Tiga poin utama dokumen ini adalah:
1. Membahas subnetting dan supernetting untuk mengelompokkan alamat IP dan menghemat penggunaan alamat.
2. Menghitung subnet dan host dengan menggunakan operasi bitwise dan netmask.
3. Classless Inter-Domain Routing (CIDR) memperkenalkan sistem blok alamat fleksibel untuk mengalokasikan ruang alamat secara lebih efisien.
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting dan pengalokasian IP address. Secara singkat, subnetting melibatkan pembagian alamat IP kelas A, B, atau C menjadi subnet lebih kecil untuk tujuan manajemen jaringan dan pembagian sumber daya. Proses ini melibatkan penentuan subnet mask, jumlah host dan alamat broadcast.
IP address merupakan alamat logik yang digunakan untuk mengenalpasti setiap host dalam rangkaian komputer atau Internet. Ia terdiri daripada empat oktet yang dipisahkan titik dan terdapat dalam format dotted decimal. Terdapat pelbagai jenis alamat IP seperti alamat persendirian dan awam."
Dokumen menjelaskan tentang subnetting pada alamat IP kelas C dengan mengorbankan sebagian bit host ID untuk membuat network ID tambahan, termasuk cara menghitung jumlah subnet, netmask, dan range alamat setiap subnet.
Pembahasan Solusi Subnetting Lab 17.8.1 Packet Tracer - Design and Build a Sm...I Putu Hariyadi
Ìý
Dokumen ini memberikan solusi untuk membangun jaringan kecil fisik dengan dua segmen yang terhubung oleh satu router. Jaringan ini menggunakan skema pengalamatan IPv4 dengan subnetting untuk membagi jaringan menjadi dua subnet yang masing-masing dialokasikan untuk setiap segmen. Dokumen ini juga menjelaskan konektivitas antar perangkat dan alokasi alamat IP untuk setiap perangkat berdasarkan skema subnetting yang dihitung.
Laporan praktikum ini membahas tentang instalasi dan jaringan komputer serta subnetting. Praktikum ini bertujuan untuk memahami fungsi protokol jaringan, pengalamatan IP, pengaturan subnet mask, dan fungsi subnetting. Peserta melakukan konfigurasi IP address dan subnet mask pada beberapa komputer yang terhubung ke switch untuk membentuk jaringan lokal. Dilakukan pengujian koneksi antar komputer dengan menggunakan perintah ping dengan mengubah nilai
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting, yaitu proses membagi satu alamat IP menjadi beberapa subnet untuk memperbanyak jumlah network ID. Dibahas pula cara menentukan subnet mask, contoh pembagian subnet, dan alternatif penyelesaian subnetting."
Dokumen tersebut membahas tentang pengalamatan jaringan pada tiga lapisan, yaitu:
1) Alamat fisik (MAC address) yang unik pada setiap kartu jaringan
2) Alamat IP yang mengidentifikasi setiap host di jaringan
3) Teknik subnetting dan masking untuk membagi jaringan besar menjadi subnet lebih kecil untuk memudahkan manajemen
IP Address, Subnetting, Routing Makalah jarkombalahong
Ìý
Dokumen tersebut membahas tentang IP address, format penulisan IP address, pembagian kelas IP address, address khusus, aturan pemilihan network ID dan host ID, subnetting, dan router. Secara ringkas, IP address digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat di internet dan terdiri dari empat oktet yang dipisahkan titik. Ada lima kelas IP address yang berbeda berdasarkan jumlah bit untuk network ID dan host ID.
1. Dokumen menjelaskan tentang subnetting pada IP address. Teknik ini digunakan untuk membagi network ID menjadi beberapa subnet guna memperbanyak jumlah alamat IP yang tersedia.
Dokumen tersebut menjelaskan cara melakukan subnetting pada alamat IP kelas C dan kelas B dengan mengorbankan bit tertentu pada host ID untuk membentuk ID jaringan baru. Metode ini digunakan untuk membagi jaringan menjadi beberapa subnet. Contoh yang diberikan mendemonstrasikan proses konversi antara sistem biner dan desimal selama penentuan rentang alamat dan mask subnet.
Universitas Komputer Indonesia - Sistem Komputer (S1)
Tugas Jaringan Komputer
Kelompok 5
Feni Melati (10216039)
Futry Diviana Agnia (10216045)
Deni Himawan (10216042)
M Aditya Fathur R (10216044)
Rizal Yonansyah (10216050)
Modul ini membahas subnetting dan pengaturan IP pada jaringan lokal. Tujuannya adalah memahami format alamat IP versi 4, subnetting classful dan classless, serta mengkonfigurasi IP pada jaringan lokal. Subnetting dilakukan untuk mengurangi lalu lintas jaringan, meningkatkan kinerja, dan menghemat alamat IP. CIDR dan VLSM merupakan metode subnetting classless yang memberikan fleksibilitas dalam pembagian alamat IP.
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting pada jaringan klas C. Secara khusus dijelaskan bagaimana membagi satu ruang alamat klas C menjadi beberapa subnet dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.224, sehingga didapatkan 6 subnet dengan masing-masing memiliki 30 host. Contoh alamat subnet dan host serta broadcast juga dijelaskan.
Dokumen ini membahas konsep dasar komunikasi data meliputi line configuration, topologi jaringan, jenis transmisi, kategori jaringan, dan internetworking. Topik utama yang dijelaskan adalah berbagai jenis topologi jaringan seperti mesh, bintang, pohon, bus dan cincin serta mode transmisi seperti simplex, half-duplex dan full-duplex.
Pembahasan Solusi Subnetting Lab 17.8.1 Packet Tracer - Design and Build a Sm...I Putu Hariyadi
Ìý
Dokumen ini memberikan solusi untuk membangun jaringan kecil fisik dengan dua segmen yang terhubung oleh satu router. Jaringan ini menggunakan skema pengalamatan IPv4 dengan subnetting untuk membagi jaringan menjadi dua subnet yang masing-masing dialokasikan untuk setiap segmen. Dokumen ini juga menjelaskan konektivitas antar perangkat dan alokasi alamat IP untuk setiap perangkat berdasarkan skema subnetting yang dihitung.
Laporan praktikum ini membahas tentang instalasi dan jaringan komputer serta subnetting. Praktikum ini bertujuan untuk memahami fungsi protokol jaringan, pengalamatan IP, pengaturan subnet mask, dan fungsi subnetting. Peserta melakukan konfigurasi IP address dan subnet mask pada beberapa komputer yang terhubung ke switch untuk membentuk jaringan lokal. Dilakukan pengujian koneksi antar komputer dengan menggunakan perintah ping dengan mengubah nilai
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting, yaitu proses membagi satu alamat IP menjadi beberapa subnet untuk memperbanyak jumlah network ID. Dibahas pula cara menentukan subnet mask, contoh pembagian subnet, dan alternatif penyelesaian subnetting."
Dokumen tersebut membahas tentang pengalamatan jaringan pada tiga lapisan, yaitu:
1) Alamat fisik (MAC address) yang unik pada setiap kartu jaringan
2) Alamat IP yang mengidentifikasi setiap host di jaringan
3) Teknik subnetting dan masking untuk membagi jaringan besar menjadi subnet lebih kecil untuk memudahkan manajemen
IP Address, Subnetting, Routing Makalah jarkombalahong
Ìý
Dokumen tersebut membahas tentang IP address, format penulisan IP address, pembagian kelas IP address, address khusus, aturan pemilihan network ID dan host ID, subnetting, dan router. Secara ringkas, IP address digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat di internet dan terdiri dari empat oktet yang dipisahkan titik. Ada lima kelas IP address yang berbeda berdasarkan jumlah bit untuk network ID dan host ID.
1. Dokumen menjelaskan tentang subnetting pada IP address. Teknik ini digunakan untuk membagi network ID menjadi beberapa subnet guna memperbanyak jumlah alamat IP yang tersedia.
Dokumen tersebut menjelaskan cara melakukan subnetting pada alamat IP kelas C dan kelas B dengan mengorbankan bit tertentu pada host ID untuk membentuk ID jaringan baru. Metode ini digunakan untuk membagi jaringan menjadi beberapa subnet. Contoh yang diberikan mendemonstrasikan proses konversi antara sistem biner dan desimal selama penentuan rentang alamat dan mask subnet.
Universitas Komputer Indonesia - Sistem Komputer (S1)
Tugas Jaringan Komputer
Kelompok 5
Feni Melati (10216039)
Futry Diviana Agnia (10216045)
Deni Himawan (10216042)
M Aditya Fathur R (10216044)
Rizal Yonansyah (10216050)
Modul ini membahas subnetting dan pengaturan IP pada jaringan lokal. Tujuannya adalah memahami format alamat IP versi 4, subnetting classful dan classless, serta mengkonfigurasi IP pada jaringan lokal. Subnetting dilakukan untuk mengurangi lalu lintas jaringan, meningkatkan kinerja, dan menghemat alamat IP. CIDR dan VLSM merupakan metode subnetting classless yang memberikan fleksibilitas dalam pembagian alamat IP.
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting pada jaringan klas C. Secara khusus dijelaskan bagaimana membagi satu ruang alamat klas C menjadi beberapa subnet dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.224, sehingga didapatkan 6 subnet dengan masing-masing memiliki 30 host. Contoh alamat subnet dan host serta broadcast juga dijelaskan.
Dokumen ini membahas konsep dasar komunikasi data meliputi line configuration, topologi jaringan, jenis transmisi, kategori jaringan, dan internetworking. Topik utama yang dijelaskan adalah berbagai jenis topologi jaringan seperti mesh, bintang, pohon, bus dan cincin serta mode transmisi seperti simplex, half-duplex dan full-duplex.
Dokumen tersebut merangkum kontrak perkuliahan mata kuliah Perangkat Keras (Hardware). Mata kuliah ini akan berlangsung selama 16 pertemuan dengan 1 kali UAS dan UTS. Mahasiswa diwajibkan hadir minimal 75% dan akan dievaluasi berdasarkan sikap selama perkuliahannya, bukan hanya hasil ujian. Dokumen tersebut juga menjelaskan tata tertib kelas yang harus dipatuhi mahasiswa.
Proses adalah program yang sedang berjalan. Proses meliputi kode program, status saat ini, dan informasi lainnya seperti nilai register prosesor. Suatu proses diwakili oleh Process Control Block yang berisi informasi tentang proses tersebut seperti status, register CPU, dan informasi manajemen memori dan I/O. Sistem operasi modern mendukung eksekusi multithread dimana satu proses dapat melakukan beberapa tugas sekaligus.
Dokumen tersebut membahas tentang jaringan area luas (WAN) dan protokol-protokol yang digunakannya seperti PPP, X.25, Frame Relay, dan ATM. WAN memungkinkan transmisi data jarak jauh secara geografis antar negara atau benua menggunakan teknologi seperti komunikasi publik, leased, atau pribadi. Protokol-protokol tersebut mendefinisikan format frame dan lapisan jaringan untuk mentransfer data melalui WAN.
Dokumen tersebut merupakan ringkasan mengenai pertemuan pertama mata kuliah sistem operasi. Tujuan mempelajari sistem operasi antara lain agar mahasiswa dapat merancang dan memodifikasi sistem sesuai kebutuhan serta memaksimalkan penggunaan sistem operasi. Dokumen tersebut juga membahas kontrak perkuliahan dan tata tertib kelas untuk mata kuliah tersebut.
Dokumen tersebut membahas tentang memori virtual, termasuk demand paging, pemindahan halaman, alokasi frame, dan thrashing. Memori virtual memisahkan memori logis dan fisik, memungkinkan program dieksekusi tanpa harus masuk ke memori secara keseluruhan.
Dokumen tersebut membahas tentang pengertian dan jenis-jenis data storage. Terdapat dua jenis utama storage yaitu primary storage seperti RAM dan ROM, serta secondary storage seperti magnetic disk, tape, dan optical disk yang berfungsi sebagai penyimpanan data dalam jumlah besar.
Ringkasan dokumen tersebut adalah:
Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan data dan program dalam sistem operasi. Terdiri atas kumpulan berkas dan struktur direktori yang mengatur informasi berkas. Berkas adalah kumpulan informasi yang diberi nama dan disimpan pada penyimpanan sekunder.
1. Dokumen tersebut membahas tentang protokol komunikasi komputer dan model referensi OSI.
2. Model OSI membagi fungsi protokol komunikasi komputer menjadi 7 layer.
3. Setiap layer memiliki fungsi tertentu untuk menangani masalah yang timbul saat komputer berkomunikasi melalui jaringan.
Dokumen tersebut membahas tentang memori komputer, yang terdiri atas memori internal dan eksternal. Memori internal terdiri dari ROM, RAM, dan cache memory, sedangkan memori eksternal terdiri dari hard disk, floppy disk, dan drive optik seperti CD dan DVD. Dokumen juga membedah perbedaan antara SRAM, DRAM, dan SDRAM.
Dokumen tersebut membahas tentang alamat IP dan subnetting. Secara ringkas:
1. Alamat IP terdiri dari network ID dan host ID yang membedakan masing-masing komputer dalam jaringan.
2. Teknik subnetting memperbanyak jumlah subnet dengan meminjam bagian host untuk dijadikan bagian network.
3. Proses subnetting melibatkan penentuan jumlah subnet, host per subnet, dan blok alamat subnet.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI TCP ESQ W3 [Autosaved].pptxadithya53
Ìý
Dokumen tersebut membahas konsep dan implementasi TCP/IP. TCP/IP adalah serangkaian protokol yang digunakan untuk berkomunikasi di jaringan komputer. IP address digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat dalam jaringan, sementara TCP bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima data secara benar. TCP/IP terdiri dari empat lapis protokol yang menangani komunikasi data mulai dari aplikasi hingga media transmisi."
Dokumen tersebut membahas tentang subnetting pada IP kelas C, termasuk penjelasan tentang subnetting, perhitungan jumlah subnet dan host, contoh penerapan subnetting pada IP kelas C, dan soal latihan terkait subnetting.
Perusahaan swasta membutuhkan desain IP address untuk 5 divisinya dengan jumlah user berbeda menggunakan metode VLSM dari alamat IP 192.168.1.0/24.
[/ringkasan]
Dokumen tersebut membahas tentang teknik dan tata cara pengalamatan jaringan komputer berbasis CIDR untuk tujuan manajemen pengalamatan jaringan IP version 4 secara sistematis dan terstruktur, meliputi parameter pengalamatan seperti jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, serta tabel alamat host dan broadcast.
1. IP address berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan komputer lain di internet.
2. IP address terdiri dari empat blok angka yang masing-masing berisi 0-255.
3. Subnet mask digunakan untuk membedakan ID jaringan dan host.
IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang memberikan alamat ke setiap host dalam jaringan. IP address terbagi menjadi dua bagian yaitu network ID yang menentukan alamat jaringan dan host ID yang menentukan alamat komputer dalam jaringan. IP address dikelompokkan menjadi kelas A, B, C, D dan E berdasarkan pembagian bit untuk network ID dan host ID.
Dokumen tersebut menjelaskan tentang CIDR (Classless Inter-Domain Routing) dan subnetting. CIDR memungkinkan penulisan alamat IP dalam notasi yang lebih fleksibel dengan menggunakan netmask bit. Dokumen ini juga menjelaskan konsep dasar subnetting untuk kelas jaringan A, B, dan C beserta contoh perhitungannya.
Motherboard adalah komponen utama dalam komputer yang berfungsi sebagai tempat pemasangan semua komponen lainnya seperti prosesor, memori, dan perangkat tambahan. Jenis motherboard ditentukan oleh jenis prosesornya dan memiliki slot untuk memori, grafis, dan perangkat input/output seperti USB, jaringan, dan suara. BIOS berperan mengontrol interaksi antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Dokumen tersebut membahas tentang pertemuan ketiga mengenai input dan output device. Terdapat berbagai jenis perangkat masukan seperti keyboard, mouse, touch screen, barcode reader, scanner, voice recognizer, dan perangkat keluaran seperti monitor, speaker, serta printer jenis dot matrix, inkjet dan laser jet.
Dokumen tersebut membahas tentang komputer dan komponen-komponennya. Dijelaskan bahwa komputer adalah alat elektronik yang dapat menerima input, memprosesnya, menyimpan hasilnya dan menghasilkan output. Kemudian dibahas mengenai komponen utama komputer seperti prosesor, memori, harddisk, mainboard, VGA dan perangkat pendukung lainnya seperti floppy disk, optical drive, kase dan power supply. Juga dise
Dokumen ini membahas tentang perangkat keras optik seperti CD dan DVD. Terdapat dua jenis teknologi optical disk yaitu phase-change disk dan dye-polimer disk. Perkembangan optical disk meliputi CD, DVD, Blue-Ray Disk, dan Holographic Versatile Disk. Jenis-jenis perangkat optik mencakup CD-ROM, CD-RW, DVD-ROM, DVD-Combo, dan DVD-RW.
This document discusses a 16th meeting led by Sartini Maisarah. It mentions the topic of the meeting was PTIK A and includes the copyright notice of Wondershare Software twice.
This document discusses a 12th meeting. It was written by Sartini Maisarah with the student ID 092904002 who is studying PTIK A. The document mentions a quiz and ends with a thank you message.
Sinkronisasi proses diperlukan untuk menjaga konsistensi data. Race condition terjadi ketika proses mengakses data bersamaan sehingga nilai akhir data bergantung pada proses terakhir. Untuk mencegah race condition, proses harus disinkronisasi. Semaphore dan monitor merupakan pendekatan untuk menyinkronisasi proses.
Dokumen tersebut membahas pengertian sistem operasi, fungsi-fungsinya, sejarah perkembangan, jenis, dan komponen-komponen utama sistem operasi seperti manajemen proses, memori, penyimpanan sekunder, I/O, berkas, proteksi, jaringan, dan interpreter perintah.
3. ï‚ž Pada jaringan dengan protokol TCP/IP, selain
MAC Address juga mempunyai IP Address.
ï‚ž IP atau Internet Protocol mendefinisikan
bagaimana informasi dilewatkan antara satu
sistem dengan sistem yang lain diinternet.
ï‚ž IP Address atau alamat IP adalah suatu
deretan bilangan unik 32 bit yang
mengidentifikasi suatu host atau komputer
diinternet.
ï‚ž Contoh penulisan IP Address : 192.168.0.1
4. ï‚ž Secara teknis dapat dikatakan bahwa IP address
digunakan untuk identifikasi lapisan network oleh
suatu host dan router pada jaringan TCP/IP.
ï‚ž Meskipun ditulis dalam notasi desimal
bertitik, proses yang terjadi dibelakang layar
tetap menggunakan notasi bilangan biner
sehingga pengetahuan tentang konversi
bilangan sangat penting
ï‚ž Dalam setiap oktet IP Address (dari 0 sampai
255), Tidak semua boleh dipakai. Sudah menjadi
standar bahwa IP Address 0 dipakai sebagai
Network ID dan 255 dipakai sebagai alamat
broadcast, sehingga alamat yang dapat dipakai
tinggal 254 alamat.
5. ï‚ž Mendefinisikan id tunggal untuk suatu host di
jaringan,
ï‚ž Terdiri dari 4 octet:
ï‚¡ XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXX
ï‚ž Terdapat beberapa class network address:
A, B, C, D, E
8. Class Jumlah Network Jumlah Host
A 27 – 2 = 126 224 – 2 = 16,777,214
B 214 = 16,384 216 – 2 = 65,534
C 221 = 2,097,152 28 – 2 = 254
D Not Applicable Not Applicable
E Not Applicable Not Applicable
9. ï‚ž Gabungan komputer dalam satu jaringan TCP/IP
dikelompokan ke dalam KELAS
ï‚ž Apabila tiga dari tiga digit terakhir yang
berubah, termasuk kelas A :
xxx.aaa.bbb.ccc
ï‚ž Apabila dua dari tiga digit terakhir yang
berubah, termasuk kelas B :
xxx.xxx.aaa.bbb
ï‚ž Apabila tiga digit terakhir yang berubah, maka
termasuk kelas C :
xxx.xxx.xxx.aaa
ï‚ž Kelas D & E akan dijelaskan kemudian
10. 0 Network ID Alamat Host
Biner 7 Bit (2^7 = 128 Network ID) 24 Bit
Beberapa Ketentuan Kelas A:
0.0.0.0 Dicadangkan, tidak boleh digunakan
1.0.0.0 s.d Tersedia dan boleh digunakan
126.0.0.0
127.0.0.0 Dicadangkan, digunakan oleh localhost untuk
keperluan loopback
Desimal
Contoh: IP Kelas A: 64.0.0.1 = 01000000.00000000.00000000.00000001
11. 10 Network ID Alamat Host
Biner 14 Bit (2^14 = 16.384 Network 16 Bit
ID)
Beberapa Ketentuan Kelas B:
128.0.0.0 s.d Tersedia dan boleh digunakan pada host atau
191.254.0.0 device jaringan
191.255.0.0 Dicadangkan, tidak dipakai
Desimal
Contoh: IP Kelas B: 130.0.0.10 =
10000010.00000000.00000000.00001010
12. 110 Network ID Alamat Host
Biner 21 Bit (2^21 = 2.097.152 Network 8 Bit
ID)
Beberapa Ketentuan Kelas C:
192.0.0.0 Dicadangkan, tidak dipakai
192.0.1.0 s.d Tersedia dan boleh digunakan
223.255.254.0
233.255.255.0 Dicadangkan
Desimal
Contoh: IP Kelas C: 202.200.1.23 =
110001010.11001000.00000001.00010111
13. 1110 Mulicast
Biner 28 Bit
224.0.0.0 s.d Kelompok Multicast
239.255.255.255
Desimal
Alamat jaringan kelas D semuanya digunakan untuk
multicasting, dan selalu diawali bit-bit 1110
14. 1111 Network ID
Biner 24 Bit
224.0.0.0 s.d Dicadangkan (ilegal)
239.255.255.25
5
255.255.255.25 Dicadangkan, broadcast
Desimal
5
Jaringan kelas E ditandai 4 bit bernilai 1111 pada bagian
paling awal alamat yang sebenarnya tidak boleh dipakaikan
pada host, digunakan sebagai media research teknologi masa
depan
15. 1. Network ID 127.xxx.yyy.zzz adalah address khusus, digunakan
untuk local loopback dan diagnosa divais atau komputer
Standalone
2. Network ID dan Host ID tidak boleh bernilai 1 untuk semua
bitnya (255 dalam desimal). Jika semua bit bernilai 1 maka akan
terjadi alamat broadcast
3. Network ID dan Host ID tidak boleh bernilai 0 untuk semua
bitnya (0 juga dalam desimal). Jika semua bit bernilai 0 maka
otomatis akan digunakan sebagai alamat jaringan (Network-ID)
4. Urutan bit tertinggi kelas D yang bernilai 1110 (224.0.0.0 s.d
239.255.255.255) digunakan untuk penerapan teknologi
multicasting dan bit tertinggi kelas E yang bernilai 1111
(240.0.0.0 s.d 247.255.255.255) disimpan untuk keperluan yang
akan datang.
16. ï‚ž Subnet Mask biasanya digunakan oleh router untuk menentukan
bagian mana yang merupakan alamat jaringan dan bagian mana
alamat host.
ï‚ž Subnet mask adalah suatu bilangan 32 bit sebagaimana alamat IP
Address yang juga ditulis dalam notasi desimal bertitik.
ï‚ž Router biasanya menggunakan suatu proses AND dimana bit-bit
subnet mask di AND terhadap bit-bit IP Address yang ditemukan.
ï‚ž Contoh:
IP Address : 180.20.5.9
Subnet Mask : 255.255.0.0 (default Subnet mask Kelas B)
Network Address ???
IP Address :10110100 00010100 00000101 00001001
Subnet mask :11111111 11111111 00000000 00000000
Network IP : 10110100 00010100 00000000 00000000
17. • Jumlah komputer dalam kelas-kelas di
TCP/IP
IP Address Class Default Subnet Mask Number of Hosts per Network
Class A 255.0.0.0 16,777,214
Class B 255.255.0.0 65,534
Class C 255.255.255.0 254
18. • IP Address dapat ditentukan dengan dua cara;
Static dan Dynamic
• Static IP di set langsung dan tidak akan
berubah setiap saat
• Dynamic IP di set oleh sistem, biasanya
dipakai untuk sistem Dial Up melalui telepon
atau dengan menggunakan DHCP (Dynamic
Host Configuration Protocol) dari perangkat
atau Windows
19. • IP Address dalam prakteknya merupakan satu
cara untuk menentukan Network ID dengan
bantuan Subnet Mask
# Bits Borrowed # Subnets Generated # Hosts per Subnet New Subnet Mask
2^n 2^n - 2
0 0 254 255.255.255.0
1 2 126 255.255.255.128
2 4 64 255.255.255.192
3 8 30 255.255.255.224
4 16 14 255.255.255.240
5 32 6 255.255.255.248
6 64 2 255.255.255.252
7 128 invalid 255.255.255.254
8 256 invalid 255.255.255.255
20. • Dalam TCP/IP kita mengenal juga Gateway, yaitu
perangkat yang menjadi gerbang untuk mengakses
Internet
• Default gateway adalah: semua traffic pada client /
host tersebut untuk dapat berhubungan dengan
network yang lain, harus melalui suatu address atau
interface tertentu
21. • Gateway dapat berbentuk ROUTER atau PC
yang berisi software router seperti
WinGate, Win Route dan lainnya
22. • PC yang berisi software router biasanya
disebut NAT singkatan dari Network Address
Translation, yaitu fungsi kecil dari router
yang gunanya menggandakan IP Address
sehingga perangkat-perangkat yang ada di
belakangnya bisa mengakses jaringan
Internet
• Komputer yang menggunakan sambungan NAT
tidak bisa diakses dari luar jaringan