ºÝºÝߣ

ºÝºÝߣShare a Scribd company logo
MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

                                        Oleh: Muhyadi

Pengantar

        Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu jenis penelitian tindakan yang
dilaksanakan oleh praktisi pendidikan (khususnya guru, dosen, atau instruktur) dalam proses
pembelajaran di kelas. McNiff (sebagaimana dikutip Suyanto: 1997) mengemukakan bahwa PTK
adalah bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru yang hasilnya dapat dimanfaatkan
sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian
mengajar, dan sebagainya.       Senada dengan pendapat di atas, Raka Joni, dkk (1998)
mengartikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh
pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan
mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan
yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut
dilakukan.

        Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan
efisiensi dan kualitas pendidikan terutama proses dan hasil belajar siswa pada level kelas.
Penelitian formal yang selama ini banyak dilakukan, pada umumnya belum menyentuh langsung
persoalan nyata yang dihadapi guru di kelas sehingga belum mampu meningkatkan efisiensi dan
kualitas pembelajaran. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, PTK juga berguna bagi guru
untuk menguji suatu teori pembelajaran, apakah sesuai dengan kondisi kelas yang dihadapi atau
tidak. Melalui PTK guru dapat memilih dan menerapkan teori atau strategi pembelajaran yang
paling sesuai dengan kondisi kelasnya. Hal ini perlu disadari karena setiap proses pembelajaran
biasanya dihadapkan pada konteks tertentu yang bersifat khusus.

        Secara lebih konkrit dapat dikemukakan bahwa tujuan PTK adalah memecahkan
permasalahan pembelajaran yang muncul di dalam kelas. Setelah berhasil mengidentifikasi
masalah, guru merancang dan kemudian memberikan perlakuan atau tindakan tertentu,
mengamati, mengevaluasi, dan menganalisis hasilnya guna menentukan apakah tindakan yang
diberikan tersebut berhasil memperbaiki kondisi kelas yang diajarnya atau tidak. Dari informasi
tersebut guru dapat menentukan langkah-langkah yang perlu ditempuh terhadap kelas yang
diajarnya.

        Di samping tujuan pokok di atas, pelaksanaan PTK juga dimaksudkan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melakukan penelitian dan sekaligus
meningkatkan kualitas profesionalismenya. Dengan demikian prakarsa penelitian         diharapkan
muncul dari para guru sendiri dan pada akhirnya menumbuhkan budaya meneliti di kalangan
para guru. Karena karakteristiknya yang seperti itulah maka PTK sering disamakan dengan
pengembangan (pelatihan) staf. Pendapat tersebut tidak salah tetapi kurang tepat. Raka Joni,
dkk (1998) mengemukakan bahwa antara pengembangan (pelatihan) staf dengan PTK terdapat
perbedaan dalam hal ‘pewaris langsung’ dari kedua kegiatan tersebut. Pada pelatihan, pihak
yang mendapatkan manfaat langsung dari program tersebut adalah guru yang dilatih sehingga
indikator-indikator keberhasilannya adalah unjuk kerja guru. Sementara itu pada PTK, pihak yang
menerima manfaat langsung adalah para siswa sehingga indikator keberhasilannya adalah
perilaku dan penampilan siswa yang terlibat dalam PTK.




MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN
        Penelitian tindakan (termasuk PTK) dilakukan dalam suatu siklus (putaran) tertentu.
Setiap siklus terdiri dari sejumlah langkah yang harus dikerjakan peneliti. Ada beberapa model
rancangan yang dikemukakan para pakar. Pada kesempatan ini dikemukakan tiga model di
antaranya, yaitu (1) model Kurt Lewin, (2) model Kemmis & Taggart, dan (3) model John Elliot.

1. Rancangan Penelitian Tindakan model Kurt Lewin

        Rancangan model Kurt Lewin merupakan model dasar yang kemudian dikembangkan
oleh ahli-ahli lain. Penelitian tindakan, menurut Kurt Lewin, terdiri dari empat komponen kegiatan
yang dipandang sebagai satu siklus, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting),
pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Digambarkan dalam sebuah bagan, model ini
tampak sebagai berikut.

                                       ACTING




                 PLANNING                              OBSERVING




                                     REFLECTING
Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kurt Lewin

Pada awalnya proses penelitian dimulai dari perencanaan, namun karena ke empat komponen
tersebut berfungsi dalam suatu kegiatan yang berupa siklus, maka untuk selanjutnya masing-
masing berperan secara berkesinambungan.

2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & McTaggart

        Model yang dikemukakan Kemmis & Taggart merupakan pengembangan lebih lanjut
dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya.
Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart
dapat mencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan),
pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini
berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai. Dituangkan dalam bentuk
gambar, rancangan Kemmis & McTaggart akan tampak sebagai berikut:
REFLECT                       P

                                                               3           L
                                               2
                                                                           A

                                                                     1     N
                                             ACT & OBSERVE


                                                               R P
                             REFLECT
                                                               E L
                                               6
                                                               V A
                             5
                                                               I N


                             ACT & OBSERVE
                                                       4

                                              R P
               REFLECT
                                              E L
                                 9
                                              V A
              8
                                              I N

             ACT & OBSERVE              7




             Gambar 2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & Taggart

       Langkah pertama pada setiap siklus adalah penyusunan rencana tindakan. Tahapan
berikutnya pelaksanaan dan sekaligus pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hasil
pengamatan kemudian dievaluasi dalam bentuk refleksi. Apabila hasil refleksi siklus pertama
menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan belum memberikan hasil sebagaimana diharapkan,
maka berikutnya disusun lagi rencana untuk dilaksanakan pada siklus kedua. Demikian
seterusnya sampai hasil yang dinginkan benar-benar tercapai.
3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliott

        Seperti halnya model Kemmis & McTaggart, model John Elliott juga merupakan
pengembangan lebih lanjut dari model Lewin. Elliott mencoba menggambarkan secara lebih rinci
langkah demi langkah yang harus dilakukan peneliti. Ide dasarnya sama, dimulai dari penemuan
masalah kemudian dirancang tindakan tertentu yang dianggap mampu memecahkan masalah
tersebut, kemudian diimplementasikan, dimonitor, dan selanjutnya dilakukan tindakan berikutnya
jika dianggap perlu. Berikut ini adalah bagan model PTK versi John Elliott.
SIKLUS



                 Ide Awal




         Temuan     fakta    dan
         Analisis



                                   Implementasi
         Perencanaan Umum          langkah Tindakan
I        langkah    Tindakan
         1,2,3




          Monitoring Imple-
         mentasi dan efeknya


                                          Revisi   Peren-
         Penjelasan                       canaan Umum
         Kegagalan tentang
         Implementasi


                                    Perbaikan Perencanaan
                                    Langkah Tindakan 1,2,3




                                                      Implementasi    Langkah
         Monitoring                                   Berikutnya
         Implementasi       dan
         efeknya

II


                                          Revisi Ide Umum
         Penjelasan
         Kegagalan          dan
         efeknya

                                          Perbaikan Perencanaan
                                          Langkah 1,2,3




         Monitoring                                    Implementasi     Langkah
         Implementasi       dan                        Berikutnya
         Efek
III


       Penjelasan
       kegagalan pelak. &
       efeknya




             Gambar 3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliot

                         (versi revisi model Lewin)




Penutup


       Pada dasarnya PTK dilakukan secara individual oleh guru, di tempat di mana yang

bersangkutan mengajar. Akan tetapi PTK dapat juga dilakukan secara kolaboratif, misalnya

antara guru SD dengan dosen LPTK, atau pihak lain yang berkepentingan dengan proses

pembelajaran. Meskipun hasil PTK ‘dikonsumsi’ langsung oleh guru yang bersangkutan akan

tetapi hasilnya perlu disusun dalam   suatu laporan sebagaimana penelitian formal pada

umumnya. Hal ini dimaksudkan bukan saja sebagai pertanggungjawaban ilmiah seorang peneliti

tetapi juga agar jika ada pihak lain yang tertarik dan memiliki masalah yang sama dapat

mencontoh PTK yang bersangkutan***.
Ptk 9.1

More Related Content

Viewers also liked (12)

Konsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTKKonsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTK
Aida Dwi Astuti
Ìý
Penelitian tindakan kelas ppt
Penelitian tindakan kelas pptPenelitian tindakan kelas ppt
Penelitian tindakan kelas ppt
Sang Ucup
Ìý
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama KristenMetode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
dedevrylizzer
Ìý
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelasKonsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
eli priyatna laidan
Ìý
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTKPenelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Haristian Sahroni Putra
Ìý
Contoh ptk
Contoh ptkContoh ptk
Contoh ptk
tonyvery
Ìý
Konsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTKKonsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTK
Aida Dwi Astuti
Ìý
Presentasi ptk nurul faida santi
Presentasi ptk nurul faida santiPresentasi ptk nurul faida santi
Presentasi ptk nurul faida santi
nyundud
Ìý
Ppt proposal ptk
Ppt proposal ptkPpt proposal ptk
Ppt proposal ptk
jengpuputnovitasari
Ìý
Siklus penelitian tindakan kelas
Siklus penelitian tindakan kelasSiklus penelitian tindakan kelas
Siklus penelitian tindakan kelas
MAFIA '11
Ìý
Contoh Power Point Hasil Penelitian
Contoh Power Point Hasil PenelitianContoh Power Point Hasil Penelitian
Contoh Power Point Hasil Penelitian
Indra IR
Ìý
Konsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTKKonsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTK
Aida Dwi Astuti
Ìý
Penelitian tindakan kelas ppt
Penelitian tindakan kelas pptPenelitian tindakan kelas ppt
Penelitian tindakan kelas ppt
Sang Ucup
Ìý
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama KristenMetode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
Metode Penelitian PTK (PAK) Pendidikan Agama Kristen
dedevrylizzer
Ìý
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelasKonsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
Konsep dan karakteristik penelitian tindakan kelas
eli priyatna laidan
Ìý
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTKPenelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Penelitian Tindakan Kelas - Perkembangan PTK
Haristian Sahroni Putra
Ìý
Contoh ptk
Contoh ptkContoh ptk
Contoh ptk
tonyvery
Ìý
Konsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTKKonsep teori dan contoh PTK
Konsep teori dan contoh PTK
Aida Dwi Astuti
Ìý
Presentasi ptk nurul faida santi
Presentasi ptk nurul faida santiPresentasi ptk nurul faida santi
Presentasi ptk nurul faida santi
nyundud
Ìý
Siklus penelitian tindakan kelas
Siklus penelitian tindakan kelasSiklus penelitian tindakan kelas
Siklus penelitian tindakan kelas
MAFIA '11
Ìý
Contoh Power Point Hasil Penelitian
Contoh Power Point Hasil PenelitianContoh Power Point Hasil Penelitian
Contoh Power Point Hasil Penelitian
Indra IR
Ìý

Similar to Ptk 9.1 (20)

model kajian tindakan @ action research -
model kajian tindakan @ action research -model kajian tindakan @ action research -
model kajian tindakan @ action research -
nor farahynn
Ìý
Penelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelasPenelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelas
yayathudayat
Ìý
Penelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelasPenelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelas
yayathudayat
Ìý
Pertemuan 11 action research
Pertemuan 11   action researchPertemuan 11   action research
Pertemuan 11 action research
Mut Mu3tiah
Ìý
model dalam kajian tindakan
model dalam kajian tindakanmodel dalam kajian tindakan
model dalam kajian tindakan
liyanazakaria
Ìý
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptxPPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
NadiaPermatasari2
Ìý
Koneksi Antar Materi penelitian - Topik 2.pptx
Koneksi Antar Materi penelitian  - Topik 2.pptxKoneksi Antar Materi penelitian  - Topik 2.pptx
Koneksi Antar Materi penelitian - Topik 2.pptx
ppgmairahayu01528
Ìý
Contoh prosedur penelitian tindakan kelas
Contoh prosedur penelitian tindakan kelasContoh prosedur penelitian tindakan kelas
Contoh prosedur penelitian tindakan kelas
Wanakisu Wanahugu
Ìý
Rangkuman ptk kelompok
Rangkuman ptk kelompokRangkuman ptk kelompok
Rangkuman ptk kelompok
jengpuputnovitasari
Ìý
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelasModel dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
anggit prasetio
Ìý
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
Rizky N Maulidah
Ìý
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
Whuy Whuy
Ìý
PPT rangkuman PTK Bab 3
PPT rangkuman PTK Bab 3PPT rangkuman PTK Bab 3
PPT rangkuman PTK Bab 3
Mariz Cha Cha
Ìý
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
Rizky N Maulidah
Ìý
pp-ptk PLPG_2013.pptx
pp-ptk PLPG_2013.pptxpp-ptk PLPG_2013.pptx
pp-ptk PLPG_2013.pptx
usman02
Ìý
Ptk pls
Ptk plsPtk pls
Ptk pls
Salma Van Licht
Ìý
Ptk (pusapom)
Ptk (pusapom)Ptk (pusapom)
Ptk (pusapom)
smkfarmasi
Ìý
Kel2 PTK.pptx
Kel2 PTK.pptxKel2 PTK.pptx
Kel2 PTK.pptx
HelmiAdnan1
Ìý
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptxMODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
Sudarmono18
Ìý
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptxini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
KernyaRhone
Ìý
model kajian tindakan @ action research -
model kajian tindakan @ action research -model kajian tindakan @ action research -
model kajian tindakan @ action research -
nor farahynn
Ìý
Penelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelasPenelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelas
yayathudayat
Ìý
Penelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelasPenelitian tindakan kelas
Penelitian tindakan kelas
yayathudayat
Ìý
Pertemuan 11 action research
Pertemuan 11   action researchPertemuan 11   action research
Pertemuan 11 action research
Mut Mu3tiah
Ìý
model dalam kajian tindakan
model dalam kajian tindakanmodel dalam kajian tindakan
model dalam kajian tindakan
liyanazakaria
Ìý
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptxPPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
PPT_PTK_Kel_2_JENIS_JENIS_DAN_MODEL_MODE.pptx
NadiaPermatasari2
Ìý
Koneksi Antar Materi penelitian - Topik 2.pptx
Koneksi Antar Materi penelitian  - Topik 2.pptxKoneksi Antar Materi penelitian  - Topik 2.pptx
Koneksi Antar Materi penelitian - Topik 2.pptx
ppgmairahayu01528
Ìý
Contoh prosedur penelitian tindakan kelas
Contoh prosedur penelitian tindakan kelasContoh prosedur penelitian tindakan kelas
Contoh prosedur penelitian tindakan kelas
Wanakisu Wanahugu
Ìý
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelasModel dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
Model dan jenis dalam penelitian tindakan kelas
anggit prasetio
Ìý
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
Whuy Whuy
Ìý
PPT rangkuman PTK Bab 3
PPT rangkuman PTK Bab 3PPT rangkuman PTK Bab 3
PPT rangkuman PTK Bab 3
Mariz Cha Cha
Ìý
pp-ptk PLPG_2013.pptx
pp-ptk PLPG_2013.pptxpp-ptk PLPG_2013.pptx
pp-ptk PLPG_2013.pptx
usman02
Ìý
Ptk (pusapom)
Ptk (pusapom)Ptk (pusapom)
Ptk (pusapom)
smkfarmasi
Ìý
Kel2 PTK.pptx
Kel2 PTK.pptxKel2 PTK.pptx
Kel2 PTK.pptx
HelmiAdnan1
Ìý
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptxMODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
MODUL 2 PTK KELOMPOK Universitas terbuka .pptx
Sudarmono18
Ìý
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptxini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
ini adalah PENELITIAN TINDAKAN KELAS RA.pptx
KernyaRhone
Ìý

Ptk 9.1

  • 1. MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Oleh: Muhyadi Pengantar Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu jenis penelitian tindakan yang dilaksanakan oleh praktisi pendidikan (khususnya guru, dosen, atau instruktur) dalam proses pembelajaran di kelas. McNiff (sebagaimana dikutip Suyanto: 1997) mengemukakan bahwa PTK adalah bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya. Senada dengan pendapat di atas, Raka Joni, dkk (1998) mengartikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan terutama proses dan hasil belajar siswa pada level kelas. Penelitian formal yang selama ini banyak dilakukan, pada umumnya belum menyentuh langsung persoalan nyata yang dihadapi guru di kelas sehingga belum mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, PTK juga berguna bagi guru untuk menguji suatu teori pembelajaran, apakah sesuai dengan kondisi kelas yang dihadapi atau tidak. Melalui PTK guru dapat memilih dan menerapkan teori atau strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi kelasnya. Hal ini perlu disadari karena setiap proses pembelajaran biasanya dihadapkan pada konteks tertentu yang bersifat khusus. Secara lebih konkrit dapat dikemukakan bahwa tujuan PTK adalah memecahkan permasalahan pembelajaran yang muncul di dalam kelas. Setelah berhasil mengidentifikasi masalah, guru merancang dan kemudian memberikan perlakuan atau tindakan tertentu, mengamati, mengevaluasi, dan menganalisis hasilnya guna menentukan apakah tindakan yang diberikan tersebut berhasil memperbaiki kondisi kelas yang diajarnya atau tidak. Dari informasi tersebut guru dapat menentukan langkah-langkah yang perlu ditempuh terhadap kelas yang diajarnya. Di samping tujuan pokok di atas, pelaksanaan PTK juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melakukan penelitian dan sekaligus
  • 2. meningkatkan kualitas profesionalismenya. Dengan demikian prakarsa penelitian diharapkan muncul dari para guru sendiri dan pada akhirnya menumbuhkan budaya meneliti di kalangan para guru. Karena karakteristiknya yang seperti itulah maka PTK sering disamakan dengan pengembangan (pelatihan) staf. Pendapat tersebut tidak salah tetapi kurang tepat. Raka Joni, dkk (1998) mengemukakan bahwa antara pengembangan (pelatihan) staf dengan PTK terdapat perbedaan dalam hal ‘pewaris langsung’ dari kedua kegiatan tersebut. Pada pelatihan, pihak yang mendapatkan manfaat langsung dari program tersebut adalah guru yang dilatih sehingga indikator-indikator keberhasilannya adalah unjuk kerja guru. Sementara itu pada PTK, pihak yang menerima manfaat langsung adalah para siswa sehingga indikator keberhasilannya adalah perilaku dan penampilan siswa yang terlibat dalam PTK. MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN Penelitian tindakan (termasuk PTK) dilakukan dalam suatu siklus (putaran) tertentu. Setiap siklus terdiri dari sejumlah langkah yang harus dikerjakan peneliti. Ada beberapa model rancangan yang dikemukakan para pakar. Pada kesempatan ini dikemukakan tiga model di antaranya, yaitu (1) model Kurt Lewin, (2) model Kemmis & Taggart, dan (3) model John Elliot. 1. Rancangan Penelitian Tindakan model Kurt Lewin Rancangan model Kurt Lewin merupakan model dasar yang kemudian dikembangkan oleh ahli-ahli lain. Penelitian tindakan, menurut Kurt Lewin, terdiri dari empat komponen kegiatan yang dipandang sebagai satu siklus, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Digambarkan dalam sebuah bagan, model ini tampak sebagai berikut. ACTING PLANNING OBSERVING REFLECTING
  • 3. Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kurt Lewin Pada awalnya proses penelitian dimulai dari perencanaan, namun karena ke empat komponen tersebut berfungsi dalam suatu kegiatan yang berupa siklus, maka untuk selanjutnya masing- masing berperan secara berkesinambungan. 2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & McTaggart Model yang dikemukakan Kemmis & Taggart merupakan pengembangan lebih lanjut dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya. Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart dapat mencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai. Dituangkan dalam bentuk gambar, rancangan Kemmis & McTaggart akan tampak sebagai berikut:
  • 4. REFLECT P 3 L 2 A 1 N ACT & OBSERVE R P REFLECT E L 6 V A 5 I N ACT & OBSERVE 4 R P REFLECT E L 9 V A 8 I N ACT & OBSERVE 7 Gambar 2. Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis & Taggart Langkah pertama pada setiap siklus adalah penyusunan rencana tindakan. Tahapan berikutnya pelaksanaan dan sekaligus pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hasil pengamatan kemudian dievaluasi dalam bentuk refleksi. Apabila hasil refleksi siklus pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan belum memberikan hasil sebagaimana diharapkan, maka berikutnya disusun lagi rencana untuk dilaksanakan pada siklus kedua. Demikian seterusnya sampai hasil yang dinginkan benar-benar tercapai.
  • 5. 3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliott Seperti halnya model Kemmis & McTaggart, model John Elliott juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari model Lewin. Elliott mencoba menggambarkan secara lebih rinci langkah demi langkah yang harus dilakukan peneliti. Ide dasarnya sama, dimulai dari penemuan masalah kemudian dirancang tindakan tertentu yang dianggap mampu memecahkan masalah tersebut, kemudian diimplementasikan, dimonitor, dan selanjutnya dilakukan tindakan berikutnya jika dianggap perlu. Berikut ini adalah bagan model PTK versi John Elliott.
  • 6. SIKLUS Ide Awal Temuan fakta dan Analisis Implementasi Perencanaan Umum langkah Tindakan I langkah Tindakan 1,2,3 Monitoring Imple- mentasi dan efeknya Revisi Peren- Penjelasan canaan Umum Kegagalan tentang Implementasi Perbaikan Perencanaan Langkah Tindakan 1,2,3 Implementasi Langkah Monitoring Berikutnya Implementasi dan efeknya II Revisi Ide Umum Penjelasan Kegagalan dan efeknya Perbaikan Perencanaan Langkah 1,2,3 Monitoring Implementasi Langkah Implementasi dan Berikutnya Efek
  • 7. III Penjelasan kegagalan pelak. & efeknya Gambar 3. Rancangan Penelitian Tindakan Model John Elliot (versi revisi model Lewin) Penutup Pada dasarnya PTK dilakukan secara individual oleh guru, di tempat di mana yang bersangkutan mengajar. Akan tetapi PTK dapat juga dilakukan secara kolaboratif, misalnya antara guru SD dengan dosen LPTK, atau pihak lain yang berkepentingan dengan proses pembelajaran. Meskipun hasil PTK ‘dikonsumsi’ langsung oleh guru yang bersangkutan akan tetapi hasilnya perlu disusun dalam suatu laporan sebagaimana penelitian formal pada umumnya. Hal ini dimaksudkan bukan saja sebagai pertanggungjawaban ilmiah seorang peneliti tetapi juga agar jika ada pihak lain yang tertarik dan memiliki masalah yang sama dapat mencontoh PTK yang bersangkutan***.