Dokumen tersebut membahas tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, meliputi pengertian pengembangan diri melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional atau kegiatan kolektif guru, besaran angka kredit untuk berbagai jenis kegiatan pengembangan diri, serta persyaratan bukti fisik yang diperlukan.
Dokumen tersebut merangkum bab demi bab tentang penelitian tindakan kelas (PTK), mulai dari pengertian dan karakteristik PTK, merumuskan masalah dan hipotesis, prosedur PTK, hingga tahapan-tahapan pelaksanaannya. PTK dilakukan guru untuk meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar siswa melalui siklus refleksi yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Dokumen tersebut membahas tentang penelitian tindakan kelas (PTK) yang merupakan penelitian reflektif yang dilakukan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas melalui siklus rencana-tindakan-observasi-refleksi. Dokumen ini menjelaskan definisi, tujuan, karakteristik, prosedur, dan manfaat dari pelaksanaan PTK bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Dokumen tersebut membahas tentang konsep, teori, dan contoh penelitian tindakan kelas (PTK), mulai dari rumusan masalah, tujuan, konsep dasar, karakteristik, perbedaan dengan penelitian formal, model-model, sistematika, langkah-langkah, kelebihan dan keterbatasan, serta contoh-contoh judul PTK.
Dokumen tersebut merangkum tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelasnya sendiri. Dokumen tersebut menjelaskan latar belakang, tujuan, manfaat, karakteristik, jenis, tahapan pelaksanaan, serta kelemahan dan kelebihan dari PTK. PTK bertujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran agar proses
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristendedevrylizzer
Ìý
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dengan cara mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan perbaikan, melaksanakan tindakan, mengamati hasilnya, dan merefleksikan untuk perbaikan berikutnya. Tujuan PTK adalah memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta kinerja guru dan
Buku ajar ini membahas konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK) serta penyusunan proposal PTK. PTK adalah penelitian reflektif yang dilakukan guru untuk meningkatkan pembelajaran di kelas melalui tindakan-tindakan tertentu. Buku ini menjelaskan filosofi, tujuan, langkah-langkah, teknik pengumpulan dan analisis data dalam PTK. Peserta diharapkan mampu menjel
Dokumen tersebut membahas perkembangan penelitian tindakan kelas (PTK) secara umum dan khusus di Indonesia. Secara garis besar, PTK berawal dari penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kurt Lewin pada 1940-an dan mulai diterapkan di bidang pendidikan pada 1970-an. Di Indonesia, PTK mulai dikenal pada akhir 1980-an dan sejak 1990-an mulai dipromosikan untuk perbaikan mutu pendidikan.
Dokumen tersebut membahas tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan penelitian yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dengan cara mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan perbaikan, melaksanakan tindakan, dan mengevaluasi hasilnya. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar, tujuan, manfaat, tahapan, dan contoh-contoh PTK.
Dokumen tersebut membahas tentang penerapan pembelajaran IPS menghafal nama kota besar di Indonesia menggunakan media monopoli pintar (Polistar) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sidorejo 03. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu di SDN Sidorejo 03 dan melibatkan 15 siswa
Proposal ini mengajukan penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV melalui permainan tradisional Dakon. Penelitian ini akan menggunakan metode tindakan kelas melalui dua siklus untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Siklus penelitian tindakan kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis data, dan refleksi. Perencanaan melibatkan pengumpulan data awal, identifikasi masalah, dan penyusunan rencana tindakan. Tindakan dilaksanakan berdasarkan rencana namun tetap fleksibel. Observasi mendokumentasikan proses dan hasil tindakan. Analisis data melibatkan reduksi data, pembeberan, dan penarikan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan guru untuk memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. PTK penting karena membantu guru menjadi lebih peka, profesional, dan kreatif serta memperbaiki proses pembelajaran melalui kajian mendalam. PTK dilaksanakan dalam siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Riset aksi bertujuan untuk meningkatkan kualitas situasi sosial melalui evaluasi dan refleksi terhadap tindakan. Metode ini melibatkan kolaborasi antarpihak, melalui siklus rencana-tindakan-observasi-refleksi guna meningkatkan kualitas proses pendidikan. Riset aksi dapat mencakup berbagai jenis seperti diagnostik, empiris, eksperimental, teknikal, dan praktikal.
1. Model Kemmis & Mc Taggart menekankan refleksi, perancangan tindakan, pelaksanaan, pemantauan, dan penyesuaian berulang dalam gelungan siklus untuk menyelesaikan masalah pengajaran dan pembelajaran.
2. Model Elliott menekankan pemahaman peribadi guru terhadap masalah dan pendekatan etika dalam menjalankan kajian tindakan bersama murid untuk memahami nilai pendidikan.
3. Model Ebbutt mencad
Dokumen tersebut merangkum bab 1 dari buku PTK yang membahas pengertian dan karakteristik PTK. PTK didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri untuk meningkatkan kinerja mengajar dan hasil belajar siswa. Karakteristik PTK antara lain bersifat kolaboratif, berfokus pada masalah praktis, dan dilakukan secara siklus reflektif untuk mengubah situasi pembel
Dokumen tersebut membahas tentang konsep, teori, dan contoh penelitian tindakan kelas (PTK), mulai dari rumusan masalah, tujuan, konsep dasar, karakteristik, perbedaan dengan penelitian formal, model-model, sistematika, langkah-langkah, kelebihan dan keterbatasan, serta contoh-contoh judul PTK.
Dokumen tersebut merangkum tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelasnya sendiri. Dokumen tersebut menjelaskan latar belakang, tujuan, manfaat, karakteristik, jenis, tahapan pelaksanaan, serta kelemahan dan kelebihan dari PTK. PTK bertujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran agar proses
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristendedevrylizzer
Ìý
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dengan cara mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan perbaikan, melaksanakan tindakan, mengamati hasilnya, dan merefleksikan untuk perbaikan berikutnya. Tujuan PTK adalah memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta kinerja guru dan
Buku ajar ini membahas konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK) serta penyusunan proposal PTK. PTK adalah penelitian reflektif yang dilakukan guru untuk meningkatkan pembelajaran di kelas melalui tindakan-tindakan tertentu. Buku ini menjelaskan filosofi, tujuan, langkah-langkah, teknik pengumpulan dan analisis data dalam PTK. Peserta diharapkan mampu menjel
Dokumen tersebut membahas perkembangan penelitian tindakan kelas (PTK) secara umum dan khusus di Indonesia. Secara garis besar, PTK berawal dari penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kurt Lewin pada 1940-an dan mulai diterapkan di bidang pendidikan pada 1970-an. Di Indonesia, PTK mulai dikenal pada akhir 1980-an dan sejak 1990-an mulai dipromosikan untuk perbaikan mutu pendidikan.
Dokumen tersebut membahas tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan penelitian yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dengan cara mengidentifikasi masalah, merencanakan tindakan perbaikan, melaksanakan tindakan, dan mengevaluasi hasilnya. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar, tujuan, manfaat, tahapan, dan contoh-contoh PTK.
Dokumen tersebut membahas tentang penerapan pembelajaran IPS menghafal nama kota besar di Indonesia menggunakan media monopoli pintar (Polistar) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sidorejo 03. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu di SDN Sidorejo 03 dan melibatkan 15 siswa
Proposal ini mengajukan penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV melalui permainan tradisional Dakon. Penelitian ini akan menggunakan metode tindakan kelas melalui dua siklus untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Siklus penelitian tindakan kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis data, dan refleksi. Perencanaan melibatkan pengumpulan data awal, identifikasi masalah, dan penyusunan rencana tindakan. Tindakan dilaksanakan berdasarkan rencana namun tetap fleksibel. Observasi mendokumentasikan proses dan hasil tindakan. Analisis data melibatkan reduksi data, pembeberan, dan penarikan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan guru untuk memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. PTK penting karena membantu guru menjadi lebih peka, profesional, dan kreatif serta memperbaiki proses pembelajaran melalui kajian mendalam. PTK dilaksanakan dalam siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Riset aksi bertujuan untuk meningkatkan kualitas situasi sosial melalui evaluasi dan refleksi terhadap tindakan. Metode ini melibatkan kolaborasi antarpihak, melalui siklus rencana-tindakan-observasi-refleksi guna meningkatkan kualitas proses pendidikan. Riset aksi dapat mencakup berbagai jenis seperti diagnostik, empiris, eksperimental, teknikal, dan praktikal.
1. Model Kemmis & Mc Taggart menekankan refleksi, perancangan tindakan, pelaksanaan, pemantauan, dan penyesuaian berulang dalam gelungan siklus untuk menyelesaikan masalah pengajaran dan pembelajaran.
2. Model Elliott menekankan pemahaman peribadi guru terhadap masalah dan pendekatan etika dalam menjalankan kajian tindakan bersama murid untuk memahami nilai pendidikan.
3. Model Ebbutt mencad
Dokumen tersebut merangkum bab 1 dari buku PTK yang membahas pengertian dan karakteristik PTK. PTK didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri untuk meningkatkan kinerja mengajar dan hasil belajar siswa. Karakteristik PTK antara lain bersifat kolaboratif, berfokus pada masalah praktis, dan dilakukan secara siklus reflektif untuk mengubah situasi pembel
Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada setiap tahapan dilakukan langkah-langkah tertentu seperti merumuskan rencana tindakan, melaksanakan pembelajaran, mengamati proses dan hasil pembelajaran, serta menganalisis dan merefleksikan hasil untuk perbaikan berikutnya.
Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada setiap tahapan dilakukan langkah-langkah tertentu seperti merumuskan rencana tindakan, melaksanakan pembelajaran, mengamati proses dan hasil pembelajaran, serta menganalisis dan merefleksikan hasil untuk perbaikan berikutnya.
Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada setiap tahapan dilakukan langkah-langkah tertentu seperti merumuskan rencana tindakan, melaksanakan pembelajaran, mengamati proses dan hasil pembelajaran, serta menganalisis dan merefleksikan hasil untuk perbaikan berikutnya.
[Ringkasan]
PTK atau penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada proses pembelajaran di kelas dan bertujuan untuk memecahkan masalah nyata dalam kelas melalui tindakan perbaikan. PTK berbeda dari penelitian konvensional karena fokusnya adalah perbaikan praktik daripada generalisasi hasil, dan manfaatnya langsung
Dokumen tersebut membahas tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan guru di kelas untuk meningkatkan pembelajaran. Terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas guru. Langkah-langkah melakukan PTK adalah mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, merencanakan perbaikan
Skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pembelajaran model KADIR dengan strategi hands-on activity. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui dua siklus pembelajaran di SMP Al-Hasra. Hasilnya menunjukkan peningkatan aktivitas dan respon siswa positif terhadap model pembelajaran tersebut."
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptxKernyaRhone
Ìý
Ptk 9.1
1. MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Oleh: Muhyadi
Pengantar
Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu jenis penelitian tindakan yang
dilaksanakan oleh praktisi pendidikan (khususnya guru, dosen, atau instruktur) dalam proses
pembelajaran di kelas. McNiff (sebagaimana dikutip Suyanto: 1997) mengemukakan bahwa PTK
adalah bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru yang hasilnya dapat dimanfaatkan
sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian
mengajar, dan sebagainya. Senada dengan pendapat di atas, Raka Joni, dkk (1998)
mengartikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh
pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan
mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan
yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut
dilakukan.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan
efisiensi dan kualitas pendidikan terutama proses dan hasil belajar siswa pada level kelas.
Penelitian formal yang selama ini banyak dilakukan, pada umumnya belum menyentuh langsung
persoalan nyata yang dihadapi guru di kelas sehingga belum mampu meningkatkan efisiensi dan
kualitas pembelajaran. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, PTK juga berguna bagi guru
untuk menguji suatu teori pembelajaran, apakah sesuai dengan kondisi kelas yang dihadapi atau
tidak. Melalui PTK guru dapat memilih dan menerapkan teori atau strategi pembelajaran yang
paling sesuai dengan kondisi kelasnya. Hal ini perlu disadari karena setiap proses pembelajaran
biasanya dihadapkan pada konteks tertentu yang bersifat khusus.
Secara lebih konkrit dapat dikemukakan bahwa tujuan PTK adalah memecahkan
permasalahan pembelajaran yang muncul di dalam kelas. Setelah berhasil mengidentifikasi
masalah, guru merancang dan kemudian memberikan perlakuan atau tindakan tertentu,
mengamati, mengevaluasi, dan menganalisis hasilnya guna menentukan apakah tindakan yang
diberikan tersebut berhasil memperbaiki kondisi kelas yang diajarnya atau tidak. Dari informasi
tersebut guru dapat menentukan langkah-langkah yang perlu ditempuh terhadap kelas yang
diajarnya.
Di samping tujuan pokok di atas, pelaksanaan PTK juga dimaksudkan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melakukan penelitian dan sekaligus
2. meningkatkan kualitas profesionalismenya. Dengan demikian prakarsa penelitian diharapkan
muncul dari para guru sendiri dan pada akhirnya menumbuhkan budaya meneliti di kalangan
para guru. Karena karakteristiknya yang seperti itulah maka PTK sering disamakan dengan
pengembangan (pelatihan) staf. Pendapat tersebut tidak salah tetapi kurang tepat. Raka Joni,
dkk (1998) mengemukakan bahwa antara pengembangan (pelatihan) staf dengan PTK terdapat
perbedaan dalam hal ‘pewaris langsung’ dari kedua kegiatan tersebut. Pada pelatihan, pihak
yang mendapatkan manfaat langsung dari program tersebut adalah guru yang dilatih sehingga
indikator-indikator keberhasilannya adalah unjuk kerja guru. Sementara itu pada PTK, pihak yang
menerima manfaat langsung adalah para siswa sehingga indikator keberhasilannya adalah
perilaku dan penampilan siswa yang terlibat dalam PTK.
MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN
Penelitian tindakan (termasuk PTK) dilakukan dalam suatu siklus (putaran) tertentu.
Setiap siklus terdiri dari sejumlah langkah yang harus dikerjakan peneliti. Ada beberapa model
rancangan yang dikemukakan para pakar. Pada kesempatan ini dikemukakan tiga model di
antaranya, yaitu (1) model Kurt Lewin, (2) model Kemmis & Taggart, dan (3) model John Elliot.
1. Rancangan Penelitian Tindakan model Kurt Lewin
Rancangan model Kurt Lewin merupakan model dasar yang kemudian dikembangkan
oleh ahli-ahli lain. Penelitian tindakan, menurut Kurt Lewin, terdiri dari empat komponen kegiatan
yang dipandang sebagai satu siklus, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting),
pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Digambarkan dalam sebuah bagan, model ini
tampak sebagai berikut.
ACTING
PLANNING OBSERVING
REFLECTING
3. Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kurt Lewin
Pada awalnya proses penelitian dimulai dari perencanaan, namun karena ke empat komponen
tersebut berfungsi dalam suatu kegiatan yang berupa siklus, maka untuk selanjutnya masing-
masing berperan secara berkesinambungan.
2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & McTaggart
Model yang dikemukakan Kemmis & Taggart merupakan pengembangan lebih lanjut
dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya.
Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart
dapat mencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan),
pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini
berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai. Dituangkan dalam bentuk
gambar, rancangan Kemmis & McTaggart akan tampak sebagai berikut:
4. REFLECT P
3 L
2
A
1 N
ACT & OBSERVE
R P
REFLECT
E L
6
V A
5
I N
ACT & OBSERVE
4
R P
REFLECT
E L
9
V A
8
I N
ACT & OBSERVE 7
Gambar 2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & Taggart
Langkah pertama pada setiap siklus adalah penyusunan rencana tindakan. Tahapan
berikutnya pelaksanaan dan sekaligus pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hasil
pengamatan kemudian dievaluasi dalam bentuk refleksi. Apabila hasil refleksi siklus pertama
menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan belum memberikan hasil sebagaimana diharapkan,
maka berikutnya disusun lagi rencana untuk dilaksanakan pada siklus kedua. Demikian
seterusnya sampai hasil yang dinginkan benar-benar tercapai.
5. 3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliott
Seperti halnya model Kemmis & McTaggart, model John Elliott juga merupakan
pengembangan lebih lanjut dari model Lewin. Elliott mencoba menggambarkan secara lebih rinci
langkah demi langkah yang harus dilakukan peneliti. Ide dasarnya sama, dimulai dari penemuan
masalah kemudian dirancang tindakan tertentu yang dianggap mampu memecahkan masalah
tersebut, kemudian diimplementasikan, dimonitor, dan selanjutnya dilakukan tindakan berikutnya
jika dianggap perlu. Berikut ini adalah bagan model PTK versi John Elliott.
6. SIKLUS
Ide Awal
Temuan fakta dan
Analisis
Implementasi
Perencanaan Umum langkah Tindakan
I langkah Tindakan
1,2,3
Monitoring Imple-
mentasi dan efeknya
Revisi Peren-
Penjelasan canaan Umum
Kegagalan tentang
Implementasi
Perbaikan Perencanaan
Langkah Tindakan 1,2,3
Implementasi Langkah
Monitoring Berikutnya
Implementasi dan
efeknya
II
Revisi Ide Umum
Penjelasan
Kegagalan dan
efeknya
Perbaikan Perencanaan
Langkah 1,2,3
Monitoring Implementasi Langkah
Implementasi dan Berikutnya
Efek
7. III
Penjelasan
kegagalan pelak. &
efeknya
Gambar 3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliot
(versi revisi model Lewin)
Penutup
Pada dasarnya PTK dilakukan secara individual oleh guru, di tempat di mana yang
bersangkutan mengajar. Akan tetapi PTK dapat juga dilakukan secara kolaboratif, misalnya
antara guru SD dengan dosen LPTK, atau pihak lain yang berkepentingan dengan proses
pembelajaran. Meskipun hasil PTK ‘dikonsumsi’ langsung oleh guru yang bersangkutan akan
tetapi hasilnya perlu disusun dalam suatu laporan sebagaimana penelitian formal pada
umumnya. Hal ini dimaksudkan bukan saja sebagai pertanggungjawaban ilmiah seorang peneliti
tetapi juga agar jika ada pihak lain yang tertarik dan memiliki masalah yang sama dapat
mencontoh PTK yang bersangkutan***.