
kecakapan, kemampuan. Menurut KBBI, kompetensi adalah kewenangan
atau kekuasan untuk menentukan dan memutuskan suatu masalah.
Matematika berasal dari bahasa latin mathematica yang mulanya dari
perkataan Yunani Mathematike yang berarti mempelajari. Asal katanya
mathema yang berarti pengetahuan dan ilmu atau knowledge.
jadi., Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang didapat dengan
berfikir (nalar).
Sehingga Kompetensi Matematika adalah kemampuan untuk
menghadapi permasalahan dalam permasalahan matematika maupun
dalam kehidupan nyata. atau merupakan Kemampuan matematika
untuk menggali pengetahuan dalam matematik, menyusun konjektur,
berfikir secara logis, dan menyelesaikan masalah yang tidak rutin,
serta mampu berkomunikasi dan membuat koneksi serta representasi
dari topik dalam matematika maupun ilmu pengetahuan lain.
3. MenurutPinellas CountySchoolls,Divisionof
Curriculumand IntructionSecondaryMatematics
meliputi:
a) Standar Prosess (Process Standard), yaitu tujuan yang ingin
dicapai dari proses pembelajaran matematika.
b) Ruang Lingkup Materi (Content Strand), adalah kompetensi
dasar yang terdapat dalam kurikulum sesuai tingkat
pembelajaran siswa.
c) Kemampuan Matematis (Mathematical Abilities), yaitu
pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk
dapat melakukan manipulasi matematika meliputi pemahaman
konsep dan pengetahuan prosedural.
4. Tujuan Pembelajaran Matematika dalam
KurikulumPendidikan Indonesia yang Ingin
Dicapai yaitu :
1. Kemampuan pemecahan masalah (problem solving)
2. Kemampuan berargumentasi atau bernalar
(reasoning)
3. Kemampuan berkomunikasi (communication)
4. Kemampuan membuat koneksi (connection)
5. Kemampuan representasi (representation)
Kelima hal tersebut oleh NCTM (1989:1) dikenal dengan
standar proses kompetensi matematik.
5. Aspek-Aspek Utama Kompetensi
Matematik
a. Penalaran
b. Pemecahan Masalah
c. Koneksi Matematik
d. Komunikasi Matematik
e. Refresentasi matematik, dan
f. Sikap Positif terhadap matematik.
6. Kegiatan Matematikyang MenjadiKriteriadari Masing-Masing
KompetensiMatematik
1. Pemahaman Matematik (mathematik understanding)
a. Poly (Sumarmo, 1987)
1) Pemahaman Mekanikal: mengingat dan menerapkan rumus secara rutin dan
nghitung secara sederhana (tingkat rendah).
2) Pemahaman Induktif: menerangkan rumus atau konsep dalam kasus
sederhana atau serupa. (tingkat rendah)
3) Pemahaman Rasional: membuktikan kebenaran suatu rumus dan teorema.
(tingkat tinggi).
4) Pemahaman Intuitif: memperkirakan kebenaran dengan pasti sebelum
menganalisis lebih lanjut. (tingkat tinggi)
b. Pollatsek (Sumarmo, 1987)
1) Pemahaman Komputasional: menerapkan rumus dalam perhitungan
sederhana dan mengerjakan perhitungan secara algoritmatik. (tingkat rendah)
2) Pemahaman Fungsional: mengaitkan suatu konsep/prinsip lain dan
menyadari proses yang dikerjakannya. (tingkat tinggi)
7. c. Skemp (Sumarmo, 1987)
1) Pemahaman Instrumental: hafal konsep/prinsip tanpa kaitan dengan yang lainnya.
2) Pemahaman Relasional: mengaitkan suatu konsep/prinsip dengan konsep/prinsip lainnya.
d. Copeland (Sumarmo, 1987)
1) Knowing how to: mengerjakan perhitungan secara rutin/algoritmatik.
2) Knowing: mengerjakan suatu perhitungan secara sadar.
2. Pemecahan Masalah Matematik
a. Memahami masalah
b. Merencanakan atau merancang strategi pemecahan masalah
c. Melaksanakan perhitungan
d. Memeriksa kembali kebenaran hasil atau solusi
3. Koneksi Matematik
a. Memahami representasi ekuivalen suatu konsep, proses, atau prosedur matematik
b. Mencari hubungan berbagai representasi konsep, proses atau prosedur matematik
c. Memahami hubungan antar topik matematik
d. Menerapkan matematika dalam bidang lain atau dalam kehidupan sehari-hari
e. Mencari hubungan satu prosedur dengan prosedur lain dalam reprentasi yang
ekuivalen
f. Menerapkan hubungan anatar topik matematika dengan disiplin ilmu lain.
8. 4. Komunikasi Matematik
a. Melukiskan atau merepresentasikan benda nyata
b. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika
c. Menyatakan peristiwa sehari-hari
d. Mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang matematika
e. Membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika
f. Menyusun konjektur, argumen, merumuskan definisi dan generalisasi
g. Mengungkapkan kembali suatu uraian matematika dengan bahasa sendiri
5. Penalaran Matematik
a. Penalaran Induktif
1) Penalaran transduktif
2) Penalaran analogi
3) Penalaran generalisasi
4) Memperkirakan jawaban, solusi, interpolasi, dan ekstrapolasi
5) Memberikan penjelasan terhadap model, fakta, sifat, hubungan, atau pola
yang ada
6) Menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi dan menyusun
konjektur.
9. b. Penalaran Deduktif
1) Melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentu.
2) Menarik kesimpulan logis berdasarkan aturan inferensi, proporsi yang sesuai
peluang, korelasi antara dua variabel, menetapkan kombinasi beberapa variabel
3) Menyusun pembuktian langsung, tak langsung, dan dengan induksi
matematika
4) Menyusun analisis dan sintesis beberapa kasus.
6. Berfikir Kritis Matematik
a. Memfokuskan diri pada pertanyaan
b. Menganalisis dan mengklarifikasi pertanyaan, jawaban, dan argumen.
c. Mempertimbangkan sumber yang terpercaya
d. Mengamati dan menganilis deduksi
e. Menginduksi dan menganalisis induksi
f. Merumuskan eksplanatori, kesimpulan, dan hipotesis
g. Menarik pertimbangan yang bernilai
h. Menetapkan suatu aksi
i. Berinteraksi dengan orang lain.
10. 7. Berfikir Kreatif Matematik
a. Ciri-ciri Fluency
1) Mencetuskan banyak ide
2) Memberikan banyak cara
3) Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban
b. Ciri-ciri Flexibility
1) Menghasilakan gagasan,
2) Mencari banyak alternatif atau arah yang yang berbeda-beda
3) Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.
c. Ciri-ciri Originality
1) Mampu melahirkan ungkapan baru yang unik
2) Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri
3) Mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau
unsur-unsur.
11. d. Ciri-ciri Elaboration
1) Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan
atau produk
2) Menambah atau merinci detail-detail dari suatu objek,
gagasan, atau situasi hingga menjadi lebih menarik.