際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
PEMETAAN
PARTISIPATIF
PENGUATAN KAPASITAS DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA
Gambaran umum
Pemetaan Partisipatif adalah pemetaan yang dilakukan oleh
kelompok masyarakat mengenai tempat/wilayah tinggal mereka
Karaktersitik pemetaan partisipatif meliputi :
1. Melibatkan seluruh warga masyarakat
2. Tema, tujuan dan proses pelaksanaan pemetaan ditentukan oleh
masyarakat
3. Peta yang dihasilkan bertujuan untuk kepentingan masyarakat
4. Sebagian besar informasi di peta berasal dari pengetahuan lokal
5. Masyarakat menentukan penggunaan peta yang dihasilkan
Tujuan
Utama
Pemanfaatan teknologi SIG
(Sisitem Informasi Geografis)/GIS
(Geographic Information System)
komunitas untuk peningkatan
partisipasi masyarakat dalam
proses perencanaan pengambilan
keputusan penambahan data bagi
pengguna
Tahap
pembuatan
PENGUMPULAN DATA
Data Primer
Wawancara warga ke arah mana
menyelamatkan diri ketika ada bencana (Jenis
bencana sesuai dengan Kajian Risiko Bencana).
Data Sekunder
1. Data kebencanaan dan monografi hasil
pembaharuan profil desa dan analisa kajian
risiko bencana.
2. Data citra penginderaan jauh dari penyedia
citra penginderaan jauh secara online seperti
Google Earth Pro, bing map. Dll
1. Observasi lapangan (Fasilitator, FPRB dan Tim Relawan)
menentukan lokasi yang benar-benar dikenali warga
dan batas-batas wilayah RT, dengan perlatan standard
navigasi darat (Peta, Kompas, GPS dll) atau aplikasi
berbasis android (Avenza Map, UTM Geo Map, GPS Field
Area Measure)
2. Hasil observasi dijadikan SKETSA dan dibagikan ke
setiap RT, Pelaku usaha swasta sebagai bahan kajian
sektoral sesuai domisili wilayahnya untuk dipelajari
PENGOLAHAN DATA
PETA SKETSA
Gambaran bebas (denah) suatu
kawasan yang tidak memerlukan
pengukuran di lapangan, dan
hanya didasari pada perspektif
sudut padang Jika dilihat dari
atas
peta sementara yang biasanya
berisi tentang tanda-tanda alam
dan titik kenal lainnya, berupa
bukit, jalan, jurang, sungai, tugu,
bangunan yang dikenal warga dll




FGD
(FOCUS
GROUP
DISCUSSION)
LINGKUNGAN
SKETSA  PETA DASAR  PETA TEMATIK
 Tim Perumus, mengumpulkan semua data hasil FGD untuk dikaji dan diolah
menjadi satu rumusan awal penetapan Jalur Evakuasi, TES dan TEA
 Peta Sketsa menjadi input untuk PETA DASAR (Peta Topografi)
 PETA DASAR diolah secara digital (aplikasi berbasis GIS). Apabila belum/tidak
memiliki kapasitas dalam pengolahan peta digital, maka fasilitator mengupayakan
bantuan dari komunitas/organisasi lain dari luar wilayah
 Hasil akhir olahan akan menjadi PETA TEMATIK Jalur Evakuasi, TES dan TEA
Desa/Kelurahan
PETA DASAR
 Memperlihatkan pentunjuk atau ciri-ciri yang bisa dijadikan acuan, (sungai,
jalan, bukit) sebagai kerangka pembuatan peta tematik.
 Peta dasar yang paling umum dan paling berguna adalah peta topografi
dimana pada peta topografi akan dengan jelas digambarkan bentuk lahan,
lembah, gunung, punggung bukit, kemiringan, dll
 Pembuatan peta dasar memerlukan pengukuran di lapangan dengan
menggunakan peralatan yang bisa mengukur arah, dan jarak.
SKETSA  PETA DASAR  PETA TEMATIK
PEMETAAN PARTISIPATIF
PEMETAAN PARTISIPATIF
PEMETAAN PARTISIPATIF
TINDAK LANJUT
 Peta Tematik Jalur Evakuasi, TES dan TEA hasil musyarah FPRB, diolah
kembali dengan proses digital (aplikasi dan sofware berbasis GIS) untuk
penyesuaian akurasi posisi
 Hasil proses digitalisasi akan menjadi input data dalam penyusunan
rencana evakuasi dan dilegalisasi dengan dikeluarkannya surat
keputusan dari pemerintah desa/kelurahan
 Peta Evakuasi, TES, TEA dipasang paling tidak di setiap pos kamling,
dan di tempat-tempat keramaian
 informasi utama yang harus jelas terlihat adalah Titik yang
menunjukkan Posisi Pembaca Peta berada
PEMETAAN PARTISIPATIF
ANDA
BERADA
DI SINI
HATUR NUHUN
SALAM TANGGUH

More Related Content

What's hot (20)

Kebijakan Satu Peta Untuk Pembangunan Indonesia
Kebijakan Satu Peta Untuk Pembangunan IndonesiaKebijakan Satu Peta Untuk Pembangunan Indonesia
Kebijakan Satu Peta Untuk Pembangunan Indonesia
Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
septianm
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
oriza steva andra
Laporan Layout Peta Dengan Qgis
Laporan Layout Peta Dengan QgisLaporan Layout Peta Dengan Qgis
Laporan Layout Peta Dengan Qgis
Ivul Varel Fu
Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
Ruang Terbuka Hijau di JakartaRuang Terbuka Hijau di Jakarta
Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
Afifi Rahmadetiassani
Membuat map packages di ArcGIS
Membuat map packages di ArcGISMembuat map packages di ArcGIS
Membuat map packages di ArcGIS
bramantiyo marjuki
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
National Cheng Kung University
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten PemalangRencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Penataan Ruang
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gismodul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
Mohd. Yunus
Photo Mapping
Photo MappingPhoto Mapping
Photo Mapping
Siti Sahati
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasiKoreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
fikrul islamy
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan RuangSurvey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
ushfia
Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang
Partisipasi masyarakat  dalam  penataan ruangPartisipasi masyarakat  dalam  penataan ruang
Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang
Yayasan CAPPA
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kotaPanduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
infosanitasi
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
Struktur ruang
Struktur ruangStruktur ruang
Struktur ruang
Agus Dwi Wicaksono
Sistem pengelolaan persampahan
Sistem pengelolaan persampahanSistem pengelolaan persampahan
Sistem pengelolaan persampahan
Joy Irman
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
oriza steva andra
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistikPemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Catur Purnomo
Pedoman kriteria teknis kawasan budidaya
Pedoman kriteria teknis kawasan budidayaPedoman kriteria teknis kawasan budidaya
Pedoman kriteria teknis kawasan budidaya
infosanitasi
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
SOP PENYELENGGARAAN PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PENGENDALIAN KUALITAS PETA PART...
septianm
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
Export, Import Menggunakan Ms.Excel dan Join Data Attibute pada ArcGis 10.0
oriza steva andra
Laporan Layout Peta Dengan Qgis
Laporan Layout Peta Dengan QgisLaporan Layout Peta Dengan Qgis
Laporan Layout Peta Dengan Qgis
Ivul Varel Fu
Membuat map packages di ArcGIS
Membuat map packages di ArcGISMembuat map packages di ArcGIS
Membuat map packages di ArcGIS
bramantiyo marjuki
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
Croping citra satelit menggunakan global mapper versi 14
National Cheng Kung University
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten PemalangRencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pemalang
Penataan Ruang
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gismodul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
modul pelatihan pengolahan data spasial menggunakan quantum gis
Mohd. Yunus
Photo Mapping
Photo MappingPhoto Mapping
Photo Mapping
Siti Sahati
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasiKoreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
Koreksi geometrik peta (arc gis) registrasi
fikrul islamy
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan RuangSurvey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
Survey dan Pemetaan dalam Penataan Ruang
ushfia
Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang
Partisipasi masyarakat  dalam  penataan ruangPartisipasi masyarakat  dalam  penataan ruang
Partisipasi masyarakat dalam penataan ruang
Yayasan CAPPA
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kotaPanduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
Panduan pelaksanaan peremajaan kawasan permukiman kota
infosanitasi
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Keputusan Kepala BIG No. 27 tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial ...
Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
Sistem pengelolaan persampahan
Sistem pengelolaan persampahanSistem pengelolaan persampahan
Sistem pengelolaan persampahan
Joy Irman
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
ATTRIBUT TABLE pada ARCGIS 10.0
oriza steva andra
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistikPemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Pemetaan tematik sosial ekonomi statistik
Catur Purnomo
Pedoman kriteria teknis kawasan budidaya
Pedoman kriteria teknis kawasan budidayaPedoman kriteria teknis kawasan budidaya
Pedoman kriteria teknis kawasan budidaya
infosanitasi

Similar to PEMETAAN PARTISIPATIF (20)

Kelompok 2 XII IPS A SIG
Kelompok 2 XII IPS A SIGKelompok 2 XII IPS A SIG
Kelompok 2 XII IPS A SIG
hadriannormubaraq
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .pptSistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
MohammadYusufTuloli
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.pptPertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Kennedi Sembiring
B boissiere1902
B boissiere1902B boissiere1902
B boissiere1902
Mapala Santigi
01 introduction gis (pens-its)
01   introduction gis (pens-its)01   introduction gis (pens-its)
01 introduction gis (pens-its)
Syarif Fudin
Komponen sistem informasi geografis
Komponen sistem informasi geografisKomponen sistem informasi geografis
Komponen sistem informasi geografis
Agus Candra
Sig akg
Sig akgSig akg
Sig akg
Nasron Spd
Sistem Informasi Geografi (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG)Sistem Informasi Geografi (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG)
ekan candra
p1.ppt
p1.pptp1.ppt
p1.ppt
PerikananUMM
PROSES SIG
PROSES SIGPROSES SIG
PROSES SIG
Resti Bie
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasisAplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Mahardi Pratomo
Pengantar 1.pptx
Pengantar 1.pptxPengantar 1.pptx
Pengantar 1.pptx
IlhamMataburu1
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografisPPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
zaidaniaufa24
Updating Database Jalan Lingkungan
Updating Database Jalan Lingkungan Updating Database Jalan Lingkungan
Updating Database Jalan Lingkungan
Dany Ramadhan
Data spasial lahan kritis manado
Data spasial lahan kritis manadoData spasial lahan kritis manado
Data spasial lahan kritis manado
Abhy Taridala
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information SystemDasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
IlhamKurniawan281497
01b Pengantar SIG
01b Pengantar SIG01b Pengantar SIG
01b Pengantar SIG
OpenStreetMap Indonesia
SIG kuliah 1
SIG kuliah 1SIG kuliah 1
SIG kuliah 1
haryb
Pengantar_SIG.PPT
Pengantar_SIG.PPTPengantar_SIG.PPT
Pengantar_SIG.PPT
YulliaPuTri
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .pptSistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
Sistem-Informasi-Geografis dalam survey .ppt
MohammadYusufTuloli
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.pptPertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Pertemuan 9. Basis Data Spasial Sistem Informasi Geografis.ppt
Kennedi Sembiring
01 introduction gis (pens-its)
01   introduction gis (pens-its)01   introduction gis (pens-its)
01 introduction gis (pens-its)
Syarif Fudin
Komponen sistem informasi geografis
Komponen sistem informasi geografisKomponen sistem informasi geografis
Komponen sistem informasi geografis
Agus Candra
Sistem Informasi Geografi (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG)Sistem Informasi Geografi (SIG)
Sistem Informasi Geografi (SIG)
ekan candra
PROSES SIG
PROSES SIGPROSES SIG
PROSES SIG
Resti Bie
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasisAplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis berbasis
Mahardi Pratomo
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografisPPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
PPT KOMPONEN DAN PROSES Sistwm informasi geografis
zaidaniaufa24
Updating Database Jalan Lingkungan
Updating Database Jalan Lingkungan Updating Database Jalan Lingkungan
Updating Database Jalan Lingkungan
Dany Ramadhan
Data spasial lahan kritis manado
Data spasial lahan kritis manadoData spasial lahan kritis manado
Data spasial lahan kritis manado
Abhy Taridala
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information SystemDasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
Dasar Dasar Pemetaan dan Geografic Information System
IlhamKurniawan281497
SIG kuliah 1
SIG kuliah 1SIG kuliah 1
SIG kuliah 1
haryb
Pengantar_SIG.PPT
Pengantar_SIG.PPTPengantar_SIG.PPT
Pengantar_SIG.PPT
YulliaPuTri

More from Johanes Wirasto SW -OGENK (14)

MEMBENTUK MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN DESTANA.pdf
MEMBENTUK MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN DESTANA.pdfMEMBENTUK MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN DESTANA.pdf
MEMBENTUK MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN DESTANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
PENGANTAR PENGURANGAN RISIKO BENCANA DAN PERAN RELAWAN.pdf
PENGANTAR PENGURANGAN RISIKO BENCANA DAN PERAN RELAWAN.pdfPENGANTAR PENGURANGAN RISIKO BENCANA DAN PERAN RELAWAN.pdf
PENGANTAR PENGURANGAN RISIKO BENCANA DAN PERAN RELAWAN.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
KESIAPSIAGAAN GERTAN DAN LONGSOR.pdf
KESIAPSIAGAAN GERTAN DAN LONGSOR.pdfKESIAPSIAGAAN GERTAN DAN LONGSOR.pdf
KESIAPSIAGAAN GERTAN DAN LONGSOR.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
IMPLEMENTASI DESTANA DI DESA CIATER.pdf
IMPLEMENTASI DESTANA DI DESA CIATER.pdfIMPLEMENTASI DESTANA DI DESA CIATER.pdf
IMPLEMENTASI DESTANA DI DESA CIATER.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.pdf
PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.pdfPENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.pdf
PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
INSTANSI PEMERINTAH DAERAH TANGGUH BENCANA.pdf
INSTANSI PEMERINTAH DAERAH TANGGUH BENCANA.pdfINSTANSI PEMERINTAH DAERAH TANGGUH BENCANA.pdf
INSTANSI PEMERINTAH DAERAH TANGGUH BENCANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
PENGKAJIAN RISIKO BENCANA PARTISIPATIF.pdf
PENGKAJIAN RISIKO BENCANA PARTISIPATIF.pdfPENGKAJIAN RISIKO BENCANA PARTISIPATIF.pdf
PENGKAJIAN RISIKO BENCANA PARTISIPATIF.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
PROFIL DAN PERAN PEMERINTAH DESA CIATER DALAM PRB.pdf
PROFIL DAN PERAN PEMERINTAH DESA CIATER DALAM PRB.pdfPROFIL DAN PERAN PEMERINTAH DESA CIATER DALAM PRB.pdf
PROFIL DAN PERAN PEMERINTAH DESA CIATER DALAM PRB.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
KAMPUS TANGGUH BENCANA JABAR.pdf
KAMPUS TANGGUH BENCANA JABAR.pdfKAMPUS TANGGUH BENCANA JABAR.pdf
KAMPUS TANGGUH BENCANA JABAR.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
KESIAPSIAGAAN BANJIR.pdf
KESIAPSIAGAAN BANJIR.pdfKESIAPSIAGAAN BANJIR.pdf
KESIAPSIAGAAN BANJIR.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
KESIAPSIAGAAN GEMPABUMI.pdf
KESIAPSIAGAAN GEMPABUMI.pdfKESIAPSIAGAAN GEMPABUMI.pdf
KESIAPSIAGAAN GEMPABUMI.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
DASAR MANAJEMEN BENCANA.pdf
DASAR MANAJEMEN BENCANA.pdfDASAR MANAJEMEN BENCANA.pdf
DASAR MANAJEMEN BENCANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
GAMBARAN UMUM DESTANA.pdf
GAMBARAN UMUM DESTANA.pdfGAMBARAN UMUM DESTANA.pdf
GAMBARAN UMUM DESTANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK
FASILITASI PEMBENTUKAN AWAL DESTANA.pdf
FASILITASI PEMBENTUKAN AWAL DESTANA.pdfFASILITASI PEMBENTUKAN AWAL DESTANA.pdf
FASILITASI PEMBENTUKAN AWAL DESTANA.pdf
Johanes Wirasto SW -OGENK

Recently uploaded (20)

Teladan Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman
Teladan Hidup Panglima Besar Jenderal SoedirmanTeladan Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman
Teladan Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
"Rencana Ekonomi Berjuang" - Tan Malaka (1945)
"Rencana Ekonomi Berjuang" - Tan Malaka (1945)"Rencana Ekonomi Berjuang" - Tan Malaka (1945)
"Rencana Ekonomi Berjuang" - Tan Malaka (1945)
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
Pahlawan Nasional Asal Irian Barat, Frans Kaisiepo
Pahlawan Nasional Asal Irian Barat, Frans KaisiepoPahlawan Nasional Asal Irian Barat, Frans Kaisiepo
Pahlawan Nasional Asal Irian Barat, Frans Kaisiepo
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDSPEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
AsyunMubaraq
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab YohanesSABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdfMateri AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
SABDA
Menuju Republik Indonesia - Tan Malaka.pdf
Menuju Republik Indonesia - Tan Malaka.pdfMenuju Republik Indonesia - Tan Malaka.pdf
Menuju Republik Indonesia - Tan Malaka.pdf
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdfKamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Universitas Negeri Medan
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasiSurat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
RidwanHartono2
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
AsepSaepulrohman4
"Penemuan Kembali Revolusi Kita" - Soekarnp
"Penemuan Kembali Revolusi Kita" - Soekarnp"Penemuan Kembali Revolusi Kita" - Soekarnp
"Penemuan Kembali Revolusi Kita" - Soekarnp
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdfDAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
pamankendari78
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Kelas
bab 3 kls 9 PAI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
bab 3 kls 9 PAI  KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptxbab 3 kls 9 PAI  KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
bab 3 kls 9 PAI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
amel629971
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptxSimulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
djpkhegrm
Minggu 2-2 Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Minggu 2-2  Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdfMinggu 2-2  Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Minggu 2-2 Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Setia Juli Irzal Ismail
"Marhaenisme Adalah Teori Perjuangan" - Soekarno
"Marhaenisme Adalah Teori Perjuangan" - Soekarno"Marhaenisme Adalah Teori Perjuangan" - Soekarno
"Marhaenisme Adalah Teori Perjuangan" - Soekarno
MAJELIS REMBUG SINAU (MARS) PANCASILA
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptxIrsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
keubgpkaltara2025
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptxKHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
imanuelwahyuw
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptxArsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
ssuserc3f7e8
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDSPEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
PEMBATAS DS TPK II DS SUKAPERNA DFSDFFDSFSDS
AsyunMubaraq
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab YohanesSABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA Ministry Learning Center - Bedah Kitab Yohanes
SABDA
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdfMateri AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
Materi AI Talks: AI dan Prompting PA.pdf
SABDA
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdfKamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Kamus Bahasa Indonesia di Lingkungan PGSD .pdf
Universitas Negeri Medan
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasiSurat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
Surat Edaran Koperasi BLN tetntang porogram investasi
RidwanHartono2
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
04. Integral Bidang Kompleks (Universitas Pakuan).pdf
AsepSaepulrohman4
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdfDAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
DAFTAR DISTRIBUSI LOKASI KKL 2025 (13).pdf
pamankendari78
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Kelas
bab 3 kls 9 PAI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
bab 3 kls 9 PAI  KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptxbab 3 kls 9 PAI  KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
bab 3 kls 9 PAI KELAS 9 KURIKULUM MERDEKA.pptx
amel629971
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptxSimulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
Simulasi_Negosiasi_Perkara Mediasi dan Keperdataan6.pptx
djpkhegrm
Minggu 2-2 Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Minggu 2-2  Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdfMinggu 2-2  Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Minggu 2-2 Praktikum Instalasi RouterOS pada Virtualisasi-2.pdf
Setia Juli Irzal Ismail
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptxIrsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
Irsan_Kebijakan Kurikulum Merdeka untuk Mingkatkan Kualitas Pendidikan.pptx
keubgpkaltara2025
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptxKHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
KHOTBAH Melayani Tuhan dengan sikap hati yang benar.pptx
imanuelwahyuw
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptxArsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
Arsitektur dan Organisasi Komputer 2.pptx
ssuserc3f7e8

PEMETAAN PARTISIPATIF

  • 2. Gambaran umum Pemetaan Partisipatif adalah pemetaan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat mengenai tempat/wilayah tinggal mereka Karaktersitik pemetaan partisipatif meliputi : 1. Melibatkan seluruh warga masyarakat 2. Tema, tujuan dan proses pelaksanaan pemetaan ditentukan oleh masyarakat 3. Peta yang dihasilkan bertujuan untuk kepentingan masyarakat 4. Sebagian besar informasi di peta berasal dari pengetahuan lokal 5. Masyarakat menentukan penggunaan peta yang dihasilkan
  • 3. Tujuan Utama Pemanfaatan teknologi SIG (Sisitem Informasi Geografis)/GIS (Geographic Information System) komunitas untuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pengambilan keputusan penambahan data bagi pengguna
  • 5. PENGUMPULAN DATA Data Primer Wawancara warga ke arah mana menyelamatkan diri ketika ada bencana (Jenis bencana sesuai dengan Kajian Risiko Bencana). Data Sekunder 1. Data kebencanaan dan monografi hasil pembaharuan profil desa dan analisa kajian risiko bencana. 2. Data citra penginderaan jauh dari penyedia citra penginderaan jauh secara online seperti Google Earth Pro, bing map. Dll
  • 6. 1. Observasi lapangan (Fasilitator, FPRB dan Tim Relawan) menentukan lokasi yang benar-benar dikenali warga dan batas-batas wilayah RT, dengan perlatan standard navigasi darat (Peta, Kompas, GPS dll) atau aplikasi berbasis android (Avenza Map, UTM Geo Map, GPS Field Area Measure) 2. Hasil observasi dijadikan SKETSA dan dibagikan ke setiap RT, Pelaku usaha swasta sebagai bahan kajian sektoral sesuai domisili wilayahnya untuk dipelajari PENGOLAHAN DATA
  • 7. PETA SKETSA Gambaran bebas (denah) suatu kawasan yang tidak memerlukan pengukuran di lapangan, dan hanya didasari pada perspektif sudut padang Jika dilihat dari atas peta sementara yang biasanya berisi tentang tanda-tanda alam dan titik kenal lainnya, berupa bukit, jalan, jurang, sungai, tugu, bangunan yang dikenal warga dll
  • 9. SKETSA PETA DASAR PETA TEMATIK Tim Perumus, mengumpulkan semua data hasil FGD untuk dikaji dan diolah menjadi satu rumusan awal penetapan Jalur Evakuasi, TES dan TEA Peta Sketsa menjadi input untuk PETA DASAR (Peta Topografi) PETA DASAR diolah secara digital (aplikasi berbasis GIS). Apabila belum/tidak memiliki kapasitas dalam pengolahan peta digital, maka fasilitator mengupayakan bantuan dari komunitas/organisasi lain dari luar wilayah Hasil akhir olahan akan menjadi PETA TEMATIK Jalur Evakuasi, TES dan TEA Desa/Kelurahan
  • 10. PETA DASAR Memperlihatkan pentunjuk atau ciri-ciri yang bisa dijadikan acuan, (sungai, jalan, bukit) sebagai kerangka pembuatan peta tematik. Peta dasar yang paling umum dan paling berguna adalah peta topografi dimana pada peta topografi akan dengan jelas digambarkan bentuk lahan, lembah, gunung, punggung bukit, kemiringan, dll Pembuatan peta dasar memerlukan pengukuran di lapangan dengan menggunakan peralatan yang bisa mengukur arah, dan jarak.
  • 11. SKETSA PETA DASAR PETA TEMATIK
  • 15. TINDAK LANJUT Peta Tematik Jalur Evakuasi, TES dan TEA hasil musyarah FPRB, diolah kembali dengan proses digital (aplikasi dan sofware berbasis GIS) untuk penyesuaian akurasi posisi Hasil proses digitalisasi akan menjadi input data dalam penyusunan rencana evakuasi dan dilegalisasi dengan dikeluarkannya surat keputusan dari pemerintah desa/kelurahan Peta Evakuasi, TES, TEA dipasang paling tidak di setiap pos kamling, dan di tempat-tempat keramaian informasi utama yang harus jelas terlihat adalah Titik yang menunjukkan Posisi Pembaca Peta berada