Model pemrograman linier digunakan untuk mengalokasikan sumber daya terbatas agar mencapai tujuan maksimum atau minimum. Contoh soal membahas perusahaan yang memproduksi dua produk dengan keterbatasan sumber daya dan tujuan memaksimalkan keuntungan. Formulasi modelnya meliputi variabel keputusan, fungsi tujuan, dan sistem kendala sumber daya dan permintaan.
Dokumen tersebut membahas tentang pemrograman linear dan beberapa contoh soalnya. Pemrograman linear digunakan untuk menyelesaikan masalah optimalisasi dengan sumber daya terbatas, dan memberikan satu solusi optimal. Beberapa contoh soal memberikan formulasi masalah produksi barang dengan keterbatasan sumber daya untuk memaksimalkan keuntungan.
Teks tersebut membahas tentang linier programming, yang merupakan metode kuantitatif untuk pembuatan keputusan. Linier programming dikembangkan oleh George Dantzig untuk memecahkan masalah logistik militer selama Perang Dunia II. Teks tersebut juga menjelaskan sejarah, karakteristik, model, asumsi, dan bentuk-bentuk model linier programming.
Dokumen tersebut membahas tentang program linier yang merupakan salah satu teknik penyelesaian riset operasi untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan fungsi tujuan dan kendala yang linier. Dibahas pula definisi, bentuk standar, formulasi, dan penyelesaian program linier menggunakan metode grafik dan matriks beserta contoh soalnya."
Modul 1 membahas pendahuluan operations research dan perencanaan penugasan beberapa karyawan pada beberapa tugas. Topik utama meliputi penjelasan kegunaan operations research untuk pengambilan keputusan dan alokasi karyawan pada pekerjaan berbeda dengan biaya minimal atau hasil maksimal. Metode Hungarian Algorithm digunakan untuk menentukan alokasi optimal berdasarkan tujuan minimasi biaya atau maksimasi keuntungan.
Dokumen tersebut berisi materi pelajaran Riset Operasi yang mencakup pengertian riset operasi, program linear metode grafik dan contoh soal. Topik utama yang disajikan adalah program linear untuk menyelesaikan masalah maksimisasi dan minimisasi menggunakan metode grafik.
Bahan kuliah ini membahas tentang teknik riset operasi yang mencakup pendahuluan riset operasi, program linear menggunakan metode grafik dan simplek, dualitas dan analisis sensitivitas, persoalan penugasan, transportasi, dan jaringan. Juga dibahas contoh soal dan penyelesaiannya menggunakan teknik riset operasi."
Linear programming digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi dengan memaksimalkan atau meminimalkan fungsi tujuan yang bergantung pada variabel input. Terdapat dua hal penting yaitu fungsi tujuan dan fungsi kendala. Contoh kasus mencari kombinasi produksi dua jenis produk PT LAQUNA TEKSTIL untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan kendala sumber daya terbatas. Dengan menentukan variabel keputusan, fungsi tujuan, dan
Lembar soal berisi soal-soal tentang sistem pertidaksamaan linier, grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan, menentukan model matematika dari soal cerita, dan menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linier. Soal-soal tersebut mencakup konsep-konsep dasar sistem pertidaksamaan linier, grafik, dan pemodelan matematika.
Dokumen tersebut membahas tentang penerapan matriks dalam ekonomi, khususnya model input-output. Materi yang disampaikan meliputi penjelasan tentang matriks transaksi, analisis model input-output Leontif, model terbuka, dan model tertutup. Perkuliahan ini bertujuan agar mahasiswa memahami konsep-konsep tersebut dan dapat menghitung output total serta nilai tambah untuk masing-masing sektor berdasarkan perubahan permintaan akhir.
Model matematika dalam bentuk sistem pertidaksamaan digunakan untuk mengubah soal verbal menjadi representasi numerik. Contoh soal membahas agen sepeda yang membeli sepeda biasa dan federal dengan harga dan keuntungan tertentu dengan modal tertentu. Modelnya dibentuk menjadi sistem 4 pertidaksamaan yang mewakili kendala-kendala persediaan, modal, dan non-negativitas variabel.
Program linear adalah metode untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan kendala linear. Metode ini menggunakan titik pojok dan garis selidik untuk menentukan nilai optimum melalui substitusi koordinat titik pojok dan garis selidik pada fungsi objektif.
Dokumen tersebut membahas tentang linear programming, termasuk pengertian, contoh masalah, perumusan model, dan metode penyelesaian secara grafis dan matematis menggunakan metode simpleks. Diberikan dua contoh soal untuk mendemonstrasikan proses perumusan model linear programming dan penyelesaiannya.
Modul 1 membahas pendahuluan operations research dan perencanaan penugasan beberapa karyawan pada beberapa tugas. Topik utama meliputi penjelasan kegunaan operations research untuk pengambilan keputusan dan alokasi karyawan pada pekerjaan berbeda dengan biaya minimal atau hasil maksimal. Metode Hungarian Algorithm digunakan untuk menentukan alokasi optimal berdasarkan tujuan minimasi biaya atau maksimasi keuntungan.
Dokumen tersebut berisi materi pelajaran Riset Operasi yang mencakup pengertian riset operasi, program linear metode grafik dan contoh soal. Topik utama yang disajikan adalah program linear untuk menyelesaikan masalah maksimisasi dan minimisasi menggunakan metode grafik.
Bahan kuliah ini membahas tentang teknik riset operasi yang mencakup pendahuluan riset operasi, program linear menggunakan metode grafik dan simplek, dualitas dan analisis sensitivitas, persoalan penugasan, transportasi, dan jaringan. Juga dibahas contoh soal dan penyelesaiannya menggunakan teknik riset operasi."
Linear programming digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi dengan memaksimalkan atau meminimalkan fungsi tujuan yang bergantung pada variabel input. Terdapat dua hal penting yaitu fungsi tujuan dan fungsi kendala. Contoh kasus mencari kombinasi produksi dua jenis produk PT LAQUNA TEKSTIL untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan kendala sumber daya terbatas. Dengan menentukan variabel keputusan, fungsi tujuan, dan
Lembar soal berisi soal-soal tentang sistem pertidaksamaan linier, grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan, menentukan model matematika dari soal cerita, dan menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linier. Soal-soal tersebut mencakup konsep-konsep dasar sistem pertidaksamaan linier, grafik, dan pemodelan matematika.
Dokumen tersebut membahas tentang penerapan matriks dalam ekonomi, khususnya model input-output. Materi yang disampaikan meliputi penjelasan tentang matriks transaksi, analisis model input-output Leontif, model terbuka, dan model tertutup. Perkuliahan ini bertujuan agar mahasiswa memahami konsep-konsep tersebut dan dapat menghitung output total serta nilai tambah untuk masing-masing sektor berdasarkan perubahan permintaan akhir.
Model matematika dalam bentuk sistem pertidaksamaan digunakan untuk mengubah soal verbal menjadi representasi numerik. Contoh soal membahas agen sepeda yang membeli sepeda biasa dan federal dengan harga dan keuntungan tertentu dengan modal tertentu. Modelnya dibentuk menjadi sistem 4 pertidaksamaan yang mewakili kendala-kendala persediaan, modal, dan non-negativitas variabel.
Program linear adalah metode untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan kendala linear. Metode ini menggunakan titik pojok dan garis selidik untuk menentukan nilai optimum melalui substitusi koordinat titik pojok dan garis selidik pada fungsi objektif.
Dokumen tersebut membahas tentang linear programming, termasuk pengertian, contoh masalah, perumusan model, dan metode penyelesaian secara grafis dan matematis menggunakan metode simpleks. Diberikan dua contoh soal untuk mendemonstrasikan proses perumusan model linear programming dan penyelesaiannya.
Program linier adalah teknik penyelesaian masalah optimasi yang hanya melibatkan fungsi linier. Terdapat tiga metode penyelesaian yaitu grafik, aljabar, dan simpleks. Metode grafik mewakili masalah dalam bentuk grafik dan mencari titik optimum. Metode aljabar mengubah masalah ke bentuk persamaan dan ditentukan titik optimumnya. [/ringkasan]"
Dokumen tersebut membahas model linear programming yang mencakup pengertian, contoh masalah, perumusan model, dan metode penyelesaian secara grafik dan matematis."
Dokumen tersebut membahas tentang integer programming (pemrograman bilangan bulat) dan menggunakan contoh soal produksi mie kering untuk mendemonstrasikan penyelesaian masalah pemrograman linier dengan variabel yang harus bernilai bulat menggunakan metode branch and bound. Metode ini melibatkan pembagian masalah menjadi cabang-cabang untuk mendapatkan solusi optimal yang memenuhi persyaratan bilangan bulat.
Dokumen tersebut membahas tentang pembelajaran program linear dua variabel di SMAN 1 Terara, meliputi:
1) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian siswa dalam memahami program linear dua variabel
2) Contoh-contoh soal pertidaksamaan dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel beserta penyelesaiannya
3) Membentuk model matematika dari masalah-masalah program linear dua variabel berdasarkan kendala dan fungsi tujuan yang
Penjelasan Koperasi dan Bank Syari'ah.pptxdesignfaceart
油
Koperasi dan bank syari'ah memiliki ketentuan dan hal-hal yang oerlu dipahami terutama dalam pandangan Islam agar segala bentuk transaksi menjadi hal yang mengundang keberkahan.
23032020_Pertemuan 5.2 Teknik FramepowerpointDimsART
油
Frames semantic net dilengkapi dengan properties
Suatu Frame menggambarkan entitas sebagai set dari attribute dan nilai yang bersesuaian
Suatu frame dapat berelasi dengan frame yang lainnya
3 Komponen utama dari Frame, yaitu :
Nama frame
Atribut (slots)
Values (fillers : list of values, range, string, etc)
Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan Hijau.pptrumiarti
油
Proses fotosintesis merupakan salah satu contoh proses anabolisme yang terjadi pada tumbuhan berklorofil. Proses ini penting bagi tumbuhan karena dari proses ini akan dihasilkan makanan
PPT KEL PEDESAAN d d d d d d d d d d d d dram44rya
油
bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg bdsbajdasjod sidasdasd d d d d d d d d d d d d d d d iu auodiasg
1. iii
DAFTAR ISI
JUDUL.......................................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR ...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I PENDHULUAN.............................................................................................................1
1.1. Latar Belakang................................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................................2
1.3. Tujuan Pembahasan ........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................3
2.1 Optimasi dalam Program Linear......................................................................................3
2.1.1 Metode Grafik...........................................................................................................3
2.1.2 Metode Simplek........................................................................................................5
2.2 Penyelesaian analitis dengan kendala pertidaksamaan....................................................6
BAB III PENUTUP .................................................................................................................10
3.1 KESIMPULAN..............................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................11
2. 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Optimalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah tertinggi, paling baik,
sempurna, terbaik, paling menguntungkan, Mengoptimalkan berarti menjadikan sempurna,
menjadikan paling tinggi, menjadikan maksimal, Optimalisasi berarti pengoptimalan.
Optimalisasi adalah proses pencarian solusi yang terbaik, tidak selalu keuntungan yang paling
tinggi yang bisa dicapai jika tujuan pengoptimalan adalah memaksimumkan keuntungan, atau
tidak selalu biaya yang paling kecil yang bisa ditekan jika tujuan pengoptimalan adalah
meminimumkan biaya. Ada tiga elemen permasalahan optimalisasi yang harus diidentifikasi,
yaitu :
1. Tujuan
Tujuan bisa berbentuk maksimisasi atau minimisasi. Bentuk maksimisasi digunakan jika tujuan
pengoptimalan berhubungan dengan keuntungan, penerimaan, dan sejenisnya. Bentuk
minimisasi akan dipilih jika tujuan pengoptimalan berhubungan dengan biaya, waktu, jarak,
dan sejenisnya. Penentuan tujuan harus memperhatikan apa yang diminimumkan atau
maksimumkan.
2. Alternatif Keputusan
Pengambilan keputusan dihadapkan pada beberapa pilihan untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan. Alternatif keputusan yang tersedia tentunya alternatif yang menggunakan
sumberdaya terbatas yang dimiliki pengambil keputusan. Alternatif keputusan merupakan
aktivitas atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
3. Sumberdaya yang Dibatasi
Sumberdaya merupakan pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan. Ketersediaan sumberdaya ini terbatas. Keterlibatan ini yang mengakibatkan
dibutuhkanya proses optimalisasi.
Dalam proses produksi untuk mencapai optimalisasi banyak hal yang harus diperhatikan
terutama dalam menyusun rencana produksi ini akan menjadi landasan dalam melakukan
produksi. Optimalisasi proses produksi merupakan cara untuk memaksimalkan hasil produksi
(output). Optimalisasi produksi dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas, sehingga
3. 2
tingkat efisiensi akan menjadi tinggi, dan berdampak pada produk yang dihasilkan akan
menjadi tinggi dan berdampak pada produk yang dihasilkan akan menjadi tinggi sehingga
rencana produksi atau target produksi dapat dicapai dengan tepat. Optimalisasi adalah usaha
memaksimalkan kegiatan sehingga mewujudkan keuntungan yang diinginkan atau dikehendaki
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana optimasi dalam program linear?
2. Bagaimana persoalan optimasi dengan kendala pertidaksamaan?
1.3. Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembuatan makalah :
1. Untuk mengetahui optimasi dalam program linear.
2. Untuk mengetahui bagaimana proses penyelesaian dalam kendala pertidaksamaan.
4. 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Optimasi dalam Program Linear
Program Linier/Linear Programming Salah satu teknik optimasi yang banyak berkaitan
dengan penggunaan sumber daya yang asal mulanya dikembangkan oleh George Dantzig pada
tahun 1947 dengan menggunakan suatu teknik yg disebut metode simplex (simplex method).
Adapun persamaan dalam program linier yaitu :
Fungsi Tujuan (maksimum atau minimum) = menunjukkan tujuan yg ingin dicapai
Persamaan Kendala (constraints) = menunjukkan kondisi keterbatasan yang ada
Didalam program linear mempunyai 2 metode yang disebut metode Grafik dan Metode
Simplex.
2.1.1 Metode Grafik
Metode grafik biasanya digunakan untuk memecahkan masalah program linier dengan dua
peubah, untuk tiga peubah sebenarnya masih dapat diterapkan, tetapi sedikit rumit karena harus
menggunakan grafik tiga dimensi yang sering sulit untuk diikuti dengan jelas.
Sebagai contoh dalam suatu industri menggunakan metode grafik.
Persoalan
Sebuah industri menghasilkan suatu jenis produk dengan 2 mutu, yaitu mutu A dan mutu B.
Untuk menghasilkan produk dengan 2 mutu tersebut digunakan 3 buah mesin, dengan
perlakuan yg berbeda pada tiap mesin, yaitu dalam hal lamanya proses pada setiap mesin
seperti pada tabel berikut :
Lama Proses Pada Setiap Mesin
Waktu Proses (Menit)
Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3
Mutu A 40 24 20
Mutu B 30 32 24
Setiap mesin hanya dapat digunakan tidak lebih dr 8 jam per hari. Keuntungan yg diperoleh
dari tiap produk adalah Rp 5 untuk produk dengan mutu A, dan Rp 8 untuk produk dengan
mutu B. Berapa jumlah produk A dan B yang optimal ?
5. 4
Penyelesaian
Peubah yang belum diketahui dan akan dicari adalah jumlah produk ( P ) dengan mutu A dan
B setiap harinya.
Fungsi Tujuan :
Maksimumkan P = 5A +8B
Kendala :
Kondisi Pembatas => Jam Kerja mesin 8 jam per hari (480 menit/hari)
40A + 30B 480 (Kendala Mesin 1)
24A + 32B 480 (Kendala Mesin 2)
20A + 24B 480 (Kendala Mesin 3)
Bentuk Persamaan Selengkapnya
Maksimumkan P = 5A + 8B
Kendala 40A + 30B 480 (Kendala Mesin 1)
24A + 32B 480 (Kendala Mesin 2)
20A + 24B 480 (Kendala Mesin 3)
A 0
B 0
Alternatif Penyelesaian
1. Hanya memproduksi mutu A
2. Hanya memproduksi mutu B
3. Memproduksi Mutu A dan B
Alternatif 1
Mesin 1 : 40A 480, atau B 16
Mesin 2 : 24A 480, atau B 15
Mesin 3 : 20A 480, atau B 20
Keuntungan yang diperoleh = 12 X Rp 5 = 60 / hari
Alternatif 2
Mesin 1 : 30B 480, atau B 16
Mesin 2 : 32B 480, atau B 15
Mesin 3 : 24B 480, atau B 20
Keuntungan yang diperoleh = 12 X Rp 5 = 60 / hari
Jika hanya A saja yang
diproduksi, maka tidak
boleh lebih dari 12
Jika hanya A saja yang
diproduksi, maka tidak
boleh lebih dari 12
6. 5
Alternatif 3
Semua persamaan kendala yang ada digambarkan di dalam suatu graik yang sama.
Beberapa kombinasi prdouksi mutu A dan B
A B Keuntungan ( Rp )
12 0 60
0 15 120
1.714 13.714 118.282
Memproduksi mutu B saja akan memberikan keuntungan paling maksimal.
Titik kombinasi A = 1,714 dan B = 13,714 diperoleh dari titik potong antara persamaan
kendala mesin 1 dan 2. Apabila perusahaan akan memproduksi dalam 2 mutu, maka
kombinasi tersebut merupakan kombinasi terbaik, tetapi bukan yang paling
menguntungkan.
2.1.2 Metode Simplek
Metode Simplek untuk memecahkan masalah umum program linier. Metode simplek adalah
suatu prosedur aljabar, yang melalui serangkaian operasi yang berulang, Metode simplek
dapat memecahkan suatu masalah yang terdiri dari tiga peubah atau lebih.
7. 6
-1
3
X1
X2
1
1
X1 X2
+ = 1
2
-4
-4
g
g
f
f(X*)
X*
X
-1
3
X1
X2
1
1
X1 X2
+ = 1
2
g
f
X
f
g
X*
Adapun gambaran langkah - langkah penyelesaian dalam menggunakan metode ini berikut
langkahnya :
1. Merumuskan masalah dalam bentuk persamaan
2. Menyusun peubah slack
3. Menentukan kolom peubah pengganti
4. Menentukan peubah yang diganti
5. Menghitung nilai baris baru
6. Mengganti nilai baris lainnya.
2.2 Penyelesaian analitis dengan kendala pertidaksamaan
Bagaimana menyelesaikan permasalahan optimasi dengan kendala pertidaksamaan
menggunakan pendekatan analitis. Metode yang biasa disebut dengan metode Kuhn Tucker.
Suatu permasalahan optimasi dengan kendala persamaan memiliki model matematika
sebagai berikut :
Min f(x)
st gi(x) 0, i = 1,2,3, ..
st singkatan dari Subject To (dengan syarat) kendala
Contoh
1. Min 6
8
6
4
2
3 2
1
2
1
2
2
2
1 +
+
+ X
X
X
X
X
X j
St 1
2
1
+ X
X 1
)
( 2
1
+
= X
X
x
g
2. Min 6
8
6
4
2
3 2
1
2
1
2
2
2
1 +
+
+ X
X
X
X
X
X
St 1
2
1
+ X
X 1
)
( 2
1 +
= X
X
x
g
Secara geometris, contoh 1 dan 2 dapat direpresentasikan secara grafis sebagai berikut
(1) (2)
8. 7
Untuk menyelesaikan permasalahan optimasi dengan kendala pertidaksamaan, semua
kendala pertidaksamaan harus diubah menjadi persamaan. Untuk merubah sebuah
pertidaksamaan menjadi sebuah persamaan perhatikan contoh berikut ini.
x 3
3 =
+
s
x
dimana s 0
, s menyatakan kurangnya X dari 3. S disebut Slack. Karena 2
0 a
S
S =
.
Sehingga dengan menambahkan slack, maka model matematika dengan kendala
pertidaksamaan berubah menjadi berikut ini.
Min f(x) min f(x)
St 0
)
(
x
g st g(x) + a2
= 0
Dengan menggunakan fungsi Lagrange, fungsi tujuan f(x) dan fungsi kendala g(x) + a2
=0 dapat
dijadikan satu dalam fungsi Lagrange.
Definisikan :
2
)
(
)
(
)
,
,
( a
x
g
x
f
a
x
L +
+
=
Sehingga model matematikanya berubah menjadi model matematika tanpa kendala seperti
berikut
min L(x, , a)
Syarat perlu keoptimalan : ,
0
=
X
L
0
=
L
, 0
=
a
L
(1) 0
)
(
)
( =
+
x
g
x
f
(2) 0
)
(
0
)
( 2
=
+ x
g
a
x
g
(3) 0
)
(
0
))
(
(
2
0
2
0
2 2
=
=
=
= x
g
x
g
a
a
(4) 0
Jika model matematika terdiri dari banyak kendala,
min f(x)
st 0
)
(
x
gi i : 1,2,3 .,n
Maka fungsi Langrange-nya menjadi
( )
2
1
)
(
)
(
)
,
,
( ai
x
gi
i
x
f
a
x
L
n
i
+
+
=
=
Slack
9. 8
Sehingga syarat perlu keoptimalannya adalah sebagai berikut
(1) 0
)
(
)
( =
+
x
gi
i
x
f
(2) 0
)
(
x
gi
(3) 0
)
( =
x
igi
(4) 0
i
Contoh
Selesaikan model matematia berikut ini dengan pendekatan analitis
Min 6
8
6
4
2
3 2
1
2
1
2
2
2
1 +
+
+ X
X
X
X
X
X
St 1
2
1
+ X
X
Penyelesaian :
Syarat perlu keoptimalan :
(1) 0
1
1
8
4
4
6
4
6
2
1
2
1
=
+
+
+
X
X
X
X
0
6
4
6 2
1 =
+
+
X
X
0
8
4
4 2
1 =
+
+
X
X
(2) 0
1
2
1
+ X
X
(3) ( ) 0
1
2
1 =
+ X
X
(4) 0
kemungkinan 1 : 0
=
(1) 0
6
4
6 2
1 =
+ X
X X1 = -1
0
8
4
4 2
1 =
+ X
X X2 = 3
(2) X1 + X2 - 1 = -1 + 3 -1 = 1 0 (t.m)
10. 9
kemungkinan 2 : 0
(3) ( )
=
+ 0
1
2
1 X
X
0
1
2
1 =
+ X
X
(1) 0
6
4
6 2
1 =
+
+
X
X X2 = 2
0
8
4
4 2
1 =
+
+
X
X X1 = -1
- 4 + 8 - 8 + = 0 0
4
=
(memenuhi)
jadi
=
2
1
*
x dengan 4
=
Syarat cukup keoptimalannya : Bila f(x) adalah Konvex dan gi(x)untuk 0
adalah
Konvex maka x* yang memenuhi syarat-syarat perlu adalah penyelesaian dari persoalan
tersebut.
11. 10
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Konsep Optimasi bisa dikatakan mencari solusi dengan cara terbaik, menggunakan
metode metode optimasi tersebut. dengan melakukan setiap persoalan dijawab menggunakan
sistem matematik. Optimasi biasa dipergunakan oleh sebagaian perusahaan, institut bahkan
negara sekalipun yang bertujuan untuk mencari keuntungan dengan segala keterbatasan yang
dihadapi. Segala sesuatu permasalahan yang terjadi didalam menggunakan optimasi akan
selalu dihadapkan dengan keterbatasan yang dituntut untuk memaksimalkan hasil yang bisa
diperoleh. Setiap permasalahan menggunakan optimasi harus melalui tahapan tahapan yang
bergantung kepada teknik yang akan diambil, jika persyaratan tidak memenuhi maka optimasi
tidak dapat dilakukan biasanya persyaratan yang diperlukan dalam konsep optimasi adalah :
Menentukan tujuan masalah, Modal keterbatasan, dan hasil yang ingin diharapkan.
12. 11
DAFTAR PUSTAKA
1 Tim Prima Pena, Kamus Besar Bahasa Indonesia,( Gita Media Press, 2015) . h. 562 2
Hotniar Siringoringo, Pemograman Linear: Seri Teknik Riset Operasi, (Yogyakarta: Graha
Ilmu,2005). h.4
Wikipedia.( 1 September 2018) Optimasi, Dikunjungi 15 Desember 2020
https://id.wikipedia.org/wiki/Optimasi#:~:text=Optimasi%20adalah%20suatu%20proses%20
untuk,dan%20membuat%20sesusatu%20secara%20optimal.
Nisa Dwi Angresti, Arif Djunaidy, Ahmad Muklason.( June 2019) Hyper-heuristik untuk
Penyelesaian Masalah Optimasi Lintas Domain dengan Seleksi Heuristik berdasarkan
Variable Neighborhood Search, Dikunjungi 13 Desember 2020
https://www.researchgate.net/publication/337687309_Hyper-
heuristik_untuk_Penyelesaian_Masalah_Optimasi_Lintas_Domain_dengan_Seleksi_Heuristi
k_berdasarkan_Variable_Neighborhood_Search