Modul ini membahas pengembangan modul pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan kurikulum 2013 dan tuntutan industri serta kompetensi abad 21. Modul dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran mandiri siswa dan mencakup penjelasan tentang tujuan, proses penyusunan, dan anatomi modul guru dan siswa.
Kurikulum pendidikan kejuruan di SMK sebelum KTSP mengalami beberapa perubahan, dimulai dari Kurikulum 1964 hingga Kurikulum SMK Edisi 2004. Kurikulum-kurikulum tersebut berfokus pada pengetahuan (knowing) daripada keterampilan (doing), serta belum sepenuhnya berorientasi pada standar kompetensi kerja. Kurikulum-kurikulum selanjutnya semakin mengarah pada pendekatan berbasis kompetensi den
Dokumen tersebut membahas tentang komponen-komponen utama dalam kurikulum pendidikan yang terdiri dari tujuan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan instruksional, isi dan struktur program, media pembelajaran, strategi pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Dokumen tersebut membahas mengenai implementasi kurikulum Teaching Factory dan Techno Park di SMK, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Implementasi kurikulum ini mencakup pengembangan kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa, kerja sama antara sekolah dan industri, serta pendampingan untuk menyiapkan siswa yang mandiri dan berkualitas.
Dokumen tersebut merupakan ringkasan singkat tentang pengembangan tenaga kependidikan khususnya mengenai Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembalangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Terdiri dari kompetensi dasar, tujuan, strategi pelaksanaan, dan tagihan kegiatan untuk PKG dan PKB.
Validasi dan sinkronisasi kurikuklum smkWan Yogaswara
Ìý
Dokumen tersebut membahas validasi dan sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah-langkahnya meliputi penyiapan draf kurikulum oleh sekolah, penyiapan standar kompetensi kerja oleh dunia usaha, workshop bersama untuk mengkaji dan merevisi silabus sekolah sesuai umpan balik dari dunia usaha, dan revisi silabus oleh sekolah.
Dokumen tersebut merangkum kegiatan on the job learning (OJL) yang dilakukan oleh Drs. Sunar Wibawa di SMA Negeri 111 Jakarta. Program OJL meliputi penyusunan rencana tindak kepemimpinan, observasi terhadap guru junior, penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan tugas mandiri, dan peningkatan kompetensi berdasarkan hasil AKPK. Dokumen ini juga merangkum hasil kajian peserta OJL ter
Pelan Pembangunan Profesional Guru dan Pemimpin SekolahMohd Abdul Nasir
Ìý
Pelan Pembangunan Profesionalisme Berterusan (PPPB) bertujuan untuk melengkapi dan mentransformasi amalan pembangunan profesionalisme berterusan guru dan pemimpin sekolah agar lebih berkualiti dan berwibawa dalam bidang pendidikan.
STANDARD 4 - PEMBELAJARAN DAN PEMUDAHCARAAN (PdPc) (Standard Kualiti Pendidik...Mohd Suhaimin Isnen
Ìý
Dokumen tersebut merangkum peranan guru dalam proses pembelajaran dan pemudahcaraan untuk meningkatkan pencapaian murid. Ia menyenaraikan enam aspek kriteria kritikal yang meliputi peranan guru sebagai perancang, pengawal, pembimbing, pendorong, penilai serta peranan murid sebagai pembelajar aktif. Dokumen ini juga menyediakan tindakan untuk mencapai standard kualiti bagi setiap aspek.
Buku ini merupakan draf buku guru tematik terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI kelas 1 tentang tema "Diriku". Buku ini berisi panduan penggunaan buku siswa dan contoh kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Buku ini masih berstatus draf dan terus dikembangkan.
Dokumen tersebut membahas tentang komponen-komponen penting dalam perencanaan pembelajaran seperti modul ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), termasuk tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran."
Validasi dan sinkronisasi kurikuklum smkWan Yogaswara
Ìý
Dokumen tersebut membahas validasi dan sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah-langkahnya meliputi penyiapan draf kurikulum oleh sekolah, penyiapan standar kompetensi kerja oleh dunia usaha, workshop bersama untuk mengkaji dan merevisi silabus sekolah sesuai umpan balik dari dunia usaha, dan revisi silabus oleh sekolah.
Dokumen tersebut merangkum kegiatan on the job learning (OJL) yang dilakukan oleh Drs. Sunar Wibawa di SMA Negeri 111 Jakarta. Program OJL meliputi penyusunan rencana tindak kepemimpinan, observasi terhadap guru junior, penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan tugas mandiri, dan peningkatan kompetensi berdasarkan hasil AKPK. Dokumen ini juga merangkum hasil kajian peserta OJL ter
Pelan Pembangunan Profesional Guru dan Pemimpin SekolahMohd Abdul Nasir
Ìý
Pelan Pembangunan Profesionalisme Berterusan (PPPB) bertujuan untuk melengkapi dan mentransformasi amalan pembangunan profesionalisme berterusan guru dan pemimpin sekolah agar lebih berkualiti dan berwibawa dalam bidang pendidikan.
STANDARD 4 - PEMBELAJARAN DAN PEMUDAHCARAAN (PdPc) (Standard Kualiti Pendidik...Mohd Suhaimin Isnen
Ìý
Dokumen tersebut merangkum peranan guru dalam proses pembelajaran dan pemudahcaraan untuk meningkatkan pencapaian murid. Ia menyenaraikan enam aspek kriteria kritikal yang meliputi peranan guru sebagai perancang, pengawal, pembimbing, pendorong, penilai serta peranan murid sebagai pembelajar aktif. Dokumen ini juga menyediakan tindakan untuk mencapai standard kualiti bagi setiap aspek.
Buku ini merupakan draf buku guru tematik terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI kelas 1 tentang tema "Diriku". Buku ini berisi panduan penggunaan buku siswa dan contoh kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Buku ini masih berstatus draf dan terus dikembangkan.
Dokumen tersebut membahas tentang komponen-komponen penting dalam perencanaan pembelajaran seperti modul ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), termasuk tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran."
Dokumen tersebut membahas tentang modul ajar, mulai dari pengertian, tujuan, komponen-komponen penting yang harus ada dalam modul ajar, cara mengembangkan dan memodifikasi modul ajar agar sesuai dengan karakteristik peserta didik, serta pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran menggunakan modul ajar.
Bg 4 tema 1 indahnya kebersamaan www.abdimadrasah.comfitriani2909
Ìý
Buku ini memberikan panduan bagi guru kelas 1 SD/MI dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini memuat penjelasan mengenai langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran.
Dokumen tersebut merupakan buku guru yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu berbasis Kurikulum 2013. Buku ini memberikan panduan mengenai langkah-langkah kegiatan pembelajaran, teknik penilaian, serta himbauan untuk melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran anak.
Buku BSE Kelas 01 sd tematik 1 diriku guru 2017FarahYudian
Ìý
Buku ini merupakan buku panduan bagi guru dalam menggunakan buku teks siswa untuk menerapkan Kurikulum 2013 secara efektif. Buku ini memuat langkah-langkah pembelajaran tematik terpadu, teknik penilaian, dan saran untuk melibatkan orang tua.
Dokumen tersebut merangkum analisis diagnostik materi bahan ajar yang dibuat oleh Ujang Lukman. Dokumen tersebut membahas tentang pengertian kurikulum 2013, standar kompetensi lulusan, analisis keterkaitan antara standar kompetensi kelulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar, serta pengertian dan karakteristik penyusunan modul pembelajaran.
3. Desain Strategi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.pptxRisalNurdin1
Ìý
1) Dokumen tersebut merangkum agenda dan komponen dalam penyusunan modul ajar yang mencakup literasi dan numerasi.
2) Terdapat tiga tahapan kegiatan yaitu awal, inti, dan akhir yang mencakup tujuan, konsep, komponen, dan refleksi.
3) Komponen inti modul ajar meliputi tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan, asesmen, dan pengayaan/remed
Buku ini memberikan panduan penggunaan buku siswa dan acuan kegiatan pembelajaran di kelas untuk tema 6 tentang lingkungan bersih, sehat, dan asri. Buku ini memuat langkah-langkah kegiatan pembelajaran, teknik penilaian, dan saran untuk melibatkan orang tua dalam aktivitas belajar siswa.
23032020_Pertemuan 5.2 Teknik FramepowerpointDimsART
Ìý
Frames – semantic net dilengkapi dengan properties
Suatu Frame menggambarkan entitas sebagai set dari attribute dan nilai yang bersesuaian
Suatu frame dapat berelasi dengan frame yang lainnya
3 Komponen utama dari Frame, yaitu :
Nama frame
Atribut (slots)
Values (fillers : list of values, range, string, etc)
TAIPAN99 | SITUS PERMAINAN KARTU DIGITAL TEPERCAYA DENGAN WINRATE 98% WIN JACKPOTAIPAN 99
Ìý
TAIPAN99 adalah situs permainan kartu yang paling di minati seindonesia dengan winrate paling tinggi 98% membuat kemenangan lebih mudah Mew member paling di manja di jamin wedeh daftarkan sekarang juga hanya di situs TAIPAN99
2. LANDASAN PENGEMBANGAN MODUL
1. Memenuhi kebutuhan bahan ajar sesuai tuntutan kurikulum 2013
revisi
2. Perkembangan teknologi (Revolusi Industri 4.0)
3. Pemenuhan kompetensi sesuai tuntutan industri
4. Tutuntan kompetensi abad 21
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
3. PENGERTIAN
Modul salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara
utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman
belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik
menguasai tujuan belajar yang spesifik. Modul minimal memuat tujuan
pembelajaran, materi/substansi belajar, dan evaluasi
Modul merupakan salah satu bahan ajar dalam bentuk cetak yang
digunakan oleh siswa sebagai alat untuk belajar secara mandiri dan
digunakan seorang pengajar untuk memberikan materi kepada siswa
secara runtut.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
4. TUJUAN PENGEMBANGAN MODUL
Pengembangan Modul merupakan upaya melengkapi hasil
pengembangan Kurikulum 2013 SMK, agar tersedia bahan
pembelajaran yang standar untuk mendukung implementasinya di
lapangan, sehingga ada jaminan, setiap siswa memiliki peluang atau
kesempatan yang sama untuk menguasai kompetensi minimal yang
dituntut kurikulum
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
5. URGENSI MODUL
a. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat
verbal.
b. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa atau peserta
diklat maupun guru/instruktur.
d. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat;
e. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung
dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya,
f. Memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai
kemampuan dan minatnya.
g. Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi
sendiri hasil belajarnya.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
6. Ada dua (2) modul
1. Modul Guru
2. Modul Siswa
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
7. URGENSI MODUL GURU
1. Modul guru disusun sebagai pemandu modul siswa
2. Modul dibuat dengan berlandaskan KD yang ada dalam kurikulum
3. Menjadi acuan dan sumber informasi penting guru dalam
merancang system pembelajaran yang berkualitas sesuai kurikulum
yang ada
4. Menjadi penuntun bagi guru dalam menghadapi kendala yang
sering dijumpai di lapangan
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai pada setiap
pilahan pembelajaran dari masing-masing KD.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
8. 5. Menjelaskan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran, dengan demikian sebelum
menyelenggarakan proses pembelajaran guru sudah menyiapkan media-
media pembelajaran yang diperlukan.
6. Menjelaskan metode dan pendekatan pembelajaran memuat Informasi
tentang model dan strategi pembelajaran yang digunakan sebagai acuan
penyelenggaraan proses pembelajaran.
7. Menjelaskan tentang teknik dan instrument penilaian yang dapat
digunakan dalam setiap pilihan pembelajaran yang mungkin memiliki
karakteristik tertentu.
8. Menjelaskan jenis lembar kerja yang sesuai dengan pilihan
pembelajaran yang ada dalam Buku Siswa.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
9. MODUL SISWA
• Modul Siswa adalah modul yang diperuntukan bagi siswa
yang dipergunakan sebagai panduan aktifitas pembelajaran untuk
memudahkan siswa dalam menguasai kompetensi tertentu
• Modul Siswa bukan sekedar bahan bacaan, tetapi juga digunakan
untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam proses pembelajaran
(activities based learning) isinya dirancang dan dilengkapi dengan
contoh-contoh lembar kegiatan dengan tujuan agar dapat
terselenggaranya pembelajaran kontekstual, artinya siswa dapat
mempelajari sesuatu yang relevan dengan kehidupan yang dialaminya
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
10. • Modul Siswa disusun untuk memfasilitasi siswa mendapat
pengalaman belajar yang bermakna. Isi sajian modul diarahkan
agar siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran
melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, berdiskusi
serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik antar teman
maupun dengan gurunya.
• Melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan
motivasi, rasa keiingintahuan, inisiatif, dan kreatifitas peserta didik.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
11. Karakteristik Modul
Untuk menghasilkan modul yang mampu meningkatkan motivasi
belajar, pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik yang
diperlukan sebagai modul, yaitu:
a) Self instructional,
b) Self Contained,
c) Stand alone (berdiri sendiri),
d) Adaptif dan
e) User friendly.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
12. TAHAP PENYUSUNAN MODUL
IDENTIFIKASI KOMPOTENSI
DAN MATERI
PENYUSUSUNAN DRAF
MENGANALISIS,
MENGEMBANGKAN
MATERI
MENELAAH DRAF
MENYEMPURNAKAN
DRAF
Jenis Kompetensi dan Materi
Materi sesuai dengan
Kompetensi Keahlian
SILABUS
Draf Modul ENYIDRAFD
APKAN SILABUS
Masukan Pengembangan Hasil
Telaahng YIDRAFD
APKAN SILABUS
Modul Yang Telah
Disempurnakan YANG
YIDRAFD APKAN
SILABUS
Menyiapkan
referensi
13. Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyusunan buku
Anatomi Modul Guru
a. kulit buku;
b. bagian awal;
c. bagian isi; dan
d. bagian akhir.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
14. Anatomi Modul Guru
• Cover depan
• Cover Belakang
• Kata Pengantar
• Bagaimana menggunakan modul
• Daftar isi
• Daftar gambar
• Daftar table
• Isi
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
15. I S I
Bagian 1. Petunjuk umum
I. Pendahuluan
• Rasional
• Prinsip-prinsip Pembelajaran di SMK
• Pembelajaran
2. Cakupan atau ruang lingkup
3. Tujuan mapel
4. Strategi pembelajaran
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
16. 5. Media pembelajaran
6. Kegiatan pembelajaran
7. Evaluasi pembelajaran
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
17. Bagian 2. Petunjuk khusus
Pembelajaran (KD) 1.
A. Peta pencapaian kompetensi dalam mapel
B. Indikator
C. Tujuan Pembelajaran
D. Pendekatan Pembelajaran
E. Media, alat dan sumber belajar
F. Kegiatan Pembelajaran
G. Penilaian
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
18. Tata Penulisan Modul
1. Jenis huruf Tahoma, ukuran huruf 12 untuk uraian materi, kecuali
ukuran dalam tabel dan gambar disesuaikan dengan ketentuan
paling kecil ukuran 8, ukuran tulisan di cover 20 kecuali ukuran
tulisan intansi/lembaga baris pertama 12, baris kedua 13, dan baris
ketiga 12.
2. Ukuran kertas A4
3. Page set up: atas 2,29 cm, bawah 1,27 cm, kiri 2,54 cm, dan kanan
1,78 cm
4. Jarak baris penulisan uraian materi 1,5
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
19. 5. Sistem penomoran ditulis sebagai berikut:
a. Judul Bab ditulis angka Romawi seperti I, II, dst.
b. Sub Bab ditulis dengan abjad kapital (A, B, C, )
c. Pemecahan dari sub – Bab ke dalam sub – sub – Bab mengunakan
angka arab (1, 2, 3 dst),
d. Apabila ada pemecahannya lagi ke dalam bagian yang lebih kecil
menggunakan huruf abjad kecil (a, b, c, dst).
e. Apabila masih ada rincian lagi ditulis ditulis angka Arab kurung tutup
sepert 1) -, 2) -, dst.
f. Apabila masih ada uraian rincian lagi, maka ditulis huruf kecil
dalam kurung sepert (a) -, (b) -, dst.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
20. 6. Judul bab ditulis huruf besar semua, judul uraian materi, subjudul,
sub-subjudul ditulis huruf besar setiap awal kata kecuali kata depan
(seperti di-, ke-, dari-), kata sambung (seperti yang, dan, dengan,
dsb.) dan kata-kata tersebut ditebali atau di-bold.
7. Gambar ilustrasi sebagai pelengkap uraian harus jelas dibaca/dilihat
8. Penomoran bagian awal diletakkan di tengah bawah, sedangkan
bagian pokok dan akhir diletakkan di sudut kanan tengah bawah
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
21. MUTU MODUL
• Format
• Organisasi
• Daya Tarik
• Bentuk dan ukuran huruf
• Ruang (spasi kososng)
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
22. DISKRIPSI KERANGKA
Cover Depan
Berisi antara lain: Logo penerbit (logo Kementrian Pendidikan dan
Kebudatyaan, ), tulisan lembaga seperti Departemen Pendidikan
Nasional, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Direktorat Pembinaan SMK, tahun modul disusun.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
23. Kata Pengantar
• Menjelaskan isi, tujuan, proses pembelajaran terkait materi, harapan
terhadap penerbit modul dan manfaat modul dikaitkan dengan
ketrampilan abad XXI. Halaman diakhiri dengan penanda tempat dan
waktu serta nama penulis modul
• Bagaimana menggunakan modul
Menjelaskan cara penggunaan modul disertai ikon dalam buku
• Daftar Isi
Memuat kerangka (outline) modul dan dilengkapi dengan nomor
halaman.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
24. • Daftar Gambar
Memuat nomor dan judul gambar disertai halaman
• Daftar Tabel
Memuat nomor dan judul tabel disertai halaman
• Peta Kedudukan Modul
Diagram yang menunjukkan kedudukan modul dalam keseluruhan mata
pembelajaran
(sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi yang termuat dalam KTSP).
• Glosarium
Memuat penjelasan tentang arti dari setiap istilah, kata-kata sulit dan asing yang
digunakan dan disusun menurut urutan abjad(alphabetis).
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
25. I. PENDAHULUAN
Berisi bagian umum tentang buku panduan, bagaimana
menggunakannya, bagaimana pembelajaran petunjuk mengembangkan
sikap spriritual, social dan ketrampilan yang terintegrasi dengan
kompetensi pengetahuan
Memuat rumusan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD)
A. Cakupan dan Ruang Lingkup kompetensi dasar yang akan dipelajari
pada modul
B. Tujuan
Berisi tujuan pembelajaran/tujuan KD
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
26. C. Strategi pembelajaran
D. Media pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
F. Evaluasi pembelajaran
II. Judul BAB (Pembelajaran 1)
A. Peta Konsep
B. Rumusan indikator
C. Tujuan Pembelajaran
D. Judul Sub Bab (disarikan dari indicator yang dibuat sendiri
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
27. E. Uraian materi
F. Kegiatan pembelajaran (Menggunakan pendekatan saintifik)
• Mengamati
• Menanya (diskusi)
• Mencoba
• Menalar/mengasosiasi
• Mengkomunikasi
G. Rangkuman
H. Evaluasi
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
28. I. Refleksi
J. Umpan balik
Glosarium
Daftar Pustaka
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA
29. D. PENUTUP
Penulisan modul pembelajaran merupakan proses penyusunan materi
pembelajaran yang dikemas secara sistematis sehingga siap dipelajari oleh
peserta diklat untuk mencapai kompetensi atau sub kompetensi.
Penyusunan modul belajar harus mengacu pada kompetensi yang terdapat di
dalam Kurikulum, atau unit kompetensi yang telah dikembangkan dalam
format Silabus.
Untuk menghasilkan modul pembelajaran yang mampu memerankan
fungsi dan perannya dalam pembelajaran yang efektif, modul perlu
dirancang dan dikembangkan dengan mengikuti kaidah dan elemen yang
mensyaratkannya.
KEMENTERIAN
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
ASOSIASI GURU
SEJARAH INDONESIA