際際滷

際際滷Share a Scribd company logo
Machiavelli 1
NICOLLONICOLLO
MACHIAVELLMACHIAVELL
II
(1467-1527)(1467-1527)
Machiavelli 2
LATAR BELAKANG KELUARGALATAR BELAKANG KELUARGA
 Machiavelli adalah anak jaman renaissanceMachiavelli adalah anak jaman renaissance
 Lahir tahun 1467 di kota Florence, Italia.Lahir tahun 1467 di kota Florence, Italia.
 Ayahnya, Bernardo Machiavelli, seorang ahli hukumAyahnya, Bernardo Machiavelli, seorang ahli hukum
dari keluarga bangsawan.dari keluarga bangsawan.
 Bernardo pengagum karya klasik Livius,Bernardo pengagum karya klasik Livius, History,History, dandan
Cicero,Cicero, The Making of an Orator.The Making of an Orator.
 Usia 12 tahun belajar ilmu kemanusiaan denganUsia 12 tahun belajar ilmu kemanusiaan dengan
Paulo Ronsiglione.Paulo Ronsiglione.
 Mempelajari kajian ilmu klasik dari Marcello AdrianiMempelajari kajian ilmu klasik dari Marcello Adriani
di Universitas Florence.di Universitas Florence.
 Pernah menjadi diplomat krn kepiawaiannya dlmPernah menjadi diplomat krn kepiawaiannya dlm
berdiplomasiberdiplomasi
 Karya Livius menjadi dasar pemikiran danKarya Livius menjadi dasar pemikiran dan
argumentasi karya Nicollo,argumentasi karya Nicollo, The Prince.The Prince.
Machiavelli 3
SITUASI POLITIKSITUASI POLITIK
Itali terpecah menjadi 5 negara, karenaItali terpecah menjadi 5 negara, karena
pertentangan politik dan sebagai bidak daripertentangan politik dan sebagai bidak dari
kekuatan politik yang lebih besar sepertikekuatan politik yang lebih besar seperti
Perancis, Jerman dan Spanyol.Perancis, Jerman dan Spanyol.
Florence bersekutu dengan Perancis dan ketikaFlorence bersekutu dengan Perancis dan ketika
tahun 1512 Perancis diusir oleh italia, keluargatahun 1512 Perancis diusir oleh italia, keluarga
Medici mampu mengontrol kembali kota ini.Medici mampu mengontrol kembali kota ini.
Florence dikuasai oleh dinasti Medici denganFlorence dikuasai oleh dinasti Medici dengan
tangan besi.Tidak ada warga yang beranitangan besi.Tidak ada warga yang berani
menentang kekuasaannya.menentang kekuasaannya.
Girolamo Savonarola, seorang politikus moralis,Girolamo Savonarola, seorang politikus moralis,
melawan penguasa tiran Italia, danmelawan penguasa tiran Italia, dan
Machiavellibergabung dengannya dan melawanMachiavellibergabung dengannya dan melawan
Medici sampai ia dihukum.Medici sampai ia dihukum.
Italia menjadi negara yang kuat denganItalia menjadi negara yang kuat dengan
peradaban yang urban dan sekuler.peradaban yang urban dan sekuler.
Machiavelli 4
KARYA-KARYAKARYA-KARYA
 The PrinceThe Prince (1513): membahas negara(1513): membahas negara
yang diperintah oleh satu orang denganyang diperintah oleh satu orang dengan
kekuasaan tertinggi dan absolut.kekuasaan tertinggi dan absolut.
 TheThe Discourses (1519)Discourses (1519): mendukung: mendukung
pemerintahan republik dengan wilayahpemerintahan republik dengan wilayah
kebebasan individu yang luas dankebebasan individu yang luas dan
partisipasi politik.partisipasi politik.
 A History of FlorenceA History of Florence :peristiwa:peristiwa
Mandragolakehancuran dan kebangkrutanMandragolakehancuran dan kebangkrutan
negara Itali.negara Itali.
Machiavelli 5
PERLUNYA MENGKAJI GAGASANPERLUNYA MENGKAJI GAGASAN
MACHIVELLIMACHIVELLI
 Gagasan Machiavelli patut dikaji karenaGagasan Machiavelli patut dikaji karena
2 alasan:2 alasan:
1.1. gagasannya telah menjadi sumber inspirasigagasannya telah menjadi sumber inspirasi
yang tak pernah kering bagi banyakyang tak pernah kering bagi banyak
penguasa sejak awal gagasan itupenguasa sejak awal gagasan itu
dipopulerkan sampai abad 20.dipopulerkan sampai abad 20.
2.2. dari perspektif sejarah pemikiran politik,dari perspektif sejarah pemikiran politik,
gagasannya itu merupakan pemutusangagasannya itu merupakan pemutusan
hubungan total masa kini dengan masa laluhubungan total masa kini dengan masa lalu
yang merupakan ciri penting abadyang merupakan ciri penting abad
renaisans.renaisans.
Machiavelli 6
METODOLOGI BARUMETODOLOGI BARU
 Upaya menghapuskan konteks etika secara total dariUpaya menghapuskan konteks etika secara total dari
realitas politik, ia mengabaikan masalah tujuan etis.realitas politik, ia mengabaikan masalah tujuan etis.
 Metode komparatif dalam pendekatannya pada studiMetode komparatif dalam pendekatannya pada studi
politik. Penekanan pada penemuan hukum universal suatupolitik. Penekanan pada penemuan hukum universal suatu
tindakan yang bisa menjadi dasar keberhasilan. Ilmutindakan yang bisa menjadi dasar keberhasilan. Ilmu
Politik sebagai ilmu keahlian praktis sebagai negarawan.Politik sebagai ilmu keahlian praktis sebagai negarawan.
 Menggunakan pendekatan komparatif dan ia sampai padaMenggunakan pendekatan komparatif dan ia sampai pada
hukum sebab akibat.hukum sebab akibat.
 Untuk membangun ilmu politik adalah melihat konstansiUntuk membangun ilmu politik adalah melihat konstansi
watak manusia, sepanjang masa manusia digerakkan olehwatak manusia, sepanjang masa manusia digerakkan oleh
hasrat dan reaksinya selalu sama.hasrat dan reaksinya selalu sama.
 Kejadian masa lampau (sejarah) penting untuk menemukanKejadian masa lampau (sejarah) penting untuk menemukan
hukum-hukum umum dan aksioma politik.hukum-hukum umum dan aksioma politik.
Machiavelli 7
PSIKOLOGI MACHIAVELLIPSIKOLOGI MACHIAVELLI
 Orang harus menerima apa adanya bahwa manusiaOrang harus menerima apa adanya bahwa manusia
jahat dan bahwa mereka akan selalu condong padajahat dan bahwa mereka akan selalu condong pada
kejahatan yang ada dalam pikirannya, jikakejahatan yang ada dalam pikirannya, jika
kesempatan ada. Manusia tidak tahu terima kasih,kesempatan ada. Manusia tidak tahu terima kasih,
pembohong lihai, sangat ingin menghindari bahayapembohong lihai, sangat ingin menghindari bahaya
dan iri hati dengan orang lain.dan iri hati dengan orang lain.
 Kelihaian dan kekejaman yang bisa mengatasiKelihaian dan kekejaman yang bisa mengatasi
lingkungannya dan memenuhi hasrat dan nalurinya.lingkungannya dan memenuhi hasrat dan nalurinya.
 Hanya ada dua cara berkelahi yakni dengan:Hanya ada dua cara berkelahi yakni dengan:
1.1. hukum (cara manusia)hukum (cara manusia)
2.2. kekuatan (cara binatang)kekuatan (cara binatang)
 Jika cara pertama tidak mencukupi, cara ke dua bisaJika cara pertama tidak mencukupi, cara ke dua bisa
digunakan. Manusia harus mempelajari cara rubahdigunakan. Manusia harus mempelajari cara rubah
dan singa, karena rubah tidak bisa melindungi diridan singa, karena rubah tidak bisa melindungi diri
dari serigala dan singa tidak bisa melindungi diri daridari serigala dan singa tidak bisa melindungi diri dari
jebakan rubah.jebakan rubah.
 Dengan sifat binatangnya manusia bertindak sepertiDengan sifat binatangnya manusia bertindak seperti
binatang dan dengan sifat rasionalnya ia bertindakbinatang dan dengan sifat rasionalnya ia bertindak
seperti manusia.seperti manusia.
Machiavelli 8
PENGUASA NEGARA DAN KEKUASAANPENGUASA NEGARA DAN KEKUASAAN
 Kekuasaan harus dipisahkan dari yang namanyaKekuasaan harus dipisahkan dari yang namanya
agama kecuali sejauh agama itu memiliki nilaiagama kecuali sejauh agama itu memiliki nilai
utilitarianisme.Politik adalah efektif dan efisien,utilitarianisme.Politik adalah efektif dan efisien,
agama adalah yang diharapkan.agama adalah yang diharapkan.
 Efektifitas penggunaan kekuasaan adalah :Efektifitas penggunaan kekuasaan adalah :
1.1. Memperoleh kekuasaanMemperoleh kekuasaan
2.2. Mempertahankan kekuasaan.Mempertahankan kekuasaan.
3.3. Memperluas kekuasaan.Memperluas kekuasaan.
 Ia menyangkal bahwa kekuasaan adalah alat atauIa menyangkal bahwa kekuasaan adalah alat atau
instrumen untuk mempertahankan moralitas, etikainstrumen untuk mempertahankan moralitas, etika
atau agama. Negara adalah simbol kekuasaan politikatau agama. Negara adalah simbol kekuasaan politik
yang paling tinggi yang sifatnya mencakup semuayang paling tinggi yang sifatnya mencakup semua
dan mutlak.dan mutlak.
 Ada 2 cara mempertahankan negara adalahAda 2 cara mempertahankan negara adalah
1.1. memusnahkan semua masyarakat awalmemusnahkan semua masyarakat awal
2.2. dibentuk koloni dengan penempatan sejumlah pasukan.dibentuk koloni dengan penempatan sejumlah pasukan.
Machiavelli 9
EXERCISE OF WAREXERCISE OF WAR
 Machiavelli berpendapat bahwa keberadaanMachiavelli berpendapat bahwa keberadaan
militer sangat kuat diperlukan suatu negara.militer sangat kuat diperlukan suatu negara.
Militer merupakan basis penting bagiMiliter merupakan basis penting bagi
penguasa sebagai manifestasi nyatapenguasa sebagai manifestasi nyata
kekuasaan negara.kekuasaan negara.
 Setidaknya ada 2 pengetahuan yang harusSetidaknya ada 2 pengetahuan yang harus
dimiliki militer menurut Machiavelli :dimiliki militer menurut Machiavelli :
1. Militer dan penguasa mengetahui persis1. Militer dan penguasa mengetahui persis
keadaan negaranya.keadaan negaranya.
2.Mengerti cara bagaimana mempertahankan2.Mengerti cara bagaimana mempertahankan
dari serangan musuh.dari serangan musuh.
Machiavelli 10
NILAI UTILITARIANISME POLITIK AGAMANILAI UTILITARIANISME POLITIK AGAMA
 Machiavelli melihat agama dari sudutMachiavelli melihat agama dari sudut
pragmatisme dan kepentingan politik praktis.pragmatisme dan kepentingan politik praktis.
Agama mempunyai kepentingan makna bilaAgama mempunyai kepentingan makna bila
berguna bagi kepentingan politik.berguna bagi kepentingan politik.
 Dia dapat dikategorikan sebagai penganutDia dapat dikategorikan sebagai penganut
utilitarianisme dan pragmatisme.utilitarianisme dan pragmatisme.
 Machiavelli berpendapat bahwa wibawaMachiavelli berpendapat bahwa wibawa
penguasa negara tanpa agama tidak cukuppenguasa negara tanpa agama tidak cukup
menjamin persatuan dan kesatuan di negaramenjamin persatuan dan kesatuan di negara
tersebut.tersebut.
Machiavelli 11
STANDAR MORALSTANDAR MORAL
 Mampu menggunakan kekuasaan secaraMampu menggunakan kekuasaan secara
efektif untuk kepentingan publik/masyarakatefektif untuk kepentingan publik/masyarakat
 Moral : Sesuatu yang dianggap baikMoral : Sesuatu yang dianggap baik
Politik : sesuatu yang riil dan praktis.Politik : sesuatu yang riil dan praktis.
Moral dan Politik menurut MachiavelliMoral dan Politik menurut Machiavelli
merupakan dua hal yang terpisah dan tidakmerupakan dua hal yang terpisah dan tidak
bisa disatukanbisa disatukan
 Well-used crueltyWell-used cruelty : Kekerasan yang bertujuan: Kekerasan yang bertujuan
untuk mencapai kepentingan negarauntuk mencapai kepentingan negara
Bad-used crueltyBad-used cruelty : Kekerasan yang hanya: Kekerasan yang hanya
untuk kepentingan individuuntuk kepentingan individu
Machiavelli 12
WATAK NEGARAWATAK NEGARA
 Ketidakpercayaan pada watak manusiaKetidakpercayaan pada watak manusia
mendorong menempatakan penguasa politikmendorong menempatakan penguasa politik
di luar kelompok dan membebaskannya daridi luar kelompok dan membebaskannya dari
moralitas yang diterapkan masyarakat.moralitas yang diterapkan masyarakat.
 Teorinya tidak mencakup konsepsi mengenaiTeorinya tidak mencakup konsepsi mengenai
prinsip subsidiaritas sebagai standard yangprinsip subsidiaritas sebagai standard yang
berlaku yang diterapkan demi kepentinganberlaku yang diterapkan demi kepentingan
pemenuhan diri individu.pemenuhan diri individu.
 Ia menyediakan kebebasan individuIa menyediakan kebebasan individu
sepanjang tidak mengganggu keselamatansepanjang tidak mengganggu keselamatan
dan stabilitas tatanan politik.dan stabilitas tatanan politik.
Machiavelli 13
BUKU REFERENSIBUKU REFERENSI
 Arnhart, Larry.1997.Arnhart, Larry.1997.Political Questions: Political PhilosophyPolitical Questions: Political Philosophy..
London: Macmillan Company.London: Macmillan Company.
 Donald, Lee Cameron Mc.1968,Donald, Lee Cameron Mc.1968, Western Political TheoryWestern Political Theory (Part(Part
I). NewYork : Harcourt Brace Jovanovich.I). NewYork : Harcourt Brace Jovanovich.
 Hadiwiyono, Harun.1980,Hadiwiyono, Harun.1980, Sari Sejarah Filsafat Barat 1Sari Sejarah Filsafat Barat 1..
Yogyakarta: Kanisius.Yogyakarta: Kanisius.
 Losco, Joseph dan Williams Leonard. 2005Losco, Joseph dan Williams Leonard. 2005. Political Theory:. Political Theory:
Kajian Klasik dan KontemporerKajian Klasik dan Kontemporer. Jakarta: Radjawali Press.. Jakarta: Radjawali Press.
 Rapar, J.H.1988.Rapar, J.H.1988. Filsafat Politik PlatoFilsafat Politik Plato. Jakarta: CV.Radjawali.. Jakarta: CV.Radjawali.
 Russell, Bertrand.2007.Russell, Bertrand.2007. Sejarah Filsafat BaratSejarah Filsafat Barat..
Yogyakarta.Pustaka Pelajar.Yogyakarta.Pustaka Pelajar.
 Sastraprateja, M. dan Suseno, Frans Magnis1987.Sastraprateja, M. dan Suseno, Frans Magnis1987. NiccoloNiccolo
Machiavelli, Sang PenguasaMachiavelli, Sang Penguasa, Jakarta : Gramedia., Jakarta : Gramedia.
 Schmandt, Henry J. 2002.Schmandt, Henry J. 2002. Filsafat Politik : Kajian Historis DariFilsafat Politik : Kajian Historis Dari
Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern.Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern. Yogyakarta :Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.Pustaka Pelajar.
 Suhelmi, Ahmad. 2001.Suhelmi, Ahmad. 2001. Pemikiran Politik Barat.Pemikiran Politik Barat. Jakarta :Jakarta :
Gramedia.Gramedia.
 Sutrisno, FX. Mudji. 1992.Sutrisno, FX. Mudji. 1992. Para Filsuf Penentu Gerak ZamanPara Filsuf Penentu Gerak Zaman,,
Yogyakarta; Kanisius.Yogyakarta; Kanisius.

More Related Content

What's hot (20)

Paradigma hukum
Paradigma hukumParadigma hukum
Paradigma hukum
rudo subayatn
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Belum Kerja
Sejarah internasional hak asasi manusia
Sejarah internasional hak asasi manusiaSejarah internasional hak asasi manusia
Sejarah internasional hak asasi manusia
Doan Gabriel Silalahi
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htnPengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Della Mega Alfionita
Empirisme dan kritisisme
Empirisme dan kritisismeEmpirisme dan kritisisme
Empirisme dan kritisisme
Dina Haya Sufya
legitimasi kekuasaan Bab II
legitimasi kekuasaan Bab IIlegitimasi kekuasaan Bab II
legitimasi kekuasaan Bab II
Ade Ayu Saputri
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuanSosiologi sebagai ilmu pengetahuan
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan
Sam Ratulangi University, Manado
Pancasila Sebagai Ideologi
Pancasila Sebagai IdeologiPancasila Sebagai Ideologi
Pancasila Sebagai Ideologi
Muhammad Ridwan
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negarapancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
Abd Taj Khalwatiyah
Metodologi sejarah
Metodologi sejarahMetodologi sejarah
Metodologi sejarah
Gungun Misbah Gunawan
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
Anindya Kusumaningrum
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
AldiwaPandu
Diktat dasar-dasar-logika
Diktat dasar-dasar-logikaDiktat dasar-dasar-logika
Diktat dasar-dasar-logika
Chupking
Manusia Dan Masyarakat
Manusia Dan MasyarakatManusia Dan Masyarakat
Manusia Dan Masyarakat
poltekkes bengkulu, keperawatan curup, kebidanan curup
Perkembangan teori hukum revisi
Perkembangan teori hukum revisiPerkembangan teori hukum revisi
Perkembangan teori hukum revisi
juniska efendi
Teori struktural fungsional
Teori struktural fungsionalTeori struktural fungsional
Teori struktural fungsional
Novri To Day
Presentasi ontologi
Presentasi ontologiPresentasi ontologi
Presentasi ontologi
Ibnu Fajar
Filsafat Moderen
Filsafat Moderen Filsafat Moderen
Filsafat Moderen
Islamic Studies
Hukum internasional
Hukum internasionalHukum internasional
Hukum internasional
Rizki Gumilar
Birokrasi dan Kajian Politik
Birokrasi dan Kajian PolitikBirokrasi dan Kajian Politik
Birokrasi dan Kajian Politik
Muh Firyal Akbar
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Antropologi hukum (Piyantoro PPT)
Belum Kerja
Sejarah internasional hak asasi manusia
Sejarah internasional hak asasi manusiaSejarah internasional hak asasi manusia
Sejarah internasional hak asasi manusia
Doan Gabriel Silalahi
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htnPengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Pengertian, perbedaan dan persamaan han dan htn
Della Mega Alfionita
Empirisme dan kritisisme
Empirisme dan kritisismeEmpirisme dan kritisisme
Empirisme dan kritisisme
Dina Haya Sufya
legitimasi kekuasaan Bab II
legitimasi kekuasaan Bab IIlegitimasi kekuasaan Bab II
legitimasi kekuasaan Bab II
Ade Ayu Saputri
Pancasila Sebagai Ideologi
Pancasila Sebagai IdeologiPancasila Sebagai Ideologi
Pancasila Sebagai Ideologi
Muhammad Ridwan
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negarapancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
Abd Taj Khalwatiyah
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
BAGAIMANA DINAMIKA HISTORIS, DAN URGENSI WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI KONSEPSI D...
Anindya Kusumaningrum
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
PPT Filsafat Ilmu (Sejarah Filsafat Barat)
AldiwaPandu
Diktat dasar-dasar-logika
Diktat dasar-dasar-logikaDiktat dasar-dasar-logika
Diktat dasar-dasar-logika
Chupking
Perkembangan teori hukum revisi
Perkembangan teori hukum revisiPerkembangan teori hukum revisi
Perkembangan teori hukum revisi
juniska efendi
Teori struktural fungsional
Teori struktural fungsionalTeori struktural fungsional
Teori struktural fungsional
Novri To Day
Presentasi ontologi
Presentasi ontologiPresentasi ontologi
Presentasi ontologi
Ibnu Fajar
Hukum internasional
Hukum internasionalHukum internasional
Hukum internasional
Rizki Gumilar
Birokrasi dan Kajian Politik
Birokrasi dan Kajian PolitikBirokrasi dan Kajian Politik
Birokrasi dan Kajian Politik
Muh Firyal Akbar

Similar to 5 nicollo machiavelli (20)

4086793.ppt
4086793.ppt4086793.ppt
4086793.ppt
DinarDorotea
Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
Pancasila Sebagai Ideologi NasionalPancasila Sebagai Ideologi Nasional
Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
dionteguhpratomo
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ataKolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
sriyandi djoeweri
Materi kuliah pkn
Materi kuliah pknMateri kuliah pkn
Materi kuliah pkn
Salma Van Licht
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdfppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
thegoddescorp
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
norma 28
PKn XII
PKn XIIPKn XII
PKn XII
SRIJOKOWALUYO
Teori oligarki
Teori oligarki Teori oligarki
Teori oligarki
Launa Usni
Annisa riana haras
Annisa riana harasAnnisa riana haras
Annisa riana haras
dionteguhpratomo
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
DheaFeralia
Makna & Arti Sila Keempat Pancasila
Makna & Arti Sila Keempat PancasilaMakna & Arti Sila Keempat Pancasila
Makna & Arti Sila Keempat Pancasila
Agus Widiyanto
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegaraRefleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Agus Widiyanto
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
AreyCharmend
Filsafat multikulturalisme
Filsafat multikulturalismeFilsafat multikulturalisme
Filsafat multikulturalisme
kartika_panjaitan
Bab ii
Bab iiBab ii
Bab ii
La Mone
Bab iii 5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
Bab iii  5.aspek sosial dalam ketahanan nasionalBab iii  5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
Bab iii 5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
natal kristiono
Tamadun islam
Tamadun islamTamadun islam
Tamadun islam
amya riya
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptxPPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
FarhanRamadan2
Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
Pancasila Sebagai Ideologi NasionalPancasila Sebagai Ideologi Nasional
Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
dionteguhpratomo
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ataKolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara ata
sriyandi djoeweri
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdfppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
ppt.kls.xi. kd. ancaman ideologi.pptx.pdf
thegoddescorp
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
Nilai-nilai Dari Macam-macam Ideologi di Dunia Yang Menjadi Dasar Berkesinamb...
norma 28
Teori oligarki
Teori oligarki Teori oligarki
Teori oligarki
Launa Usni
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
HARMONI KEWAJIBAN DAN HAK NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM DEMOKRASI YANG BERSUM...
DheaFeralia
Makna & Arti Sila Keempat Pancasila
Makna & Arti Sila Keempat PancasilaMakna & Arti Sila Keempat Pancasila
Makna & Arti Sila Keempat Pancasila
Agus Widiyanto
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegaraRefleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Refleksi filosofis sila kelima dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Agus Widiyanto
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
499633283-Ppt-Ndp-Copy.pptx
AreyCharmend
Filsafat multikulturalisme
Filsafat multikulturalismeFilsafat multikulturalisme
Filsafat multikulturalisme
kartika_panjaitan
Bab ii
Bab iiBab ii
Bab ii
La Mone
Bab iii 5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
Bab iii  5.aspek sosial dalam ketahanan nasionalBab iii  5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
Bab iii 5.aspek sosial dalam ketahanan nasional
natal kristiono
Tamadun islam
Tamadun islamTamadun islam
Tamadun islam
amya riya
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptxPPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
PPT_Pendidikan_Pancasila_Kel2.pptx
FarhanRamadan2

More from Bagus Aji (20)

Organizing
OrganizingOrganizing
Organizing
Bagus Aji
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baruTm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Bagus Aji
Tm 18 hubungan agama dan politik
Tm 18 hubungan agama dan politikTm 18 hubungan agama dan politik
Tm 18 hubungan agama dan politik
Bagus Aji
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesiaTm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Bagus Aji
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baruTm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Bagus Aji
Tm 13 birokrasi dan politik
Tm 13 birokrasi dan politikTm 13 birokrasi dan politik
Tm 13 birokrasi dan politik
Bagus Aji
Tm 11 perdebatan pemikiran politik
Tm 11 perdebatan pemikiran politikTm 11 perdebatan pemikiran politik
Tm 11 perdebatan pemikiran politik
Bagus Aji
Tm 10 otonomi daerah
Tm 10 otonomi daerahTm 10 otonomi daerah
Tm 10 otonomi daerah
Bagus Aji
Tm 09 sistem perwakilan politik
Tm 09 sistem perwakilan politikTm 09 sistem perwakilan politik
Tm 09 sistem perwakilan politik
Bagus Aji
Tm 08 budaya politik
Tm 08 budaya politikTm 08 budaya politik
Tm 08 budaya politik
Bagus Aji
Tm 03 arah sistem politik indonesia
Tm 03 arah sistem politik indonesiaTm 03 arah sistem politik indonesia
Tm 03 arah sistem politik indonesia
Bagus Aji
Tm 02 sistem politik indonesia
Tm 02 sistem politik indonesiaTm 02 sistem politik indonesia
Tm 02 sistem politik indonesia
Bagus Aji
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasionalPertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Bagus Aji
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasionalPertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Bagus Aji
Pertemuan vi, ekonomi politik klasik
Pertemuan vi, ekonomi politik klasikPertemuan vi, ekonomi politik klasik
Pertemuan vi, ekonomi politik klasik
Bagus Aji
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomiPertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Bagus Aji
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Bagus Aji
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberalPertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Bagus Aji
7 john locke
7 john locke7 john locke
7 john locke
Bagus Aji
6 thomas hobbes
6 thomas hobbes6 thomas hobbes
6 thomas hobbes
Bagus Aji
Organizing
OrganizingOrganizing
Organizing
Bagus Aji
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baruTm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Tm 19 teori-teori tentang politik indonesia orde baru
Bagus Aji
Tm 18 hubungan agama dan politik
Tm 18 hubungan agama dan politikTm 18 hubungan agama dan politik
Tm 18 hubungan agama dan politik
Bagus Aji
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesiaTm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Tm 17 militer dalam sistem politik indonesia
Bagus Aji
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baruTm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Tm 15 perspektif-perspektif tentang orde baru
Bagus Aji
Tm 13 birokrasi dan politik
Tm 13 birokrasi dan politikTm 13 birokrasi dan politik
Tm 13 birokrasi dan politik
Bagus Aji
Tm 11 perdebatan pemikiran politik
Tm 11 perdebatan pemikiran politikTm 11 perdebatan pemikiran politik
Tm 11 perdebatan pemikiran politik
Bagus Aji
Tm 10 otonomi daerah
Tm 10 otonomi daerahTm 10 otonomi daerah
Tm 10 otonomi daerah
Bagus Aji
Tm 09 sistem perwakilan politik
Tm 09 sistem perwakilan politikTm 09 sistem perwakilan politik
Tm 09 sistem perwakilan politik
Bagus Aji
Tm 08 budaya politik
Tm 08 budaya politikTm 08 budaya politik
Tm 08 budaya politik
Bagus Aji
Tm 03 arah sistem politik indonesia
Tm 03 arah sistem politik indonesiaTm 03 arah sistem politik indonesia
Tm 03 arah sistem politik indonesia
Bagus Aji
Tm 02 sistem politik indonesia
Tm 02 sistem politik indonesiaTm 02 sistem politik indonesia
Tm 02 sistem politik indonesia
Bagus Aji
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasionalPertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Pertemuan xvi, ekonomi politik internasional
Bagus Aji
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasionalPertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Pertemuan xv, ekonomi politik dan bantuan internasional
Bagus Aji
Pertemuan vi, ekonomi politik klasik
Pertemuan vi, ekonomi politik klasikPertemuan vi, ekonomi politik klasik
Pertemuan vi, ekonomi politik klasik
Bagus Aji
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomiPertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Pertemuan ii, dimensi politik fenomena ekonomi
Bagus Aji
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Pertemuan xiii, ekonomi politik neoliberal (1)
Bagus Aji
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberalPertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Pertemuan xii, sistem ekonomi liberal
Bagus Aji
7 john locke
7 john locke7 john locke
7 john locke
Bagus Aji
6 thomas hobbes
6 thomas hobbes6 thomas hobbes
6 thomas hobbes
Bagus Aji

Recently uploaded (8)

2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
isugiarta76
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal FarmasiMateri Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
rissalailavifta
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal FarmasiMateri Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
rissalailavifta
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
FarisHisyam1
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptxPERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
mimosaasyifaa
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptxPengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
FarhanFadillah28
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptxPengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
akpertiwi98
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptxTidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
ResidenRoom
2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
2. Modul Ajar KLS 7 PIDARTA BHS BALI.pdf SUDARMA.pdf
isugiarta76
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal FarmasiMateri Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
rissalailavifta
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal FarmasiMateri Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
Materi Praktikum Kimia Medisinal Farmasi
rissalailavifta
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
PPT OPTIMASI HUBUNGAN INPUT-INPUT (2) 22
FarisHisyam1
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptxPERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN.pptx
mimosaasyifaa
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptxPengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
Pengaruh Perubahan Ruang Materi IPS.pptx
FarhanFadillah28
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptxPengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
Pengantar Prak Biomolekul B - Week 1.pptx
akpertiwi98
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptxTidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
Tidur-dalam-Islam-Rahmat-dan-Ibadah.pptx
ResidenRoom

5 nicollo machiavelli

  • 2. Machiavelli 2 LATAR BELAKANG KELUARGALATAR BELAKANG KELUARGA Machiavelli adalah anak jaman renaissanceMachiavelli adalah anak jaman renaissance Lahir tahun 1467 di kota Florence, Italia.Lahir tahun 1467 di kota Florence, Italia. Ayahnya, Bernardo Machiavelli, seorang ahli hukumAyahnya, Bernardo Machiavelli, seorang ahli hukum dari keluarga bangsawan.dari keluarga bangsawan. Bernardo pengagum karya klasik Livius,Bernardo pengagum karya klasik Livius, History,History, dandan Cicero,Cicero, The Making of an Orator.The Making of an Orator. Usia 12 tahun belajar ilmu kemanusiaan denganUsia 12 tahun belajar ilmu kemanusiaan dengan Paulo Ronsiglione.Paulo Ronsiglione. Mempelajari kajian ilmu klasik dari Marcello AdrianiMempelajari kajian ilmu klasik dari Marcello Adriani di Universitas Florence.di Universitas Florence. Pernah menjadi diplomat krn kepiawaiannya dlmPernah menjadi diplomat krn kepiawaiannya dlm berdiplomasiberdiplomasi Karya Livius menjadi dasar pemikiran danKarya Livius menjadi dasar pemikiran dan argumentasi karya Nicollo,argumentasi karya Nicollo, The Prince.The Prince.
  • 3. Machiavelli 3 SITUASI POLITIKSITUASI POLITIK Itali terpecah menjadi 5 negara, karenaItali terpecah menjadi 5 negara, karena pertentangan politik dan sebagai bidak daripertentangan politik dan sebagai bidak dari kekuatan politik yang lebih besar sepertikekuatan politik yang lebih besar seperti Perancis, Jerman dan Spanyol.Perancis, Jerman dan Spanyol. Florence bersekutu dengan Perancis dan ketikaFlorence bersekutu dengan Perancis dan ketika tahun 1512 Perancis diusir oleh italia, keluargatahun 1512 Perancis diusir oleh italia, keluarga Medici mampu mengontrol kembali kota ini.Medici mampu mengontrol kembali kota ini. Florence dikuasai oleh dinasti Medici denganFlorence dikuasai oleh dinasti Medici dengan tangan besi.Tidak ada warga yang beranitangan besi.Tidak ada warga yang berani menentang kekuasaannya.menentang kekuasaannya. Girolamo Savonarola, seorang politikus moralis,Girolamo Savonarola, seorang politikus moralis, melawan penguasa tiran Italia, danmelawan penguasa tiran Italia, dan Machiavellibergabung dengannya dan melawanMachiavellibergabung dengannya dan melawan Medici sampai ia dihukum.Medici sampai ia dihukum. Italia menjadi negara yang kuat denganItalia menjadi negara yang kuat dengan peradaban yang urban dan sekuler.peradaban yang urban dan sekuler.
  • 4. Machiavelli 4 KARYA-KARYAKARYA-KARYA The PrinceThe Prince (1513): membahas negara(1513): membahas negara yang diperintah oleh satu orang denganyang diperintah oleh satu orang dengan kekuasaan tertinggi dan absolut.kekuasaan tertinggi dan absolut. TheThe Discourses (1519)Discourses (1519): mendukung: mendukung pemerintahan republik dengan wilayahpemerintahan republik dengan wilayah kebebasan individu yang luas dankebebasan individu yang luas dan partisipasi politik.partisipasi politik. A History of FlorenceA History of Florence :peristiwa:peristiwa Mandragolakehancuran dan kebangkrutanMandragolakehancuran dan kebangkrutan negara Itali.negara Itali.
  • 5. Machiavelli 5 PERLUNYA MENGKAJI GAGASANPERLUNYA MENGKAJI GAGASAN MACHIVELLIMACHIVELLI Gagasan Machiavelli patut dikaji karenaGagasan Machiavelli patut dikaji karena 2 alasan:2 alasan: 1.1. gagasannya telah menjadi sumber inspirasigagasannya telah menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering bagi banyakyang tak pernah kering bagi banyak penguasa sejak awal gagasan itupenguasa sejak awal gagasan itu dipopulerkan sampai abad 20.dipopulerkan sampai abad 20. 2.2. dari perspektif sejarah pemikiran politik,dari perspektif sejarah pemikiran politik, gagasannya itu merupakan pemutusangagasannya itu merupakan pemutusan hubungan total masa kini dengan masa laluhubungan total masa kini dengan masa lalu yang merupakan ciri penting abadyang merupakan ciri penting abad renaisans.renaisans.
  • 6. Machiavelli 6 METODOLOGI BARUMETODOLOGI BARU Upaya menghapuskan konteks etika secara total dariUpaya menghapuskan konteks etika secara total dari realitas politik, ia mengabaikan masalah tujuan etis.realitas politik, ia mengabaikan masalah tujuan etis. Metode komparatif dalam pendekatannya pada studiMetode komparatif dalam pendekatannya pada studi politik. Penekanan pada penemuan hukum universal suatupolitik. Penekanan pada penemuan hukum universal suatu tindakan yang bisa menjadi dasar keberhasilan. Ilmutindakan yang bisa menjadi dasar keberhasilan. Ilmu Politik sebagai ilmu keahlian praktis sebagai negarawan.Politik sebagai ilmu keahlian praktis sebagai negarawan. Menggunakan pendekatan komparatif dan ia sampai padaMenggunakan pendekatan komparatif dan ia sampai pada hukum sebab akibat.hukum sebab akibat. Untuk membangun ilmu politik adalah melihat konstansiUntuk membangun ilmu politik adalah melihat konstansi watak manusia, sepanjang masa manusia digerakkan olehwatak manusia, sepanjang masa manusia digerakkan oleh hasrat dan reaksinya selalu sama.hasrat dan reaksinya selalu sama. Kejadian masa lampau (sejarah) penting untuk menemukanKejadian masa lampau (sejarah) penting untuk menemukan hukum-hukum umum dan aksioma politik.hukum-hukum umum dan aksioma politik.
  • 7. Machiavelli 7 PSIKOLOGI MACHIAVELLIPSIKOLOGI MACHIAVELLI Orang harus menerima apa adanya bahwa manusiaOrang harus menerima apa adanya bahwa manusia jahat dan bahwa mereka akan selalu condong padajahat dan bahwa mereka akan selalu condong pada kejahatan yang ada dalam pikirannya, jikakejahatan yang ada dalam pikirannya, jika kesempatan ada. Manusia tidak tahu terima kasih,kesempatan ada. Manusia tidak tahu terima kasih, pembohong lihai, sangat ingin menghindari bahayapembohong lihai, sangat ingin menghindari bahaya dan iri hati dengan orang lain.dan iri hati dengan orang lain. Kelihaian dan kekejaman yang bisa mengatasiKelihaian dan kekejaman yang bisa mengatasi lingkungannya dan memenuhi hasrat dan nalurinya.lingkungannya dan memenuhi hasrat dan nalurinya. Hanya ada dua cara berkelahi yakni dengan:Hanya ada dua cara berkelahi yakni dengan: 1.1. hukum (cara manusia)hukum (cara manusia) 2.2. kekuatan (cara binatang)kekuatan (cara binatang) Jika cara pertama tidak mencukupi, cara ke dua bisaJika cara pertama tidak mencukupi, cara ke dua bisa digunakan. Manusia harus mempelajari cara rubahdigunakan. Manusia harus mempelajari cara rubah dan singa, karena rubah tidak bisa melindungi diridan singa, karena rubah tidak bisa melindungi diri dari serigala dan singa tidak bisa melindungi diri daridari serigala dan singa tidak bisa melindungi diri dari jebakan rubah.jebakan rubah. Dengan sifat binatangnya manusia bertindak sepertiDengan sifat binatangnya manusia bertindak seperti binatang dan dengan sifat rasionalnya ia bertindakbinatang dan dengan sifat rasionalnya ia bertindak seperti manusia.seperti manusia.
  • 8. Machiavelli 8 PENGUASA NEGARA DAN KEKUASAANPENGUASA NEGARA DAN KEKUASAAN Kekuasaan harus dipisahkan dari yang namanyaKekuasaan harus dipisahkan dari yang namanya agama kecuali sejauh agama itu memiliki nilaiagama kecuali sejauh agama itu memiliki nilai utilitarianisme.Politik adalah efektif dan efisien,utilitarianisme.Politik adalah efektif dan efisien, agama adalah yang diharapkan.agama adalah yang diharapkan. Efektifitas penggunaan kekuasaan adalah :Efektifitas penggunaan kekuasaan adalah : 1.1. Memperoleh kekuasaanMemperoleh kekuasaan 2.2. Mempertahankan kekuasaan.Mempertahankan kekuasaan. 3.3. Memperluas kekuasaan.Memperluas kekuasaan. Ia menyangkal bahwa kekuasaan adalah alat atauIa menyangkal bahwa kekuasaan adalah alat atau instrumen untuk mempertahankan moralitas, etikainstrumen untuk mempertahankan moralitas, etika atau agama. Negara adalah simbol kekuasaan politikatau agama. Negara adalah simbol kekuasaan politik yang paling tinggi yang sifatnya mencakup semuayang paling tinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak.dan mutlak. Ada 2 cara mempertahankan negara adalahAda 2 cara mempertahankan negara adalah 1.1. memusnahkan semua masyarakat awalmemusnahkan semua masyarakat awal 2.2. dibentuk koloni dengan penempatan sejumlah pasukan.dibentuk koloni dengan penempatan sejumlah pasukan.
  • 9. Machiavelli 9 EXERCISE OF WAREXERCISE OF WAR Machiavelli berpendapat bahwa keberadaanMachiavelli berpendapat bahwa keberadaan militer sangat kuat diperlukan suatu negara.militer sangat kuat diperlukan suatu negara. Militer merupakan basis penting bagiMiliter merupakan basis penting bagi penguasa sebagai manifestasi nyatapenguasa sebagai manifestasi nyata kekuasaan negara.kekuasaan negara. Setidaknya ada 2 pengetahuan yang harusSetidaknya ada 2 pengetahuan yang harus dimiliki militer menurut Machiavelli :dimiliki militer menurut Machiavelli : 1. Militer dan penguasa mengetahui persis1. Militer dan penguasa mengetahui persis keadaan negaranya.keadaan negaranya. 2.Mengerti cara bagaimana mempertahankan2.Mengerti cara bagaimana mempertahankan dari serangan musuh.dari serangan musuh.
  • 10. Machiavelli 10 NILAI UTILITARIANISME POLITIK AGAMANILAI UTILITARIANISME POLITIK AGAMA Machiavelli melihat agama dari sudutMachiavelli melihat agama dari sudut pragmatisme dan kepentingan politik praktis.pragmatisme dan kepentingan politik praktis. Agama mempunyai kepentingan makna bilaAgama mempunyai kepentingan makna bila berguna bagi kepentingan politik.berguna bagi kepentingan politik. Dia dapat dikategorikan sebagai penganutDia dapat dikategorikan sebagai penganut utilitarianisme dan pragmatisme.utilitarianisme dan pragmatisme. Machiavelli berpendapat bahwa wibawaMachiavelli berpendapat bahwa wibawa penguasa negara tanpa agama tidak cukuppenguasa negara tanpa agama tidak cukup menjamin persatuan dan kesatuan di negaramenjamin persatuan dan kesatuan di negara tersebut.tersebut.
  • 11. Machiavelli 11 STANDAR MORALSTANDAR MORAL Mampu menggunakan kekuasaan secaraMampu menggunakan kekuasaan secara efektif untuk kepentingan publik/masyarakatefektif untuk kepentingan publik/masyarakat Moral : Sesuatu yang dianggap baikMoral : Sesuatu yang dianggap baik Politik : sesuatu yang riil dan praktis.Politik : sesuatu yang riil dan praktis. Moral dan Politik menurut MachiavelliMoral dan Politik menurut Machiavelli merupakan dua hal yang terpisah dan tidakmerupakan dua hal yang terpisah dan tidak bisa disatukanbisa disatukan Well-used crueltyWell-used cruelty : Kekerasan yang bertujuan: Kekerasan yang bertujuan untuk mencapai kepentingan negarauntuk mencapai kepentingan negara Bad-used crueltyBad-used cruelty : Kekerasan yang hanya: Kekerasan yang hanya untuk kepentingan individuuntuk kepentingan individu
  • 12. Machiavelli 12 WATAK NEGARAWATAK NEGARA Ketidakpercayaan pada watak manusiaKetidakpercayaan pada watak manusia mendorong menempatakan penguasa politikmendorong menempatakan penguasa politik di luar kelompok dan membebaskannya daridi luar kelompok dan membebaskannya dari moralitas yang diterapkan masyarakat.moralitas yang diterapkan masyarakat. Teorinya tidak mencakup konsepsi mengenaiTeorinya tidak mencakup konsepsi mengenai prinsip subsidiaritas sebagai standard yangprinsip subsidiaritas sebagai standard yang berlaku yang diterapkan demi kepentinganberlaku yang diterapkan demi kepentingan pemenuhan diri individu.pemenuhan diri individu. Ia menyediakan kebebasan individuIa menyediakan kebebasan individu sepanjang tidak mengganggu keselamatansepanjang tidak mengganggu keselamatan dan stabilitas tatanan politik.dan stabilitas tatanan politik.
  • 13. Machiavelli 13 BUKU REFERENSIBUKU REFERENSI Arnhart, Larry.1997.Arnhart, Larry.1997.Political Questions: Political PhilosophyPolitical Questions: Political Philosophy.. London: Macmillan Company.London: Macmillan Company. Donald, Lee Cameron Mc.1968,Donald, Lee Cameron Mc.1968, Western Political TheoryWestern Political Theory (Part(Part I). NewYork : Harcourt Brace Jovanovich.I). NewYork : Harcourt Brace Jovanovich. Hadiwiyono, Harun.1980,Hadiwiyono, Harun.1980, Sari Sejarah Filsafat Barat 1Sari Sejarah Filsafat Barat 1.. Yogyakarta: Kanisius.Yogyakarta: Kanisius. Losco, Joseph dan Williams Leonard. 2005Losco, Joseph dan Williams Leonard. 2005. Political Theory:. Political Theory: Kajian Klasik dan KontemporerKajian Klasik dan Kontemporer. Jakarta: Radjawali Press.. Jakarta: Radjawali Press. Rapar, J.H.1988.Rapar, J.H.1988. Filsafat Politik PlatoFilsafat Politik Plato. Jakarta: CV.Radjawali.. Jakarta: CV.Radjawali. Russell, Bertrand.2007.Russell, Bertrand.2007. Sejarah Filsafat BaratSejarah Filsafat Barat.. Yogyakarta.Pustaka Pelajar.Yogyakarta.Pustaka Pelajar. Sastraprateja, M. dan Suseno, Frans Magnis1987.Sastraprateja, M. dan Suseno, Frans Magnis1987. NiccoloNiccolo Machiavelli, Sang PenguasaMachiavelli, Sang Penguasa, Jakarta : Gramedia., Jakarta : Gramedia. Schmandt, Henry J. 2002.Schmandt, Henry J. 2002. Filsafat Politik : Kajian Historis DariFilsafat Politik : Kajian Historis Dari Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern.Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern. Yogyakarta :Yogyakarta : Pustaka Pelajar.Pustaka Pelajar. Suhelmi, Ahmad. 2001.Suhelmi, Ahmad. 2001. Pemikiran Politik Barat.Pemikiran Politik Barat. Jakarta :Jakarta : Gramedia.Gramedia. Sutrisno, FX. Mudji. 1992.Sutrisno, FX. Mudji. 1992. Para Filsuf Penentu Gerak ZamanPara Filsuf Penentu Gerak Zaman,, Yogyakarta; Kanisius.Yogyakarta; Kanisius.